COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF PERSPEKTIF PENDIDIKAN NABI SULAIMAN Abdul Razak1*. Achmad Patoni2. Binti Maunah3 1 Institut Agama Islam Negeri Madura. Indonesia 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Indonesia * abdul. razak@iainmadura. Keywords Abstract Transformation al Leadership. Prophet Sulaiman. Education This research aims to explore the portrait of transformational leadership of Prophet Sulaiman AS and its practice in the perspective of education. The approach used in this research is qualitative with the type of Literature Review. The results of the research indicate that the transformational leadership of Prophet Sulaiman AS demonstrates clear vision, high integrity, individual attention, and innovation encouragement. When applied in education, this creates an inclusive and dynamic learning environment. With a clear vision, moral exemplariness, student focus, and innovation encouragement, education can shape a generation that is intelligent, creative, and strong in character, in line with the example set by Prophet Sulaiman AS. Kata Kunci Abstrak Kepemimpinan Transformationa l. Nabi Sulaiman. Pendidikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret kepemimpinan transformational nabi sulaiman AS dan praktiknya dalam perspektif Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya Kepemimpinan transformasional Nabi Sulaiman AS menunjukkan visi jelas, integritas tinggi, perhatian individu, dan dorongan Diterapkan dalam pendidikan, hal ini menciptakan lingkungan belajar inklusif dan dinamis. Dengan visi yang jelas, teladan moral, perhatian terhadap siswa, dan dorongan inovasi, pendidikan dapat membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat, sesuai dengan teladan Nabi Sulaiman AS. ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. 104 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. PENDAHULUAN Kepemimpinan memotivasi, dan mengarahkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu. Proses ini melibatkan interaksi antara pemimpin dan pengikut, di mana pemimpin menggunakan berbagai metode dan strategi untuk memotivasi dan membimbing anggota kelompok menuju pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Kepemimpinan menjadi topik diskusi yang terus berkembang selama sepuluh tahun terakhir, bahkan hingga saat ini. Hal ini dianggap sebagai salah satu elemen krusial dalam sebuah organisasi yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan. (Harsoyo, 2022: . Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam berbagai konteks, termasuk organisasi bisnis, pemerintah, pendidikan, dan komunitas. Kemampuan seorang pemimpin untuk mengarahkan dan memotivasi orang lain sangat memengaruhi keberhasilan dan efektivitas kelompok atau organisasi yang dipimpinnya. Gaya kepemimpinan yang berbeda, seperti kepemimpinan otokratis, demokratis, dan laissez-faire, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang cocok untuk situasi tertentu. Pemimpin yang efektif biasanya memiliki kualitas seperti visi yang jelas, kemampuan komunikasi yang baik, empati, kemampuan membuat keputusan yang tepat, dan integritas. Visi yang jelas memungkinkan pemimpin untuk mengarahkan tim menuju tujuan yang ditetapkan, sementara kemampuan komunikasi yang baik memastikan bahwa pesan dan instruksi dapat dipahami dengan jelas oleh anggota tim. Empati memungkinkan pemimpin untuk memahami perasaan dan perspektif anggota tim, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kepuasan mereka. Kemampuan membuat keputusan yang tepat sangat penting, terutama dalam situasi yang penuh tekanan, dan integritas membangun kepercayaan di antara anggota tim (Harsoyo, 2022: . Kepemimpinan dalam pendidikan memainkan peran yang krusial dalam menentukan arah dan kualitas dari proses pendidikan itu sendiri. Dalam konteks pendidikan modern, konsep kepemimpinan transformational telah menjadi fokus utama karena kemampuannya untuk menginspirasi dan memotivasi individu menuju perubahan positif yang berkelanjutan. Kepemimpinan transformational, sebagaimana didefinisikan oleh Bass dan Avolio . , mencakup empat komponen utama: pengaruh