MEDISTRA MEDICAL JOURNAL (MMJ) E-ISSN: 3026-3492 https://ejournal. id/index. php/MMJ Pelaksanaan Pengkajian Risiko Pasien Jatuh oleh Perawat di Rumah Sakit Pamela Tebing Tinggi Tahun 2023 Implementation of Patient Fall Risk Assessment by Nurses at Pamela Tebing Tinggi Hospital in 2023 Bambang Sumantri1* Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jl. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Deli Serdang, 20512. Indonesia. Email : bambangsumantri@medistra. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengkajian risiko pasien jatuh oleh perawat di RS Sri Pamela Tebing Tinggi pada tahun 2023 . Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap, dengan sampel yang diambil secara purposive Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan pengkajian risiko jatuh dan wawancara Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah melaksanakan pengkajian risiko jatuh dengan baik, namun terdapat beberapa perawat yang belum melakukan penilaian ulang pada pasien risiko rendah jatuh bila terjadi perubahan kondisi. Tindakan pencegahan risiko jatuh juga telah dilaksanakan dengan baik, meskipun masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tindakan pencegahan risiko tinggi jatuh. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pelatihan dan supervisi kepada perawat, serta memperkuat implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengkajian dan pencegahan risiko jatuh. Kata kunci: Pengkajian Risiko Jatuh,Perawat,Rawat Inap Abstract This study aims to analyze the implementation of the risk assessment of patients falling by nurses at Sri Pamela Tebing Tinggi Hospital in 2023. The method used is an analytical descriptive approach with a cross-sectional The study population involved all nurses on duty in the inpatient room, with samples taken by purposive Data were collected through direct observation of the implementation of fall risk assessments and structured interviews. The results showed that most nurses had carried out a good fall risk assessment, but there were some nurses who had not reassessed low-risk patients with a fall if there was a change in condition. Fall risk prevention measures have also been well implemented, although there are still shortcomings in implementation of high-risk fall prevention measures. It is recommended to hospitals to improve training and supervision for nurses, as well as strengthen the implementation of Standard Operating Procedures (SOP. related to the assessment and prevention of fall risks. Keywords: Fall Risk Assessment. Nurse. Hospitalization. PENDAHULUAN Keselamatan pasien . atient safet. merupakan salah satu pilar penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Salah satu insiden keselamatan pasien yang cukup sering terjadi adalah pasien jatuh . atient fal. , yaitu suatu kondisi di mana pasien secara tidak sengaja jatuh ke lantai, baik saat berada di tempat tidur, kursi roda, kamar mandi, maupun saat berjalan. Kejadian ini dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera fisik, trauma psikologis, peningkatan lama perawatan, dan bahkan * Corresponding Author: Darmanto Ginting. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Indonesia E-mail : bambangsumantri@medistra. Doi : 10. 35451/mmj. Received : April 23, 2025. Accepted: April 30, 2025. Published: April 30, 2025 Copyright . 2025 Darmanto Ginting. Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Medistra Medical Jurnal (MMJ). Volume 2. Nomor 2. Tahun 2025 kematian, khususnya pada kelompok pasien lanjut usia atau pasien dengan gangguan mobilitas. Keamanan pasien merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan, salah satunya adalah pencegahan risiko jatuh. Jatuh pada pasien rawat inap dapat menyebabkan cedera serius dan memperpanjang masa perawatan. RS Sri Pamela Tebing Tinggi sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan pasien melalui pelaksanaan pengkajian risiko jatuh yang efektif. Namun, berdasarkan pengamatan awal, terdapat indikasi bahwa pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat belum optimal. Jatuh merupakan kejadian yang sering terjadi pada pasien rawat inap dan dapat menyebabkan cedera serius, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pengobatan. Pengkajian risiko jatuh yang dilakukan secara sistematis dan konsisten oleh perawat dapat mencegah kejadian tersebut. Namun, pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat di RS Sri Pamela Tebing Tinggi belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan pengkajian risiko pasien jatuh oleh perawat di rumah sakit tersebut pada tahun Di Indonesia, tingkat kejadian jatuh pada pasien rawat inap diperkirakan mencapai 14%. Pengkajian risiko jatuh merupakan langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan jatuh pada pasien. Perawat memiliki peran sentral dalam melaksanakan pengkajian ini, termasuk identifikasi faktor risiko