Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. KEGIATAN KOLASE DENGAN BAHAN ALAM (DAUN KERING) UNTUK MENSTIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POCENTER Isya Nabilah Pradiptya1. Dian Kristiana. Pd2 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo E-mail: Isyanabilahpradiptya@gmail. com, dian_kristiana@umpo. ABSTRAK Kegiatan kolase dengan bahan alam daun kering adalah kegiatan yang mudah dilakukan. Hal ini memungkinkan jika anak-anak melatih otot tangan menempelkan daun kering pada Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh hasil kegiatan kolase dengan bahan alam untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data dan informasi dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek guru-guru di Pocenter Dari hasil penelitian yang dilakukan di pocenter kemampuan motorik halus anak usia dini dengan kegiatan kolase dengan bahan alam berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadikan anak-anak aktif dan melakukan sesuai dengan kemampuan anak. Respon dari anak-anak yang ada di Pocenter juga sangat baik, anak-anak antusias saat pelajaran anak Kegiatan ini tidak membuat anak-anak merasa bosan dan jenuh, jadi kegiatan bermain kolase dengan bahan alam pada anak usia dini di sekolah Pocenter berjalan dengan maksimal dan dapat menstimulasi kemampuan motorik halus. Kata Kunci : Kolase bahan alam, motorik halus, anak usia dini ABSTRACT Collage activities with dried leaf natural material are easy to do. It is possible if children train the hand muscles by sticking dry leaves to the pattern. The research aims to identify and obtain the results of collage activities with natural ingredients to stimulate fine motor skills of early childhood. The method used is qualitative method by collecting data and information by means of interviews, observations, and documentation with the subjects of the teachers at the Pocenter. From the results of the research carried out in the pocenter fine motor skills of early childhood with collage activities with natural materials running well. The reaction from the children at the Pocenter is also very good, the children are enthusiastic when the children's lessons begin. These activities don't get kids bored and saturated, so early childhood collage play activities at Pocenter school run to the maximum and can stimulate fine motor skills. Keywords : Natural materials, fine motorics, early childhood A Corresponding author : Email Address: isyanabilahpradiptya@gmail. Received 22 November 2023. Accepted 09 December 2023. Published 10 December 2023 DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 200 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 PENDAHULUAN Pendidikan adalah hal yang paling penting dalam hidup seseorang karena memungkinkan mereka dihormati, memiliki karir yang baik, dan berperilaku sesuai Namun, pola pikir pendidik telah berubah dari yang lebih konvensional dan kaku menjadi yang lebih kontemporer karena dunia pendidikan telah berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pendidikan adalah upaya manusia untuk meningkatkan pengetahuan yang diperoleh dari lembaga formal maupun informal untuk membantu proses transformasi untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Karena pentingnya pendidikan, pendidikan yang baik diberikan sejak usia dini. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa "Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesempatan untuk masuk di pendidikan berikutnyaAy. Karena itu, kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2013 bertujuan untuk memaksimalkan perkembangan anak-anak dengan mempertimbangkan nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus seimbang1. Selain itu, dalam pendidikan anak usia dini, perlu ada dorongan atau stimulasi untuk tumbuh kembang anak usia dini supaya lebih baik. Gangguan akan terjadi pada anak-anak yang tidak menerima rangsangan selama perkembangan mereka. Untuk pertumbuhan yang optimal, stimulasi harus diberikan secara