Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 PENGARUH AKUNTABILITAS. TRANSPARANSI. DAN FLEKSIBILITAS TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DENGAN APLIKASI RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (ARKAS) SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Pada SD Negeri dan Swasta di Kecamatan Batam Kot. Fiky Nela Syifa1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Akuntansi. Universitas Batam fnsyifa2903@gmail. Abstract The purpose of this study is to get a better grasp on the interplay between BOS fund management efficacy and accountability, transparency, and flexibility. Additionally, we are including the ARKAS moderating variable. Quantitative research is what this Public and private elementary schools in the Batam Kota Sub-District that get funding from the BOS are surveyed via questionnaires to gather primary data. Accountability and transparency, according to this study, significantly impact the efficacy of BOS fund administration. Although partial flexibility does not significantly impact the efficacy of BOS fund management. Accountability, openness, and adaptability all play a role in how well BOS funds are managed. Accountability, transparency, and flexibility are moderators of BOS fund management effectiveness. nevertheless, the moderation variable ARKAS can only serve as a homologizer Keywords: ARKAS. BOS Fund. flexibility, transparency Abstrak Tujuan dari penelitian ini ialah guna mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai interaksi antara keberhasilan pengelolaan dana BOS dengan akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas. Selain itu, kami juga memasukkan variabel moderasi ARKAS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sekolah dasar negeri dan swasta di Kecamatan Batam Kota yang menerima dana BOS disurvei melalui kuesioner untuk mengumpulkan data primer. Akuntabilitas dan transparansi, menurut penelitian ini, secara signifikan berdampak pada efektivitas administrasi dana BOS. Meskipun secara parsial fleksibilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS. Akuntabilitas, keterbukaan, dan fleksibilitas berperan dalam keberhasilan pengelolaan dana BOS. Akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas merupakan pemoderasi efektivitas pengelolaan dana BOS, namun variabel moderasi ARKAS hanya berfungsi sebagai pemoderasi homolog. Kata Kunci: ARKAS. Dana BOS. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 PENDAHULUAN Program pemerintah yang dikenal sebagai BOS menyediakan dana untuk operasional sekolah. Misi BOS adalah untuk meringankan hambatan keuangan terhadap pendidikan berkualitas bagi semua anak di Indonesia, dengan fokus khusus pada mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, sehingga mereka dapat bersekolah di sekolah dasar dan menengah. Untuk membiayai biaya operasional yang tidak termasuk staf, sekolah dasar dan menengah dapat menggunakan dana BOS. Pada tahun 2024, 43,7 juta pelajar akan memperoleh bantuan keuangan dari BOS, dengan total anggaran sejumlah Rp 52 triliun. Sejumlah 22,7 triliun ringgit Indonesia dialokasikan untuk sekolah dasar (Ditjen Dikdasmen, 2. Ditjen Dikdasmen . melaporkan bahwa dari 219. 684 sekolah dasar dan menengah yang dialokasikan dana BOS pada tahun 2024, 219. 270 sekolah telah menerima dana BOS, sementara 414 sekolah belum menerima dana BOS. Peraturan keuangan untuk BOS diuraikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbudriste. No. 63 tahun 2022 dan revisinya (Permendikbudristek No. 63 tahun 2. Merupakan tanggung jawab setiap pengelola sekolah untuk memastikan bahwa dana BOS dikelola dengan baik. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk membentuk tim yang terdiri dari bendahara BOS, perwakilan komite sekolah dan wali murid, serta guru. Pertanggungjawaban dana BOS meliputi perencanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi ialah alat bantu resmi guna mengatur serta mendokumentasikan semua rangkaian tersebut. Dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi, sistem ARKAS mengelola berbagai jenis pendanaan untuk satuan pendidikan dan membantu tugas-tugas pengelolaan keuangan BOS seperti penganggaran dan pertanggungjawaban secara digital. Penggunaan dana BOS harus mengikuti lima prinsip yang digariskan dalam Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022: fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Fleksibilitas memanfaatkan komponen dana BOS untuk menjamin bahwa setiap keinginan satuan pendidikan dalam mengelola dana BOS dapat terpenuhi. Selain itu, dengan pendekatan yang efektif, satuan pendidikan dapat menggunakan dana BOS untuk mencapai tujuan mereka. Anggaran BOS dirancang seefisien mungkin agar hasil belajar siswa lebih maksimal. Akuntabilitas menjadi prinsip berikutnya, yaitu memastikan bahwa lembaga pendidikan dapat menunjukkan ke mana saja dana BOS digunakan mengikuti kaidah yang ditetapkan dan ketentuan yang berlaku. Prinsip terakhir adalah keterbukaan. Bersikap transparan terhadap pemangku kepentingan dalam pengelolaan dana BOS merupakan salah satu bentuk keterbukaan, menurut Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022. Kenyataannya, masih ada saja kejadian penyelewengan dana BOS. Dinas Pendidikan, administrator sekolah, dan bendahara memiliki posisi yang memungkinkan untuk menggelapkan