1577 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Pemberdayaan Perempuan Muda Jayapura dengan Pelatihan Kue Kering Eva Papilaya1. Wahyu Kumala Sari2. Baiq Amarwati Tartillah3. Muhamad Sofian4. Rusniawati5 1,2,3,4 Universitas Cenderawasih. Indonesia Universitas Muhammadiyah Papua. Indonesia Email : epapilaya@gmail. com1, kumalasariwahyu3@gmail. com3,rusnia. andani16@gmail. Article History: Received: 03 Agustus 2025 Revised: 27 Agustus 2025 Accepted: 30 Agustus 2025 Keywords: Jayapura, kewirausahaan, kue kering, pemberdayaan perempuan Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkuat kemampuan kewirausahaan perempuan muda di Jayapura, terutama anggota Nasyiatul Aisyiyah, terutama dalam hal keterampilan, dan kesempatan mengolah potensi lokal menjadi produk ekonomi. Kelapa dipilih sebagai fokus utama karena ketersediaannya melimpah di Papua, meskipun pemanfaatannya masih dominan sebatas konsumsi rumah tangga atau penjualan dalam bentuk mentah. Metode kegiatan menggabungkan penyuluhan dengan pengenalan konsep Business Model Canvas (BMC) guna memperluas wawasan kewirausahaan, serta pelatihan praktik melalui workshop pembuatan kue kering berbasis kelapaAikastengel dan sagu lumerAiyang berpotensi sebagai produk unggulan Hasil kegiatan memperlihatkan adanya perubahan positif berupa peningkatan pemahaman mengenai strategi bisnis sederhana, keterampilan baru dalam mengolah kelapa menjadi produk inovatif, serta tumbuhnya dorongan untuk Perubahan sikap tampak dari meningkatnya kepercayaan diri, kolaborasi antar peserta, dan kesadaran akan peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan yang menggabungkan aspek pengetahuan dan keterampilan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. PENDAHULUAN Perempuan muda merupakan kelompok strategis dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , terutama pada bidang pendidikan (SDG . , kesehatan (SDG . , kesetaraan gender (SDG . , serta peningkatan kesejahteraan ekonomi (SDG . Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa kapasitas perempuan muda di Papua masih menghadapi tantangan serius, baik dalam akses pendidikan, kesehatan, maupun kesempatan ekonomi (UNDP 2. Kondisi ini membuat potensi besar perempuan belum sepenuhnya teraktualisasi dalam a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 pembangunan berkelanjutan. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah. Nasyiatul Aisyiyah (NA) memiliki mandat untuk memperkuat kapasitas perempuan muda melalui pendidikan, advokasi, serta pemberdayaan Sejumlah riset terdahulu menegaskan efektivitas kaderisasi NA dalam meningkatkan literasi dan kesadaran sosial. Fatmawati et al. misalnya, membuktikan bahwa NA berperan dalam membangun desa ramah perempuan dan anak. Penelitian lainnya menyoroti keberhasilan kader NA dalam literasi media untuk menangkal hoaks pada Pemilu (Suryani 2. , maupun dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi dan deteksi risiko kehamilan (Pratiwi et al. Program pelatihan wirausaha yang digerakkan NA juga terbukti memperkuat keterampilan ekonomi berbasis produk lokal di berbagai daerah (Rachmawati 2020. Hidayati & Rahman 2. Dalam ranah ekonomi, pemberdayaan perempuan tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Pembuatan olahan pangan berbasis kelapa menjadi salah satu keterampilan yang relevan, mengingat potensi kelapa di Papua sangat besar. Arisandi et al. mencatat bahwa agribisnis kelapa di Muara Tami dapat dikembangkan dengan pendekatan BMC yang mencakup diversifikasi produk turunan. Kajian lain (Arisandi et al. menunjukkan bahwa pengembangan kelapa di Jayapura berada pada fase pertumbuhan agresif, sedangkan Manwan et al. menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan teknologi pascapanen. Kegiatan pengabdian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pelatihan kuliner, khususnya kue kering, efektif meningkatkan keterampilan, motivasi, serta jejaring sosial perempuan. Misalnya. Lestari . menemukan bahwa pelatihan kue kering di Depok mendorong kemampuan produksi dan strategi pemasaran