p-ISSN: 2089-2551 e-ISSN: 2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 4. November 2025 LITERATURE REVIEW: PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI DALAM MENGIDENTIFIKASI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK Nour Sriyanah1*. Suradi Efendi1. Husnul Arbama Burhan1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar Alamat Korespondensi: nsnoursriyanah@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia. Pravalensi stunting pada anak di Indonesia mencapai 32,8%. Meskipun telah banyak upaya dilakukan, angka stunting masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan literatur tentang pengukuran antropometri untuk mendeteksi kasus stunting pada anak. Metode: Kriteris inklusi dalam artikel ulasan ini adalah berfokus pada pengukuran antropometri dan kasus stunting pada anak. Artikel yang diidentifikasi diawal sebanyak 39 strategi pencarian menggunakan database pubmed, dan google scholar. Ada 12 artikel yang diperoleh yang akan dilakukan review. Hasil: dalam pengukuran antropometri ada alat yang digunakan dan ketika penggunaan alat tersebut harus dengan tepat jika tidak maka dapat menghasilkan diagnosa yang salah. Kesimpulan: Pengukuran antropometri anak memiliki hubungan penting untuk mendeteksi stunting pada Kata Kunci: Anak. Antropometri. Stunting PENDAHULUAN Stunting adalah masalah gizi kronis yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup mencapai 32,8% pada baduta (Mikawati et al. Stunting dapat terjadi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan dipengaruhi banyak faktor, yaitu sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan mikro nutrien, dan lingkungan (Dharmayani et al. , 2. Stunting menyebabkan tumbuh kembang anak baik secara fisik, motorik, maupun kognitif tumbuh kurang optimal (Salsabila. Martha and Andani. Upaya pencegahan stunting dapat ditekan serendah mungkin sehingga balitabalita di Indonesia terhindar dari stunting, maka perlu dilaksanakan pengukuran antropometri pada anak yang berisiko terkena stunting (Rahmawati et al. , 2. Pengukuran antropometri penting untuk evaluasi klinik pertumbuhan anak dan perbandingannya dengan tinggi orang tua. Stunting adalah gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, membuatnya terlalu pendek untuk usianya (Efendi et al. , 2. Antropometri adalah metode penilaian ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Tinggi badan anak perempuan usia 2-5 tahun normalnya 85,7-109,4 cm, sedangkan untuk anak laki-laki sekitar 87,1-110 cm. (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2. METODE Adapun pertanyaan review artikel ini sesuai dengan PCC (Tabel . : pemeriksaan stunting: menggunakan antropometri sebagai metode utama. Strategi pencarian artikel ini merupakan database pubmed, dan google Peggunaan keyword menurut PCC . hildren, antropometric measurementsm. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 stunting case. merupakan cara atau strategi dalam penelitian Kriteria Inklusi Data yang digunakan dalam waktu 6 tahun Data yang diperoleh melalui pubmed, google scholar, dan web database Data yang digunakan hanya berhubungan dengan pemeriksaan antropometri untuk mengetahui kejadian stunting Kriteria Eksklusi Artikel yang tidak memiliki struktur lengkap dan tidak membahas tentang antropometri dan stunting Artikel yang tidak sesuai dengan pertanyaan penelitian Dalam studi seleksi artikel, peneliti menggunakan 3 platform pencarian yaitu Pubmed dan Google Scholar. Dari 39 artikel yang diidentifikasi, dilakukan filter untuk menghilangkan artikel duplikat dan yang tidak Akhirnya, 12 artikel yang memenuhi kriteria dipilih untuk tinjauan sistematis. Data yang diekstraksi mencakup judul, penulis, tahun, negara, tujuan, desain penelitian, partisipasi/jumlah sampel, dan hasil. Proses pemilihan studi dapat dilihat pada gambar flow chat diagram (Gambar . HASIL Pencarian artikel pada database Pubmed, dan Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci . hildren, antropometric measurements, stunting case. Ditemukan 12 artikel untuk direview dapat dilihat pada (Tabel . PEMBAHASAN Pengukuran dan peralatan antropometri untuk menimbang berat badan anak Penimbangan anak di bawah lima tahun adalah salah satu cara untuk mengukur berat badan sebagai penilaian langsung terhadap status gizi. Ini penting untuk memantau pertumbuhan dan mengidentifikasi gangguan pertumbuhan pada anak balita, yang merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi dan memerlukan gizi yang cukup. Penggunaan penimbangan ini didasari oleh fakta bahwa alatnya mudah ditemukan dan digunakan, pengukurannya dapat dilakukan berulang kali secara objektif, dapat dilakukan oleh tenaga yang sudah dilatih, hasil pengukuran mudah diinterpretasikan, dan