PENGEMBANGAN KONSTRUKSI TES PRESTASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS Vi SEMESTER GANJIL DI SMPN 34 SAMARINDA Tjendra Melina1. Dina Sahara2. Rizky Arafi3. Apriansyah4. Situmorang Dhandy Hamonangan5. Yoga Achmad Ramadhan6 Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRAK Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Sedangkan prestasi adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Tes prestasi . chievement tes. dimaksudkan untuk mengukur apa yang telah dipelajari oleh siswa atau keterampilan apa yang telah dikuasai oleh siswa. Tes prstasi adalah sebuah wilayah pengetahuan standar yang kebanyakan siswa menjadi targetnya, bukan hanya di satu atau dua peristiwa saja melainkan berkali-kali selama mereka menjalani program pendidikan. Tes prestasi ini merujuk pada taksonomi Anderson dan Krathwohl dalam pembuatan silabus, blue print dan aitem-item soal. Tes prestasi ini terlebih dahulu dirujuk kepada 20 SME . ubject matter exper. untuk mendapatkan validitas-validitas aitem soal yang akan diujikan. Setelah valid maka aitem-aitem soal yang berisi soal mata pelajaran Bahasa Inggris diujikan pada 100 siswa kelas Vi SMPN 34 Samarinda. Kata Kunci: Tes Prestasi. Bahasa Inggris. Konstruksi Alat Ukur ABSTRACT A test is a tool or procedure used to know or measure things by predetermined means and While achievement is the result that students have accomplished in the learning Achievement tests are intended to measure what the student has learned or what skills the student has mastered. Prstasi test was a standard field of knowledge that most students targeted, not in one or two events but many times during their educational These achievement tests refer to Anderson's taxonomy and krathwohl in the making of silabus, blue print and problem items. The achievement test is first referred to 20 sme . ubject matter exper. for getting the validity of the problem aitem to be tested. Once valid, the problem aitems about English subjects were spoken to 100 students of st MPN 34 samarinda. Keywords: Achievement tests. English, measurement construction PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, pentingnya pengukuran prestasi belajar tidak dapat diragukan lagi. Agar diperoleh sebuah alat ukur yang valid dan reliabel, dibutuhkan adanya berbagai macam kecakapan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sebuah alat tes yang baik. Karena dengan menggunakan alat tes yang baik dan didukung oleh keterampilan dari yang memakainya, maka dapat diperoleh informasi yang tepat mengenai hasil dari kegiatan proses belajar berlangsung. Tes menurut Anne Anastasia adalah suatu pengukuran yang obyektif dan standar pada sample perilaku, sedangkan tes prestasi belajar merupakan tes yang dalam bidang pendidikan atau pembelajaran, sesuai dengan pendapat Benjamin Bloom bahwa belajar merupakan tujuan dari pendidikan yang menjadi 3 bagian yaitu kawasan kognitif, afektif, dan psikomotor. Akan tetapi terdapat batasan yang lebih diutamakan pada kawasan kognitif yaitu dengan menekankan pada yang tertulis. Tes prestasi yang dilakukan oleh lembaga pendidikan atau praktisi di bidang pendidikan tentunya bertujuan untuk mengukur hasil dari belajar para siswa di mata pelajaran tertentu dan hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pendidikan dan praktisinya untuk menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik kedapannya. Pada kesempatan ini kelompok kami akan merancang alat tes prestasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang akan diujikan kepada 100 siswa SMPN 34 Samarinda. Alat tes prestasi ini merujuk pada Taksonomi Bloom karya Anderson dan Krathwohl. Kategori Kata Kunci REMEMBERING Memilih. Menguraikan. Mendefinisikan. Menunjukkan. Memberi