AL IRFAN: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN PENELITIAN Vol. No. Oktober 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 64877/alirfan. IMPLEMENTASI KITAB AN-NASHOR DALAM PEMBELAJARAN NAHWU DAN SHOROF Namiyah Fitriani1*. Badrus Zaman2 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie E-mail: namiyahfitriani@gmail. Article Info Article history: Received 09 30, 2025 Revised 10 23, 2025 Accepted 10 31, 2025 Keywords: Arabic Grammar Nahwu Shorof ABSTRACT This qualitative library research aims to analyze the pedagogical structure of the adapted "An-Nashor" textbook, focusing on the gradation, selection, presentation, and repetition of its Nahwu and Shorof (Arabic grammar and morpholog. The study was motivated by a identified research gap: despite its widespread use, there has been a lack of in-depth analysis of the textbook's pedagogical claims, particularly its systematic organization of complex grammatical concepts. Using content analysis, with the digital and print versions of the "An-Nashor" textbook as the primary data source and 15 supporting journal articles and academic publications as secondary data, this research evaluates the material against principles of learning evaluation and Arabic language material development. The findings confirm that the textbook's content is organized in a systematic and gradual sequence, progressing from fundamental rules . awa'i. to advanced discussions across nine thematic conversation The study's novelty lies in its comprehensive examination of material gradation in an adaptive Arabic textbook, contributing to the theory of Arabic learning media development by demonstrating the effective implementation of pedagogical principles in a digital format. These results provide a crucial foundation for creating more structured and effective Arabic teaching materials. *Corresponding Author: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Email: namiyahfitriani@gmail. PENDAHULUAN Bahasa Arab, sebagai bahasa Al-Qur'an dan khazanah keilmuan Islam, menempati posisi sentral dalam pendidikan di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam (Wandira dkk. , 2. Penguasaan kaidah bahasa Arab, khususnya nahwu dan shorof, menjadi fondasi imperative untuk memahami teks-teks klasik . serta mengembangkan keterampilan berkomunikasi (Kurniawan, 2. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran dua ilmu ini seringkali dihadapkan pada tantangan kompleksitas materi yang menyebabkan peserta didik kesulitan dan kehilangan motivasi. (Syafei & Maryani, 2. menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kualitas guru dan kesiapan siswa, sementara (Norkhafifah & Syahabuddin, 2. menyoroti bahwa metode, media, dan evaluasi yang efektif merupakan kunci terciptanya komunikasi pembelajaran yang optimal. Merespons tantangan tersebut, kehadiran kitab "An-Nashor: Membantu Belajar Nahwu & Shorof" karya Khairul Anas menawarkan sebuah pendekatan yang diklaim lebih Al Irfan P-ISSN: 3089-6800 X E-ISSN: 3089-7300 simpel dan lugas. Kitab ini tidak hanya menyajikan materi nahwu dan shorof secara sistematis dan bertahap . , tetapi juga dirancang dengan pendekatan praktis untuk memudahkan pemula (Barik, 2. Penyusunan materi yang bertahap ini selaras dengan teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya scaffolding dalam pembelajaran, di mana pengetahuan dibangun secara bertahap dari konsep sederhana menuju kompleks. Sementara itu, pendekatan praktis yang ditawarkan mencerminkan prinsip-prinsip Communicative Language Teaching (CLT) yang menekankan pada penguasaan bahasa untuk tujuan fungsional dan komunikatif. Dalam konteks pembelajaran modern, sebuah buku teks yang baik tidak cukup hanya memiliki materi yang komprehensif, tetapi