JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 PENGARUH BRAND IMAGE AMBON CITY OF MUSIC TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN KE KOTA AMBON Marcha Stephanie Inapratama Matitaputty. Meiti Leatemia. Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon Jurusan Teknik Mesin. Politeknik Negeri Ambon matitaputty57@gmail. ABSTRACT Ambon is a city in the eastern part of Indonesia which is called "Ambon Manise" and is known as the place where great musicians were born. Ambon has been declared to become a world Music City in 2011 and realized in 2019, various efforts, both thoughts, energy, materials provided by the Ambon City government, have made Ambon City successful in establishing itself and winning this title. This study aims to find out whether the branding of Ambon City of Music influences the touristsAo decision in visiting Ambon The type of research used is descriptive verification. The population in this study are all the characteristics of those who visit Ambon city. The sampling technique used is Nonprobability sampling by way of Incidental Sampling so that the sample obtained is 100 tourists visiting Ambon. Data analysis technique and hypothesis testing used is multiple regression method. The research results show that brand image has a significant effect on visiting decisions. The factor that most influences the decision to visit is the strength of brand associations, this is supported because the information entered into consumers' memories is very strong and that information survives as the brand image of Ambon City of Music, this aspect needs to be considered so that brand image of Ambon city of music can be optimized to increase the number of tourist in visiting Ambon. Keywords: Brand Image. Visit Decision ABSTRAK Ambon adalah sebuah kota di bagian timur Indonesia yang disebut "Ambon Manise" dan dikenal sebagai tempat lahirnya musisi-musisi hebat. Ambon telah dicanangkan menjadi Kota Musik dunia pada tahun 2011 dan terealisasi pada tahun 2019, berbagai upaya baik pemikiran, tenaga, materi yang diberikan oleh pemerintah Kota Ambon telah membuat Kota Ambon berhasil memantapkan diri dan meraih predikat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah branding Ambon City of Music mempengaruhi keputusan wisatawan dalam berkunjung ke Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakteristik yang berkunjung di kota Ambon sebagai kota music dunia. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability sampling dengan cara Sampling Insidental sehingga sample yang didapatkan adalah 100 wisatawan yang berkunjung ke kota Ambon. Teknik analisis data dan uji hipotesis yang digunakan adalah metode regresi berganda. Hasil Penelitian menunjukan bahwa brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan Faktor yang paling mempengaruhi keputusan berkunjung adalah kekuatan asosiasi merek hal ini didukung karena informasi yang masuk kedalam ingatan konsumen sangat kuat dan informasi itu bertahan sebagai brand image dari kota Ambon sebagai City of Music tersebut, aspek ini perlu menjadi perhatian agar kota Ambon dapat mengoptimalkan brand image Ambon City of Music untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Kata Kunci : Brand Image. Keputusan Berkunjung. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 111 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 PENDAHULUAN Kota Ambon dan music adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaspisahkan. Musik bahkan telah menjadi nadi pergerakan dari sebuah kota yang dikenal dengan julukan Ambon Manise. Hal ini disebabkan karena intuisi bermusik secara lahiriah sudah menjadi bagian dari kehidupan orang Ambon. Maka munculah ungkapan Auorang ambon sejak didalam rahim sudah bisa bernyanyi atau bersenandungAy Hal ini dapat dibuktikan dengan ini munculnya sejumlah besar penyanyi asal kota ambon yang telah mengharumkan nama indonesia dengan suara emas dan penampilan yang luar biasa di ajang lomba nasional maupun Ukuran lain yang dapat digunakan adalah pertumbuhan industri musik berskala lokal dalam bentuk industri rekaman maupun live musi. Melihat pemerintah