Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 Dampak Program Pekarangan Pangan Lestari Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Livia Ramadanti Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sukabumi liviaramadanti017@ummi. ABSTRACT The purpose of this research is to analyze the impact of the Sustainable Food Court (P2L) program on food security at the household level. This research was conducted during the Covid-19 pandemic in 2021 and is a case study in the Mustika Bumi farmer group. The research method uses quantitative methods and uses a purposive sampling sample. Data were processed and analyzed using multiple linear regression models. P2L activities are seen based on the number and frequency of harvests of crops planted by households during program implementation. Meanwhile, food security is seen based on the amount of energy consumption resulting from production in the yard. The results of the data analysis show that the number of plants and the frequency of harvest significantly and together have a positive effect on the amount of household energy consumption. But if partially only the frequency of harvest has a positive effect. So that it can be concluded that the P2L program has a real impact on household food security. Keywords: Food Security. P2L Program. Covid-19. ABSTRAK Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yakni untuk menganalisis dampak program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terhadap ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga. Penelitian ini dilakukan saat pandemi covid-19 tahun 2021 dan merupakan studi kasus pada kelompok tani Mustika Bumi. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan sampel Purposif Sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Kegiatan P2L dilihat berdasarkan jumlah dan frekuensi panen dari tanaman yang ditanam oleh rumah tangga selama pelaksanaan program. Sedangkan ketahanan pangan dilihat berdasarkan jumlah konsumsi energi yang dihasilkan dari hasil produksi dilahan pekarangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersama sama jumlah tanaman dan frekuensi panen berpengaruh positif terhadap jumlah konsumsi energi rumah tangga. Secara parsial hanya frekuensi panen yang berpengaruh nyata sedangkan jumlah tanaman berpengaruh tidak nyata. Kata Kunci: Ketahanan Pangan. Program P2L. Covid-19. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir tiga tahun lamanya telah menimbulkan gangguan terhadap berbagai sektor kehidupan di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya baik dalam hal ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Diantara banyaknya dampak, yang menjadi perhatian secara khusus adalah terkait dampaknya pada ketahanan pangan. Suryana . mengungkapkan bahwa ketahanan pangan sangat berkaitan dengan stabilitas atau tidaknya aspek sosial, ekonomi, politik serta keamanan. Untuk mengurangi penyebaran covid-19. Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan bekerja dari rumah (Work From Hom. Kebijakan ini tentu saja akan menjadi hambatan dalam mengakses pangan yang selanjutnya dapat mengganggu Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 ketahanan pangan. Sulitnya akses pangan ini dapat menyebabkan krisis pangan hingga leve rumah tangga. AuKetahanan pangan merupaka kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutanAy (UU No. 18 Tahun 2. Terkait ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, perlu menjadi perhatian karena merupakan landasan untuk ketahanan pangan pada level selanjutnya. Program yang dapat diintroduksikan untuk menangani masalah pangan khususnya pada masa pandemic covi-19 diantaranya adalah dengan program P2L. Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi dilaksanakan dengan optomalisasi sumberdaya lokal. Arah kebijakan pemerintah untuk ketahanan pangan dari sisi ketersedian diantaranya dengan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang kemudian diterapkan melalui konsep KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestar. , (Annisahaq, 2. Pemanfaatan pekarangan rumah ini dapat menjadi alternatif dalam mewujudkan kemandirian pangan pada level rumah tangga. Kabupaten Sukabumi adalah kabupaten dengan wilayah yang luas dan termasuk salah satu daerah rawan bencana. Sehingga kerawanan dalam hal pangan yang disebabkan bencana alam dan covid 19 perlu diwaspadai. Bahkan Bangsawan, . , menyebutkan sebagai daerah rawan pangan. Hasil penelitian Syarief et al. , menunjukan bahwa pengembangan pertanian sebagai