Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 PENGARUH FINANCIAL DISTRESS. KARAKTER EKSEKUTIF, THIN CAPITALIZATION DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP TAX AVOIDANCE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2018-2. Hamidah Asri Aji Pangestu Universitas Pancasakti Tegal hamidahasri14@gmail. Dewi Indriasih Universitas Pancasakti Tegal indriasih@upstegal. Fahmi Firmansyah Universitas Pancasakti Tegal fahmifirmansyah@upstegal. ABSTRACT The aim of this research is to determine the influence of financial distress, executive character, thin capitalization, institutional ownership on tax avoidance. The type of research used in this study is quantitative research using decriptive statistical The population in this study are mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022, totaling 48 companies. The sampling technique in this study used purposive sampling. This study uses secondary data in the form of annual financial reports. The method of analysis used in research is a method of double linear regression analysis with SPSS 25 program. The results of this study indicate that financial distress has no effect on tax avoidance with a sig value 0,691, executive character has no effect on tax avoidance with a sig value 0,151 thin capitalization has no effect on tax avoidance with a sig value 0,739 institusional ownership has a negative effect on tax avoidance with a sig value 0,000. Keywords: Financial Distress. Executive Character. Thin Capitalization. Institusional Ownership. Tax Avoidance ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh financial distress, karakter eksekutif, thin capitalization, kepemilikan institusional terhadap tax avoidance. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022 yang berjumlah 48 perusahaan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan data Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 sekunder berupa Laporan Keuangan Tahunan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dengan nilai sig. 0,691, karakter eksekutif tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dengan nilai sig 0,151, thin capitalization tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dengan nilai sig 0,739, kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap tax avoidance dengan nilai sig 0,000. Kata kunci: Financial Distress. Karakter Eksekutif. Thin Capitalization. Kepemilikan Institusional. Tax Avoidance PENDAHULUAN Penerimaan pajak berperan peran penting dalam membiayai seluruh pengeluaran dan pembangunan suatu negara. Pajak merupakan sumber pendapatan negara, namun dapat menjadi beban bagi perusahaan dan menurunkan perolehan laba. Perbedaan cara pandang ini memperkuat upaya penghindaran pajak oleh wajib pajak (Jumailah, 2. Perbedaan kepentingan antara wajib pajak dan negara dapat terjadi ketidaksesuaian penerimaan pajak serta memicu penghindaran pajak. Langkah-langkah tersebut sulit untuk diberantas karena merupakan bagian dari proses hukum yang menggunakan metode dan teknik yang mengeksplotasi kelemahan peraturan undang-undang perpajakan. Pemerintah tidak menginginkan tindakan penghindaran pajak karena akan mengurangi penerimaan pajak negara (Kurubah & Adi, 2. Tingginya tingkat penghindaran pajak di Indonesia menjadi salah satu penyebab rendahnya penerimaan pajak dan masih banyak perusahaan menggunakan berbagai Tindakan penghindaran pajak untuk melunasi beban pajak yang rendah. Penghindaran pajak merupakan isu penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia (Prasatya et al. , 2. Sistem pemungutan pajak di Indonesia menggunakan self assessment system, dimana wajib pajak orang pribadi maupun badan diberikan kepercayaan untuk menghitung, menyetorkan, dan melaporkan sendiri jumlah pajak yang terutang sesuai dengan peraturan perundangundangan perpajakan (Andini et al. , 2. Adanya peraturan perpajakan seperti ini memudahkan wajib pajak untuk melakukan penghindaran pajak . ax avoidanc. karena pengisian, perhitungan, dan penyetoran dilakukan oleh sendiri (Gunawan. Skandal mengenai penghindaran pajak yang pernah terjadi pada beberapa Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 perusahaan sektor pertambangan di Indonesia seperti PT Multi Sarana Avindo (MSA). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengajukan tuntutan terhadap perusahaan batu bara PT Multi Sarana Avindo atas dugaan perpindahan kuasa pertambangan yang menyebabkan kurangnya kewajiban bayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). DJP mengalami kekalahan dipengadilan dalam tiga kali persidangan pada tahun 2007, 2009 dan 2010 dengan tuntutan sebesar 7,7 miliar. DJP masih mengajukan tuntutan yang sama sampai saat ini. Pada tahun 2019, penelusuran oleh Kata Data dan Prakasa menunjukkan bahwa dugaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tidak terbukti secara materiil. Praktik yang dilakukan oleh PT MSA tidak melanggar Kecurigaan DJP tidak sepenuhnya salah karena terdapat perbedaan yang mencolok antara jumlah produksi yang dihasilkan dengan jumlah