dan implementasi tindakan pencegahan yang sesuai. Namun, pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat di berbagai rumah sakit di Indonesia masih menunjukkan variasi, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dan terus menerus berinteraksi dengan pasien memiliki peran vital dalam upaya pencegahan jatuh. Salah satu peran penting tersebut adalah dengan melakukan pengkajian risiko jatuh sejak awal pasien masuk ruang rawat inap. Pengkajian ini meliputi identifikasi faktor risiko seperti usia lanjut, gangguan keseimbangan, status mental, penggunaan alat bantu, obat-obatan tertentu, dan riwayat jatuh sebelumnya. Beberapa alat ukur yang sering digunakan adalah Morse Fall Scale (MFS). STRATIFY, dan Hendrich II Fall Risk Model. Di RS Sri Pamela Tebing Tinggi, sejauh ini belum ada data atau evaluasi sistematis yang menggambarkan secara menyeluruh tentang bagaimana pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat di ruang rawat inap. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan penelitian guna mengetahui sejauh mana pengkajian risiko jatuh telah dilakukan sesuai standar, kendala apa yang dihadapi perawat, serta upaya apa yang sudah atau perlu dilakukan dalam menurunkan angka kejadian pasien jatuh di rumah sakit tersebut. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan hasilnya dapat memberikan gambaran nyata sekaligus menjadi masukan berharga bagi pihak manajemen rumah sakit dalam merumuskan kebijakan keselamatan pasien yang lebih efektif dan aplikatif. METODE Jenis dan rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan metode mixed method, yaitu gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Menurut Sugiyono . Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, yaitu penelitian yang dilakukan pada satu titik waktu untuk menggambarkan fenomena yang Data sekunder berupa data yang diperoleh dari pencatatan RS Sri Pamela Tebing Tinggi. Sementara itu, data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada perawat di Rs Sri Pamela Tebing Tinggi. Prosedur Tahap I: Penelitian Kuantitatif . Peneliti melakukan pengumpulan data sekunder dari pencatatan RS Sri Pamela Tebing Tinggi melalui lembar observasi yang digunakan untuk menilai pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat dan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan pengkajian risiko jatuh oleh perawat. Analisis Data: Data dianalisis menggunakan uji univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing Tahap II: Penelitian Kualitatif . Identifikasi Informan Informan terdiri dari 10 perawat mewakili perawat di RS Sri Pamela Tebing Tinggi . Pengumpulan Data Primer Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pedoman wawancara untuk menggali informasi lebih dalam mengenai pelaksanaan pengkajian risiko jatuh . Analisis Data Kualitatif Medistra Medical Jurnal (MMJ). Volume 2. Nomor 2. Tahun 2025 Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan pelaksaan pengkajian riisko jatuh . Integrasi Data Hasil analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan atau memperkuat temuan pada tahap kuantitatif, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fenomena yang diteliti. HASIL Hasil Studi Kuantitatif Tabel 1. Hasil Observasi Kuantitatif Pelaksaan Pengkajian Risiko Pasien Jatuh Oleh Perawat (N = . Nomor Aspek yang Diamati Jumlah Perawat Persentase (%) Perawat yang melaksanakan pengkajian risiko jatuh dengan baik 24 orang Perawat yang belum melakukan penilaian ulang pada pasien risiko rendah jatuh 6 orang Perawat yang melaksanakan tindakan pencegahan risiko jatuh dengan baik 22 orang Perawatan yang belum melaksanakan tindakan pencegahan risiko tinggi jatuh secara optimal 8 orang Sumber : Hasil penelitian Tabel 1. 1 menunjukkan bahwa jumlah perawat yang melaksanakan pengkajian risiko jatuh dengan baik sebanyak 24 orang . %). Perawat yang belum melakukan penilaian ulang pada pasien risiko rendah jatuh sebanyak 6 orang . %). Perawat yang melaksanakan tindakan pencegahan risiko jatuh dengan baik sebanyak 22 orang . %). Perawatan yang belum melaksanakan tindakan pencegahan risiko tinggi jatuh secara optimal sebanyak 8 orang . %). Hasil Studi Kualitatif Tabel 1. Temuan Hasil Wawancara Kualitatif Pelaksanaan Pengkajian Risiko Jatuh oleh Perawat (N = . Nomor Tema Utama Deskripsi Kurangnya Pelatihan Perawat mengaku belum pernah mendapatkan pelatihan khusus terkait pengkajian risiko jatuh Beban Kerja Tinggi Perawat mengalami keterbatasan waktu dalam melakukan pengkajian karena jumlah pasien yang terlalu banyak Dukungan SOP Perawat merasa terbantu dalam melaksanakan pengkajian karena adanya SOP yang jelas dan mudah diikuti Hasil dari implementasi surveilans HAIs Dari hasil wawancara dengan 10 perawat, diperoleh informasi bahwa kurangnya pelatihan tentang pengkajian risiko jatuh menjadi kendala dalam pelaksanaan pengkajian. Beban kerja yang tinggi menyebabkan perawat tidak dapat melaksanakan pengkajian risiko jatuh secara optimal, adanya SOP yang jelas mengenai pengkajian risiko jatuh membantu perawat dalam melaksanakan tugasnya secara rinci pada Tabel 1. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perawat di RS Sri Pamela Tebing Tinggi telah melaksanakan pengkajian risiko jatuh dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah memahami pentingnya identifikasi risiko jatuh pada pasien sebagai bagian dari upaya keselamatan pasien. Perawat juga terlihat mengikuti prosedur awal pengkajian saat pasien pertama kali masuk ke ruang rawat inap. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan Medistra Medical Jurnal (MMJ). Volume 2. Nomor 2. Tahun 2025 dalam pelaksanaan penilaian ulang terhadap pasien risiko rendah jatuh, terutama saat terjadi perubahan kondisi klinis pasien. Ini merupakan aspek yang sangat penting, karena pasien yang awalnya tidak berisiko jatuh, dapat mengalami perubahan status kesehatan, misalnya penurunan kesadaran, penggunaan obat-obatan tertentu, atau gangguan mobilitas yang muncul selama perawatan, sehingga berpotensi menjadi pasien risiko tinggi jatuh. Selain itu, terdapat pula temuan bahwa sebagian perawat belum optimal dalam melaksanakan tindakan pencegahan untuk pasien dengan risiko tinggi jatuh. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti keterbatasan waktu, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya pemantauan atau supervisi dari atasan langsung. Padahal, pasien dengan risiko tinggi jatuh memerlukan perhatian lebih, termasuk penempatan tempat tidur di dekat nurse station, penggunaan bel pengingat, serta edukasi yang lebih intensif kepada pasien dan keluarga. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Syafira et al. , yang menyatakan bahwa pengetahuan perawat memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan asesmen dan pencegahan risiko jatuh. Dalam penelitian tersebut, perawat dengan tingkat pengetahuan tinggi lebih cenderung melakukan pengkajian risiko secara menyeluruh dan melaksanakan tindakan pencegahan sesuai dengan SOP. Kurangnya pelatihan dan supervisi dari pihak manajemen atau kepala ruangan juga menjadi salah satu penyebab perawat tidak konsisten dalam melaksanakan pengkajian risiko jatuh. Perawat yang tidak mendapatkan pelatihan berkala cenderung mengalami penurunan keterampilan dan kepekaan terhadap risiko jatuh, terutama dalam hal pengkajian berulang dan tindak lanjut pencegahan. Selain itu, hasil wawancara dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian perawat merasakan beban kerja yang tinggi, yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan pengkajian risiko jatuh secara menyeluruh. Beban kerja ini menyebabkan beberapa perawat mengabaikan proses penilaian ulang atau tidak mengisi form pengkajian secara lengkap. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Girsang . , yang menyebutkan bahwa tingginya rasio pasien terhadap perawat berdampak langsung terhadap ketidaklengkapan dokumentasi pengkajian risiko jatuh. Namun, terdapat hal positif dalam penelitian ini, yaitu adanya persepsi yang baik dari perawat mengenai keberadaan SOP (Standar Operasional Prosedu. Sebagian besar perawat menyatakan bahwa SOP pengkajian risiko jatuh yang telah diterapkan di RS Sri Pamela cukup jelas dan membantu mereka dalam melaksanakan tugas. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi dan dokumen kebijakan sudah tersedia, tetapi pelaksanaannya masih perlu diperkuat dengan pelatihan dan pengawasan rutin. Dengan demikian, hasil penelitian ini menekankan pentingnya intervensi manajemen rumah sakit dalam hal peningkatan kompetensi perawat melalui pelatihan berkala, pengawasan rutin, serta evaluasi SOP untuk memastikan pengkajian risiko jatuh dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan KESIMPULAN Pelaksanaan pengkajian risiko pasien jatuh oleh perawat di RS Sri Pamela Tebing Tinggi pada tahun 2023 telah dilaksanakan dengan baik, namun masih terdapat kekurangan dalam penilaian ulang pasien risiko rendah jatuh dan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko tinggi jatuh. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan dan supervisi, serta beban kerja yang Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pelatihan dan supervisi kepada perawat, serta memperkuat implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengkajian dan pencegahan risiko jatuh. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada direktur Utama RS Sri Pamela Tebing Tinggi yang telah yang telah mengizinkan dan membantu peneliti dalam penelitian sampai selesai. Terimakasih kepada Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam yang memfasilitasi waktu dan dukungan dalam peleksaan penelitian ini. Terimakasih kepada Kepala LPPM Inkes Medistra yang sudah memfasilitasi surat menyurat dan izin penelitian dan pulblikasi jurnal DAFTAR PUSTAKA