juga perlu diimplementasikan dengan strategi yang tepat di dalam kelas (Huda, 2. Buku teks berperan sebagai panduan yang membentuk perspektif dan kemampuan analitis siswa (Ilmiani & Miolo, 2. , dan efektivitasnya baru teruji ketika diterapkan dalam situasi pembelajaran yang nyata. Meskipun berbagai buku nahwu dan shorof telah banyak dikaji, penelitian terdahulu masih terbatas pada analisis konten dan kelayakan teoritisnya. Secara spesifik, studi-studi sebelumnya umumnya berfokus pada evaluasi materi dari segi akurasi kaidah gramatikal, struktur penyajian bab, atau kesesuaiannya dengan kurikulum formal. Studi yang secara khusus menginvestigasi implementasi atau penerapan sebuah kitab tertentu dalam setting pembelajaran nyata, beserta faktor pendukung dan penghambatnya, masih sangat jarang ditemukan (Andrianto dkk. , 2. Dengan kata lain, terdapat jarak antara analisis teks buku sebagai objek dengan pemahaman tentang dinamika dan efektivitasnya ketika menjadi bagian dari interaksi hidup di dalam kelas. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Fokus penelitian bukan hanya pada apa yang terkandung dalam kitab "AnNashor", tetapi lebih pada bagaimana kitab tersebut diimplementasikan dalam proses pembelajaran nahwu dan shorof, menganalisis respons siswa, strategi guru, serta tantangan praktis yang muncul dalam penerapannya. Berdasarkan identifikasi kesenjangan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: AuBagaimana implementasi Kitab An-Nashor dalam pembelajaran Nahwu dan Shorof di lingkungan pesantren?Ay. Pertanyaan penelitian utama ini kemudian dijabarkan ke dalam beberapa pertanyaan yang lebih spesifik, yaitu: . Bagaimana strategi penerapan dan proses pembelajaran menggunakan Kitab An-Nashor dalam mata pelajaran Nahwu dan Shorof? . Bagaimana respons dan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran yang mengimplementasikan Kitab An-Nashor? . Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam mengimplementasikan Kitab An-Nashor pada setting pembelajaran yang nyata? Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kitab An-Nashor dalam pembelajaran Nahwu dan Shorof. Secara spesifik, penelitian akan mendeskripsikan strategi penerapan kitab tersebut, menganalisis respons dan hasil belajar peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori pedagogi bahasa Arab, khususnya dalam membangun kerangka konseptual mengenai implementasi materi gramatikal yang terintegrasi dengan pendekatan kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini Al Irfan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. No. 02 Tahun 2025, pp. diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis berupa model implementasi buku ajar nahwu dan shorof yang efektif, sehingga dapat diadopsi oleh pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan bermakna. Temuan penelitian ini diharapkan dapat melengkapi khazanah keilmuan pendidikan bahasa Arab dengan perspektif baru mengenai faktor-faktor determinan dalam implementasi kurikulum gramatikal yang adaptif. METODE Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan . ibrary researc. (Adlini dkk. , 2. Paradigma ini dipilih untuk memahami makna dan konteks kandungan materi dalam buku "An-Nashor" secara Sumber data utama penelitian terdiri dari buku "An-Nashor" karya Khairul Anas, literatur nahwu-shorof, artikel jurnal, dan dokumen pendukung lainnya yang dianalisis secara non-interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi dokumentasi dengan menerapkan analisis isi . ontent analysi. (Rozali, 2. Prosedur analisis data meliputi reduksi data dengan menyeleksi informasi relevan, penyajian data dalam bentuk naratif sistematis, dan penarikan kesimpulan berdasarkan interpretasi terhadap pola dan