DOI 10. 31884/jtt. p-ISSN 2477-3506 e-ISSN 2549-1938 Berdasarkan hasil pengujian lima ulangan, diperoleh waktu rata-rata pengirisan sebesar 42,576 detik per kilogram bawang merah dengan standar deviasi 1,58 detik. Interval kepercayaan 95% dihitung menggunakan rumus CI = xE A . y s/Oo. , dengan nilai t-tabel untuk n=5 . sebesar 2,776, sehingga diperoleh rentang 40,61Ae44,54 detik. Rentang yang sempit ini menunjukkan konsistensi kinerja alat yang baik. Kapasitas alat sebesar 84,6 kg/jam meningkat secara signifikan dibandingkan pengirisan manual yang membutuhkan waktu rata-rata sekitar 9 menit per kilogram . ,67 kg/ja. , dengan rasio peningkatan 12,68 kali lipat. Analisis mekanika sistem transmisi menunjukkan bahwa daya yang ditransmisikan dari motor ke poros pisau dapat dihitung menggunakan persamaan P = T y O, di mana torsi (T) dan kecepatan sudut (O) diturunkan dari spesifikasi motor. Motor listrik 1/2 HP . W) pada kecepatan 2800 rpm menghasilkan torsi output sebesar T = P/O = 373/. 0y2A/. OO 1,27 NAm. Setelah reduksi rasio pulley 1:2, torsi pada poros pisau meningkat menjadi A2,54 NAm pada kecepatan 1400 rpm. Nilai torsi ini mencukupi untuk mengatasi resistansi pemotongan bawang merah yang umumnya berkisar antara 5Ae15 N per irisan (Pham et al. , 2. Tegangan geser pada poros baja berdiameter 25 mm dapat diestimasi dengan E = TAc/J = . ,54 y 0,0. /(A y 0,0125A/. OO 1,66 MPa, jauh di bawah tegangan geser izin baja karbon rendah (A60 MP. , sehingga poros dinyatakan aman secara struktural (Budynas & Nisbett. Dari sisi efisiensi energi, daya input motor sebesar 373 W dengan kapasitas produksi 84,6 kg/jam menghasilkan konsumsi energi spesifik sebesar 373/84,6 OO 4,41 Wh/kg atau setara 0,0044 kWh/kg. Nilai ini tergolong rendah dan efisien untuk skala UMKM, meskipun pengukuran langsung menggunakan power meter pada penelitian mendatang tetap diperlukan untuk validasi yang lebih akurat.