digital. Hal serupa terjadi di Lamongan (Sari et al. maupun Semarang (Handayani 2. , yang memperlihatkan peningkatan minat wirausaha serta solidaritas sosial. Penelitian lain menegaskan pengembangan pangan lokal mampu memperluas pasar sekaligus membuka peluang ekonomi baru (Amin & Yusuf 2020. Wati & Nugroho 2021. Kurniawan 2022. Saputri 2023. Nugraheni & Astuti 2. Dengan demikian, peningkatan kapasitas perempuan muda NA di Jayapura melalui inovasi olahan kelapa menjadi langkah penting, tidak hanya untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat kontribusi perempuan terhadap pencapaian tujuan global SDGs. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan terpadu yang meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi ipteks, serta pendampingan. Pada tahap pendidikan masyarakat, peserta diberikan penyuluhan kewirausahaan berbasis Business Model Canvas (BMC) yang dirancang untuk membantu mereka mengidentifikasi potensi kelapa, menyusun model bisnis sederhana, menentukan segmen pasar, serta memahami strategi pemasaran. Selanjutnya, kegiatan pelatihan dilakukan melalui workshop pembuatan produk olahan kelapa, yaitu kastengel dan sagu Peserta berlatih secara langsung mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi. Tahap difusi ipteks menekankan pada penerapan teknologi sederhana untuk meningkatkan mutu produk, termasuk perancangan kemasan sesuai standar pangan rumah tangga sehingga mampu memperkuat daya saing. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan berupa konsultasi usaha, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran yang memanfaatkan komunitas dan media sosial. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan motivasi berwirausaha serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Produk kue berbasis kelapa memiliki prospek pasar yang baik karena bahan bakunya tersedia melimpah di wilayah Jayapura, serta dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Arisandi et al. yang memberikan informasi bahwa pengembangan agribisnis kelapa di Jayapura berada pada posisi pertumbuhan agresif, sehingga produk olahan berbasis kelapa berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi lokal. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kewirausahaan maupun keterampilan praktis dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah. Tahap pertama berupa pemaparan materi kewirausahaan dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Sebelum mengikuti kegiatan, peserta sebagian besar belum terbiasa menyusun rencana usaha secara sistematis. Melalui materi yang disampaikan secara sederhana dan kontekstual, peserta mulai memahami pentingnya mengenali segmen pasar, nilai produk, saluran distribusi, serta strategi hubungan pelanggan. Diskusi kelompok yang dilakukan turut mendorong peserta lebih aktif dalam memetakan potensi usaha berbasis kelapa di lingkungannya. Hal ini sejalan dengan temuan Arisandi et al. bahwa pelatihan berbasis model bisnis sederhana mampu meningkatkan wawasan kewirausahaan masyarakat desa. Gambar 1 merupakan kegiatan praktis pembuatan kue kastagel dasagu lumer. Gambar 1. Pembuatan Kue Kastagel Dasagu Lumer Pada tahap berikutnya, peserta memperoleh keterampilan praktis melalui pelatihan pembuatan kue berbasis kelapa, yaitu kastengel dan sagu lumer. Peserta mengikuti proses produksi mulai dari persiapan bahan, teknik pencampuran, pemanggangan, hingga pengemasan sederhana. Kegiatan ini merupakan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui praktik langsung lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan masyarakat (Lestari 2018. Sari et Handayani 2. Untuk menggambarkan perubahan yang dialami peserta, berikut ditampilkan ringkasan perbedaan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan: ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Tabel 1. Perubahan Peserta Sebelum dan Sesudah Kegiatan Pengabdian Aspek Pemahaman BMC Keterampilan Sebelum kegiatan Belum mengenal konsep penyusunan model bisnis Sebagian keterampilan membuat kue berbasis kelapa Ragu terhadap peluang usaha berbasis