ANALISIS PARTISIPASI KELUARGA DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA ANALYSIS OF FAMILY PARTICIPATION IN THE USE OF POSYANDU FOR THE ELDERLY Istiqomah Dwi Andari1* 1Politeknik Harapan Bersama Tegal *E-mail: istyandari44@gmail. ARTICLE INFO Kata Kunci: Partisipasi Lansia ABSTRAK Keywords: Family participation, elderly Elderly History: Submited 01/06/2023 Revised 20/06/2023 Accepted 28/06/2023 Published 01/12/2023 Penerbit Latar Belakang: Posyandu Lansia adalah program pelayanan kesehatan yang ditujukan khusus untuk lansia di Indonesia. Program posyandu ini berfokus pada upaya pencegahan, pemantauan kesehatan, dan penyuluhan bagi lansia di tingkat komunitas. Kunjungan atau pendampingan keluarga lansia ke posyandu masih rendah yaitu 34 %. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis partisipasi keluarga dalam pemanfaatan posyandu di wilayah Desa Pagongan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua keluarga yang mempunyai lansia yang berjumlah 262 lansia. Sample berjumalah 80 keluarga lansia. Tekni pengambilan sample dengan cara multistage random samping. Hasil: didapatkan responden yang memanfaatkan posyandu dengan baik sebesar 55%keluarga lansia yang memiliki pekerjaan sebesar 71,2%, responden yang memiliki pengetahuan baik sebesar 61,4%, responden yang mendapat dukungan baik 68%, responden yang mendapatkan dukungan baik dari tenaga kesehatan sebesar 78 %, responden lansia yang mendapatkan dukungan baik dari kader sebesar 63%, sarana prasarana pendukung posyandu sebesar 82%. Mayoritas lansia memanfaatkan posyandu dengan baik. Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu adalah banyaknya kelurga lansia yang bekerja sehingga kurangnya pemantauan yang dilakukan. ABSTRACT Background: Posyandu for the Elderly is a health service program aimed specifically at the elderly in Indonesia. This posyandu program focuses on prevention efforts, health monitoring and counseling for the elderly at the community level. Visits or assistance from elderly families to posyandu is still low, namely 34%. Purpose: the aim of this research is to analyze family participation in the use of posyandu in the Pagongan Village area. Methods: this type of research is descriptive research with a cross sectional approach. The population in this study were all families with elderly people, totaling 262 elderly people. The sample consisted of 80 elderly families. The sampling technique uses a multistage random side method. Result: showed that 55% of respondents who used the posyandu well were 71. 2% elderly families who had jobs, 61. 4% of respondents who had good knowledge, 68% of respondents who had good support, 68% of respondents who had good support from health workers amounting to 78%, elderly respondents who received good support from cadres amounting to 63%, supporting infrastructure for posyandu amounting to 82%. The majority of elderly people make good use of posyandu. Conclusion: the factor that influences the use of posyandu is the large number of elderly families who work so that there is a lack of monitoring. FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 Andari PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan bagi lansia memiliki fokus khusus untuk perubahan yang terjadi pada tahap lanjut usia. Peningkatkan kualitas hidup lansia dengan memastikan akses mereka terhadap layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Upaya pencegahan penyakit menjadi fokus, termasuk program imunisasi, deteksi dini penyakit kronis, promosi gaya hidup sehat, dan eningkatkan pemahaman lansia tentang kondisi kesehatan mereka, mendukung pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau osteoporosis untuk mempertahankan kualitas hidup Memastikan terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang terpadu dan ramah lansia, termasuk akses terhadap layanan medis, psikologis, rehabilitasi, dan perawatan jangka panjang (Wulandari, 2. Program Posyandu untuk lansia khusus untuk lansia di Indonesia. Posyandu sendiri merupakan singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu, yang merupakan bagian integral dari sistem kesehatan masyarakat. Menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia, termasuk pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, penilaian fungsi kognitif, pengukuran berat badan, dan evaluasi kesehatan Memberikan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat, pola makan yang seimbang, serta informasi terkait dengan kesehatan lansia seperti