MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 MEDIA FILM PENDEK BERHASIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT Theofilya Amandyakissya Fakultas Kesehatan. Universitas Kritsten Indonesia Maluku. theofilyaamandyakissya@gmail. Sinthia Rosanti Maelissa Fakultas Kesehatan. Universitas Kritsten Indonesia Maluku. maelissasinthia@gmail. Mevi Lilipory Fakultas Kesehatan. Universitas Kritsten Indonesia Maluku. mevililipory0306@gmail. ABSTRACT The selection of snacks was a problem continued by school-age childrean, because many who did not know how to choose the snacks that were safe to eat. Snacks that were safe to eat, for example, closed and clean, free from presevatives, coloring, and artificial sweeteners. One effort to incease knowlede about how to choos healty snacks for children was through nutrition health education. This study discussed nutrition health education through a short film on increasing the knowledge of children about how to choose healthy snacks at SDN 78 Ambon. The type of research was Pre-Experiment by studied a Pre-Post Test Design Group, namely the experimental design by a simple questionnaire given before and after given containing nutrition health education. The number of sample in this study were 60 respondents, used total sampling. Knowledge of children before given assistance was 60% less and 40% good, knowledge after given assistance was 8,3% less and 91,7% good. Data analysis used the Wilxocon Test statistical test with a significance level =0,005. Results processing data obtained p=0,000 or p<, was an alternative hypothesis that accepted and there are supported nutrition education through a short film to increase the knowlede of children to choose healthy snacks. ABSTRAK Pemilihan jajanan masih menjadi masalah dikalangan anak usia sekolah karena banyak yang belum tahu cara memilih jajanan yang aman untuk dimakan. Jajanan yang aman untuk dimakan contohnya yaitu tertutup dan bersih, bebas dari bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan tentang memilih jajanan sehat pada anak adalah melalui pendidikan kesehatan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Melalui Media Film Pendek Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Memilih Jajanan Sehat Di SDN 78 Ambon. Jenis penelitian adalah Pre-eksperiment dengan pendekatan One Group Prepost Test Design yaitu rancangan eksperimen dengan cara sampel diberikan kuesioner sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan gizi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan menggunakan total sampling. Pengetahuan anak sebelum diberikan perlakuan yaitu 60% kurang dan 40% baik. Pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,3% kurang dan 91,7% baik. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Test dengan tingkat kemaknaan =0,005. Hasil pengolaan data didapatkan nilai p=0,000 atau p<, yang berarti hipotesis alternatif diterima dan adapengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajanan sehat. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan. Film Pendek. Jajanan Sehat Penerbit: Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan. UKIM http://ojs. id/index. php/natuna MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 PENDAHULUAN Anak sekolah merupakan investasi bangsa, karena anak sekolah adalah generasi penerus yang akan menentukan kualitas bangsa di masa yang akan datang. Sebagai investasi bangsa tumbuh kembang anak usia sekolah perlu dioptimalkan, untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia sekoah, maka harus diperhatikan jumlah dan kualitas asupan gizi yang diberikan dalam makanannya U1U. Makanan yang bergizi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna dan kelezatannya, tetapi bergantung pada kandungan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh U2U. Seperempat dari waktu anak dihabiskan dan lebih sering makan di sekolah, sehingga sulit bagi orangtua untuk mengawasi perilaku makan anak. Hal inilah yang menjadi penyebab anak untuk memilih makanan apa saja yang ingin dimakan U3U. Konsumsi makanan pada anak usia sekolah tidak jauh berbeda dengan teman sebayanya, anak usia sekolah lebih aktif untuk memilih makanan yang disukai. Dengan adanya kebiasaan orangtua yang memberikan uang saku, anak akan lebih mudah mengkonsumsi jajanan, sehingga terjadi peningkatan konsumsi makanan jajanan U4U. Jajanan anak sekolah biasanya merupakan pangan siap saji dan sebagian besar anak mengkonsumsi secara rutin. Dibalik enaknya jajanan tersebut, terdapat dampak buruk terhadap kesehatan U3U. Anak sekolah sering mengalami berbagai masalah kesehatan akibat daripemilihan jajanan yang tidak tepat dan aman, yang meliputi gangguan nafsu makan, gangguan status gizi, penyakit-penyakit infeksi seperti diare, demam tifoid, maupun infeksi karena cacing U4U. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2016, 57 dari 129 negara memiliki tingkat stunting yaitu 20% dan IMT tinggi yaitu 35%. Sementarakejadian penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh 31 agen bakteri, virus, parasit, racun dan bahan kimia, setiap tahun sebanyak 600 juta, atau hampir 1 dari 10 orang di dunia jatuh sakit setelah mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi U5U. Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi akibat makanan yang telah terkontaminasi. Sekitar 550 juta orang jatuh sakit dan 230. 000 meninggal setiap tahun akibat diare U6U. Berdasarkan Global Nutrition Report (GNR) di tahun 2014. Indonesia termasuk dalam 17 negara yang memiliki tiga permasalahan gizi sekaligus, yaitu stunting . , wasting . , dan overweight atau gizi lebih U7U. Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 total jumlah anak usia sekolah 5-12 tahun adalah 355 jiwa. Dari total jumlah tersebut adapun prevalensi kurus di indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 pada anak umur 5-12 tahun adalah 10,9%, sedangkan untuk prevalensi pendek adalah 27,7% U8U. Menurut hasil SPG tersebut NTT menempati posisi tertinggi prevalensi kurus dan pendek, disusul oleh Maluku dan Sulawesi Barat yang menepati posisi kedua untuk prevalensi kurus dan pendek U9U. Selama tahun 2017 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mencatat 53 kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dan 20% diantaranya terjadi pada Anak Usia Sekolah akibat jajanan tidak sehat. Dari kejadian tersebut dilaporkan bahwa yang terpapar 239 orang, 2. 041 jatuh sakit dan 3 orang meninggal dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhi anak sekolah dasar dalam hal pemilihan makanan jajanan adalah tingkat pengetahuan U10U. Triasari . mengungkapkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan mengenai jajanan aman dengan perilaku memilih jajanan U11U. Penting bagi anak mengetahui bahaya yang terkandungan dalam jajan, untuk mencegah keracunan ataupun dampak dari jajanan yang tidak sehat. Pengetahuan anak akan bertambah jika sering mendapatkan informasi. Informasi bisa diperoleh dari berbagai macam sumber salah satunya dari pendidikan kesehatan yang bisa diberikan kepada anak U12U. Dalam proses pendidikan dan pengajaran, anak memperoleh pengalaman atau pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Masing-masing alat bantu mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. Pendidikan kesehatan tidak dapat lepas dari media karena melalui media, pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat mempelajari pesan tersebut dan memutuskan untuk mengadopsi prilaku yang positif. Banyak media yang digunakan dalam memberikan pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar, misalnya media leaflet, video, film, permainan puzzel, permainan ular tangga dan buku cerita. Film pendek merupakan salah satu media yang menarik bagi anak sekolah dasar dalam proses pembelajaran U13U. Penerbit: Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan. UKIM http://ojs. id/index. php/natuna MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 Film pendek merupakan film yang durasinya singkat, yaitu dibawah 50-60 menit dan didukung oleh cerita yang pendek U14U. Film pendek memberikan kebebasan bagi para pembuat sehingga bentuknya menjadi sangat bervariasi. Walaupun dengan durasi pendek, ide dan pemanfaatan media komunikasinya dapat berlangsung efektif U15U. Media film sesuai untuk anak usia sekolah, karena dapat mengembangkan imajinasi dan aktivitas belajar anak dalam suasana menyenangkan sehingga dapat merangsang minat belajar anak melalui ditampilkan yang menarik dan mudah dipahami. Media ini cukup menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah yang berada dalam tahap operasional konkrit artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek Ae objek peristiwa nyata atau konkrit. Media ini dapat meningkatkan perhatian, konsentrasi dan imajinasi anak kemudian anak diharapkan mulai belajar menerapkan hal yang dipelajari sehingga akhirnya dapat membentuk pengetahuan dan sikap yang baik U14U. Muthia dkk . mengungkapkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media film efektif meningkatkan pengetahuan tentang TB paru U16U. Hal ini sejalan dengan penelitian Muetia . bahwa penyuluhan menggunakan media film lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa dalam penyalahgunaan napza U17U. Menurut data Profil Kesehatan Maluku tahun 2014, salah satu pencapaian sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJNM) 2010-2014 di Bidang Kesehatan adalah dengan menurunkan angka prevalensi kekurangan gizi U18U. Namun jika dilihat dari data PSG dua tahun terakhir. Provinsi Maluku masih mengalami peningkatan prevalensi kurus pada anak usia sekolah 5-12 tahun yaitu 13,6% pada tahun 2016 menjadi 18,2% pada tahun 2017 U9U. Di kota Ambon, penyakit diare maupun cacingan masih merupakan penyakit masyarakat yang sulit untuk dieliminasi. Untuk jumlah angka kesakitan di Ambon pada tahun 2015 yaitu 3. 