Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pemaknaan Hidup Remaja dengan Pola Asuh Strict Parents Alexander Desperaldo1. Robertus Budi Sarwono 2 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Indonesia Email: alexanderdesperaldo@gmail. com, budisarwono@usd. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan hidup remaja yang hidup dengan pola asuh strict parents. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan mengetahui makna hidup yang dimiliki subjek yang hidup dengan pola asuh strict parents. Oleh karena itu, diperlukan metode penelitian kualitatif untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Terdapat 2 . subjek dalam yang sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah transkrip wawancara, lalu diubah menjadi bentuk naratif dan transkrip verbatim. reduksi data. hipotesis kerja, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek dapat memaknai kehidupannya walaupun dengan pola asuh strict parents. Subjek pertama, dapat memaknai kehidupannya yaitu ketika dirinya dapat menerima kehidupannya meskipun dihadapkan dengan aturan-aturan yang ketat dari orang tuanya dan tetap menganggap kalau orang tuanya memiliki tujuan yang baik untuk dirinya, meskipun cara yang digunakan tidak disuka oleh subjek. Pada subjek kedua memaknai kehidupannya dengan bersyukur memiliki keluarga yang lengkap serta harmonis. Meskipun terkadang dirinya merasa tidak nyaman dengan cara orang tuanya dalam membatasi aktivitasnya. Kata kunci: Makna Hidup. Strict Parents. Remaja PENDAHULUAN Makna hidup merupakan sebuah pemahaman tentang apa artinya hidup dan pencarian makna hidup merupakan sebuah perjalanan pribadi yang unik. Setiap manusia tentunya telah melakukan banyak hal untuk dapat bertahan dan memaknai setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Setiap manusia tentunya memiliki gambaran kehidupan yang diimpikannya seperti apa. Hal ini dapat memotivasi dirinya untuk mencapai taraf kehidupan yang berarti sesuai dengan keinginannya. Motivasi ini didapatkan dengan memaknai setiap peristiwa yang dialaminya. Kebermaknaan hidup berkaitan dengan konsep teori Victor Frankl tentang logo Teori ini lahir berdasarkan pengalaman Frankl semasa dirinya ditahan pada kamp konsentrasi NAZI. Pada saat dirinya berada di kamp konsentrasi, setiap harinya Frankl melihat orang-orang dibunuh, disiksa dengan berbagai cara. Pada peristiwa ini Frankl mampu bertahan hidup dengan menemukan makna hidupnya. Frankl mengalami berbagai peristiwa yang berat ketika bangsanya dijajah oleh tentara Nazi. Banyak orang-orang yang ditahan oleh tentara Nazi ini, termasuk keluarga Frankl. Frankl memaknai setiap peristiwa yang ia alami selama di kamp konsentrasi, remaja yang hidup dengan pola asuh strict parents setidaknya dapat memaknai kehidupannya dengan positif, terlebih pada siswa-siswi SMA Pangudi Luhur Sedayu yang memiliki slogan sekolah AuBeriman. Berbudi Luhur dan BerprestasiAy. Berbudi Luhur disini artinya segala perilaku merupakan wujud kesadaran mulia. Kesadaran bahwa dalam iman ada nilai-nilai kehidupan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 yang menjadi dasar bagi hidup keseharian, sekaligus menjadi nilai-nilai tujuan kehidupan. Nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi sesuatu yang diperjuangkan dan diwujudkan dalam cara berpikir, cara bertutur kata dan cara berperilaku. Makna hidup merupakan segala bentuk personal individu yang berbeda antara individu satu dengan lainnya. Hal ini terkait dengan nilai-nilai, keyakinan, serta pengalaman seorang individu tersebut. Makna hidup adalah hal yang diyakini penting dan sesuatu yang benar serta khusus dijadikan sebagai tujuan hidup yang harus diraih Oliver . Makna hidup merupakan motivasi, tujuan, dan harapan yang ada pada kehidupan setiap manusia yang bersifat sangat personal dan dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi serta kondisi yang dialami oleh seseorang yang harus dicapai dengan segala usaha dan tanggung jawab serta dapat membuat hidup menjadi ahagia dan berarti Karomah & Widiyono . Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting serta berharga bagi kehidupan seseorang dalam rangka untuk mencapai tujuan yang lebih baik dan juga bahagia Maryeni . Makna hidup setiap individu tentunya berbeda-beda. Manusia mempunyai kebebasan serta tanggung jawabnya dalam memilih dan menemukan tujuan serta makna hidupnya Ketika seorang individu menemukan makna hidupnya, maka individu tersebut dapat menemukan tujuan hidupnya serta kehidupannya akan lebih terarah. Makna hidup dapat ditemui dalam kehidupan yang kita jalani dalam keadaan senang atau tidak senang, bahagia atau menderita. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa makna hidup seseorang dapat ditemukan dalam kehidupan yang dijalani, dan makna hidup dapat terus berkembang sepanjang hidup individu tersebut. Setiap individu memiliki keunikannya dalam menemukan makna hidupnya. Menurut Frankl dalam Bastman . ada beberapa aspek dalam makna hidup yaitu: Nilai. Makna hidup dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, selama individu dapat melihat hikmahnya. Dalam kehidupan manusia terdapat 3 nilai yang memungkinkan individu dapat menemukan makna hidupnya yaitu creative values merupakan kegiatan berkarya, bekerja, ataupun melaksanakan tugas serta kewajiban dengan sebaik-baiknya. Melalui ini individu dapat menemukan arti hidup serta menghayati kehidupan secara bermakna. Selanjutnya experiential values merupakan nilai penghayatan terhadap nilai-nilai yang diyakini. Menghayati dan meyakini suatu nilai membuat individu dapat menganggap kalau hidupnya berarti. Nilai ketiga attitudinal values merupakan nilai bersikap. Menerima suatu penderitaan dengan tabah, sabar, dan Dalam hal seperti ini keadaan tidak dapat diubah, melainkan sikap individu dalam menghadapi keadaan tersebut. Harapan. Harapan merupakan suatu hal yang diyakini akan terjadinya hal-hal yang baik untuk suatu perubahan yang baik dikemudian hari. Harapan kaitannya erat dengan makna hidup karena adanya suatu keyakinan pada perubahan yang lebih baik lagi dikemudian hari, ketabahan dalam menghadapi keadaan yang buruk pada saat ini. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 . Bahagia. Dalam hal ini kebahagiaan merupakan hasil dari usaha menjalankan kegiatankegiatan yang bermakna. Hidup yang bermakna merupakan bentuk kehidupan yang penuh dengan kegiatan, penghayatan serta pengalaman bermakna. Ketika hal ini terpenuhi akan memunculkan perasaan bahagia dalam kehidupan individu. Paripurna. Dalam hidup seseorang tujuan dan makna hidup yang paling tinggi yaitu mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. Tuhan merupakan sumber dari nilai yang sempurna dari agama yang dianutnya. Bagi individu yang beriman. Tuhan dan agama merupakan sumber dari makna hidup yang paripurna sebagai dasar dari makna hidup pribadi yang unik, dan spesifik. Setiap individu tentunya memiliki makna hidupnya sendiri-sendiri. Frankl . alam Ummah 2. mengemukakan individu yang sehat merupakan individu yang menemukan makna hidupnya. Ciri-ciri individu yang memiliki makna hidup yaitu: Bertanggung jawab. Individu yang memiliki makna hidup, menyadari arah tujuan hidupnya sehingga individu memiliki rasa tanggung jawab dalam hal apapun. Mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan ini dapat membuat individu termotivasi sehingga memberikan arah dalam hidupnya. Dapat mengatasi penderitaan. Individu yang memiliki makna hidup menyadari dan