EDUSCOPE. Vol. 10 No. 1 Juli 2024 p-ISSN : 2460-4844 e-ISSN : 2502-3985 E-Modul Materi Thaharah melalui Pendekatan Sains Teknologi Islam untuk Meningkatkan Sustainable Living Peserta Didik Ospa Pea Yuanita Meishanti 1. Muhammad Khoirur Roziqin 2. Devanisa Rofiatusy Syafaah 3 Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah e-mail korenpondensi: devanisarofiatusy@gmail. ABSTRACT This study aims to: . describe the feasibility of Thaharah e-module material through the Islamic technology science approach, . describe the feasibility of Thaharah e-module media through the Islamic technology science approach, . describe the attractiveness of Thaharah e-module media through the Islamic technology science approach. The type of research used in this study is R&D (Research and Developmen. with the ADDIE development model. The subjects of this study were grade Vi students at SMPN 2 Jombang. The results of this study indicate that: . The results of data analysis of learning material expert validation are 85. 3%, if converted into the achievement percentage table, it is included in the very feasible category, . The results of data analysis of learning media expert validation are 92%, if converted into the table it is included in the very feasible category, . The results of data analysis of students' responses are 81. 9%, if converted into the into the table it is included in the very attractive So, according to the two validators of material experts and learning media experts also the response of students, e-module of thaharah material through the Islamic science technology approach gets a very feasible category. KEYWORDS: Independent Curriculum. E-Module. Learning Media ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan kelayakan materi e-modul Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam untuk meningkatkan sustainable living peserta didik, . mendeskripsikan kelayakan media e-modul Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam untuk meningkatkan sustainable living peserta didik, . mendeskripsikan kemenarikan media e-modul Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam untuk meningkatkan sustainable living peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas Vi di SMPN 2 Jombang tahun ajaran 2023/2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Hasil analisis data validasi ahli materi pembelajaran yaitu sebesar 85,3%, jika dikonversikan ke dalam tabel presentase pencapaian maka termasuk pada kategori sangat layak, . Hasil analisis data validasi ahli media pembelajaran yaitu sebesar 92%, jika dikonversikan ke dalam tabel presentase pencapaian maka termasuk pada kategori sangat layak, . Hasil analisis data respon peserta didik yaitu sebesar 81,9%, jika dikonversikan ke dalam tabel presentase pencapaian maka termasuk pada kategori sangat menarik. Jadi, menurut Ospa. Muhammad. Devanisa: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik kedua validator ahli materi dan ahli media pembelajaran serta respon peserta didik tersebut emodul materi thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam mendapat kategori sangat layak dan sangat menarik. KATA KUNCI: Kurikulum Merdeka. E-modul. Media Pembelajaran Article History Received: 22 Juni 2024 Revised: 19 Juli 2024 Accepted: 30 Juli 2024 PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Permendikbud No. 103 Tahun 2. Suatu proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien jika sudah terencana dengan lancar, baik pembelajaran secara tatap muka maupun pembelajaran daring. Sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merancang suatu proses pembelajaran agar berjalan dengan maksimal. Sehingga guru harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang efektif dan efiesien antara lain penyusunan RPP, media pembelajaran baik berupa modul ataupun lembar kerja peserta didik kemudian dapat menyusun assesmen. Salah satu peran guru adalah membuat modul yang menarik bagi peserta didik. E-modul merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik karena telah tersusun secara terstruktur menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan penguasaan keterampilan peserta didik. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk menyerap seluruh materi ajar yang dipelajari (Murdiyanto. Guru dalam proses pembelajaran pada kurikulum merdeka, diharapkan mampu mengintegrasikan antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya misalkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan mata pelajaran lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti mengintegrasikan antara mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan mata pelajaran Biologi dalam materi limbah yang berbasis sains teknologi Islam dikarenakan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka jumlah limbah yang dihasilkan semakin meningkat pula. Tidak dapat dipungkiri bahwa limbah tersebut juga dapat mempengaruhi kualitas air yang ada. Ditambah sebagian besar penduduk Indonesia membuang limbah . imbah cair maupun limbah pada. langsung ke lingkungan atau ke saluran air yang kemudian menuju ke sungai (Kholif, 2. Apabila hal tersebut terus dibiarkan, maka kualitas air akan terganggu dan yang lebih parahnya dapat menyebabkan munculnya berbagai wabah penyakit yang merugikan dan merusak keseimbangan ekosistem (Bakti et al. , 2. Limbah merupakan suatu bahan yang tidak lagi digunakan atau telah dibuang. Limbah dapat berasal dari berbagai sumber seperti produksi industri, aktivitas rumah tangga, pertanian, dan lain sebagainya. Limbah dapat terdiri dari bahan organik maupun anorganik, serta dapat bersifat berbahaya atau tidak EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa Pea Yuanita: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik berbahaya bagi lingkungan. Limbah dapat mencemari lingkungan terutama lingkungan air, karena dalam thaharah air merupakan suatu hal yang sangat penting. Bisa dikatakan tanpa adanya air, kita tidak bisa melakukan kegiatan thaharah atau bersuci seperti wudhu, mandi, dan Sebab suci merupakan salah satu syarat sah dalam beribadah. Apabila ibadah yang kita kerjakan tidak sah, maka ibadah tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT. dan konsekuensinya adalah ibadah yang kita lakukan hanyalah suatu kesia-siaan. Pada dasarnya, semua air itu suci namun tidak semua air mensucikan. Dalam kitab fathul qorib karangan Syaikh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dijelaskan bahwa apabila ada sesuatu yang masuk kedalam air maka air tersebut bisa dikategorikan sebagai air najis. Namun apabila volume air tersebut mencapai dua kullah atau sekitar 270 liter, maka air tersebut bisa kembali dikategorikan sebagai air suci dan mensucikan (HR, 2. Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya, sekarang ini air sudah banyak tercemar oleh berbagai hal mulai dari limbah rumah tangga sampai dengan limbah pabrik. Sehingga bisa dipastikan air tersebut tidak akan bisa digunakan untuk bersuci dikarenakan air tersebut sudah berubah rasa, warna, dan baunya. Namun meskipun air tersebut sudah tidak dapat digunakan untuk bersuci, akan tetapi apabila dilakukan pengelolaan terhadap air tersebut nantinya air dapat digunakan untuk hal Pengetahuan tentang cara pengelolaan air limbah sangatlah penting bagi semua Dengan mengetahuinya, diharapkan semua orang mampu melakukan pengelolaan air limbah secara mandiri serta mampu bersikap mawas diri ketika hendak melakukan pengelolan air limbah. Terutama apabila nantinya hasil dari pengelolaan air limbah hendak digunakan untuk kegiatan bersuci atau thaharah. Jangan sampai air limbah tersebut bercampur dengan sesuatu yang memang hukum asalnya najis. Karena hal itu dapat menyebabkan air tersebut menjadi air najis (Kholif, 2. Pandangan Islam terhadap sains dan teknologi sangatlah luas. Islam sendiri mengajak umatnya untuk menggunakan akalnya secara maksimal dalam memikirkan apa yang ada di alam semesta ini (Putri, 2. Ciri utama dari masyarakat Islam adalah rasa kaingintahuannya yang tinggi terhadap segala sesuatu yang bersifat ilmiah serta penelitian ilmiah yang sistematis. Islam sendiri mendorong serta mendukung umatnya untuk melakukan peneltian di bidang apapun, termasuk dalam penelitian sains dan