Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm PENGETAHUAN LANSIA TENTANG KEHILANGAN GIGI DI PUSKESMAS WISMA INDAH BOJONEGORO Elvina Triana Febrianti1. Kusuma Astuti N. Agus Marjianto3. Isnanto4 1,2,3,4 Jurusan Kesehatan Gigi,Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya e-mail co Author: *1elvinafebrianti2001@gmail. ABSTRAK Kehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari soketnya atau tempatnya, yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase lansia yang memiliki gigi berfungsi optimal di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kehilangan gigi pada lansia di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah populasi yaitu sebanyak 58 lansia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah data diolah kemudian di rata-rata hasilnya dibuat persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tentang kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Kata Kunci : Pengetahuan. Kehilangan Gigi. Lansia PENDAHULUAN Kesehatan gigi mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang harus diperhatikan, karena jika gigi bermasalah maka tubuh dikatakan tidak sehat. Gigi dan mulut yang kurang terjaga kebersihannya juga dapat menyebabkan beberapa masalah atau penyakit di dalam rongga mulut (Pontoluli, 2. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi adalah pada lansia. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) lanjut usia meliputi usia pertengahan adalah kelompok usia 45-59 tahun,usia lanjut adalah kelompok usia antara 60-70 tahun,usia lanjut tua adalah kelompok usia antara 75-90 tahun,usia sangat tua adalah kelompok usia 90 tahun. Masalah tersebut muncul karena terjadinya peningkatan karies gigi dan penyakit Mayoritas karies gigi pada lansia merupakan karies akar. Karies gigi dan penyakit periodontal menjadi penyebab utama kehilangan gigi geligi untuk lansia di Indonesia (Sari, 2. Kehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 soketnya atau tempatnya,yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit pada jaringan Jaringan periodontal adalah jaringan yang mengelilingi dan mendukung Kehilangan gigi dapat terjadi karena adanya interaksi faktor kompleks seperti karies, penyakit periodontal, dan trauma, serta kasus yang paling sering terjadi diakibatkan karena adanya karies. Gigi sangat berperan dalam proses pencernaan Kehilangan gigi tentu akan sangat mempengaruhi seseorang. Keadaan kehilangan gigi yang parah tentu akan sangat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup seseorang dan juga menggangu kelangsungan hidup mereka (Sunarto. Menurut WHO menyatakan pencapaian kesehatan gigi dan mulut yang dapat dilihat dari kondisi penduduk kelompok usia 65-74 tahun yang hanya 5% tidak bergigi dan 75% memiliki gigi yang lengkap dengan jumlah minimal 20 gigi yang dapat berfungsi. Lansia diharapkan mempunyai 20 gigi berfungsi, hal ini berarti bahwa fungsi pengunyahan mendekati normal, walaupun sedikit berkurang (Kokasih, 2. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan pada tanggal 16 September 2021, peneliti melakukan pemeriksaan gigi terhadap warga lansia berumur 60-80 tahun sebanyak 10 responden di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan 2 responden atau 20% yang memiliki gigi lebih dari 20 gigi yang masih berfungsi secara optimal, sedangkan dari 8 responden yang lainnya atau 80% memiliki jumlah gigi kurang dari 20 gigi yang masih berfungsi secara optimal. Berdasarkan hasil data diatas dibandingkan dengan indikator derajat kesehatan gigi dan mulut KemenKes RI, . penduduk usia lanjut dalam rongga mulut adalah gigi berfungsi dengan 20 gigi per orang. Masalah penelitian ini adalah rendahnya persentase lansia yang memiliki gigi berfungsi optimal di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. METODE Berdasarkan Komisi Etik Poltekkes Kemenkes Surabaya, penelitian ini dinyatakan layak etik untuk dilanjutkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021 Ae Maret 2022. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling melalui pengisian lembar kuesioner. Sasaran dalam penelitian ini adalah lansia yang berkunjung di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro yang berjumlah 113 lansia, namun dalam penelitian ini penulis mempersempit populasi yaitu sebanyak 58 lansia dengan menghitung ukuran sampel yang dilakukan menggunakan teknik Slovin. Teknik analisa data yang digunakan adalah data diolah kemudian di rata-rata hasilnya dibuat persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang kehilangan gigi. Tingkat Pengetahuan dibagi dalam skor yang terdiri dari. Baik = 76% -100%. Sedang = 56% - 75%. Kurang 0%-55%. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada warga lansia di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021. Usia memperngaruhi sebagian besar dari responden sudah tidak bekerja lagi, hanya sebagian kecil saja yang masih bekerja, untuk pendidikan warga lansia sebagian besar tidak sekolah dan hanya lulus sekolah dasar. Warga daerah ini termasuk daerah perkampungan dan rutin dilaksanakan Posyandu Lansia, sehingga penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan memberikan pertanyaan menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner kepada warga lansia dibantu kader kesehatan sebanyak 5 orang Tabel 1. Pengetahuan Warga Lansia Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022 Tentang Pengertian Kehilangan Gigi N=58 Responden Jawaban Responden Pernyataan Kuesioner Gigi ompong atau tidak memiliki Benar Salah Oc Kriteria Penilaian Dengan gigi sama sekali dapat membantu bapak/ibu dalam mengkonsumsi 76%-100%= Baik Yang dimaksud dengan gigi hilang 56%-75%= Gigi yang tinggal akarnya termasuk Sedang <56% = Kurang gigi yang bagaimana Jumlah Menurut Rata-rata (Nursalam. Kriteria Pengetahuan Kurang Berdasarkan tabel 1 Persentase jawaban salah paling tinggi responden belum mengetahui tentang gigi yang tinggal akarnya termasuk gigi yang bagaimana sebanyak 83% yang termasuk dalam pengertian kehilangan gigi. Responden yang menjawab benar yaitu sebanyak 36%. Berdasarkan hasil analisis data responden lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro diketahui bahwa pengetahuan responden tentang pengertian kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar warga lansia tidak mengetahui gigi yang tinggal akarnya termasuk gigi yang bagaimana. Kehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari soketnya atau tempatnya, yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal. Yang termasuk jaringan periodontal adalah gingiva atau jaringan gusi,sementum atau lapisan luar akar gigi berada, ligament periodontal, yang merupakan jaringan ikat antara sementum dan tulang alveolar (Suratri, 2. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wahyuni dkk. , 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan terhadap kehilangan gigi pada lansia di Majelis Taklim Baiturrohim Desa Cimanggu Pandeglang Tahun 2021 termasuk dalam kategori kurang. Berdasarkan pendapat diatas, hasil penelitian pengetahuan lansia tentang pengertian kehilangan gigi sebagian besar lansia tidak mengetahui gigi yang tinggal akarnya yang bagaimana. Hal ini dapat dimulai dari keaktifan responden dalam bertanya kepada petugas kesehatan mengenai kehilangan gigi atau pada saat program rutin posyandu lansia setiap bulannya. Sebagai salah satu bentuk keaktifan bertanya maka pengetahuan lansia untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut akan meningkat. Tabel 2. Pengetahuan Warga Lansia Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022 Tentang Penyebab Kehilangan Gigi. N=58 Responden Jawaban Responden Pernyataan Kuesioner No. Benar Lubang gigi dapat menyebabkan Kriteria Salah Oc kehilangan gigi Dengan Penyakit gusi apakah dapat 76%-100%= Baik menyebabkan gigi hilang Penilaian Karang gigi dapat menyebabkan gigi 56%-75%= Sedang Jumlah 82 141 92 158 <56% = Kurang Rata-rata Menurut Kriteria Pengetahuan Kurang (Nursalam. Berdasarkan tabel 2 persentase jawaban salah paling tinggi responden belum mengetahui tentang karang gigi dapat menyebabkan gigi hilang sebanyak 64% yang termasuk penyebab kehilangan gigi. Responden yang menjawab benar yaitu sebanyak 47%. Berdasarkan hasil analisis data responden lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro diketahui bahwa pengetahuan responden tentang penyebab kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Hasil penelitian Sebagian besar warga lansia tidak mengetahui bahwa karang gigi dapat menyebabkan kehilangan gigi. Kehilangan gigi disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab terbanyak kehilangan gigi adalah akibat faktor penyakit seperti karies, penyakit periodontal dan trauma. Kehilangan gigi meningkat seiring bertambahnya usia akibat efek kumulatif dari karies, penyakit periodontal, dan trauma (Siagian. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sunarto . yang menyatakan bahwa pengetahuan lansia tentang penyebab kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar responden tidak mengetahui karang gigi dapat menyebabkan kehilangan gigi. Tabel 3. Pengetahuan Warga Lansia Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022 Tentang Pencegahan Kehilangan Gigi. N=58 Responden Jawaban Responden No. Pernyataan Kuesioner Yang harus dilakukan agar tetap Benar Salah Oc Kriteria Penilaian Dengan menjaga kebersihan pada rongga 76%-100%= Cara mencegah kehilangan gigi Baik Kontrol rutin minimal 6 bulan sekali 56%-75%= ke Dokter Gigi,atau Puskesmas dapat Sedang mencegah kehilangan gigi <56% Mengkonsumsi makanan manis dan Kurang lengket dapat mencegah kehilangan Menurut (Nursalam. Jumlah Rata-rata Kriteria Pengetahuan Kurang Berdasarkan tabel 3. Persentase jawaban salah paling tinggi belum mengetahui tentang mengkonsumsi makanan manis dan lengket dapat mencegah kehilangan gigi sebanyak 75% yang termasuk dalam pencegahan kehilangan gigi. Responden yang menjawab benar yaitu sebanyak 49%. Berdasarkan hasil analisis data responden lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro diketahui bahwa pengetahuan responden tentang pencegahan kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar warga lansia tidak mengetahui makanan dan minuman apa yang harus dihindari agar tidak menyebabkan hilang gigi. Lansia seringkali mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya, mereka sering mengeluh sakit gigi, gigi goyang dan dapat menyebabkan gigi tanggal. Kondisi ini dapat dicegah dengan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yaitu dengan menggosok gigi secara teratur minimal 2 kali. Penyakit di rongga mulut pada lansia dapat berakibat egative terhadap kesehatan dan kualitas Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 hidup lansia secara keseluruhan (Senjaya, 2. Berdasarkan penelitian dapat dilihat bahwa responden paling banyak menjawab salah pada pertanyaan mengenai pencegahan gigi hilang adalah makanan dan minuman yang harus dihindari. Hal ini menjadi arti bahwa petugas kesehatan Puskesmas setempat juga mampu dan lebih mensosialisasikan mengenai pencegahan kehilangan gigi seperti halnya dengan menghindari makanan manis dan lengket, menggosok gigi minimal 2x sehari, dan pemilihan bulu sikat yang lembut. Tabel 4. Pengetahuan Warga Lansia Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022 Tentang Akibat Kehilangan Gigi. N=58 Responden Jawaban No. Responden Pertanyaan Kuesioner Gigi berlubang besar dapat Kriteria Benar Salah Oc Oc mengakibatkan gigi hilang Dengan Penyakit gigi yang kronis dapat 76%-100%= Baik mengakibatkan gigi hilang Penilaian Gangguan fungsi bicara dan 56%-75%= pengunyahan, apakah termasuk akibat Sedang dari kehilangan gigi <56%= Kurang 70 120 104 179 Menurut 23 40 35 60 (Nursalam. Jumlah Rata-rata Kriteria Pengetahuan Kurang Berdasarkan tabel 4. Persentase jawaban salah paling tinggi belum mengetahui tentang gangguan fungsi bicara dan pengunyahan termasuk akibat dari kehilangan gigi sebanyak 72%. Responden yang menjawab benar yaitu sebanyak 40%. Berdasarkan hasil analisis data responden lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojoengoro diketahui bahwa pengetahuan responden tentang akibat kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar warga lansia tidak mengetahui tentang gangguan fungsi bicara dan pengunyahan termasuk akibat dari hilang gigi. Akibat bertambahnya usia secara berangsur-angsur gigi berkurang karena Ketidaklengkapan gigi tentunya akan dapat mengurangi kenyamanan makan dan membatasi jenis-jenis makanan yang dikonsumsi. Produksi air liur dengan berbagai enzim yang dikandungnya juga mengalami penurunan, sebagai akibatnya dapat menimbulkan mulut kering, kemampuan mengecap makanan berkurang, dan kemungkinan mempercepat terjadinya penimbunan karang gigi (Senjaya, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wahyuni dkk. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 2. menyatakan pengetahuan tentang akibat kehilangan gigi terhadap kejadian kehilangan gigi paling tinggi yaitu kategori kurang . ,7%). Sebagian besar warga lansia belum mengetahui tentang gangguan fungsi bicara dan pengunyahan termasuk dalam akibat hilang gigi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa lansia harus lebih aktif dalam bertanya kepada petugas kesehatan. Tabel 5. Pengetahuan Warga Lansia Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022 Tentang Perawatan Kehilangan Gigi. N=58 Responden Jawaban Responden No. Pernyataan Kuesioner Perawatan yang dilakukan pada gigi Benar Salah Oc Oc ompong seluruh mulut Kriteria Penilaian Dengan Perawatan yang bisa dilakukan 76%-100%= Baik 56%-75%= apabila terjadi gigi ompong sebagian Jumlah Sedang Rata-rata <56% = Kurang Kriteria Pengetahuan Kurang Menurut (Nursalam. Berdasarkan tabel 5. Persentase jawaban salah paling tinggi belum mengetahui tentang perawatan gigi ompong sebagian sebanyak 80% yang termasuk dalam perawatan kehilangan gigi. Responden yang menjawab benar yaitu sebanyak 20%. Berdasarkan hasil analisis data responden lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojoengoro diketahui bahwa pengetahuan responden tentang perawatan kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar warga lansia tidak mengetahui tentang perawatan gigi ompong sebagian. Perawatan kehilangan gigi pada lansia dapat berupa, pemeliharaan gigi dan mulut termasuk protesanya atau gigi palsu, pemeliharaan jenis makanan yang mudah dikunyah dan dicerna, deteksi dini bila ada kelainan mukosa untuk mencegah keganasan sehingga segera melakukan pemeriksaan, pemeriksaan berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Melalui perawatan yang baik gigi dapat bertahan selama mungkin di rongga mulut (Senjaya, 2. Berdasarkan pendapat diatas, menurut peneliti tindakan awal untuk perawatan kehilangan gigi yaitu dengan konsultasi ke dokter gigi, setelah itu akan dilakukan perawatan yang dinamakan pembuatan gigi palsu dengan tujuan agar membantu fungsi bicara dan pengunyahan. Gigi palsu tersebut tidak hanya digunakan saja, melainkan harus selalu di bersihkan minimal 2x sehari dengan dicuci menggunakan air bersih dan disikat. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel 6. Rekapitulasi data lansia tentang kehilangan gigi di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2022. No. Pernyataan Jawaban Pengetahuan warga lansia di Jawaban Kriteria Responden Responden Penilaian Benar Salah Dengan Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro tentang pengertian kehilangan gigi Pengetahuan warga lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Baik tentang penyebab kehilangan gigi 56%-75%= Pengetahuan warga lansia di Sedang Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro <56%= tentang pencegahan kehilangan gigi Kurang Pengetahuan warga lansia di Menurut Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro (Nursalam, tentang akibat kehilangan gigi Pengetahuan warga lansia di Oc Rata-rata Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro tentang perawatan kehilangan gigi Kurang Berdasarkan tabel 6. diketahui jawaban salah paling tinggi yaitu 80% warga lansia belum mengetahui tentang perawatan kehilangan gigi. Jawaban benar paling tinggi yaitu 49% warga lansia sudah mengetahui pencegahan kehilangan gigi. Maka pengetahuan lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tentang kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang . %). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan lansia tentang kehilangan gigi di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Tahun 2021 Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro dapat disimpulkan bahwa pengetahuan lansia tentang pengertian kehilangan gigi, penyebab kehilangan gigi, pencegahan kehilangan gigi, akibat kehilangan gigi, perawatan kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 DAFTAR PUSTAKA