Analisis Dampak Lingkungan dan Penetuan Strategi Green Manufacturing pada Pengolahan Limbah dan Emisi di PT. XYZ Salman Al Farizy. Adianto. Carla Olyvia Doaly ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN PENETUAN STRATEGI GREEN MANUFACTURING PADA PENGOLAHAN LIMBAH DAN EMISI DI PT. XYZ Salman Al Farizy. Adianto. Carla Olyvia Doaly. Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Tarumanagara e-mail: . 545210011@stu. id, . adianto@ft. id, . carlaol@ft. ABSTRAK Industri manufaktur memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan, salah satunya berasal dari proses produksi carbon rod. PT. XYZ sebagai produsen carbon rod menghadapi tantangan dalam mengelola emisi COCC dan limbah padat secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan dan merumuskan strategi Green Manufacturing yang tepat guna mendukung pengelolaan limbah dan emisi secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas berdasarkan kriteria ISO 14001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling tepat adalah strategi StrengthAeOpportunity (SO) dengan total bobot 4. 62, yaitu mengoptimalkan fasilitas proses baking serta bekerja sama dengan mitra pengolah limbah tersertifikasi untuk mengurangi emisi dan dampak lingkungan dari proses produksi. Kata kunci: Green Manufacturing. SWOT. EFAS. IFAS. AHP ABSTRACT The manufacturing industry contributes significantly to carbon emissions and environmental pollution, particularly in the production of carbon rods. PT. XYZ, as a carbon rod manufacturer, faces challenges in managing COCC emissions and solid waste efficiently. This study aims to analyze environmental impacts and formulate appropriate Green Manufacturing strategies to support sustainable waste and emission management. The methods used are SWOT analysis to identify internal and external factors, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine strategic priorities based on ISO 14001 criteria. The results show that the most suitable strategy is the StrengthAeOpportunity (SO) approach with a total weight of 4. 62, which focuses on optimizing baking process facilities and collaborating with certified waste treatment partners to reduce emissions and environmental impact. Keywords: Green Manufacturing. SWOT. EFAS. IFAS. AHP PENDAHULUAN Perkembangan industri manufaktur yang pesat telah menyebabkan tekanan signifikan terhadap lingkungan, terutama dalam bentuk limbah padat, emisi gas rumah kaca, dan tingginya konsumsi energi. Untuk merespons tantangan ini, konsep Green Manufacturing mulai diterapkan secara luas sebagai strategi keberlanjutan yang mengintegrasikan efisiensi produksi dengan tanggung jawab lingkungan. Green manufacturing mencakup penerapan teknologi dan proses yang ramah lingkungan di seluruh tahapan produksi mulai dari desain produk, pemilihan material, proses produksi, hingga daur ulang limbah dengan tujuan mengurangi jejak ekologi industri . Dalam konteks teknik industri, pendekatan green manufacturing dinilai krusial untuk mengoptimalkan efisiensi operasional tanpa mengabaikan dampak ekologis. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi produksi hijau dapat meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus mengurangi biaya jangka panjang yang berkaitan dengan limbah dan energi . Oleh karena itu, transformasi menuju sistem manufaktur hijau tidak hanya relevan secara lingkungan, tetapi juga menjadi aspek strategis dalam manajemen operasi modern. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di produksi carbon rod sebagai bahan baku di dalam baterai. Carbon rod sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam baterai kering yang berguna sebagai elektroda konduktif yang mendukung reaksi elektrokimia dalam sel baterai. Pada proses produksinya carbon rod menghasilkan limbah yang cukup banyak, termasuk limbah gas buang atau emisi CO2. Emisi CO2 dihasilkan Jurnal Mitra Teknik Industri . Vol. 4 No. 3, 292 Ae 300 dari proses baking . yang menggunakan suhu tinggi untuk mengeraskan material karbon. Selain emisi gas, pada proses ini juga menghasilkan limbah padat sisa bahan dan partikel