Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Kesiapan Toilet Training Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon Overview Of Mothers' Knowledge And Attitudes Toward Toilet Training Readiness Among Mothers Of Toddlers In The Work Area Of Waihoka Community Health Center. Sirimau SubDistrict. Ambon City Johanna Tomasoa1. Suardi Zurimi2. Mintje Maria Nendissa3. Hairudin Rasako4 1,2,3 Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Maluku Jurusan Sanitasi. Poltekkes Kemenkes Maluku E-mail : tomasoa30oke@gmail. ABSTRACT Toilet training in children is an effort to train children to be able to control bowel movements and Toilet training can take place during early childhood. In helping children with bowel movements and urination, mothers need preparation both physically, psychologically, and This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers regarding the readiness for toilet training in mothers of toddlers in the working area of Waihoka Health Center. Sirimau District. Ambon City. The research design used is cross-sectional, which is a study design that measures independent and dependent variables at the same time . sing a questionnair. The sample size in this study was 40 respondents selected using total sampling. The research results were tested using the Chi-square statistical test with an error level of =0. 05, and a significant relationship was found between knowledge and readiness toilet training and there is an illustration of the relationship between attitude and readiness for toilet training. Thus, it can be concluded that there is an overview of the mother's knowledge and attitude regarding the readiness for toilet training among mothers of toddlers in the working area of Waihoka Health Center. Sirimau District. Ambon City. Keywords : Knowledge. Attitude. Readiness for Toilet Training ABSTRAK Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Toilet Training ini dapat berlangsung pada kehidupan balita. dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil pada ibu balita membutuhkan persiapan baik secara fisik, psikologis maupun secara intelektual. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Kesiapan Toilet Training pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Rancangan penulisan yang digunakan adalah cross sectional, yaitu rancangan penulisan dengan cara mengukur variabel bebas dan variabel terikat dalam waktu yang bersamaan . enggunakan kuesione. Jumlah sampel dalam penulisan ini adalah sebanyak 40 responden yang diambil secara Total sampling. Hasil penulisan diuji dengan menggunakan uji statistik Chi square dengan tingkat kesalahan yu=0. 05 dan didapatkan gambaran bermakna antara pengetahuan dengan kesiapan toilet training dan ada gambaran antara sikap dengan kesiapan toilet training dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang kesiapan toilet training pada ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Kata Kunci : Pengetahuan. Sikap. Kesiapan Toilet Training Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT PENDAHULUAN Suatu tugas yang besar pada usia balita yaitu melakukan Toilet Training. Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Toilet Training ini dapatt berlangsung pada kehidupan balita. dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil pada ibu balita membutuhkan persiapan baik secara fisik, psikologis maupun secara intelektual. Melalui persiapan tersebut diharapkan anak mampu mengontrol buang air besar atau buang air kecil secara mandiri1. Kebiasaan yang salah dalam mengontrol buang air besar dan buang air kecil akan menimbulkan hal-hal yang buruk pada anak dimasa mendatang. Dapat menyebabkan anak tidak disiplin, manja, dan yang terpenting adalah dimana nanti pada saatnya anak akan mengalami masalah psikologi, anak akan merasa berbeda dan tidak dapat secara mandiri mengontrol buang air besar dan buang air kecil2. Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30 % dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia, dan menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) nasional diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol Buang Air Besar dan Buang Air Kecil . di usia sampai prasekolah mencapai 75 juta anak. Fenomena ini dipicu karna banyak hal, pengetahuan ibu yang kurang tentang cara melatih Buang Air Besar dan Buang Air Kecil, pemakaian (PEMPRES) popok sekali pakai, hadirnya saudara baru dan masih banyak lainnya 3. Pengetahuan tentang toilet training sangat penting untuk dimiliki oleh seorang ibu. Hal ini akan berpengaruh pada penerapan toilet training pada anak. Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik berarti mempunyai pemahaman yang baik tentang manfaat dan dampak toilet training, sehingga ibu akan mempunyai sikap yang positif terhadap konsep toilet Sikap merupakan kecenderungan ibu untuk bertindak atau berperilaku 4. Berdasarkan data yang diperoleh penulis pada Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Ambon, dengan Jumlah balita sebesar 134 balita, anak usia 1-3 tahun diantaranya masih memiliki kebiasaan yang mungkin salah dalam buang air besar dan buang air kecil. Misalnya buang air besar dan buang air kecil dicelana tidak memberi tahu ibu, buang air kecil dan buang air besar sambil menangis. Terlihat juga perilaku yang kurang tepat yang dilakukan oleh ibu ketika menghadapi anak yang buang air besar dan buang air kecil dicelana yaitu ibu terlihat kurang tanggap jika anaknya buang air besar dan buang air kecil, marah dan membentak anak terkadang memukul anak. Kondisi ini mungkin disebabkan karena pengetahuan ibu yang kurang mengenai cara melatih buang air besar. Penggunaan Toilet Training merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian karena Toilet Training selain melatih anak dalam mengontrol buang air kecil dan buang air besar juga dapat anak dilatih untuk bisa membuka pakaian luar, pakaian dalam, membersihkan diri dan menyiram bekas buang airnya. Semua aktivitas itu adalah bagian dalam ketrampilan diri yang tidak bisa diharapkan bisa secara otomatis5. Untuk melihat penggunaan Toilet Training oleh orang tua untuk balita dengan baik, penulis ingin meneliti tentang, apakah ada gambaran antara Pengetahuan dan sikap ibu tentang kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Penulisan ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dengan kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. METODE Desain penulisan yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yaitu variable sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT penulisan yang diukur atau dikumpulkan secara simultan . ada waktu bersamaa. (Notoatmodjo, 2. Lokasi Penulisan dilaksanakan di Puskesmas Waihoka Kota Ambon dengan waktu penulisan pada tanggal 5 sampai dengan 14 Juli 2018. Populasi dalam penulisan ini adalah semua Ibu yang memiliki anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau sebanyak 40 orang. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti6. Menurut Hidayat . , sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel7. Dengan demikian, maka yang menjadi sampel dalam penulisan berjumlah 40 Ibu yang memiliki balita. Alat ukur yang digunakan dalam penulisan ini adalah kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangakat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada reponden untuk dijawab. Kuesioner dalam penulisan ini adalah jenis kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang jawaban atau isinya sudah ditentukan, sehingga subjek tidak memberikan respon-respon atau jawaban yang lain. Alat kuesioner ini terdiri dari 3 bagian, yaitu Instrumen yang digunakan ada dua macam yaitu Kuesioner yang berisi pertanyaan tentang Pengetahuan ibu tentang Kesiapan toilet training pada ibu balita. Kuesioner yang berisi pernyataan tentang: sikap ibu tentang Kesiapan toilet training pada ibu balita Kuesioner yang berisi pernyataan tentang Kesiapan toilet training pada ibu balita Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel yang diteliti8, yaitu pengetahuan dan sikap ibu tentang kesiapan toilet training pada ibu balita. Setelah nilai persentase dari masing-masing sub variabel . selanjutnya digabungkan menjadi hasil jawaban responden secara Analisa bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel-variabel independen yaitu menganalisis Hubungan pengetahuan ibu tentang kesiapan toilet training pada ibu balita dan Hubungan sikap ibu tentang kesiapan toilet training pada ibu balita. Uji statistik yang digunakan dalam penulisan adalah uji Chi-Square. Untuk menguji kemaknaan, digunakan batas kemaknaan sebesar 5% . HASIL Analisis Univariat Data Demografi Responden . Data Demografi pada Orang Tua Data demografi responden dalam penulisan ini meliputi umur, pendidikan dan Responden dalam penulisan ini berjumlah 40 orang, data demografi responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4. 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur pada Ibu di Puskesmas Waihoka Umur Total Sumber : Data Primer, 2018 Jumlah . Presentase (%) Tabel 4. 1 menggambarkan bahwa responden pada penulisan ini sebagian besar berusia 27-45 tahun yaitu sebanyak 26 orang . ,0%) sedangkan responden yang berusia lebih dari 20-26 tahun adalah sebanyak 14 orang . ,0%). Tabel 4. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan pada Ibu di Puskesmas Waihoka Pendidikan Jumlah . Presentase (%) Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT SMP SMA Total Sumber : Data Primer, 2018 Tabel 4. 