Di era modern ini, sains dan teknologi mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat signifikan. Pada kehidupan masyarakat pengaruhnya juga sangat besar dalam menciptakan masyarakat yang berwawasan luas. Sehingga melalui pendekatan sains teknologi Islam diharapkan dapat meningkatkan sustainable living. Sustainable living merupakan gaya hidup berkelanjutan serta ramah lingkungan yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pada lingkungan. Dalam pembelajaran terdapat konsep ESD (Educational for Sustainable Developmen. yang EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa. Muhammad. Devanisa: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik didalamnya memuat berbagai hal yang berkaitan dengan sustainable living. Melalui konsep ESD peserta didik tidak hanya mampu memahami materi yang telah dipaparkan guru, akan tetapi juga memiliki kemampuan untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup dan mempromosikan sustainable living di masa depan (Fibonacci et al. , 2. Sehingga peneliti melakukan pengembangan E-modul Materi Thaharah Melalui Pendekatan Sains Teknologi Islam Untuk Meningkatkan Sustainable Living Peserta Didik. METODE Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluation. Model ADDIE ini sering dipakai karena tahapannya menggambarkan pendekatan sistematis untuk pengembangan instruksional. Adapun pengembangan produk pada model ADDIE yaitu sebagai berikut (Sugihartini & Yudiana, 2. ANALYZE Melakukan Analisis terhadap materi Thaharah dan limbah yang saling berkaitan. Serta melakukan analisis terhadap kurikulum yang diterapkan saat DEVELOPMENT DESIGN Menampilkan draf modul yang akan dikembangkan. Melakukan validasi media dan validasi materi kepada validator. EVALUATION Mendeskripsiskan hasil dari validasi ahli materi dan ahli media serta kemenarikan IMPLEMENTATION Menunjukkan modul kepada siswa kemudian meminta tanggapan siswa terhadap modul tersebut. Gambar 1. Modifikasi Alur Pengembangan Analysis. Analisis merupakan tahap pertama dari model pembelajaran ADDIE. Analisis adalah kecakapan untuk mendeskripsikan konsep dan menjelaskan keterkaitan komponen-komponen yang terkandung di dalamnya. Pada tahap analisis ini mencakup dua langkah pokok, yaitu analisis materi dan analisis kurikulum. Design. Dalam tahap ini dilakukan perancangan desain produk yang akan dihasilkan yang berupa E-modul Materi Thaharah Melalui Pendekatan Sains Teknologi EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa Pea Yuanita: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik Islam Untuk Meningkatkan Sustainable Living Peserta Didik. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam tahap ini, yaitu pengumpulan materi yang sesuai dengan konsep yang telah disusun dalam draf yang didapatkan melalui buku referensi, artikel, jurnal, serta modul pembelajaran. Selanjutnya dilakukan proses penyusunan e-modul materi thaharah yang memiliki keterkaitan dengan sains dan Islam, petunjuk penggunaan, soal-soal yang berkaitan dengan materi, dan glosarium. Development. Tahap ini merupakan proses untuk mewujudkan apa yang ada dalam proses desain . , dimana pengembangan produk yang dibuat adalah E-modul Materi Thaharah Melalui Pendekatan Sains Teknologi Islam Untuk Meningkatkan Sustainable Living Peserta Didik. Selanjutnya hasil desain produk ini diberikan kepada ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran yang berupa e-modul materi thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam. Implementation. Tahap merupakan proses penyampaian media pembelajaran yang berupa modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam kepada peserta didik. Setelah mendapatkan validasi dari ahli materi dan ahli media, selanjutnya modul ditunjukkan kepada peserta didik untuk melihat seberapa menarik modul Kemudian peserta didik diberikan angket untuk menilai kemenarikan produk yang dikembangkan. Evaluation. Dalam tahap ini akan dideskripsikan hasil validasi dari ahli materi dan ahli media serta hasil kemenarikan produk oleh peserta didik. Dengan begitu bisa dilakukan evaluasi terhadap modul yang telah dikembangkan. Analisis