Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Penanaman Karakter Islami pada Anak Usia Dini melalui Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanahdharmasraya Nurhusna Kamil1. Syafrina Junita2. Afriliani3. Fitri Anne Mareta4. Itra Yulia5. Noli Satria6. Vika Kurnia Sari7 7PIAUD. STITNU Sakinah Dharmasraya. Indonesia *e-mail: syafrina113@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya. Sasaran kegiatan adalah 12 anak usia dini yang mengikuti program Pesantren Ramadhan selama periode 5 Februari hingga 5 Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pembiasaan doa harian, praktik wudhu dan shalat, membaca IqraAo, serta penanaman akhlak melalui cerita Islami dengan pendekatan bermain sambil Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter Islami anak, ditandai dengan meningkatnya kebiasaan berdoa dari 6 menjadi 12 anak, sikap sopan santun dari 5 menjadi 11 anak, serta disiplin dalam kegiatan dari 4 menjadi 10 anak. Peran guru sebagai teladan dan dukungan orang tua dalam pembiasaan di rumah turut memperkuat hasil kegiatan. Dengan demikian, kegiatan Pesantren Ramadhan terbukti efektif dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini secara berkelanjutan. Kata kunci: karakter Islami, anak usia dini. Pesantren Ramadhan, pembiasaan, peran guru. Abstract This study aims to describe the cultivation of Islamic character in early childhood through the Ramadan Boarding School (Pesantren Ramadha. activities at RA Al-Hasanah Dharmasraya. The participants were 12 young children who took part in the program from February 5 to March 5, 2026. The research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The activities included habituation of daily prayers, practice of ablution . and prayer . , reading IqraAo, and character building through Islamic storytelling using a play-based learning The results showed an improvement in childrenAos Islamic character, indicated by an increase in the habit of praying from 6 to 12 children, polite behavior from 5 to 11 children, and discipline in activities from 4 to 10 children. The role of teachers as role models and parental support in reinforcing habits at home also strengthened the outcomes. Therefore, the Ramadan Boarding School activities proved to be effective in instilling Islamic character in early childhood in a sustainable manner. Keywords: Islamic character, early childhood. Ramadan boarding school, habituation, teacherAos role. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan fase fundamental dalam pembentukan kepribadian dan karakter individu. Masa ini sering disebut sebagai golden age karena perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan spiritual anak berlangsung sangat pesat. Penanaman nilai-nilai karakter sejak dini menjadi landasan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian Islami. Nilai karakter Islami seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta sikap religius perlu ditanamkan secara sistematis dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak (Suyadi, 2. Kegiatan pembelajaran berbasis nilai-nilai keislaman menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini. Lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif anak melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung. Proses internalisasi nilai akan lebih optimal apabila dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak (Mulyasa, 2. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pesantren Ramadhan merupakan salah satu program yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam pada peserta didik. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan selama bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas seperti pembelajaran ibadah, membaca Al-QurAoan, doa harian, serta praktik akhlak mulia. Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menekankan pembentukan sikap dan perilaku Islami(Hidayat, 2. Pelaksanaan Pesantren Ramadhan di lembaga pendidikan anak usia dini memiliki keunikan tersendiri karena harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Metode yang digunakan perlu bersifat konkret, menarik, dan melibatkan partisipasi aktif anak. Pendekatan bermain sambil belajar menjadi strategi yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada anak usia dini(Arifin & Rahman, 2. RA Al-Hasanah Dharmasraya sebagai salah satu lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam memiliki komitmen dalam menanamkan karakter Islami kepada peserta didik. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program keagamaan, salah satunya adalah kegiatan Pesantren Ramadhan. Program ini dirancang untuk membiasakan anak dalam melaksanakan ibadah serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini. Pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya mencakup berbagai aktivitas seperti praktik shalat, membaca doa, mengenal huruf hijaiyah, serta pembiasaan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut dilakukan secara terstruktur dan berulang sehingga dapat membentuk kebiasaan positif pada anak. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membantu anak dalam menginternalisasi nilai-nilai Islami (Hidayatullah et al. , 2. Proses penanaman karakter Islami tidak terlepas dari peran guru sebagai teladan bagi Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai model perilaku yang akan ditiru oleh anak. Sikap dan perilaku guru dalam keseharian menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanaman karakter Islami (Fauziah, 2. Keterlibatan orang tua juga menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan program Pesantren Ramadhan. Sinergi antara sekolah dan keluarga akan memperkuat pembiasaan nilainilai Islami yang telah ditanamkan di sekolah. Lingkungan keluarga yang mendukung akan membantu anak dalam mempertahankan perilaku positif yang telah dipelajari (Dian Sih Miyati et , 2. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua anak memiliki tingkat pemahaman dan pengamalan nilai Islami yang sama. Perbedaan latar belakang keluarga, lingkungan, serta pengalaman belajar menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter anak. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan agar tujuan penanaman karakter dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan observasi di lapangan mengenai penanaman karakter Islami melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya menjadi penting untuk dilakukan terhadap 12 orang peserta didik . Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses, strategi, serta hasil yang dicapai dalam membentuk karakter Islami pada anak usia dini. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan program serupa. METODE Metode penerapan yang digunakan dalam penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. kegiatan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam proses, pelaksanaan, serta makna kegiatan dalam membentuk karakter Islami pada Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, serta peserta didik, sedangkan objek penelitian adalah kegiatan Pesantren Ramadhan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan, wawancara mendalam dengan informan, serta Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. dan teknik, sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan secara komprehensif penerapan penanaman karakter Islami pada anak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Hasil dilapangan menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya disusun secara sistematis melalui koordinasi kepala sekolah dan guru. Perencanaan mencakup jadwal harian, materi keislaman, metode pembelajaran, serta sarana Materi yang diberikan meliputi doa harian, praktik wudhu dan shalat, membaca IqraAo, serta pembentukan akhlak melalui cerita Islami. Perencanaan ini disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini yang membutuhkan pendekatan konkret dan menyenangkan, sejalan dengan pendapat (Mulyasa, 2. tentang pentingnya perencanaan dalam keberhasilan Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara bertahap dari 5 Februari hingga 5 Maret 2026 dengan metode bermain sambil belajar, demonstrasi, bercerita, dan pembiasaan. Guru berperan aktif sebagai pembimbing dan teladan, sehingga anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Pelaksanaan yang konsisten dengan perencanaan menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, didukung oleh (Sari & Wahyuni, 2. yang menekankan efektivitas pembelajaran kontekstual dan menyenangkan dalam meningkatkan pemahaman nilai keislaman. Tabel 1 Data Kegiatan Pesantren Ramadhan Tanggal Jenis Kegiatan Deskripsi Singkat 5Ae10 Februari 2026 Pengenalan Doa Anak dikenalkan doa sebelum dan Harian sesudah aktivitas melalui metode hafalan dan praktik 11Ae15 Februari 2026 Praktik Wudhu Anak diajarkan tata cara berwudhu melalui demonstrasi dan praktik 16Ae20 Februari 2026 Praktik Shalat Anak mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat secara sederhana 21Ae25 Februari 2026 Membaca IqraAo Anak belajar mengenal huruf hijaiyah dan membaca IqraAo secara bertahap 26Ae28 Februari 2026 Cerita Islami Guru menyampaikan kisah nabi dan teladan akhlak mulia 1Ae5 Maret 2026 Pembiasaan Anak dibiasakan bersikap sopan santun. Akhlak disiplin, dan saling menghargai Perencanaan yang matang dalam kegiatan Pesantren Ramadhan memberikan arah yang jelas sehingga pelaksanaan berjalan terstruktur dari tahap pengenalan hingga pembiasaan. Proses ini membantu anak memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islami secara bertahap, sesuai dengan pendapat (Ishak Wanto Talibo, 2. tentang pentingnya perencanaan sistematis dalam Pelaksanaan yang konsisten selama satu bulan dengan metode aktif dan menyenangkan terbukti meningkatkan minat, partisipasi, serta kemampuan anak dalam mempraktikkan nilai Peran guru sebagai teladan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya berjalan efektif dalam menanamkan karakter Islami, sejalan dengan (Prabowo et al. , 2. bahwa pembelajaran yang tepat dan kontekstual meningkatkan efektivitas pendidikan karakter. 1 Peningkatan Karakter Islami Anak Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya memberikan dampak positif terhadap peningkatan karakter Islami anak usia dini. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Peningkatan ini terlihat dari perubahan perilaku anak dalam aspek religius, seperti kebiasaan berdoa, mengucapkan salam, disiplin dalam mengikuti kegiatan, serta menunjukkan sikap sopan santun kepada guru dan teman. Proses penanaman karakter dilakukan melalui pembiasaan yang berulang, keteladanan guru, serta kegiatan yang menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islami. Temuan ini sejalan dengan (Kunarso, 2. yang menyatakan bahwa pembentukan karakter anak usia dini efektif dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Data penelitian diperoleh dari 12 orang anak sebagai subjek penelitian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan, sebagian besar anak berada pada kategori berkembang mulai (MB) dalam aspek karakter Islami. Setelah mengikuti kegiatan secara intensif selama periode program, terjadi peningkatan signifikan ke kategori berkembang sesuai harapan (BSH) bahkan berkembang sangat baik (BSB). Perubahan ini terlihat pada kemampuan anak dalam melaksanakan doa, mengikuti gerakan shalat, serta menunjukkan sikap disiplin dan sopan santun. Tabel 2. Data Peningkatan Karakter Islami Anak No Indikator Karakter Sebelum Kegiatan (Jumlah Sesudah Kegiatan (Jumlah Islami Ana. Ana. Membiasakan 4 anak (BSH), 8 anak (MB) 9 anak (BSH), 3 anak (BSB) Mengucapkan salam 5 anak (BSH), 7 anak (MB) 8 anak (BSH), 4 anak (BSB) Disiplin mengikuti 3 anak (BSH), 9 anak (MB) 7 anak (BSH), 5 anak (BSB) Sopan santun 4 anak (BSH), 8 anak (MB) 6 anak (BSH), 6 anak (BSB) Keterangan: MB = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB = Berkembang Sangat Baik Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan mampu meningkatkan karakter Islami anak secara signifikan melalui proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari memberikan kesempatan bagi anak untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini memperkuat pemahaman anak tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan Hal ini sesuai dengan (Fauziddin & Rizki, 2. yang menegaskan bahwa pembiasaan merupakan metode efektif dalam pembentukan karakter anak usia dini. Peningkatan karakter Islami juga dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan, seperti bermain sambil belajar, bercerita, dan praktik langsung. Metode ini membuat anak lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan, sehingga nilai-nilai yang disampaikan lebih mudah Temuan ini sejalan dengan (Haryanti, 2. yang menyatakan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual dapat meningkatkan efektivitas penanaman nilai pada anak usia dini. Peran guru sebagai teladan menjadi faktor penting dalam keberhasilan peningkatan karakter Islami anak. Guru tidak hanya mengajarkan, tetapi juga memperlihatkan contoh perilaku Islami dalam keseharian. Interaksi yang positif antara guru dan anak menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini didukung oleh (Fauziah, 2. yang menyatakan bahwa keteladanan guru memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya efektif dalam meningkatkan karakter Islami anak usia dini. Peningkatan ini terlihat dari perubahan perilaku anak yang lebih religius, disiplin, dan sopan Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya bahwa pendidikan karakter Islami pada anak usia dini memerlukan pembiasaan, metode yang tepat, serta dukungan dari lingkungan pendidikan yang kondusif. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. 2 Peran Guru dalam Penanaman Karakter Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA AlHasanah Dharmasraya. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, sekaligus teladan dalam setiap aktivitas pembelajaran. Peran tersebut diwujudkan melalui pembiasaan perilaku Islami seperti mengucapkan salam, berdoa, bersikap sopan, serta disiplin dalam kegiatan ibadah. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak lebih mudah meniru dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Temuan ini sejalan dengan (Anwar, 2. yang menyatakan bahwa keteladanan guru menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter Islami anak usia dini. Data penelitian diperoleh dari 12 orang anak yang diamati selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Hasil observasi menunjukkan bahwa intensitas peran guru dalam membimbing dan memberikan contoh secara langsung berdampak pada peningkatan perilaku Islami anak. Guru secara konsisten mendampingi anak dalam kegiatan seperti praktik shalat, doa harian, serta interaksi sosial yang mencerminkan akhlak mulia. Anak yang mendapatkan pendampingan lebih intensif menunjukkan perkembangan karakter yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Tabel 3 Data Peran Guru dalam Penanaman Karakter Islami No Indikator Peran Guru Sebelum Kegiatan Sesudah Kegiatan (Jumlah (Jumlah Anak Anak Terbimbing Optima. Terbimbin. Memberikan teladan 5 anak 12 anak perilaku Islami Membimbing praktik 6 anak 12 anak Memberikan motivasi 4 anak 11 anak dan nasehat Membiasakan sikap 5 anak 12 anak sopan santun Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai teladan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter Islami anak. Keteladanan yang ditunjukkan guru dalam bersikap dan berperilaku menjadi contoh langsung yang ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Proses imitasi ini merupakan salah satu cara efektif dalam pembelajaran anak usia Hal ini sesuai dengan (Ahmad & Sulaiman, 2. yang menegaskan bahwa anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, terutama guru sebagai figur utama di sekolah. Peran guru sebagai fasilitator juga terlihat dari kemampuannya dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, seperti bermain sambil belajar, bercerita, dan praktik langsung. Metode tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan keterlibatan anak. Temuan ini sejalan dengan (Haryanti, 2. yang menyatakan bahwa metode pembelajaran yang aktif dan kontekstual dapat meningkatkan efektivitas penanaman nilai pada anak usia dini. Pendampingan yang dilakukan guru secara konsisten selama kegiatan Pesantren Ramadhan membantu anak dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Islami. Guru memberikan arahan secara berulang serta memperbaiki perilaku anak dengan cara yang lembut dan edukatif. Proses ini menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter anak secara langsung. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya sangat efektif dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini. Keberhasilan ini ditunjang oleh keteladanan, metode pembelajaran yang tepat, serta pendampingan yang konsisten. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya bahwa guru memiliki peran sentral dalam pendidikan karakter anak usia dini melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. 3 Dukungan Orang Tua dan Dampak Kegiatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua memiliki peran penting dalam keberhasilan penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya. Bentuk dukungan yang diberikan orang tua meliputi membiasakan anak berdoa di rumah, mengingatkan pelaksanaan ibadah, memberikan teladan perilaku Islami, serta menjalin komunikasi aktif dengan guru. Keterlibatan orang tua ini memperkuat pembiasaan yang telah dilakukan di sekolah sehingga nilai-nilai Islami lebih mudah tertanam dalam diri anak. Temuan ini sejalan dengan (Ismiati, 2. yang menyatakan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter anak usia dini. Data penelitian menunjukkan bahwa dari 12 orang tua peserta didik, sebagian besar memberikan dukungan aktif terhadap kegiatan Pesantren Ramadhan. Orang tua secara konsisten melanjutkan pembiasaan yang dilakukan di sekolah ke lingkungan rumah. Dampak dari dukungan tersebut terlihat pada perubahan perilaku anak yang lebih religius, disiplin, serta memiliki sikap sosial yang lebih baik. Anak menunjukkan peningkatan dalam kebiasaan beribadah, sopan santun, serta kemandirian dalam kegiatan sehari-hari. Tabel 4 Data Dukungan Orang Tua dan Dampak Kegiatan Indikator Sebelum Sesudah Kegiatan Kegiatan Dukungan orang tua dalam pembiasaan 5 orang tua aktif 11 orang tua Komunikasi orang tua dengan guru 4 orang tua aktif 10 orang tua Anak terbiasa berdoa di rumah 6 anak 12 anak Anak menunjukkan sikap sopan santun 5 anak 11 anak Anak disiplin dalam kegiatan 4 anak 10 anak Hasil penelitian membuktikan bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanaman karakter Islami pada anak. Dukungan orang tua dalam melanjutkan pembiasaan di rumah memperkuat nilai-nilai yang diperoleh di sekolah, sehingga tercipta kesinambungan pendidikan antara lingkungan keluarga dan sekolah, sesuai dengan (Annisha Erdaliameta et al. , 2. Kegiatan Pesantren Ramadhan memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek religius, tetapi juga pada perkembangan sosial dan emosional anak, seperti meningkatnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi. Keterlibatan orang tua juga menambah motivasi anak, sehingga secara keseluruhan kegiatan ini efektif dalam meningkatkan karakter Islami anak usia dini, sejalan dengan (Elia safitri & Sri Fatmawati, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya berjalan dengan baik dan efektif. Perencanaan kegiatan yang sistematis, pelaksanaan yang terstruktur, serta penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan yang dilakukan secara bertahap melalui pembiasaan, praktik langsung, dan keteladanan guru terbukti dapat meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Islami pada anak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan penanaman karakter Islami tidak terlepas dari peran aktif guru dan dukungan orang tua. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan dalam membimbing anak, sedangkan orang tua memperkuat pembiasaan di lingkungan Sinergi antara sekolah dan keluarga serta pelaksanaan kegiatan yang konsisten memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak, baik dalam aspek religius. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. sosial, maupun emosional. Dengan demikian, kegiatan Pesantren Ramadhan menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membentuk karakter Islami anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA