JURNAL MANAJEMEN KESEHATAN STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. Volume 2. No. Oktober 2016: 96-109 STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN PEJABAT STRUKTURAL DI RSUD dr. SOEDARSONO KOTA PASURUAN Andina Erika Risfianty*. Karjono* *Prodi Administrasi Rumah Sakit STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Email:andinaerika@gmail. ABSTRAK Untuk mengukur kualitas manajemen dan kepemimpinan di rumah sakit salah satunya dengan cara mengukur tingkat efektifitas organisasi melalui pengukuran efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pejabat struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek komitmen kepemimpinan terhadap tingkat efektifitas organisasi dan menganalisis aspek kinerja kepemimpinan pejabat struktural. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 13 pejabat struktural di RSUD dr. Soedarsono sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui komitmen dan wawancara serta penelusuran dokumen pelaksanaan tugas pokok dan fungsi untuk mengetahui tingkat efektifitas organisasi. Kinerja pejabat struktural dilihat dari pelaksanaan leadership roles sebagai kunci kompetensi seorang pemimpin dengan memetakan aktifitas menurut tugas pokok dan fungsi. Kemudian melihat hasil dari kinerja pejabat struktural yaitu pengukuran indeks kepuasan masyarakat dan indeks kepuasan Hasil Komitmen afektif, komitmen kelanjutan dan komitmen normatif pada Eselon i dan Eselon IV memiliki tingkatan yang berbeda. Komitmen atau kesediaan untuk bertahan dari 3 bidang 1 bagian, hanya dirasakan oleh Bidang Pelayanan, sedangkan 2 bidang 1 bagian lainnya dalam kategori yang rendah. Komitmen secara keseluruhan pejabat struktural di RSUD dr. Soedarsono terhadap organisasi berada pada kategori yang rendah. Kinerja pejabat struktural masih belum mencapai 100% karena peran dan aktivitasnya menurut tugas pokok dan fungsi yang di emban, belum sepenuhnya dilaksanakan. Kinerja pejabat struktural juga bisa dilihat dari pencapaian indeks kepuasan masyarakat yang didapati sebesar 70,79% dan indeks kepuasan karyawan sebesar 53,17%. Tingkat efektifitas organisasi mencapai 87,53%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas organisasi, pihak pejabat struktural diharapkan lebih memahami peran dan aktifitas berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang di emban masing-masing. Kata Kunci : Komitmen. Kinerja. Tingkat Efektifitas Organisasi Abstract To measure management quality and leadership in the hospital . erformance leadership and managemen. , one way to measure the effectiveness of the organization through the measurement of the effectiveness of structural officials duties and functions. This study aimed to analyze the aspects of leadership commitment on the effectiveness of the organization and analyze the performance aspects of leadership of the structural officials. This research is a descriptive study involving 13 structural officials dr. Sudarsono Regional Public Hospital as research subjects. Collecting data uses a questionnaire to determine the commitment, and interviews and document tracking the implementation of the basic tasks and functions to determine the level of effectiveness of the organization. STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) Performance structural officials can be seen from the implementation of leadership roles as a key competence of a leader by mapping the activity according to the duties and functions. Then look at the performance impact of structural officials are measuring community satisfaction index and the index of employee satisfaction. Results affective commitment, continuance commitment and normative commitment on Echelon i and Echelon IV have different levels. Therefore, the effectiveness of the organization has not reached 100%. Commitment or willingness to endure the three fieldAos one part, only felt by the