Kota Ambon pada tahun 2011 disalah satu event musik Ambon Jazz Plus festival 2011 mencanangkan Ambon sebagai kota musik. Potensi ini kemudian ditindak lanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI) bersama-sama pemerintah kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku mencanangkan Ambon menuju Kota Musik Dunia versi unesco pada tanggal 29 oktober 2016 bertempat di Lapangan Merdeka. Ambon. Pencanangan tersebut diikuti oleh 25 rencana aksi yang disusun sebagai bagian dari persyaratan unesco creative cities network, dan kemudian terbagi dalam 5 pilar pengembangan kota musik dunia yaitu : Musisi dan Komunitas. Infrastruktur. Industri Musik Pendidikan Musik dan nilai sosial budaya. Kelima pilar tersebut selanjutnya menjadi panduan pengembangan Ambon Menuju e-ISSN: 0000-0000 Kota Musik Dunia yang penerapannya dilaksanakan oleh AMBON MUSIC OFFICE (AMO) Dalam Proses penerapannya, bidang kreatif musik di kota Ambon juga menjalin Internasional dengan kota-kota musik dunia lainnya yang sebelumnya telah terpilih oleh UNESCO, serta perpaduan antara bidang musik dengan bidang kreatif Peranan Ambon sebagai kota musik dunia tidak hanya berpengaruh pada musisi dan mereka yang profesional dalam bidang musik. Namun juga sebagai kelangsungan perkembangan ekonomi Ambon membangun kekuatan baru and potensi sumber daya manusia. Pencanangan Ambon sebagai kota musik dunia kemudian disambut baik oleh masyarakat Kota Ambon karena dianggap memperluas jaringan dan membuka kesempatan baru bagi seniman-seniman serta mengembangkan potensi yang telah ada di diri anak-anak Maluku khususnya Kota Ambon. Setelah melalui rangkaian proses untuk memenuhi standart Kota Musik Oleh UNESCO dan akhirnya sukses. Ambon City Of Music akhirnya berdiri di atas dasar hukum yang tertuang pada peraturan walikota Ambon nomor 26 tahun 2017 tentang Ambon menuju Kota Musik dunia. Di dalam peraturan walikota tersebut, tertuang ketentuan umum, visi, misi, tujuan, pendaftaran HAKI, kriteria Dalam pencanangan Ambon sebagai kota musik dunia versi UNESCO. Peraturan Walikota dibuat agar Ambon City Of Music memiliki dasar hukum yang kuat dan bisa segera menjadi kemitraan UNESCO kala itu. Kota Ambon kemudian memenuhi kriteria UNESCO seperti yang Halaman 112 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 tertuang di pasal 4 Kriteria berikut harus dipenuhi: . adanya pusat kegiatan dan kreasi musik yang diakui. pengalaman dan penyelenggaraan festival di tingkat konservatori, akademi, dan institusi pendidikan tinggi yang berspesialisasi dalam musik. adanya struktur pendidikan musik informal, termasuk paduan suara dan orkestra. perlakuan domestik dan internasional terhadap jenis musik tertentu yang diimpor dari negara . aksesibilitas ke jenis musik Setelah Kota Ambon resmi dinobatkan sebagai Kota Musik Dunia. Pemerintah sangat percaya bahwa budaya harus menjadi inti dari semua inisiatif Hal ini terlihat dari upaya pemerintah dan semua pihak yang tak kenal lelah untuk mengintegrasikan musik ke dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Ambon. Menjadi mitra resmi dari UNESCO adalah sebuah privilege tersendiri karena kota-kota melebarkan sayapnya sehingga bisa terus berkembang mengikuti perkembangan Adapun kemitraan yang sudah disepakati tidak dipengaruhi oleh faktorfaktor politik sehingga bisa menjadi ladang untuk saling belajar dan terus memelihara kreativitas sebagai faktor strategis. Identitas City Branding, bukanlah tugas yang mudah mengingat tantangan utama yang harus dipusatkan pada persoalan bagaimana menciptakan perlindungan citra kota yang meyakinkan di berbagai lintas wilayah yang berbeda. aktivitas dengan berbagai target pengguna, sekaligus menggunakan bentuk komunikasi citra kota yang sama yaitu spesifik sektor. Dan itu membuatnya istimewa karena tidak ada dua kota yang dapat menciptakan identitas lokal dengan cara yang sama. Sudah terlihat tanda-tanda bahwa banyak konsep e-ISSN: 0000-0000 city branding di kota-kota di Indonesia yang masih mengandalkan penggunaan logo atau frase saja. akibatnya, cara penerapannya perlu diubah. Untuk mencapai city branding terbaik, diperlukan strategi