halus. oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menerapkan strategi pengelolaan limbah dan emisi yang efektif, tidak hanya untuk memenuhi regulasi lingkungan, tetapi sebagai komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui penerapan strategi berdasarkan Green Manufacturing. Penerapan Green Manufacturing dianalisis menggunakan pendekatan SWOT untuk mengetahui atau mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan dengan strategi lingkungan perusahaan. Dalam penelitian ini pengelolaan limbah karbon dan emisi CO2 hasil produksi carbon rod. Analisis ini memungkinkan perumusan alternatif strategi Green Manufacturing berdasarkan faktor internal dan eksternal yang relavan untuk mencapai keberlanjutan di perusahaan. Untuk mendukung analisis SWOT, digunakan Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External factor Analysis Summary (EFAS) yang digunakan untuk mengetahui perumusan strategi secara objektif dengan melakukan pembobotan dan pemberian rating untuk menghasilkan skor yang akan menjadi nilai akhir . Selanjutnya, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan strategi pengolahan limbah termasuk emisi CO2 yang paling tepat dalam mendukung penentuan strategi Green Manufacturing. Penentuan kriteria dalam AHP ini berdasarkan pada prinsip dan indikator yang terdapat dalam strandar ISO 14001, yang mana dalam penelitian ini mencakup 4 kriteria utama yaitu aspek lingkungan signifikan, kepatuhan terhadap regulasi, perbaikan berkelanjutan, dan pengendalian operasional. Metode ini dinilai efektif dalam menangani masalah multi-kriteria dan telah banyak digunakan, khususnya untuk mendukung pengambilan keputusan strategis untuk keberlanjutan dan lingkungan . METODE PENELITIAN Penelitian ini diawali dengan dua pendekatan utama, yaitu observasi langsung di lapangan dan studi literatur. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi aktual mengenai proses produksi di PT. XYZ, sedangkan studi literatur digunakan untuk mengumpulkan teori-teori pendukung serta referensi yang relevan terkait pengelolaan limbah, pengurangan emisi CO2, efisiensi energi, dan penentuan strategi Green Manufacturing. Tahapan berikutnya melibatkan proses pengumpulan data, baik data primer maupun Data primer diperoleh melalui wawancara informal dengan pihak operasional, pengisian kuisioner oleh pihak expert terkait, serta pengamatan aktivitas produksi dan untuk data sekunder dikumpulkan dari dokumen perusahaan seperti laporan konsumsi energi, data produksi bulanan, serta catatan terkait emisi dan pengolahan limbah. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara bertahap, dimulai dari perhitungan efisiensi energi dan emisi karbon, analisis SWOT yang dilakukan untuk menentukan alternatif strategi berdasarkan faktor internal dan eksternal yang diolah menggunakan pendekatan Internal Faktor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Faktor Analysis Summary (EFAS) di PT. XYZ, kemudian alternatif yang didapatkan dari SWOT di pilih menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan alternatif yang paling sesuai untuk diterapkan di PT. XYZ berdasarkan kriteria dan sub kriteria untuk menentukan strategi Green Manufacturing. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis dalam penelitian ini dilakukan di PT. XYZ menggunakan data historis perusahaan untuk pemakaian listrik dan gas selama periode januari 2024 Ae Desember 2024. Data ini digunakan sebagai pendukung untuk perhitungan emisi karbon dan efisiensi pemakaian energi di PT. XYZ. Berikut adalah data untuk konsumsi energi dan emsi yang dihasilkan di PT. XYZ selama periode 2024. Analisis Dampak Lingkungan dan Penetuan Strategi Green Manufacturing pada Pengolahan Limbah dan Emisi di PT. XYZ Salman Al Farizy. Adianto. Carla Olyvia Doaly Tabel 1. Konsumsi Energi dan Emisi CO2 PT. XYZ Bulan Januari 2024 Februari 2024 Maret 2024 April 2024 Mei 2024 Juni 2024 Juli 2024 Agustus 2024 September 2024 Oktober 2024 November 2024 Desember 2024 Rata-Rata Konsumsi Gas . Emisi CO2/KG Konsumsi Listrik (KWH) Emisi CO2/Kwh Efisiensi dan Penghematan Konsumsi Energi Produksi carbon rod di PT. XYZ menghasilkan dua energi utama pada proses produksinya yang menghasilkan emisi CO2 yang besar. Energi yang digunakan terdiri dari listrik dan gas alam, yang keduanya memiliki kontribusi signifikan terhadap biaya oprasional dan potensi emisi lingkungan. Penghematan pemakaian energi yang dilakukan secara konsisten akan berpengaruh pada penghematan anggaran biaya pengeluaran konsumsi energi, serta mendukung program pemerintah dalam budaya hemat energi di masyarakat . Hasil analisis konsumsi energi di PT. XYZ menunjukkan bahwa terdapat peluang siginifikan untuk melakukan efisiensi di kedua indikator tersebut. Konsumsi listrik bulanan terdiri dari pemakaian LBWP (Luar Waktu Beban Punca. dan WBP (Waktu Beban Punca. , di mana WBP memiliki tarif lebih tinggi sebesar Rp. 553,01. Diketahui dari data perusahaan bahwa biaya pemakaian listrik di PT. XYZ berada di rata-rata Rp. Oleh karena itu pendekatan efisiensi yang dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan sebagaian beban WBP ke LBWP untuk menekan biaya listrik. Pendekatan ini dapat berpotensi menghasilkan penghematan biaya listrik secara langsung tanpa mengganggu kontinuitas produksi. Berikut merupakan gambaran jika pengalihan beban WBP ke LBWP diterapkan di PT. XYZ. Tabel 2. Penghematan Listrik Efisiensi 0% (Aktua. 5% Efisiensi 10% Efisiensi 15% Efisiensi Konsumsi Biaya (Rata-Rat. (R. Penghematan (R. Dari tabel di atas, diketahui bahwa efisiensi konsumsi listrik sebesar 5%, 10% dan 15% akan membuat penghematan biaya yang lebih kecil pertahunnya. Sumber energi utama lainnya di PT. XYZ adalah gas alam yang digunakan dalam proses pembakaran produksi carbon rod. Diketahui dari data perusahaan bahwa biaya pemakaian gas alam di PT. XYZ berada di rata-rata Rp. Dari biaya pemakaian yang cukup tinggi itu efisiensi pemakaian gas alam dapat dilakukan melalui optimalisasi sistem pembakaran, perawatan berkala burner, serta pengendalian waktu oprasi pada proses dengan konsumsi energi tinggi. Berikut merupakan gambaran jika penghematan gas alam diterapkan di PT. XYZ. Tabel 3. Penghematan Gas Alam Efisiensi 0% (Aktua. 5% Efisiensi 10% Efisiensi 15% Efisiensi Konsumsi (Sm. Biaya (R. Penghematan (R. Dari tabel di atas, diketahui bahwa efisiensi penghematan konsumsi gas alam sebesar 5%, 10% dan 15% akan membuat penghematan biaya yang lebih kecil pertahunnya. Jurnal Mitra Teknik Industri . Vol. 4 No. 3, 292 Ae 300 Analisis SWOT dan IFAS - EFAS Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Peluang (Opportunitie. , dan Ancaman (Threat. yang dimiliki oleh PT. XYZ. Penggunaan analisis SWOT dalam konteks green manufacturing membantu perusahaan memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan penerapan strategi manufaktur ramah lingkungan, serta mengarahkan pengambilan keputusan strategis yang tepat . Analisis dilakukan dengan observasi lapangan dan Wawancara dengan pihak Dalam analisis SWOT ini digunakan Matriks untuk menggambarkan posisi strategis utuk perusahaan yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan strategi pengolahan limbah dan emisi CO2 hasil produksi. Berikut merupakan tabel untuk Matriks SWOT. Tabel 4. Matriks SWOT S (Strengt. [S. Ketersediaan fasilitas pembakaran limbah karbon internal [S. Manajemen perusahaan mendukung prinsip Green [S. Sistem pencatatan konsumsi energi dan limbah sudah [S. SDM produksi memiliki pengalaman yang cukup [S. Perusahaan memiliki sertifikasi ISO lingkungan [S. Proses Produksi yang Stabil O [Opportunitie. [O. Regulasi pemerintah yang mendukung pengolahan limbah [O. Adanya sertifikasi untuk industri ramah lingkungan [O. Peluang kolaborasi dengan pengelola limbah eksternal [O. Tuntutan pasar terhadap produk ramah lingkungan [O. Program CSR yang membuka kolaborasi lingkungan [O. Perkembangan teknologi pemantauan emisi digital W (Weaknes. [W. Belum tersedia sistem daur ulang limbah karbon [W. Konsumsi energi listrik dan gas masih tinggi [W. Tidak ada sistem kontrol otimatisasi dari pembakaran [W. Minim pelatihan teknis limbah [W. Kurangnya dokumentasi efektivitas pengelolaan limbah [W. Belum ada evaluasi berkala terhadap