cara untuk mendukung ketahanan pangan merupakan pilihan yang tepat. Adanya pengalaman masyarakat di bidang pertanian merupakan modal awal dalam membangun kemandirian berbasis potensi. Selain wilayahnya yang luas. Kabupaten Sukabumi juga memiliki potensi sumberdaya hayati yang beragam. Berdasarkan hal tersebut, usaha yang dapat dilakukan diantaranya dengan pemanfaatan potensi dan sumberdaya lokal dalam kerangka peningkatan ketahanan pangan serta gizi bagi keluarga. Melalui dukungan berbagai pihak terutama pemerintah dan pihak swasta, pengembangan pekarangan lestari ini merupakan solusi baik untuk dimasyarakatkan. Walaupun masih ada masyarakat yang belum mengetahui serta memahami akan potensi pekarangan rumah. Hal inilah yang menjadi peyebab masih banyaknya masyarakat yang belum mengolah pekarangannya untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sehingga keberadaan program pemberdayaan pada masyarakat menjadi hal yang penting dan bermanfaat. Diantara program yang telah ada dan mendukung tercapainya ketahanan pangan melalui penyediaan sumber pangan secara mandiri bagi keluarga yakni program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini terapkan untuk membantu keluarga memenuhi kecukupan pangan dengan memberdayakan potensi pekarangan melalui penanaman aneka tanaman kebutuhan sehari-hari bahkan juga bisa untuk peternakan dan perikanan dalam lahan sempit. P2L dirancang untuk mendorong peningkatan ketahanan pangan yang meliputi aspek ketersediaan, akses serta pemanfaatan pangan untuk keluarga. Program P2L dapat menghasilkan pangan yang beraneka ragam, dengan gizi yang seimbang dan tentu saja terjamin keamanannya. Selain itu melalui P2L juga dapat menghemat pengeluaran belanja kebutuhan akan pangan serta meningkatkan pendapatan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, program P2L dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelompok. Berdasarkan data BKP. Kementan . , kegiatan P2L Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 tahap penumbuhan pada tahun ini 31 provinsi dengan 1. 500, sedangkan tahap pengembangan ada 34 provinsi dengan 2. 100 kelompok. Fokus program P2L adalah pemberdayaan kelompok masyarakat dengan bantuan untuk membangun dan mengembangkan pembibitan . umah bibi. , pertanaman dalam bentuk demplot, dan pekarangan keluarga. Kegiatan P2L adalah program yang digagas dan diinisiasi oleh kementrian Diimplementasikan mulai tahun 2010 dengan istilah sebutan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestar. KRPL ini dilaksanakan di berbagai daerah oleh Dinas Ketahanan Pangan, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Desa yang menerapkan program tersebut di Kabupaten Sukabumi diantaranya Desa Perbawati. Desa ini berada di wilayah Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Desa Perbawati ini adalah salah satu desa yang mendapatkan bantuan untuk menerapkan program P2L (Pekarangan Pangan Lestar. Kegiatan P2L diterapkan untuk mendukung program dari pemerintah terutama pada daerah prioritas yang rawan pangan, intervensi stunting, terdampak bencana dan lain-lain. Program P2L ini memberdayakan Kelompok Tani Mustika Bumi yang terdapat di kampung Tenjolaya Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Permasalahannya adalah belum diketahui apakah kemampuan masyarakat dalam pelaksanaan program P2L ini sudah optimal atau belum, sehingga penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana AuPengaruh Pelaksanaan Program P2L Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid-19Ay di Kelompok Tani Mustika Bumi Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Desa Perbawati dengan studi kasus pada kelompok tani mustika bumi yang berada di wilayah Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Metode pengambilan data dengan survey langsung kepada responden yang dipilih secara purposive . Pertimbangan yang mendasari dipilihnya kelompok tani mustika bumi ini dikarenakan kelompok tani tersebut merupakan kelompok yang aktif dan telah mengimpelemtasikan Program P2L. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 25 orang petani yang tergabung sebagai anggota kelompoktani dan anggota aktif dalam melaksanakan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Data yang diperoleh dari penelitian ini di analisis secara deskriptif, kemudian ditabulasikan sesuai kelompok data masing-masing. Selanjutnya dianalasis secara statistik dengan menggunakan model regresi linier berganda diolah dengan menggunakan Program SPSS. Teknik pengumpulan data yang dilakukan agar obyektif, mengacu pada Sugiono . yaitu: . Observasi. Wawancara. Kuisioner. Dalam penelitian yang diteliti sebagai variabel bebas (X) yaitu jumlah tanaman (X. , dan frekuensi panen (X. dan variabel dependen yaitu ketahanan pangan rumah tangga (Y) yang diukur berdasarkan angka kecukupan energi. Untuk mengukur dependen variabel atau jumlah konsumsi energi menggunakan rumus Perdana dan Hardiansyah, . berikut ini: G . = BP x Bdd x KG . Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 Dimana: Bdd KG. = Energi atau Protein yang dikonsumsi dari pangan/bahan pangan . = Berat pangan atau bahan pangan yang dikonsumsi . = Bagian pangan yang dapat dimakan (%) = Kandungan gizi energi/protein (%) HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program P2L di Kelompok Tani Musrika Bumi telah berjalan kurang lebih dua tahun mulai dari tahun 2019 . ahap penumbuha. hingga saat ini sudah berada pada tahap pengembangan program. Kelompok Tani Mustika Bumi saat ini dipimpin oleh Bapak Mamih Iskandar dengan jumlah anggota 30 orang. Kelompok Tani Mustika Bumi berlokasi di Kampung Tenjolaya Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi. Kabupaten Sukabumi dan menjadi satu-satunya kelompok penerima program P2L di Kecamatan Sukabumi. Luas lahan pekarangan yang dimiliki oleh responden paling luas yaitu 3m 2 sebanyak 10 orang dengan jumlah jenis tanaman lebih dari 60 polybag/pot hal ini selaras dengan pedoman pelaksanaan Program P2L dimana setiap anggota diharuskan memiliki tanaman minimal 75 polybag/pot. Jenis komoditi yang dibudidayakan oleh kelompok dilahan pekarangan yaitu sayuran lokal diantaranya: Tabel 1. Jenis Tanaman yang ditanam di lahan Pekarangan Variasi Tanaman Model Budidaya Cabai Tomat. Bawang Daun. Seledri Vertikultur (Pot dan Pakcoy. Polyba. Kangkung, dan Jahe. Sumber: Data Primer Diolah. Sukabumi 2021 Pola tanam yang dilakukan belum terpola dengan baik, karena dilihat dari frekuensi panen yang terjadi dalam kurun waktu 1 bulan tidak lebih dari 1 kali panen setiap tanamannya, sehingga untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari belum bisa sepenuhnya mengandalkan dari lahan pekarangan. Hasil panen dari lahan pekarangan hanya dikonsumsi oleh anggota keluarga belum di fokuskan untuk dijadikan usaha tani karena jumlahnya yang masih sangat terbatas. Melalui program P2L diharapkan dapat menghasilkan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman, sekaligus dapat menambah pendapatan rumah tangga. Hasil analisis data terkait dengan pengaruh program P2L terhadap ketahanan pangan rumah tangga dapat dilihat pada tabel 2. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 Tabel 2. Hasil Regresi Linier Berganda Variabel bebas Nilai Estimasi (Consta. Jumlah Tanaman (X. Frekuensi Panen (X. Variabel terikat: F Hitung Ketahanan Pangan Rumah Tangga 4,091 (Angka Kecukupan Energ. (Y) R Square Sig 0,014 0,196 0,019 0,031 27,1% Sumber: Data Primer Diolah. Sukabumi 2021 Hasil menunjukan perolehan nilai R Square (R. sebesar 0,271 = 27,1% maka dapat disimpulkan bahwa variasi tingkat ketahanan pangan rumah tangga pada anggota Kelompok Tani Mustika Bumi Desa Perbawati ditentukan oleh jumlah tanaman yang ditanam dan frekuensi panen yang dihasilkan. Walaupun kontribusinya tidak besar, namun kegiatan program P2L berperan cukup penting dalam membantu ketersediaan pangan bagi rumah tangga anggota Kelompok Tani Mustika Bumi. Kemudian sisanya 72,9% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Hasil uji secara simultan dapat dilihat pada Anova (Tabel. melalui nilai F hitung sebesar 4,091 dengan nilai signifikan sebesar 0,031. Hal ini berarti variabel jumlah tanaman dan frekuensi panen secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah tanaman memiliki nilai estimasi sebesar -6 dengan nilai signifikan sebesar 0,196. Hal ini berarti menunjukan bahwa jumlah tanaman tidak berpengaruh secara nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Sedangkan variabel frekuensi panen memiliki nilai estimasi sebesar 11 dengan nilai signifikan sebesar 0,019. Hal ini menunjukan bahwa frekuensi panen berpengaruh positif secara nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Kelompok Tani Mustika Bumi Desa Perbawati. Program P2L yang berdasarkan variabel jumlah tanaman dan frekuensi panen bersama-sama berpengaruh nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga anggota Kelompok Tani Mustika Bumi Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Jumlah tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga . ingkat konsumsi energ. anggota Kelompok Tani Mustika Bumi disebabkan karena varietas tanaman yang ditanam di lahan pekarangan memiliki masa panen yang panjang seperti cabai rawit dan tomat. Sedangkan sayuran yang dikonsumsi sehari-hari masih sangat terbatas seperti tanaman kangkung, sawi, pakcoy dan bayam hal ini disebabkan oleh tanaman yang memiliki masa panen panjang lebih mendominasi dibandingkan dengan tanaman yang dikonsumsi sehari-hari. Frekuensi panen berpengaruh nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga . ngka kecukupan energ. anggota Kelompok Tani Mustika Bumi disebabkan oleh proses budidaya atau produksi suatu produk pertanian frekuensi panen menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahayu . yang menyatakan bahwa frekuensi panen yang akan Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 menjaga ketersediaan produk yang dihasilkan. Frekuensi panen merupakan jumlah kali panen yang terjadi dalam jangka waktu yang ditentukan. Ketahanan pangan rumah tangga diukur berdasarkan tingkat kecukupan gizi (TKG) rumah tangga melalui perhitungan energi dan protein yang selanjutnya dikategorikan menjadi, jika tingkat kecukupan energinya <90,0% maka rumah tangga tersebut dikatakan tidak tahan pangan, sedangkan jika tingkat kecukupan energinya >90% maka rumah tangga tersebut dikatakan tahan pangan (FAO 2. Penelitian yang dihasilkan dari pelaksanaan program P2L memberikan kontribusi TKE sebesar 27% yaitu 591 Kkal/hari. Presentase TKG energi rumah tangga di daerah penelitian masih tergolong defisit (<70%). Presentase TKG protein pada rumah tangga di daerah penelitian sudah tergolong sedang yaitu mencapai 81% yaitu 46,8 gram/hari karena adanya dukungan dari pemeliharaan ternak ayam. Presentase TKE ini dihitung berdasarkan pola konsumsi pangan anggota rumah tangga responden yang dihasilkan dari lahan pekarangan seperti sayuran bayam, kangkung, pakcoy, sawi, cabai rawit, tomat, dan bawang daun. Konsumsi gizi baik energi atau protein diperoleh dengan melihat Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan disesuaikan dengan pola konsumsi sehari-hari rumah tangga responden (Maxwell et al. Dengan hasil penelitaian di atas nampak bahwa, semakin sering rumahtangga melakukan panen terhadap tanaman yang di lahan pekarangan maka akan semakin besar jumlah energi yang disumbangkan bagi pemenuhan kebutuhan gizi rumahtangga. Sehingga dapat terlihat bahwa Program P2L memiliki peran yang sangat penting terhadap perwujudan ketahanan pangan ditingkat rumahtangga. Oleh karenanya program ini perlu dikembangkan dan semakin diperluas penerapannya. Pelaksanaan Program P2L dihadapkan dengan beberapa kendala diantaranya: . Perihal budidaya tanaman, kurangnya produktivitas rumah bibit sehingga jenis dan jumlah tanaman yang dihasilkan masih terbatas, belum adanya pola tanam yang terarur mengakibatkan proses budidaya menjadi terhambat sehingga mengakibatkan berkurangnya frekuensi panen yang terjadi. Perihal SDM, kerjasama dan kekompakan anggota kelompok masih rendah, kreativitas dan inisiatif anggota kelompok juga masih rendah serta masih lemahnya kemampuan manajerial kelompok dalam mewujudkan kemandirian, diantaranya dalam pencatatan administrasi pengelolaan kegiatan yang belum rapih. Selain itu pemahaman mengenai budidaya tanaman dilahan pekarangan masih perlu ditingkatkan, karena masih terdapat anggota kelompok yang tidak memproduktivitaskan lahan Menurut Salliem . , beberapa faktor yang perlu dicermati untuk keberhasilan dan keberlanjutan program pemanfaatan lahan pekarangan adalah: . petugas lapangan atau pendamping program dan ketua kelompok sejak awal harus dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program. ketersediaan benih/bibit, penanganan pasca panen dan pengolahan,serta pasar bagi produk yang dihasilkan. untuk menuju Pola Pangan Harapan, diperlukan model diversifikasi yang dapat memenuhi kebutuhan kelompok pangan bagi keluarga. dukungan, komitmen serta fasilitasi dari pengambil kebijakan utamanya Pemerintah Daerah untuk mendorong implementasi model P2L. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1. : 11-18 KESIMPULAN Pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelompok Tani Mustika Bumi sudah dilaksanakan dengan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tanaman berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah konsumsi energi rumah tangga, sedangkan frekuensi panen berpengaruh nyata secara positif terhadap jumlah konsumsi energi rumah tangga. SARAN