data yang akurat dapat diakui secara ilmiah. Namun, ada kelemahan dalam penggunaan penimbangan ini, seperti kurang sensitif, kesalahan saat pengukuran dapat mempengaruhi hasil yang presisi dan valid, dan sumber kesalahan dapat berasal dari pelatihan yang tidak memadai, kegagalan alat, atau kesulitan pengukuran (Ludya. Herlambang and Yunidar, 2. Ada dua jenis timbangan badan, yaitu manual dan digital. Anak usia 2-5 tahun dapat menggunakan timbangan yang sama dengan orang dewasa, yang digunakan dalam posisi Timbangan analog dan digital harus dikalibrasi terlebih dahulu agar hasilnya akurat. Timbangan digital lebih presisi daripada manual saat digunakan untuk mengukur berat badan anak. Proses kalibrasi timbangan analog dapat dilakukan dengan metode analytical balance dengan langkah: . Memeriksa titik nol, jarum penunjuk angka harus menunjukkan angka nol. meletakkan anak timbang standar yang paling ringan disebelah kiri dan anak timbang yang dipakai sehari-hari disebelah . membaca dan mencatat hasil . mengulangi penimbangan dengan anak timbang standar yang lebih berat. apabila berat yang ditunjukkan anak timbangan tidak menyimpang lebih dari 0,1% dari berat masing-masing anak timbangan standar, maka anak timbangan dianggap masih Sementara proses kalibrasi timbangan digital lebih mudah dibandingkan timbangan analog, dan dapat dilakukan dengan mengambil sample beberapa kali melalui metode electrical balance dengan langkah: . melakukan Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 penimbangan anak timbangan. mencatat hasil penimbangan. melakukan pengulangan hingga 5 kali. mengitung nilai rataratanya. toleransi perbedaan berat yang masih dapat diterima adalah: anak timbang dengan bobot 1 Ae 50 mg y 0,014 mg, anak timbang dengan bobot 100 Ae 500 mg y 0,025 mg, anak timbang dengan bobot 1 Ae 5 gram y 0,054 mg (Hulu. Pengukuran dan peralatan antropometri untuk mengukur tinggi badan anak Pada pengukuran badan, pita ukur digunakan untuk mengukur lingkar dan tinggi badan dengan akurasi yang kurang akurat. Cara pengukurannya adalah menggunakan benda datar dan lurus sebagai patokan, meletakkan objek tepat di puncak kepala, memastikan objek lurus dan sejajar dengan tanah, dan menandai dinding tempat objek menyentuh puncak Tinggi badan diukur dari tanah atau lantai ke garis dengan pita ukur (Ludya. Herlambang and Yunidar, 2. Antropometer dan Stadiometer adalah dua jenis alat ukur antropometri yang dapat digunakan untuk mengukur ketinggian Antropometer terdiri dari empat batang yang dapat mengukur hingga jarak 2 meter, sedangkan Stadiometer menggunakan penggaris dan topi baja geser horizontal. Ada juga Stiker Pengukur Tinggi Badan yang merupakan stiker dinding dengan skala ukuran, di mana pengguna harus mengukur jarak ke skala minimum dan menempelkannya secara tegak lurus (Ludya. Herlambang and Yunidar. Pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilakukan secara rutin dapat mendeteksi permasalahan gizi pada anak sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat untuk mencegah terjadinya berbagai masalah lanjut yang diakibatkan oleh malnutrisi seperti kejadian stunting di kemudian hari (Santoso and Kurniawan, 2. Berdasarkan Technical Expert Advisory Group WHOAeUNICEF, antropometri anak dapat dinilai melalui tujuh indikator: . kelengkapan, . rasio jenis kelamin, . penumpukan usia, . preferensi pengukuran digit, . tidak masuk akal z-nilai skor, . standar deviasi (SD) dariz-skor dan . normalitasz-skor. Dari indikator-indikator tersebut, yang umum digunakan adalah ketidakmungkinan biologis dan SD dariz-skor. Pengukuran yang tidak masuk akal secara biologis harus berada di bawah 1% agar dapat dianggap sebagai survei yang berkualitas baik. Misalnya, meanz-skor harus berada di antara 0A8 dan 1A2 agar survei tersebut dianggap sebagai survei yang berkualitasbaik (Fujimura et al. , 2. Pada penilitian Herculina Salome di Afrika Selatan hasil penelitiannya menunjukan bahwa prevelensi stunting tertinggi terjadi pada bayi dan anak di pedesaan dengan angka 25,1% hasil pemeriksaan antropometri di Afrika Selatan menunjukan berlebihan berat badan dan obesitas merupakan bentuk malnutrisi yang paling umum terjadi diwilayah tersebut (Kruger et al. , 2. Dan pada penelitian Nandital Perumunal menunjukan bahwa pemeriksaan antropometri seperti badan tinggi menurut usia dapat digunakan untuk mengidentifikasi kasus stunting pada anak dan penting dalam survey populasi untuk melacak tren stunting dan malnutrisi pada anak-anak (Perumal et al. KESIMPULAN Pengukuran antropometri anak memiliki hubungan penting untuk mendeteksi stunting pada anak. Penelitian ini masih diperlukan untuk menemukan metode pengukuran yang akurat untuk mencegah kesalahan dalam DAFTAR PUSTAKA