Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2261-2267 Persepsi Pedagang Bahan Pokok Terhadap Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional Pucang Anom Surabaya The perception of staple goods traders towards the use of QRIS at Pucang Anom Traditional Market in Surabaya Fitri Anggraini*1. Dona Wahyuning Laily1. Isti Khomah2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No. Gn. Anyar. Kota Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 Kentingan. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia *Email: anggrainifitri14@gmail. (Diterima 23-02-2025. Disetujui 25-06-2. ABSTRAK Teknologi yang semakin berkembang memungkinkan terciptanya sistem pembayaran yang lebih aman dan efisien seperti pembayaran melalui aplikasi seluler yaitu QRIS. Penggunaan QRIS tidak hanya digunakan di pasar modern tetapi juga diterapkan di pasar tradisional. Dengan adopsi QRIS di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional, diharapkan terjadi perubahan signifikan dalam pola transaksi yang umumnya berbasis tunai. Meskipun telah diterapkan, tidak semua pedagang di pasar tradisional mengadopsi teknologi QRIS dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman terkait teknologi serta ketidakpercayaan mengenai keamanan pembayaran digital. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis persepsi pedagang terhadap penggunaan QRIS di pasar tradisional. Penelitian ini akan menggunakan sampel sebanyak 75 responden yang merupakan pedagang bahan pokok di pasar tradisional Pucang Anom Surabaya. Faktorfaktor yang akan diteliti yaitu kemudahan, manfaat, kredibilitas, dan minat penggunaan. Hasil penelitian akan dianalis menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS). Dengan menganalisis faktor-faktor tersebut diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam terkait minat penggunaan QRIS oleh pedagang bahan pokok di pasar tradisional Pucang Anom Surabaya. Dengan analisis faktor-faktor yang relevan, hasil penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan serta strategi edukasi yang lebih efektif dalam mendorong adopsi QRIS di kalangan pedagang di pasar tradisional, khususnya di wilayah Pucang Anom Surabaya. Kata kunci: Minat Penggunaan. Pedagang Pasar Tradisional. QRIS ABSTRACT Advancing technology has enabled the creation of safer and more efficient payment systems, such as mobile application payments via QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. QRIS usage is not only applied in modern markets but has also been implemented in traditional markets. With the adoption of QRIS across various sectors, including traditional markets, it is expected to bring significant changes to transaction patterns that are typically cash-based. Despite its implementation, not all traders in traditional markets adopt QRIS technology due to limited knowledge and understanding of the technology and concerns about the security of digital payments. Therefore, the objective of this study is to analyze traders' perceptions of QRIS usage in traditional markets. This study will involve a sample of 75 respondents who are staple goods traders in Pucang Anom traditional market in Surabaya. The factors to be examined include ease of use, perceived benefits, credibility, and frequency of use. The results will be analyzed using the Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) method. By analyzing these factors, this study aims to provide a deeper understanding of the interest in using QRIS among staple goods traders in Pucang Anom traditional market. It is also hoped that this research will offer insights for policy development and more effective educational strategies to encourage QRIS adoption among traders in traditional markets, especially in the Pucang Anom area of Surabaya. Keywords: Interest in Use. Traditional Market Traders. QRIS Persepsi Pedagang Bahan Pokok Terhadap Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional Pucang Anom Surabaya Fitri Anggraini. Dona Wahyuning Laily. Isti Khomah PENDAHULUAN Perkembangan teknologi