JOURNAL OF PUBLIC SERVICE - VOL. 2 NO. Available online at : http://jurnal. id/JPS Journal of Public Service ISSN (Prin. | ISSN (Onlin. Peran Dinas Pendidikan Aceh Barat Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar (Studi Kasus SDN Lancong Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Bara. Fazrifal fadhil1. Fadhil ilhamsyah2 Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Universitas Teuku Umar. Indonesia Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Universitas Teuku Umar. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: July, 10 2022 Revised: September, 12 2022 Available online: October, 30 2022 Education is one of the most needed needs by humans to support adaptation to the It is appropriate that efforts to develop education become the joint task of every government agency in carrying out their duties. Problems with the education system in West Aceh, especially in remote areas, are still very concerned, problems such as the lack of human resources for teachers, lack of teaching staff, and inadequate school facilities and school infrastructure that is still far from good are problems that currently occur in West Aceh Regency. This article discusses the role of the West Aceh education office in improving the quality of primary school education at SDN Lancong and the obstacles experienced by the education office in carrying out its programs. The indicators that become the focus of research are the development of teacher human resources, the provision of facilities and infrastructure, and curriculum development. The research method used is a qualitative method with primary and secondary data collection techniques. Primary through direct field observations conducted by researchers and conducting direct interviews with informants and taking documentation as additional material to strengthen the data obtained in the field. while secondary through e-library literature studies, documentation, data collection through websites and social media. The results of this study indicate that the West Aceh Education Office has demonstrated its performance by increasing teacher human resources, providing facilities and infrastructure and developing curriculum. KEYWORDS Education. Policy. Lancong CORRESPONDENCE Phone: 085360916056 E-mail: fadhil. ilhamsyah@utu. PENDAHULUAN Pendidikan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang tenaga pendidik kepada anak didiknya. Peran Pendidikan dalam sebuah negara sangatlah besar terutama dalam meningkatkan dan memajukan sebuah bangsa yaitu dengan menciptakan akademisi ataupun sumber daya manusia (SDM) yang bermutu, berkeahlian, dan Pendidikan dikelompokam kedalam pengajaran, yang bisa dianggap kepada suatu proses transfer ilmu, transformasi nilai, dan pembentukan karakter pribadi dengan berbagai macam aspek yang dicakupnya (Nurkholis, 2. Indonesia termasuk negara berkembang yang memiliki empat masalah utama dalam bidang pendidikan yaitu: akses/pemerataan, mutu, relevansi, dan pengelolaan pendidikan yang efisien (Parji & Prasetya, 2. Pembangunan pendidikan yang berkualitas meskipun mendapatkan partisipasi dari masyarakat juga belom optimal. Peringkat pendidikan Indonesia menurut Program for International Student Assessment (PISA) 2018 yang diumumkan oleh https://doi. org/10. 35308/x Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa kualitas pendidikan masih rendah. Indonesia memiliki skor rendah dalam kemampuan membaca . dimana rata-rata anggota OECD . , skor matematika . , dan sains . dimana rata-rata anggota OECD . Secara keseluruhan Indonesia menempati peringkat 70 dari seluruh negara yang diteliti. ASEAN sendiri. Indonesia kalah dengan Singapura . Malaysia . Brunei Darussalam . , dan Thailand . Selain itu, ada disparitas yang tinggi dalam kualitas pendidikan (Parji & Prasetya, 2. Kebutuhan terhadap sumber pendidikan ialah hak seluruh warga negara yang ada di dunia ini tanpa terkecuali negara Pembangunan sumber daya manusia suatu bangsa sangat bertentangan dengan pendidikan. Hal ini dilihat dari hubungan pendidikan sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia dengan kemajuan suatu bangsa yang makmur dan adil . 37, 2. Attribution-ShareAlike 4. 0 International. Some rights reserved JOURNAL OF PUBLIC SERVICE - VOL. 2 NO. Dinas Pendidikan merupakan salah satu institusi pemerintahan yang khusus mengurusi masalah Pendidikan di Indonesia. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat bertentangan dengan pendidikan, dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Zulrahman, n. Pendidikan merupakan bagian penting yang digunakan manusia untuk mengembangkan diri dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang sudah memasuki era revolusi Cita-cita bangsa Indonesia dalam hal Pendidikan juga dimuat di dalam pembukaan Undang-Undang 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Di sisi lain, pentingnya pendidikan juga telah tertuang dalam Undangundang No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 Ayat 1 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu agar dapat ikut serta dalam mendongkrak kemajuan bangsa di era sekarang ini. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 menjelaskan tentang hak dan juga kewajiban warga negara, pemerintah, serta orang tua dalam meningkatkan mutu, perencanaan pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, memberikan dukungan sumber daya, membimbiing serta mengarahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku terhadap pendidikan di dalam negara ini. Pada saat ini, perhatian dari pemerintah dan orang tua fokus terhadap SDM di bidang pendidikan tetapi implementasi yang diterapkan tidak berjalan sesuai perencanaan. Hal ini disebabkan faktor pendukung dilapangan tidak memadai. Peran Dinas Pendidikan Daerah dalam peningkatan mutu pendidikan cenderung menggunakan beberapa metode pelaksanaan. Salah satu diantarnya adalah membantu penyusunan perencanaan serta program dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melakukan pengawasan dan penilaian kembali . valuasi kembal. terhadap program yang dijalankan. Selanjutnya, dinas pendidikan juga harus lebih mengupayakan pelaksanaan program untuk peningkatan kualitas pendidikan baik dari pendidikan dasar sampai menengah. Faktor pendukung keberhasilan suatu proses pendidikan antara lain: kurikulum yang solid, tenaga pendidik yang professional, sarana pendidikan yang lengkap, suasana belajar yang tenang, tingkat inteligensi siswa yang diatas rata rata dan lain lain. Meskipun demikian, proses pendidikan masih tetap berjalan saat ini tampa adanya faktor faktor pendukung tersebut. Sehingga sumber manusia yang didapat dari kelulusan tidak memiliki keterampilan khusus yang bisa dimanfaatkan untuk menghadapi masa yang akan datang (Fadhilah & Syahril. Salah satu implementasi program pemerintah untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Indonesia adalah dengan pendirian sekolah-sekolah di seluruh kawasan Indonesia. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab IV pasal 5 ayat 3 menyatakan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah pelosok atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil mempunyai hak untuk mendapatkan layanan pendidikan khusus, namun kebajakan pemerintah tersebut nyatanya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan, contohnya 80 Fazrifal fadhil dan Fadhil Ilhamsyah seperti di SDN Lancong Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Barat yang merupakan salah satu SD dipelosok Aceh Barat yang masih kuranng mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat. Berdasarkan hasil observasi dari penulis sistem penyelenggaraan Pendidikan di SD tersebut memiliki berbagai masalah yang dapat menghambat proses belajar mengajar peserta didik yang seharusnya mendapakan perhatian khusus dari pemerintah daerah serta juga dinas Pendidikan yang menangani permasalahan Pendidikan di daerah. Permasalahan seperti kurangnya tenaga pendidik harus mendapat perhatian khusus dari penyelenggara pendidikan di Aceh Barat. Berdasarkan hasil observasi penulis, setiap hari tenaga pengajar hanya bisa mengajar di dua kelas saja. Berdasarkan observasi penulis, tidak semua kelas memiliki guru untuk mengajar. disetiap kelas tidak semua kelas ditangani oleh semua guru melainkan hanya beberapa kelas yang dapat ditangani dan hal ini jelas mempengaruhi kenyamanan dan keaktifan peserta didik, namun dalam hal ini, bukan hanya ketiadaan guru tetapi keaktifan dari guru tersebut yang menjadi permasalahan, sehingga banyak murid yang datang ke sekolah tanpa mendapatkan pendidikan yang Selain itu, sekolah dasar setiap hari senin seharusnya melaksanakan kegiatan upacara bendera, tetapi di SDN Lancong justru berbanding terbalik bahkan kegiatan senam pagipun tidak bisa dirasakan oleh anak anak SDN Lancong. Permasalahan selanjutnya ialah kondisi sekolah tersebut yang sangat memprihatinkan seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah, salah satunya permasalahannya adalah keadaan halaman sekolah yang becek dan banyak genangan bekas kubangan kerbau. Selain itu, kondisi memprihatinkan juga terdapat di ruangan sekolah. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi kantor yang berada satu ruangan dengan perpustakaan. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, maka perlu dilakukan penelitian agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan. Dalam hal ini dinas Pendidikan haruslah berperan aktif terhadap permasalahan yang ada di SDN Lancong. Kecamatan Sungai Mas. Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui dan mempelajari sejauh mana Peran Dinas Pendidikan Aceh Barat dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SDN Lancong Kec. Sungai Mas. Kab. Aceh Barat. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara primer dan skunder. Primer melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan skunder melalui studi literature e-library, dokumentasi, pengumpulan data melalui website serta media Menurut (Iskandar, 2. Data sekunder berupa data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat atau mendengarkan. Termasuk dalam kategori data sekunder adalah data berbentuk teks, seperti dokumen, pengumuman, surat-surat, dan spanduk. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi: Reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan (Herliani, 2. Informan penelitian terdiri dari : Dinas Pendidikan Aceh Barat, kepala SDN Lanong. Murid SDN Lancong. Guru SDN Lancong dan Keuchik gampong Lancong. https://doi. org/10. 35308/x JOURNAL OF PUBLIC SERVICE - VOL. 2 NO. Indikator dari fokus penelitian ini adalah pengembangan sumber manusia guru, penyediaan sarana dan prasarana dan pengembangan kurikulum. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran dapat diartikan sebagai salah satu bagian atau pemilik kedudukan yang utama dalam terjadinya sesuatu hal, aktifitas atau kejadian didalam bermasyarakat berdasarkan norma atau kebijakan yang telah diterapkan. Menurut (Gibson Ivancevich dan Donelly, 2. Peran adalah salah satu orang yang diharuskan berinteraksi terhadap dua sistem yang berbeda, biasanya kelompok dan beberapa dari bagian Sedangkan menurut Soekanto . , peran ialah hal yang dinamis dalam kedudukan . Apabila salah satu orang yang melakukan hak dan kewajibannya berdasarkan kedudukannya, maka orang tersebut telah dianggap telah melakukan suatu peranan. Apabila disamakan, maka peran Dinas Pendidikan dianggap sebagai aspek yang dinamis terhadap tugas yang telah dikerjakan, hak, dan kewajiban berdasarkan kedudukan sebagai bagian atau perangkat dari Pemerintah yang mengawasi bidang pendidikan yang aktif dan berpartisipatif dalam memberikan hal yang bermanfaat dengan tujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan beberapa uraian sebelumnya, yang menjadi fokus penelitian ini adalah Peran Dinas Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar. Hasil penelitian difokuskan pada tiga aspek yaitu peningkatan sumberdaya manusia guru, penyedian sarana dan prasarana, dan pengembangan kurikulum. Peningkatan Sumber Daya Manusia Guru Sumber daya manusia merupakan faktor krusial dalam pembentukan kecerdasan peserta didik di setiap tempat belajar termasuk jenjang Sekolah dasar (SD). Bersamaan dalam upaya peningkatan SDM Guru. Dinas Pendidikan Aceh Barat sudah implementasi sosialisasi Gerakan Literasi dan PPK 2019 (Pogram Pendidikan Karakte. Program PPK merupakan salah satu program pengembangan SDM khususnya kepada kepala sekolah SD/ SMP Se- Kabupaten Aceh Barat. Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut dianggap belum Hal tersebut dilandaskan pada target sasaran Seharusnya sasaran yang ditargetkan bukan hanya dari pihak kepala sekolah saja, namun juga mengikutsertakan seluruh guru di Aceh Barat khususnya guru daerah pedalaman seperti Gampong Lancong. Berdasarkan wawancara peneliti dengan Kepala Sekolah SD Negeri Lancong, peneliti mendapatkan informasi bahwa belum pernah dilakukan pelatihan atau berupa sosialisasi secara langsung kepada pihak sekolah untuk meningkatkan SDM guru yang ada disana. Untuk mencapai peningkatan profsionalisme, kemampuan guru, dan staf administrasi bisa dilakukan dengan beberapa hal. Mengikutsertakan guru atau staf pada pelatihan yang telah Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah pihak sekolah mengadakan program pelatihan ditempat . n house trainin. dengan melakukan kerjasama atau mengundang pelatih dari luar dan diwajibkan kepada guru atau staf yang mengikuti peltihan tersebut bisa menularkan ilmunya kepada guru atau staf yang lain. Pihak sekolah diwajibkan menyediakan buku atau referensi yang memadai yang sesuai standar guru dan staf. Mengajak dan memberikan keperluan kepada guru dan staff untuk melakukan tutorial sebaya, contohnya mengadakan kegiatan MGMP untuk guru mata pelajaran dan MGBK https://doi. org/10. 