data untuk validasi ahli materi, ahli media, dan kemenarikan modul menggunakan rumus dan kriteria validasi angket sebagai berikut. Presentase Kelayakan / Kemenarikan = OcycU ycIycoycuyc ycycaycuyci yaycnyccycaycyycaycycoycaycu OcycUycn ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco ycu 100 % Tabel 1. Penilaian Validasi Media dan Materi. Respon Peserta Didik Penilaian Validasi Media dan Materi Penilaian Respon Peserta Didik Skor Sangat Layak Layak Cukup Layak Kurang Layak Sangat Kurang Layak Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik Sangat Kurang Menarik EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa. Muhammad. Devanisa: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik Tabel 2. Presentase Pencapaian Presentase Pencapaian . %) 81 Ae 100 61 Ae 80 41 Ae 60 21 Ae 40 0 Ae 20 Kriteria Kelayakan Kriteria Kemenarikan Sangat Layak Layak Cukup Layak Kurang Layak Sangat Kurang Layak Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik Sangat Tidak Menaik HASIL dan PEMBAHASAN Data uji coba yang dilakukan pada penelitian pengembangan media pembelajaran e-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam ini yaitu berupa data hasil validasi dari dosen ahli materi, ahli media, dan data hasil respon peserta didik terhadap media untuk kemenarikan media. Kegiatan validasi materi dan media ini masing-masing dilakukan oleh satu dosen Prodi Pendidikan Biologi yaitu Ibu Ospa Pea Yuanita Meishanti. Pd dan satu guru sejarah yaitu Ibu Tantriani. Pd sebagai validator media pembelajaran, sedangkan untuk data hasil respon dilakukan oleh 32 siswa SMP Negeri 2 Perak. Berikut ini merupakan hasil validasi ahli media: Tabel 3. Data Hasil Validasi Ahli Materi Butir Pertanyaan E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam untuk meningkatkan sustainable living peserta didik sesuai dengan capaian pembelajaran E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam dapat meningkatkan sustainable living peserta didik Materi yang disajikan lengkap serta memiliki urutan dan susunan yang sistematis Materi pada e-modul mudah dimengerti siswa Materi pada e-modul dapat memotivasi belajar siswa Materi pada e-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam sesuai dengan tingkat kemampuan siswa E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam dapat menambah pengetahuan dan keterampilan siswa Kalimat yang digunakan untuk menjelaskan materi mudah dipahami Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir siswa Gambar yang ada dalam e-modul sesuai dengan materi EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Skor Kriteria Kelayakan Sangat Layak Sangat Layak Cukup Layak Layak Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Layak Cukup Layak Ospa Pea Yuanita: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik Soal latihan diakhir pembelajaran sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendukung penyajian materi pada e-modul (Referens. Kurang Layak Sangat Layak Sangat Layak Layak Sangat Layak Sangat Layak Link video youtube tentang pembuatan alat filtrasi sederhana sesuai dengan materi E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam dapat menarik minat belajar siswa E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam dapat membantu siswa belajar mandiri Jumlah = Dari data pada tabel 3 diatas terlihat bahwa hasil validasi ahli materi memperoleh skor 5 untuk aspek penilaian pada nomor 1, nomor 2, nomor 6, nomor 7, nomor 8, nomor 12, nomor 13, dan nomor 15 memperoleh presentase 100% dengan kriteria kelayakan sangat layak. Perolehan skor 4 pada aspek penilaian nomor 4, nomor 5, nomor 9, dan nomor 14 dengan persentase 80% dengan kriteria kelayakan layak. Perolehan skor 3 pada aspek penilaian nomor 3 dan nomor 10 dengan persentase 60% kriteria cukup Perolehan skor 2 pada aspek penilaian nomor 11 dengan persentase 40% kriteria kurang layak. Saran dan komentar dari ahli materi terhadap e-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam adalah sebagai berikut, masukkan capaian pembelajaran materi limbah, masukkan pendahuluan ke BAB I dan seterusnya, urutan gambar