memungkinkan terciptanya sistem pembayaran yang lebih aman dan efisien seperti pembayaran melalui aplikasi seluler yang memiliki fitur keamanan dari berbagai metode pembayaran elektronik seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Strandar. Quick Response Code Indonesian Strandart (QRIS) adalah sistem QR code yang digunakan sebagai alat transaski pembayaran non-tunai. QRIS dapat digunakan untuk berbagai program pembayaran melalaui ponsel yang terhubung ke internet (Yuvita, et al. Pertumbuhan teknologi informasi telah memberikan dampak yang sangat signifikan (Jati, et al. Pertumbuhan teknologi tersebut menumbuhkan inovasi teknologi yang saat ini semakin berkembang yang disebut dengan QRIS. Di era digital saat ini, metode pembayaran non-tunai . semakin berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat dalam melakukan transaksi perdagangan karena dirasa lebih aman dan QRIS memberikan kemudahan bagi pelaku usaha seperti pedagang di pasar tradisional untuk dapat menerima pembayaran secara praktis dan cepat tanpa perlu bergantung pada sistem pembayaran tunai. Dengan menerima pembayaran melalui QRIS, dapat memudahkan pembeli maupun pedagang dalam melakukan transaksi pembayaran. Pasar tradisional merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli yang ramai dikunjungi Pasar tradisional merupakan bentuk pasar terbanyak yang ada di Indonesia, menurut BPS tahun 2019 pasar tradisional mencapai 89,03%. Pasar tradisional masih memberlakukan pembayaran secara tunai menggunakan uang fisik (Nugrahini, et al. Hal tersebut dikarenakan mayoritas pengunjung di pasar tradisional adalah kalangan menengah kebawah (Masyhuri & Utomo, 2. Perkembangan sistem informasi dan teknologi saat ini mampu mempengaruhi perilaku masyarakat kearah digital begitu pun dengan konsumsi masyarakat yang akan berubah kearah digitalisasi sehingga daya tarik pasar tradisional semakin menurun. Pemanfaatan QRIS dalam usaha atau bisnis yang terjadi di pasar tradisonal dapat memberikan keuntungan karena dapat memperluas pangsa pasar serta mempertahankan kenyamanan dalam melakukan transaksi (Ramdanti et al, 2. Adanya sistem pembayaran non tunai seperti QRIS dan banyaknya manfatat serta keuntungan yang didapatkan, para pelaku usaha di pasar tradisional dapat menerapkan QRIS sebagai media transaksi pembayaran. Keberadaan QRIS dapat mendukung proses transaksi pedagang dan menjaga keamanan pendapatan pedagang. Meningkatnya pendapatan harian pelaku usaha . disebabkan karena keberadan QRIS, penggunaan QRIS berdampak pada pendapatan pedagang yang meningkat sekitar 5-10% dalam sehari bagi beberapa pedagang. (Josef, et al. Hal tersebut terjadi karena beberapa manfaat penggunan QRIS bagi para pedagang seperti kemudahan transaksi yang mana QRIS memudahkan pembeli untuk melakukan pembayaran non-tunai. Namun, meskipun QRIS memberikan banyak manfaat bagi pedagang, kurangnya pengetahuan dan pemahaman terkait teknologi serta ketidakpercayaan mengenai keamanan pembayaran digital menjadi tantangan yang dihadapi oleh pedagang di pasar tradisional. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pasar Tradisional Pucang Anom Surabaya. Jawa Timur. Pemilihan Lokasi ini berdasarkan pertimbangan bahwa Pasar Pucang Anom Surabaya merupakan salah satu pasar tradisonal di Surabaya yang menjadi pusat perbelanjaan di wilayah Surabaya Timur yang telah berdiri sejak tahun 1957. Pasar tradisional ini merupakan salah satu pasar yang banyak dikunjungi oleh masyarakat karena terletak cukup strategis dan menjual berbagai barang kebutuhan sehari-sehari seperti kebutuhan bahan pokok. Pasar Pucang Anom merupakan pasar tradisional yang mana para pedagang di pasar tersebut telah menerapkan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Populasi pada penelitian ini adalah pedagang bahan pokok di pasar tradisional Pucang Anom Surabaya dengan populasi pedagang bahan pokok yang wajib dipenuhi yaitu pedagang bahan pokok yang memiliki usaha perdagangan di pasar Pucang Anom Surabaya, pedagang telah menggunakan QRIS atau pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran Penelitian ini akan menggunakan sampel sebanyak 75 sampel pedagang bahan pokok yang memenuhi kriteria di Pasar Pucang Anom Surabaya Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2261-2267 Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data adalah kuesioner yang mencantumkan sejumlah pertanyaan tertulis kepada responden. Kuesioner ini meruapakan alat untuk mengukur aspek-aspek yang terkait. Hasil data yang diperoleh dianalisi menggunakan alat analisis SEM-PLS (Structural Equation Model-Partial Least Squar. melalui software SmartPLS. Penelitian ini menganalisis tentang minat penggunaan QRIS yang dilihat berdasarkan seberapa berguna QRIS bagi pedagang di pasar tradisional dalam proses transaksi dan persepsi kemudahan penggunaan, yang menunjukkan bahwa QRIS dianggap mudah digunakan oleh pedagang di pasar tradisional. Pada penelitian ini menggunakan 4 variabel meliputi variabel kemudahan, manfaat, kredibilitas, dan penggunaan. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan skala penilaian 1 sampai dengan 5 dengan keterangan . sangat tidak setuju, . tidak setuju, . netral, . setuju, dan . sangat Variabel Kemudahan Manfaat Kredibilitas Hambatan Minat Penggunaan Tabel 1. Instrumen Penelitian Pernyataan Kuesioner Aplikasi yang mudah digunakan Pengoperasian QRIS mudah untuk dipahami dan dipelajari Tidak perlu menyiapkan uang tunai kembalian Menjadi lebih cepat dalam bertransaksi Bertransaksi dengan mudah Menarik lebih banyak pembeli Meningkatkan penjualan Meningkatkan penghasilan Menghindari pembayaran dengan uang palsu Langsung terekam ke rekening Tingkat keamanan yang memadai Menjamin privasi setiap pengguna Menggunakan QRIS tidak memiliki risiko yang tinggi Tidak ada hambatan yang berarti Menjamin setiap informasi pengguna Jaringan internet yang tidsk stabil Proses penerimaan uang yang lama Beban biaya transaksi oleh pedagang Ketidaktertarikan pembeli menggunakan QRIS Tertarik mencari informasi tentang QRIS Tertarik menggunakan QRIS Akan/telah menggunakan QRIS karena merasa memudahkan pekerjaan Akan/telah menggunakan QRIS karena dirasa lebih efisien Item HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reabilitas Pada uji validitas, dilakukan pengujian 75 responden dan 20 variabel menggunakan teknik analisis Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui software SmartPLS. Uji validitas dilakukan dengan melakukan outer model dan iner model. Outer model digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara indikator . ariable manifes. dengan konstruk . ariable Sedangkan inner model digunakan untuk menguji hubungan antar konstruk . ariable late. Tabel 2 menunjukkan hasil pengukuran outer model yang menjelaskan tentang validitas dan reabilitas suatu data. Nilai loading factor yang menunjukkan > 0,5 maka akan dikatakan bahwa indikator valid. Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat dua indiktor yang nilainya < 0,5 yaitu indikator K3 dengan nilai loading factor sebesar 0,249 dan indicator H1 dengan nilai loading factor sebesar 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua indikator K3 dan H1 dapat dikatakan tidak valid. Pada kolom berikutnya terdapat kolom cronbach's alpha dan composite reliability yang digunakan untuk menguji reabilitas suatu data. Jika kedua data tersebut nilainya > 0,6 maka data tersebut dapat dikatakan reliabel. Pada tabel di atas, tidak ditemukan nilai cronbach's alpha dan composite reliability yang bernilai kurang dari 0,6. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai Persepsi Pedagang Bahan Pokok Terhadap Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional Pucang Anom Surabaya Fitri Anggraini. Dona Wahyuning Laily. Isti Khomah cronbach's alpha dan composite reliability dapat dikatakan valid. Nilai AVE dapat dikatakan valid jika nilai variabel > 0,05. Variabel manfaat memiliki nilai sebesar 0,468. Hal tersebut menunjukkan bahwa indikator manfaat dapat dikatakan tidak valid karena kurang dari 0,05. Sedangkan indikator kemudahan, kredibilitas, dan hambatan dapat dikatakan valid arena nilai indikator-indikator tersebut > 0,05. Variabel Kemudahan Kredibilitas Manfaat Hambatan Minat Penggunaan Tabel 2. Outer Model Outer Loading Indikator Sumber: Data Olahan, 2024 Composite Reability AVE R-Square Menentukan besarnya pengaruh variabel independent terhadap varaibel laten dengan variabel laten dependen dengan menggunakan nilai R-Square atau Varian Analysis (R. Nilai R-Square antara 0 sampai dengan 1, menunjukkan sejauh mana nilai variabel dependen dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor independen. Menurut (Jonathan Sarwono, 2. , nilai R2 sebesar 0,67 dapat diklasifikasikan sebagai substansial, diikuti dengan nilai R2 sebesar 0,33 yang tergolong moderat, nilai R2 sebesar 0,19 yang tergolong lemah, dan nilai R2 sebesar > 0,7 yang tergolong kuat. Tabel 3. R-Square Variabel Niat penggunaan R-Square Sumber: Data Olahan, 2024 Berdasarkan data pada tabel nilai-nilai dari R-Square yang telah diperoleh menggambarkan sejauh mana variasi dalam variabel dapat dijelaskan. Nilai R-Square yang tinggi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel laten dan variabel tergantung (Jati, et al. Berdasarkan tabel di atas, nilai R-Square untuk variabel yang mengukur niat penggunaan QRIS sebesar 0,717 sehingga nilai R-Square untuk niat penggunaan QRIS tergologong kuat. Dengan menggunakan 4 variabel laten eksogen diperoleh R2 (R-squar. sebesar 0,633. Yang artinya variabel minat QRIS sebagai alat pembayaran. dipengaruhi oleh variabel pemahaman, variabel kemanfatan, variable kemudahan. dan variabel hambatan sebesar 63,3% sedangankan 26,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2261-2267 Persepi Pedagang Bahan Pokok Terhadap Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional Pada penelitian ini mendapatkan total 75 responden yang kemudian dilakukan pengujian menggunakan metode bootstrap. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian dan mendapatkan nilai interval kepercayaan yang valid. Hipotesis Kemudahan Ie Minat Penggunaan Kredibilitas Ie Minat Penggunaan Manfaat Ie Minat Penggunaan Hambatan Ie Minat Penggunaan Tabel 4. Path Coefficients Original Sample (O) Sumber: Data Olahan, 2024 T-statistic P Value Hasil pengujian dengan booststrapping didapatkan analisis dari data Path Coeficients sebagai . Persepsi Kemudahan Penggunaan Pada tabel nilai path coefficient ditunjukkan bahwa hubungan varibel persepsi kemudahan penggunaan (X. dengan minat penggunaan QRIS (Y) memiliki nilai original sample (O) sebesar -0,105 dengan T-statistic 1. 013 < T Tabel . dan nilai P-Values 0,311. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi kemudahan penggunaan (X. tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS (Y). Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak . Pada tabel 4. 6 ditunjukkan hubungan variabel persepsi kredibilitas . (X. dengan minat penggunaan QRIS (Y) memiliki nilai original sample (O) sebesar 0,185 dengan T statistic 1,177 < T tabel . dan nilai P Values 0,239. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi kredibilitas (X. berpengaruh secara positif terhadap minat penggunaan QRIS (Y). Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Pada tabel 4. 6 ditunjukkan hubungan variabel persepsi manfaat (X. dengan minat penggunaan QRIS (Y) memiliki nilai original sample (O) sebesar 0,044 dengan T statistic 0,520 < T tabel . dan nilai P Values 0,603. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi manfaat (X. berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap minat penggunaan QRIS (Y). Sehingga H0 diterima Ha ditolak . Pada tabel 4. 6 ditunjukkan hubungan variabel persepsi hambatan penggunaan (X. terhadap minat penggunaan QRIS (Y) memiliki nilai original sample (O) sebesar -0,726 dengan T statistic 4,202 > T tabel . dan nilai P Values 0,000. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi kredibilitas (X. tidak berpengaruh secara positif terhadap minat penggunaan QRIS (Y). Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari manfaat, kemudahan, kredibilitas terhadap niat penggunaan alat pembayaran digital QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga hipotesis yang tidak didukung dan satu hipotesis yang didukung, sehingga penelitian ini dapat dikatakan tidak menunjukkan dampak positif dari penggunaan alat pembayaran digital QRIS. Pengaruh Kemudahan terhadap Minat Penggunaan QRIS Hasil uji P Values menyimpulkan Perceived Compatibility yaitu 0,331 artinya lebih besar dari nilai sebesar 0,05 atau 5%. Sehingga persepsi kemudahan tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan QRIS. Selain itu nilai path coefficient sebesar -0,105 yang berarti arah hubungannya negatif. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi kemudahan tidak memiliki pengaruh terhadap niat penggunaan QRIS oleh pedagang bahan pokok di pasar tradisional Pucang Anom Surabaya. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Nasih. Gati, dan Rahayu . yang menyatakan bahwa perspesi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS. Persepsi Pedagang Bahan Pokok Terhadap Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional Pucang Anom Surabaya Fitri Anggraini. Dona Wahyuning Laily. Isti Khomah Pengaruh Kredibilitas terhadap Minat penggunaan QRIS Hasil uji P Values menyimpulkan Perceived Compatibility yaitu 0,239 artinya lebih besar dari nilai sebesar 0,05 atau 5%. Sehingga Perceived Compatibility pada variabel persepsi kredibilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap niat penggunaan QRIS. Selain itu nilai path coefficient sebesar 0,185 yang berarti arah hubungannya positif. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi kredibilitas atau kepercayaan tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan QRIS oleh pedagang di Pasar Pucang Anom Surabaya. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Buluati. Karundeng, dan Suryanto . menyatakan bahwa persepsi kepercayaan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan QRIS oleh pelaku UMKM. Pengaruh Manfaat terhadap Minat penggunaan QRIS Hasil uji P Values menyimpulkan Perceived Compatibility yaitu 0,603 artinya lebih kecil dari nilai sebesar 0,05 atau 5%. Sehingga Perceived Compatibility tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness. Selain itu nilai path coefficient sebesar 0,044 yang berarti arah hubungannya positif. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi manfaat tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan QRIS oleh pedagang bahan pokok di Pasar Pucang Anom Surabaya. Berebda dengan penelitian yang dilakukan oleh Laloan. Wenas, dan Loindong . menyatakan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa persepsi manfaat berpengaruh terhadap minat penggunaan QRIS. Pengaruh Persepsi Hambatan terhadap Minat penggunaan QRIS Hasil uji P Values menyimpulkan Perceived Compatibility untuk variabel persepsi hambatan yaitu 0,000 artinya lebih kecil dari nilai sebesar 0,05 atau 5%. Sehingga Perceived Compatibility pada varibel persepsi manfaat memiliki pengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness. Selain itu nilai path coefficient sebesar -0,726 yang berarti arah hubungannya negatif. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi hambatan memiliki pengaruh terhadap minat penggunaan QRIS oleh pedagang bahan pokok di Pasar Pucang Anom Surabaya. Penelitian yang dilakukan oleh Rahman. Yahya, dan Isa . menyatakan hambatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat penggunaan QRIS. KESIMPULAN Hasil penelitian dengan metode Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk mengukur minat penggunaan QRIS oleh pedagang bahan pokok di pasar tradisional Pucang Anom Surabaya dapat disimpulkan bahwa QRIS tidak memiliki potensi untuk diaposi oleh pedagang. Berdasarkan kemudahan penggunaan, kredibilitas atau kepercayaan, manfaat, dan hambatan yang dimiliki QRIS dapat mempengaruhi niat penggunaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pedagang bahan pokok tidak memiliki minat penggunaan QRIS atau tidak memiliki minat mengadopsi QRIS sebagai alat pembayaran digital. DAFTAR PUSTAKA