teratur. Faktor pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dipertimbangkan saat memberikan stimulasi perkembangan kepada anak. Dengan demikian kegiatan yang dapat melatih kekuatan dan koordinasi tangan adalah aspek perkembangan motorik halus2. Keterampilan motorik anak ditingkatkan dengan kolase, di mana anak-anak mengumpulkan dan menempelkan sepotong kertas berwarna-warni pada pola atau Putri. , & Kurniawan. Implementasi Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembelajaran Field Trip. In Seminar Nasional dan Call for Paper AuMembangun Sinergitas Keluarga dan Sekolah Menuju PAUD Berkualitas . 217- . Susanto. Ahmad. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada Media. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 201 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 gambar tertentu. Mereka terus bersemangat untuk memotong atau menghancurkan kertas kecil untuk menempelkan potongan kertas sesuai dengan pola setelah mereka melihat pola. Aktivitas ini tanpa disadari melatih keterampilan motorik halus anak. Ketika anak-anak secara bertahap mempersempit, memblokir, dan melapisi potongan kertas, koordinasi tangan mereka akan menjadi lebih baik. Untuk membuat kolase di Taman Kanak-kanak, bahan baku sederhana yang tidak berbahaya, bahkan dari batang dan bahan limbah alami. Bahan-bahan tersebut termasuk wadah kaca minuman mineral, permen, klip, pakaian, benang, dan lainnya3. Kolase berasal dari kata Perancis "collage", yang berarti "dapat ditempelkan dan dibuat dengan berbagai bahan murah yang tersedia di sekitar kita, seperti daun, kulit pisang, cabang, bunga kering, kayu, kerang, batu, pasir berwarna, bunga matahari, kacangkacangan, kacang kedelai, kacang hijau, dan bahan yang diproses . eberapa jenis kertas, karton berwarna, kain kacang, benang, kain, kapas4. Di Pocenter memiliki beberapa keunggulan yaitu: . Pembelajaran berwawasan al Islam Kemuhammadiyahan, . Strategi pembelajaran Children Learning According to Its Characteristic (Chilati. pendekatan pembelajaran mengoptimalkan karakteristik belajar anak dengan pendampingan belajar satu guru satu peserta didik, . Metode pembelajaran montessori, . Deteksi dini tumbuh kembang anak rutin, . English for Children, . Fun Learning Everyday. Pocenter juga sudah menggunakan dan mengembangkan teknik kolase dalam pembelajaran sebagai perkembangan motorik halus anak. Maka dengan demikian peneliti tertarik untuk lebih mengembangkan motorik halus anak sesuai dengan keunggulan yang ada di pocenter yaitu Chilatic. Anak-anak di sekolah pocenter masih menghadapi banyak tantangan dalam menggunakan jari untuk berbagai tugas contohnya memotong, menggambar, melipat, dan mengisi pola dengan item kecil, dan lain Namun dalam hal ini sekolahan pocenter memiliki fasilitas yang memadai dengan memberikan media pembelajaran yang lengkap serta aman untuk anak usia dini. Maka dengan demikian anak-anak di pocenter dapat belajar dengan senang dan mengasyikkan karena adanya media yang sesuai dan lengkap. Wandi. , & Mayar. Analisis kemampuan motorik halus dan kreativitas pada anak usia dini melalui kegiatan kolase. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 351-358. Sumanto. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. In Jakarta: Direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 202 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Berdasarkan hasil pengamatan di Pocenter peneliti mengamati pengembangan motorik halus melalui melipat, mengikat, menempel, menulis, kolase dan kegiatan lainnya memerlukan stimulus dan perlu adanya media dan kegiatan yang lebih inovatif dan bahanbahan yang menarik. Dalam kegiatan bermain kolase anak-anak sesekali meminta bantuan guru untuk menyelesaikan pekerjaanya yang agak sulit. Saat anak-anak mengerjakan kolase tersebut sendiri maka hasil yang didapatkan sudah lumayan baik. Hal ini terlihat dari hasil karya anak yang mereka lakukan sendiri. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan motorik halus pada anak. Aktivitas ini sesuai dengan masalah yang muncul dalam pengembangan motorik halus dan kreativitas melalui kegiatan kolase yang sangat menarik dan inovatif. Kegiatan ini membutuhkan kerja sama tangan dan mata yang Dalam kegiatan bermain kolase Anak-anak dilatih untuk bergerak dengan bahan Saat menempel, mata dan jari-jari tetap fokus. Selain itu, anak-anak harus bertanggung jawab atas lingkungan mereka dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka. Ini adalah pekerjaan yang luar biasa, dan bahan-bahan alami bahkan mungkin berharga. Untuk belajar dalam penelitian, peneliti menggunakan bahan alami dari lingkungan rumah yang mudah dicari dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu terkait kegiatan kolase untuk motorik dan kreativitas anak yaitu penelitian dengan judul AuMeningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase Dengan Bahan Alam Pada Anak Kelompok B Di TK PKK Sunggingan Ponjong Tahun Ajaran 2021/2022Ay mengemukakan bahwa strategi dalam pembelajaran menggunakan media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini. Selanjutnya dari penelitian dengan judul AuPenerapan Metode Demonstrasi Berbantuan Media Konkret melalui Kegiatan Kolase untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik HalusAy bahwasannya hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perkembangan motorik halus dengan penerapan metode demonstrasi berbantuan media konkret melalui kegiatan kolase pada siklus I sebesar 70,50 % yang berada pada kategori sedang ternyata mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 82,50% tergolong pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan perkembangan motorik halus pada anak sebesar 12,00%. Jadi dapat disimpulkan dari kedua penelitian tersebut bahwa kegiatan kolase dapat meningkatkan dan menstimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia dini. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 203 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Oleh karena itu peneliti tertarik ingin meneliti kegiatan yang ada di Pocenter dalam menstimulasi motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan bahan alam agar lebih Dimana anak-anak kurang terampil dalam menggunakan jari-jari mereka dalam kegiatan yang agak sulit, kurang konsentrasi, kesabaran, dan kekakuan dalam melakukan tugas-tugas yang memerlukan motorik halus, terutama ketika fokus mereka pada bendabenda yang lebih kecil. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Sugiyono mengemukakan bahwa metode kualitatif digolongkan sebagai metode artistik karena proses penelitiannya kurang terpola dan digolongkan sebagai metode interpretative karena data yang dihasilkan dalam suatu penelitian cenderung berhubungan dengan interpretasi data yang dikumpulkan di lapangan5. Jenis penelitian ini dikenal sebagai penelitian deskriptif . Hal ini dilakukan karena tujuan penelitian kualitatif adalah memahami fenomena dari sudut pandang partisipan, konteks sosial dan institusional sehingga pendekatan kualitatif umumnya bersifat induktif7. Analisis data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (Triangulas. , dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya Dalam hal ini teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan Hasil dari penelitian ini adalah deskriptif. Peneliti menggunakan jenis data deskriptif karena menjelaskan kejadian sebenarnya di lapangan dalam kegiatan kolase untuk menstimulasi kemampuan anak usia dini menggunakan bahan alam daun kering. Penelitian dilakukan di Pocenter (Ponorogo Early Education Cente. Kompleks SDN 2 Ronowijayan. Kec. Siman. Kab. Ponorogo. Data yang diambil adalah data primer yang terdiri dari guru dan siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2023. Sugiyono . Metode penelitian kuantitatif / Prof. Dr. Sugiyono. Bandung :: Alfabeta,. Bogdan. Biklen. Qualitative research for education: An Introduction to theory and Boston: Allyn and Bacon, inc. Nasehudin. Pd. Drs. Toto S. , and Drs. Nanang Gozali. Ag. Metode Penelitian Kuantitatif. 