sesuai dengan babnya, tambahkan soal mengenai limbah. Berdasarkan hasil validasi ahli media pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Data Hasil Validasi Ahli Media Butir Pertanyaan Skor Kriteria Kelayakan Sangat Layak Layak Layak Layak Layak Sangat Layak Cover E-modul Thaharah pendekatan sains teknologi Islam menggunakan ilustrasi gambar yang jelas dan menarik Cover E-modul Thaharah pendekatan sains teknologi Islam menggunakan komposisi warna yang menarik Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf Warna judul modul kontras dengan warna latar Ukuran modul sesuai dengan ISO Ukuran margin dan kertas pada modul telah sesuai Materi modul sesuai dengan tujuan pembelajaran Sangat Layak Penggunaan gambar sesuai dengan materi Sangat Layak EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa. Muhammad. Devanisa: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi disajikan secara runtut sesuai dengan urutan bagian e-modul E-modul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi dapat diakses menggunakan komputer, laptop, maupun handphone Jumlah = Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Dari data pada tabel 4 diatas terlihat bahwa hasil validasi ahli materi memperoleh skor 5 untuk aspek penilaian pada nomor 1, nomor 6, nomor 7, nomor 8, nomor 9, dan nomor 10 memperoleh presentasi 100% dengan kriteria kelayakan sangat layak. Perolehan skor 4 pada aspek penilaian nomor 2, nomor 3, nomor 4, dan nomor 5 dengan persentase 80% dengan kriteria layak. Saran dan komentar dari ahli materi terhadap emodul materi Thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam adalah sebagai berikut, e-modul yang dibuat sudah bagus, tetapi untuk pemilihan bingkai kertasnya terlalu ramai. Sedangkan angket respon peserta didik terhadap kemenarikan media memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5. Data Hasil Respon Peserta Didik Butir Pertanyaan Penampilan modul ini menarik Isi modul ini menarik untuk dibaca Masalah dalam modul ini mudah saya Penyajian materi pada modul ini terurut dengan rapi sehingga mudah saya pahami Tugas yang harus dikerjakan dalam modul ini jelas Modul ini bisa mempercepat memahami materi yang diberikan Modul ini melatih memahami konsep dengan mudah dan menyenangkan Modul ini memudahkan saya belajar Materi yang disajikan lebih menarik dengan adanya gambar-gambar yang sesuai Modul ini mudah diakses kapan saja dan dimana saja menggunakan komputer, laptop, maupun handphone Jumlah = Skor Kriteria Kelayakan Sangat menarik Sangat menarik Menarik Sangat menarik Sangat menarik Menarik Menarik Sangat menarik Sangat menarik Sangat menarik Sangat Menarik Tiga pernyataan yang mendapat jumlah skor 123 dan 128 dari respon peserta didik. Pernyataan nomor 3 dalam aspek penyajian yang berbunyi masalah dalam modul ini mudah dimengerti mendapat skor 123 sehingga memperoleh nilai presentase sebesar EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa Pea Yuanita: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik 76,9% karena dinilai masalah yang dibahas dalam e-modul kurang bisa dimengerti oleh siswa SMP. E-modul dalam penggunaannya bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami isi materi ajar (Fitriyani. Sholeh Hidayat, 2. Pernyataan nomor 6 dalam aspek penyajian yang berbunyi modul ini bisa mempercepat memahami materi yang diberikan mendapatkan skor 128 sehingga memperoleh nilai presentase sebesar 80% karena dinilai materi yang disajikan kurang bisa dimengerti oleh peserta didik. (Mutmainnah et al. , 2. Tujuan penggunaan emodul yaitu untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang bersifat abstrak dan mengurangi keragaman kecepatan belajar siswa melalui kegiatan belajar mandiri. Selanjutnya dalam pernyataan nomor 7 dalam aspek penyajian yang berbunyi modul ini melatih memahami konsep dengan mudah dan menyenangkan mendapatkan skor 128 sehingga memperoleh nilai presentase sebesar 80% karena dinilai membosankan oleh peserta didik. (Wahdaniah et al. , 2. E-modul merupakan salah satu media pembelajaran yang dinilai lebih menarik yang menyebabkan suatu pembelajaran menjadi tidak