Service Field, while the other two areas of one part are in a low category. Commitment overall of structural officials in dr. Sudarsono Regional Public Hospital on organizations are in a lower Performance structural officer have not reached 100% because of the role and activities in accordance with the basic tasks and functions being carried, have not yet fully Possibly due to structural officials who do not understand the basic tasks and functions of the waistband respectively. Performance structural officers can be seen also from the achievement of community satisfaction index which is found at 70. 79% and the employee satisfaction index by 53. The effectiveness degree of organitation reaches 87,53%. The conclusion of this study is to improve the effectiveness of the organization, the structural officials are expected to better understand the role and activities based on the duties and functions that being carried respectively. Keywords : Commitment. Performance. Organizational Effectiveness Level PENDAHULUAN Perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan di rumah sakit dalam dasawarsa terakhir telah berkembang dengan pesat. Sebagai organisasi nirlaba dan bersifat sosial dalam bidang pelayanan maka dibutuhkan kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang spesifik sesuai dengan ciri organisasi rumah sakit. Atas dasar ini setiap rumah sakit perlu memperhatikan dan menerapkan ilmu-ilmu manajemen dan kepemimpinan secara baik dan konsisten untuk mewujudkan tujuan rumah sakit. Untuk mengukur kualitas manajemen dan kepemimpinan di rumah sakit . erformance leadership and managemen. salah satunya dengan cara mengukur tingkat efektifitas organisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pejabat struktural. METODE Penelitian ini berupa peneilitian deskriptif, yang bertujuan menggambarkan situasi-kondisi mengenai komitmen dan berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan oleh 13 orang pejabat struktural di RSUD dr. Soedarsono. Kota Pasuruan. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan penelusuran dokumen yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu matrik tugas pokok dan fungsi, kuesioner untuk mengetahui informasi tentang komitmen kepemimpinan serta dokumen pencapaian kinerja pejabat struktural. Data primer diperoleh dari matrik pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kuesioner untuk pengukuran komitmen. Data sekunder diperoleh dari data pencapaian perjanjian kinerja pejabat struktural RSUD dr. Soedarsono. Kota Pasuruan. HASIL Tabel 1 Identitas Responden Berdasarkan Kelompok Usia USIA JABATAN RANGE Tahun ESELON i Tahun TOTAL ESELON Tahun FRE KUENSI PERSENTASE (%) JURNAL MANAJEMEN KESEHATAN STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. Volume 2. No. Oktober 2016: 96-109 USIA FRE PERSENTASE JABATAN RANGE KUENSI (%) Tahun Tahun Tahun TOTAL Sumber : Diolah dari Data Primer Kuesioner Komitmen Organisasi Responden dalam penelitian ini dapat dideskripsikan bahwa pada pada Eselon i terdapat kelompok usia 46-50 tahun yang berjumlah 2 orang atau sama dengan 50%, kelompok usia 51-55 tahun berjumlah 2 orang atau sama dengan 50%. Pada Eselon IV untuk usia antara 30-55 tahun berjumlah 1 orang atau sama dengan 11,1%, usia antara 41-45 tahun berjumlah 1 orang atau sama dengan 11,1%, 46-50 tahun berjumlah 4 orang atau sama dengan 44,4%, dan 51-55 tahun berjumlah 3 orang atau sama dengan 33,3%. Tabel 2 Identitas Responden Berdasarkan Lama Bekerja di Bidangnya Lama Kerja di Bidang Tahun Tahun Tahun JABATAN FRE KUENSI PERSENTASE (%) ESELON i ESELON Sumber: Diolah dari Data Primer Komitmen Organisasi. Kuesioner Berdasarkan lama bekerja di bidangnya, responden dalam penelitian ini dapat didiskripsikan bahwa responden pada Eselon i yang bekerja selama 1-5 tahun sebanyak 4 orang atau 100%, pada Eselon IV sebanyak 7 orang atau 77,8%, sisanya bekerja selama 7 