1st ed. Bandung: Pustaka Setia. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 204 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Kegiatan belajar di taman kanak-kanak yang dikenal sebagai kolase memiliki potensi untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Kegiatan kolase ini dapat mengajarkan anak-anak nilai-nilai seperti kesabaran, ketekunan, kasih sayang, dan solidaritas namun, yang paling penting adalah bagaimana mengatur gerakan. Anak-anak harus dilatih untuk mengkoordinasikan gerakan mereka setelah mereka menjadi terbiasa dengan hal-hal baik. Anak-anak biasanya menyukai hal-hal yang unik, menarik, dan indah. Oleh karena itu, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolase harus disediakan oleh pendidik atau guru agar anak-anak menyukainya dan tidak mengalami kesulitan saat Bahan-bahan ini harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak8. Berdasarkan hasil observasi di Pocenter yang dilakukan saat pembelajaran dimulai dengan kegiatan kolase dengan bahan alam untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak dapat berjalan dengan baik walaupun ada sedikit kendala karena perbedaan usia yang tidak sama di sekolah Pocenter. Saat kegiatan berlangsung anak-anak mengikuti instruksi guru dan mendengarkan penjelasan terlebih dahulu sebelum bermain kolase dengan bahan alam. Setelah guru sudah selesai menjelaskan dan memberi contoh anakanak mulai mengerjakan kegiatan bermain kolase. Anak-anak mulai berpartisipasi dalam aktivitas kolase berbasis bahan alam, tetapi menggerakan otot-otot kecil mereka masih terasa kaku dan sulit. Saat kegiatan berlangsung anak-anak diajarkan cara menggunting daun menjadi potongan kecil-kecil, namun anak-anak tampaknya tidak dapat menggunakan kedua tangan dengan benar, anak-anak di sana masih kaku ketika memotong daun menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, dan masih tidak dapat mengontrol koordinasi antara tangan dan mata saat menempel. Tujuan dan Manfaat Kolase Menurut Nurjatmika di Fitriah dan Wiwik, tujuan umum kolase adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, meningkatkan konsentrasi untuk memecahkan masalah, meningkatkan pemahaman mereka tentang warna dan bentuk, dan meningkatkan imajinasi mereka. Kolase dapat meningkatkan perkembangan otak, kemampuan motorik halus, dan kemampuan bahasa anak-anak, menurut Widiastini. Raga. , & Kusmaryatni. Penerapan Metode Pemberian Tugas Berbantuan Bahan Alam Untuk Meningkatkan Kreativitas Meronce Anak Kelompok B Di TK Nurul Mubin. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha. Volume 2 No 1 DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 205 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Sumanto. Selain itu, bermain di dalamnya dapat meningkatkan pemahaman penglihatan anak-anak, kreativitas mereka, dan kemampuan mereka untuk berpikir, menyerap, menjadi emosional, dan menikmati apa yang ada di dalamnya9. Kelebihan dan Kelemahan Kolase Terdapat beberapa kelebihan kolase yaitu antara lain: Bermain kolase menggunakan pasir, biji-bijian, dan dedaunan kering mudah Anak-anak lebih mudah menggunakan ide-ide kreatif mereka dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena hasil karya kolase yang unik dan menarik meningkatkan keterampilan motorik dan kreativitas. Daya konsentrasi anak dapat ditingkatkan dengan bermain kolase bahan alam. Ini juga dapat melatih koordinasi mata-tangan, kecermatan, dan kerapian10. Kelemahan dari kegiatan kolase ialah dengan kata lain, anak-anak tidak hanya membuat objek yang tidak teratur di dalam pola gambar, tetapi mereka juga tidak berhatihati saat menempelkannya. Ini karena membuat kolase sangat sulit dan membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Pakaian anak seringkali kotor, dan jika guru tidak memberikan contoh kolase yang tepat, akan sulit untuk mengawasi aktivitas anak11. Saat proses penelitian yang peneliti lakukan disana pada proses kegiatan bermain