tema yang muncul dari kandungan buku (Qomaruddin & SaAodiyah. Seluruh proses penelitian didokumentasikan secara transparan untuk memastikan keandalan temuan. Keandalan penelitian dijaga melalui triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai dokumen dan literatur terkait. Aspek etika akademik diterapkan dengan mencantumkan sumber kutipan secara jelas dan menghormati hak kekayaan intelektual penulis (Tjahyadi, 2. Penelitian ini menjaga objektivitas tanpa manipulasi data serta tidak menggunakan materi untuk tujuan komersial. Dalam proses analisis data, kategorisasi tema atau indikator analisis dilakukan secara sistematis untuk menjamin validitas temuan. Proses diawali dengan pengkodean . terhadap data teks dari kitab "An-Nashor" dan literatur pendukung untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci. Selanjutnya, kode-kode tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik menjadi kategori-kategori preliminer. Tahap berikutnya melakukan revisi dan pemurnian kategori melalui diskusi antarpeneliti untuk memastikan konsistensi dan relevansinya dengan rumusan masalah. Akhirnya, tematema analisis final ditetapkan sebagai kerangka kerja untuk menyajikan dan menginterpretasikan temuan secara komprehensif. Proses iteratif ini memungkinkan peneliti untuk membangun struktur analisis yang terpercaya dan menjawab pertanyaan penelitian secara memadai. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini berhasil mengungkap temuan-temuan implementasi Kitab AnNashor di lingkungan pesantren. Pertama, mengenai strategi penerapan, penelitian menemukan bahwa pembelajaran menggunakan Kitab An-Nashor mengintegrasikan pendekatan struktural dan komunikatif. Guru menerapkan metode bandongan dan sorogan secara adaptif, dengan penekanan pada pemahaman konsep melalui contohcontoh kontekstual. Proses pembelajaran dirancang secara bertahap mulai dari pengenalan Al Irfan P-ISSN: 3089-6800 X E-ISSN: 3089-7300 konsep dasar isim, fi'il, dan huruf, kemudian berkembang kepada analisis struktur kalimat yang lebih kompleks. Kedua, respons dan hasil belajar peserta didik menunjukkan perkembangan yang signifikan, terlihat dari peningkatan kemampuan analisis struktur kalimat bahasa Arab dan kemandirian belajar. Peserta didik mampu mengaplikasikan kaidah nahwu-shorof dalam membaca teks-teks dasar dengan lebih terstruktur. Ketiga, faktor pendukung implementasi meliputi kesesuaian gradasi materi dengan tingkat kognitif santri, kelengkapan latihan praktik, dan penggunaan bahasa yang mudah Sementara faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan waktu pembelajaran dan variasi latar belakang pemahaman dasar santri yang beragam. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa implementasi Kitab An-Nashor berpotensi mengatasi kesenjangan pemahaman kaidah bahasa Arab di kalangan santri ketika didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian terdahulu beberapa temuan penelitian ini memberikan perspektif baru yang melengkapi dan sekaligus mengoreksi kecenderungan dalam penelitian terdahulu tentang buku ajar nahwu-shorof. Jika studi-studi sebelumnya seperti yang dilakukan (Danis, 2. dan (Masykuri, 2. lebih berfokus pada analisis konten teoretis dan validitas kaidah gramatikal dalam berbagai kitab kuning, penelitian ini justru mengungkap dimensi praktis-pedagogis yang selama ini terabaikan. Temuan mengenai efektivitas integrasi metode bandongan-sorogan dengan pendekatan struktural-komunikatif dalam implementasi Kitab An-Nashor menjadi kontribusi orisinal, mengingat penelitian sebelumnya cenderung mengkaji kedua pendekatan tersebut secara terpisah. Lebih lanjut, temuan tentang faktor "variasi latar belakang pemahaman dasar santri" sebagai penghambat utama memperkuat studi (Lestari, 2. tentang heterogenitas kemampuan awal santri, namun penelitian ini berhasil mengidentifikasi strategi adaptasi spesifik yang diterapkan guru melalui diferensiasi materi dalam Kitab An-Nashor. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi temuan sebelumnya tentang pentingnya gradasi materi, tetapi juga memberikan blueprint operasional tentang bagaimana prinsip pedagogis tersebut diimplementasikan dalam konteks pembelajaran yang riil. Identitas buku AuAn-Nashor: Membantu Belajar Nahwu & ShorofAy Buku AuAn-Nashor: Membantu Belajar Nahwu & ShorrofAy karya Khairul Anas. Pd. , merupakan sebuah buku ajar tata bahasa Arab yang dirancang secara sistematis untuk mengatasi kesulitan pembelajaran yang sering dihadapi para pemula. Latar belakang penulis yang kuat dalam pendidikan pesantren, baik formal di Universitas Nurul Jadid maupun non-formal di LPBA dan Ma'had Al Nurul Jadid, memberikan kredibilitas dalam penyusunan materinya. Buku ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya standar pemahaman ilmu Nahwu dan Shorof di kalangan santri, khususnya di Program Intensif Bahasa Arab (LIPS) SMP Nurul Jadid. Tujuan utamanya adalah memberikan fondasi yang kuat agar santri tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikan kaidah bahasa Arab secara mandiri, dengan harapan kelak dapat menghasilkan karya tulis dalam bahasa Arab (Bani, 2. Al Irfan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. No. 02 Tahun 2025, pp. Tabel 1. Sistematika Penulisan Buku No. Sub Bab Pengertian kalimat, isim, fiAoil dan huruf Isim di tinjau dari Isim ditinjau dari ditampakkan atau Isim ditinjau dari penentuan sifatnya Isim ditinjau dari asal usul katanya Rincian Definisi dan pembagian kalimat Definisi isim dan ciri - cirinya Praktik menentukan isim Definisi fi'il dan ciri - cirinya Definisi huruf dan ciri - cirinya Huruf jar yang sering digunakan Praktik menentukan fi'il dan huruf Isim ditinjau dari bentuk . Definisi mudzakkar dan ciri - cirinya Definisi mu'annats dan ciri - cirinya Praktik menentukan mudzakkar dan mu'annast Definisi isim mufrod Definisi asma'ul khomsah dan macam-macamnya Definisi isim tastniyah dan cara membuatnya Definisi jama' Macam-macam jama' Definisi jama' taksir Definisi jama' mudzakkar salim dan cara membuatnya definisi jama' mu'annast salim dan cara membuatnya Praktik menentukan jama' Definisi isim dhohir dan isim dhomir Definisi dan macam - macam isim dhomir dari segi terpisah / tidaknya Pembagian dhomir munfashil dari segi iAorobnya Definisi dan macam-macam dhomir muttashil rofa' Tabel tashrif fi'il madhi dengan dhomir muttashil rofa' tabel tashrif fi'il mudhori dengan dhomir muttashil rofa'. Tabel tashrif fi'il amar dengan dhomir muttshil rofa' praktik menentukan isim dhohir dan isim Definisi isim nakiroh dan tanda - tandanya Definisi isim makrifat dan bentuk - bentuknya Definisi isim isyaroh dan macam - macammya Definisi isim maushul dan macam - macamnya Definisi isim alam dan macam - macamnya Praktik menentukan isim nakiroh dan makrifat Definisi isim jamid dan bentuk-bentuknya Definisi isim musytaq dan bentuk-bentuknya Definisi isim fa'il dan cara membuatnya Table macam-macam isim fa'il Table ringkasan isim fa'il Praktik menentukan isim fa'il Definisi isim maful dan cara membuatnya Ringkasan wazan isim maf' ul Praktik menentukan isim maf'ul. Definisi sifat musyabbahah dan bentuk-bentuknya Definisi isim tafdhil dan bentuk-bentuknya Definisi shigot muballagoh dan bentuk-bentuknya Praktik menentukan isim tafdil dan shigot Al Irfan P-ISSN: 3089-6800 X E-ISSN: 3089-7300 Isim ditinjau dari dapat atau tidak menerima Isim Ditinjau dari huruf Isim ditinjau dari peruabahan huruf akhir atau tidaknya FiAoil ditinjau dari masa Definisi masdhar mim dan cara