efisiensi produksi T [Threat. [T. Kenaikan harga energi listrik dan gas yang berkelanjutan [T. Potensi sanksi lingkungan akibat pengelolaan limbah yang tidak optimal [T. Persaingan industri dengan produk ramah lingkungan lebih [T. Perubahan kebijakan di masa depan [T. Ketergantungan bahan baku energi dari luar negeri [T. Fluktuasi nilai tukar memengaruhi biaya oprasional Internal Factor Analysis Summary (IFAS) adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dalam mencapai tujuan strategis. Dengan memberikan bobot dan rating pada setiap faktor. IFAS membantu dalam menyusun strategi yang paling sesuai dengan kondisi internal aktual organisasi . Berikut merupakan tabel untuk IFAS. Tabel 5. Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Faktor Internal [S. [S. [S. [S. [S. [S. [W. [W. [W. [W. [W. [W. Total Bobot . 0 Ae 1. Rating . Ae . Skor Diketahui skor total dari Internal Factor Analysis Summary adalah 2. Skor ini menunjukkan bahwa PT. XYZ memiliki kekuatan internal yang cukup dominan dibandingkan kelemahan. External Factor Analysis Summary atau EFAS digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perusahaan, seperti peluang dan ancaman dari lingkungan bisnis. EFAS memberikan bobot dan rating pada faktor eksternal untuk membantu mengantisipasi dan merancang strategi yang berkelanjutan. Berikut merupakan tabel untuk EFAS. Analisis Dampak Lingkungan dan Penetuan Strategi Green Manufacturing pada Pengolahan Limbah dan Emisi di PT. XYZ Salman Al Farizy. Adianto. Carla Olyvia Doaly Tabel 6. External Factor Analysis Summary (EFAS) Faktor Eksternal [O. [O. [O. [O. [O. [O. [T. [T. [T. [T. [T. [T. Total Bobot . 0 Ae 1. Rating . Ae . Skor Diketahui skor total dari External Factor Analysis Summary adalah 2. skor ini menunjukkan bahwa PT. XYZ cukup mampu menghadapi peluang dan ancaman external terkait pengolahan limbah dan emisi hasil produksi. Oleh karena itu, strategi yang dirumuskan perlu diarahkan untuk memaksimalkan peluang yang ada. Penentuan Alternatif Strategi Pengolahan Berdasarkan hasil analisis Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), digunakan Matriks Internal-Eksternal (IE) sebagai alat analisis strategi untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan skor IFAS dan EFAS. Penggunaan matriks IE membantu dalam merumuskan alternatif strategi yang paling sesuai, khususnya dalam penerapan green manufacturing, untuk menentukan langkah paling tepat berdasarkan kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan . Berikut adalah tabel Matriks internal-eksternal atau IE. Tabel 7. Matriks Internal-Eksternal IFAS Tinggi . 0Ae4. IFAS Sedang . 0Ae2. IFAS Rendah . 0Ae1. EFAS Rendah . 0Ae1. Hold & Maintain Harvest Harvest EFAS Sedang . 0Ae2. Grow & Build Hold & Maintain Harvest EFAS Tinggi . 0Ae4. Grow & Build Grow & Build Hold & Maintain Hasil analisis matriks IE berada di posisi kuadran V (Hold & Maintai. , yang berarti perusahaan berada pada tahap mempertahankan kondisi saat ini. Strategi yang dipilih bersifat konservatif dan difokuskan untuk mempertahankan keunggulan internal perusahaan melalui perbaikan sistem dan efisiensi operasional. Di sisi eksternal, strategi ini menekankan untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, mempertahankan relasi dengan pihak eksternal, serta memanfaatkan peluang secara selektif tanpa melakukan ekspansi agresif . Berdasarkan pendekatan tersebut, matriks SWOT dapat digunakan PT. XYZ untuk mengembangkan berbagai alternatif strategi yang didasarkan pada kombinasi faktor internal dan eksternal, sehingga strategi yang dihasilkan lebih terarah dan efektif. Berikut merupakan Matriks SWOT untuk penetuan alternatif. Tabel 8. Matriks SWOT Penentuan Alternatif EFAS IFAS Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Ketersediaan fasilitas pembakaran limbah 1. Belum tersedia sistem daur ulang limbah karbon internal karbon B3 Manajemen perusahaan mendukung prinsip 2. Konsumsi energi listrik dan gas masih Green Manufactruring Sistem pencatatan konsumsi energi dan 3. Tidak ada sistem kontrol otimatisasi dari limbah sudah terdokumentasi SDM produksi memiliki