110 orang dengan kasus akibat infeksi cacing, dan 287 orang dengan kasus diare U19U. Berdasarkan data yang didapatkan pada UKS SDN 78 Ambon, rata-rata jumlah siswa yang mangalami sakit akibat jajanan yaitu sekitar lima sampai tujuh siswa dalam seminggu, dan sebagian dari siswa sering mengalami diare akibat konsumsi jajanan yang tidak sehat. Telah diberikan teguran langsung oleh guru untuk tidak jajan di luar lingkungan Sekolah namun masih dilanggar. Sekolah juga telah bekerjasama dengan pemerintah dalam penyediaan kantin sehat namun anak lebih memilih jajan di luar lingkungan sekolah. dari Hasil observasi, didapatkan sebagian besar siswa lebih memilih membeli makanan dan minuman berkemasan serta jajanan dari pedagang asongan yang dijual di sekitar sekolah dibandingkan dengan makanan yang disediakan di kantin sekolah saat waktu istirahat. Hasil wawancara peneliti dengan tujuh siswa, membuktikan bahwa siswa memiliki frekuensi jajan yang lebih dari dua kali dalam sehari, hal ini diakui bukan hanya terjadi di sekolah tapi juga di lingkungan rumah. Lima dari tujuh siswa juga belum mampu membedakan makanan apa saja yang menjadi makanan utama dan cemilan serta kandungan gizi didalam makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh setiap harinya. Menurut wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru, di Sekolah Dasar Negeri 78 Ambon pernah dilakukan penyuluhan mengenai gizi seimbang melalui metode ceramah oleh Dancow, sementara dari puskesmas setempat selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan yang berhubungan dengan pemilihan jajanan maupun tentang gizi, untuk itu perlu diberikan pendidikan kesehatan dengan media yang menarik seperti film pendek untuk meningkatkan pengetahuan Pemilihan film pendek sebagai media, dapat menciptakan daya tarik anak melalui tampilan gambar dan suara, serta beberapa tokoh yang berperan dalam durasi pendek namun mampu menyampaikan pesan yang diinginkan, sehingga tidak membosankan untuk anak. METODE Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan pendekatan One group pre-post test design yaitu pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah kelompok intervensi. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Sampel yang digunakan adalah 60 murid di kelas 4 dan 5 SD Negeri 78 Ambon. Sampel akan menonton film pendek yang diputarkan selama 20 menit selama 3 hari. Analisa yang dilakukan menggunakan uji Wilcoxon test derajat kepercayaan p value = 0. 000 atau p <0. 05 maka hipotesis alternative (H. diterima atau Hipotesis null (H. Penerbit: Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan. UKIM http://ojs. id/index. php/natuna MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 HASIL Analisis Univariat Karakteristik Responden . Umur Distribusi responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 1 Distribusi responden berdasarkan umur di SD Negeri 78 Ambon Tahun 2019. Umur Total Berdasarkan Tabel 4. 1 diketahui bahwa distribusi responden berdasarkan umur yang tertinggi pada umur 10 tahun . %). Jenis Kelamin Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 2 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin di SD Negeri 78 Ambon Tahun 2019. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukan bahwa lebih banyak responden berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 25 orang . 7%) dan responden berjenis kelamin Perempuan berjumlah 35 orang . 3%). Distribusi Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek. Distribusi Pengetahuan memilih Jajanan Sehat sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Distribusi Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek di SD Negeri 78 Ambon. Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat Pre-Test Kurang Baik Total Berdasarkan tabel 4. 3 menunjukkan bahwa Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek sebagian besar berada pada pengetahuan kurang yaitu sebanyak 36 responden . %). Distribusi Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek Distribusi Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek dapat dilihat pada tabel 4. Penerbit: Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan. UKIM http://ojs. id/index. php/natuna MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 Tabel 4. 4 Distribusi Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek di SD Negeri 78 Ambon. Pengetahuan Memilih Jajanan Sehat Post-Test Kurang Baik Total Berdasarkan tabel 4. 4 menunjukkan bahwa distribusi pengetahuan memilih jajanan sehat sesudah pendidikan kesehatan melalui media film pendek sebagian besar berada pada pengetahuan baik yaitu sebanyak 55 responden . 7%). Uji Normalitas Data Hasil uji normalitas data dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4. 