menerima penderitaan yang ia hadapi dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif. Menemukan makna dalam aktivitas / kegiatannya. Individu yang memiliki makna hidup mampu menemukan maknanya disetiap kegiatan atau peristiwa yang ia alami. Menghargai pengalaman dan hubungan. Individu menemukan makna hidup melalui pengalaman maupun kegiatan yang mereka lakukan sehingga dapat menghargai pengalaman serta hubungan dengan seseorang melalui cinta memungkinkan individu memahami orang lain lebih dalam. Bersikap positif. Individu yang memiliki makna hidup dapat mengontrol dirinya sehingga dapat membuat dirinya tetap tenang dalam menghadapi situasi yang . Menerima ketidaksempurnaan hidup. Individu yang mempunyai makna hidup, dapat menyadari dan menerima kondisi hidupnya yang tidak sempurna. Tidak takut menghadapi kenyataan. Dalam hal ini individu memiliki makna hidup yang kuat sehingga memiliki kemampuan untuk menerima segala bentuk realitas positif maupun negatif yang dihadapi dan tetap fokus pada tujuan serta nilai-nilai yang Menurut Willi . ciri individu yang memiliki makna hidup yaitu: Bebas memilih langkah tindakan mereka sendiri. Individu yang memiliki makna hidup memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya tanpa paksaan dari pihak lain. Individu tersebut dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai dan tujuan pribadinya, sehingga setiap tindakan yang diambil benar-benar berasal dari keinginan dan pertimbangan diri sendiri. Bertanggung jawab terhadap tingkah laku hidupnya. Individu yang memiliki makna hidup akan menerima dan menanggung atas segala perilaku dan keputusan yang Individu yang memiliki makna hidup tidak menyalahkan orang lain atas Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 keadaan apa yang terjadi dalam hidupnya, melainkan sadar bahwa setiap konsekuensi adalah hasil dari pilihan yang individu itu pilih. Tidak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan diluar dirinya. Individu yang memiliki makna hidup tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari luar dirinya. Individu tersebut memiliki prinsip yang kuat dan mampu mempertahankan jati dirinya meski menghadapi tekanan dari luar dirinya. Memiliki alasan untuk meneruskan kehidupan. Hal ini dilihat dari adanya tujuan hidup yang dimiliki oleh individu sehingga memiliki motivasi yang membuatnya terus berusaha dan bertahan dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya. Berorientasi pada masa depan. Individu yang memiliki makna hidup dapat menetapkan tujuan jangka panjang dan berusaha untuk mencapainya, sehingga hidupnya terasa lebih terarah dan bermakna. Menurut Ummah . ada beberapa faktor yang ada dalam makna hidup yaitu: Spesifik dan unik. Setiap makna hidup bersifat unik, tidak ada yang universal. Makna hidup dapat berubah dari waktu ke waktu dan setiap manusia memiliki makna hidup yang berbeda-beda. Dapat ditemukan dalam berbagai situasi. Dalam situasi yang sulit sekalipun, makna hidup dapat ditemukan. Dalam hal ini tidak berarti penderitaan selalu dibutuhkan, tetapi makna hidup tersebut dapat didapatkan meskipun dalam situasi yang mendertia. Tujuan atau masa depan. Memiliki tujuan atau masa depan dapat menjadikan sebuah alasan manusia untuk tetap bertahan dalam hidupnya. Hal ini juga dapat menjadikan sebuah harapan atau alasan seseorang untuk dapat menanggung kesedihan dalam . Bertanggung jawab. Sikap bertanggung jawab sebagai hakikat dari eksistensi manusia. Bertanggung jawab kepada pekerjaan yang belum selesai dapat menjadikan alasan mengapa manusia untuk tetap hidup. Hidup manusia yang tidak kekal dapat membuat pengingat bagi manusia untuk memanfaatkan setiap momen yang terjadi dalam kehidupan secara tanggung jawab. Makna hidup tentunya