The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Hubungan Verbal Abuse dengan Motivasi Belajar pada Anak Usia Sekolah Naning Anggraini Putri*1. Susi Wahyuning Asih1. Yeni Suryaningsih1 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember *Penulis Korespondensi: Email: naninganggraini24@gmail. Diterima: 6 Desember 2021 | Disetujui: 7 Maret 2. Dipublikasikan: 30 Juni 2022 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Verbal abuse salah satu bentuk tindakan kekerasan berupa ucapan dimana dapat menimbulkan kondisi emosional yang merugikan dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Kejadian verbal abuse yang dilakukan terus menerus dapat menggangu proses perkembangan otak yang sedang berkembang. Penelitian ini bermaksud untuk melihat adanya hubungan verbal abuse dengan motivasi belajar pada anak usia sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian memakai desain korelasional melalui suatu model cross sectional. Populasi yang digunakan oleh peneliti sebanyak 101 anak dengan sample penelitian 81 anak menggunakan teknik propotional stratified random sampling. Analisis bivariat mengunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh p value 0,0005< 0,05 dengan korelasi 0,434 yang berarti penelitian memiliki hubungan sedang antara verbal abuse dengan motivasi belajar Simpulan dan Implikasi: Peran perawat dapat menjadi konselor dan edukator terkait pemahaman terhadap bentuk verbal abuse hingga pencegahan kejadian verbal abuse sehingga diharapkan seorang anak mencapai tahapan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah. Motivasi Belajar. Verbal Abuse. Sitasi: Putri. Asih. W & Suryaningsih. Hubungan Verbal Abuse dengan Motivasi Belajar pada Anak Usia Sekolah. The Indonesian Journal of Health Science. , 75-83. DOI: 32528/ijhs. Copyright: A2022 Putri, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Abstract Background and Aim: Verbal abuse is one form of violence in the form of speech which can cause emotional conditions that are detrimental and affect the cognitive development of children. Verbal abuse events that are carried out continuously can interfere with the process of developing brain development. This study intends to examine the relationship between verbal abuse and learning motivation in school-age children at SDN Kemuning Sari Kidul 02. Jenggawah District. Jember Regency. Methods: The research design used a correlational design through a cross sectional model. The population used by the researcher was 101 children with a sample of 81 children using the proportional stratified random sampling technique. Bivariate analysis using Spearman Rank correlation Results: The research results obtained p value 0. 000 < 0. 05 with a correlation of 0. 434 which means the study has a moderate relationship between verbal abuse and children's learning motivation. Conclusion: The role of nurses can be as counselors and educators related to understanding forms of verbal abuse to preventing incidents of verbal abuse so that it is hoped that a child will reach a stage of development that is appropriate for his age. Keywords: School Age Children. Learning Motivation. Verbal Abuse. PENDAHULUAN Perkembangan optimal di tahapan usia 6-12 tahun dikontrol oleh karakter dari orangorang terdekat anak (Armiyanti et al. Pada masa anak usia sekolah, anak akan lebih mudah mendapatkan tekanan dari diri anak maupun luar diri anak yang berbeda dari masa pre Harapan orang tua maupun harapan dari orang terdekat anak yang tidak sesuai dengan kemampuan anak menjadi pemicu tekanan pada psikilogi anak (Potter & Perry, 2. Kegiatan pembelajaran yang hanya dilakukan di rumah menjadikan suatu problematika baru bagi anak usia Anak yang biasanya dapat belajar dengan guru dan temantemannya di sekolah, sekarang hanya dapat melakukan pembelajaran di Tuntutan belajar di rumah dapat meningkatkan stresor bagi anak maupun orang tua (Fadlilah, 2. Problematika yang kerap dialami anak usia sekolah seperti menurunnya prestasi siswa dan kegagalan selama DOI: 10. 