Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 PENGARUH GREEN ACCOUNTING. LEVERAGE. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN Depita Sutalaksana1. Nona Jane Onoyi2. Suyanto3 1, 2, 3 Prodi Akuntansi Universitas Batam depitasutalaksana@gmail. Abstract Companies listed on the IDX in the processed food and soft drink industry, as well as those in the food and beverage sub-sector in general, will be the focus of this study, which seeks to examine the impact of green accounting, leverage, and company size on financial performance from 2021 to 2024. A quantitative methodology with an associative research type was used in this study. A total of 12 companies with 48 observations were included in the sample, selected using purposive sampling. After collecting secondary data from official government papers, sustainability reports, and annual reports, multiple linear regression was used to assess the data. Company size was shown to have no effect on financial performance, while leverage had a significant negative effect, green accounting had a positive but insignificant effect, and business size had no effect at all. Financial performance was significantly influenced by all three elements simultaneously. The novelty of this study lies in its focus on the processed food industry by replacing the environmental performance variable in previous studies with leverage. The study's conclusion confirms that although green accounting and company size have not been proven to be partially significant, all three variables together remain important in explaining variations in financial performance. Recommendations for further research are to expand the sample to other sectors and extend the observation period so that the results can be more general and reflect longterm conditions. Keywords: financial performance. firm size. green accounting. Abstrak Perusahaan yang terdaftar di BEI dalam industri makanan olahan dan minuman ringan, serta yang berada di sub-sektor makanan dan minuman secara umum, akan menjadi fokus penelitian ini, yang berupaya untuk menguji dampak green accounting, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan dari tahun 2021 hingga 2024. Metodologi kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 12 perusahaan dengan 48 observasi dimasukkan dalam sampel, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Setelah mengumpulkan data sekunder dari makalah resmi pemerintah, laporan keberlanjutan, dan laporan tahunan, regresi linier berganda digunakan untuk menilai data. ukuran perusahaan terbukti tidak berpengaruh pada kinerja keuangan, sedangkan leverage secara signifikan berpengaruh negatif, green Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 accounting memiliki efek positif tapi tidak signifikan, dan ukuran bisnis tidak berpengaruh sama sekali. Kinerja keuangan secara signifikan dipengaruhi oleh ketiga elemen tersebut pada saat yang bersamaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap industri makanan olahan dengan mengganti variabel kinerja lingkungan pada penelitian terdahulu menjadi leverage. Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun green accounting dan ukuran perusahaan belum terbukti signifikan secara parsial, ketiga variabel secara bersama-sama tetap penting dalam menjelaskan variasi kinerja keuangan. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah memperluas sampel pada sektor lain dan memperpanjang periode pengamatan agar hasil dapat lebih generalis dan mencerminkan kondisi jangka panjang. Kata Kunci: green accounting. kinerja keuangan. ukuran perusahaan PENDAHULUAN Kinerja keuangan perusahaan merupakan tolok ukur penting bagi profitabilitas, pengelolaan aset, dan penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan. Bisnis di pasar yang kompetitif saat ini harus memenuhi ekspektasi yang semakin tinggi, baik untuk kesuksesan finansial maupun tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu sektor yang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia adalah sub-sektor Food and Beverage, khususnya industri makanan olahan dan minuman ringan. Menurut Katadata . , sektor ini diperkirakan akan menyumbang sekitar sepertiga dari industri manufaktur nasional, dengan investasi sebesar Rp85,10 triliun pada tahun Hal ini menyoroti pentingnya meneliti elemen-elemen yang memengaruhi kesuksesan finansial di bidang penting ini. Green accounting merupakan salah satu tren yang sedang berkembang. adalah metode pelaporan keuangan yang memperhitungkan biaya-biaya terkait lingkungan (Hanasri et al. , 2. Praktik ini diyakini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan, tetapi juga efisiensi biaya dan profitabilitas perusahaan (Widyasari & Rahman, 2. Namun, penerapan green accounting di Indonesia masih terbatas