dana BOS. Penyelewengan yang terjadi antara lain berupa pemalsuan tanda tangan komite sekolah, manipulasi anggaran fiktif atau mark up, dan penggelembungan anggaran yang tidak sesuai dengan Berdasarkan pengamatan di sejumlah sekolah dasar negeri juga swasta di Kecamatan Batam Kota, fleksibilitas, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan transparansi dana BOS telah diterapkan. Meskipun demikian, terdapat sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam implementasinya. Beberapa contohnya adalah laporan pertanggungjawaban yang terlambat dan masalah-masalah yang masih ada terkait penyertaan berkas-berkas yang diwajibkan. Ketidaktertarikan komite untuk Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 berpartisipasi dalam rapat perencanaan dan penganggaran dana BOS juga menjadi salah satu masalah yang masih ada. Hanya sedikit anggota komite yang hadir dalam rapat di tingkat satuan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui bagaimana transparansi dan akuntabilitas mempengaruhi efektivitas administrasi dana BOS. Penelitian ini akan dikembangkan dengan memasukkan gagasan fleksibilitas, yang sangat penting dalam mengelola dana BOS. Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) ialah variabel moderasi lain yang akan dimasukkan. TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Teori Stewardship Dalam teori stewardship, pemilik . dan manajemen . bekerja Ide stewardship diperkenalkan Donaldson dan Davis di tahun 1991 sebagai alternatif dari teori keagenan (Truong, 2. Berdasarkan teori stewardship, interaksi manajer dengan pihak lain akan berkisar pada memajukan kepentingan prinsipal atau Kepentingan manajer sendiri tidak akan pernah diizinkan untuk mengalahkan kepentingan perusahaan. Dalam organisasi dengan teori stewardship, para manajer bekerja sama untuk menemukan solusi atas masalah dan mencapai tujuan (Davis et al. , 2. Satuan pendidikan yang bertanggung jawab untuk menangani dana BOS berada di bawah pengawasan pemerintah dan wali murid. Pihak yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah. Teori Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Semua bagian dari manajemen dan operasi perusahaan, termasuk proses dan prosedurnya, diatur oleh tata kelola perusahaan. Menurut Ghozali . Ausejumlah aturan, proses, dan mekanisme pengambilan keputusan merupakan bagian tata kelola perusahaan yang baik, bertujuan untuk menjaga agar para pemangku kepentingan tidak terlibat dalam perselisihanAy. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No: PER-01/MBU/2011 menguraikan pentingnya penerapan konsep tata kelola perusahaan dengan efektif meliputi keadilan, transparansi, tanggung jawab, kemandirian, serta akuntabilitas. Dalam sekolah, good corporate governance disebut tata kelola sekolah yang Good school governance ini mengacu pada metode dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjalankan dan mengawasi sekolah secara efisien. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana kelas yang ramah, produktif, dan fokus pada kebutuhan siswa (Sohidin et al. , 2. Keterbukaan, tanggung jawab, keadilan, kemandirian, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, partisipasi, dan fokus untuk mencapai konsensus adalah prinsip tata kelola yang baik menurut OECD . Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Menurut peraturan saat ini, dana BOS dapat diaplikasikan untuk berbagai aktivitas satuan pendidikan yang terdapat pada komponen penggunaan dana BOS, untuk memastikan bahwa program-program sekolah dasar dan menengah adalah program yang wajib serta sesuai dengan persyaratan nasional. Dana BOS mencakup dana BOS reguler juga BOS kinerja. BOS reguler menyediakan dana yang konsisten bagi satuan pendidikan sehingga mereka dapat melaksanakan program pendidikan dasar dan menengah. BOS reguler menetapkan standar bahwa setiap sekolah dasar dan menengah negeri atau swasta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh dana tersebut. Beberapa parameter yang menentukan jumlah dana BOS didistribusikan ke seluruh daerah adalah sebagai berikut: jumlah Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 siswa yang terintegrasi dalam struktur Data Pokok Pendidikan (Dapodi. Indeks Pembangunan Domestik (IPD), dan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik (BPS) (DJPb Kemenkeu, 2. Jumlah pembiayaan BOS untuk satuan pendidikan dihitung dengan mengalikan jumlah siswa di setiap daerah dengan standar pembayaran BOS per satuan biaya. Pendanaan untuk satuan pembiayaan BOS ditetapkan melalui peraturan menteri. Efektivitas Tingkat keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuannya merupakan salah satu ukuran efektivitas program tersebut. Program yang efektif adalah program yang mencapai tujuannya pada tingkat yang lebih tinggi (Wafa, 2. Sondang P. Siagian telah menetapkan delapan standar atau alat evaluasi efektivitas. Untuk memenuhi standar tersebut, seseorang harus yakin akan tujuan yang akan dicapai, memiliki rencana yang matang untuk mencapai tujuan tersebut, mengkaji dan merumuskan kebijakan yang solid, merencanakan dengan cermat, menyusun program secara akurat, memiliki infrastruktur dan fasilitas kerja yang sesuai, melaksanakan rencana secara efisien dan efektif, serta memiliki sistem untuk mengawasi dan mengendalikan pendidikan (Mardhatillah, 