5 Uji Normalitas Data Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Melalui Media Film Pendek Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Memilih Jajanan Sehat di SDN 78 Ambon. Uji Normalitas Data Kolmogorov Variabel Keterangan Smirnov Pengetahuan memilih jajanan sehat melalui media film pendek Pretest Tidak Normal Pengetahuan memilih jajanan melalui sehat media film pendek Posttest Tidak Normal Pada tabel 4. 5 berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov Smirnov,didapatkan nilai signifikansi untuk pengetahuan memilih jajanan sehat melalui media film pendek pre-test 0. 000 dan pengetahuan memilih jajanan sehat melalui media film pendek post-testadalah 0. dimana nilai signifikansi p < . sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal, maka uji statistik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji nonparametrik test Wilcoxon. Analisis Bivariat Analisis bivariat nonparametrik wilcoxon digunakan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajanan sehat. Pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan melalui media film pendek. Tabel 4. 6 Hasil Uji Wilcoxon Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Melalui Media Film Pendek di SDN 78 Ambon. n Mean p-value Pengetahuan memilih 60 jajanan sehat melalui media film pendek Pretest Pengetahuan memilih 60 jajanan melalui sehat media film pendek Posttest Berdasarkan tabel 4. 6 di atas, hasil analisis menunjukan bahwa pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek dapat meningkatkan pengetahuan memilih jajanan sehat yaitu dari 1. sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan mencapai 1. 92 setelah diberikan pendidikan Penerbit: Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan. UKIM http://ojs. id/index. php/natuna MOLUCCAS HEALTH JOURNAL ISSN 2686-1828 Volume 1 Nomor 2. Agustus 2019 Hal tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan memilih jajanan sehat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan gizi melalui media film Dari hasil analisa menggunakan uji wilcoxon didapat nilai p= 0,000 . <0,. yang berarti bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilh jajanan sehat di SDN 78 Ambon. PEMBAHASAN Hasil analisa menggunakan Wilcoxon test 0,05% membuktikan bahwa p value = . < . yang artinya menolak H0, sehingga pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajan sehat. Pangan yang berasal dari jajananmerupakan salah satu jenis makanan yang sangat dikenal, terutama di kalangan anak usia sekolah. Anak-anak dalam memilih jajanan lebih tertarik dengan bentuk dan warna, karena dengan bentuk dan warna yang menarik akan menambah selera makan anak tanpa mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan anak dalam memilih jajanan. Pengetahuan yang buruk akan mempengaruhi tindakan anak sehingga cenderung memilih jajanan yang hanya menarik dilihat U20U. Dalam penelitian ini media yang digunakan peneliti untuk memberikan pendidikan kesehatan adalah media film pendek. Pada media film pendek, responden diberikan pendidikan kesehatan melalui sebuah film tentang jajanan sehat yang diputar dengan batuan laptop dan LCD. Film pendek merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Dengan kata lain film pendek dapat menjadi sasaran pendukung dalam pembelajaran untuk membangkitkan imajinasi dan pemahaman Tampilan audiovisual yang menarik dalam film pendek mampu mengembangkan semangat dan motivasi belajar anak melalui pesan-pesan yang terkandung sehingga dapat dipahami dengan baik U14U. Hal ini sejalan dengan penelitian Penelitian Muthia dkk . , tentang efektifitas penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan media film terhadap pengetahuan tentang TB paru, sangat efektif apabila menggunakan media film U16U. Didukung dengan penelitian Muetia . tentang efektifitas penyuluhan melalui media film dan slide show terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa dalam penyalahgunaan napza di SMUN 1 Peureulak Kabupaten Aceh Timur menunjukan bahwa penyuluhan menggunakan media film lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa dalam penyalahgunaan napza U17U. Asumsi penelitian adalah pemberian pendidikan kesehatan melalui media film pendek dapat meningkatkan pengetahuan memilih jajanan sehat siswa SD Negeri 78 Ambon. Hal ini dapat diasumsikan bahwa bahwa informasi yang diberikan mampu dipahami dengan baik oleh responden sehingga terjadi peningkatan nilai dan rata-rata pengetahuan responden pada post-test. Dengan memilih media yang menarik, menjadikan materi yang disampaikan tidak membosankan, sehingga anak mampu memberikan perhatian penuh untuk menyimak informasi yang diberikan. KESIMPULAN Pendidikan Kesehatan dengan menggunakan media film pendek pengetahuan siswa dalam memilih jajanan sehat. Sehingga hasil ini dapat diaplikasikan sebagai salah satu metode pembelajaran bagi anak usia sekolah. REFERENSI