pada perusahaan besar, sementara perusahaan kecil dan menengah menghadapi keterbatasan modal dan informasi (Chairia et al. , 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana green accounting dapat berpengaruh nyata terhadap kinerja keuangan pada industri makanan olahan. Selain green accounting, leverage juga menjadi faktor penting. Leverage menggambarkan proporsi pendanaan perusahaan yang bersumber dari utang. Tingkat leverage yang tinggi berpotensi meningkatkan nilai perusahaan melalui manfaat pajak, namun juga membawa risiko kebangkrutan (Wibowo, 2. Dalam konteks keberlanjutan, leverage dapat memengaruhi fleksibilitas perusahaan dalam mengalokasikan dana bagi investasi ramah lingkungan. Faktor berikutnya adalah ukuran perusahaan, yang sering dihubungkan dengan kemampuan adopsi teknologi ramah lingkungan. Perusahaan besar umumnya memiliki sumber daya lebih besar untuk menerapkan praktik keberlanjutan dan mencapai efisiensi operasional (Putri, 2. Di sisi lain, peningkatan profitabilitas mungkin terhambat oleh kompleksitas birokrasi dan biaya operasional yang mahal. Untuk tahun 2021Ae2024, studi ini unik karena mengkaji dampak green accounting, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan di sektor makanan olahan dan minuman ringan yang tercatat di BEI. Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Dita Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 dan Ervina . , sebagian besar berfokus pada kinerja lingkungan industri Sebagai hasil dari pergeseran fokus dari kinerja lingkungan ke leverage dan fokus pada industri makanan olahan, penelitian ini memberikan perspektif baru. TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Grand Theory Grand theory dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa landasan utama, yaitu regulasi PSAK 57, akuntansi pasar modal, stakeholder theory, dan signaling PSAK 57 menekankan pentingnya pengakuan serta pengukuran provisi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi, yang menjadi dasar akuntansi lingkungan dalam menghadapi risiko akibat perubahan iklim dan kewajiban hukum perusahaan. Akuntansi pasar modal menjelaskan peran informasi keuangan, khususnya laba, dalam memengaruhi nilai saham dan keputusan investasi, sehingga keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor. Menurut teori pemangku kepentingan, tanggung jawab perusahaan tidak hanya terbatas pada pemegang saham, tetapi juga pada pekerja, konsumen, lingkungan sekitar, dan alam. Oleh karena itu, bisnis dapat meningkatkan legitimasi dan keberlanjutan mereka melalui keterbukaan dalam proses akuntansi hijau. Sebagai salah satu bentuk tata kelola yang baik, pengungkapan lingkungan memungkinkan perusahaan mengirimkan sinyal positif ke pasar, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor dan berdampak pada kinerja keuangan, menurut teori pensinyalan. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kapasitasnya untuk mencapai tujuannya dan meningkatkan nilainya melalui penggunaan sumber daya keuangan yang bijaksana dan efisien (Arofah et al. , 2. Green Accounting Green accounting mengacu pada metode pencatatan keuangan yang mempertimbangkan dampak keuangan terhadap lingkungan sebagai akibat dari operasi bisnis (Arofah et al. , 2. Dalam penelitian ini green accounting diukur dengan menggunalan PROPER. Leverage Untuk mengetahui apakah aset perusahaan berasal dari ekuitas atau utang, kita dapat melihat rasio leverage-nya, yang juga disebut rasio utang. Rasio ini menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini, jumlah kewajiban tetap kepada pihak ketiga, dan rasio nilai aset tetap terhadap total modal (Sofiyana. , 2. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Ukuran Perusahaan Ukuran kuantitatif seperti total aset, total pendapatan, jumlah pekerja, atau kapitalisasi pasar sering digunakan untuk menentukan ukuran perusahaan. Ukuran ini mencerminkan kapasitas operasional, kekuatan keuangan, serta kemampuan perusahaan dalam mengadopsi strategi dan teknologi tertentu Subakhtiar et al. Hipotesis Penelitian H1: AuGreen Accounting berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor Food and Beverage, industri makanan olahan dan minuman ringan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024. H2: Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor Food and Beverage, industri makanan olahan dan minuman ringan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024. H3: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor Food and Beverage, industri makanan olahan dan minuman ringan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024. H4: Green accounting. Leverage, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor Food and Beverage, industri makanan olahan dan minuman