Belum ada ide pengembangan olahan Sikap/Motivasi Inovasi produk Sesudah kegiatan Mampu mengidentifikasi segmen pasar dan nilai produk Semua peserta mampu membuat kastengel dan sagu lumer secara mandiri Termotivasi mencoba usaha kecil dari produk kelapa Mulai memikirkan diversifikasi olahan berbasis kelapa Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis dan dorongan motivasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil yang diperoleh memperkuat pentingnya pendekatan pelatihan terpadu yang menggabungkan pemaparan materi kewirausahaan dan keterampilan pengolahan produk, sehingga masyarakat dapat lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi (Amin & Yusuf 2020. Wati & Nugroho 2021. Kurniawan Saputri 2023. Nugraheni & Astuti 2. Gambar 2 merupakan peserta beserta sampel produk hasil kegiatan. Gambar 2. Peserta Beserta Sampel Produk Hasil Kegiatan Secara keseluruhan, capaian kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-5 tentang Gender Equality dan tujuan ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian dengan mitra anggota Nasyiatul Aisyiyah Kota Jayapura meningkatkan pemahaman kewirausahaan melalui Business Model Canvas serta keterampilan praktis dalam mengolah kelapa menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti kastengel dan sagu lumer. Pemberdayaan berbasis potensi lokal efektif mendorong peran perempuan muda dalam memperkuat ekonomi keluarga dan komunitas. Hasil ini relevan dengan pencapaian SDG 5 dan SDG 8, serta dapat dijadikan model pengabdian yang aplikatif untuk daerah lain dengan karakteristik serupa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 DAFTAR REFERENSI Amin R. Yusuf L. Peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan pengolahan pangan Jurnal Abdi Desa. :89Ae95. Arisandi D. Apriani A. Sari WK. Weya T. Strategi pengembangan usaha agribisnis kelapa di Distrik Muara Tami perbatasan RI-PNG. Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian. :145Ae160. Arisandi D. Apriani A. Sari WK. Enumbi D. Studi perkembangan agribisnis kelapa dengan pendekatan Business Model Canvas di Distrik Muara Tami perbatasan RI-PNG. Jurnal Agribisnis Indonesia. :15Ae26. Fatmawati F. Ramdhani A. Santosa RH. Women-friendly and child-caring village: The role of Nasyiatul Aisyiyah. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. :45Ae53. Handayani M. Pelatihan variasi kue kering modern sebagai keterampilan wirausaha. Jurnal Pengabdian. :112Ae120. Hidayati N. Rahman M. Capacity building Nasyiatul Aisyiyah dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara. :210Ae Kurniawan H. Pelatihan kewirausahaan berbasis olahan pangan lokal untuk perempuan desa. Jurnal Abdi Mandiri. :101Ae110. Lestari S. Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan kue kering. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. :75Ae82. Manwan SW. Lestari MS. Dominanto GP. Potensi, kendala dan peluang pengembangan agribisnis kelapa rakyat di Kabupaten Sarmi. Papua. BPTP Papua. Nugraheni F. Astuti Y. Kapasitas perempuan dalam pengembangan produk pangan sehat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. :77Ae85. Pratiwi R. Handayani S. Aminah L. Peran kader Nasyiatul Aisyiyah dalam kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. :99Ae107. Rachmawati E. Pemberdayaan perempuan melalui kader Nasyiatul Aisyiyah dalam wirausaha lokal. Jurnal Abdi Masyarakat. :55Ae62. Saputri A. Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan produk pangan UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani. :56Ae64. Sari R. Anisah N. Wulandari T. Pelatihan pembuatan kue kering berbasis kearifan lokal untuk ibu-ibu PKK. Jurnal Abdi Kreatif. :33Ae41. Suryani D. Literasi media kader Nasyiatul Aisyiyah dalam menghadapi Pemilu. Jurnal Ilmu Komunikasi. :135Ae148. United Nations Development Programme. Human development report 2016: Human development for everyone. New York: United Nations Development Programme. Wati D. Nugroho A. Capacity building masyarakat desa melalui UMKM pangan. Jurnal Pemberdayaan. :45Ae53. ISSN : 2828-5700 .