32528/ijhs. proses belajar tidak terlepas dari pengaruh lingkungan di sekitar anak dan peran orang terdekat anak yang belum dijalankan dengan baik, khususnya dalam membimbing anak. Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah kenyataan dari orang terdekat anak yang tidak dapat menjalankan sepenuhnya untuk menjalin kerja sama membimbing anak selama di rumah. Mayoritas orang tua dan orang terdekat anak merasa pasrah terhadap sikap dan perilaku kenakalan anak-anaknya, banyak orang tua yang tanpa sengaja melakukan tindakan verbal abuse, hal ini dapat mempengaruhi sikap seorang anak dalam menyelesaikan tahapan proses perkembangannya (Hero, 2. Temuan-temuan neuroscientific menunjukkan bahwa kekerasan dapat menggangu proses perkembangan otak, arsitektur otak dan aktivias kimia secara permanen dari otak yang sedang Hal mempengaruhi perilaku anak, sosial The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 dan emosional anak, hingga dapat mempengaruhi proses pembelajaran anak yang berfungsi sebagai bekal anak menuju dewasa (Fry & Blight. Anak yang mengalami verbal abuse cenderung memiliki sikap yang memiliki sebuah pemikiran apa yang dilakukan selalu salah, bahkan kurang percaya diri dalam mengerjakan sesuatu seperti hal nya meningkatkan motivasi untuk belajar (Rahmawati. Berdasarkan dari data sensus terakhir menjelaskan bahwa total anak di Indonesia sebesar 79,5 juta jiwa. Sekitar 8. %) juta jiwa anak pernah mengalami kekerasan fisik, 49,2. %) juta jiwa anak pernah mengalami kekerasan psikis yang berbentuk verbal abuse selama di rumah, dan sekitar 21,6. %) juta jiwa anak pernah megalami kekerasan seksual (Adilah. Anak sebagai korban kekerasan verbal atau verbal abuse tidak stabil disetiap tahunnya, bahkan masih banyak kasus yang belum di laporkan karena ketidaktahuan bahwa yang di Hasil studi pendahuluan yang di wawancara dengan kepala sekolah dan beberapa wali kelas yang mengajar di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember pada tanggal 29 Juli 2020, didapatkan bahwa jumlah peserta didik di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember sebanyak 211 anak didik yang terdiri dari 119 anak laki-laki dan 92 anak perempuan. Dari jumlah anak didik di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember hanya terdapat 59 . ,7 %) DOI: 10. 32528/ijhs. anak yang mendapatkan bimbingan orang tua dengan baik, memiliki minat yang baik, dan motivasi yang baik selama proses belajar di kelas maupun di rumah, sedangkan 70 . ,3 %) anak memiliki motivasi belajar yang kurang, dilihat dari kebiasaan mengerjakan tugas yang sering di tunda, tidak begitu antusias dalam mengikuti pelajaran, dan mengerjakan tugas hanya ketika di suruh orang tua. Penelitian dilaksanakan oleh Rahmawati pada tahun 2016 menunjukan terdapat hubungan antara motivasi belajar dan lingkungan keluarga. Menumbuhkan motivasi belajar bagi anak dapat dengan mengoptimalkan pendidikan di dalam keluarga, oleh karena itu orang terdekat anak dapat mengambil peran dengan cara memberikan lingkungan yang nyaman baik anak, sehingga anak merasa diperhatikan, disayang dan Sikap tersebut dapat meningkatkan kualitas belajar anak yang nantinya dapat mencapai hasil yang diinginkan (Rahmawati, 2. Penelitian lain yang dilakukan Anggraeni menjelaskan bahwa anak yang memperoleh kekerasan verbal terlalu sering dapat membuat anak malas pemberlajaran, kondisi tersebut akan berakibat menurunnya motivasi belajar yang kemudian akan berdampak dalam mencapai prestasi belajar anak (PH & Anggraeni, 2. Berdasarkan fenomena yang ada dimasyarakat bahwa masih tergambar banyaknya anak yang mendapatkan menyadari efek jangka panjang bagi Penelitianpenelitian terdahulu membahas terkait hasil akhir belajar dan lingkungan yang mempengaruhi capaian hasil belajar The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 tersebut, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuHubungan Verbal Abuse Dengan Motivasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten JemberAy untuk melihat adanya hubungan antara bentuk verbal abuse dengan proses belajar anak dalam bentuk motivasi belajar pada anak usia sekolah. METODE PENELITIAN Rancangan penelti gunakan adalah koreasional independen variable dan dependen variable dengan cara pendekatan atau pengumpulan data dalam satu waktu . ross sectiona. (Notoatmodjo . 