monoton dan kondusif sehingga peserta didik lebh termotivasi dalam belajar dan bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik. KESIMPULAN dan SARAN Dari hasil pembahasan dan berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan Penggunaan media pembelajaran berupa e-modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memberikan dampak positif bagi siswa dalam proses belajar. Berdasarkan tabel data hasil validasi ahli materi, media pembelajaran berupa e-modul materi thaharah melalui pendekaran sains teknologi Islam mendapat kriteria Sangat Layak dengan presentase 85,3 % dari hasil validasi ahli materi pembelajaran. Berdasarkan tabel data hasil validasi ahli media, media pembelajaran berupa e-modul materi thaharah melalui pendekaran sains teknologi Islam mendapat kriteria Sangat Layak dengan presentase 92 % dari hasil validasi ahli media pembelajaran. Berdasarkan tabel data hasil respon peserta didik, media pembelajaran berupa emodul materi thaharah melalui pendekaran sains teknologi Islam mendapat kriteria Sangat Menarik dengan presentase 81,9 % . Dari semua hasil di atas menunjukkan bahwa e-modul materi thaharah melalui pendekaran sains teknologi Islam dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif, menarik, interaktif, dan layak digunakan untuk menunjang proses belajarmengajar, dengan demikian hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan penelitian pengembangan e-modul materi thaharah melalui pendekaran sains teknologi Islam yang telah dilakukan, peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut : EDUSCOPE Vol. 10 No. 1 Juli 2024 Ospa. Muhammad. Devanisa: E-Modul Materi Thaharah . Sustainable Living Peserta Didik Bagi guru, e-modul materi thaharah melalui pendekatan sains teknologi Islam ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran yang inovatif dan Untuk peserta didik, e-modul materi thaharan melalui pendekatan sains teknologi Islam dapat dijadikan sebagai salah satu media belajar sehingga peserta didik lebih termotivasi dan tertarik dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Penelitian pengembangan ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan media pembelajaran berupa e-modul. DAFTAR RUJUKAN Ayu Wina Hastari. Gede Agung. Sudarma. , & Teknologi Pendidikan. Pengembangan Modul Elektronik Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas Vi Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Edutech Undiksha, 7. , 33Ae43. https://doi. org/10. 23887/JEU. V7I1. Bakti. Vol. Oka Sutrisna. Ngurah. Atmika. Elektro. , & Lingkungan. Implementasi Konservasi Sumber Daya Air melalui Program Pengelolaan Ramah Lingkungan Berbasis 3R (Reuse. Reduce. Recycl. Berdasarkan Tingkat Efisiensi Air dan Penurunan Pencemaran Air Pada PT Tirta Investama- Pabrik Mambal. Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian Dan Penerapan Ipteks, 10. https://e-journal. id/index. php/baktisaraswati/article/view/2073 Cahdriyana. , & Richardo. Karakteristik Media Pembelajaran Berbasis Komputer. AlphaMath Journal of Mathematics Education, 2. , 1Ae11. Clarisa. Danawan. Muslim. , & Wijaya. Penerapan Flipped Classroom dalam Konteks ESD untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Membangun Sustainability Awareness Siswa. Journal of Natural Science and Integration, 3. , 13. https://doi. org/10. 24014/JNSI. V3I1. Fibonacci. Azizati. , & Wahyudi. Development of Education for Sustainable Development (ESD) Based Chemsdro Mobile Based Learning for Indonesian Junior High School: Rate of Reaction. JTK (Jurnal Tadris Kimiy. , 5. , 26Ae https://doi. org/10. 15575/JTK. V5I1. Fitriyani. Sholeh Hidayat. Pengembangan E-Modul Berbasis Digital Flipbook Pada Materi Siklus Air Di Kelas V. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 05. , 116Ae124. http://journal. id/index. php/jrpd Gale. Jane. The Sustainable. Living Guide: Everything you need to know to make small changes that make a big difference. London: Bloomsbury Publishing HR. Muhammad Hamim. Terjemah Fathul Qarib. Kediri : Lirboyo Press Kholif. Muhammad Al. Pengelolaan Air Limbah Domestik. Surabaya: Scopindo Media Pustaka