ringan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024Ay. METODE PENELITIAN Dengan menggunakan teknik kuantitatif dengan pendekatan penelitian asosiatif, penelitian ini akan mengkaji kinerja keuangan bisnis sektor makanan olahan dan minuman ringan yang terdaftar di BEI periode 2021 hingga 2024. Subsektor makanan dan minuman akan menjadi pusat perhatian penelitian ini. No. Tabel 1 Kriteria Sampel Kriteria Sampel Perusahaan yang terdaftar di Sub Sektor Makanan dan Minuman. Industri Makanan Olahan dan Minuman Ringan yang terdaftar di BEI tahun 2021-2024 Perusahaan yang secara konsisten terdaftar di Sub Sektor Makanan dan Minuman. Industri Makanan Olahan dan Minuman Ringan yang terdaftar di BEI tahun 2021-2024 Perusahaan secara konsisten menerbitkan laporan tahunan secara berturut-turut tahun 2021-2024 Perusahaan secara konsisten menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut tahun 2021-2024 Perusahaan memperoleh laba secara berturut-turut tahun 20212024 Jumlah Di antara perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI antara tahun 2021 dan 2024, yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan dan laporan keberlanjutan. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 12 perusahaan termasuk dalam subsektor Makanan dan Minuman, lebih tepatnya Industri Makanan Olahan dan Minuman Ringan. Informasi ini diperoleh dari hasil pemilihan sampel yang mematuhi kriteria sampel penelitian. Terdapat total 12 perusahaan dengan 48 observasi dalam sampel penelitian, yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang ditentukan. Dokumen-dokumen seperti laporan PROPER, laporan keberlanjutan, dan laporan tahunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dikonsultasikan untuk mendapatkan data sekunder. Indikator yang digunakan untuk penilaian antara lain leverage keuangan . iukur dengan rasio utang terhadap ase. , keberlanjutan akuntansi . ievaluasi dengan peringkat PROPER), skala perusahaan . iukur dengan logaritma natural total ase. , dan ROA (Return on Asset. Data tersebut dievaluasi menggunakan regresi linier berganda dengan uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (RA) pada tingkat signifikansi 5%. Untuk menjamin bahwa model tersebut layak, uji asumsi klasik juga digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 2 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Kinerja Keuangan Green Accounting Leverage Ukuran Perusahaan Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Olah Data, 2025 Berikut ini penjelasan nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan simpangan baku masing-masing variabel berdasarkan data pada tabel: Kinerja Keuangan memiliki nilai terendah . sebesar 0,03, nilai tertinggi . sebesar 19,44, nilai rata-rata . sebesar 9,1896, serta nilai standar deviasi sebesar 5. Nilai- nilai ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih tinggi daripada nilai standar deviasi. Green Accounting memiliki nilai terendah . sebesar 3,00, nilai tertinggi . sebesar 4,00, nilai rata-rata . sebesar 3,1042, serta nilai standar deviasi sebesar 0,30871. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih tinggi dibandingkan dengan nilai standar deviasi. Leverage memiliki nilai terendah . sebesar 9,11, nilai tertinggi . sebesar 32,94, nilai rata-rata . sebesar 35,8510, serta nilai standar deviasi sebesar 19,62737. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih tinggi dibandingkan dengan nilai standar deviasi. Ukuran Perusahaan memiliki nilai terendah . sebesar 26,31, nilai tertinggi . 70, nilai rata-rata . sebesar 29,2221, serta nilai standar deviasi sebesar 1,64965. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih tinggi dibandingkan dengan nilai standar deviasiAy. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Normality Test Normal Parameters Most Extreme Differences Unstandardized Residual 0,00000 4,28133563 0,082 0,082 -0,066 0,082 Mean Std. Deviation Absolute Postive Negative Test Statistics Asymp. Sig. -taile. Sumber: Hasil Olah Data . Uji normalitas menghasilkan skor Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200. Dengan tingkat signifikansi 0,200, yang lebih tinggi dari 0,05, grafik tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 4 Uji Multikolinearitas Model (Constan. Green Accounting Leverage Ukuran Perusahaan Unstandardized Coefficients Std. Error 3,006 12,032 0,410 2,277 -0,148 0,035 0,349 0,428 Standardized Coefficients Beta 0,025 -0,569 0,113 Sig 0,250 0,180 -4,243 0,816 0,804 0,858 <0,001 0,419 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,843 0,890 0,835 1,186 1,124 1,198 Sumber: Hasil Olah Data. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, nilai toleransi untuk variabel Green Accounting. Leverage, dan Ukuran Perusahaan masing-masing adalah 0,843, 0,890, dan 0,835. variabel Green Accounting VIF sebesar 1,186. Leverage sebesar 1,124, dan Ukuran Perusahaan sebesar 1,198. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa variabel dependen memiliki nilai toleransi minimum 0,10 dan nilai VIF maksimum 10, sehingga meniadakan kemungkinan multikolinearitas dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas tidak muncul karena, seperti ditunjukkan pada Gambar 2, data tersebar dan tidak menunjukkan pola yang terlihat dalam diagram sebaran Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Gambar 2. Scatterplot Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Auto Korelasi Model R Square Adjusted R Std. Error of DurbinSquare the Estimate Watson 0,544 0,296 0,247 4,42488 0,999 Sumber: Hasil Olahan Data. Berdasarkan hasil uji autokorelasi di atas, diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 0,999. Menurut Santoso . Ausalah satu ukuran yang digunakan untuk mengetahui Jika nilai DW berada di antara -2 dan 2, maka model regresi tidak memiliki autokorelasi. Tidak ada tanda-tanda autokorelasi dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini, berdasarkan hasil uji autokorelasi, karena nilai DurbinWatson (DW) tepat 0,999, berada di antara -2 dan 2Ay. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model (Constan. Green Accounting Leverage Ukuran Perusahaan Unstandardized Coefficients Std. Error 3,006 12,032 0,410 2,277 -0,148 0,035 0,349 0,428 Standardized Coefficients Beta 0,025 -0,569 0,113 Sig 0,250 0,180 -4,243 0,816 0,804 0,858 <0,001 0,419 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,843 0,890 0,835 1,186 1,124 1,198 Sumber: Hasil Olah Data . Model persamaan regresinya dituliskan sebagai berikut. Y= 3,006 0,410 X1 - 0,148 X2 0,349 X3 u Analisis regresi menunjukkan bahwa nilai konstan 3,006 menyiratkan bahwa nilai perusahaan tetap pada 3,006 meskipun variabel green accounting, leverage, dan ukuran perusahaan ditetapkan nol. Selain itu, dengan asumsi semua variabel lain tetap sama, peningkatan satu unit dalam green accounting akan menyebabkan peningkatan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 nilai perusahaan sebesar 0,410, sebagaimana ditunjukkan oleh koefisien variabel green accounting sebesar 0,410. Koefisien negatif sebesar -0,148 untuk variabel leverage menunjukkan bahwa peningkatan leverage sebesar satu unit akan mengakibatkan kerugian nilai perusahaan sebesar 0,148, jika semua variabel lainnya tetap konstan. Nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,349 untuk setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar satu unit, jika semua variabel lainnya tetap konstan, sesuai dengan koefisien variabel ukuran perusahaan sebesar 0,349. Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Tabel 7 Hasil Uji Parsial (Uji . Model (Constan. Green Accounting Leverage Ukuran Perusahaan Unstandardized Coefficients Std. Error 3,006 12,032 0,410 2,277 -0,148 0,035 0,349 0,428 Standardized Coefficients Beta 0,025 -0,569 0,113 Sig 0,250 0,180 -4,243 0,816 0,804 0,858 <0,001 0,419 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,843 0,890 0,835 1,186 1,124 1,198 Sumber: Hasil Olah Data . Temuan uji-t menunjukkan bahwa green accounting memiliki efek positif terhadap kinerja keuangan, tetapi kurangnya signifikansi . = 0,. Akibatnya, kita dapat mengesampingkan hipotesis nol (H. bahwa green accounting tidak memengaruhi kinerja keuangan. Ada korelasi negatif antara kinerja keuangan dan variabel leverage . < 0,. Dapat disimpulkan bahwa leverage memang memengaruhi kinerja keuangan, dan dengan demikian menerima hipotesis kedua (H. Tingkat signifikansi untuk efek negatif ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan adalah 0,419. Temuan ini menolak hipotesis ketiga (H. , yang menyatakan bahwa ada korelasi antara ukuran perusahaan dan kinerja keuangan. Uji F (Simulta. Tabel 8 Hasil Uji F (Simulta. Model Regression Residual Total Sum of Squares 361,389 861,502 1222,891 Mean Square 120,463 19,580 Sig. 6,152 Sumber: Hasil Olah Data . Berdasarkan hasil uji-F yang telah disebutkan sebelumnya, tingkat signifikansinya adalah 0,001 < 0,05. Hasil uji ini menunjukkan bahwa model regresi studi ini dapat memprediksi kesuksesan finansial secara akurat. Kesimpulannya, ukuran perusahaan, jumlah leverage yang digunakan, dan green accounting juga dapat memengaruhi kinerja keuangan. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Std. Error of DurbinSquare the Estimate Watson 0,544 0,296 0,247 4,42488 0,999 Sumber: Hasil Olah Data . Skor R2 adalah 0,296 . ,6%), menurut uji Koefisien Determinasi (R. Angka ini menunjukkan bahwa Green Accounting. Leverage, dan Ukuran Perusahaan berkontribusi sebesar 29,6% terhadap nilai perusahaan, sementara faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam analisis ini menyumbang 70,4% sisanya. Pembahasan Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa green accounting tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan di sektor makanan olahan dan minuman ringan. Berdasarkan data, komponen-komponen variabel green accounting memengaruhi kinerja keuangan, meskipun tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan green accounting oleh bisnis belum menghasilkan peningkatan laba. Kondisi ini dapat terjadi karena banyaknya perusahaan masih melihat penerapan green accounting sebagai tindakan kepatuhan administratif atau tanggung jawab sosial, daripada pendekatan yang berfokus pada keuntungan jangka panjang. Sejalan dengan Dita & Ervina . , dan Angelina & Nursasi . yang menujukan bahwa Aupenggunaan Green Accounting berpengaruh tidak siginifikan terhadap Kinerja KeuanganAy. Pengaruh Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Pengujian hipotesis mengungkapkan bahwa leverage memiliki dampak besar pada kinerja keuangan perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan dan minuman ringan. Pengaruh leverage terhadap profitabilitas tampaknya berkaitan langsung dengan jumlah utang yang digunakan. Leverage memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperluas kegiatan usaha dengan memanfaatkan dana pinjaman, sehingga dapat meningkatkan laba. Namun di sisi lain, leverage juga membawa risiko beban bunga yang harus ditanggung perusahaan. Sejalan dengan (Wibowo, 2. dan (Sofia Prima Dewi, 2. menunjukkan bahwa Leverage berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Analisis statistik mengenai korelasi antara ukuran perusahaan dan kinerja keuangan industri makanan olahan dan minuman ringan tidak menemukan korelasi yang signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa besar kecilnya total aset atau skala perusahaan tidak secara otomatis menentukan seberapa baik kinerja keuangan yang dicapai. Perusahaan yang memiliki aset besar belum tentu lebih menguntungkan dibanding perusahaan dengan aset lebih kecil, karena profitabilitas juga sangat dipengaruhi oleh strategi pengelolaan, efisiensi operasional, serta kondisi Sejalan dengan (Tambunan & Prabawani, 2. menunjukkan bahwa AuUkuran Perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap Kinerja KeuanganAy. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Pengaruh Green Accounting. Leverage dan Ukuran Perusahaan secara simultan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil Uji-F pada Tabel 4. 8, nilai signifikansi 0,001 (<0,. diamati, yang menunjukkan bahwa Green Accounting. Leverage, dan Ukuran Perusahaan secara bersamaan memengaruhi Kinerja Keuangan secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor ini, meskipun tidak semuanya memiliki pengaruh parsial, tetap berkontribusi secara signifikan dalam menjelaskan varians kinerja keuangan perusahaan jika dikaji secara keseluruhan. Sejalan dengan (Fathirah Nur Refiyani & Fitriyana, 2. KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Kesimpulan Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara ukuran perusahaan dan kinerja keuangan di sektor makanan olahan dan minuman ringan, menurut temuan uji Hipotesis pertama (H. ditolak karena penelitian tidak mengungkapkan dampak signifikan Green Accounting terhadap kinerja keuangan. Hipotesis kedua (H. diterima karena pengaruh leverage terhadap kinerja keuangan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara ukuran perusahaan dan kinerja keuangan, oleh karena itu hipotesis ketiga (H. Meskipun banyak faktor yang berkontribusi pada laba perusahaan, tiga yang paling penting adalah Green Accounting , leverage, dan Ukuran Jika dipertimbangkan bersama-sama, variabel-variabel ini memberikan gambaran tentang kinerja keuangan perusahaan soda dan makanan olahan yang terdaftar di BEI yang relevan dengan penelitian ini. Saran Berdasarkan temuan penelitian dan keterbatasan yang ada, penulis memberikan beberapa saran. Bagi perusahaan, disarankan agar tidak memandang penerapan green accounting hanya sebagai kewajiban administratif, melainkan menjadikannya bagian dari strategi bisnis jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam efisiensi biaya maupun peningkatan citra perusahaan. Bagi investor, hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa ukuran perusahaan belum tentu mencerminkan kinerja keuangan, sehingga sebelum mengambil keputusan investasi sebaiknya memperhatikan faktor lain seperti strategi bisnis, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperpanjang periode penelitian agar hasil yang diperoleh lebih stabil dan mencerminkan kondisi jangka panjang, serta memperluas sampel penelitian ke sektor lain di luar industri makanan olahan dan minuman ringan agar hasil penelitian dapat lebih digeneralisasikan. DAFTAR PUSTAKA