tahun sebanyak 2 22,2%. Dapat responden yang bekerja dibidangnya dengan persentase tertinggi adalah 1-5 tahun yang terdapat pada Eselon IV. Tabel 3 Hasil Tingkat Komitmen pada Eselon i dan Eselon IV Jabatan Komit Afektif Komitmen Berkelanjut Komit Norma Komit Organi Eselon i 65 Cukup Tinggi 96 Ae Rendah 43 Ae Rendah 34 Ae Rendah Eselon 16 Cukup Tinggi 08Rendah 65 Cukup Tinggi 63 Ae Cukup Tinggi Sumber: Diolah dari Data Primer Kuesioner Komitmen Organisasi Eselon i memiliki komitmen afektif cukup tinggi, komitmen kelanjutan rendah, komitmen rendah. Responden pada profil ini akan bertahan dalam karena karena memang keinginannya untuk tetap bertahan berada menikmati keanggotaannya dan juga bertahan bukan karena tidak adanya pilihan kerja di tempat lain maupun rasa tanggung jawab terhadap organisasi, melainkan kedekatan antar rekan kerja yang kemudian menciptakan keterikatan emosional karena setuju dan mempercayai misi, tujuan dan nilai-nilai organisasi yang dijalankan. Eselon IV komitmen afektif cukup tinggi, komitmen kelanjutan rendah, komitmen cukup tinggi. Responden pada profil ini memiliki penghayatan yang positif terhadap organisasi dan dapat dengan mudah menerima aturan dan kebijakan organisasi. Bagi responden finansial bukan alasan utama mereka bekerja di RSUD dr. Soedarsono. Responden juga merasakan adanya suatu kewajiban dan tugas untuk bertahan dalam organisasi dan memiliki kecenderungan untuk mematuhi peraturan yang ada. Responden akan merasa bersalah bila melanggar aturan karena responden tidak ingin memberikan dampak yang buruk bagi organisasi. Tabel 4 Hasil Tingkat Komitmen 3 Bidang dan 1 Bagian di RSUD dr. Soedarsono STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) Bidang/ Bagian Bidang Bidang Keperawa Bidang Pengemb angan dan Pengadu Bagian Tata Usaha 31 Ae Cukup Tinggi 08 Ae Cukup Tinggi Nilai Rerata 08 Ae Rendah 87 Ae Rendah 45 Ae Cukup Tinggi 62 Ae Cukup Tinggi yang ada. Responden akan merasa bersalah bila melanggar aturan karena responden tidak ingin memberikan dampak yang buruk bagi organisasi. Dengan demikian, hasil akumulasi keseluruhan kesediaan untuk bertahan di organisasi hanya dirasakan oleh bidang pelayanan dan komitmen keseluruhan bidang/bagian termasuk dalam kategori yang rendah. Komitmen 61 Ae Cukup Tinggi 52 Ae Rendah 66 Ae Cukup Tinggi 20 Ae Rendah 62 Ae Cukup Tinggi 49 Ae Rendah 96 Ae Cukup Tinggi 03 Ae Rendah 62 Ae Cukup Tinggi 53 Ae Rendah Tabel 5 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Eselon i di RSUD dr. Soedarsono 53 Ae Rendah Sumber: Diolah dari Data Primer Kuesioner Komitmen Organisasi Akumulasi Keseluruhan Tugas Aktivitas Pelaksanaan Pokok Tingkat Pelaksanaan Efektifitas TUPOKSI Sudah Belum Fungsi 93,02% 91,8% 79,3% 55,17% 79,05% Sumber : Diolah dari Data Primer Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Pejabat Struktural Bidang Pelayanan. Bidang Keperawatan. Bidang Pengembangan dan Pengaduan. Bagian Tata Usaha memiliki komitmen afektif dengan kategori cukup tinggi, komitmen berkelanjutan yang rendah dan komitmen normatif yang cukup tinggi. Responden pada profil ini memiliki penghayatan yang positif terhadap Tabel 5. 12 menunjukkan bahwa tingkat organisasi dan dapat dengan mudah efektifitas pelaksanaan tupoksi pada menerima aturan dan kebijakan organisasi. Eselon i mencapai 79,05%. Persentase Bagi responden finansial bukan alasan tingkat efektifitas yang terendah terdapat utama mereka bekerja di RSUD dr. pada Kepala Bagian Tata Usaha. Soedarsono. Responden juga merasakan adanya suatu kewajiban dan tugas untuk bertahan dalam organisasi dan memiliki kecenderungan untuk mematuhi peraturan Tabel 6 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Eselon IV di RSUD dr. Soedarsono Tugas Pokok dan Fungsi Aktivitas Pelaksanaan TUPOKSI Pelaksanaan Sudah Belum Sumber : Diolah dari Data Primer Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Pejabat