idealis, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kontekstualisasi Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 105 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai model dan teori kepemimpinan yang relevan, termasuk yang berasal dari warisan budaya dan agama. Salah satu tokoh yang sering dijadikan teladan dalam konteks kepemimpinan dalam tradisi Islam adalah Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai seorang raja yang adil, bijaksana, dan memiliki pengetahuan yang luas. Kepemimpinannya tidak hanya berfokus pada aspek administratif tetapi juga spiritual dan moral. Kepemimpinan Nabi Sulaiman AS transformational menurut teori diatas. Secara singkat, kepemimpinan yang ditunjukan Nabi Sulaiman AS telah mencakup ciri khas dari kepemimpinan transformatif seperti idealis, inspiratif, intelektual, dan pertimbangan individu. Menggabungkan prinsip-prinsip kepemimpinan Nabi Sulaiman AS dengan teori kepemimpinan transformasional dapat memberikan perspektif baru yang menarik dan aplikatif dalam bidang pendidikan. Kepemimpinan Nabi Sulaiman AS yang berlandaskan pada kebijaksanaan, keadilan, dan spiritualitas, jika diadaptasi dalam konteks pendidikan modern, dapat membantu menciptakan pemimpin-pemimpin pendidikan yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kepemimpinan transformasional Nabi Sulaiman AS dari perspektif pendidikan dengan cara Mengidentifikasi elemen-elemen kepemimpinan transformasional yang tercermin dalam kisah-kisah Nabi Sulaiman AS. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam bidang studi kepemimpinan pendidikan. Secara teoritis, mengintegrasikan perspektif Islam dalam konsep kepemimpinan transformasional. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi para pemimpin pendidikan dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional yang diilhami oleh kepemimpinan Nabi Sulaiman AS yang berguna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berorientasi pada perubahan positif. Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 106 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di mana analisis data dilakukan dengan menggunakan data diskriptif. Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang mengandalkan data deskriptif (Sugiyono, 2008: . Penelitian ini menggunakan studi pustaka yaitu penelitian yang menggunakan literatur ilmiah sebagai dasar untuk mengolah dan menganalisis data. Sumber data primer yang transformational, sejarah kepemimpinan nabi sulaiman AS dan kajian-kajian kepemimpinan pendidikan lainnya. Metode pengumpulan data melibatkan dokumentasi tertulis dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tema besar kepemimpinan. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis konten yang bertujuan untuk menangkap isi dan pesan yang terkandung dalam literatur ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Potret Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman AS Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin aktif berkolaborasi dengan timnya untuk memahami apa saja perubahan yang diperlukan dalam organisasi. Pemimpin ini kemudian menciptakan visi atau gambaran tentang masa depan yang lebih baik, yang dapat menginspirasi dan memotivasi anggota Selanjutnya, pemimpin tersebut bekerja bersama tim untuk mewujudkan perubahan itu dengan penuh komitmen. Konsep Aukepemimpinan transformasionalAy pertama kali diperkenalkan oleh James V. Downton pada tahun 1973, dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh MacGregor Burns pada tahun 1978 serta Bernard M. Bass pada tahun 1985. Meskipun ini bukan konsep baru, kepemimpinan transformasional baru mendapatkan perhatian lebih luas dalam beberapa tahun terakhir. Gaya kepemimpinan ini penting di era yang terus berubah karena berfokus pada identifikasi perubahan yang dibutuhkan, mengimplementasikan rencana untuk mewujudkan perubahan. Bernard M. Bass mendefinisikan kepemimpinan transformasional sebagai kemampuan pemimpin untuk mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, pola kerja, dan nilai-nilai kerja yang dipersepsikan oleh bawahan sehingga mereka lebih mampu mengoptimalkan kinerja mereka demi mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 107 