pembentukan citra yang lebih Pada tahap city branding yang sedang berkembang, seringkali terdapat tiga karakteristik: isi gambar, konsumen gambar, dan cara konsumsi gambar. Perencanaan citra kota yang kuat diperlukan agar sesuai dengan ketiga fitur Hospers dalam buku City Branding :AyCities highlight either the tangible qualities of the location, such as its buildings and events, or its intangible aspects, such as its stories, slogans, and logo," Cities often use this strategy in the hopes of distinguishing themselves from their rivals and drawing in more tourists. (Dinnie, 2011: . Menurut pernyataan tersebut, untuk menjadikan sebuah kota sebagai tujuan wisata dengan tetap menjaga keunikannya sendiri, diperlukan kerja sama yang luar biasa antara pimpinan kota dan warganya. Hal ini disebabkan oleh tidak optimalnya pemanfaatan branding yang telah dilakukan oleh Kota Ambon dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata Kota Ambon. Programprogram yang telah dibuat tidak cukup strategis untuk dijalankan dalam rangka menarik minat wisatawan. Oleh sebab itu Dibutuhkannya optimalisasi Ambon City of Music sebagai daya tarik wisata sehingga musisi-musisi daerah bahkan masyarakat kota Ambon bisa merasakan dampak positif dari hal tersebut. Berdasarkan fenomena tersebut maka penulis merumuskan masalah sebagai bagaimana pengaruh brand image Ambon City of Music terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Ambon TINJAUAN PUSTAKA Halaman 113 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Branda Image Brand image adalah penilaian konsumen terhadap merek dalam sebuah pasar. Penciptaan berdasarkan pengalaman pribadi maupun mendengar reputasinya dari orang lain atau Serta citra merek atau brand image adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran atau persepsi konsumen tehadap merek dari sebuah produk. Pemikiran konsumen seperti ini tercipta karena memori yang kuat setelah menerima kegunaan atau manfaat dari Citra merek yang kuat serta didorong oleh produk yang berkuaitas baik nanti yang akan menguasai pasar. Brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat dibenak konsumen (Rangkuti,2. Keller pengukuran citra merek . rand imag. dapat dilakukan berdasarkan beberapa aspek, yaitu: Kekuatan asosiasi merek . trength of brand associatio. Tergantung pada bagaimana informasi masuk dalam ingatan konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image Keuntungan (Favourability Kesuksesan sebuah proses pemasaran sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen dapat percaya pada atribut yang diberikan dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Keunikan (Uniqueness Of brand associatio. Suatu merek harus memiliki keunggulan bersaing yang menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih merek tertentu. Keunikan berdasarkan atribut produk, fungsi produk atau citra yang dinikmati konsumen. e-ISSN: 0000-0000 Menurut Schiffman dan Kanuk . AuCitra merek adalah sekumpulan asosiasi mengenai suatu merek yang tersimpan dalam benak atau ingatan konsumenAy. situasi ini, konsumen memiliki sebuah sikap terhadap sebuah merek . dimana konsumen cenderung mempelajari dan mengevaluasi sebuah merek yang disukai maupun tidak disukai. Oleh karena itu sangat diperlukan sebuah perusahaan menciptakan brand image . itra mere. yang baik di mata konsumen. Merek adalah produk atau jasa lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan setiap konsumen pun berbedabeda sehingga merek dapat memuaskan kebutuhan setiap konsumen dengan lebih bersifat simbolis, emosional, atau tidak nyata dengan apa yang direpresentasikan oleh merek. Menurut Methaq Ahmed Sallam dalam jurnal The Impact of Brand Image and Corporate Branding on ConsumerAos Choice: The Role of Brand Equity. Brand image adalah AuConsumers employ a productAos brand image in deriving overall perceptions of the specified product, a product with higher brand image may be inferred by consumers as product of superior quality and valueAy. Kemampuan mengidentifikasi suatu merek pada kondisi yang berbeda, dapat dilakukan dengan pengenalan merek dan pengingatan kembali terhadap suatu merek