2, dalam Surya, 2. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember yang berusia 10-12 tahun yaitu sebanyak Penentuan jumlah sampel didasarkan pada kriteria inkulusi . nak yang sudah mendapatkan persetujuan dari pihak orang tua maupun wali anak dan berkenan untuk masuk dalam subyek penelitian, anak berusia 10-12 tahun, dan anak dalam keadan sehat secara fisi. dan kriteria eksklusi . nak dilakukan pemilihan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan pengukuran besarnya sample dihitung dengan ketentuan rumus slovin. Besaran sample yang dihitung dengan ketentuan rumus slovin didapatkan sebanyak 81 sample. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik propotional stratified random sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan DOI: 10. 32528/ijhs. mempertimbangkan strata . Peneliti membagi populasi menjadi 3 strata berdasarkan kelompok usia anak . ,11, dan 12 tahu. dari jumlah sample sebanyak 81 anak (Nursalam, 2013 dalam Surya, 2. Pengumpulan data untuk variabel independen menggunakan kuisioner childhood trauma questionnaire (CTQ) kuisioner ini telah diuji validitas oleh Bernstein et al. , 2003 dalam Liebschutz et al. , 2019 dan diuji kembali oleh peneliti diperoleh nilai Sig < 0,05 yang dinyatakan valid, serta di uji reliabel koefisien Chronbach Alpha sebesar 0,75. Kuisioner ARCS (Attention. Relevance. Confidence, and Satisfactio. untuk variabel dependen, sudah di uji validitas validitas oleh Keller, 1987 dan diuji ulang oleh peneliti dan dinyatakan valid dan reliabel dengan melihat Chronbcah Alpha sebesar 0,72. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank yang bertujuan hubungan verbal abuse dengan motivasi belajar pada anak usia sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul Penelitian ini juga sudah mendapatkan surat uji laik etik dengan nomor 0566/KEPK/FIKES/V/2021. HASIL Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti disajikan dalam tabel. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Usia Anak Sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Pada Tanggal 7 April 2021 dengan . = 81 ana. Usia Frekwensi Persentase 10 th 11 th 12 th Total The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden terbanyak berusia 12 tahun yaitu sebanyak 34 anak . ,0 %). Responden berusia 11 tahun sebanyak 24 anak . ,6 %) dan responden terkecil pada usia 10 tahun sebanyak 23 anak . ,4 %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Anak Sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Pada Tanggal 7 April 2021 dengan . = 81 Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-Laki Perempuan Total %) dan tidak ada anak yang mengalami pajanan verbal abuse berat maupun sangat berat. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tingkat Motivasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Motivasi Frekuensi Persentase Belajar . Sangat Baik Baik Cukup Baik Rendah Sangat Rendah Total Berdasarkan menunjukkan bahwa jenis kelamin responden terbesar adalah laki-laki sebanyak 46 anak . ,8%) dan jenis kelamin responden terkecil adalah perempuan sebanyak 35 anak . ,2%). Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar anak terbesar memiliki motivasi belajar yang cukup baik sebanyak 38 anak . ,9%) dan terkecil memiliki motivasi belajar rendah sebanyak 4 anak . ,9%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Pajanan Verbal Abuse Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Tingkat Frekuensi Persentase Pajanan (Oran. (%) Verbal Abuse Rendah Sedang Berat Sangat Berat Total Tabel 5. Hasil Uji Statistik Verbal Abuse Dengan Motivasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Kemuning Sari Kidul 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Parameter Nilai r hitung 0,434 p value 0,000 Tabel 5 menjelaskan terkait hasil uji statistik spearman rank didapatkan p value yaitu 0,000 yang berarti p value < 0,05 sehingga dapat diartikan terdapat hubungan antara verbal abuse dengan motivasi belajar pada anak usia sekolah di SDN Kemuning Sari Kidul Berdasarkan menunjukkan bahwa tingkat pajanan verbal abuse yang terjadi pada anak terbanyak mengalami pajanan verbal abuse sedang sebanyak 47 anak . ,0 DOI: 10. 