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pendidikan, pemimpin transformasional berperan dalam mendorong, menginspirasi, dan memotivasi bawahan untuk berinovasi dan menciptakan perubahan yang dapat membantu pertumbuhan dan keberhasilan lembaga pendidikan di masa depan. Pemimpin transformasional memimpin dengan memberi contoh melalui budaya organisasi yang kuat, pengelolaan sumber daya yang baik, dan kemandirian dalam pekerjaan (Bass, 1985: . Pemimpin transformasional menginspirasi dan memotivasi tim mereka tanpa terlibat dalam manajemen mikro, mempercayai bahwa bawahan yang terlatih dapat mengambil otoritas atas keputusan dalam tugas mereka. Pendekatan manajemen ini dirancang untuk memberikan ruang bagi bawahan untuk menjadi kreatif, memikirkan masa depan, dan menemukan solusi baru untuk masalah yang sudah ada. Melalui transformasional di masa depan. disimpulankan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kinerja sebuah lembaga adalah tepat karena memupuk motivasi intrinsik, kepercayaan, komitmen, dan loyalitas anggota. Kepemimpinan transformasional berfokus pada pengembangan visi bersama, inspirasi, dan dukungan individu, menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Namun, peningkatan yang lebih besar dapat dicapai dengan menggabungkan kepemimpinan transformasional dengan kepemimpinan manajemen diri. Kepemimpinan manajemen diri menekankan pemberdayaan individu untuk mengelola diri sendiri, mengambil inisiatif, dan bertanggung jawab atas tugas Ketika keduanya digabungkan, anggota tidak hanya termotivasi dan terinspirasi oleh visi yang lebih besar, tetapi juga memiliki alat dan otonomi untuk mewujudkannya secara mandiri. Kombinasi ini efektif karena meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab, mengembangkan kemampuan dan keterampilan, membangun kepercayaan dan komitmen, memaksimalkan motivasi intrinsik, serta meningkatkan adaptabilitas dan Hasilnya adalah organisasi dengan kinerja lebih tinggi, ketahanan lebih baik dalam menghadapi tantangan, dan budaya kerja yang lebih positif dan produktif. Kepemimpinan transformasional terdiri dari empat komponen utama sebafgaimana berikut ini: Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 108 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Motivasi Inspiratif berkaitan dengan kemampuan pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi pengikutnya dengan memberikan visi dan tujuan yang jelas dan Pemimpin menggunakan komunikasi yang optimis dan antusias untuk membangkitkan semangat dan komitmen pengikut terhadap tujuan bersama. Dengan memberikan visi yang menantang namun realistis, pemimpin mampu membuat pengikut merasa termotivasi dan terlibat secara emosional dalam pencapaian tujuan organisasi. Pengaruh Ideal adalah komponen di mana pemimpin bertindak sebagai teladan yang diidolakan dan dihormati oleh pengikutnya. Mereka menunjukkan integritas yang tinggi, perilaku etis, dan komitmen terhadap nilai-nilai yang mereka ajarkan. Pengikut melihat pemimpin sebagai sosok yang dapat dipercaya dan dijadikan panutan. Keteladanan dalam tindakan sehari-hari pemimpin membuat pengikut merasa terinspirasi untuk meniru dan mengikuti jejak pemimpin mereka. Pertimbangan Individual melibatkan perhatian pribadi pemimpin terhadap kebutuhan dan perkembangan masing-masing pengikut. Pemimpin berperan sebagai mentor atau pelatih, memberikan bimbingan, dukungan, dan umpan balik yang konstruktif. Mereka mengenali perbedaan individual di antara pengikut dan menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan kebutuhan setiap Dengan demikian, pemimpin membantu setiap pengikut untuk mencapai potensi maksimal mereka. Stimulasi Intelektual mencakup dorongan dari pemimpin kepada pengikut untuk berpikir kreatif dan inovatif. Pemimpin menantang asumsi-asumsi yang ada, mendorong pemecahan masalah yang kreatif, dan mendorong pengikut untuk berpikir kritis. Mereka menciptakan lingkungan di mana ide-ide baru dihargai dan pengikut merasa aman untuk mengambil risiko. Ini membantu menciptakan budaya inovasi dalam organisasi dan memungkinkan tim untuk berkembang melalui pemikiran yang segar dan solusi yang inovatif. Dengan memahami