Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Correlation of the Qur'an Surah Al Hujurat Verses 11-13 with Islamic Education Management Saddam Husin1. Erik Junaidi2. Nur SaAoidah3 UIN Sunan Kalijaga123 Article History: Received: 7/3/2025 Revised: 7/4/2025 Accepted: 5/5/2025 Published: 26/6/2025 Keywords: Education. Surah Al Hujurat. Tafsir Kata Kunci: Pendidikan. Surah Al Hujurat. Tafsir Correspondence Address: Abstract: Abstract. This research aims to explore the implications of moral education from Surah Al-Hujurat verses 11-13 for the younger generation who tend to lack manners and etiquette. The research method used is a literature study with a content analysis approach, which highlights the concept of moral education through interpretation of the Al-Qur'an. The findings show that the letter emphasizes the importance of respect, not having prejudice, and increasing piety. The implication is the importance of moral education today, where educators have a key role in transferring Islamic values to students, so that through example, advice and habituation, they can form noble morals. Future studies are expected to explore the adaptation of behavior to developments over time, which could provide better insight into responding to the needs of modern Muslim societies. Abstrak Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi pendidikan akhlak dari Surat AlHujurat ayat 11-13 terhadap generasi muda yang cenderung kurang memiliki sopan santun dan tata Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan content analysis, yang menyoroti konsep pendidikan akhlak tersebut melalui tafsir Al-Qur'an. Temuan menunjukkan bahwa surat tersebut menegaskan pentingnya menghormati, tidak berprasangka buruk, dan meningkatkan ketakwaan. Implikasinya adalah pentingnya pendidikan akhlak saat ini, di mana pendidik memiliki peran kunci dalam mentransfer nilai-nilai Islam kepada peserta didik, sehingga melalui keteladanan, nasihat, dan pembiasaan, mereka dapat membentuk akhlak yang Studi masa depan diharapkan dapat mengeksplorasi adaptasi perilaku dengan perkembangan zaman, yang dapat memberikan wawasan yang lebih baik untuk merespons kebutuhan masyarakat Muslim modern. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan aspek penting dalam pembangunan sosial dan intelektual umat Muslim. Dalam konteks Manajemen pendidikan Islam, hal ini merujuk pada pengelolaan institusi pendidikan dengan berlandaskan prinsipprinsip Islam. Surah Al-Hujurat ayat 11-13 memberikan panduan yang berharga untuk memandu praktik manajemen pendidikan Islam. Ayat-ayat ini menekankan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 pentingnya etika, komunikasi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut semakin tergerus akibat degradasi moral yang melanda generasi muda. Banyak di antara mereka yang menunjukkan sikap kurang sopan terhadap orang tua dan sesama, serta semakin abai terhadap norma sosial. Surah Al-Hujurat ayat 11 menekankan pada pentingnya kesantunan dan etika dalam berinteraksi. Hal ini menegaskan perlunya adab dalam manajemen pendidikan Islam, baik antara guru dan siswa maupun antara staf dan administrasi. Kesantunan dalam berkomunikasi menciptakan lingkungan belajar yang penuh dengan rasa hormat dan penghargaan, yang merupakan landasan utama dalam proses pendidikan (Istianah et al. , 2. Selanjutnya, ayat 12 menyoroti pentingnya menyelesaikan konflik dengan keadilan dan perdamaian. Ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan Islam harus memperhatikan penyelesaian konflik secara adil dan berdasarkan hukum yang ditetapkan dalam ajaran Islam (Fiandi & Junaidi, 2. Keadilan dalam penanganan konflik akan menciptakan lingkungan pendidikan yang stabil dan harmonis, yang mendukung pertumbuhan spiritual dan intelektual siswa (Nurhasanah et al. , 2. Ayat 13 Surah Al-Hujurat menekankan pentingnya pengembangan kualitas diri dan memahami perbedaan sebagai sumber kekayaan. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, ini menggarisbawahi pentingnya pembinaan pribadi yang berbasis nilai-nilai Islam dan penghormatan terhadap keberagaman. Institusi pendidikan Islam harus mendorong siswa untuk memahami dan menghargai perbedaan dalam pandangan, budaya, dan latar belakang (Halim, 2. Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 memiliki relevansi yang signifikan dalam manajemen pendidikan Islam, terutama dalam membentuk lingkungan yang kondusif bagi perkembangan moral dan etika peserta didik. Ayat-ayat ini pengembangan diri dalam interaksi sosial. Jika prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam institusi pendidikan Islam, maka akan tercipta suasana belajar yang harmonis, di mana setiap individu saling menghargai, sehingga mampu Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 meminimalkan konflik dan meningkatkan kolaborasi. Selain itu, ayat-ayat ini juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran diri serta tanggung jawab sosial dalam pengelolaan pendidikan (Firmansyah & Suryana, 2. Dalam hal ini, guru maupun pengelola lembaga pendidikan memiliki peran strategis sebagai panutan dalam menunjukkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, keterkaitan antara Surah AlHujurat ayat 11Ae13 dengan manajemen pendidikan Islam mencerminkan esensi dari etika, keadilan, pengembangan potensi diri, kerja sama, serta tanggung jawab Pemahaman dan penerapan ajaran-ajaran ini dalam sistem pendidikan Islam tidak hanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter serta kepemimpinan generasi Muslim yang unggul dan berintegritas. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam manajemen pendidikan Islam. Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, institusi pendidikan Islam harus mampu menyesuaikan diri dengan realitas baru sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam (Gaus, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam manajemen pendidikan Islam, dengan menawarkan panduan praktis berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an. Dengan demikian, pengembangan model manajemen pendidikan yang lebih baik, yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis tetapi juga pada pembentukan karakter dan moralitas siswa sesuai dengan ajaran Islam. Mengacu pada penjabaran singkat di atas, memang terdapat korelasi AlQur'an Surah Al-Hujurat ayat 11-13 dengan manajemen pendidikan Islam yang menekankan pada hubungan antar sesama harus terjalin harmonis. Dalam artikel ini akan dibahas secara detail rancangan pendidikan Islam agar sesuai dengan landasan Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11-13 menggunakan metode Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 METODE Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode literature Metode literature review merupakan pendekatan yang melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan sintesis literatur yang sudah ada terkait dengan topik penelitian yang sedang dikaji (Sugiyono, 2. Metode ini berguna untuk mengidentifikasi tren, pola, dan temuan-temuan penting dari penelitian sebelumnya, sehingga dapat memberikan dasar teoritis yang kuat dan mendalam. Proses seleksi literatur diawali dengan pencarian sumber data seperti Google Schooler dan JSTOR. Peneliti memilih literatur yang relevan dengan topik Korelasi Al-Qur'an Surah Al Hujurat Ayat 11-13 Dengan Manajemen Pendidikan Islam. Literatur yang dipilih mencakup jurnal akademik, buku, serta tesis yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu. Literatur yang dipilih harus harus membahas langsung Surah Al Hujurat Ayat 11-13 Dengan Manajemen Pendidikan Islam. Setelah pemilihan literatur, peneliti melakukan sintesis data dengan cara mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dalam literatur. Tema-tema tersebut yang mencakup etika komunikasi, persudaraan serta tata cara berinteraksi dalam masyarakat yang terkandung dalam surah Al Hujarat ayat 11-13, yang kemudian dikaitkan dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan islam. Tahapan sintesis ini melibatkan analisis yang mendalam hubungan antara ajaran dalam ayat-ayat tersebut dengan konsep-konsep dalam menajemen pendidikan, seperti kepemimpinan, pengelolaan konflik serta moralitas dalam dunia pendidikan. Peneliti menggunakan pendekatan analisis tematik untuk menyatukan ideide utama dari berbagai literatur yang ada dan menyusun korelasi teoritis antara ajaran dalam Surah Al-Hujurat dengan prinsip-prinsip dalam manajemen pendidikan Islam. Melalui proses sintesis diatas, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai bagaimana ajaran-ajaran dalam Surah AlHujurat dapat diterapkan dalam konteks manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif, berkeadilan, dan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 HASIL DAN PEMBAHASAN Etika Sosial dalam Surah Al-Hujurat Ayat 11-13 Pendidikan moral dalam Islam bertujuan untuk memberikan arahan kepada individu agar memiliki perilaku yang baik dan interaksi yang positif dengan Allah dan sesama makhluk. Hal ini bertujuan untuk mencapai kebahagiaan dan Prinsip-prinsip moral ini, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an Surat 49. Al-Hujurat Ayat 11-13, menjadi panduan