pengalaman yang 4. Minim pelatihan teknis limbah. Kurangnya dokumentasi efektivitas Perusahaan memiliki sertifikasi ISO pengelolaan limbah Belum ada evaluasi berkala terhadap Proses Produksi yang Stabil efisiensi produksi Jurnal Mitra Teknik Industri . Vol. 4 No. 3, 292 Ae 300 Lanjutan Tabel 8. Matriks SWOT Penentuan Alternatif Peluang (Opportunitie. Strategi SO Strategi WO Regulasi pemerintah yang mendukung 1. Mengoptimalkan fasilitas pembakaran limbah 1. Membentuk sistem daur ulang limbah pengolahan limbah B3 karbon (S. dan dukungan manajemen (S. internal (W. melalui kemitraan Adanya sertifikasi untuk industri ramah melalui kerja sama dengan mitra pengolah lingkungan dan teknologi digital limbah tersertifikasi (O. dan program CSR pemantauan (O3. Peluang kolaborasi dengan pengelola (O. Menekan konsumsi energi (W. dan limbah eksternal Meningkatkan dokumentasi konsumsi energi meningkatkan pelatihan teknis (W. Tuntutan pasar terhadap produk ramah dan pemantauan limbah (S3. sebagai melalui dukungan pelatihan dari intensif respon terhadap tuntutan pasar atas proses pemerintah (O. Program CSR yang membuka kolaborasi produksi yang ramah lingkungan (O. Menyusun sistem audit dan evaluasi regulasi lingkungan (O. berkala (W5. yang sesuai dengan Perkembangan teknologi pemantauan 3. Memanfaatkan stabilitas sistem produksi (S. Green emisi digital untuk menyerap perkembangan teknologi Manufacturing nasional (O. pemantauan emisi (O. dan mendorong efisiensi melalui intensif ramah lingkungan (O. Ancaman (Threat. Strategi ST Strategi WT Kenaikan harga energi listrik dan gas 1. Menanggulagi kenaikan biaya energi (T. Merancang sistem pemantauan otomatis yang berkelanjutan (W. untuk menghindari sanksi Potensi sanksi lingkungan akibat pembakaran (S. dan manajemen SDM pemerintah dan kebijakan tidak pasti pengelolaan limbah yang tidak optimal teknis (S. (T2. Persaingan industri dengan produk 2. Mengantisipasi (T. Menurunkan konsumsi listrik dan gas ramah lingkungan lebih unggul ketidakpastian kebijakan (T. dengan (W. agar tidak terlalu terpengaruh Perubahan kebijakan di masa depan mengandalkan dokumentasi dan sertfikasi fluktasi energi dan nilai tukar (T1. Ketergantungan bahan baku energi dari ISO (S3. Meningkatkan efektivitas pelatihan dan luar negeri Mengurangi efek ketergantungan energi evaluasi internal (W4. untuk Fluktuasi nilai tukar memengaruhi biaya (T. dengan memperkuat sistem produksi menjaga daya saing terhadap produk stabil dan teknologi kontrol (S6. ramah lingkungan (T. Berdasarkan tabel Matriks SWOT di atas, didapatkan 4 alternatif yang dapat digunakan untuk strategi pengolahan limbah dan emisi CO di PT. XYZ yang menggunakan alternatif SO. WO. ST, dan WT. Analytical Hierarchy Process (AHP) Alternatif strategi yang telah ditetapkan di SWOT akan ditentukan melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP), metode AHP merupakan salah satu teknik pengambilan keputusan multikriteria yang efektif dalam mengurutkan prioritas alternatif berdasarkan pembobotan kriteria, terutama pada permasalahan yang melibatkan pertimbangan subjektif dan kuantitatif . Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan karena dinilai tepat dalam membantu pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif terbaik dari empat pilihan yang sudah diperoleh dari metode SWOT. Untuk melakukan AHP dilakukan penyusunan hirarki yang dimulai dari menentukan tujuan, kemudian penentuan kriteria dan sub kriteria, dan terakhir adalah penentuan alternatif Berikut adalah hirariki strategi pengolahan limbah dan emisi CO di PT. XYZ berdasarkan pada kriteria dan alternatif PT. XYZ. Gambar 1. Hirarki Analytical Hierarchy Process (AHP) Analisis Dampak Lingkungan dan Penetuan Strategi Green Manufacturing pada Pengolahan Limbah dan Emisi di PT. XYZ Salman Al Farizy. Adianto. Carla Olyvia Doaly Matriks Perbandingan Berpasangan Nilai matriks perbandingan berpasangan ini diperoleh dari hasil kuisioner yang dilakukan oleh manajer dan staff K3L PT. XYZ. Dengan menggunakan perbandingan berpasangan meruapkan pemberian bobot masing-masing kriteria dan subkriteria berdasarkan dari skala