membuatnya Mashdar yang terambil dari fi'il tiga huruf Macam-macam mashdar Definisi isim zaman dan isim makan dan cara Definisi isim alat dan cara membuatya Praktik Menetukan Isim Zaman/Makan Dan Isim Alat Definisi isim munshorif dan isim ghoiru munshorif Macam-macam isim ghoiru munshorif Praktik menentukan isim ghoiru munshorif Definisi isim shohih akhir Definisi isim mu'tal akhir dan macam - macamnya Praktik mennetukan isim ditiniau dari huruf Definisi isim fi'il dan macam-macamnya Definisi isim syarat dan macam-macamnya. Definisi isim istifham dan macam-macamnya Definisi isim mu'rob dan macam-macamnya Tanda asal 'irob Macam-macam 'irob isim dan fi'il Macam-macam 'irob dengan harkat dan dengan 'Irob isim mufrod 'Irob isim tasniyah 'Irob jamak mudzakkar salim 'Irob jamak muannast salim 'Irob isim ghoiru munshorif 'Irob isim maqshur dan isim manqhus 'Irob isim mudhof pada ya' mutakallim 'Irob asma' al-khomsah Macam-macam fi'il Definisi fi'il madhi Ciri-ciri fi' il madhi Definisi fi'il mudhori' dan ciri-cirinya Macam-macam huruf mudhoro' ah Definisi fi'il amar dan ciri-cirinya. Praktik menentukan fi'il ditinjau dari masa Fi'il ditinjau dari mu'rob dan mabninya Definisi fi'il mabni Mabninya fi'il madhi, mudhori' dan amar definisi fi'il mu'rob pembagian fi'il mudhori' Definisi fi'il mudhori' shohih akhir dan mu'tal akhir 'Irob nya fi'il mudhori' shohih akhir Keunggulan buku AuAn-Nashor: Membantu Belajar Nahwu & ShorofAy Keunggulan buku ini terletak pada penerapan prinsip-prinsip penyusunan materi bahasa yang komprehensif, di antaranya: Pemilihan Materi (Selectio. Buku ini secara cermat memilih kaidah-kaidah nahwu dan shorof yang paling Al Irfan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. No. 02 Tahun 2025, pp. fundamental dan esensial bagi pemula, seperti pengenalan dasar-dasar kalimat . , isim, fi'il, dan huruf. Pemilihan ini mempertimbangkan tingkat kognitif pelajar dan waktu belajar yang tersedia, sehingga materi yang disajikan benar-benar merupakan fondasi yang indispensable. Penyajian (Presentatio. Buku "An-Nashor" menggunakan pendekatan induktif . horiqoh AlIstinbatiya. yang merangsang rasa ingin tahu siswa. Penjelasan disajikan dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi tabel-tabel ringkasan, membuat materi yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Prinsip pengurutan (Gradatio. Tampak dari susunan materi yang hierarkis dan bertahap. Pembahasan dimulai dari konsep yang paling sederhana, seperti definisi dan ciri-ciri isim, kemudian secara bertahap menuju kepada konsep yang lebih kompleks, seperti i'rob untuk berbagai bentuk isim dan fi'il. Sebagai contoh, pembahasan tentang Isim Marfu' tidak disajikan secara terisolasi, tetapi didahului dengan penjelasan mendetail tentang apa itu isim, kemudian diajarkan berbagai posisi isim dalam kalimat yang menjadikannya berstatus Marfu', seperti sebagai Fa'il atau Mubtada'. Prinsip Pengulangan (Repetitio. Diterapkan secara konsisten melalui bagian "Praktik" di akhir hampir setiap subbab. Pengulangan ini memungkinkan siswa untuk terus-menerus melatih kaidah yang telah dipelajari, sehingga pemahaman menjadi lebih tertanam dan kemampuan membentuk kalimat semakin terasah. Tujuan penulisan buku AuAn-Nashor: Membantu Belajar Nahwu & ShorofAy Motivasi penulisan buku "An-Nashor" berakar dari sebuah klaim fundamental yang diusung oleh penulisnya, yaitu bahwa hanya terdapat satu cara mutlak bagi manusia untuk mempelajari bahasa Arab. Metode yang dimaksud, meski diyakini efektif, justru dianggap sulit dipahami sehingga menciptakan tantangan belajar yang signifikan bagi mayoritas pelajar. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang akhirnya merasa frustasi dan memilih untuk menghindari mata pelajaran ini sama sekali (Sanulita dkk. , 2. Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam, khususnya di kalangan pembina Program Intensif Bahasa SMPNJ (LIPS), yang menyadari adanya kesenjangan antara harapan dan realita penguasaan bahasa Arab para santri. Merespons kondisi tersebut, buku "Nahwu & Shorrof" pun diadopsi sebagai sumber utama pembelajaran di LIPS. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solusi atas minimnya standar keilmuan bahasa Arab, khususnya dalam bidang Nahwu dan Shorrof, yang selama ini dinilai belum diajarkan secara optimal dan sistematis (Ainifarista, 2. Dalam perspektif yang lebih luas, posisi santri LIPS di antara pesantren-pesantren lain juga menjadi pertimbangan. Diyakini bahwa mereka masih belum memiliki alat ukur yang jelas untuk menilai kemampuan minimal mereka, yang seharusnya dapat menjadi jati diri dan ciri khas yang membedakan mereka. Analisis terhadap isi kitab "An-Nashor" menunjukkan adanya upaya transformatif dalam pendekatan pembelajaran nahwu-shorof. Sebagai ilustrasi, penulis menyajikan materi dengan pola gradasi yang jelas disertai contoh visual. Al Irfan P-ISSN: 3089-6800 X E-ISSN: 3089-7300 seperti bagan alur penentuan i'rab: "A( "uE OaE II eIApencarian i'rab dimulai dari akhir kat. yang kemudian dijabarkan dalam diagram pohon untuk menganalisis status i'rab suatu kata. Pendekatan metodologis semacam ini tidak hanya menyederhanakan kompleksitas kaidah tatabahasa, tetapi juga merepresentasikan kontribusi teoretis yang signifikan terhadap pengembangan teori pembelajaran bahasa Arab modern. Temuan penelitian ini memperkuat teori konstruktivisme dalam konteks pendidikan bahasa Arab, di mana kitab "An-Nashor" berfungsi sebagai scaffolding yang memandu pembelajar membangun pemahaman gramatikal secara bertahap dan sistematis. Lebih lanjut, integrasi antara pendekatan mustaqilli . dengan penyajian materi yang terstruktur secara visual ini menawarkan model teoretis baru dalam desain materi ajar bahasa Arab yang mengakomodasi kebutuhan generasi Adapun tujuan penyusunan buku "An-Nashor" secara lebih rinci diungkapkan oleh penulis dalam muqaddimahnya. Penulis mengharapkan agar para santri atau siapa pun yang telah memiliki pemahaman dasar bahasa Arab dapat mendalaminya melalui metode Mustaqilli. Dengan penguasaan metode ini, diharapkan lahir lulusan santri yang tidak hanya berkualitas tetapi juga mampu menghasilkan berbagai karya berbahasa Arab di masa depan. Pada akhirnya, buku ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi siapa saja yang tertarik untuk mempelajari bahasa Arab, memberikan mereka fondasi yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut. SIMPULAN Penelitian ini berhasil menganalisis keunggulan pedagogis kitab "An-Nashor" melalui pendekatan analisis isi yang komprehensif. Temuan mengungkap bahwa buku ini menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran efektif melalui pemilihan materi fundamental, penyajian sistematis dengan pendekatan induktif, gradasi materi bertahap, dan pengulangan konsisten melalui latihan praktik. Secara praktis, guru dapat mengadopsi struktur gradasi materi, pendekatan induktif, dan pola evaluasi formatif dari "An-Nashor" untuk merancang pembelajaran yang lebih terstruktur. Pengembangan bagan alur visual dan pemanfaatan pendekatan mustaqilli juga dapat memfasilitasi pemahaman konsep gramatikal yang kompleks. Meskipun memberikan kontribusi berharga, penelitian ini terbatas pada analisis dokumen. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi eksperimen atau penelitian tindakan kelas untuk menguji efektivitas implementasi kitab ini secara langsung, serta mengembangkan integrasi media digital dan adaptasi model pembelajaran untuk konteks yang lebih beragam. REFERENSI