2. Efektivitas merupakan prinsip utama dalam pengelolaan dana BOS, yang berarti bahwa dana tersebut Harus mampu menyumbangkan kontribusi yang signifikan terhadap realisasi sasaran satuan Akuntabilitas Jika satu pihak mendapatkan kepercayaan dari pihak lain, kata Mohammad Mahsun, pihak tersebut harus memberi tahu pihak lain tentang semua kegiatannya (Wantah et al. , 2. Akuntabilitas proses, akuntabilitas kebijakan, akuntabilitas kejujuran dan hukum, dan akuntabilitas program adalah empat indikator akuntabilitas yang dikemukakan Mardiasmo (Vidyasari & Suryono, 2. Akuntabilitas merupakan salah satu dari lima kriteria dalam tata kelola dana BOS dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022, sehingga dana tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara wajar dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang Transparansi Bersikap terbuka serta jujur kepada pihak lain menunjukkan bahwa anda menghargai kepentingan mereka. Memastikan bahwa semua orang mengetahui hasil yang dicapai dan bahwa para manajer mendapatkan kepercayaan dari semua orang adalah tujuan dari penggunaan prinsip transparansi. Indikator tata kelola yang baik yang diberikan oleh Kristianten (Mayasari, 2. meliputi dokumen yang dapat diakses, informasi yang jelas dan lengkap, proses yang terbuka, dan adanya kerangka hukum yang menjamin transparansi. Prinsip keterbukaan wajib diterapkan dalam manajemen keuangan BOS. prinsip ini menjaga agar semua pihak tetap berada di jalur yang benar, memastikan bahwa tujuan para pemangku kepentingan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Komite sekolah, orang tua siswa, serta guru dapat berperan dalam memutuskan penggunaan dana BOS. Pihak-pihak ini dapat menawarkan rekomendasi dan saran kepada lembaga pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dan mereka juga dapat terus mendapatkan informasi terbaru tentang hasil dari inisiatif pendanaan BOS. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Fleksibilitas Bahrami berpendapat bahwa fleksibilitas adalah gagasan yang memiliki banyak aspek yang membutuhkan adaptasi dan fleksibilitas, yang berhubungan dengan kebaruan, kreativitas, dan perubahan, serta mengindikasikan kemantapan, kesuksesan jangka panjang, dan kemampuan berubah melalui hubungannya dengan ketahanan dan ketangguhan (Sharma et al. , 2. Fleksibilitas ditentukan oleh empat faktor: penempatan, volume, kontinuitas, dan variabilitas (Kossek & Lautsch, 2. Metode yang mudah beradaptasi yang mengarahkan distribusi dana BOS memungkinkannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap satuan ARKAS Sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang disebut Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dioperasikan oleh satuan pendidikan guna mengelola dana BOS mulai dari penganggaran hingga Hal ini diuraikan dalam Pasal 1 Ayat . Permendikbud No. Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Kemendikbud. Seperti yang dinyatakan oleh DeLone dan McLean . , sistem informasi dapat diidentifikasi melalui kemampuan beradaptasi, ketersediaan, ketergantungan, waktu respons, dan kegunaannya. ARKAS sekarang sepenuhnya terhubung dengan sistem SIPD dan SIPLah. Selain itu. Musa . , menyatakan AuARKAS juga terintegrasi dengan Manajemen Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (MARKAS), yang dapat membantu Dinas Pendidikan setempat dalam mengamati pelaksanaan tata kelola dana BOSAy. Kerangka Berpikir Gambar di bawah ini mengilustrasikan kerangka konseptual penelitian ini, yaitu pengaruh fleksibilitas, transparansi, serta akuntabilitas pada efektivitas pengelolaan dana BOS dengan ARKAS sebagai variabel moderasi : Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Hipotesis Pada analisis ini, hipotesis yang diajukan ialah: H1 : AuTerdapat pengaruh antara akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H2 : AuTerdapat pengaruh antara transparansi terhadap efekktivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H3 : AuTerdapat pengaruh antara fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H4 : AuTerdapat pengaruh antara akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H5 : AuAplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) memoderasi pengaruh akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H6 : AuAplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) memoderasi pengaruh transparansi terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay H7 : AuAplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) memoderasi pengaruh fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Ay METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berdasarkan metodologi survei. Sugiyono . menerangkan metode kuantitatif dikenal dengan metode positivistik, karena berasaskan pada positivisme, guna meneliti populasi atau sampel tertentu. Guna menguji hipotesis, peneliti memakai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data, kemudian dianalisis menggunakan statistik dan data numerik. Tujuan dari penelitian ini ialah guna menganalisis proses penentuan hubungan antar variabel, oleh karena itu digunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan Sampel Seluruh sekolah dasar di Kecamatan Batam Kota. Kota Batam, baik negeri maupun swasta, yang memperoleh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan populasi analisis ini. Jumlah