Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Integrasi Psikologi dan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Baby Daycare Ramah Anak di Pekanbaru Vitriani 1. Edi Ismanto*2. Ajeng Safitri3 Pendidikan Informatika. Universitas Muhammadiyah Riau Psikologi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau email: vitriani@umri. id, edi. ismanto@umri. id, ajengsafitri@umri. Abstract This community service program aims to enhance the quality of childcare and management at Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru by integrating psychological approaches and information technology. The main problems faced by the partner include caregiversAo limited understanding of child-friendly parenting concepts and bullying prevention, as well as an inefficient and poorly documented manual management system. To address these issues, a team of lecturers from Universitas Muhammadiyah Riau conducted a training and mentoring program focusing on two main aspects: strengthening caregiversAo psychological capacity and implementing a simple digital system for daycare administration. The program adopted a participatory approach through workshops, simulations, and direct mentoring. The results indicated a 35% increase in participantsAo understanding of positive parenting and anti-bullying Furthermore, the implementation of the digital system improved recording efficiency by 40%, while enhancing communication between daycare managers and parents to become more effective and transparent. This activity had a positive impact on improving caregiversAo competencies, institutional efficiency, and the creation of a child-friendly environment that is adaptive to technological Hence, the synergy between psychology and information technology can serve as a strategic model for developing modern daycare systems focused on the well-being and holistic development of children in the digital era. Keywords: Baby daycare. Parenting psychology. Information technology. Positive parenting. Antibullying. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan pengelolaan lembaga Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru melalui integrasi pendekatan psikologi dan teknologi informasi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman pengasuh terhadap konsep pengasuhan ramah anak serta pencegahan perilaku bullying, disertai dengan sistem manajemen yang masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan tidak terdokumentasi dengan baik. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan dengan fokus pada dua aspek utama, yaitu peningkatan kapasitas psikologis pengasuh dan penerapan sistem digital sederhana untuk administrasi daycare. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, simulasi, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata sebesar 35% dalam pemahaman peserta terhadap konsep positive parenting dan anti-bullying approach. Selain itu, penerapan sistem digital berhasil meningkatkan efisiensi waktu pencatatan hingga 40%, serta memperkuat komunikasi antara pengelola daycare dan orang tua secara lebih efektif dan transparan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pengasuh, efisiensi kelembagaan, serta terwujudnya lingkungan pengasuhan yang ramah anak dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, sinergi antara bidang psikologi dan teknologi informasi dapat menjadi model strategis dalam pengembangan daycare modern yang berorientasi pada kesejahteraan dan tumbuh kembang anak di era digital. Kata Kunci: Baby daycare. Psikologi pengasuhan. Teknologi informasi. Positive parenting. Antibullying. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. 3 November 2025 PENDAHULUAN Perkembangan sosial masyarakat urban pengasuhan anak usia dini yang aman, terpercaya, dan berkualitas. Salah satu bentuk layanan yang berkembang pesat adalah baby daycare, yakni lembaga yang menyediakan pengasuhan anak di luar rumah dengan sistem terstruktur dan berorientasi pada tumbuh kembang anak . Namun, dalam praktiknya, sebagian pengelola daycare masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak, baik dari sisi pola asuh, pendekatan psikologis, maupun sistem manajemen yang profesional . Lingkungan pengasuhan yang ramah anak menuntut pemahaman mendalam terhadap aspek psikologis anak usia dini. Pengasuh perlu memiliki kemampuan dalam mengenali kebutuhan emosional anak, mengelola perilaku, serta mencegah perundungan . sejak dini . Fenomena bullying di lingkungan anak usia dini, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, sering kali luput dari perhatian karena dianggap perilaku wajar pada usia tersebut . Padahal, pengalaman negatif di masa kanak-kanak dapat berdampak pada pembentukan karakter dan perkembangan sosial anak di kemudian hari. Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan daycare. Penggunaan sistem digital sederhana dapat membantu proses pencatatan aktivitas anak, komunikasi antara pengasuh dan orang tua, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara sistematis . Namun, adopsi teknologi dalam pengelolaan daycare di tingkat lokal masih tergolong rendah, terutama karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia . , . Permasalahan utama yang dihadapi mitra Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Kurangnya tentang prinsip pengasuhan ramah anak dan pencegahan bullying. Belum adanya sistem administrasi berbasis digital untuk memudahkan komunikasi dengan orang tua. Minimnya integrasi antara aspek psikologis dan manajemen berbasis teknologi dalam operasional daycare. Sebagai solusi, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menawarkan pendekatan integratif yang menggabungkan psikologi dan teknologi Pendekatan ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan demonstrasi sistem digital sederhana berbasis web yang dapat membantu pengelola daycare dalam pencatatan data anak dan komunikasi dengan orang tua secara efisien. Selain itu, pelatihan psikologi perkembangan diberikan untuk memperkuat pemahaman pengasuh dalam membangun suasana pengasuhan yang aman, empatik, dan edukatif . , . Kegiatan meningkatkan kompetensi pengasuh serta mendorong transformasi layanan pengasuhan anak menuju sistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan emosional anak. Integrasi psikologi dan teknologi informasi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan daycare modern yang berorientasi pada kesejahteraan anak secara holistik. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri dari Dr. Vitriani. Kom. Kom. Edi Ismanto. Kom. Ph. , dan Ajeng Safitri. Psi. Psikolog. Mitra dalam kegiatan ini adalah Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru, yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pada tanggal 24Ae25 Oktober 2025. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, di p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 mana dosen dan mitra terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan nyata di lapangan dan memberikan solusi aplikatif melalui sinergi bidang psikologi anak dan teknologi informasi. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 memperkenalkan platform digital sederhana untuk administrasi dan pelaporan kegiatan harian anak. Tahapan Kegiatan Metode pelaksanaan pengabdian terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut: Tahap Persiapan dan Analisis Kebutuhan Tim melakukan survei awal ke Baby Daycare Siti Walidah mengidentifikasi kondisi pengasuhan, pola interaksi, serta penggunaan teknologi dalam pengelolaan daycare. Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun fasilitas fisik sudah cukup memadai, masih terdapat keterbatasan pada aspek manajemen digital dan perilaku anak dan potensi bullying . Gambar 1. Kegiatan pelatihan integrasi psikologi dan teknologi informasi di Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru. Tahap Perancangan Solusi Tahap Evaluasi dan Pendampingan Berdasarkan hasil analisis, tim merancang dua pendekatan utama: A Pendekatan Psikologis: pengelola daycare mengenai pola komunikasi positif, pencegahan perilaku anak usia dini . , . A Pendekatan Teknologi Informasi: pengembangan sistem sederhana berbasis aplikasi atau web untuk mendukung pencatatan kegiatan anak, monitoring perkembangan, dan komunikasi digital dengan orang tua . , . Tahap Implementasi dan Pelatihan Pelaksanaan dilakukan selama dua hari dengan metode: A Workshop interaktif, berfokus pada peningkatan kemampuan psikologis dan manajemen emosi bagi caregiver. A Pelatihan Setelah pelatihan, dilakukan sesi pendampingan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan sistem digital yang telah diperkenalkan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi langsung terhadap perubahan perilaku pengasuh dan sistem dokumentasi Teknik Evaluasi Keberhasilan Evaluasi keberhasilan program dilakukan A Pre-test dan post-test untuk pemahaman peserta. A Observasi lapangan mengenai penerapan pola komunikasi ramah anak dan penggunaan sistem A Wawancara dengan pengelola daycare dan orang tua, untuk mengetahui persepsi terhadap perubahan yang terjadi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. 3 November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 setelah kegiatan berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Riau di Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pengasuhan anak serta pengelolaan lembaga berbasis teknologi Hasil kegiatan ini dibahas berdasarkan dua fokus utama, yaitu pengasuhan anak dan penerapan teknologi informasi dalam sistem manajemen daycare. Penguatan Psikologis Lingkungan Daycare Sesi . terhadap konsep pengasuhan ramah anak, komunikasi empatik, serta pencegahan perilaku bullying di lingkungan Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata 35% dalam pemahaman peserta mengenai konsep positive parenting dan anti-bullying Diskusi interaktif yang difasilitasi oleh Ajeng Safitri. Psikolog. , menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh belum memahami bahwa bentuk bullying non-fisik . eperti ejekan verbal atau pengucilan sosia. juga berdampak negatif terhadap perkembangan emosional anak. Setelah pelatihan, peserta mampu: A Mengidentifikasi tanda-tanda awal perilaku agresif anak usia dini. A Merespons komunikasi empatik, bukan hukuman atau teguran keras. A Menerapkan positive reinforcement untuk memperkuat perilaku prososial di antara anak-anak. Pendekatan psikologis ini selaras dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa pembentukan karakter anak di usia dini dipengaruhi oleh pola interaksi yang positif https://doi. org/10. 