kolase berlangsung anak diminta oleh guru untuk memberikan lem pada bagian batang pohon yang sudah disiapkan guru. Lem yang diberikan oleh guru hanya diberikan 4 dengan jumlah siswa 8 agar anak-anak disana juga dilatih untuk bersabar dan menunggu Hal tersebut saat melakukan kegiatan menempel dan menggunting hanya diberikan 4 sampai 5 alat agar anak-anak terbiasa untuk mengantri. Berikut ini kegiatan anak saat bermain kolase menggunakan bahan alam daun kering. Mayank Rahmawati AuPengaruh Kegiatan Bermain Kolase terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Ami Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2019/2020Ay, (Skripsi. Universitas Jember. Jember, 2. , hlm. Niamul Istiqomah. AuPengaruh Kegiatan Kolase dengan Menggunakan Media Bahan Alam Terhadap Keterampilan Motorik Halus pada Anak Kelompok B di Raudhatul Athfal 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018Ay, (Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung, 2. , hlm. Mayank Rahmawati AuPengaruh Kegiatan Bermain Kolase terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Ami Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2019/2020Ay, (Skripsi. Universitas Jember. Jember, 2. , hlm. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 206 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Tabel 1. Kegiatan Anak Usia 3-4 Tahun Saat Bermain Kolase Bahan Alam No. Nama Gambar Capaian Perkembangan Anak Rara Pada kegiatan kolase dengan daun kering ananda sudah bisa melakukan sendiri walaupun masih belum pas dengan bentuk pohon. Tetapi saat menempelkan daun kering yang sudah dipotong menjadi kecil ananda sudah bisa dan tidak meminta bantuan guru. Adena Pada kegiatan kolase dengan daun menempelkan daun kering di gambar tanpa bantuan guru dan menyesuaikan dengan gambar pohon yang sudah diberikan oleh guru. Khadijah Pada kegiatan kolase dengan daun menempelkan daun kering di gambar tanpa bantuan guru. Pada kegiatan ini ananda sudah ada kemajuan, yang awalnya masih kesulitan dan meminta bantuan sekarang sudah bisa sendiri tanpa bantuan guru. Namun dalam penempatan menempel masih belum sesuai dengan gambar pohon yang diberikan oleh guru. Syakif Pada kegiatan kolase dengan daun menempelkan daun kering di gambar. Pada kegiatan ini ananda sudah ada kemajuan, yang awalnya masih kesulitan dan meminta bantuan sekarang sudah bisa sendiri tanpa bantuan guru. Dalam menempelkan daun kering di gambar pohon sudah sepenuhnya di isi. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 207 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 200-209 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa anak-anak mampu melakukan kegiatan bermain kolase dengan baik dan anak mampu terstimulasi dari aspek motorik halus. Hal ini terlihat dari anak-anak yang mulai menggunting daun kering menjadi kecil-kecil, lalu menempelkannya pada pola yang sudah ada. Dalam hal ini aspek perkembangan anakanak yang ada di sekolah Pocenter tercapai dengan baik. Anak-anak yang ada di Pocenter juga mampu mengikuti instruksi dari guru dengan baik. Ini konsisten dengan pendapat Rosmala Deva yang menyatakan bahwa keterampilan motorik halus meliputi kegiatan yang membutuhkan otot halus jari-jari, seperti menggambar, memotong, mengikat tali sepatu, menjahit pakaian, dan menarik resleting12. KESIMPULAN Stimulasi yang sesuai untuk perkembangan motorik halus anak adalah dengan kegiatan bermain kolase. Dengan bermain kolase yang bervariasi dapat menarik perhatian peserta didik. Media yang dipakai untuk kolase ini adalah dengan material alami seperti daun kering. Dari hasil studi yang dilakukan oleh peneliti kemampuan motorik halus anak usia dini dengan kegiatan kolase dengan bahan alam berjalan dengan baik. Respon dari anak-anak yang ada di Pocenter juga sangat baik, anak-anak antusias saat pelajaran anak Jadi kegiatan bermain kolase dengan bahan alam pada anak usia dini di sekolah Pocenter berjalan dengan maksimal dan dapat menstimulasi kemampuan motorik halus. DAFTAR PUSTAKA