32528/ijhs. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan jumlah responden sebanyak 46 anak The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 berjenis kelamin laki-laki dan 35 anak berjenis kelamin perempuan hal ini sejalan dengan penelitian Livana . yaitu menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena anak laki-laki cenderung lebih nakal, memiliki sifat emosional lebih tinggi dibandingkan Menurut Pribudiarta dalam Livana . , berdasarkan hasil pengamatan didapatkan 1 dari 3 anak laki-laki dengan persentase 8% dan 6 anak perempuan 3,5% dari sejumlah anak Ou 11. 000 anak di Indonesia yang menjadi korban kekerasan baik jasmani maupun psikis. Dapat diartikan bahwa kecenderungan anak laki-laki untuk mengalami kekerasan verbal cukup tinggi dilihat dari sifat emosionalnya. Berdasarkan data tabel 2 mayoritas responden berusia 12 tahun. Hal ini sejalan dengan Hero . menjelaskan bahwa anak pada usia 1112 tahun anak akan mengawali untuk berbaur dengan lingkungan sosial yang jauh lebih luas. Pada masa ini adalah masa yang penentu bagi anak, karena pada ini anak yang susah untuk ditegur oleh orang tuanya dan lebih mudah terpengaruh oleh teman sebayanya. Hasil penelitian ini juga di dukung oleh Erick Erikson . 3, dalam Livana, 2. yang menjelaskan bahwa tahap perkembangan psikososial yang pada anak usia sekolah umumnya memiliki suatu keterampilan, dapat menjalin hubungan dengan orang lain, dan mampu untuk mencapai suatu hasil belajar yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 3 hasil penelitian 47 anak . ,0 %) dan terpajan verbal abuse rendah sebanyak 34 anak . ,0 %), serta tidak ada anak yang mengalami tindakan verbal abuse berat maupun sangat Hal ini disebabkan karena orangorang disekitar anak masih belum terkadang hukuman atau ucapan yang DOI: 10. 32528/ijhs. mereka lakukan termasuk ke dalam bentuk verbal abuse. Hasil penelitian ini sejalan dengan Indrayati . menjelaskan penelitiannya dari total 61 anak 53 ,9%) anak diantaranya mengalami kejadian verbal abuse dengan rincian 29 . ,5%) anak mendapatkan perlakuan intimidasi seperti orang tua berteriak, 22 . ,1%) anak diabaikan oleh orang terdekatnya, 22 anak ,15%) melakukan suatu kesalahan, 13 anak . 3%) mengecilkan kemampuan anaknya, 13 anak . 3%) sering dibentak oleh orang tua maupun orang terdekatnya, 12 anak . 7%) yang orang tuanya menyebut anaknya nakal, dan 8 anak . ,1%) pernah yang dibentak-bentak oleh orang tuanya (Indrayati, 2. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti juga searah dengan penelitian Armiyanti . yang mengambil 3 partisipan melalui suatu kualitatif dan mengunakan pendekatan fenomenologi menunjukkan bahwa anak pernah mengalami perlakuan ungkapan kasar dan bernada tinggi, serta menerima ungkapan yang seharusnya tidak diungkapkan oleh orang terdekat anak. Penelitian juga didukung dengan suatu riset yang dilakukan oleh Mamesah . bahwa proses perekembangan psikis seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan orang tua atau orang terdekat anak. Dalam penelitian ini didapatkan motivasi anak di SDN Kemuning Sari Kidul 02 mayoritas memiliki motivasi belajar yang cukup baik yaitu sebanyak 38 anak . ,9%). Motivasi yang didapatkan dari teori hierarki Abraham Maslow adalah suatu bentuk dorongan untuk mengapai suatu harapan sesuai dengan keahliannya yang mencakup The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 pertumbuhan, pencapaian kemampuan atau bakat, dan kepuasan diri sendiri termasuk kedalam aktualisasi diri atau self actualiazation need (Oktiani, 2. Pemenuhan aktualisasi diri ini merupakan salah satu bentuk kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Seseorang yang memiliki aktualisasi diri baik maka juga akan mempunyai suatu motivasi atau dorongan dalam proses belajar yang baik dan dapat mendorong seseorang akan lebih bersungguhsungguh terhadap proses belajar (Hero & Sni, 2. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Faizatun . deskriptif menjelaskan bahwa indikator yang menjadi latarbelakang rendahnya motivasi belajar siswa salah satunya adalah hubungan kedekatan orangtua dan orang terdekat anak, pada penelitian yang dilakukan oleh Faizatun . didapatkan hasil penelitian kedekatan orang tua pada kategori sedang yaitu 57 % (Faizatun. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rho dengan perolehan nilai p value 0,000 < 0,05 yang dapat diartikan H1 diterima, maka dapat dikatakan bahwa antara verbal abuse dengan motivasi belajar pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kemuning Sari Kidul 02 terdapat hubungan dan diketahui taraf signifikan sedang yaitu sebesar 0,434. Berbeda hal nya terhadap penelitian Afi Lutfiyanti dan Efa Febri Kristiana . yang menjelaskan bahwa tidak terdapat korelasi antara kejadian verbal abuse oleh orangtua dengan prestasi belajar siswa melihat uji statistik KendallAos tau yang menunjukkan pvalue = 0,074 (>0,. Hal tersebut karena tingkat pendidikan orangtua DOI: 10. 32528/ijhs. yang masih rendah (Lutfiyati & Kristiana, 2. Beberapa faktor yang dapat menjadi pengaruh dorongan atau motivasi belajar selain dari dorongan yang timbul dalam diri sendiri juga dapat dipengaruhi oleh rangsangan dan penguatan dari lingkungan anak serta pola asuh yang diterima oleh anak Lingkungan anak juga memberikan pengambilan keputusan anak dalam melakukan proses belajar (Widiarti. Motivasi belajar pada anak usia sekolah memerlukan bimbingan serta stimulasi yang berasal dari orang terdekat anak baik guru, kedua orang tua, atau teman sebaya yang dapat menjadi motivator atau pemacu daya Damanik . 9 dalam Fadlilah, 2. menjelaskan penelitian yang dilakukan bahwa lingkungan belajar menjadai suatu hal yang bermakna dalam mempengaruhi dorongan dalam proses belajar anak. (Fadlilah, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdapat 9 anak mengalami verbal abuse sedang dengan tingkat dorongan atau motivasi belajar anak yang rendah, mayoritas anak yang bersekolah di SDN Kemuning Sari Kidul 02 memiliki motivasi belajar cukup baik sebanyak 38 anak dengan pajanan verbal abuse sedang sebanyak 47 anak. Asumsi dari peneliti faktor lingkungan anak memiliki pengaruh terhadap motivasi Asumsi dari peneliti faktor lingkungan anak memiliki pengaruh terhadap motivasi belajarnya. Hasil pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti, peneliti juga menemukan beberapa anak yang ketika belajar mereka harus diteriaki terlebih dahulu oleh orang tuanya sehingga anak tersebut merasa tertekan dalam proses The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 belajarnya, hal ini menyebabkan konsentrasi anak menurun dalam belajar, karena mereka beranggapan bahwa mereka belajar bukan karena suatu kebutuhan melainkan karena sebuah paksaan. Selain itu, lingkungan mempengaruhi proses belajar, hal ini terbukti dari hasil pengamatan peneliti bahwa beberapa anak mendapatkan sindiran dan sebuah ejekan yang tidak pantas diucapkan seperti Auanak nakalAy. Auanak bodohAy, dan beberapa kata lainnya ketika seorang anak melakukan kesalahan, hal ini dapat mempengaruhi psikis seorang anak sehingga anak usia sekolah yang umumnya adalah mereka senang berinteraksi dengan temannya, senang dalam melakukan diskusi dan belajar kelompok, menjadi seorang anak yang lebih motivasi murung, pendiam, bahkan menjauhi lingkungan sosialnya, hal ini berdampak pada motivasi belajarnya dan prestasi Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mamesah . bahwa diperoleh p value sebesar 0,025 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan perkembangan kognitif pada anak usia sekolah di SD Inpres Tempok. (Mamesah, 2. KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah disampaikan maka dapat disimpulkan mempengaruhi motivasi belajar pada anak usia sekolah. SARAN