37859/jpumri. dan konsisten dari pengasuh . Gambar 2. Hasil Pre-Test dan Post-Test Peserta kegiatan pelatihan Gambar 1 menunjukkan peningkatan rata-rata 35% pada nilai pemahaman setelah pelatihan, dengan jumlah peserta 10 orang. Setiap peserta mengalami kenaikan skor signifikan, menandakan efektivitas pelatihan dalam memperkuat pemahaman pengasuh terhadap konsep pengasuhan ramah anak dan pencegahan perilaku bullying. Penerapan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Daycare Aspek kedua dari kegiatan ini adalah penerapan teknologi informasi sederhana untuk mendukung transparansi dan efisiensi manajemen daycare. Tim yang dipimpin oleh Edi Ismanto. Ph. , memperkenalkan sistem pencatatan digital berbasis spreadsheet dan aplikasi cloud sharing yang dapat digunakan oleh pengasuh dan pengelola untuk: Mencatat jadwal kegiatan harian anak, termasuk waktu makan, tidur, dan aktivitas belajar. Memonitor perkembangan fisik dan sosial anak secara berkala. Menyediakan laporan harian digital yang dapat diakses oleh orang tua melalui perangkat seluler. Sebelum pelatihan, semua pencatatan masih dilakukan secara manual di buku catatan, yang sering kali tidak terdokumentasi dengan Setelah implementasi sistem digital, pengelola melaporkan efisiensi waktu pencatatan meningkat hingga 40%, dan komunikasi dengan orang tua menjadi lebih p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 efektif dan transparan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi dalam manajemen pendidikan anak usia dini mampu meningkatkan kualitas layanan, akurasi data, dan kepuasan orang tua . Gambar 3. Peningkatan Efisiensi dan Komunikasi Setelah Implementasi Sistem Digital Gambar 3 menunjukkan bahwa setelah penerapan sistem digital di Baby Daycare Siti Walidah, efisiensi waktu pencatatan meningkat hingga 40%, sementara komunikasi dengan orang tua menjadi lebih efektif dan transparan. Hasil ini menegaskan bahwa integrasi teknologi informasi mampu memperkuat tata kelola dan transparansi layanan pengasuhan anak. Dampak Sosial dan Kelembagaan Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu pengasuh, tetapi juga memperkuat kelembagaan Baby Daycare Siti Walidah dalam hal standar operasional pengasuhan dan penerapan nilai-nilai Islami Pengelola menyatakan bahwa setelah kegiatan ini: Tercipta budaya komunikasi positif di antara staf dan anak-anak. Terbentuk pengasuhan berbasis empati dan nonkekerasan. Sistem pengelolaan daycare menjadi lebih profesional dan terdokumentasi dengan baik. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Kegiatan memperlihatkan bagaimana sinergi antara psikologi dan teknologi informasi dapat menciptakan daycare yang ramah anak, modern, dan berdaya saing tinggi di era digital . SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Riau di Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru peningkatan kualitas pengasuhan dan pengelolaan lembaga daycare. Melalui integrasi antara pendekatan psikologi dan teknologi informasi, kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih ramah anak, aman, dan efisien. Dari sisi psikologis, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 35% dalam pemahaman peserta terhadap konsep positive parenting dan antibullying approach, menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam membentuk kesadaran pengasuh untuk menerapkan pola komunikasi empatik, menghindari kekerasan verbal maupun fisik, serta membangun interaksi yang menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sementara itu, dari sisi teknologi informasi, penerapan sistem digital sederhana telah meningkatkan efisiensi waktu pencatatan hingga 40% dan memperkuat komunikasi antara pengelola daycare dengan orang tua secara lebih terbuka dan transparan. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tidak hanya membantu dalam manajemen peningkatan kualitas layanan pengasuhan. Secara menunjukkan bahwa sinergi antara bidang psikologi dan teknologi informasi dapat menjadi model efektif dalam pengembangan daycare modern yang berorientasi pada kesejahteraan anak dan adaptif terhadap kebutuhan zaman digital. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. 3 November 2025 UCAPAN TERIMAKASIH Tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini, serta kepada Baby Daycare Siti Walidah Pekanbaru sebagai mitra kolaboratif yang telah berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. DAFTAR PUSTAKA