manajemen penyakit kronis, kesehatan mental, dan pentingnya aktivitas fisik. Melakukan pantauan terhadap kondisi kesehatan lansia secara berkala untuk Memberikan konseling dan dukungan kepada lansia dan keluarga mereka terkait dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan, seperti dokter atau perawat, untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif jika diperlukan (Rambe et al. , 2. FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 Analisis Partisipasi Keluarga dalam. Hal Penyusunan Rancangan Kebijakan Integrasi Posyandu. LKD (Lembaga Kemasyarakatan Des. dan Peran Sektor Swasta Dalam Rangka Pengendalian Penyakit Berbasis Masyarakat. layanan kesehatan primer di tingkat desa/kelurahan AuSebetulnya sudah ada 300 ribu unitunit di layanan kesehatan primer SDM Pola layanan kategori primer yang sudah ada selama ini, yaitu promotif dan preventif. Layanan kesehatan akan menyentuh sampai tingkat dusun dan semua berdasarkan siklus hidup dari kelahiran hingga lansia (Kemenkes RI, 2. Ada beberapa alasan mengapa lansia di pedesaan tidak memanfaatkan Posyandu. masyarakat akan manfaat Posyandu Lansia atau kurangnya pemahaman kesehatan pada usia lanjut. Edukasi dan kampanye mengenai manfaat Posyandu Lansia dapat membantu meningkatkan aksesibilitas ke Posyandu Lansia menjadi kendala, terutama bagi lansia yang tinggal di daerah terpencil atau sulit dijangkau. Adanya stigma atau persepsi negatif terhadap layanan kesehatan yang tersedia di Posyandu Lansia juga bisa menjadi faktor (Bidara, mengadakan layanan mobile Posyandu Lansia, tenaga kesehatan yang terlatih, serta melibatkan masyarakat secara lebih pelaksanaan program bisa membantu. Upaya untuk mengatasi faktor-faktor tersebut dapat membantu meningkatkan partisipasi lansia dalam pemanfaatan layanan kesehatan di Posyandu Lansia di wilayah desa (Pinilih & Kamal, 2. Indikator renstra kesehatan usia produktif dan lanjut usia telah mencapai Indikator persentase puskesmas Andari Analisis Partisipasi Keluarga dalam. r persentase lanjut usia yang mencapai 71,74 % lebih besar dari target nasional tahun 2022 sebesar 70%. indikator persentase lanjut usia yang mendapatkan realisasi capaian kinerja sebesar 102,49%, dan realisasi capaian meningkatkan aktivitas fisik sebesar 147,2%, dari target yang diharapkan (BKPK, 2. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti dengan melihat catatan dari data yang ada pada kader bahwa jumlah cakupan kunjungan lansia sebesar 35% dari 262 lansia. Data ini menunjukkan kegiatan posyandu Desa Pagongan METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan cross sectional yang partisipasi keluarga dalam pemanfaatan posyandu di Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh berjumlah 262 lansia. Pada penelitian ini melihat tempat lansia yang menyebar teknik multistage random sampling dimana diambil berdasarkan pembagian RT da diambil secara acak untuk tiap RT dengan tujuan agar setiap sample mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan responden. Instrumen HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil bentuk tabel sebagai berikut: FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Partisipasi keluarga dalam pemanfaatan Pemanfaatan Baik Tidak baik Dari Hasil kategori baik sebesar 44 lansia 55%. Perilaku partisipasi atau keikutsertaan ini dapat memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk dinamika dan kesehatan suatu komunitas. Ketika masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan yang positif, seperti partisipasi dalam program kesehatan atau kegiatan sosial Dari hasil penelitian didapatkan banya 55% nilai ketercapaiannya. Hal ini masih kurang dari target yang ingin dicapai oleh Pemerintah sebesar 80% partisipasi lansia dan peran keluarga kegiatan posyandu. Kunjungan Posyandu oleh lansia dapat menjadi bagian penting dari upaya Meskipun Posyandu sering kali tempat pelayanan kesehatan untuk balita, ibu hamil, dan Posyandu oleh lansia juga bisa menjadi sarana yang bermanfaat (Nasution et al. Berdasarkan dari hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ni Putu Sumartini, menjelaskan bahwa pengetahuan lansia posyandu masuk kurang, dukungan keluarga lansia tentang kunjungan posyandu juga masih kurang dari target yang di harapkan oleh Keuntungan mengunjungi Posyandu bagi lansia antara lain memberikan mereka informasi lebih sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan Posyandu, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup dan Andari Analisis Partisipasi Keluarga dalam. (Sumartini et al. , 2. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Partisipasi keluarga dalam pemanfaatan Bekerja Bekerja 71,2% Tidak bekerja 28,8% Hasil penelitian menunjukkan sebagian keluarga bekerja yaitu sebesar 57 responden atau setara dengan 71,2% baik sebagai ASN atau pun sebagai pekerja swasta. Penyebab keluarga tidak berpartisipasi baik ke posyandu karena pekerjaan keluaraga. Pekerjaan tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi kehidupan seseorang, seperti kehidupan sosial, kesehatan mental, perkembangan pribadi, dan bahkan kesehatan fisik. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dipengaruhi oleh pekerjaan seseorang. Dukungan penting dalam membantu lansia yang bekerja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Lansia yang masih aktif bekerja seringkali memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan secara teratur, namun dukungan dari keluarga dapat membantu memfasilitasi hal ini. Keluarga dapat membantu dalam kesehatan yang sesuai dengan jadwal kerja lansia, misalnya dengan mengatur janji dokter pada hari libur atau di waktu yang tidak bertabrakan dengan jam kerja. Kolaborasi antara lansia yang bekerja dan keluarga mereka dalam hal menjaga kesehatan dapat memastikan bahwa pemeriksaan kesehatan tetap menjadi prioritas, meskipun dalam Ini membantu mencegah atau mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin timbul dan memastikan bahwa lansia tetap sehat dan produktif dalam pekerjaan mereka (Wartisa et al. , 2. Penelitian dilakukan oleh Vike Pebri, menjelaskan FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 bahwa Dukungan keluarga adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dengan dukungan dari keluarga para lansia cenderung lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia (Giena et al. Tabel 3. Distribusi partisipasi keluarga dalam pemanfaatan posyandu Pengetahuan Baik Kurang 61,4% 38,6% Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar berpengetahuan baik dengan jumlah 61,4 % dan hanya Tingkat pelayanan Posyandu bisa bervariasi termasuk tingkat pendidikan, akses layanan kesehatan. Keluarga yang telah memiliki pentingnya perawatan kesehatan, gizi, dan pelayanan kesehatan mungkin lebih manfaat dari layanan Posyandu. yang lebih baik terhadap informasi, baik melalui media sosial, program-program penyuluhan kesehatan, atau sumber informasi lainnya, cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang layanan Posyandu (Narayani, 2. Tingkat pendidikan keluarga juga dapat memengaruhi pemahaman mereka tentang pentingnya pelayanan Posyandu. Keluarga dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi mungkin memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait kesehatan yang tersedia. Meningkatkan pelayanan Posyandu bisa dilakukan melalui edukasi dan penyuluhan yang terarah, kampanye informasi, serta membangun kesadaran akan manfaat pelayanan kesehatan yang tersedia di Posyandu. Hal ini dapat membantu Andari Analisis Partisipasi Keluarga dalam. pemanfaatan layanan Posyandu dalam masyarakat (Sulaeman & Sriwahyuni. Tabel 4. Distribusi partisipasi keluarga dalam pemanfaatan posyandu berdasarkan Dukungan Keluarga. Dukungan Keluarga Baik Kurang 72,5% 27,5% Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia mendapatkan dukungan dengan baik oleh keluarga dapat dilihat pada table. 4 dukungan baik sebesar 58 responden sebesar 72,5%. Lansia akan datang mengunjungi posyandu jika mendapatkan dorongan dari pihak keluarga untuk mengunjungi Dukungan keluarga sangat berperan dalam pemeliharaan dan mempertahankan status gizi lansia yang Keluarga dapat membantu dengan memberikan pengingat tentang Posyandu membantu lansia untuk merencanakan waktu yang sesuai untuk kunjungan Ada hubungan dengan pemanfaatan Posyandu Puskesmas mengikutsertakan peran keluarga lansia Memberikan pemahaman kepada anggota keluarga betapa pentingnya pendampingan lansia saat posyandu, dan rasa kepemilikan posyandu itu milik masyarakat sehingga tidak langsung kesadaran lansia untuk bertambah (Delisma et al. , 2. FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 Tabel 5. Distribusi frekuensi partisipasi keluarga dalam pemanfaatan Dukungan Tenaga kesehatan dan dukungan kader. Dukungan Tenaga Kesehatan Dukungan Kader Baik 62 . %) 50 . %) Kurang 18 . %) 30 . %) Kriteria Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu mendapat dukungan baik dari tenaga kesehatan yaitu sebesar 78 % dan hanya sebagian kecil ibu mendapat dukungan kurang dari tenaga Hal ini menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan mempengaruhi partisipasi atau keaktifan keluarga dalam pemanfaatan posyandu. Pada hasil penelitian menyatakan kesehatan dalam kegiatan posyandu dominan sebagai fasilitator dan lebih kegiatan posyandu. Kegiatan posyandu dikatakan meningkat jika peran serta dalam cakupan program kesehatan lansia (Kawulur et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan dukungan baik dari kader yaitu sebesar 50 % dan hanya sebagian kecil lansia mendapat dukungan kurang dari kader. Keberadaan kader merupakan bentuk peran serta masyarakat dan merupakan indikator bagi partisipasi masyarakat khususnya dalam pembangunan dalam bidang kesehatan. Agar tujuan Posyandu dapat tercapai, maka harus ada kader internal. Konsistensi dan keterlibatan seorang kader dalam berbagai kegiatan positif posyandu baik di dalam maupun di luar posyandu, keluarga lansia berkunjung ke posyandu, menunjukkan bahwa kegiatan kader posyandu merupakan suatu perbuatan yang tulus. Keluarga dapat membantu dengan memberikan pengingat tentang jadwal kunjungan Posyandu dan membantu Andari Analisis Partisipasi Keluarga dalam. lansia untuk merencanakan waktu yang sesuai untuk kunjungan tersebut. Bantuan menjadi hal yang sangat penting, terutama jika lansia memiliki kesulitan dalam pergi ke Posyandu. Menawarkan bantuan transportasi atau mengatur membantu meningkatkan partisipasi Memberikan membantu mereka merasa nyaman dan Posyandu. Hal mendengarkan keluh kesah mereka, memberikan dorongan positif, atau mengurangi kecemasan yang mungkin (Ningsih et al. , 2. Tabel 6. Distribusi partisipasi keluarga dalam pemanfaatan posyandu Prasarana Sarana Prasarana Baik Kurang Hasil penelitian menunjukkan 82%memiliki prasaranayang mendukung dan hany 18% memiliki. Ketersediaan saran yang ada di Posyandu dapat mempengaruhi ppenggunaan untuk datang keposyandu. Fasilitas pelayanan yang terkait dengan kesehatan lansia. Menurut menyatakan bahwa ada hubungan pemanfaatan posyandu dengan peran mempengaruhi peran masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dengan baik. Kader Posyandu sebagai penyelenggara utama kegiatan Posyandu mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap Posyandu. Sebagaimana penelitian yang dilakukan Thirza Gracia Christovanie Fanggidae, posyandu yang sudah lengkap harus mengenai prosedur persiapan dan cek FJK. Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023 kelayakan sarana prasarana posyandu agar mutu pelayanan menjadi lebih baik. Pengetahuan dan penguasaan kader akan kegiatan yang akan dilaksanakan di posyandu akan dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan di masyarakat (Fanggidae et al. , 2. Menurut pelatihan, imbalan, sarana prasarana dan sumber pembiayaan dengan kinerja Saran Dinas kesehatan pelatihan, meningkatkan imbalan kader, melengkapi saranadan prasarana serta meningkatkan partisipasi masyarakat posyandu (Rusmalayana et al. , 2. Menurut penelitian dari Muhamad dedi widodo. Menyatakan ketersediaan sumber daya manusia cukup memadai, pembiayaan posyandu lansia belum memadai, ketersediaan sarana dan prasarana belum memadai kebijakan sudah sejalan dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 138. Puskesmas Harapan Raya untuk melakukan pembinaan dan meningkatkan kerjasama dengan tokoh masyarakat agar mendapat dukungan mengikuti dan menyesuaikan dengan kebijakan yang telah ditetapkan (Widodo et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Pemanfaatan Posyandu oleh lansia bisa menjadi aset penting dalam menjaga kesehatan mereka di usia lanjut. Faktor aksesibilitas bisa menjadi kendala. Lansia yang tinggal di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan fisik mungkin kesulitan untuk mengunjungi Posyandu secara teratur. Pemanfaatan Posyandu oleh lansia adalah upaya penting untuk memantau dan menjaga kesehatan mereka di usia lanjut. Mengidentifikasi hambatan-hambatan mencegah lansia untuk menggunakan layanan kesehatan ini adalah langkah penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di usia lanjut. Andari DAFTAR PUSTAKA Bidara. Implementasi Program Posyandu Lanjut Usia (Lansi. Di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. In repositori UMA. BKPK. Layanan Kesehatan Primer Jadi Ujung Tombak Perbaikan Kesehatan Masyarakat. Delisma. Harahap. , & Siregar. Hubungan Posyandu lansia di Desa Sipangko. Jurnal Kesehatan Masyarakat Darmais (JKMD), 1. , 27Ae31. Fanggidae. Hendrik. Huwae. , & Roga. Sarana dan