table. Mendaftar. UNDERSTANDING Menempatkan. Menggolongkan. Mempertahankan. APPLYING Mendemonstrasikan Membedakan. Menerangkan. Mengekspresikan. Mengemukakan. Menerapkan. Menentukan. Mendramatisasikan. Menjelaskan. ANALYZING Menggeneralisasikan. Memperkirakan. Mengelola Mengatur Menghargai. Mempertimbangkan. CREATING Mengkritik. Mempertahankan. Membandingkan. METODE Variabel dalam penelitian ini adalah tes prestasi bahasa inggris yang didasarkan atas buku penunjang bahasa inggris untuk kelas Vi-1 SMP/MTs yang ditulis oleh Drs. Moh. Nur Afendi. I yang peneliti modifikasi agar sesuai dengan silabus dan blue print yang ada. Beberapa aitem juga dibuat sendiri oleh peneliti atas dasar pemahaman dan menjadikan taraf kompetensi dan bobot yang ada pada blue print sebagai pedoman untuk melengkapi tes prestasi bahasa inggris hingga berjumlah 50 aitem soal. Subjek dari penelitian ini berasal dari seluruh siswa kelas Vi di SMPN 34 Samarinda. Pengambilan sampel berdasarkan teknik quota sampling, sehingga jika telah mencapai 100 siswa, maka pengumpulan data dihentikan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi bahasa inggris. Tes ini terdiri dari 50 aitem soal denga tipe pilihan ganda dengan 4 opsi jawaban . , b, c dan . , sehingga memiliki 3 distraktor dan hanya terdapat 1 jawaban yang benar. Besarnya bobot setiap subdomain mewakili banyaknya aitem yang harus dibuat penulis. Untuk perkiraan estimasi taraf kesukaran aitem, tingkat sedang ada 12 soal dengan presentase menjawab benar sebesar 50%, untuk tingkat mudah ada 30 soal dengan presentase menjawab benar sebesar 60%, dan untuk tingkat sulit ada 8 soal dengan presentase menjawab benar sebesar 40%. Untuk lama waktu pengerjaan tes 90 menit. Kemudian setiap aitemnya diberi skor 2, sehingga total skor jika siswa menjawab 50 aitem soal dengan benar maka nilai skornya adalah 100. Kelompok menciptakan soal atau item yang merujuk pada buku Bahasa Inggris K13, setiap anggota kelompok yang terdiri dari 5 orang dan diprioritaskan masing-masing mencari 4 SME sehingga dapat terkumpul 20 SME untuk menilai validitas isi dan tes prestasi, menggunakan metode CVR, lalu untuk mengumpulkan data responden uji tes prestasi kelompok meminta izin kepada pihak sekolah untuk melaksanakan tes prestasi tersebut kepada siswa dari sekolah tersebut sebanyak 100 siswa dari 5 kelas. HASIL Pada tahap awal penilaian kami mencari 20 SME untuk menilai aitem yang telah Setelah SME melakukan validitas maka diperoleh data sebagai berikut: Hasil Uji Statistik: Uji Validitas Pada uji validitas, peneliti menggunakan rumus correl untuk menguji hasil dari responden. Suatu aitem akan dikatakan valid jika r. hitung > r. maka setelah dilakukan uji validitas, terdapat 43 aitem yang dinyatakan valid dan 7 aitem dinyatakan tidak valid. Tabel 1. Uji Validitas Kategori Nomor Butir Soal Jumlah Valid (R. Hitung > R. Tabe. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25 26, 27, 28, 30, 32, 33, 35, 36, 27, 38, 39, 41, 43, 44, 45, 46, 47, 49, 50 Tidak Valid (R. Hitung < R. Tabe. 23, 29, 31, 34, 40, 42, 48 Uji Reliabilitas Pada uji reliabilitas peneliti menggunakan rumus a n adalah jumlah aitem soal yakni 50 b n-1 adalah jumlah aitem soal dikurang 1 yakni 49 c p adalah peluang setiap orang untuk menjawab benar, jadi jumlah partisipan yang menjawab benar di sebuah aitem dibagi dengan jumlah total partisipan. d q adalah peluang setiap orang untuk menjawab salah, jadi cara memperolehnya adalah 1 dikurang dengan nilai p e Sebuah tes dikatakan reliabel jika r11>= 0,70 f Diperoleh bahwa r11 = 0. 