dan menerapkan keempat komponen ini, pemimpin transformasional dapat menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif dan mendukung, di mana pengikut merasa termotivasi, dihargai, dan didorong untuk terus berkembang dan berinovasi. Ini tidak hanya membantu dalam mencapai tujuan organisasi, tetapi juga Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 109 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. dalam membangun hubungan yang kuat antara pemimpin dan pengikut, serta mengembangkan pemimpin masa depan dalam organisasi. Nabi Sulaiman AS adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam yang dikenal karena kebijaksanaan, keadilan, dan kepemimpinannya yang luar biasa. Kepemimpinan Nabi Sulaiman AS dapat dianalisis melalui lensa kepemimpinan transformasional, mengingat banyaknya kualitas kepemimpinan yang ia tunjukkan yang sejalan dengan komponen utama kepemimpinan transformasional: Motivasi Inspiratif. Pengaruh Ideal. Pertimbangan Individual, dan Stimulasi Intelektual. Inspirational Motivation (Motivasi Inspirati. : Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai pemimpin yang mampu memberikan visi yang jelas dan memotivasi pengikutnya melalui kebijaksanaan dan keadilannya. Beliau sering kali menggunakan inspirasi ilahi untuk mengarahkan tindakan dan keputusan kerajaan, yang menginspirasi rakyatnya untuk mencapai tujuan bersama. Idealized Influence (Pengaruh Idea. : Nabi Sulaiman AS adalah teladan bagi pengikutnya melalui integritas, moralitas, dan etika yang tinggi. Beliau menunjukkan sifat-sifat ideal seorang pemimpin yang dihormati dan diidolakan oleh rakyatnya. Individualized Consideration (Pertimbangan Individua. : Nabi Sulaiman AS memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masing-masing individu dalam Beliau memberikan perhatian pribadi kepada rakyatnya dan memastikan bahwa setiap orang mendapatkan perlakuan yang adil dan sesuai dengan kebutuhannya. Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektua. : Nabi Sulaiman AS mendorong inovasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah yang kreatif. Beliau tidak hanya mengandalkan kebijaksanaan ilahi, tetapi juga mendorong rakyatnya untuk menggunakan akal dan berpikir kritis dalam menghadapi masalah. Dengan demikian, kepemimpinan Nabi Sulaiman AS dapat dianggap sebagai contoh ideal dari kepemimpinan transformasional yang mampu menginspirasi dan memotivasi rakyatnya, menjadi teladan moral yang dihormati, memperhatikan kebutuhan individu, dan mendorong inovasi serta pemikiran kritis. Kepemimpinan beliau yang komprehensif ini menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 110 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. transformasional dapat diterapkan secara efektif dalam pemerintahan dan pengelolaan Implementasi Kepemimpinan Tranformatif Nabi Sulaiman AS Perspektif Pendidikan Pemimpin transformasional bertanggung jawab untuk memandu beragam aspek perubahan dan dapat mendelegasikan beberapa tugas kepada agen perubahan lainnya. Namun, pemimpin tersebut perlu terus memberikan perhatian dan dukungan yang menunjukkan komitmen untuk melaksanakan perubahan hingga selesai (Umiarso, 2018: Pemimpin transformasional berperan sebagai pendukung utama dan sponsor dari perubahan, memastikan bahwa proses perubahan diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh anggota organisasi (Umiarso, 2018: . Dalam peran ini, pemimpin transformasional tidak hanya mengarahkan jalannya perubahan, tetapi juga menciptakan lingkungan di mana anggota organisasi merasa didukung dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses perubahan. Dengan komitmen yang konsisten, pemimpin transformasional memastikan bahwa perubahan yang diinisiasi dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang diinginkan. Sebagai contoh, dalam lembaga pendidikan, pemimpin transformasional akan menginspirasi dan memotivasi staf pengajar dan siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif, menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan Mereka akan memastikan bahwa visi dan tujuan lembaga pendidikan jelas dan menarik, sehingga semua anggota organisasi merasa terlibat dan termotivasi