keseluruhan lembaga pendidikan adalah 10 sekolah dasar negeri dan 43 sekolah dasar swasta. Peneliti dalam studi ini menggunakan strategi sampel purposif yang didasarkan pada pengambilan sampel non-probabilitas. Penelitian ini memilih tiga orang untuk berpartisipasi dari setiap sekolah: kepala sekolah, bendahara dana BOS, dan satu orang perwakilan komite. Survei yang dikirimkan akan didasarkan pada skala Likert. Teknik Pengumpulan Data Kuesioner akan dikirimkan ke responden yang telah ditentukan peneliti. Sugiyono . mengatakan tujuan dari kuesioner yaitu untuk menghimpun informasi dari orang-orang dengan meminta mereka menjawab serangkaian pernyataan atau Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Teknik Analisis Data . Statistik Deskriptif Alih-alih bertujuan menarik kesimpulan atau generalisasi yang luas, analisis statistik ini menawarkan gambaran umum atau deskripsi dari data yang diperoleh, yang sangat membantu untuk meninjau data. Evaluasi Kualitas Data Penilaian validitas dan reliabilitas diterapkan dalam investigasi ini. Uji validitas bermanfaat untuk memverifikasi keabsahan item-item pernyataan yang dipakai dalam Instrumen dapat digunakan guna menilai variabel yang diperlukan jika Keputusan dibuat dengan melihat perbandingan r hitung dan r tabel dengan signifikansi 0,05, dengan syarat di bawah ini: Butir pertanyaan valid jika r hitung > dari r tabel. Butir pertanyaan tidak valid jika r hitung < dari r tabel. Uji reliabilitas guna menentukan apakah alat ukur konsisten jika pengukuran dilakukan berulang. Berikut ini merupakan dasar pengambilan keputusan: AuKuesioner reliabel jika nilai cronbach's alpha > dari 0,60Ay. AuKuesioner tidak reliabel jika nilai cronbach's alpha < 0,60Ay. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas diterapkan. Uji normalitas berguna untuk menentukan apakah sekumpulan variabel atau data terdistribusi secara normal dengan menilai distribusi datanya. Saat melakukan uji Kolmogorov-Smirnov pada tingkat kepercayaan 95%, peneliti menggunakan metode uji eksak Monte Carlo. Keputusan dibuat berdasarkan standar berikut: Data dianggap terdistribusi normal jika probabilitas signifikansinya > 0,05. Data tidak terdistribusi normal jika probabilitas signifikansi < 0,05. Uji multikolinearitas adalah metode yang digunakan guna mengevaluasi hubungan antar variabel independen dalam model regresi berganda. Antar variabel independen tidak diperbolehkan berkorelasi dalam model regresi. Multikolinearitas dapat diamati dengan dua cara yang berbeda: Nilai toleransi diatas 0,10 dianggap dapat tidak ada multikolinearitas. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10, dianggap tidak ada Uji heteroskedastisitas berguna untuk memastikan apakah model regresi terjadi perbedaan varians dari residual dari satu pengujian ke pengujian berikutnya. Dilihat dari scatterplot, jika ada pola tertentu yang muncul dari scatterplot, maka model Sebaliknya, heteroskedastisitas jika scatterplot terdistribusi secara acak. Uji Glejser dapat dioperasikan pada aplikasi SPSS dengan membuat regresi variabel-variabel independen terhadap nilai absolut residualnya, selain dengan melihat scatterplot. Keputusannya dapat diambil dengan ketentuan: Tidak adanya gejala heteroskedastisitas ditunjukkan dengan nilai (Sig. ) lebih tinggi dari 0,05. Gejala heteroskedastisitas terdapat apabila nilai (Sig. ) lebih rendah dari 0,05. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 . Analisis Regresi Linier Berganda Menentukan kekuatan dan arah hubungan antara variabel independen dan dependen merupakan tujuan dari analisis regresi linier berganda. Berikut ini adalah rumus untuk regresi linier berganda: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Keterangan : Y = Variabel Dependen (Efektivitas pengelolaan dana BOS) a = Konstanta Persamaan Regresi b1, b2, b3 = Koefisien Regresi X1 = Variabel Independen (Akuntabilita. X2 = Variabel Independen (Transparans. X3 = Variabel Independen (Fleksibilita. e = Residual / eror . Uji Hipotesis Pada analisis ini, koefisien determinasi, uji f simultan, serta uji t parsial Uji t parsial diterapkan demi menilai pengaruh variabel independen terhadap dependen secara individu. Hasil uji t diketahui dengan membandingkan t hitung dan t tabel. Berikut ini adalah kriterianya: AuJika t hitung > t tabel, berarti variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependenAy AuJika t hitung < t tabel, berarti variabel independen tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependenAy. Dampak simultan variabel independen terhadap variabel dependen diketahui dengan melakukan uji f simultan. Berikut kriteria keputusan yang diambil: F hitung > f tabel, diindikasikan berpengaruh secara simultan. F hitung < f tabel, maka diindikasikan tidak berpengaruh secara simultan. Koefisien determinasi, atau R square, dapat diterapkan guna mengetahui sejauh mana variabel independen memberi dampak pada variabel dependen. Uji ini mensyaratkan bahwa hasil uji F pada analisis linier berganda memiliki nilai yang . Moderated Regression Analysis (MRA) Bentuk lanjutan dari regresi berganda linier. Moderated Regression Analysis (MRA) pada dasarnya adalah uji interaksi di mana dua atau lebih variabel independen dikalikan bersama dalam persamaan regresi. Berikut adalah persamaannya : Y = 1X1 2X2 3X3 4Z 5(X1*Z) 6(X2*Z) 