35308/x untuk guru Bimbingan Konseling. Kepala sekolah juga perlu mengajak pertemuan secara rutin antar guru mata pelajaran sejenis di sekolah (Suparto, 2. Pengembangan SDM guru seharusnya menjadi perhatian khusus oleh Dinas Pendidikan Aceh Barat dikarenakan besarnya dampak yang akan diberikan. Salah satu contoh dampak tersebut dapat dilihat pada kualitas guru-guru yang bertugas di SDN Lancong. Berdasarkan observasi langsung peneliti ke SDN Lancong, masih banyak guru yang menggunakan metode lama dalam mengajar sehingga mengakibatkan murid-murid merasa bosan akan pelajaran. Salah satu metode lama yang dipakai adalah metode titip buku kemudian menginstruksikan murid-murid untuk dapat menulis isi dari buku yang dititipkan. Hal tersebut mengakibatkan murid merasa jenuh akan pembelajaran. Hal demikian sesuai dengan wawancara peneliti dengan salah satu murid kelas 6 yang menyampaikan kejenuhan selama proses Dampak lain yang dapat dilihat secara langsung adalah pada siswa yang duduk di bangku kelas 4, 5, dan 6 SD yang masih terbata-bata dalam hal membaca dan menulis. Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana merupakan unsur penting yang dapat menunjang tingkat pembelajaran di sekolah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2. Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah atau madrasah. Dalam Permendikbud tersebut juga disebutkan kriteria sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah yang ada di Indonesia termasuk SD Negeri Lancong. Diantaranya : . kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah. kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruangan, instalasi daya, dan jasa. Berdasarkan observasi langsung peneliti ke lapangan. Dinas Pendidikan Aceh Barat masih belum memenuhi sepenuhnya sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Lancong. Selain itu. Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa sarana dan prasarana masih belum memadai di SD tersebut. Data jumlah sarana dan prasarana belajar di SD Negeri Lancong dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Data Jumlah Sarana dan Prasarana Belajar di SD Negeri Lancong Sarpas Jml Keterangan Gedung sekolah Baik Perpustakaan Dalam pembangunan Pagar sekolah Pamflet sekolah Tong sampah Kantin sekolah Ruang uks Sarana olahraga Musholla Ruang komputer Ruang kesenian Ruang guru Baik Lapangan sekolah Kurang baik Wifi sekolah Kipas angin Baik Taman sekolah Baik Sound system Sumber : Observasi Peneliti, 2021 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Lancong masih sangat kurang dan sangat terbatas. Fazrifal fadhil dan Fadhil Ilhamsyah JOURNAL OF PUBLIC SERVICE - VOL. 2 NO. tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap tingkat daya serap pelajaran yang diterima oleh murid-murid. Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan sistem yang dibentuk sebagai perancangan pengajaran atau perancangan jumlah mata pelajaran yang ditentukan secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk mengahasilkan ijazah. Sedangkan Pengembangan kurikulum adalah kegiatan perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pihak pengembang kurikulum dan proses yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan bisa menjadi alat atau bahan bahan ajar dan acuan yang digunakan guna mencapai tujuan pendidikan nasional (Muhammad Rouf. Akhmad said, 2. Secara konvensional, kompetensi guru serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai selalu dikaitkan dengan kualitas mutu pendidikan pada saat sekarang ini, pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak semuanya Terdapat berbagai aspek pendukung kualitas mutu pendidikan lain yang jarang diketahui masyarakat, salah satunya adalah kurikulum. Argumentasi yang dikemukakan ditulisan ini adalah kurikulum merupakan strategis instrumen bagi upaya pendidikan mutu. Tujuan, metode, dan isi adalah tiga entitas kurikulum sebagai instrumen peningkatan mutu Peningkatan guru kompetensi, sarana dan prasarana pendidikan pastinya akan memberikan