tingkat kepentingan. Tabel 9. Perbandingan Berpasangan AHP Total Keterangan: K1 = Aspek Lingkungan Signifikan. K2 = Kepatuhan Regulasi. K3 = Perbaikan Berkelanjutan. K4 = Pengendalian Oprasional. Pengujian Konsistensi Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Kriteria Untuk mengetahui tingkat konsistensi matrik perbandingan berpasangan antar kriteria pada level tujuan yaitu dengan melakukan pengolahan data matrik perbandingan berpasangan hingga memperoleh nilai Consistency Ratio (CR). Berikut merupakan hasil pengujian konsistensi berdasarkan matriks perbandingan berpasangan antar kriteria. Tabel 10. Pengujian Konsistensi Antar Kriteria Total Eigen Vektor Eigen Value maks Consistency Ratio (CR) Berdasarkan data di atas secara umum, tingkat konsistensi kriteria yaitu 0. 06 sangat memuaskan yang berarti < 0. 10 dimana kriteria ampuh pada pengambilan keputusan menggunakan AHP. Bobot Alternatif Strategi dan Perangkingan Setelah bobot untuk masing-masing kriteria dan sub kriteria diketahui maka langkah selanjutnya dapat dilakukan yaitu perhitungan bobot untuk masing-masing alternatif strategi. Tingkat kepentingan untuk masing-masing strategi diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh expert yang mana di PT. XYZ diisi oleh manajer dan staff K3L. Tabel 11. Perhitungan Bobot Alternatif Strategi Kriteria Eigen Vektor Sub Kriteria Eigen Vektor Bobot Akhir SK 1 SK 2 SK 1 SK 2 SK 1 SK 2 SK 1 SK 2 Total Tingat Kepentingan Berdasarkan tabel di atas diketahui untuk total dari masing-masing alternatif yaitu untuk strategi SO berjumlah 4. 62, strategi WO berjumlah 4. 55, strategi ST berjumlah 4. dan strategi WT berjumlah 3. Jurnal Mitra Teknik Industri . Vol. 4 No. 3, 292 Ae 300 Setelah dilakukan perhitungan pembobotan akan dilakukan perangkingan di setiap dari setiap prioritas yang mempertimbangkan nilai dari setiap alternatif strategi. Berikut merupkan ranking dari setiap strategi alternatif yang dapat dilihat pada tabel. Tabel 12. Perangkingan Alternatif Strategi Alternatif SO (Strength-Opportunitie. WO (Weakness-Opportunitie. ST (Strength-Threat. WT (Weakness-Threat. Nilai Total Prioritas Berdasarkan perangkingan di atas maka nilai SO sebesar 4. 62 menjadi strategi pertama yang diusulkan, nilai WO sebesar 4. 55 menjadi strategi kedua yang diusulkan, nilai ST 13 menjadi strategi ketiga yang diusulkan, dan nilai WT sebesar 3. 83 menjadi strategi terakhir yang diusulkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penentuan alternatif strategi berdasarkan Green Manufacturing dapat disimpulkan sebagai berikut: . Dari hasil identifikasi faktor lingkungan signifikan yang mempengaruhi Penentuan strategi Green Manufacturing dalam proses produksi di PT. XYZ, yaitu konsumsi energi yang tinggi dari listrik dan gas alam, yang menjadi penyumbang utama emisi karbon CO2, serta limbah padat berupa sisa powder dan batang karbon yang belum terkelola dengan optimal. Dari hasil analisis emisi gas yang dihasilkan dari gas alam hasil proses baking dengan rata-rata emisi sebesar 526. 028 kg/CO2 dan konsumsi rata-rata 287. 059 Sm3/bulan. Kemudian konsumsi listrik pada perusahaan juga menghasilkan emisi gas yang dihasilkan dari seluruh proses produksi sebesar 186. 661 kg/CO2 dengan konsumsi rata-rata 219. 086 kwh/bulan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh berbagai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan limbah dan Penentuan Green Manufacturing di PT. XYZ. Terdiri dari 6 faktor strength, 6 faktor weakness, 6 faktor opportunities, dan 6 faktor threats. Di peroleh 4 alternatif dalam pengelolaan limbah dan emisi gas di PT. XYZ berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan, yaitu strategi strengthopportunities (SO), strategi weakness-opporunities (WO), strategi strength-threats (ST), dan strategi weakness-threats (WT). Kemudian hasil pengolahan data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) strategi strength-opportunities (SO) dipilih sebagai usulan strategi utama dalam penentuan strategi Green Manufacturing. Alternatif strategi SO dipilih karena memiliki bobot tertinggi yaitu 4. DAFTAR PUSTAKA