885998144, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat tes tersebut reliabel Kategori r11>= 0,70 (Reliabe. Tabel 2. Uji Reliabilitas Nilai K-20 Status Reliabel Tingkat Kesukaran Untuk memperoleh tingkat kesukaran menggunakan rumus P adalah tingkat kesukaran B adalah jumlah partisipan yang menjawab benar pada setiap aitem soal JS adalah jumlah partisipan Suatu soal akan dikatakan baik jika tingkat kesukarannya sedang, dan dikatakan buruk jika soal tersebut memiliki tingkat kesukaran yang tinggi atau rendah Berdasarkan tabel dibawah diperoleh data bahwa terdapat 31 soal yang tingkat kesukarannya sedang dan dikategorikan baik, 19 soal yang memiliki tingkat kesukaran tinggi/rendah dan dikategorikan buruk. Tabel 3. Tingkat Kesukaran Kategori Nomor Butir Soal Jumlah Tingkat kesukaran 23,31,40,41,42,48 2,7,9,10,11,12,14,18,19,20, . cE < 0,. Tingkat kesukaran 21,22,24,25,26,27,29,30,32, 34,35,36,37,38,39,43,44,45, 46,47,50 . ,3 O ycE O 0,. Tingkat kesukaran 1,3,4,5,6,8,13,15,16,17,28, 33,49 . cE > 0,. Daya Beda Untukncari daya beda maka digunakan rumus Pada tahap awal adalah mengurutkan data hasil partisipan mulai dari partisipan dengan nilai tertinggi hingga partisipan yang memperoleh nilai Setelah itu data dibagi menjadi 2 kelompok bagian pada tiap aitem soal. Kelompok bagian atas adalah peringkat partisipan nomor 1-50, dan kelompok bagian bawah mulai dari nomor 51-100 c. Kemudian jumlahkan peringkat 1-50 pada tiap aitem sehingga diperoleh nilai BA Untuk memperoleh BB maka jumlahkan peringakat 51-100 Setelah itu nilai B A dibagi dengan jumlah partisipan kelompok atas, dan nilai BB dibagi dengan jumlah partisipan kelompok bawah, lalu keduanya dikurang sehingga akan diperoleh nilai daya beda untuk setiap aitem soal. Tabel 4. Daya Beda Kategori Nomor Butir Soal Jumlah Baik . a Ou 0,. 1,3, 5,7,8,9,10,11,12,14,15, 16,17,20,24,26,27,28,32,35, 36,37,39,44,45,47,49,50 Tidak Baik . a < 0,. 2,4,6,13,18,19,21,22,23,25, 29,30,31,33,34,38,40,41,42, 43,46,48 Efektivitas Distraktor Menurut Aulia . , suatu distraktor dapat dikatakan berfungsi dengan baik jika paling sedikit dipilih oleh 5% pengikut tes. Karena dalam setiap aitem pada tes ini terdapat 3 pilihan distraktor maka distraktor dalam setiap soal aitem dikatakan baik jika lebih dari 15%. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa terdapat 49 soal yang dikategorikan baik dan 1 soal yang dikategorikan tidak Tabel 5 Efektivitas Distraktor Kategori Nomor Butir Soal Jumlah Baik (Distraktor > 15%) 1,2,3,5,6,7,8,9,10 11,12,13,14,15,16, 17,18,19,20,21,22, 23,24,25,26,27,28, 29,30,31,32,33,34, 35,36,37,38,39,40, 41,42,43,44,45,46, 47,48,49,50 Tidak Baik (Distraktor < 15%) KESIMPULAN Kesimpulan Hasil penelitian Pengembangan Soal Tes Prestasi Mata pelajaran Bahasa inggris dapat dijabarkan sebagai berikut: Diperoleh 43 item yang memenuhi persyaratan sebagai soal yang valid sesuai dengan konstruksi teoritis dan empiris dengan kategori sebagai berikut : Mudah. dengan jumlah sebanyak 13 butir soal dengan tingkat kesukaran P > 0,7 logit. Soal dengan kategori mudah yang telah terskala baku mencakup 26% dari keseluruhan soal yang sesuai dengan Model Rasch. Sedang. dengan jumlah sebanyak 31 butir soal dengan tingkat kesukaran 0,3 < P < 0,7 logit. Soal dengan kategori sedang yang telah terskala baku mencakup 62% dari keseluruhan soal yang sesuai dengan Model Rasch. Sulit. dengan jumlah sebanyak 6 butir soal dengan tingkat kesukaran P < 0,3 logit. Soal dengan kategori sulit yang telah terskala baku mencakup 16 % dari keseluruhan soal yang sesuai dengan Model Rasch. Alat tes yang disusun bersifat reliabel, karena memiliki nilai K-20 sebesar 885998144 dan memenuhi syarat yaitu diatas 0,7. Alat tes memiliki daya beda yang baik sebesar 56% yaitu sebanyak 28 soal dan daya beda yang tidak baik sebesar 44% yaitu sebanyak 22 soal. Terdapat 49 soal yang memiliki efektifitas distraktor yang baik dan hanya 1 soal yang dikategorikan tidak baik. DAFTAR PUSTAKA