tertentu. Kesadaran ditingkatkan dengan cara meningkatkan ke akraban merek melalui paparan berulang sehingga konsumen merasa mengenal merek tersebut. Dalam jurnal Pengaruh Brand Awareness. Brand Image, dan Media Communication Terhadap Keputusan Pembelian oleh Wulan Suciningtyas AuCitra dipengaruhi oleh banyak faktor yang di luar kontrol Menurut Schiffman dan Kanuk . ada beberapa faktor- Faktor Halaman 114 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Mempengaruhi Citra Merek menyebutkan faktor-faktor pembentuk citra merek yaitu: Kualitas atau mutu, berkaitan dengan kualitas produk barang yang ditawarkan oleh produsen dengan merek tertentu. Dipercaya atau diandalkan. dengan pendapat atau kesepakatan yang dibentuk oleh masyarakat tentang suatu produk yang dikonsumsi. Kegunaan atau manfaat yang terkait dengan fungsi dari suatu produk barang yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen. Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk mempengaruhi suatu produk, juga dapat mempengaruhi citra jangka panjang. Citra yang dimiliki oleh merek itu kesepakatan dan informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari produk tertentu. Keputusan Berkunjung Keputusan berkunjung wisatawan dalam penelitian ini adalah sebuah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu Kotler Armstrong mengacu pada perilaku pembelian konsumen akhir perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Lebih lanjut menurut Kotler dan Armstrong . mengemukakan bahwa perilaku pembelian kompleks yaitu perilaku pembelian dalam situasi yang ditentukan oleh keterlibatan yang tinggi dalam pembelian dan e-ISSN: 0000-0000 perbedaan yang diangap signifikan antar Dalam keputusan pembelian terdapat enam dimensi keputusan pembelian menurut Kotler dan Keller . Pilihan produk, dalam hal ini perhatiannya kepada orang-orang yang berniat membeli sebuah produk Konsumen mengambil keputusan untuk memilih sebuah produk dengan pertimbangan: Keunggulan produk, yaitu tingkat kualitas diharapkan oleh konsumen pada produk yang dibutuhkan dari beragam pilihan yang ada. Manfaat produk, yaitu tingkat kegunaan yang dapat diperoleh konsumen pada tiap Pemilihan produk, yaitu pilihan konsumen pada produk yang akan dibelinya sesuai dengan kualitas yang diinginkan dan manfaat yang akan Pilihan merek, konsumen harus menjatuhkan pilihan pada merek apa yang akan dibeli. Dalam hal ini perusahaan konsumen menjatuhkan pilihan terhadap sebuah merek yaitu: Ketertarikan pada merek, yaitu ketertarikan pada citra merek yang sudah melekat pada produk yang dibutuhkan. Kebiasaan pada merek, yaitu konsumen memilih produk dengan merek tertentu, karena telah terbiasa dengan merek tersebut pada produk yang dibelinya. Kesesuaian harga, yaitu konsumen selalu mempertimbangkan harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat produk yang akan diperolehnya. Pilihan penyalur, konsumen harus menentukan penyalur mana yang dipilih Halaman 115 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 untuk membeli produk. Dalam hal ini konsumen memilih penyalur dapat dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, tersedianya barang yang lengkap dan kenyamanan pada saat Kemudahan untuk mendapatkan produk yang di inginkan, konsumen akan merasa lebih nyaman jika lokasi pendistribusian produk muda dijangkau dalam waktu yang singkat. Pelayanan yang diberikan, dengan pelayanan yang baik maka akan menimbulkan kenyamanan konsumen sehingga konsumen akan selalu memilih lokasi tersebut. Ketersediaan barang, kebutuhan dan keiinginan konsumen terhadap produk tidak dapat dipastikan kapan terjadi namun dengan ketersediaan barang yang memadai pada penyalur akan membuat konsumen memilih untuk melakukan pembelian di tempat tersebut. Jumlah pembeliaan, konsumen dapat menentukan kuantitas barang yang akan dibeli. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk yang sesuai dengan keinginan konsumen yang berbeda-beda. Karena konsumen akan menentukan : Keputusan jumlah pembelian, selain keputusan pada pilihan merek yang ditentukan konsumen, konsumen juga dapat menentukan kuantitas barang yang akan dibelinya. Keputusan persediaan, dalam hal ini konsumen memilki produk selain untuk memenuhi kebutuhannya juga melakukan beberapa tindakan persiapan dengan sejumlah persediaan produk yang mungkin dibutuhkannya pada saat e-ISSN: 0000-0000 Waktu pembelian, pada saat konsumen menentukan waktu pembelian dapat berbeda-beda yaitu: Kesesuaian dengan kebutuhan, ketika mereasa butuh sesuatu dan merasa perlu melakukan pembelian. Keuntungan yang dirasakan, ketika konsumen membeli kebutuhannya akan suatu produk pada saat tertentu, maka pada saat itu konsumen akan merasakan keuntungan sesuai dengan kebutuhannya melalui produk yang dibelinya. Alasan pembelian, setiap produk kebutuhan digunakan pada saat transaksi Konsumen mungkin akan menggunakan cara pembayaran seperti: pembayaran tunai, cek, kartu kredit, kartu debit, kartu ATM, kredit melalui lembaga keuangan dan kredit melalui toko. Metode pembayaran, konsumen dapat menetukan metode pembayaran yang akan digunakan pada saat transaksi pembelian. Konsumen mungkin akan menggunakan cara pembayaran seperti: pembayaran tunai, cek, kartu kredit, kartu debit, kartu ATM, kredit melalui lembaga keuangan dan kredit melalui toko METODOLOGI Lokasi Penelitian Penelitian yang berjudul AuPengaruh Brand Image Ambon City of Music terhadap Berkunjung WisatawanAy dilaksanakan di Kota Ambon pada bulan Oktober hingga Desember 2022. Metode Penelitian Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti maka jenis-jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif verifikatif. Menurut Ir. Sofyan Siregar . 3, hml . penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai veriabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (Independen. Halaman 116 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 tanpa membuat perbandingan, atau penghubung dengan variabel lainAy Tujuan dari metode deskriptif itu sendiri menurut Moh. Nazir . 1, hml. adalah Auuntuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidikiAy. Melalui jenis penelitian deskriptif, maka dapat diperoleh gambaran mengenai implementasi . Brand Image Ambon City of Music, . Keputusan berkunjung di Kota Ambon. Verifikatif pada dasarnya ingin menguji dilaksanakan melalui pengumpulan data dilapangan dimana pengujian hipotesis tersebut menggambarkan perhitungan statistik, maka diperoleh gambaran mengenai implementasi pengaruh brand image terhadap keputusan berkunjung di kota Ambon dengan branding Ambon City of Music. Berdasarkan uraian mengenai jenis penelitian di atas, maka jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan penelitian verifikatif, maka metode yang digunakan yaitu desktiptif Populasi Populasi menurut Ir. Sofyan Siregar . 1, . adalah populasi berasal dari kata bahasa Inggris yaitu population yang Dalam penelitian, kata populasi amat populer dipakai untuk menyebutkan serumpun / sekelompok objek yang menjadi sasaran Populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan tumbuhtumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya. Berdasarkan pengertian tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakteristik yang mempengaruhi keputusan berkunjung di kota Ambon sebagai kota music dunia. e-ISSN: 0000-0000 Jumlah populasi berdasarkan hasil kumulatif dari beberapa segmen pasar. Namun dalam penelitian ini, penulis hanya akan mengambil jumlah populasi yang termasuk kedalam kategori individual saja. Sample Menurut Ir. Syofian Siregar . 1, hml. Ausampel adalah suatu prosedur pengambilan data di mana hanya sebagian yang diambil dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang di kehendaki dari suatu populasi. Berdasarkan pengertian sampel yang dikemukakan diatas, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi penelitian, yaitu sebagian dari wisatawan yang berkunjung di kota Ambon. Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur sampel, digunakan rumus Solvin (Husen Umar 2010,hml. yakni perbandingan dari ukuran populasi dengan presentasi kelonggaran ketidak telitian, karena dalam pengambilan sampel dapat Dalam pengambilan sampel digunakan taraf kesalahan sebesar 5%. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut: Dimana : n = ukuran sampel N = ukuran ycA ycu = 1 ycAyce2 E = kelonggaran ketidakterkaitan karena kesalahan sampel dapat di tolerin . = 0,. Berdasarkan perhitungan pada rumus Solvin, maka ukuran sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : ycu= Halaman 117 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 599 O 0,12 599 O 0,01 1 81,445 82,445 = 98,78 Sampel penelitian ini berjumlah 98,788 atau 100 responden Teknik Sampling Menurut Sugiyono . 0, hml. teknik sampling adalah Aumerupakan teknik pengambilan sampelAy. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian terdapat berbagai teknik sampling yang Menentukan sampling, dimana jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan populasi. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya semakin jumlah sampel populasi, maka akan semakin besar kesalahn generalisasi . Dalam prakteknya, sangat jarang penelitian yang menerapkan sensus dalam upaya pengumpulan datanya Sehingga penelitian Dalam penelitian ini, 118eknik sampling yang digunakan adalah e-ISSN: 0000-0000 Nonprobability sampling dengan cara Sampling Insidental, yaitu 118eknik kebetulan, siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data Sugiyono . 3, hlm . Sampel diambil dari keseluruhan poupulasi wisatawan berjumlah 100 Pemilihan sampel secara acak sederhana adalah proses pemilihan sampel dalam cara tertentu yang didalamnya semua elemen dalam populasi didefinisikan mempunyai kesempatan yang sama. Bebas dan seimbang dipilih menjadi sampel. Ini berarti sampel acak sederhana adalah sejumlah element sampel yang secara random dipilih dari elemen populasi Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan keperluan penelitian dimana data yang terkumpul adalah untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah : Studi Kepustakaan Mengadakan membaca literatur maupun sumbersumber lainnya yang kaitannya dengan Studi kepustakaan disini juga merupakan usaha pengumpulan informasi yang berhubungan dengan teori-teori yang ada kaitannya dengan masalah variabel yang diteliti. Studi Lapangan Penelitian yang dilakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian yang diteliti dengan instrumen-instrumen sebagai berikut: Halaman 118 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Interview . Menurut Ir. Sofyan Siregar . 1, hml. adalah proses memperoleh keterangan/data penelitian dengan cara tanya jawab, dengan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara. Kuesioner . Menurut Ir. Sofyan Siregar . 1, hml. adalah teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada. Observasi Menurut Ir. Sofyan Siregar . 1, hml. adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan objek penelitian yang mendukung kegiatan digambarkan secara jelas tentang kondisi objek penelitian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Instrumen Berdasarkan output Qtotal pada lampiran, hasil tersebut menunjukan bahwa pertanyaan 1 sampai 13 adalah valid karena nilai Q hitung lebih besar dari 0,05. r hitung Q10 Q11 Q12 Q13 Sumber: Pengolahan Data, 2022 Tabel 4 : Reliability Case Processing Summary Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Tabel 3 : Hasil Uji Validitas Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas di atas, diketahui angka cronbach alpha sebesar 0,739. Jadi angka tersebut lebih besar dari nilai minimal cronbach alpha e-ISSN: 0000-0000 Halaman 119 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 0,6. Oleh karena itu, dapat disimpulkan digunakan untuk mengukur variable brand image dapat dikatakan reliable atau handal. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 dengan melibatkan 100 orang wisatawan yang berkunjung ke kota Ambon sebagai Berdasarkan pengolahan data peneliti, setiap responden memiliki jenis kelamin yang terdiri dari 51% pria dan 49% wanita, rentan usia yang paling banyak berkunjung adalah 21-30, dan asal tinggal wisatawan yang berkunjung . Jakarta 32%. Surabaya 7%. Australia 4%. Belanda 11%, dan lainnya sebanyak 46%. Analisis Deskriptif Tabel 5 : Penilaian Wisatawan Terhadap Brand Image Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dimensi keunikan asosiasi merk memiliki skor tertinggi yang berarti bahwa kota Ambon sebagai kota Musik dunia memiliki keunikan tersendiri di benak Secara keseluruhan Variabel Brand image memiliki penilaian yang baik jika dilihat dari presepsi wisatawan. Hal ini didukung oleh teori dari sugiyono . 