Struktural Tingkat Efektifitas 76,67% 96,8% 72,72% 75,6% 13,4% 76,47% 79,77% JURNAL MANAJEMEN KESEHATAN STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. Volume 2. No. Oktober 2016: 96-109 Tingkat efektifitas pelaksanaan tupoksi pada Eselon IV mencapai 79,77%. Kepala seksi yang persentase tingkat efektifitasnya terendah adalah Kepala Seksi Pengaduan dan Informasi. Tabel 7 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Pejabat Struktural di RSUD dr. Soedarsono Kode Jabatan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Tingkat Efektivitas Organisasi Rumah Sakit Tugas Pokok Aktivitas Pelaksanaan dan Fungsi TUPOKSI Pelaksanaan Sudah Belum Tingkat Efektifitas 93,02% 76,67% 86,73% 91,8% 96,8% 72,72% 88,09% 79,3% 75,6% 13,4% 60,67% 55,17% 76,47% 78,67% 79,48% Sumber : Diolah dari Data Primer Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Pejabat Struktural RSUD dr. Soedarsono Tabel 5. 14, dapat dijelaskan bahwa hasil kepemimpinan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi ini belum dilaksanakan sepenuhnya atau belum mencapai 100% oleh masing-masing pemangku jabatan pada bidang/seksi dan bagian/sub bagian yang terkait. Dari 3 Bidang dan 1 Bagian, tingkat efektifitas yang dilaksanakan oleh Bidang Pelayanan tercapai 86,73%. Bidang Keperawatan tercapai 88,09%. Bidang Pengembangan dan Pengaduan tercapai 60,67%. Bagian Tata Usaha tercapai 78,67% dan tingkat efektifitas organisasi mencapai 79,48%. Dari 3 bidang dan 1 bagian ini, yang mencapai tingkat efektifitas terendah adalah Bidang Pengembangan Pengaduan,yang tertinggi adalah Bidang Keperawatan. Tabel 8 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Peran Kepemimpinan Pejabat Struktural Eselon i RSUD Dr. Soedarsono Peran Jumlah Eksistensi Capaian Kepemimpinan R1 = Mentor 87,09% Role R2 = Facilitator 83,67% Role R3 = Monitor 78,26% Role R4 = Co98 74,48% ordinator Role R5 = Director 70,88% Role R6 = Producer Role R7 = Broker Role 81,81% R8 = Innovator 95,23% TOTAL 76,84% Sumber : Diolah dari Data Primer Pemetaan Peran Kepemimpinan STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) Tingkat efektifitas pelaksanaan peran kepemimpinan pada Eselon i mencapai 76,84%. Capaian pelaksanaan peran kepemimpinan yang paling rendah adalah terletak pada producer role. Tabel 9 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Peran Kepemimpinan Pejabat Struktural Eselon IV RSUD dr. Soedarsono Peran Kepemimpinan R1 = Mentor Role R2 = Facilitator Role R3 = Monitor Role R4 = Co-ordinator Role R5 = Director Role R6 = Producer Role R7 = Broker Role R8 = Innovator TOTAL Jumlah Eksistensi Capaian 66,67% 75,48% 93,87% 86,67% 72,41% 89,53% 82,5% 77,78% 80,76% Sumber : Diolah dari Data Primer Pemetaan Peran Kepemimpinan Tingkat efektifitas pelaksanaan peran kepemimpinan pada Eselon IV mencapai 80,76%. Capaian pelaksanaan peran kepemimpinan yang paling rendah adalah terletak pada mentor role. Tabel 10 Tingkat Efektifitas Pelaksanaan Peran Kepemimpinan Pejabat Struktural di RSUD Soedarsono Peran Kepemimpinan Jumlah Eksistensi Capaian R1 = Mentor Role 91,67% R2 = Facilitator Role 87,80% R3 = Monitor Role R4 = Co-ordinator Role 85,36% BIDANG Pelayanan R5 = Director Role 77,41% R6 = Producer Role 82,35% R7 = Broker Role 70,58% R8 = Innovator Role 86,67% TOTAL 84,57% Peran Kepemimpinan Jumlah Eksistensi Capaian R1 = Mentor Role 83,33% R2 = Facilitator Role 83,33% R3 = Monitor Role 95,23% R4 = Co-ordinator Role 94,54% BIDANG Keperawatan R5 = Director Role 91,89% R6 = Producer Role 82,60% R7 = Broker Role 92,85% R8 = Innovator Role 81,25% TOTAL 88,47% Peran Kepemimpinan Jumlah Eksistensi Capaian BIDANG Pengembangan dan R1 = Mentor Role 54,54% JURNAL MANAJEMEN KESEHATAN STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. Volume 2. No. Oktober 2016: 96-109 Pengaduan R2 = Facilitator Role R3 = Monitor Role R4 = Co-ordinator Role R5 = Director Role R6 = Producer Role R7 = Broker Role R8 = Innovator TOTAL Peran Kepemimpinan R1 = Mentor Role R2 = Facilitator Role R3 = Monitor Role BAGIAN Tata R4 = Co-ordinator Role Usaha R5 = Director Role R6 = Producer Role R7 = Broker Role R8 = Innovator TOTAL Capaian Role Keseluruhan Jumlah Eksistensi 81,81% 68,42% 62,06% 64,28% 71,42% 71,42% 61,37% Capaian 89,28% 86,15% 80,76% 73,91% 82,27% 87,5% 89,47% 79,42% 79,17% Sumber : Diolah dari Data Primer Pemetaan Peran Kepemimpinan Berdasarkan tabel 5. 