memiliki manfaat bagi individu itu sendiri, diantaranya: Mengatasi penderitaan. Individu yang memiliki makna hidup dapat membantu individu tersebut untuk tetap berani, tidak mementingkan diri sendiri dalam situasi yang sulit. Menumbuhkan tujuan dan tanggung jawab. Individu yang memiliki makna hidup dapat membuat individu memiliki tujuan hidup serta rasa tanggung jawab untuk dirinya. Hal ini dapat membuat individu tersebut merasa kalau hidupnya berarti. Mencegah kekosongan batin dan depresi. Individu yang memiliki makna hidup yang jelas cenderung tidak mengalami depresi maupun kekosongan didalam batinnya karena individu memahami makna dan tujuan . Meningkatkan kesehatan mental. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Individu yang mempunyai makna hidup dapat membuat individu memiliki keseimbangan antara kondisinya pada saat ini dan kondisi yang akan ia capai. Memiliki sikap positif. Sikap positif ini dapat membantu individu dalam mengadapi penderitaan maupun kekecewaan dalam hidupnya. Menghargai masa lalu dan masa depan. Makna hidup dapat membuat individu berdamai dengan masa lalunya dan juga memberikan harapan serta tujuan untuk masa depannya. Dapat mengatasi rasa bersalah. Individu yang memaknai hidupnya dapat mengatasi rasa bersalah dan bertanggung jawab atas permasalahan yang dihadapinya. Setelah melakukan wawancara singkat dengan 2 orang. CN . erempuan 17 tahu. merasa kesal dengan didikan orang tuanya yang selalu melarangnya untuk pulang malam, meskipun CN sudah ijin dan sudah tau pergi dengan siapa, tetapi disisi lain CN merasa beruntung karena orang tuanya perhatian dengannya tetapi cara orang tuanya yang membuat CN merasa stres. CN merasa orang tuanya terlalu mengekang dirinya dan CN merasa risih ketika ia diceramahi oleh orang tuanya secara terus menerus. CN memiliki caranya sendiri untuk membahagiakan dirinya yaitu dengan main bersama temannya dan pergi ketempat yang membuat dirinya tenang seperti di alam terbuka. CN menyatakan kalau hidup itu kesempatan untuk membuat moment bahagia bersama orang-orang disekitarnya. Aukadang aku merasa kesal sama didikan orang tuaku, soalnya mereka selalu melarang aku pulang malam walaupun sudah tahu aku main sama siapa dan sudah ijin juga ke orang tuaku. Aku juga tidak boleh bawa temen cowok aku ke rumah walaupun cuman sekedar mengantarkan aku pulang dan itu pasti buat mereka mikir macam-macam kalau aku dianterin pulang temen cowok ke rumah. Cara mereka mengekang aku gitu juga yang bikin aku jadi seperti kurang Aku juga risih kalau orang tuaku ceramahin aku terus menerus sampe bosen aku, itu bukan malah bikin aku sadar tapi malah bikin aku muak dan kesalAy. Sedangkan GS . erempuan 16 tahu. merasa tidak nyaman dengan pola asuh orang Banyak hal yang dilarang oleh orang tuanya GS seperti tidak diijinkan main bersama temannya, membatasi kegiatan hingga melarangnya, pembatasan penggunaan HP. merasa kalau orang tuanya itu khawatir terhadap dirinya, tetapi kekhawatirannya ini terlewat batas sehingga GS merasa terkekang. GS memiliki caranya sendiri untuk membahagiakan dirinya yaitu dengan bernyanyi, mendengarkan musik, menonton film. Hal yang tidak melanggar peraturan orang tuanya. Menurut GS hidup itu pelajaran karena di hidup selalu ada yang dipelajari. AuA aku itu tidak diijinin buat main atau nongkrong sama temen-temen bahkan itu temen deket atau sahabat aku, terus juga membatasi kegiatan aku dengan melarang aku dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal, penggunaan HP itu juga dibatqsin dan ditaruh di meja bunda. Membatasi kegiatan itu, kegiatan sekolah. Pas ada acara sekolah bantuin bikin hias dinding, kalau waktu tidak sesuai peraturan orang tua padahal udah ijin, pasti selalu disuruh atau diancam buat tidak usah aktif terlibat dalam kegiatan. Jawaban orang tuaku itu karena mereka Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 khawatir aku pas bawa motor nanti dijalan kenapa-kenapa karena kecapean, kalau tidak istirahat nanti sakit atau kenapa-kenapa terus jadi merepotkan orang-orangAy. Berdasarkan hal ini, peneliti mengambil topik penelitian tentang makna hidup yang dimiliki oleh subjek dengan pola asuh strict parents. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pemaknaan hidup dari subjek yang dibesarkan dengan pola asuh strict parents. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik wawancara dengan subjek yang hidup dengan pola asuh strict parents. Metode Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dipilih karena sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu Pemaknaan Hidup Remaja dengan Pola Asuh Strict Parents. Menurut Moleong . Penelitian Kualitatif merupakan suatu penelitian yang bermaksud untuk memahami suatu fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi yang merupakan salah satu strategi atau desain dari penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi esensi dari pengalaman individu terkait suatu fenomena yang dijelaskan oleh subjek dalam penelitian Creswell . Subjek penelitian yang diambil yaitu anak remaja dengan pola asuh Strict Parents di sekolah SMA Pangudi Luhur Sedayu. Peneliti mangambil 2 subjek dari 3 orang yang diwawancarai karena satu subjek tidak berkenan untuk diwawancarai lebih lanjut. Subjek Pertama Inisisal : GS Umur : 16 Tahun Subjek kedua Inisial : CN Umur : 17 Tahun Peneliti mendapatkan subjek yang benar-benar di asuh dengan pola asuh strict parents berdasarkan informasi yang diberikan oleh guru BK di sekolah SMA Pangudi Luhur Sedayu dan juga diperkuat dengan informasi-informasi dari orang terdekat subjek yaitu teman Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi secara langsung. Wawancara merupakan proses tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak untuk mendapatkan suatu informasi berdasarkan topik tertentu. Wawancara dilakukan oleh interviewer kepada interviewee yang memiliki pengetahuan atau pengalaman terkait topik yang Teknik wawancara yang digunakan peneliti yaitu wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur ini akan digunakan kepada semua subjek yang akan diteliti dan sudah disusun oleh si interviewer sebelum melakukan wawancara. Menurut Sugiyono . proses melakukan pengumpulan data terdapat dua cara yaitu observasi partisipasi dan observasi non-partisipasi. Jenis penelitian ini menggunakan observasi non-partisipan karena peneliti hanya mengamati dan tidak terlibat langsung dalam aktivitas subjek. Teknik analisis data yang akan dilaksanakan bersamaan saat proses pengumpulan data di lapangan. Menurut Moleong . Analisis data kualitatif merupakan proses Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pengorganisasian serta mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar yang dapat ditemukan tema serta dapat juga dirumuskan hipotesis kerja. Proses analisis data yang dilakukan ada beberapa tahap yaitu . Reduksi Data Pada tahapan ini, peneliti melakukan proses penyederhanaan atau merangkum data dari hasil wawancara agar dapat lebih mudah dianalisis dan diinterpretasikan. Kategorisasi Pada tahapan kategorisasi ini merupakan suatu upaya untuk memilah-milah setiap satuan ke dalam bagian yang memiliki kesamaan dan di beri AulabelAy . Sintesisasi Pada tahapan ini, peneliti mengkaitkan antara kategori satu dengan kategori yang lain yang diberi nama atau label lagi . Menyusun Hipotesis Kerja Pada tahapan ini, peneliti membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari setiap analisis dari rumusan masalah yang sudah di analisis. Penarikan