pembayaran pajak yang dilakukan. DJP seharusnya melakukan penyelidikan yang lebih mendalam dan mengungkap fakta-fakta yang ada dibalik laporan yang disajikan oleh MSA. Praktik penghindaran pajak oleh industri batu bara merupakan hal yang umum, di mana pelaku memanfaatkan celah atau kelemahan dalam peraturan Kasus MSA menjadi salah satu dari banyak kasus yang mencurigakan praktik penghindaran pajak (Mafftuchan, 2. TELAAH LITERATUR Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan . gency theor. yaitu hubungan kontraktual antara principal dan Hubungan ini dilakukan untuk suatu jasa dimana principal memberi wewenang kepada agent mengenai pembuatan keputusan yang terbaik bagi principal dengan mengutamakan kepentingan dalam mengoptimalkan laba perusahaan sehingga meminimalisir beban, termasuk beban pajak dengan melakukan penghindaran pajak. Teori keagenan adalah pemberian wewenang oleh pemilik perusahaan . emegang saha. kepada pihak manajemen perusahaan untuk menjalankan operasional perusahaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, jika kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama untuk meningkatkan nilai perusahaan maka manajemen akan bertindak sesuai dengan kepentingan pemilik perusahaan (Supriyono, 2. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 Tax Avoidance Penghindaran pajak . ax avoidanc. merupakan upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak tidak bertentangan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan . rey are. yang terdapat dalam undang-undang maupun peraturan perpajakan untuk memperkecil jumlah pajak terutang. Berbeda halnya dengan penggelapan pajak . ax evasio. adalah upaya wajib pajak untuk menghindari pajak terutang secara ilegal dengan cara menyembunyikan keadaan yang sebenarnya atau bertentangan dengan ketentuan perpajakan. Tax evasion berisiko tinggi dan berpotensi dikenakan sanksi pelanggaran hukum/tindak kriminal (Pohan, 2. Financial Distress Financial distress merupakan kondisi suatu perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu memenuhi berbagai kewajiban kepada pihak lain seperti kreditur, kewajiban kepada pemegang obligasi dan lain-lain dapat berujung pada kebangkrutan (Hutabarat, 2. Financial distress didefinisikan sebagai petunjuk awal sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan. Manifestasi dari krisis keuangan dapat dilihat dari hasil laporan keuangan perusahaan. Ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek seperti membayar utang jangka pendek dan menjaga solvabilitas merupakan tanda-tanda financial distress. Perusahaan mengalami financial distress ketika margin laba negatif selama beberapa tahun. Financial distress disebabkan oleh kurangnya modal karena penggunaan sumber daya modal yang tidak tepat, tabungan yang tidak mencukupi dan semua pengelolaan kegiatan yang tidak efisien. Risiko kebangkrutan dapat meningkat karena penurunan ekonomi dan keuangan perusahaan, sehingga perusahaan melakukan praktik tax avoidance untuk menjaga stabilitasnya (Siburian & Siagian, 2. Karakter Eksekutif Eksekutif merupakan individu yang memiliki posisi penting dalam sistem kepemimpinan suatu perusahaan atau organisasi. Eksekutif perusahaan berusaha mencapai tujuan dengan mempengaruhi organisasi yang dipimpinnya, sehingga berdampak yang besar pada perusahaan dan mempengaruhi pengambilan keputusan yang berisiko (Prastiwi & Ratnasari, 2. Menurut Optikasari & Trisnawati Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 . dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pemimpin perusahaan, eksekutif memiliki dua karakter yaitu pengambil risiko . isk take. dan penghindar risiko . isk avers. Eksekutif dengan karakteristik risk taker menunjukkan berani dalam mengambil keputusan bisnis. Tipe eksekutif ini biasanya menginginkan posisi, kesejahteraan, wewenang yang lebih tinggi di perusahaan serta menginginkan penghasilan yang lebih besar tetapi siap untuk menerima konsekuensi dari risiko yang lebih tinggi. Sedangkan risk averse merupakan karakteristik yang menunjukkan eksekutif kurang menyukai risiko, sehingga memilih risiko yang rendah saat mengambil keputusan. Tipe eksekutif ini lebih mengutamakan keamanan daripada keuntungan besar yang dapat menciptakan risiko yang tinggi. Thin Capitalization Thin capitalization merupakan pembentukan struktur modal dengan kepemilikan utang yang lebih besar dari ekuitas (Kurubah & Adi, 2. Semua bentuk pembiayaan perusahaan akan mempengaruhi laba fiskal perusahaan tersebut. Upaya manajemen menggunakan skema yang tepat untuk meminimalkan beban pajak, yaitu dengan mengelola utang dibandingkan modal kepemilikan karena peraturan perpajakan di Indonesia membolehkan beban bunga menjadi biaya pengurang atas laba fiskal . , baik yang sudah dibayar maupun yang masih menjadi utang bunga. Sebaliknya, jika struktur modal perusahaan biasanya mengarah kepada ekuitas maka penghasilan yang didapat dari pembagian dividen tidak berkurang karena pembagian dividen bersifat non-deductible (Falbo & Firmansyah, 2. Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional merupakan salah satu elemen dalam implementasi perusahaan untuk tata kelola yang baik. Keberadaan kepemilikan institusional diharapkan dapat menjadi pihak yang memiliki tugas sebagai pengawas, dan pemantau serta pihak yang membuat perusahaan agar tidak menjalankan tindakan yang akan berakibat merugikan bagi perusahaan itu sendiri khususnya dalam pengelolaan perpajakan (Sadeva et al. , 2. Kepemilikan institusional pada Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 dasarnya ingin mendapatkan laba yang setinggi-tingginya untuk mendapatkan dividen yang cukup tinggi atau dapat kembali mengonversikannya ke dalam modal. Hal ini tentu berkaitan apabila dihubungkan dengan aktivitas penghindaran pajak (Ashari et al. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode statistik deskriptif. Menurut Sugiyono . penelitian kuantitatif mengacu pada metode penelitian yang berdasarkan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data melalui instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik yang memiliki tujuan untuk menguji hipotesis yang ada. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diambil kesimpulannya, (Sugiyono, 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui w. id selama tahun 2018-2022 sebanyak 48 perusahaan. Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode dokumentasi dengan jenis data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sumbernya berasal dari media perantara atau diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data sekunder dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti laporan, buku, jurnal serta media perantara lainnya. (Sugiyono, 2. Data dari penelitian ini diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu id pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2022. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 dalam perhitungannya menggunakan metode regresi linier berganda dibantu dengan program pengolah data statistik yang dikenal dengan IBM SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS versi 25 diperoleh tabel hasil perhitungan statistik deskriptif sebagai berikut: Tabel 1 Statistik Deskriptif Financial Distress Karakter Eksekutif Thin Capitalization Kepemilikan Institusional Tax Avoidance Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data diolah . Pada tabel 1 menunjukkan bahwa hasil pengujian statistik deskriptif pada setiap variabel penelitian dengan jumlah data (N) yang digunakan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama 5 tahun . berjumlah 95 data. Namun, karena dilakukannya transformasi data pada variabel Y maka data yang digunakan atau data yang valid hanya berjumlah 75 data. Uji Normalitas Adapun hasil uji normalitas dalam penelitian ini dengan menggunakan tabel Kolmogorov Smirnov adalah sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Sebelum Outlier One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil output pengolahan data uji normalitas diperoleh nilai 0,008 < 0,05 yang berarti data penelitian tidak berdistribusi secara normal sehingga peneliti melakukan tranformasi data dengan menghapus data outlier. Data outlier merupakan data yang mempunyai karakteristik unik serta terlihat dalam bentuk nilai ekstrim. Uji outlier dapat dilakukan dengan melihat grafik box plot dengan cara penghapusan atau menghilangkan angka-angka diluar box plot (Ghozali, 2018: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Sesudah Outlier One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true Sumber: Data diolah . Setelah dilakukan penghapusan outlier diperoleh dengan hasil nilai sebesar 0,200 > 0,05 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 4 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Model 1 (Constan. Financial Distress Karakter Eksekutif Thin Capitalization Kepemilikan Institusional Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 Dependent Variable: Tax Avoidance Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil uji multikolinieritas menunjukkan bahwa variabel financial distress, karakter eksekutif, thin capitalization dan kepemilikan institusional memiliki nilai tolerance secara berturut-turut sebesar 0,342. 0,655. 0,371. 0,872 sedangkan nilai VIF yaitu sebesar 2,942. 1,527. 2,694 dan 1,146. Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat masalah multikolinearitas. Hasil Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error Squar Adjusted of the DurbinModel R Square Estimate Watson Predictors: (Constan. Kepemilikan Institusional. Thin Capitalization. Karakter Eksekutif. Financial Distress Dependent Variable: Tax Avoidance Sumber: Data diolah, . Berdasarkan hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson untuk tax avoidance yaitu sebesar 1,884 terletak antara du < dw < 4-du . ,739 < 1,884 < 2,. yang artinya model regresi tidak terdapat autokorelasi. Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Financial Distress Karakter Eksekutif 098 -. Thin capitalization Kepemilikan Institusional -. Sig. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 Dependent Variable: Abs_RES Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa financial distress, karakter eskekutif, thin capitalization, kepemilikan institusional memiliki nilai signifikansi 0,254. 0,490. 0,095. 0,088 > 0,05. Hal ini berarti semua variabel independen tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Financial distress Karakter Eksekutif Thin capitalization Kepemilikan Institusional Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Tax Avoidance Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS diperoleh persamaan regresi yaitu Y = 0,439 - 0,003 X1 0,112 X2 - 0,007 X3 - 0,259 X4 e Uji F Tabel 8 Hasil Uji Kelayakan Model (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Tax Avoidance Predictors: (Constan. Kepemilikan Institusional. Thin Capitalization. Karakter Eksekutif. Financial Distress Sumber: Data diolah . Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 Berdasarkan hasil uji kelayakan model uji F pada tabel 4. 9 diketahui bahwa nilai Fhitung 4,922 > Ftabel 2,50 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa financial distress, karakter eksekutif, thin capitalizarion dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tax avoidance. Uji T Tabel 9 Hasil Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Financial distress Karakter Eksekutif Thin capitalization Kepemilikan Institusional Dependent Variable: Tax Avoidance Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data diolah . Dari hasil uji t yang dapat dilihat pada tabel 9 dapat disimpulkan hasil sebagai berikut: Dari perhitungan uji parsial financial distress terhadap tax avoidance diperoleh nilai koefisien sebesar -0,003 dengan arah negatif dan nilai thitung -0,399 < ttabel 1,994 dan nilai signifikan 0,691 . ,691 > 0,. yang artinya variabel financial distress tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Dari perhitungan uji parsial karakter eksekutif terhadap tax avoidance diperoleh nilai koefisien sebesar 0,112 dengan arah positif dan nilai thitung 1,452 < ttabel 1,994 dan nilai signifikan 0,151 . ,151 > 0,. yang artinya variabel karakter eksekutif tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022 sehingga H0 diterima dan H2 ditolak. Dari perhitungan uji parsial thin capitalization terhadap tax avoidance diperoleh nilai koefisien sebesar -0,007 dengan arah negatif dan nilai thitung -0,334 < ttabel 1,994 dan nilai signifikan 0,739 . ,739 > 0,. yang artinya variabel thin capitalization tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022 sehingga H0 diterima dan H3 ditolak. Dari perhitungan uji parsial kepemilikan institusional terhadap tax avoidance diperoleh nilai koefisien sebesar -0,259 dengan arah negatif dan nilai thitung -4,211 < ttabel 1,994 Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 dan nilai signifikan 0,000 . ,000 < 0,. yang artinya variabel kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022 sehingga H0 ditolak dan H4 diterima. Koefisien Determinasi Tabel 10 Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Model Summaryb Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate DurbinWatson Dari tabel 10 diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,175 atau 17,5%. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa financial fistress, karakter eksekutif, thin capitalization dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022 adalah sebesar 17,5% dan sisanya yaitu sebesar 100% Oe 17,5% = 82,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. SIMPULAN Financial distress tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Karakter eksekutif tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Thin capitalization tidak berpengaruh terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap tax avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Adapun dari hasil penelitian ini ada beberapa saran yang akan dikemukanan antara lain: Pada hasil pengujian koefisien determinasi diketahui bahwa variabel independen hanya mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 17,5% dan sisanya 82,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian ini. Variabel financial distress, karakter eksekutif dan thin capitalization tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk perhitungan financial distress menggunakan model yang berbeda seperti Sringate (S-Scor. Zmijewski (X-Scor. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2023 Vol. 11 No. 1 Hal 154-167 dan Grover (G-Scor. Pengukuran karakter eksekutif dalam penelitian ini diproksikan dengan corporate risk, sedangkan corporate risk terkadang dipengaruhi oleh beberapa faktor diluar eksekutif. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode yang lebih akurat seperti penggunaan data primer dan wawancara. Perhitungan thin capitalization tidak memisahkan antara perusahaan yang memiliki debt to equity ratio diatas 4:1 dan dibawah 4:1 sehingga penelitan selanjutnya diharapkan dapat melakukan pemisahan agar metode yang digunakan lebih kompleks. DAFTAR PUSTAKA