untuk bekerja menuju tujuan bersama. Dengan memberikan perhatian pribadi kepada kebutuhan dan perkembangan masing-masing individu, serta mendorong pemikiran kritis dan inovatif, pemimpin transformasional dapat menciptakan budaya yang kuat dan dinamis di lembaga pendidikan (Setiawan, 2013: . Proses perubahan ini juga melibatkan identifikasi dan pengembangan agen perubahan yang dapat membantu memfasilitasi transformasi dalam organisasi. Pemimpin transformasional akan memastikan bahwa agen perubahan ini mendapat dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas mereka dengan Dengan demikian, perubahan yang diinginkan dapat dicapai secara lebih cepat Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 111 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. dan efisien, membawa lembaga pendidikan menuju tingkat kinerja yang lebih tinggi dan pencapaian sasaran organisasi yang baru. Kepemimpinan transformasional dalam lembaga pendidikan tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan perjalanan yang diambil untuk mencapai perubahan tersebut. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mendukung, di mana setiap individu merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik mereka. Dengan pendekatan ini, lembaga pendidikan dapat mencapai keberhasilan yang berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Implementasi kepemimpinan transformasional Nabi Sulaiman AS dalam perspektif pendidikan dapat membawa banyak manfaat dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inspiratif. Berikut adalah cara-cara bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional yang dicontohkan oleh Nabi Sulaiman AS dapat diterapkan dalam konteks pendidikan berdasarkan komponen transformational: Motivasi Inspiratif (Inspirational Motivatio. Penetapan Visi Pendidikan: Seorang pemimpin pendidikan harus mampu menetapkan visi yang jelas dan menginspirasi semua pemangku kepentingan, termasuk siswa, guru, dan staf. Contoh visi bisa berupa tujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berorientasi pengembangan holistik siswa. Pemberian Motivasi: Guru dan kepala sekolah bisa menggunakan cerita-cerita inspiratif, seperti kisah Nabi Sulaiman AS untuk memotivasi siswa. Menanamkan nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, dan kebijaksanaan dalam kurikulum bisa menginspirasi siswa untuk mencapai tujuan. Pengaruh Ideal (Idealized Influenc. Menjadi Teladan: Guru dan pemimpin sekolah harus menunjukkan integritas, moralitas, dan etika yang tinggi dalam segala tindakan serta dengan menjadi panutan, maka akan mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari siswa. Pembangunan Karakter: Program-program pendidikan yang menekankan pengembangan karakter dan moralitas dapat diterapkan. Misalnya, melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan kerja sama, kejujuran, dan tanggung Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 112 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Pertimbangan Individual (Individualized Consideratio. Pendekatan Personal: Pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan individu siswa dapat diterapkan. Guru dapat memberikan bimbingan pribadi, memahami kebutuhan khusus, dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk setiap siswa. Mentorship dan Bimbingan: Program mentorship di mana guru atau senior diimplementasikan, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhannya. Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulatio. Mendorong Inovasi: Lingkungan belajar yang mendorong inovasi dan pemikiran kritis harus diciptakan. Siswa didorong untuk mengeksplorasi ide-ide baru, berpartisipasi dalam proyek-proyek kreatif, dan memecahkan masalah dengan cara-cara yang inovatif. Pembelajaran Berbasis Proyek: Implementasi pembelajaran berbasis proyek di mana siswa harus mengidentifikasi masalah dan mencari solusi kreatif bisa sangat efektif. Ini mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Dengan demikian, implementasi kepemimpinan transformasional Nabi Sulaiman AS dalam pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan menetapkan visi yang jelas akan menjadikan teladan dalam integritas