17, dapat dijelaskan bahwa efektifitas dalam peran kepemimpinan sebagai kunci kompetensi seorang pemimpin, belum dilaksanakan sepenuhnya atau belum mencapai 100% oleh masing-masing pemangku jabatan pada bidang/seksi dan bagian/sub bagian yang terkait. Dari 3 Bidang dan 1 Bagian, tingkat efektifitas yang dilaksanakan oleh Bidang Pelayanan tercapai 84,57% dengan capaian terendah yaitu terletak pada broker role. Bidang Keperawatan tercapai 88,47% terletak pada innovator role. Bidang Pengembangan dan Pengaduan tercapai 61,37% terletak pada facilitator role. Bagian Tata Usaha tercapai 79,42% terletak pada director role dan tingkat efektifitas pelaksanaan role keseluruhan organisasi mencapai 79,17%. Tabel 11 Hasil Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat RSUD dr. Soedarsono Jawaban Variabel yang dinilai sesuai Persepsi Responden Kemudahan Prosedur Pelayanan Kesesuaian Persyaratan Pelayanan dengan Jenis Pelayanan Kejelasan dan Kepastian Petugas yang Melayani Kedisiplinan Petugas dalam memberikan pelayanan JML NILAI IKM (%) Tanggung Jawab Petugas dalam memberikan pelayanan Kemampuan Petugas dalam memberikan pelayanan STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) Variabel yang dinilai sesuai Persepsi Responden Kecepatan dalam memberikan Pelayanan Kemajuan Kesembuhan setelah Kualitas Pelayanan Dokter Dokter Memberikan Penjelasan tentang penyakit / pengobatan Kesopanan Dokter selama Keadilan Untuk Mendapatkan Pelayanan Kewajaran Biaya Untuk Mendapatkan Pelayanan Kesesuaian Biaya Antara Biaya Yang di Bayarkan dengan Biaya (Tari. yang di Tetapkan Ketepatan Pelaksanaan terhadap jadwal waktu pelayanan Keramahan Petugas dalam memberikan pelayanan Kenyamanan Pelayanan di ruang Kenyamanan Ruang Tunggu Keamanan Lingkungan Ketanggapan perawat terhadap Kualitas pelayanan perawatan Penyuluhan oleh perawat Kesopanan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan Respon terhadap tenaga keperawatan selama menerima Nilai IKM Agregrat Jawaban JML NILAI IKM (%) Sumber : Diolah dari Data Primer Kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat Indeks Kepuasan Pasien mencapai 70,79% yang secara keseluruhan dinyatakan baik atau puas, namun ada beberapa variabel yang dinilai rendah dari hasil Indeks Kepuasan Masyarakat agregat yaitu kecepatan dalam memberikan pelayanan, kewajaran biaya untk mendapatkan pelayanan, kesesuaian biaya antara biaya yang dibayarkan dengan biaya . yang ditetapkan, ketepatan pelaksanaan jadwal waktu pelayanan, kenyamaan ruang tunggu, ketaggapan perawat terhadap pasien, penyuluhan perawat dan respon terhadap tenaga keperawatan menerima pelayanan. JURNAL MANAJEMEN KESEHATAN STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. Volume 2. No. Oktober 2016: 96-109 Tabel 12 Hasil Pengukuran Indeks Kepuasan Karyawan RSUD dr. Soedarsono Variabel yang dinilai sesuai Persepsi Responden Kenyamanan Ruang Kerja Akses Informasi (Kebijakan. Keuangan, dan Kesejahteraa. Arahan Kebijakan direktur untuk akses dan mutu Kesempatan pengembangan ketersediaan Peralatan kerja (Peralatan Medi. ketersediaan Peralatan kerja (Kebidanan / Keperawata. ketersediaan Peralatan kerja (Lab/rad/elektr. ketersediaan Peralatan kerja kantor / computer Ketersediaan alat pelindung Iklim Kerja dan Hubungan Kerja Antar Pimpinan Kerjasama Antara staf medik, dengan staf keperawatan Tingkat Kepatuhan Protap/SOP Tenaga Medis Tingkat Kepatuhan Protap/SOP Tenaga