2 : . dengan rentang 3,4 Ae 4,1 dikategorikan baik. Tabel 6 : Penilaian Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung e-ISSN: 0000-0000 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dimensi jumlah pembelian memiliki skor tertinggi yang berarti bahwa wisatawan yang berkunjung ke kota Ambon bersedia membeli lebih dari 1 jenis produk/jasa dan bersedia membeli lebih dari 1 kali pembelian dalam kurun waktu satu tahun. Secara keseluruhan Variabel keputusan berkunjung memiliki penilaian yang baik jika dilihat dari presepsi wisatawan. Hal ini didukung oleh teori dari sugiyono . 2 : . dengan rentang 3,4 Ae 4,1 dikategorikan baik. Pengujian Hipotesis Dari hasil regresi yang dilakukan dengan menggunakan software SPSS, didapatkan persamaan regresi yaitu : Y = 35,412 0,638 X1 0,28 X2 0,162 X3 Dari persamaan tersebut peneliti dapat mengetahui seberapa besar pengaruh dari setiap variabel bebas yang diteliti terhadap Y. ariabel depende. Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Y = 35. 638 X1 0. 28 X2 162 X3 e Jika kita lihat dari tabel coefficients dapat diketahui bahwa besar signifikansi dari variabel kekuatan asosiasi merek (X. yaitu sebesar 0,048 maka variabel X1 ini berpengaruh Halaman 120 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 terhadap keputusan mengunjungi dari setiap pengunjung yang datang. Hal ini dikarenakan besarnya signifikansi yang diperoleh di tabel lebih kecil dari 0,05. Jika dilihat dari persamaan Y, dapat dilihat jika X2 dan X3 dianggap 0 maka X1 dapat mempengaruhi Y sebesar 36,05. Dari hasil tersebut, kekuatan asosiasi merek memberikan pengaruh sebesar 36,05 kepada keputusan berkunjung. Dari pembahasan ketiga dimensi yang telah dilakukan dengan melihat tabel spss, maka dapat dilihat bahwa dimensi yang paling mempengaruhi keputusan berkunjung adalah kekuatan asosiasi merek (X. Hal ini dikarenakan besarnya signifikansi yang diperoleh oleh kekuatan asosiasi merek lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menyebabkan kekuatan asosiasi merek sangat berpengaruh dibandingkan dengan keunikan asosiasi merek dan keunggulan asosiasi merek. Selain itu, besarnya pengaruh yang diberikan oleh keputusan berkunjung lebih besar dibandingkan dengan keuntungan asosiasi merek dan keunggulan asosiasi merek. Penutup 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap brand image Ambon City of Music dan keputusan berkunjung di Ambon maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh brand image terhadap keputusan berkunjung di kota Ambon. Namun dalam penelitian ini penulis menggunakan 3 dimensi yaitu kekuatan asosiasi merek, keunggulan asosiasi merek dan keunikan asosiasi Dari ke 3 dimensi tersebut yang paling berkunjung adalah kekuatan asosiasi merek e-ISSN: 0000-0000 hal ini didukung karena informasi yang masuk kedalam ingatan wisatawan sangat kuat dan informasi itu bertahan sebagai brand image dari Ambon city of Music. Hasil temuan menunjukan bahwa secara keseluruhan pengaruh brand image terhadap keputusan berkunjung di kota Ambon memiliki hubungan yang cukup kuat dengan perolehan pada dimensi kekuatan asosiasi merek mencapai 63,8%. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa brand image berpengaruh terhadap keputusan berkunjung 2 Saran Dilihat dari hasil spss dapat diketahui bahwa dimensi brand image yang paling berkunjung adalah kekuatan asosiasi merek (X. Oleh karena itu Ambon sebagai kota Musik dunia harus mempertahankan dan meningkatkan citra sebagai kora music Dunia dan juga citra dari produkproduknya, sebab hal pertama yang akan dilihat oleh wisatawan adalah dari merek/citra dari suatu produk sebelum melihat hal lainnya karena dari kedua komponen tersebut merupakan patokan untuk para wisatawan untuk memilih kota Ambon, salah satunya dengan cara melakukan kegiatan promosi seperti membuat paket yang unik, program loyalitas pelanggan yang DAFTAR PUSTAKA