kesimpulan Pada penarikan kesimpulan ada beberapa langkah yang dilakukan yaitu klasifikasi. menemukan fokus. mengelola data. membaca dan menganotasi. menciptakan kategori. Aosplitting dan slicingAo. mengait-ngaitkan data. membuat hubungan. peta dan matriks. kejadian AokoroborasiAo. Pada bagian klasifikasi merupakan tahap pengelompokan data berdasarkan persamaan atau berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat yang bertujuan untuk memudahkan dalam melakukan analisis data. Pada bagian menemukan fokus merupakan tahap memfokuskan penelitian yang akan dilakukan seperti apa. Peneliti dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan fokus tersebut seperti apa yang menjadi tujuan analisis, bagaimana dapat memberikan ciri pada data tersebut. Pada bagian mengelola data ini merupakan proses mengelola data seperti dari hasil wawancara diubah menjadi transkrip verbatim yang bertujuan untuk dianalisis data tersebut. Membaca dan menganotasi merupakan tahapan yang dilakukan untuk mempersiapkan landasan untuk analisis data. Menciptakan kategori merupakan proses memilah-milah data di setiap satuan ke dalam bagian yang memiliki kesamaan dan di beri AulabelAy. AoSplitting dan slicingAo merupakan proses memperhalus data dan lebih memfokuskan lagi dalam analisis data. Mengait-ngaitkan data dalam hal memilah data tentunya akan kehilangan informasi dari kaitan antara beberapa bagian data. Untuk memperoleh informasi tersebut maka perlu mengaitkan data maupun kategori yang telah dibuat. Membuat hubungan merupakan tahapan yang menghubungkan atau mencari korelasi antara kategori-kategori yang telah dibuat. Selanjutnya peta dan matriks merupakan gambaran matriks dari kategori-kategori yang mungkin rumit di baca sehingga dibuat gambar matriks untuk mempermudah membaca hasil analisis tersebut. Koroborasi merupakan proses pengecekan kualitas data melalui pemeriksaan keabsahan data. Dalam hal ini dapat menggunakan orang terdekat subjek. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hasil dari rumusan masalah, pada subjek pertama dapat memaknai kehidupannya dengan mampu menerima kenyataan meskipun dihadapkan dengan aturanaturan yang ketat dari orang tuanya. Namun. GS tetap menganggap kalau orang tuanya memiliki tujuan yang baik untuk dirinya, meskipun cara yang digunakan tidak disuka oleh GS. Ia mampu melihat niat baik orang tuanya di balik setiap aturan yang ada, sehingga menumbuhkan rasa penerimaan dan pengertian dalam diri subjek. GS juga memiliki tujuan hidup yang jelas untuk masa depannya. Ia ingin kuliah dengan mengambil jurusan psikologi dan ingin menjadi seorang psikolog. Hal ini didasari dari motivasi GS untuk memahami dirinya sendiri, ingin membantu orang lain dengan masalah yang serupa dengannya, serta ingin mengetahui kontrol diri yang baik seperti apa. Pada subjek kedua, orang tua merupakan makna dari kehidupan CN. CN menghayati kehadiran orang tuanya dengan keluarga yang lengkap membuat dirinya menjadi berarti. CN memaknai kehidupannya dengan bersyukur memiliki keluarga yang harmonis. Meskipun terkadang dirinya merasa tidak nyaman dengan cara orang tuanya dalam membatasi CN. CN dapat menerima kondisi kehidupan ketika ia membandingkan dirinya dengan orang lain yang kurang beruntung dari dirinya. Bagi CN hidup tidak hanya tentang kebahagiaan, akan tetapi juga tentang usaha dan berkorban. KESIMPULAN Hasil dari analisis data serta pembahasan yang telah diperoleh dalam penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu kedua subjek yang dibesarkan dengan pola asuh strict parents dapat memaknai kehidupannya. Kedua subjek menemukan makna hidupnya melalui penerimaan, rasa syukur, serta pemahaman terhadap niat baik dari kedua orang tuanya. DAFTAR PUSTAKA