dan etika, memperhatikan kebutuhan individu, dan mendorong inovasi serta pemikiran kritis, pendidikan dapat membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat. Pendekatan ini mencerminkan prinsip-prinsip kepemimpinan Nabi Sulaiman AS, menghasilkan siswa yang siap menghadapi tantangan dengan kebijaksanaan dan KESIMPULAN Potret kepemimpinan transformasional Nabi Sulaiman AS menampilkan seorang pemimpin dengan visi yang jelas, integritas tinggi, perhatian individu, dan dorongan terhadap inovasi serta pemikiran kritis. Implementasi prinsip-prinsip ini dalam pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan dinamis. Dengan Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 113 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. menetapkan visi yang jelas, menjadi teladan moral, memperhatikan kebutuhan siswa, serta mendorong inovasi, pendidikan dapat membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat, sesuai dengan teladan kepemimpinan Nabi Sulaiman AS. DAFTAR RUJUKAN Appelo. Jurgen. Management 3. 0: Memimpin Pengembang Agile. Mengembangkan Pemimpian yang Tangkas. Lincah dan Gesit. Terj. Ati Cahayani. Jakarta: Indeks, 2013. Bass. Leadership and Performance Beyond Expectations. New York. The Free Press,1985. Bernard M. Bass and Ronald E. Riggio. Transformational Leadership, 2nd ed. New Jersey: Mahwah, 2006. Burns. Leadership. Perennial. An imprint of HarperCollins Publishers. New York: Harper & Row, 1978. Hanik Fauziyah. AuManajemen Kepemimpinan Transformasional Di Bidang Pendidikan Terhadap Kedisiplinan Mutu PendidikanAy. Jurnal Realita. Volume 15. No. Harsoyo. Roni. AuTeori Kepemimpinan Transformasional Bernard M. Bass dan Aplikasinya Dalam Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan IslamAy. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management. Vol. 3 No. 2, . Indarti. Luluk. Dimensi-dimensi Kepemimpinan Transformatif Pendidikan IslamAy. TaAoallum: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 01, . Downton. Rebel. Leadership: Commitment And Charisma In a Revolutionary Proces. New York: Free Press, 1973. Jufrizen. AuEfek Moderasi Etika Kerja pada Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja karyawanAy. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis. Volume 18. Nomor 2, (Oktober, 2. Komariah. & Tratna. Visionary Leadership. Menuju Sekolah Efektif. PT Bumi Aksara. Cetakan ketiga. Jakarta, 2008. Maunah. Binti. AuKategori Kepemimpinan Transformasional dalam Aspek Spiritualisasi Pendidikan IslamAy. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education. Vol. No. 2, (Juli Muallidin. Isnaini. Kepemimpinan Transformasional Dalam Kajian Terotik Dan Empiris. Yogyakarta: 2019. Narsa. I Made. AuKarakteristik Kepemimpinan: Transformasional versus Transaksional,Ay Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan. Vol. No. 2, . Northouse. AuLeadership: Theory and PracticeAy. London: SAGE Publications. International Education and Professional. Publisher Thousan Oaks, 2007. Rivai. Veithzal dan Arviyan Arifin. Islamic Leadership: Membangun Superleadership Melalui Kecerdasan Spiritual. Jakarta: Bumi Aksara, 2009. dan Deddy Mulyadi. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012. Rosita Pratiwi Junaidi. Fitria Agustina dan Mohammad Abbas Sastrodiputro. AuImplementasi Etika Kepemimpinan dan Kepemimpinan Tranformasional Pada Kinerja KaryawanAy JURNAL RISET MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. No. 3 (Juli, 2. Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman 114 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Setiawan. Bahar Agus dan Abd. Muhith. Transformational Leadership: Ilustrasi di Bidang Organisasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2013. Suriagiri. Kepemimpinan Transformasional. Lhokseumawe: CV. Radja Publika, 2020. Tafvelin. Susanne. The Transformational Leadership Process: Antecedents. Mechanisms, and Outcomes in the Social Services. Print & Media Umea. Sweden, 2013. Umiarso. Kepemimpinan Transformasional Profetik: Kajian Paradigmatik Ontos Integralistik di Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2018. Razak, et. al Ae Kepemimpinan Transformational Nabi Sulaiman