Available at: https://stt-su. id/e-journal/index. php/immanuel/index Volume 5. No 1. April 2024 . DOI: https://doi. org/10. 46305/im. e-ISSN 2721-432X p-ISSN 2721-6020 Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan Agama Kristen: Studi pada SMKN 1 Kendari Ho Lucky Setiawan, 2Devi Maria Bungaa Sekolah Tinggi Teruna Bhakti. Yogyakarta holuckysetiawan@gmail. Abstract: Religious education has a vital role in forming character and moral values in students. However, what is the role of religious education in internalizing the values of Pancasila? This is a significant effort to make in the era of disruption. This research aims to show how Christian education can be instrumental in strengthening awareness of Pancasila values, especially for Christian students, in a pluralistic school This research uses a descriptive analysis method with a qualitative and literature approach, finding that Christian religious education significantly instills Pancasila values in vocational high school students, specifically in the environment of SMK 1 Kendari. Thus, it is concluded that internalizing Pancasila values through Christian religious education can form Christian students' noble character and morals, especially in the Kendari Vocational School 1 environment. Keywords: Christian education. Pancasila values. SMKN 1 Kendari. Abstrak: Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral pada siswa. Namun, bagaimana peran pendidikan agama dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, hal ini menjadi upaya yang sangat penting untuk dilakukan di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pendidikan kristiani dapat dipergunakan sebagai pendekatan instrumental dalam memperkuat kesadaran akan nilai-nilai Pancasila, khususnya pada siswa Kristen, di lingkungan sekolah yang bersifat plural. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan literatur, serta menemukan bahwa pendidikan agama Kristen sangat berfungsi signifikan dalam penanaman nilai-nilai Pancasila kepada siswa menengah Kejuruan, secara khusus di lingkungan SMK 1 Kendari. Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen dapat membentuk karakter dan moral siswa Kristen yang luhur, khususnya di lingkungan SMK 1 Kendari. Kata kunci: Pendidikan agama Kristen. nilai Pancasila. SMKN 1 Kendari. Pendahuluan Pada era globalisasi yang semakin berkembang, telah memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap warga negara Indonesia. 1 Di era ini nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara Indonesia seringkali terabaikan, terutama di kalangan generasi muda. Hal Machful Indra Kurniawan. AuTri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar,Ay PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan 4, no. : 41Ae49. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 93 H. Setiawan. Bungaa: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan AgamaA ini menjadi perhatian serius karena Pancasila bukan sekadar simbol kebanggaan nasional, tetapi juga sebagai panduan moral dan etika bagi seluruh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat pendidikan nilai Pancasila bagi generasi muda guna memastikan keberlanjutan dan keutuhan bangsa. Pendidikan nilai Pancasila memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi. Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap warga negara Indonesia. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, generasi muda akan memiliki rasa cinta tanah air, kebhinekaan dan semangat persatuan yang kuat. Hal ini tidak hanya akan memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga mencegah terjadinya degradasi moral dan budaya akibat pengaruh negatif dari luar. Sulianti, dkk mengemukakan bahwa dalam kehidupan bangsa Indonesia, khususnya Pancasila berperan sebagai filter dalam perkembangan ilmu Meskipun pentingnya pendidikan nilai Pancasila bagi generasi muda sudah jelas, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Kurikulum pendidikan yang belum memadai, minimnya pemahaman guru terhadap nilai-nilai Pancasila, serta dominasi budaya populer yang cenderung mengarah kearah yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa menjadi beberapa hambatan yang harus dihadapi. Kemerosotan moral yang terjadi pada generasi muda di Indonesia akhir-akhir ini, menjadi sebuah masalah yang seharusnya ditanggapi secara serius oleh bangsa kita. Perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan bersamaan dengan pengaruh-pengaruh globalisasi dapat menjadi ancaman yang melunturkan nilai-nilai Pancasila yang semestinya ditanamkan dalam kehidupan anak-anak bangsa. Budaya masyarakat yang tercermin di dalam nilai-nilai Pancasila terus mengalami pengikisan oleh budaya-budaya asing yang masuk dan tanpa disadari melekat dalam kehidupan bangsa. Kurangnya pengertian dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat Indonesia, menjadi alasan yang perlu diberi benang merah kepada seluruh elemen bangsa ini. Kemerosotan moral yang terjadi dalam kehidupan generasi muda adalah ancaman yang besar bagi