Perawat/Bidan Tingkat Kepatuhan Protap/SOP Nakes Lain Kualitas Supervisi Pelayanan Oleh Pejabat Struktural Akses Karyawan untuk Menghubungi, konsul, bertemu dengan Direktur Akses Karyawan untuk Menghubungi, konsul, bertemu dengan Pejabat Struktural Akses Karyawan untuk Menghubungi, konsul, bertemu dengan Pimpinan Instalasi Pelayanan Akses Karyawan untuk Menghubungi, konsul, bertemu dengan Kepala Jml. Responden/Skor NILAI 5 JML IKK (%) STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) Variabel yang dinilai sesuai Persepsi Responden Poliklinik/Kepala Ruangan Akses Karyawan untuk Menghubungi, konsul, bertemu dengan Dokter (DPJP) yang merawat pasien Pembagian Jasa Pelayanan Pembinaan Keagamaan Sosialisasi/Desiminasi Peraturan Baru/Kebijakan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan Acara Bersama Keluarga Karyawan (Family Gatherin. IKK AGREGAT Jml. Responden/Skor NILAI 5 JML IKK (%) 137 133 379 512 63 Sumber: Diolah dari Data Primer Kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat Indeks Kepuasan Karyawan mencapai 53,17% dinyatakan tidak puas dengan variabel terendah yaitu akses informasi . ebijakan, keuangan, dan kesejahteraa. , kesempatan . eralatan ketersediaan Peralatan kerja (Kebidanan / Keperawata. , ketersediaan Peralatan kerja (Lab/rad/elektr. Ketersediaan alat pelindung diri. Pembagian Jasa Pelayanan. Pembinaan Keagamaan. Sosialisasi/ Desiminasi Peraturan Baru/Kebijakan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan, dan Acara Bersama Keluarga Karyawan (Family Gatherin. PEMBAHASAN Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 90, batas usia pensiun PNS 58 . ima puluh delapa. tahun bagi Pejabat Administrasi. Pasal 13. Pasal 14, dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menentukan bahwa Jabatan Administrasi terdiri atas: . Jabatan Administrator. Jabatan Pengawas. Jabatan Pelaksana. Dalam Pasal 131 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jabatan Eselon i setara dengan Jabatan Administrator. jabatan Eselon IV setara dengan Jabatan Pengawas. Dengan demikian identitas responden yang mendekati batas usia pensiun ada 11 orang yaitu 4 orang dari pejabat Eselon i dan 7 orang lainnya dari pejabat Eselon IV dan 2 orang lainnya masih jauh dari batas usia Berdasarkan lama bekerja di bidangnya, responden dalam penelitian ini dapat didiskripsikan bahwa responden pada Eselon i yang bekerja selama 1-5 tahun sebanyak 4 orang atau 100%, pada Eselon IV sebanyak 7 orang atau 77,8%, yang bekerja selama 7 tahun sebanyak 2 orang 22,2% terdapat pada pejabat Eselon IV. Artinya, pejabat struktural pada tingkat Eselon IV yang terdiri dari hanya 2 orang kemungkinan yang lebih berpengalaman di Komitmen Afektif pada Eselon IV dan Eselon i sama-sama termasuk dalam berkelanjutan rendah dan komitmen normatif untuk Eselon i dalam kategori rendah untuk Eselon IV dalam kategori cukup tinggi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi pada tingkat Eselon i termasuk dalam kategori rendah, pada tingkat Eselon IV termasuk dalam kategori cukup tinggi dimana ini berarti kesediaan pejabat struktural untuk tetap bertahan dalam organisasi hanya terdapat pada pejabat Eselon IV karena tingkat kepatuhan terhadap aturan-aturan organisasi lebih tinggi. Komitmen Bidang Pelayanan. Bidang Keperawatan. Bidang Pengembangan dan Pengaduan. Bagian Tata Usaha memiliki komitmen afektif dengan kategori cukup tinggi, komitmen berkelanjutan yang rendah dan komitmen normatif yang cukup Dengan demikian hasil akumulasi keseluruhan kesediaan untuk bertahan di organisasi hanya dirasakan oleh bidang pelayanan dengan kategori yang cukup tinggi karena ada kemungkinan beberapa tugas pokok dan fungsi yang harusnya dilaksanakan oleh bidang/bagian tertentu dilaksanakan oleh bidang pelayanan sehingga bidang pelayanan merasa bertanggung jawab dan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi. Kinerja manajerial