makna bagi peserta didik jika dibimbing terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum. Rumusan tersebut dirumuskan pada standar kompetensi lulusan di konteks sistem pendidikan (SKL). SKL didefinisikan sebagai Aukualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilanAy terdapat di peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab Ketentuan Umum SKL. Untuk menjamin SKL tersebut bisa dicapai, kegiatan belajar mengajar tersebur dilengkapi 8 standar diantaranya adalah standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar pendidik dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilian pendidikan. Keberadaan standar-standar ini telah dijamin oleh peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Pasal 2. Kurikulum sebagai bagian dari intervensi peningkatan mutu pendidikan, tentu tidak bisa bertentangan dengan peraturan undang-undang yang berlaku. Dengan demikian. SKL akan menjadi rujukan ketika kurikulum diterapkan, termasuk delapan standar nasional pendidikan lainnya. Demikian juga dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP tetap menjadi bagian kurikulum. Satuan pendidikan tetap memiliki kewenangan untuk mengembangkan kurikulum yang berbeda dengan satuan pendidikan tersebut Bersamaan dalam upaya pengembangan kurikulum. Dinas Pendidikan Aceh Barat telah melaksanakan program Salah satunya adalah program Hafalan ayat Al Quran yang bertujuan untuk meningkatkan kurikulum sekolah khusunya pada tingkat SD dan SMP (Hasyim, 2. Namun untuk SDN Lancong sendiri, berdasarkan hasil observasi peneliti program hafalan tersebut belum berjalan sama sekali di Lancong. Kurangnya pengawasan dari pihak dinas ke daerah pedalaman merupakan salah satu penyebab terjadinya hal Hambatan Dinas Pendidikan Aceh Barat dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SDN Lancong Berdasarkan hasil naratiew review yang peneliti lakukan. Terdapat hambatan yang dialami oleh Dinas Pendidikan Aceh Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Lancong Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Barat. Faktor utama yang dimaksud adalah akses lokasi yang jauh dari perkotan, jarak menjadi faktor penyebab terjadinya 82 Fazrifal fadhil dan Fadhil Ilhamsyah hambatan dari dinas pendidikan. Hal ini disebabkan jarak antara kota meulaboh dan desa Lancong menempuh jarak kurang lebih 45 KM yang membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk sampai ke lokasi tujuan ditambah lagi dengan faktor demografi yang berbahaya mulai dari bencana alam longsor, jalanan yang curam serta faktor cuaca yang tidak bisa KESIMPULAN Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang paling diperlukan oleh manusia guna mendukung penyesuaian diri dengan perkembangan zaman. Sudah sepantasnya upaya pengembangan pendidikan menjadi tugas bersama setiap instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugasnya. Salah satunya adalah Dinas Pendidikan Aceh Barat. Dalam hal implementasinya disdik Aceh Barat telah berperan dalam upaya peningkatan pendidikan di SDN Lancong, hal tersebut dapat dilihat dari implementasi sosialisasi Gerakan Literasi dan PPK 2019 serta pelaksanaan program Hafalan ayat Al Quran. Namun disisi lain, masih terdapat banyak permasalahan yang belum dapat Disdik Aceh Barat selesaikan untuk sekolah dasar pedalam khususnya SDN Lancong. Hal tersebut dibuktikan dengan masih minimnya pengadaan sarana dan prasarana, rendahnya pengembangan kurikulum serta kurangnya pelatihan dan pengawasan kepada guru-guru sehingga membuat pelaksanaan pendididikan di SDN Lancong menjadi tidak maksimal seperti SD lain pada umumnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Peran Dinas pendidikan Aceh Barat terhadap SDN Lancong belum sepenuhnya maksimal hal ini dilihat dari persoalan minimya sarana dan prasarana, rendahnya pengawasan pengembangan kurikulum dan kurangnya SDM guru yang dikarenakan kurangnya pengawasan dari pihak penyelenggara pendidikan Aceh Barat. UCAPAN TERIMA KASIH Rasa syukur dan ucapan terima kasih yang paling utama kepada Allah swt yang telah memberikan kesehatan fisik dan batin sehingga penulis dapat menyeselesaikan penelitian ini dengan sempurna. Terima kasih juga kepada dosen pembimbing Bapak Fadhil Ilhamsyah. IP. ,M. IP yang selalu memberikan arahan kepada peneliti sehingga jurnal ini dapat Ucapan terima kasih turut peneliti hadirkan kepada keluarga dan sahabat yang tidak hentinya memberi support dan dukungan kepada penulis. REFERENSI