utama bagi umat Islam dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Dalam ayat 11 surat alhujarat. Allah melarang umat-Nya untuk saling mencemooh dan memberikan julukan buruk kepada orang lain. Larangan ini bertujuan untuk mencegah perasaan mudah merendahkan dan membenci di antara sesama manusia, yang dapat mengganggu keharmonisan sosial. Pendidikan yang menanamkan rasa saling menghormati dan menghargai ini sangat penting dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan damai (Muawanah, 2. Hal ini juga mengajarkan kepada setiap individu untuk introspeksi dan memperbaiki diri sebelum menilai orang lain. Selanjutnya, ayat 12 menekankan pentingnya menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing. Pendidikan yang berlandaskan ayat ini mengajarkan kepada setiap individu untuk memiliki sikap husnuzan . erbaik sangk. terhadap orang lain dan menjaga lisan dari perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Dengan demikian, individu diajarkan untuk membangun hubungan yang didasari kepercayaan dan kasih sayang, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak ikatan persaudaraan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan penuh rasa kebersamaan. Ayat 13 dari Surah Al-Hujurat menekankan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan belajar dari satu sama lain. Konsep ini menekankan pentingnya pendidikan multikultural yang mengakui dan menghargai perbedaan sebagai kekayaan dan sumber pembelajaran. Dalam konteks ini, pendidikan harus menanamkan nilai-nilai toleransi, kerjasama, dan saling menghargai di antara berbagai kelompok masyarakat (Purwaningsih. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Dengan demikian, pendidikan menurut ajaran Islam bukan hanya bertujuan untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang bersatu dalam keberagaman. Poin-poin mengenai Kandungan Surah Al-Hujurat ayat 11 sampai 13 dapat menggambarkan lebih dalam nilai-nilai moral yang diajarkan dalam ayat-ayat Dengan menelaah kandungan ayat ini, kita dapat memahami bagaimana Islam memberikan panduan komprehensif mengenai etika sosial, pentingnya menjaga kehormatan seluruh individu, menjauhi prasangka buruk, dan menghargai keberagaman. Strategi Implementasi Nilai-nilai Etika dalam Pendidikan Islam Surat Al-Hujurat ayat 11-13 memberikan pedoman bagi umat Islam dalam membentuk akhlak yang baik, termasuk menghormati sesama, menghindari ejekan, berpikir baik terhadap orang lain, menghindari ghibah, taubat, saling mengenal, dan meningkatkan ketakwaan. Namun, dalam praktiknya, pendidikan akhlak belum sepenuhnya diimplementasikan baik di lingkungan formal maupun pesantren (AsyAoarie et al. , 2. Pengaruh lingkungan yang tidak mendukung dapat memengaruhi pembentukan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu mengarahkan dan membimbing peserta didik agar akhlaknya sesuai dengan ajaran Islam. Pentingnya pendidikan akhlak dalam Islam menekankan peran penting para pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai agama Islam kepada peserta didik, termasuk nilai-nilai yang terdapat dalam Surah Al-Hujurat ayat 11-13. Proses ini harus didukung dengan metode dan sarana yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Hal ini mencakup penanaman nilai-nilai akhlak, sosial, dan keimanan kepada peserta didik dengan bimbingan para pendidik yang juga bertindak sebagai agen perubahan untuk membentuk akhlak yang baik dan mulia. Mewujutkan nilai-nilai tersebut para pengajar harus melakukan beberapa hal sebagai berikut: Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Memberikan Teladan Suri tauladan, khususnya Nabi Muhammad SAW, merupakan contoh yang dapat dijadikan panutan dalam menanamkan akhlak positif kepada orang lain, terutama peserta didik. Pendidik dapat menggunakan keteladanan Nabi sebagai model yang efektif karena peserta didik cenderung meniru dan mengidentifikasi diri dengan pendidik mereka (Al Mubarok, 2. Sifat-sifat mulia Nabi, seperti kejujuran, kesucian, kecerdasan, dan keadilan, menjadi teladan yang penting bagi umat Islam. Dalam mencontoh sikap Rasulullah, umat Islam diharapkan untuk tidak melakukan perilaku yang merendahkan atau mencaci orang lain, melainkan mengambil contoh dari keteladanan Nabi dalam berperilaku baik dan jujur serta menghormati sesama. Rasulullah selalu menunjukkan akhlak mulia dalam setiap interaksinya, bahkan terhadap mereka yang memusuhinya. Beliau mengajarkan pentingnya kasih sayang, kesabaran, dan keadilan dalam memperlakukan orang Dengan mengikuti teladan Rasulullah, umat Islam dapat membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati dalam masyarakat. Sikap ini juga mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian dan persaudaraan, sehingga setiap individu merasa dihargai dan dihormati. Dengan demikian, meneladani perilaku Rasulullah menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang penuh dengan etika dan moralitas tinggi. Memberikan Nasihat Al-Qur'an berisi banyak nasihat mengenai para Rasul dan Nabi terdahulu yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan menginspirasi kebaikan dalam kehidupan individu. Pendidik dapat menggunakan metode ini untuk menegaskan pentingnya menghormati sesama Muslim dalam menciptakan lingkungan yang Dengan meneladani kisah-kisah para Rasul dan Nabi, peserta didik dapat belajar tentang nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang (Mahmudi. Hal inilah yang menjadi fondasi dalam membangun hubungan yang baik dan menghindari perpecahan serta pertengkaran yang dapat menjauhkan diri dari Allah SWT. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Selain itu, pendidik juga dapat menggunakan metode tarhib untuk menyadarkan peserta didik yang cenderung menggunakan kata-kata kasar atau tidak bermanfaat. Larangan terhadap perilaku berprasangka buruk, ghibah, dan penggunjingan sejalan dengan perintah kasih sayang. Dengan menanamkan nilai kasih sayang yang kuat, pendidik dapat mencegah perilaku tersebut dan membantu membentuk kesadaran serta perilaku yang baik pada peserta didik. Proses pendidikan yang berfokus pada kasih sayang bertujuan untuk mengurangi sifat-sifat tercela dan mendorong peserta didik untuk bersikap positif dan Meskipun membangun kesadaran bagi yang menerimanya, baik secara langsung maupun di masa depan. Implementasi nasihat sebagai bagian dari pemahaman agama dan perilaku yang baik dapat membawa seseorang menuju masa depan yang lebih baik, termasuk dalam hubungan interpersonal dan pengembangan diri secara individu maupun profesional. Dengan demikian, metode pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Al-Qur'an tidak hanya berperan dalam membentuk karakter yang mulia tetapi juga dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan beretika tinggi. Pembiasaan Nilai-Nilai Pembiasaan berfungsi sebagai metode pengajaran yang efektif dalam membentuk pola pikir positif peserta didik sehari-hari, yang sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi Umat Islam dianjurkan untuk menjalani hidup yang baik dan berfikir positif dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengamalkan kebaikan serta menjauhi larangan-Nya. Pentingnya menanamkan ketakwaan sejak dini pada anak atau peserta didik juga disoroti, karena ketakwaan dianggap sebagai tolok ukur yang sebenarnya bagi martabat manusia, tidak bergantung pada status sosial atau keturunan. Islam mengajarkan saling menghormati sesama manusia tanpa memandang pangkat atau keturunan, dan melalui metode pembiasaan, pendidik dan peserta didik diharapkan dapat saling berinteraksi dengan baik sesuai dengan ajaran agama, seperti yang dijelaskan dalam Ta'limul Muta'allim oleh Az-Jarnuji. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 bahwa baik pendidik maupun peserta didik harus memiliki sikap yang baik dan menghormati satu sama lain (Az-Zarnuji, 2. Metode pembiasaan ini tidak hanya mencakup aspek spiritual dan moral, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosional dan sosial peserta didik. Dengan rutin melibatkan peserta didik dalam aktivitas yang mencerminkan nilainilai Islam, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan kegiatan sosial yang bermanfaat, pendidik dapat menanamkan kebiasaan baik yang akan terbawa hingga dewasa. Pembiasaan ini juga berfungsi untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara peserta didik, sehingga tercipta lingkungan yang saling mendukung dan harmonis. Lebih lanjut, pembiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari membantu peserta didik untuk secara alami menginternalisasi nilai-nilai ketakwaan dan etika Islam, menjadikannya sebagai bagian integral dari karakter mereka. Hal ini sejalan dengan pandangan AzZarnuji dalam Ta'limul Muta'allim, yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati antara pendidik dan peserta didik sebagai dasar pembelajaran yang efektif (Az-Zarnuji, 2. Dengan demikian, metode pembiasaan tidak hanya membentuk pola pikir positif, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk hubungan interpersonal yang baik dan bermartabat dalam kerangka pendidikan Islam. Korelasi Al-Qur'an Surah Al Hujurat Ayat 11-13 Dengan Manajemen Pendidikan Islam di Pesantren Tebuireng Jombang Surah Al-Hujurat ayat 11-13 mengandung prinsip-prinsip penting dalam membangun etika sosial dan pendidikan yang berbasis pada penghormatan, persaudaraan, dan kesetaraan dalam Islam. Ayat ini melarang penghinaan, ejekan, dan prasangka buruk di antara manusia serta menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bergantung pada ketakwaannya, bukan pada suku, ras, atau status sosial (QS. AlHujurat . : 11-. Nilai-nilai ini memiliki korelasi yang erat dengan manajemen pendidikan Islam di Pesantren Tebuireng, yang menekankan pembentukan akhlak mulia, penghormatan terhadap sesama, serta kesetaraan dalam menuntut ilmu. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Dalam konteks manajemen pendidikan di Pesantren Tebuireng, ajaran Al-Hujurat ayat 11-13 tercermin dalam sistem pembelajaran yang berbasis akhlakul karimah, di mana santri diajarkan untuk menghindari sikap saling merendahkan dan membangun lingkungan yang harmonis serta inklusif. Prinsip egalitarianisme Islam yang terkandung dalam ayat ini juga diterapkan dalam sistem kepemimpinan dan interaksi sosial di pesantren, di mana setiap santri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa membedakan latar belakang sosial mereka (Tharaba, 2. Selain itu, nilai-nilai dalam ayat tersebut juga berhubungan dengan konsep pendidikan karakter dalam manajemen pesantren, di mana para santri dibimbing untuk mengembangkan sikap tasamuh . , ukhuwah Islamiyah . ersaudaraan sesama Musli. , dan taqwa sebagai standar utama keunggulan seseorang. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan di Pesantren Tebuireng yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama dan akhlak serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari . bdurahman Wahid, 2. Dari perspektif manajemen pendidikan Islam, ayat ini juga mengajarkan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan adil dan Dalam sistem pesantren, para kyai dan ustadz berperan sebagai pemimpin yang bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membimbing dengan penuh hikmah, sebagaimana ajaran Islam menekankan pentingnya adab dalam mendidik (Muhaimin, 2. Dengan demikian, pesantren Tebuireng menjadikan nilai-nilai dalam QS. Al-Hujurat 11-13 sebagai landasan dalam membentuk lingkungan pendidikan yang beradab, beretika, dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dalam menuntut ilmu. Berikut adalah diagram konsep yang menggambarkan korelasi antara nilai-nilai dalam Surah Al-Hujurat ayat 11-13 dengan prinsipprinsip manajemen pendidikan Islam di Pesantren Tebuireng: Kesantunan dan Etika Komunikasi Ie Diterapkan melalui Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 pendidikan akhlak dan tata krama dalam pesantren Menghindari Prasangka dan Konflik Ie Diterapkan melalui sistem penyelesaian konflik berbasis musyawarah dan keadilan Menghargai Keberagaman Ie Diterapkan melalui pendidikan multikultural dan persaudaraan Islam antar-santri Takwa sebagai Tolok Ukur Kemuliaan Ie Diterapkan melalui penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam Hasil Akhir: Manajemen Pesantren yang Adil. Berbasis Etika Islam, dan Menghormati Keberagama KESIMPULAN Pendidikan akhlak dalam Islam bertujuan untuk membimbing manusia menuju ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui praktik akhlak yang baik. Surat Al-Hujurat ayat 11-13 menegaskan larangan menghina dan merendahkan orang lain, mengajarkan untuk tidak berprasangka buruk, dan menyampaikan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah, di mana ketakwaan menjadi ukuran utama, sementara pamer harta, keturunan, dan jabatan Urgensi pendidikan akhlak sebagai pedoman bagi manusia dalam berperilaku dan berinteraksi dengan baik telah menghasilkan pentingnya pendidikan akhlak saat ini, dengan pendidik Islam yang kompeten mampu mentransfer ajaran Islam kepada peserta didik. Konsep pendidikan akhlak, melalui Surat Al-Hujurat ayat 11-13, memberikan landasan bagi pendidik sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk akhlak yang mulia melalui keteladanan, nasihat, dan pembiasaan. Al-Qur'an menjadi panduan dalam menjawab berbagai masalah sosial, termasuk dalam hal akhlak. Penelitian lebih lanjut tentang keberhasilan praktik pendidikan akhlak dalam menghadapi tantangan zaman modern masih diperlukan, bersama dengan penelitian tentang adaptasi perilaku akhlak terhadap perubahan zaman Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 untuk tetap relevan dengan tuntunan Al-Qur'an. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Muslim modern dalam menjalani kehidupan mereka. REFERENSI