dilihat dari peran dan aktifitas yang dilaksanakan oleh pejabat struktural serta dilihat dari hasil pengukuran indeks kepuasan masyarakat dan indeks kepuasan karyawan. Aktivitas yang dilaksanakan pejabat struktural berdasarkan tugas pokok dan fungsi pada Eselon i mencapai 79,05% yang kemungkinan disebabkan oleh komitmen keinginannya sendiri, bukan karena tidak adanya pilihan kerja di tempat lain maupun rasa tanggung jawab terhadap organisasi, melainkan kedekatan antar rekan kerja yang kemudian menciptakan keterikatan emosional karena setuju dan mempercayai misi, tujuan dan nilai-nilai organisasi yang dijalankan. Sehingga, pejabat struktural Eselon i lebih mementingkan pekerjaan diluar daripada pekerjaan yang di emban sekarang karena kemungkinan memiliki pekerjaan lain diluar organisasi yang disebabkan oleh komitmen berkelanjutan yang rendah. Pada Eselon IV dengan komitmen yang memiliki penghayatan yang positif terhadap organisasi dan dapat dengan mudah menerima aturan dan kebijakan Bagi responden fasilitas dan kesejahteraan bukan alasan utama mereka bekerja di RSUD dr. Soedarsono. Eselon IV juga merasakan adanya suatu kewajiban dan tugas untuk bertahan dalam organisasi dan memiliki kecenderungan untuk mematuhi peraturan yang ada, akan merasa bersalah bila melanggar aturan karena tidak ingin memberikan dampak yang buruk bagi organisasi. Menurut penelitian terdahulu, profil ini merupakan profil komitmen organisasi yang ideal bagi Namun, pencapaian efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi hanya sebesar 79,77%. Ketidaksinkronan ini kemungkinan bisa terjadi karena pengisian kuesioner untuk mengukur komitmen tidak sesuai dengan apa yang dirasakan Pada tingkat akumulasi per bidang dan bagian. Bidang Pelayanan memiliki komitmen terhadap organisasi yang cukup tinggi dengan tingkat efektifitas yang dihasilkan mencapai 86,73% sedangkan Bidang Keperawatan. Bidang Pengembangan dan Pengaduan serta Bagian Tata Usaha memiliki komitmen yang rendah dengan pencapain tingkat masing-masing sebesar 88,09%, 60,67%, 78,67%. Komitmen untuk kesediaan bertahan pada organisasi hanya dirasakan oleh bidang pelayanan bertanggung jawab dan beberapa tugas pokok dan fungsi yang harusnya dilaksanakan oleh bidang/bagian tertentu dilaksanakan oleh bidang pelayanan serta tingkat efektifitasnya lebih tinggi dari bidang/bagian lain meskipun belum mencapai 100% sedangkan komitmen dari 2 bidang 1 bagian lainnya memiliki komitmen yang rendah, tetapi hasil akumulasi keseluruhan unsur pejabat menunjukkan komitmen yang rendah keseluruhan organisasi yang dicapai sebesar 79,48%, dilihat dari aktifitas berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang seharusnya dikerjakan oleh bidang/bagian STUDI KOMITMEN DAN KINERJA KEPEMIMPINAN A (Andina Erika Risfianty* Karjono*) tersebut dilakukan oleh bidang/bagian lain sehingga tingkat efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi belum mencapai 100% serta bidang/bagian tersebut belum melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing dilaksanakan oleh bidang/bagian itu Aktivitas berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut di petakan kedalam 8 leadership role yaitu mentor role, facilitator role, monitor role, coordinator role, director role, producer role, broker role, innovator role (QuinnAos, 1. untuk mengetahui seberapa efektif kah seorang pejabat struktural pada tingkat Eselon i dan Eselon IV melaksanakan perannya sebagai seorang pemimpin. Pada Eselon i tingkat efektifitas pelaksanaan leadership role mencapai 76,84%, pada Eselon IV mencapai 80,76%. Dimana pejabat struktural Eselon i dan Eselon IV belum sepenuhnya melakukan tugas pokok dan fungsi serta peran sebagai seorang pemimpin yang berkompeten, sedangkan kemampuan yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah menggerakkan sumber pengelolaan sumber daya manusia yang sangat menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Begitupun juga dengan bidang pelayanan mencapai 84,57%. Bidang Keperawatan mencapai 88,47%. Bidang Pengembangan dan Pengaduan mencapai 61,37%. Bidang Tata Usaha mencapai 79,42%. Maka, tujuan yang telah ditetapkan sebagai hasil kinerja kepemimpinan yang di ukur dari outcome oleh organisasi belum dapat tercapai secara maksimal. Tujuan yang ditetapkan oleh organisasi adalah dapat dilihat dari Indeks Kepuasaan Masyarakat yang mencapai 70,79%. Indek Kepuasan Karyawan mencapai 53,17%. Masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit namun karyawan merasa sebaliknya, ini bisa terjadi kemungkinan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain RSUD Dr. Soedarsono yang merupakan akses terdekat untuk menerima pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. SIMPULAN Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis aspek komitmen kepemimpinan terhadap tingkat efektifitas organisasi dan menganilisis aspek kinerja kepemimpinan pejabat struktural. Maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai Komitmen afektif, komitmen kelanjutan dan komitmen normatif pada Eselon i dan Eselon IV memiliki tingkatan yang Pada Eselon i menunjukkan bahwa komitmen untuk tetap bertahan di organisasi ada kemungkinan bukan karena tidak adanya pekerjaan di tempat lain maupun rasa tanggung jawab terhadap organisasi melainkan faktor lain Namun, pada Eselon IV menunjukkan komitmen yang ideal bagi organisasi karena bekerja dengan tulus tanpa memperhitungkan keuntungan atau kerugian dalam bertahan dalam organisasi dan lebih mentaati aturanaturan yang ada di organisasi. Komitmen dari 3 bidang 1 bagian, dapat disimpulkan bahwa kesediaan untuk bertahan dalam organisasi hanya dirasakan oleh Bidang Pelayanan, sedangkan 2 bidang 1 bagian lainnya dalam kategori yang rendah. Bidang Pelayanan merasa bertanggung jawab dan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi ada kemungkinan disebabkan karena beberapa tugas pokok dan fungsi yang harusnya dilaksanakan oleh bidang/bagian tertentu dilaksanakan bidang pelayanan. Komitmen secara keseluruhan pejabat struktural di RSUD dr. Soedarsono terhadap organisasi berada pada kategori yang rendah. Kinerja pejabat struktural masih belum mencapai 100% karena peran dan aktivitasnya menurut tugas pokok dan fungsi yang di emban, belum Kemungkinan dikarenakan pejabat struktural kurang memahami tugas pokok dan fungsi di emban masingmasing. Sehingga, tugas pokok dan fungsi yang seharusnya dilaksanakan oleh suatu bidang/bagian, dilaksanakan oleh bidang/bagian lain. Hasil Kinerja pejabat struktural juga bisa dilihat dari masyarakat yang didapati sebesar 70,79% dan indeks kepuasan karyawan sebesar 53,17%. Tingkat efektifitas per eselon organisasi belum mencapai 100%, ada kemungkinan karena tidak adanya komitmen untuk bersama-sama mencapai tujuan bersama serta tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh bidang/bagian tersebut dilakukan oleh bidang/bagian lain. SARAN Bagi RSUD dr. Soedarsono Meningkatkan diantaranya akses untuk memperoleh keuangan dan kesejahteraan, arahan kebijakan direktur untuk akses dan mutu, kesempatan pengembangan karir, ketersediaan peralatan kerja, ketersediaan alat pelindung diri, pembinaan keagamaan, sosialisasi mengenai peraturan baru/kebijakan, acara bersama keluarga (Family Gatherin. Memahami tugas pokok dan fungsi yang di emban masing-masing pejabat struktural sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 73 Tahun 2011 Tentang Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Soedarsono agar tidak terjadi gap antara bidang/bagian yang satu dengan yang lain. Memahami peran sebagai pemimpin menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Bagi Peneliti lain, bisa menggunakan penelitian yang sejenis namun secara mendalam dengan melakukan uji statistik hubungan atau pengaruh dari beberapa variabel. DAFTAR PUSTAKA