pembangunan bangsa. Pernyataan yang sama diungkapkan Tilaar, bahwa fenomena merosotnya moral pada peserta didik tersebut merupakan salah satu akses dari kondisi masyarakat yang sedang berada dalam fase transformasi sosial menghadapi era globalisasi. Lembaga pendidikan memiliki peranan sebagai salah satu agen perubahan, yang membantu pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar. Untuk mencegah kehilangan nilai dan moralitas pada generasi milenial, maka upaya yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan adalah dengan mempertajam sikap pancasilais 4 Pendidikan agama di sekolah merupakan salah satu elemen dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Namun pada kenyataan yang terjadi antara pendidikan Yusuf Efendi. Halimatus SaAodiyah, and others. AuPenerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Lembaga Pendidikan,Ay JPK (Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraa. 5, no. : 54Ae65. 3 Martha Tilaar. Kecantikan Perempuan Timur (IndonesiaTera, 1. 4 Gernaida Krisna Pakpahan et al. AuInternalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Upaya Mencegah Radikalisme,Ay KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kriste. 7, no. : 435Ae45. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 94 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 keagamaan dan implementasi Pancasila belum berjalan secara signifikan. 5 Melalui pendidikan agama Kristen. Guru pendidikan agama Kristen diharapkan mampu membentuk perilaku siswa dan tidak sekedar memberikan pengetahuan atau informasi kepada mereka. Guru pendidikan agama Kristen mempunyai peranan yang sangat Selain sebagai guru pendidikan agama Kristen, mereka juga berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan dan membimbing siswa menuju cita-cita dan kebaikannya. Pemikiran yang sama juga diberikan oleh Dini, dkk, bahwa pendidikan juga perlu mengembangkan kegiatan yang mengandung nilai-nilai keagamaan agar perilaku peserta didik tetap terkontrol di tengah-tengah arus globalisasi. Ada banyak peneliti yang sudah sudah membahas mengenai internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui berbagai aspek penelitian, akan tetapi penulis belum menemukan sebuah kajian mengenai internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan agama Kristen secara lebih khusus. Pakpahan, et al, membahas tentang internalisasi nila-nilai Pancasila dalam upaya mencegah radikalisme, dalam artikel ini disimpulkan bahwa lembaga pendidikan sedini mungkin untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui kebersamaan dan persatuan yang dijunjung tinggi agar menghindari intoleransi. 7 Sedangkan Nurjanah membahas internalisasi nila-nilai Pancasila kepada pelajar sebagai upaya untuk mencegah sikap anti Pancasila dalam diri pelajar. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan agama Kristen merupakan langkah penting dalam membentuk generasi muda yang berkepribadian, toleran, dan cinta tanah air. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan peran signifikan pendidikan agama Kristen dalam upaya membentuk karakter Pancasila pada siswa Kristen, melalui studi pada SMKN 1 Kendari. Pendidikan agama memiliki peran yang tak terbantahkan dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda. Di tengah kompleksitas masyarakat Indonesia yang kaya akan keberagaman agama dan budaya, pendidikan agama menjadi tulang punggung dalam menanamkan nilai-nilai universal, termasuk nilai-nilai Pancasila, kepada siswa-siswa, termasuk yang beragama Kristen di SMKN 1 Kendari. Sebagai sebuah lembaga pendidikan. SMKN 1 Kendari tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dan keterampilan, tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai moral dan etika. Dalam konteks ini, peran Matius I. Totok Dwikoryanto and Yonatan Alex Arifianto, "Sinergisitas Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kristiani dalam Mereduksi Cyber Bullying di Era digital. " MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 4, no. : 175-185. Fransiskus Sawan and Marselus Ruben Payong, "Penguatan karakter moderasi beragama melalui literasi keagamaan dalam pendidikan " KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kriste. 9, no. : 297-309. 6 Dini Novitasari. Iskandar Ladamay, and Ludovikus Bomans Wadu. AuUpaya Pembentukan Karakter Religius Islam Pada Siswa Melalui Keteladanan Di Sekolah Menengah Kejuruan,Ay in Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan, vol. 3, 2019, 174Ae81. 7 Pakpahan et al. AuInternalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Upaya Mencegah Radikalisme. Ay 8 Siti Nurjanah. AuInternalisasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Pelajar (Upaya Mencegah Aliran Anti Pancasila Di Kalangan Pelaja. ,Ay El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama 5, no. : 93Ae106. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 95 H. Setiawan. Bungaa: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan AgamaA pendidikan agama menjadi sangat penting dalam menjembatani antara ajaran agama Kristen dan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. II. Metode Penelitian Dalam penulisan artikel ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang terjadi terkait dengan hal-hal pada subyek penelitiannya, yang dijelaskan secara deskriptif dalam bentuk kata-kata dengan memanfaatkan segala macam metode ilmiah. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Kendari dengan sumber penelitian melalui studi observasi, wawancara, dan mengunakan literatur kepustakaan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penelitian sebelumnya. Hasil dan Pembahasan Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa yang Plural Sejak kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Pancasila telah menjadi landasan filosofis dan moral yang mendasari negara Indonesia. Sebagai ideologi negara. Pancasila tidak hanya menjadi panduan bagi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga menjadi cermin dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila bukanlah sekadar konsep yang bersifat retoris, tetapi merupakan inti dari identitas dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila bukanlah sekadar seperangkat prinsip atau slogan yang terpampang di berbagai tempat. Lebih dari itu. Pancasila adalah landasan moral yang melandasi tata nilai, norma dan perilaku masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila tercermin dalam sikap dan tindakan individu maupun kolektif dalam menjalani kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Secara hierarki, nilai pancasila mengajarkan masyarakat berperilaku sesuai dengan kodratnya. Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, mencerminkan nilai-nilai yang menjadi pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila seharusnya diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai Pancasila mempengaruhi berbagai aspek kehidupan berbangsa, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga budaya. Salah satu nilai utama dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ini menegaskan pentingnya keberagaman agama dan keyakinan dalam masyarakat Indonesia. Dengan menghormati perbedaan tersebut, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis tanpa adanya konflik agama. Contohnya, dalam konteks kebijakan publik, prinsip ini tercermin dalam perlindungan negara terhadap kebebasan beragama bagi seluruh warganya. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah nilai kedua dalam Pancasila. Nilai ini menekankan pentingnya menghargai martabat setiap individu tanpa memandang perbedaan latar belakang, suku, agama, atau jenis kelamin. Dalam kehidupan sehari-hari. Yatim Rianto. Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: SUC, 2. T Heru Nurgiansah. AuPendidikan Pancasila Sebagai Upaya Membentuk Karakter Religius,Ay Jurnal Basicedu 6, no. : 7310Ae16. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 96 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 nilai kemanusiaan ini mendorong masyarakat untuk saling menghormati, tolong-menolong, dan membangun solidaritas sosial. Misalnya, dalam penanggulangan bencana alam, solidaritas masyarakat Indonesia tercermin dalam gotong royong dan kepedulian terhadap Nasionalisme adalah nilai ketiga yang penting dalam Pancasila. Nilai ini mengajarkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap budaya dan sejarah bangsa, serta semangat untuk memajukan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dalam konteks ekonomi, nilai nasionalisme mendorong pengembangan produk lokal, dukungan terhadap UMKM, dan peningkatan kemandirian ekonomi nasional. Demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan adalah nilai keempat dalam Pancasila. Nilai ini menekankan pentingnya proses pengambilan keputusan yang inklusif, transparan, dan akuntabel. Dalam konteks politik, nilai demokrasi ini tercermin dalam pelaksanaan pemilu yang adil dan bebas, serta partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Terakhir, nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi landasan dalam Pancasila. Nilai ini menegaskan pentingnya redistribusi kekayaan dan kesempatan secara adil bagi seluruh lapisan Dalam kebijakan ekonomi, nilai keadilan sosial ini tercermin dalam upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial, memberikan akses pendidikan dan kesehatan bagi seluruh rakyat, serta perlindungan terhadap kaum marginal. Pentingnya Pendidikan Agama dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Pendidikan agama dan nilai-nilai Pancasila keduanya memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian individu dalam masyarakat Indonesia. Meskipun keduanya memiliki fokus yang berbeda, namun keduanya dapat saling melengkapi dan memperkuat dalam pembentukan sikap dan nilai moral yang baik pada individu. Pendidikan agama mengajarkan nilai-nilai spiritual, kepercayaan, dan ketaqwaan kepada Tuhan atau kekuatan transenden lainnya. Fokus utama pendidikan agama adalah pada pembentukan dimensi spiritual dan keagamaan individu, serta pengembangan pemahaman terhadap ajaran dan praktik keagamaan yang dianutnya. Dalam konteks Indonesia yang memiliki beragam kepercayaan dan agama, pendidikan agama memberikan ruang bagi setiap individu untuk memahami dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan penuh kebebasan dan toleransi terhadap keberagaman. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung lima nilai pokok yang menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila mencakup aspek-aspek seperti keadilan, persatuan, demokrasi, dan kemanusiaan. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan bertujuan untuk membentuk karakter yang patriotik, demokratis, dan berbudaya, serta mengajarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Salah satu peran pendidikan agama dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa Kristen di SMK 1 Kendari adalah dengan memberikan pemahaman yang mendalam tentang makna dan relevansi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran agama, siswa Kristen dapat memahami bahwa meskipun berbeda keyakinan agama, nilai-nilai Pancasila merupakan landasan yang mengikat seluruh warga negara Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 97 H. Setiawan. Bungaa: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan AgamaA Indonesia tanpa terkecuali. Selain itu, pendidikan agama juga dapat menjadi wadah untuk memupuk sikap saling menghormati antarindividu yang berbeda keyakinan agama. Dengan memahami dan menghargai perbedaan, siswa Kristen di SMK 1 Kendari dapat membangun toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan agama juga berperan dalam membentuk kepribadian yang kuat dan karakter yang baik pada siswa Kristen. Melalui pembelajaran agama, siswa diajarkan untuk memiliki moralitas yang tinggi, integritas yang kuat, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial sebagai warga negara yang baik. Semua nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Kristen yang mengajarkan kasih, keadilan, dan perdamaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama memegang peranan yang penting dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa Kristen di SMK 1 Kendari. Melalui pendidikan agama, siswa dapat memahami, menghargai, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk karakter yang sesuai dengan ajaran agama dan falsafah bangsa. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masyarakat yang adil. Makmur dan beradab sesuai dengan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pancasila. Pancasila memiliki nilai-nilai yang apabila diamalkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membangun bangsa Indonesia kearah yang lebih baik. Pendidikan agama Kristen dan nilai-nilai Pancasila adalah dua hal yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral individu di Indonesia. Meskipun agama Kristen dan Pancasila mewakili dua sistem nilai yang berbeda, namun keduanya dapat saling melengkapi dalam proses pendidikan. Pendidikan agama Kristen memiliki tujuan utama untuk membentuk karakter yang sesuai dengan ajaran agama Kristen. Melalui pendidikan agama Kristen, siswa belajar tentang nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan pengampunan. Pendidikan agama Kristen juga mengajarkan tentang pentingnya hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan serta hubungan horizontal antara sesama manusia. Nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan agama Kristen dapat membantu siswa dalam mengembangkan sikap empati, toleransi, dan rasa hormat terhadap Hal ini juga dapat membentuk moralitas yang kuat dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai Pancasila mencerminkan semangat persatuan, keberagaman, keadilan, dan demokrasi. Melalui pembelajaran nilai-nilai Pancasila, siswa dapat memahami pentingnya menghormati perbedaan, bekerja sama secara harmonis dalam keragaman, dan mendorong keadilan sosial bagi semua warga negara. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, integrasi antara pendidikan agama Kristen dan nilai-nilai Pancasila dapat menciptakan landasan moral yang kokoh bagi generasi muda. Dengan memadukan ajaran agama Kristen yang mengajarkan kasih dan pengampunan dengan nilai-nilai Pancasila yang C Chairiyah. AuRevitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Pendidikan Karakter. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 1 . ,Ay 2017. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 98 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 menekankan persatuan dan keadilan, siswa dapat menjadi individu yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama. Namun, tantangan dalam mengintegrasikan kedua sistem nilai ini juga perlu diperhatikan. Terkadang, perbedaan keyakinan agama dan interpretasi terhadap nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan konflik dalam implementasi kurikulum. Oleh karena itu, pendekatan yang inklusif dan menghargai keberagaman harus diterapkan untuk memastikan bahwa pendidikan agama Kristen dan nilai-nilai Pancasila dapat diajarkan secara seimbang dan bermanfaat bagi semua siswa. Pendidikan agama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Agama Kristen memiliki peran yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat Indonesia. Meskipun agama Kristen bukan agama mayoritas di Indonesia, kontribusinya dalam memperkuat fondasi moral dan etika yang sejalan dengan Pancasila sangatlah penting. Dalam tulisan ini, akan dibahas bagaimana agama Kristen turut berperan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila yang mendasar bagi kemajuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai alat pemersatu bagi bangsa, sebagai dasar Negara dan pandangan hidup, penerapan Pancasila dalam pendidikan agama Kristen mendorong umat Kristen untuk selalu menghargai perbedaan dalam masyarakat Indonesia yang multikultural. Salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam agama Kristen dan sejalan dengan Pancasila adalah nilai keadilan. Ajaran Kristen mengajarkan untuk memperlakukan semua orang dengan adil tanpa memandang suku, agama, ras atau status sosial. Hal ini sejalan dengan sila keadilan dalam Pancasila yang menegaskan pentingnya kesetaraan dan keadilan bagi semua warga negara. Dengan memahami konsep ini melalui ajaran agama Kristen, umat Kristen dapat turut berperan dalam memperjuangkan keadilan sosial dalam Selain itu, nilai kasih sayang dan kepedulian yang diajarkan dalam agama Kristen juga memainkan peran penting dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila, terutama dalam sila persatuan. Agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama dan berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan. Dengan demikian, umat Kristen diajarkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, yang merupakan nilai esensial dalam Pancasila. Pendidikan agama Kristen merupakan pendidikan berdasarkan perspektif agama Kristen dan berdasarkan pada Alkitab. Dalam pendidikan agama Kristen. Pancasila dipandang dari sudut Alkitab jelas tidak bertentangan dengan Alkitab. Pendidikan moral dan etika yang diberikan dalam lingkungan gereja juga turut berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, yang merupakan nilai-nilai yang diperlukan dalam membangun negara yang adil dan demokratis sesuai dengan cita-cita Pancasila. Melalui khotbah, pelajaran Alkitab, dan Tan Lie Lie. Yonatan Alex Arifianto, and Reni Triposa. AuAktualisasi Pancasila Dalam PAK: Penguatan Bela Negara Dan Jati Diri Bangsa Menghadapi Superioritas Dan Fundamentalisme Atas Nama Agama,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. : 294Ae308. 13 Eka. Darmaputera and M. Pancasila: Identitas Dan Modernitas (Jakarta: BPK Gunung Mulia. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 99 H. Setiawan. Bungaa: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan AgamaA kegiatan sosial gereja, umat Kristen diberi pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi martabat manusia, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. partisipasi aktif umat Kristen dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat juga merupakan wujud konkret dari implementasi nilai-nilai Pancasila. Dengan mendirikan sekolah, rumah sakit, dan lembaga amal lainnya, gereja dan umat Kristen turut berperan dalam membangun kesejahteraan bersama sesuai dengan semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila. Penanaman nilai-nilai Pancasila kepada siswa bukanlah hal yang mudah, akan tetapi menanamkan nilai-nilai ini kepada mereka sejak dini adalah sesuatu hal yang sangat penting sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya bangsa. 14 Penting untuk dicatat bahwa dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama Kristen dengan nilai-nilai Pancasila, perlu dijaga keseimbangan agar tidak menimbulkan konflik atau ketegangan antaragama. Kerjasama antarumat beragama dalam semangat kebersamaan dan saling menghormati perbedaan merupakan kunci utama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan demikian, agama Kristen memiliki peran yang besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui ajaran, praktik, dan partisipasi aktif umatnya, agama Kristen turut berkontribusi dalam memperkuat fondasi moral, etika, dan persatuan yang merupakan landasan bangsa Indonesia yang beradab dan Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan Agama Kristen Pendidikan agama Kristen seringkali diidentikkan dengan pembelajaran nilai-nilai Kristen yang bersifat keagamaan semata. Namun, penting untuk diakui bahwa dalam konteks Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai dasar negara, internalisasi nilai-nilai Pancasila juga harus menjadi bagian integral dari pendidikan agama Kristen kepada siswa. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan agama Kristen merupakan sebuah pendekatan yang menarik, karena memadukan nilai-nilai kebangsaan Indonesia (Pancasil. dengan ajaran-ajaran agama Kristen. Dalam konteks ini, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tercermin dan diinternalisasi dalam pembelajaran agama Kristen. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan agama Kristen merupakan suatu pendekatan yang penting untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai universal yang terkandung dalam ajaran agama Kristen sekaligus nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Indonesia. Dalam SMKN Kendari, menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa Kristen bukanlah sekadar upaya formalitas, tetapi sebuah komitmen mendalam untuk membentuk karakter yang kokoh dan berakar pada landasan moral yang kuat. https://w. id/index. php?page=web. Berita&id=17520&menu=2, di akses 15 Maret Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 100 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 Pendidikan agama memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa Kristen di SMK 1 Kendari. Salah satu aspek penting dalam hal ini adalah relevansi nilai-nilai Pancasila dengan ajaran agama Kristen. Meskipun berbeda dalam terminologi dan konteks, nilai-nilai seperti keadilan, persatuan, dan kebersamaan merupakan titik temu antara Pancasila dan ajaran agama Kristen. Oleh karena itu, pendidikan agama harus mampu menghubungkan antara ajaran agama Kristen dengan nilai-nilai Pancasila secara konkret dan relevan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pengajaran nilai-nilai Pancasila dalam konteks pendidikan agama memerlukan metode pembelajaran yang efektif dan inklusif. Guru-guru agama perlu menggunakan pendekatan yang interaktif dan memotivasi siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana nilai-nilai agama dan Pancasila dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Diskusi, permainan peran, studi kasus, dan proyek sosial adalah beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendorong siswa memahami dan menginternalisasikan nilainilai tersebut. Kolaborasi antara SMKN 1 Kendari dan gereja setempat juga merupakan faktor penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa Kristen. Kerjasama yang erat antara sekolah dan gereja dapat menciptakan lingkungan belajar yang holistik, di mana nilai-nilai agama Kristen dan Pancasila disampaikan secara konsisten dan Selain itu, melibatkan tokoh agama dan pemimpin gereja dalam kegiatan pendidikan agama dapat memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain pengajaran nilai-nilai, pendidikan agama juga bertujuan untuk membangun kesadaran sosial dan keprihatinan terhadap sesama. Siswa Kristen di SMK 1 Kendari diajarkan untuk mengidentifikasi dan menanggapi berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat, serta berperan aktif dalam upaya penyelesaiannya. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penganut agama yang taat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan mengambil langkah-langkah konkret seperti yang telah diuraikan di atas, pendidikan agama Kristen di SMKN 1 Kendari dapat menjadi wahana yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada Dengan demikian, siswa dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kepedulian terhadap masyarakat dan negara, sesuai dengan semangat Pancasila. IV. Kesimpulan Pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa Kristen di SMKN 1 Kendari. Melalui pendidikan agama, siswa tidak hanya diajarkan tentang ajaran dan praktek keagamaan, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai moral yang menjadi landasan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan agama membantu siswa Kristen memahami secara mendalam nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran Kristen, yang pada intinya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, persatuan, dan kebersamaan. Dengan demikian, siswa dapat melihat keterkaitan antara ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, serta Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 101 H. Setiawan. Bungaa: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan AgamaA menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga di jelaskan di dalam Alkitab bahwa membangun hubungan horizontal dengan sesama adalah suatu keharusan, selain dari membangun hubungan vertical dengan sang pencipta. Pendidikan agama memberikan ruang bagi siswa Kristen untuk memahami dan menghargai keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Dengan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama dan toleransi antarumat beragama, siswa dapat menjadi agen perdamaian dan persatuan dalam masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Selain itu, pendidikan agama juga menjadi wahana untuk membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab kemanusiaan pada siswa Kristen. Dengan memahami ajaran agama yang menekankan kasih sayang, kepedulian, dan keadilan sosial, siswa diharapkan dapat aktif berperan dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa Kristen di SMKN 1 Kendari. Melalui pendidikan agama, siswa tidak hanya menjadi penganut agama yang taat, tetapi juga menjadi warga negara yang bertanggung jawab, toleran dan berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia sesuai dengan semangat Pancasila. Referensi