2 menggambarkan bahwa responden pada penulisan ini sebagian besar yaitu responden berpendidikan SMA adalah 18 orang . ,0%). SMP adalah 10 orang . ,0%). SD adalah 6 orang . ,0%) dan PT adalah 6 orang . ,0%). Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi berdasarkan Pekerjaan pada Ibu di Puskesmas Waihoka Pekerjaan Jumlah . Presentase (%) Bekerja Tidak Bekerja Total Sumber : Data Primer, 2018 Berdasarkan distribusi tabel 4. 3 tentang pekerjaan tersebut diatas menggambarkan bahwa responden yang bekerja yaitu sebesar 15 orang . ,5%) dan Tidak Bekerja sebanyak 25 orang . ,5%). Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi berdasarkan Sikap pada ibu di Puskesmas Waihoka Sikap Positif Negatif Total Jumlah . Presentase (%) Sumber : Data Primer, 2018 Berdasarkan distribusi tabel 4. 4 tentang sikap tersebut diatas menggambarkan bahwa responden yang memiliki sikap Positif yaitu sebanyak 29 orang . ,5%) dan memiliki sikap negatif sebanyak 11 orang . ,5%). Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi berdasarkan Pengetahuan pada Ibu di Puskesmas Waihoka Pengetahuan Jumlah . Presentase (%) Tahu Tidak Tahu Total Sumber : Data Primer, 2018 Berdasarkan distribusi tabel 4. 5 tentang Pengetahuan tersebut diatas menggambarkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan AoTahuAo yaitu sebanyak 31 orang . ,5%) dan memiliki pengetahuan Aotidak tahuAo sebanyak 9 orang . ,5%). Tabel 4. 6 Distribusi Frekuensi berdasarkan Kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Puskesmas Waihoka Kesiapan Toilet Training Jumlah . Presentase (%) Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Melakukan Praktek Tidak Melakukan Praktek Total Sumber : Data Primer, 2018 Berdasarkan distribusi tabel 4. 6 tentang Kesiapan Toilet Training diatas menggambarkan bahwa responden yang melakukan praktek yaitu sebanyak 32 orang . ,0%) dan yang tidak melakukan praktek sebanyak 8 orang . ,0%). BAHASAN Analisis Univariat Karakteristik Responden Umur Ibu Hasil penulisan diperoleh data umur ibu pada sebagian besar berusia 27-45 tahun yaitu sebanyak 26 orang . ,0%) sedangkan responden yang berusia lebih dari 20-26 tahun adalah sebanyak 14 orang . ,0%). Menurut Levison . 8 dalam Potter & Perry, 2. bahwa usia 26-33 tahun termasuk ke dalam masa dewasa awal, yakni masa tenang. Masa tenang merupakan masa ketika seseorang mengalami stabilitas yang lebih besar. Tugas perkembangan masa ini sudah mulai membentuk keluarga, memilih menjadi orang tua dan mengasuh anak karena secara mental ibu sudah siap memiliki anak dan dapat bertanggung jawab9. Pada usia ini pula, tingkat berpikir ibu sudah cukup matang sesuai dengan pendapat Nursalam dan Pariani, . yang menyatakan bahwa semakin cukup usia seseorang maka tingkat kematangan dalam berpikir lebih matang. Hal ini dapat diasumsikan bahwa ibu dapat menerima informasi terkait Toilet Training dengan baik dikarenakan usia ibu yang sudah cukup matang dalam berpikir10. Pendidikan Ibu Hasil penulisan diperoleh data pendidikan responden pada sebagian besar yaitu responden berpendidikan SMA adalah 18 orang . ,0%). SMP adalah 10 orang . ,0%). SD adalah 6 orang . ,0%) dan PT adalah 6 orang . ,0%). Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan perilaku seseorang. Menurut Notoatmodjo . bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah seseorang menerima informasi dan semakin banyak pengetahuan yang diperoleh sehingga terjadi perubahan perilaku. Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan yaitu mengubah perilaku seseorang dari tidak melakukan sesuatu menjadi melakukan sesuatu. Hasil penulisan ini sejalan dengan hasil penulisan yang dilakukan oleh Sri Fitdiyah Ningsih, . Gambaran pengetahuan dan perilaku ibu dalam menerapkan Toilet Training dengan kebiasaan mengompol pada anak usia prasekolah bahwa pendidikan terakhir ibu paling banyak adalah SMA sebanyak 40 ibu . ,8%)11. Pekerjaan Ibu Hasil penulisan diperoleh pekerjaan ibu bahwa responden yang bekerja yaitu sebesar 15 orang . ,5%) dan Tidak Bekerja sebanyak 25 orang . ,5%). Hasil penulisan ini sejalan dengan hasil penulisan Hidayat, . yang menyatakan bahwa ibu dengan anak usia prasekolah memiliki status pekerjaan paling banyak sebagai ibu rumah tangga . ,6%). Menurut Nursalam dan Pariani . bahwa ibu yang tidak bekerja memiliki waktu luang yang cukup banyak sehingga menurut penulis, ibu dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk membesarkan anak dan Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT berkumpul dengan orang banyak sehingga dapat berbagi pengalaman dalam membesarkan anak dan informasi yang diperoleh ibu semakin banyak12. Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan Ibu tentang kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Pada penulisan ini ditemukan dari 40 responden sebagian besar memiliki pengetahuan AotahuAo yaitu 31 orang . %) dengan melakukan praktek sebanyak 28 orang . ,3%). Dan responden yang tidak melakukan praktek yaitu 3 orang . ,7%). Sedangkan responden yang memiliki Pengetahuan Aotidak tahuAo sebanyak 9 orang . %) dengan melakukan praktek 4 . 4%) dan yang tidak melakukan praktek sebanyak 5 orang . 6 %). Penulisan ini berkaitan Siti Munafiah, . tentang hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kemandirian Toilet Training pada anak retardasi mental di SLB Negeri Surakarta. diketahui bahwa 35 responden . ,6%) ibu yang berpengetahuan baik mempunyai anak mandiri dalam Toilet Training 27 responden . ,4%), 7 responden . ,9%) kurang mandiri dan 1 . ,3%) tergantung Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mempengaruhi kemandirian. Hasil penulisan ini juga didukung dengan penulisan Pusparini . yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang Toilet Training dengan perilaku ibu dalam melatih Toilet Training pada anak usia toddler di Desa Kadokan Sukoharjo. Selain itu didukung oleh penulisan Istichomah . menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu asuh mempunyai Gambaran dengan pelaksanaan Toilet Training secara mandiri. Namun dari hasil penulisan menunjukkan yang berpengetahuan baik mempunyai anak yang tergantung total dalam kemandirian Toilet Training. Dari responden yang berpengetahuan baik tersebut pekerjaannya adalah swasta, yaitu mencari nafkah diluar rumah 13. Menurut asumsi penulis pada ibu yang berpengetahuan tidak baik memiliki aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan ibu terkadang melupakan peran ibu bahkan tidak dapat meluangkan sedikit waktu untuk memperhatikan anak. Sedangkan ibu yang berpengetahuan baik memiliki Proporsi perhatian terhadap anak retardasi mental pada ibu rumah tangga lebih besar dibandingkan ibu yang bekerja di luar rumah dan ibu yang membantu mencari nafkah dan dapat mendampingi anak. Gambaran Sikap Ibu tentang kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Pada penulisan ini ditemukan dari 40 dari 40 responden sebagian besar memiliki Sikap positif yaitu 29 orang . %) dengan melakukan praktek baik sebanyak 27 orang . 1%). Dan responden yang tidak melakukan praktek yaitu 2 orang . 9%). Sedangkan responden yang memiliki Sikap Negatif sebanyak 11 orang . %) dengan melakukan praktek 5 . 5%) dan yang tidak melakukan praktek sebanyak 6 orang . 5%)14. Penulisan ini berkaitan Mega Marlina, . tentang Gambaran antara Sengetahuan dan Sikap ibu tentang Toilet Training dengan praktik Toilet Training pada anak usia18-36 Bulan di Desa keji kecamatan Ungaran Barat. Dengan hasil penelitan menunjukkan bahwa presentase praktik Toilet Trainingnya kurang dengan sikap negatif . ,2%) lebih besar dibandingkan dengan persentase yang praktik Toilet Trainingnya kurang dengan sikap positif . ,%). Uji statistik dengan Kendall Tau dengan taraf signifikansi 0,05 . pabila p value / signifikansi dibawah 0,05 maka hipotesis Ho ditiolak dan Ha diterim. p value-=0,013 O0,05 sehingga ada Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. No. November 2025 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Gambaran yang signifikan antara sikap ibu tentang Toilet Training dengan praktik Toilet Training pada anak usia 18 bulan-36 bulan di Desa Keji Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Sikap dapat diekspresikan dalam bentuk kata-kata atau tindakan yang merupakan respon atau reaksi dari sikap terhadap objek tertentu, baik yang berupa orang, peristiwa, situasi dan lain sebagainya. Sikap tidak identik dengan respon dalam bentuk perilaku. Sebagai suatu respon sikap hanya akan timbul apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki timbulnya reaksi Sebagai suatu reaksi maka sikap berhubungan dengan dua hal yaitu suka, setuju yang membawa sikap positif . dan tidak suka, tidak setuju atau sikap negatif . Sikap bersifat dinamis dan terbuka terhadap kemungkinan perubahan dikarenakan interaksi individu dengan lingkungan sekitarnya. Menurut asumsi penulis sikap merupakan suatu bentuk respon anak reaksi yang terjadi dari seseorang berupa kejadian, dan peristiwa. Ketika orang tua memiliki sikap yang baik yakni memiliki respon yang baik terhadap kesiapan Toilet Training pada anaknya yang dapat memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan anak, keluarga maupun lingkungan15,16. SIMPULAN Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada gambaran yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon, hasil uji Chi-Square . = 0,. dan Ada Gambaran yang signifikan antara Sikap dengan Kesiapan Toilet Training pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kecamatan Sirimau Kota Ambon, hasil uji Chi-Square . = 0,. SARAN