7(X3*Z) e Keterangan : Y = Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) = Konstanta = Koefisien Regresi X1 = Akuntabilitas X2 = Transparansi X3 = Fleksibilitas = Aplikasi Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (ARKAS) X1*Z = Interaksi Akuntabilitas dan Efektivitas Pengelolaan Dana BOS X2*Z = Interaksi Transparansi dan Efektivitas Pengelolaan Dana BOS X3*Z = Interaksi Fleksibilitas dan Efektivitas Pengelolaan Dana BOS = Error Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Ada empat jenis variabel moderasi, seperti yang diuraikan oleh Sharma dkk. Variabel moderasi murni, berinteraksi dengan variabel dependen tetapi tidak dengan variabel independen. variabel ini memoderasi hubungan antara kedua variabel tersebut. Variabel moderasi semu, bertindak sebagai variabel independen sekaligus moderator interaksi antara variabel dependen dan independen. variabel ini berinteraksi dengan variabel independen dan dependen. Homologizer moderator, dapat melemahkan atau menguatkan korelasi antara dua variabel. Variabel ini tidak memiliki imteraksi dengan variabel lain, independen atau dependen. Prediktor moderator, juga dikenal sebagai prediktor moderasi, adalah variabel bebas dalam model hubungan yang terbentuk (Bryan & Haryadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel hasil uji statistik deskriptif di atas memberikan penjelasan sebagai berikut: Akuntabilitas Analisis statistik deskriptif menampilkan bahwa variabel akuntabilitas memiliki standar deviasi sebesar 2,328 dari 146 responden. Nilai minimum akuntabilitas 27 dan nilai maksimumnya 35. Seperti yang ditampilkan oleh tabel ini, nilai rata-rata . adalah 31,64. Nilai rata-rata dibagi dengan jumlah pertanyaan untuk menentukan kisaran statistik deskriptif ini. Kisaran yang dihasilkan adalah 4,52, yang dianggap tinggi karena mendekati 5. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner akuntabilitas didukung secara antusias oleh mayoritas responden. Transparansi Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa variabel transparansi memiliki standar deviasi sebesar 2,618 dari 146 responden. Nilai minimum variabel transparansi adalah 19 dan nilai maksimumnya adalah 30. Kolom berikutnya menggambarkan bahwa nilai rata-rata adalah 25,29. Untuk memastikan kisaran statistik deskriptif ini, nilai rata-rata dibagi dengan jumlah pertanyaan. Kisaran yang dihasilkan adalah 4,215, yang dianggap tinggi karena mendekati 5. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner transparansi didukung secara antusias oleh mayoritas Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 . Fleksibilitas Standar deviasi untuk variabel fleksibilitas adalah 1,755, sebagaimana ditunjukkan oleh analisis statistik deskriptif terhadap 146 responden. Variabel fleksibilitas berkisar antara nilai minimum 17 hingga maksimum 25. Dalam tabel ini, nilai rata-rata adalah 22,38. Untuk mengetahui kisaran statistik deskriptif ini, nilai rata-rata dibagi dengan jumlah pertanyaan. Kisaran yang dihasilkan adalah 4,476, yang hampir sama dengan 5, yang menunjukkan bahwa kisarannya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner fleksibilitas dipenuhi dengan baik oleh mayoritas responden. Efektivitas dana BOS Nilai standar deviasi variabel efektivitas pengelolaan dana BOS adalah 2,949, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil analisis statistik deskriptif dari 146 responden. Variabel efektivitas berkisar antara 29 hingga 40. Nilai rata-rata . senilai 34,88, yang ditunjukkan oleh hasil analisis statistik deskriptif dari 146 responden. Nilai ratarata dibagi dengan jumlah pertanyaan untuk menentukan rentang nilai, yang dihasilkan adalah 4,36, dianggap tinggi karena mendekati 5. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju dengan kuesioner efektivitas pengelolaan dana BOS. ARKAS Hasil analisis statistik deskriptif mengindikasikan bahwa variabel ARKAS mempunyai standar deviasi sebesar 3,165 dari 146 responden. Variabel ARKAS memiliki nilai minimum senilai 28 dan nilai maksimum senilai 40. Tabel tersebut menggambarkan bahwa nilai rata-ratanya adalah 34,51. Nilai rata-rata dibagi dengan jumlah pertanyaan untuk menentukan kisaran statistik deskriptif ini, yaitu 4,31. Kisaran ini dianggap tinggi karena mendekati angka 5. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner ARKAS secara signifikan didukung oleh tanggapan mayoritas responden. Uji Validitas Sebuah item pernyataan dianggap valid jika dan hanya jika r hitung > r tabel pada signifikansi 5%. Terdapat 146 partisipan dalam penelitian ini, sehingga : df = (N-. = 146 Ae 2 = 144, dengan probabilitas 5%, didapatkan nilai r tabelnya adalah 0,1625. Tabel 2 Hasil Uji Validitas r tabel Variabel Item r hitung Keterangan . %) 0,533 0,1625 Valid 0,701 0,1625 Valid 0,753 0,1625 Valid Akuntabilitas 0,622 0,1625 Valid (X. 0,681 0,1625 Valid 0,696 0,1625 Valid 0,679 0,1625 Valid Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Transparansi (X. Fleksibilitas (X. Efektivitas Pengelolaan Dana BOS (Y) ARKAS (Z) 0,688 0,873 0,840 0,833 0,705 0,680 0,697 0,645 0,776 0,631 0,640 0,519 0,710 0,779 0,816 0,778 0,433 0,660 0,739 0,676 0,567 0,775 0,746 0,706 0,823 0,561 0,789 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 0,1625 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dilihat dari tabel 2, dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian ini mengandung pernyataan yang valid. Uji Reliabilitas Keputusan pada uji reliabilitas didasarkan pada apakah variabel penelitian menghasilkan nilai cronbach's alpha lebih besar dari 0,60 atau tidak. Berdasarkan hasil pada tabel berikut ini menunjukkan bahwa alat ukur reliabel. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Uji Normalitas Tabel 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. d Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed Penelitian ini, normalitas bergantung dari nilai signifikan Monte Carlo untuk pengambilan keputusan. Data dianggap terdistribusi normal jika nilainya diatas 0,05. Mengacu tabel di atas, yang memiliki nilai signifikansi Monte Carlo 0,060, diartikan sebaran data penelitian ini terdistribusi normal. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Uji Multikolinearitas Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Tidak ada gejala multikolinearitas jika variabel penelitian menunjukkan nilai tolerance > 0,100 serta nilai VIF < 10. Sehingga analisis regresi dapat dilakukan. Tabel 5 menunjukkan: Nilai VIF akuntabilitas 2,011 (<. serta nilai tolerance 0,497 (>0,. Diartikan tidak terjadi multikolinearitas. Nilai VIF transparansi 3,025 (<. serta nilai tolerance 0,331 (>0,. Diartikan tidak terjadi multikolinearitas. Nilai VIF fleksibilitas 1,675 (<. dan nilai tolerance 0,597 (>0,. Diartikan tidak terjadi multikolinieritas. Nilai tolerance ARKAS 0,355 (>0,. dan nilai VIF 2,816 (<. Sehingga diartikan tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1 Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Sumber: Diolah Peneliti, 2024 Temuan uji scatterplot yang menunjukkan bahwa plot pengamatan terdistribusi acak di atas juga di bawah batas 0 pada sumbu Y, dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak menunjukkan adanya Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Tabel 6 Hasil Uji Glejser Kesimpulan ini diperoleh dengan melihat nilai signifikansi dari hasil uji glejser: Akuntabilitas: Nilai signifikansi 0,405 > 0,05 mengindikasikan bahwa Transparansi: Variabel transparansi tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,557 > 0,05. Fleksibilitas: Variabel fleksibilitas tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,156 > 0,05. Nilai signifikansi sebesar 0,403 > 0,05 menunjukkan bahwa variabel ARKAS tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Diperoleh persamaan regresi seperti berikut. Y = 3,812 0,646 X1 0,413 X2 Ae 0,051 X3 e Mengacu pada data dalam tabel 7, kita dapat menyimpulkan bahwa: Jika variabel independen . ransparansi, akuntabilitas, dan fleksibilita. semuanya nol, maka efektivitas pengelolaan dana BOS adalah sebesar 3,812, seperti yang ditunjukkan oleh nilai konstanta. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Diasumsikan semua variabel independen lainnya tetap konstan, maka peningkatan satu satuan pada variabel akuntabilitas akan menyebabkan peningkatan 0,646 satuan pada efektivitas pengelolaan dana BOS, sesuai dengan koefisien regresi akuntabilitas (X. Dengan anggapan semua variabel independen lain tetap, peningkatan satu unit transparansi (X. akan menyebabkan peningkatan efektivitas pengelolaan dana BOS 0,413 unit. Diasumsikan variabel independen lainnya tetap konstan, peningkatan satu satuan pada variabel fleksibilitas akan menurunkan efektivitas pengelolaan dana BOS 0,051, sesuai dengan koefisien regresi fleksibilitas (X. yang bernilai -0,051. Uji T Parsial Tabel 8 Hasil Uji T (Parsia. Nilai t-tabel dihitung dengan menerapkan rumus a/2 = 0,05/2 = 0,025. Selanjutnya, df = n-k-1 = 146-3-1 = 142. Didapat nilai t-tabel 1,976. Berikut kesimpulan yang didapat: Akuntabilitas: Nilai t hitung 7,445 > t tabel sejumlah 1,976, serta nilai signifikansi senilai 0,000 < 0,05. Dengan demikian, akuntabilitas berpengaruh signifikan secara parsial terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS. Oleh karena itu, hipotesis H1 yang mengindikasikan bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS Transparansi: Nilai t hitung senilai 5,068 > t tabel 1,976, serta nilai signifikansi senilai 0,000 < 0,05. Diartikan transparansi mempengaruhi efektivitas pengelolaan dana BOS pada tingkat yang cukup besar. Oleh karena itu. H2 yang mengungkapkan bahwa transparansi berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS dapat diterima. Fleksibilitas: Nilai t hitung -0,474 < t tabel 1,976, dan nilai signifikansi sebesar 0,636 > sebesar 0,05. Diartikan bahwa efektivitas pengelolaan dana BOS tidak dipengaruhi secara signifikan oleh fleksibilitas. Oleh Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 karena itu. H3 yang mengungkapkan bahwa keefektifan pengelolaan dana BOS dipengaruhi oleh fleksibilitas ditolak. Uji F Simultan Tabel 9 Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: efektivitas pengelolaan dana BOS Predictors: (Constan. , fleksibilitas, transparansi, akuntabilitas Untuk memahami temuan uji F, kita perlu mencari nilai F tabel, yaitu 2,668, dengan menggunakan rumus df1 = 4-1 = 3 dan df2 = 146-3 = 143. Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat disimpulkan variabel independen akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS . ilai F hitung = 81,589 > F tabel = 2,668, signifikansi = 0,000 < alpha = 0,. Dengan demikian, kami mendukung H4 yang menyatakan bahwa keterbukaan, akuntabilitas, serta transparansi berdampak pada efisiensi pengelolaan dana BOS. Koefisien Determinasi Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. , fleksibilitas, transparansi, akuntabilitas Dengan nilai koefisien determinasi sejumlah 0,633, dapat dilihat bahwa akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas, sebagai faktor independen, menjelaskan 63,3% variasi variabel dependen efektivitas pengelolaan dana BOS. Variabel beserta faktor lain menjelaskan 36,7% sisanya. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Moderated Regression Analysis (MRA) Tabel 11 Hasil Uji MRA Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Coefficients Beta Sig. aplikasi ARKAS X1_Z X2_Z X3_Z Dependent Variable: efektivitas pengelolaan dana BOS Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 7,600 0,865 X1 0,567 X2 Ae 1,019 X3 Ae 0,022 Z Ae 0,011 X1*Z Ae 0,012 X2*Z 0,040 X3*Z e Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: Interaksi variabel X1 . dengan variabel moderasi ARKAS memiliki nilai signifikan sebesar 0,631 > 0,05. Jadi, diartikan bahwa H5 yang mengungkapkan bahwa ARKAS memoderasi dampak akuntabilitas terhadap efektivitas dana BOS ditolak. Hasil sebesar 0,511 > 0,05 menunjukkan bahwa interaksi antara transparansi (X. dan variabel moderasi. ARKAS, tidak signifikan secara statistik. Jadi. H6 yang menyatakan ARKAS memoderasi dampak transparansi terhadap pengelolaan dana BOS tidak diterima. Variabel interaksi yang melibatkan fleksibilitas (X. dan variabel moderasi ARKAS dengan nilai signifikansi 0,134 > 0,05. Dengan demikian. H7 yang menyatakan bahwa ARKAS memoderasi dampak fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS ditolak. Pembahasan . Pengaruh akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Hasil pengujian mengindikasikan efektivitas dana BOS secara signifikan dipengaruhi oleh akuntabilitas. Akuntabilitas mengacu pada cara entitas yang dipercayakan untuk mengelola dana BOS mendokumentasikan ketaatan mereka terhadap hukum atau peraturan. Pada saat tertentu, satuan pendidikan harus mengungkapkan dana yang telah diterima dan dikelola. Hal ini akan menjamin bahwa tujuan satuan pendidikan telah tercapai dengan mengalokasikan dana BOS sesuai Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 dengan yang direncanakan dan dianggarkan. Dengan demikian, dana BOS akan efektif, berdampak, dan membantu siswa. Rachman dkk. Ramadhani . Artini . Nupus . Pamungkas . Tanjung dkk. Elgina . , dan Ika . , semuanya mencapai kesimpulan yang sama. Pengaruh transparansi terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Temuan dari uji coba ini menunjukkan bahwa keterbukaan sangat berdampak pada efektivitas dana BOS. Ikut serta komite sekolah dan semua guru dalam proses perencanaan dan penganggaran dapat membantu tercapainya transparansi dalam pengelolaan dana BOS. Menginfokan realisasi dana BOS merupakan kewajiban satuan pendidikan. Agar tujuan satuan pendidikan dapat tercapai dan dana BOS dapat dikelola secara efektif untuk kepentingan siswa, maka realisasi dana BOS harus sesuai dengan rencana dan anggaran. Transparansi berdampak pada efektivitas pengelolaan dana BOS, sebagaimana dikonfirmasi oleh temuan studi ini dan temuan Rachman . Ramadhani . Artini . Agestina dkk. Nupus . Pamungkas . Tanjung dkk. , dan Ika . Pengaruh fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Fleksibilitas tidak berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS, menurut kesimpulan studi ini. Anggaran dana BOS disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap satuan pendidikan yang unik, berkat adanya fleksibilitas dalam mengelola dana tersebut. Sistem manajemen yang baik sangat penting agar fleksibilitas tersebut dapat bermanfaat. Menganggarkan dana BOS sesuai kebutuhan menjadi lebih mudah dengan adanya fleksibilitas, namun fleksibilitas ini harus dibarengi dengan pengawasan yang kuat agar efektif. Tanpa pengendalian, regulasi dan pengawasan ketat, anggaran dana BOS bisa jadi disusun tidak sesuai dengan . Pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Faktor keberhasilan pengelolaan dana BOS adalah penggabungan akuntabilitas, transparansi, dan fleksibilitas, baik secara parsial maupun bersama-sama. Kepatuhan atas hukum serta peraturan, dan juknis yang berlaku akan terjamin dengan adanya pertanggungjawaban dalam laporan pertanggungjawaban dana BOS. Pengelolaan dana BOS harus terbuka dan transparan sehingga semua pemangku kepentingan mengetahui rencana dan berapa besar biayanya. Dengan adanya kelonggaran, kita dapat menyesuaikan rencana pengeluaran guna mencukupi kebutuhan spesifik setiap sekolah sesuai standar teknis yang berlaku. Keberhasilan administrasi dana BOS dapat dicapai dengan bantuan ketiga prinsip tersebut. Pengaruh akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sebagai variabel moderasi Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Berdasarkan hasil pengujian, tidak ada pengaruh moderasi akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS oleh variabel ARKAS. Program ARKAS digunakan untuk memasukkan anggaran yang direncanakan dan anggaran aktual yang dibelanjakan selama pelaksanaan program. Perbedaan Standar Satuan Harga (SSH) antara lembar excel yang disediakan oleh Dinas Pendidikan dan SIPBOS dengan SSH yang ada di ARKAS merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat memasukkan Anggaran awal harus direvisi karena hal ini. Kesalahan manusia atau kesalahan input data juga dapat menjadi masalah jika pengguna tidak berhati-hati saat memasukkan anggaran atau realisasi pengeluaran, sehingga menghasilkan angka yang tidak sesuai dengan kenyataan. Pengaruh transparansi terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sebagai variabel moderasi Berdasarkan hasil pengujian, tidak ada efek moderasi dari transparansi terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS oleh variabel ARKAS. Anggota tim BOS di setiap satuan pendidikan, termasuk komite sekolah dan kepala sekolah, menggunakan ARKAS. Namun demikian, komite jarang menggunakan akses ini karena ARKAS lebih banyak digunakan untuk memasukkan anggaran yang direncanakan dan realisasi pengeluaran oleh bendahara. Selain itu. ARKAS membutuhkan spesifikasi perangkat yang terstandardisasi untuk beroperasi, yang dapat menjadi masalah bagi pengguna yang perangkatnya tidak sesuai dengan persyaratan ini. Tantangan tambahan lainnya adalah kebutuhan akan koneksi internet yang handal, pemeliharaan aplikasi secara berkala, dan pemadaman server. Untuk menyebarluaskan informasi tentang penggunaan dana BOS, lembaga pendidikan semakin banyak beralih ke media alternatif, seperti papan informasi yang dirancang untuk tujuan tersebut. Pengaruh fleksibilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sebagai variabel moderasi Studi ini menemukan bahwa ARKAS tidak memoderasi fleksibilitas terhadap efektivitas dana BOS. Fleksibilitas adalah kemampuan untuk membentuk perilaku, pikiran, dan tindakan seseorang agar sesuai dengan keadaan yang baru. Anggaran dan realisasi, beserta segala perubahannya, harus dimasukkan ke dalam aplikasi ARKAS. Dibutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mengoperasikannya karena banyaknya kegiatan yang harus diselesaikan. Selain memiliki tanggung jawab tambahan sebagai guru, waktu yang tersedia untuk memasukkan anggaran dan perubahannya ke dalam ARKAS juga tidak fleksibel. Fitur-fitur ARKAS memang cocok untuk mengelola dana BOS, tetapi kolom untuk memasukkan anggaran dan realisasi sangat kurang. misalnya, satuan listrik harus dimasukkan dalam kwh, dan satuan air dalam meter kubik, sehingga pengguna harus merevisi penghitungannya agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Bagi para pengguna ARKAS, hal ini merupakan proses yang melelahkan. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Kesimpulan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan dikelola lebih efektif jika ada akuntabilitas dan transparansi. Artinya, semakin efektif akuntabilitas dan transparansi diterapkan, maka tingkat efektivitas pengelolaan dana BOS naik. Sedangkan fleksibilitas, jika tidak disertai dengan administrasi yang kompeten, regulasi yang ketat, dan pengawasan yang ketat, akan menjadi bumerang, studi ini tidak menemukan bukti bahwa fleksibilitas dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dana BOS. Efektivitas dana BOS sangat dipengaruhi oleh interaksi antara tanggung jawab, keterbukaan, dan kemampuan beradaptasi. Dengan demikian, efektivitas penggunaan dana BOS dapat ditingkatkan melalui keterbukaan, akuntabilitas, dan Meskipun ARKAS merupakan variabel moderasi, namun tidak dapat memoderasi dampak fleksibilitas, transparansi dan akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS. Disebabkan ada banyak masalah dalam penggunaan ARKAS. Selain dari sekedar memasukkan anggaran dan realisasi pengeluaran, seringnya terjadi pemeliharaan aplikasi, gangguan pada server, kesalahan manusia, dan pengoperasian yang rumit dan kaku merupakan kendala ARKAS. Juga terdapat sarana yang lebih dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai alokasi dana BOS, seperti papan pengumuman. Keterbatasan Ruang lingkup studi yang sempit membatasi studi ini pada sekolah dasar di Kecamatan Batam Kota sebagai satu-satunya populasi. Penelitian lebih lanjut mengenai ARKAS juga diperlukan, terlepas dari potensi perannya sebagai variabel moderator atau variabel independen. Untuk lebih meningkatkan efektivitas pengelolaan dana BOS, penelitian tambahan mengenai fleksibilitas dana BOS juga Saran Untuk memanfaatkan dana BOS secara maksimal, beberapa langkah dapat diambil oleh lembaga pendidikan. Salah satunya adalah dengan lebih berhati-hati dalam memasukkan anggaran dan realisasi ke dalam ARKAS, dan yang lainnya adalah dengan membuat laporan pertanggungjawaban yang mematuhi peraturan dan pedoman teknis yang berlaku. Agar satuan pendidikan dapat mengalokasikan dana secara tepat dan dalam jumlah yang cukup, pemerintah harus meningkatkan Juga agar memberikan lebih banyak waktu merencanakan dan menganggarkan dana BOS. Selain itu, pemerintah juga harus membuat ARKAS lebih mudah digunakan dengan menghilangkan kerumitan yang tidak perlu yang dapat membuat pengguna menghabiskan waktu yang lama. Para peneliti di masa mendatang harus memikirkan peran potensial ARKAS sebagai variabel independen dan variabel moderasi, serta aspek atau variabel lain yang dapat memberi dampak pada efektivitas Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 pengelolaan dana BOS. Mereka juga harus menyelidiki fleksibilitas pengelolaan dana BOS secara lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA