Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN STRES MENGGUNAKAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI PADA REMAJA DI DESA RANCAMULYA DAN KEDOKAN GABUS Wenny Nugrahati Carsita1*. Alvian Pristy Windiramadhan2. Rd. Gita Mujahidah3. Dedeh Husnaniyah4. Riyanto5 1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu *Korespondensi: wennynugraha16@gmail. ABSTRACT Background: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood where physical, cognitive, and emotional changes occur. Changes in adolescents trigger stress. The impact of unresolved stress can trigger maladaptive behavior, disrupt physical, psychological health, and disrupt the stages of development in adolescents. One of the stress management is the five-finger hypnosis therapy. Purpose: Community service activities aim to increase adolescents' knowledge about stress management using five-finger hypnosis Methods: The method of implementation with lectures and questions and answers. The activity was carried out for 1 day at the Rancamulya and Kedokan Gabus village. Gabus Wetan District. Indramayu Regency. Activity procedures include pre-test, health education and post-test. The targets of this activity were 33 adolescents. Results: There is an increase in knowledge in adolescents before and after the activity with an average score before being given health education of 76 and after being given material of 88. Conclusion: After health education for adolescents, adolescents' knowledge about stress management using fivefinger hypnosis therapy increased. It is expected that community service activities will be performed regularly so that adolescents can manage stress. Keywords: adolescent. five-finger hypnosis. stress management ABSTRAK Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana terjadi perubahan secara fisik, kognitif, dan emosional. Perubahan pada remaja memicu terjadinya stres. Dampak stres yang tidak teratasi dapat memicu perilaku maladaptif, mengganggu kesehatan fisik, psikologis, dan terganggunya tahapan perkembangan pada remaja. Salah satu penalatalaksanaan stres yakni dengan terapi hipnosis lima jari. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang manajemen stres mengunakan terapi hipnosis lima jari. Metode: Metode pelaksanaan dengan ceramah dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari bertempat di balai Desa Rancamulya dan Kedokan Gabus Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu. Prosedur kegiatan meliputi pre test, pendidikan kesehatan tentang manajemen stres menggunakan teknik hipnosis lima jari, dan p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 9 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. post test. Sasaran kegiatan ini adalah remaja berjumlah 33. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan pada remaja sebelum dan sesudah kegiatan dengan rata-rata nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 76 dan setelah diberikan materi sebesar 88. Simpulan: Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada remaja, pengetahuan remaja tentang manajemen stres menggunakan terapi hipnosis lima jari meningkat. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja mampu mengelola stres. Kata kunci: hipnosis lima jari. manajemen stress, remaja PENDAHULUAN Remaja adalah kelompok usia 10 sampai 18 tahun (Permenkes, 2. Masa remaja merupakan tahap perkembangan dimana terjadi perubahan baik dalam pertumbuhan maupun perkembangan, sehingga remaja dituntut untuk mampu beradaptasi menghadapi perubahan fisik, kognitif, dan emosional. Adanya perubahan tersebut memicu remaja rentan mengalami stres (Stuart et al. , 2. Menurut World Health Organization . terdapat satu dari tujuh remaja mengalami ganguan mental. Berdasarkan data Riskesdas . remaja yang mengalami gangguan mental emosional . tres, cema. mencapai 10% (Kemenkes RI, 2. Masalah kesehatan mental yang paling signifikan yang berkontribusi terhadap stress adalah depresi, kecemasan, bunuh diri, penggunaan narkoba, dan perilaku antisosial (Anjum et al. Kondisi stress yang dialami remaja memicu berbagai perilaku maladaptif dan berbahaya seperti aktivitas seksual yang tidak sesuai, kehamilan pada remaja, gangguan suasana hati, bunuh diri, gangguan tingkah laku, bullying, kekerasan, dan penggunaan zat (Stuart et al. , 2. Selain itu, dampak fisiologis stres terhadap kesehatan fisik juga menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh (Anjum et al. , 2. Apabila remaja mengalami stres yang berkepanjangan maka akan berdampak pula pada tahapan perkembangannya (Khasanah & Mamnuah, 2. Kegagalan mengatasi masalah mental di usia remaja akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pada saat dewasa serta membatasi peluang untuk menjalani kehidupan yang memuaskan di masa dewasa (WHO. Berdasarkan data laporan bulanan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, pada p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 10 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. tahun 2021 hasil deteksi masalah kesehatan jiwa pada remaja ditemukan sebanyak 370 Salah satu tindakan untuk mengelola stress yaitu dengan teknik hipnosis lima jari. Hipnosis lima jari dapat memberikan efek relaksasi yang dapat mengurangi stress, kecemasan, dan Teknik ini dilakukan dengan cara mengalihkan pikiran seseorang dengan menggunakan jari jemari tangan sambil membayangkan hal-hal yang menyenangkan yang pernah dialami (Sukmawati et al. , 2. Hasil penelitian yang dilakukan Abidin et al. diketahui bahwa hipnosis lima jari berpengaruh signifikan dalam mengurangi stres pada Kegiatan pendidikan kesehatan penggunaan teknik hipnosis lima jari pada remaja dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam mengelola stress dan menurunkan tingkat ansietas (Budiarto et al. , 2. Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu . , pada wilayah Kecamatan Gabus Wetan prevalensi pernikahan di bawah umur terbilang cukup tinggi yakni 26 kasus. Kepala UPTD P2KB-P3A Kecamatan Gabus Wetan mengungkapkan Desa Rancamulya dan Desa Kedokan Gabus merupakan desa dengan pernikahan usia dini dan angka putus sekolah yang tinggi. Hal tersebut memungkinkan remaja rentan mengalami masalah kesehatan jiwa termasuk stress. Hasil wawancara pada pihak desa diperoleh infromasi kegiatan pendidikan kesehatan tentang manajemen stres belum pernah dilakukan, sehingga kami perlu melaksanakan pendidikan kesehatan mengenai manajemen stres menggunakan hipnosis lima jari pada remaja di Desa Rancamulya dan Kedokangabus Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertempat di balai Desa Rancamulya dan Kedokan Gabus Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu dan dilaksanakan selama 1 hari. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab. Prosedur kegiatan meliputi pre test menggunakan kuesioner yang dibuat oleh tim, pendidikan kesehatan tentang manajemen stresmenggunakan teknik hipnosis lima jari selama 20 menit, dan post test. Sasaran kegiatan p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 11 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. ini adalah remaja berjumlah 33 dengan rincian remaja di Desa Rancamulya sebanyak 12 dan remaja di Desa Kedokan Gabus sebanyak 21 remaja. Media yang digunakan berupa LCD, power point, dan leaflat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 19 September Sebelum pemberian materi, peserta diberikan pre test sejumlah 7 pertanyaan. Selanjutnya menggunakan hipnosis lima jari. Setelah pemberian materi kegiatan dilanjutkan dengan post Berdasarkan pengisian pre test dan post test telah diketahuii rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebesar 76 dan setelah dilakukan pendidikan kesehata sebesar 88, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya kegiatan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres menggunakan hipnosis lima jari. Adapun gambaran pengetahuan remaja dapat dilihat pada gambar 1 dan dokumentasi kegiatan pada gambar 2. Gambaran Pengetahuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Pre Test Post Test Gambar 1. Gambaran Pengetahuan Remaja sebelum dan sesudah p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 12 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. Gambar 2. Pemberian Edukasi di Desa Rancamulya Gambar 3. Pemberian Edukasi di Desa Kedokan Gabus PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terapi hipnosis lima jari mampu mengurangi stres dan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan dalam mengurangi stres khususnya pada remaja (Abidin et al. , 2. Hal ini juga sejalan dengan hasil pengabdian kepada masyarakat dimana peserta merasakan rileks dan tenang setelah dilakukan terapi hipnotis lima jari (Simanjuntak et al. , 2. Meskipun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditemukan terdapat peningkatan pengetahuan, diharapkan setelah kegiatan ini remaja dapat melakukan terapi hipnosis lima jari untuk mengelola stress secara mandiri. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan pengabdian kepada p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 13 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. masyarakat dilakukan dengan bekerjasama dengan kader dan UPTD P2KB-P3A Kecamatan Gabus Wetan untuk mencegah masalah kesehatan jiwa pada remaja. SIMPULAN Terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen stres menggunakan terapi hipnosis lima jari dengan rata-rata nilai sebelum diberikan materi sebesar 76 dan setelah diberikan mengalami peningkatan ratarata sebesar 88. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja mampu mengelola stres. UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis menyampaikan terima kasih kepada Ketua STIKes Indramayu. Kepala UPTD P2KB-P3A Kecamatan Gabuswetan. Kepala Desa Rancamulya dan Kedokan Gabus yang telah memberikan izin dan memfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga kegiatan dapat berjalan dan terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA