JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif. UPN AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia wahyu1331@gmail. lukman_arif. adneg@upnjatim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program Kampunge Arek Suroboyo (KAS-RPA) dalam mencegah angka kekerasan pada anak yang terjadi di kota surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari teori menurut Budiani . yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Program KAS-RPA dikatakan belum efektif, hal ini dapat dilihat dari indikator teori yang digunakan yaitu indikator sosialisasi program sangat penting dilakukan untuk penyebaran informasi terkait alur pelaksanaan program KAS-RPA, hal tersebut belum berjalan dengan efektif karena terbatasnya sumber daya manusia dan kurangnya pengetahuan dari pendamping. Namun dari indikator ketepatan sasaran program, tujuan program dan pemantauan program terlihat sudah berjalan dengan sesuai. Kata kunci: Efektifitas Program. KAS-RPA. Kekerasan Anak Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the Kampunge Arek Suroboyo (KAS-RPA) program implementation in preventing child violence in the city of Surabaya. The research method employed is a qualitative approach using descriptive analysis, with data collected through interviews, observations, and The findings indicate that based on the theoretical framework by Budiani . , which includes program target accuracy, program socialization, program objectives, and program monitoring, the KAS-RPA program is considered not yet effective. This is particularly evident in the program socialization indicator, which plays a crucial role in disseminating information related to the program's implementation The socialization effort has not been effective due to limited human resources and inadequate knowledge among program facilitators. However, the indicators of program target accuracy, program objectives, and program monitoring have been implemented appropriately and are showing satisfactory Keyword: Child Violence. KAS-RPA. Program Effectiveness PENDAHULUAN Marak banyak kasus terjadinya kekerasan terhadap anak biasanya terjadi di keluarga yang miskin atau lingkungan buruk (Natika, 2. Fenomena yang dikategorikan sebagai kekerasan pada anak yang nampak pada sekelompok ras, kesenjangan ekonomi, dan perbedan budaya (Tuharea. Supriatna, & Suwanda, 2. Terlihat jelas adanya kesenjangan yang mencolok dengan tingginya kasus kekerasan anak di Surabaya Dalam statistik kasus kekerasan anak yang Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif dilaporkan di Surabaya dalam 5 tahun terakhir pada tahun 2020 hingga 2024: Gambar 1. 1 Jumlah Kasus Kekerasan Anak Sesuai informasi yang diberikan oleh Badan Perlindungan Anak Jawa Timur, selama lima tahun terakhir, kota Surabaya telah menyaksikan lonjakan insiden yang melibatkan kekerasan terhadap anak-anak dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2024, data terbaru menunjukkan pada bulan Januari hingga Agustus sebanyak 129 kasus kekerasan pada anak. Untuk menanggapi berbagai kasus. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Layanan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) adanya inovasi dengan tujuan untuk mengaktualisasikan perlindungan anak dengan landasan terbentuknya pelaksanaan Evaluasi Kota Layak Anak oleh Kementerian yaitu program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA) dari tahun 2022 (Shafiya, 2. Program KAS-RPA dilandasi dari Peraturan Walikota Surabaya Nomor 63 Tahun 2016 tentang Pembentukan Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, yang mengatur tentang tugas, fungsi, wewenang, susunan, dan mekanisme kerja Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, yang merupakan salah satu mitra strategis dalam pelaksanaan program KAS-RPA. Program KAS-RPA terdiri dari 5 program yang terdiri dari Kampung Belajar. Kampung Sehat. Kampung Asuh. Kampung Aman, dan Kampung Kreatif dan Produktif. Program ini adalah upaya untuk mengukur dan mengevaluasi respons masyarakat terhadap perilaku tidak pantas terhadap anak-anak. Ini juga mengajarkan tentang mendorong respons gender dan kelayakan anak, terutama di lingkungan kampung. Berbagai macam kegiatan akan diadakan dalam program KAS-RPA yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat wilayah kampung terutama anak-anak dan remaja di sekitar dengan waktu yang fleksibel. Berdasarkan adanya program KAS-RPA maka penulis ingin mengetahui keefektivan program dalam memberikan perlindungan dan keamanan bagi anakAeanak kota Surabaya untuk mencegah kasus kekerasan serta ancaman pada dari lingkungan luar terutama di wilayah kampung dengan tujuan program untuk meningkatkan pemberdayaan wilayah kampung dalam memastikan mereka menjadi lebih mahir dan responsif dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk melaksanakan kegiatan mendeskripsikan suatu hal secara mendetail dan memudahkan peneliti dalam memperoleh kebenaran melalui observasi yang teliti. Metode penelitian ini berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau enterpretif yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek ilmiah (Sugiyono, 2. Peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data, dengan cara triangulasi . abungan wawancara, observasi, dokumentas. , data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif bersifat memahami makna, keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas program KAS-RPA dalam Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif pencegahan kekerasan terhadap anak di Surabaya yang mengacu pada teori Budiani . 7: . , meliputi ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Balai RW 01 Kelurahan Kandangan. Balai RW 10 Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Balai RW 11 Kelurahan Semolowaru. Temuan penelitian diperoleh melalui pelaksanaan wawancara, kunjungan ke lokasi, dan mendokumentasikan kegiatan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data yang berasal dari data primer. Data utama diperoleh melalui wawancara serta kunjungan lapangan yang melibatkan masyarakat sebagai responden dalam penelitian, seperti kepala atau staf kelurahan, ketua RW, serta orang tua dan anak. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data mencapai kejenuhan dan dengan maksud untuk mengukur efektivitas program KAS-RPA dalam mencegah kasus kekerasan terhadap anak di kota Surabaya (Syafrudin, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penanganan Perlindungan Anak Oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Pada tingginya kasus kekerasan pada anak di Kota Surabaya yang meningkat setiap Data terakhir pada tahun 2024 berjumlah 129 kasus kekerasan anak, dengan minimnya kepedulian dan pengetahuan masyarakat terhadap perlindungan anak baik di lingkungan rumah maupun lingkungan luar untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) memiliki tugas dan kewenangan yang berperan dalam permasalahan kasus tersebut. Fokus penelitian yakni untuk mengetahui serta mendeskripsikan tentang efektivitas dalam Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA) di tiga kelurahan Kota Surabaya yaitu Kandangan. Tanah Kali Kedinding. Semolowaru dengan berdasarkan hasil implementasi dari indikator pada evaluasi kota layak anak sehingga dasar dari terbentuknya inovasi program oleh kementrian pA. Kota Surabaya memiliki peraturan daerah sebagai regulasi dasar atas penyelenggaraan perlindungan anak yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sendiri, untuk ikut berpartisipasi dalam perlindungan anak. Pada tahun 2024, data terbaru menunjukkan pada bulan Januari hingga Agustus sebanyak 129 kasus kekerasan pada anak. Hal ini menunjukkan kewajiban serta hak yang dimiliki oleh seorang anak sangat rentan dari keamanan dan perlindungan di lingkungan sekitar sehingga pemerintah dapat menentukan langkah apa yang diambil untuk melakukan perlindungan anak, baik dari segi upaya pencegahan dari tindakan kekerasan maupun upaya penanganan korban kekerasan anak. Wawancara dengan Bapak Dicky selaku Staf Bidang Pengarusutamaan Hak Anak serta Staf Khusus Program KAS-RPA memberikan penjelasan bahwa upaya penanganan korban kekerasan pada anak telah dilakukan oleh pemerintah kota dengan optimal hingga kesetiap penjuru kampung sehingga penanganan yang dilakukan bisa langsung terlapor dan ditindaklanjuti guna memberi keamanan bagi anak-anak. Pelaksanaan Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan Dan Anak (KAS-RPA) Program ini telah diimplementasikan di beberapa kampung di Surabaya sejak tahun 2022 hingga saat ini dan telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan hak-hak perempuan dan anak di Surabaya. Diselenggarakan oleh DP3APPKB Kota Surabaya serta bekerja sama dengan warga, kelurahan. Kecamatan, dan Universitas yang ada di wilayah Surabaya. Latar belakang diadakannya program ini yaitu berkaitan dengan surabaya yang berasal dari aglomerasi Selain itu juga sebagai penguatan budaya arek yaitu gotong royong, rasa memiliki, toleran, kebersamaan, tolong-menolong, serta kepedulian dalam mewujudkan kota yang Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif responsif perempuan dan layak anak. Konsep program KAS-RPA ini menekankan prinsip inisiasi dan pemberdayaan secara partisipatif warga kampung dan bukan hanya sekedar lomba semata. Tujuan dari KAS-RPA yaitu terciptanya lingkungan kampung yang nyaman, kondusif, responsif, ramah, serta layak dalam menjamin pemenuhan hak anak dan mengupayakan pemberdayaan perempuan secara optimal. Berikut mekanisme pelaksanaan program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA), yaitu: Tahap persiapan Meliputi advokasi dan sosialisasi program KAS-RPA kepada seluruh pemangku kepentingan, pembentukan tim penggerak KAS-RPA di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan, serta pemetaan dan analisis situasi perempuan dan anak di setiap kampung. Tahap perencanaan Meliputi penyusunan rencana aksi KAS-RPA di setiap kampung, yang disesuaikan dengan kebutuhan, prioritas, dan potensi masing-masing kampung, serta penetapan anggaran, sumber daya, dan indikator kinerja program KAS-RPA. Tahap pelaksanaan Meliputi pelaksanaan kegiatan-kegiatan KAS-RPA di setiap kampung, sesuai dengan rencana aksi yang telah disusun, dengan melibatkan partisipasi aktif dan kreatif dari perempuan dan anak, serta memanfaatkan sumber daya yang ada di kampung tersebut. Tahap Pelaksanaan juga akan berjalan terus dari kampung ke Tingkat Kelurahan. Kemudian ke Tingkat Kecamatan, terakhir di Tingkat Kota. Tahap monitoring dan evaluasi Meliputi monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan KASAe RPA di setiap kampung, dengan menggunakan indikator-indikator yang telah ditetapkan, serta memberikan umpan balik dan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan program KASAe RPA di masa depan. Gambar 3. 1 Mekanisme pelaksanaan program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) Sasaran dalam program ini meliputi seluruh kampung yang ada di Kota Surabaya, yang terdiri dari 153 kelurahan dan 31 kecamatan. Peran dari kelurahan adalah terpenting dalam program KAS-RPA yaitu sebagai pelaksana, pemantauan atau pendampingan, dan pelaporan untuk segala program KAS-RPA di tingkat kelurahan serta memberikan dukungan dan fasilitator kepada tim penggerak KAS-RPA dan masyarakat. Dalam keikutsertaan program ini, peneliti memilih 3 kelurahan dengan perbedaan wilayah di kota Surabaya antara lain: kelurahan Kandangan wilayah kampung RW 01. Kelurahan Tanah Kali Kedinding wilayah kampung RW 10, dan Kelurahan Semolowaru wilayah kampung RW 11. Untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program KAS-RPA, setiap kelurahan diharapkan dapat fokus pada lima indikator kampung yang menjadi sasaran program KAS-RPA, sebagai berikut: Indikator Kampung Aman yaitu indikator yang digunakan untuk menilai dan mengukur tingkat keamanan dan perlindungan perempuan dan anak di kampung. Indikator Kampung Belajar yaitu indikator yang digunakan untuk menilai dan mengukur tingkat akses dan kualitas pendidikan bagi perempuan dan anak di kampung. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif Indikator Kampung Sehat yaitu indikator yang digunakan untuk menilai dan mengukur tingkat kesehatan dan kesejahteraan perempuan dan anak di kampung. Indikator Kampung Asuh yaitu indikator yang digunakan untuk menilai dan mengukur tingkat tumbuh kembang dan partisipasi perempuan dan anak di kampung. Indikator Kampung Kreatif dan Produktif yaitu indikator yang digunakan untuk menilai dan mengukur tingkat pemberdayaan dan kesetaraan ekonomi perempuan dan anak di Ketetapan Sasaran Program Ketetapan sasaran program merupakan akurasi target yang berkaitan dengan tingkat keselarasan antara peserta program dan target program yang telah ditentukan, memastikan pemahaman komprehensif tentang program oleh para pesertanya. Keselarasan sasaran Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA) dengan sasaran utama yaitu anak-anak, yang merupakan kelompok yang paling rentan dan berhak mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan khusus, serta menjadi subjek dan agen pembangunan. Implementasi program KASAeRPA yang dilakukan oleh kampung terpilih yang ditunjuk langsung oleh kelurahan untuk berpartisipasi dengan memastikan efektivitas dan efisiensi program berdasarkan lima indikator kampung yaitu kampung aman, kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, dan kampung kreatifAeproduktif. Dari kelima indikator tersebut dapat menentukan ketetapan sasaran program dari kampung yang ikut serta dan sesuai dengan pelaksanaan saat di lapangan. Dari indikator tersebut juga akan dapat menilai pemenuhan dan pemahaman pengetahuan masyarakat tentang perlindungan anak serta kesetaraan gender yang ada di kota Surabaya. Berikut penjabaran ketetapan sasaran program berdasarkan 5 indikator kampung, antara Kampung Aman Dalam indikator kampung aman yaitu mengharapkan adanya inovatif kampung yang berkembang dalam bentuk keamanan serta kenyamanan terhadap anak-anak di lingkungan kampung Dengan hal tersebut, kelurahan mengkoordinasikan dengan kesesuaian indikator dari kampung aman tersebut. Dari penjabaran diatas, peneliti memilih 3 kelurahan yang berada di kota Surabaya yaitu Kelurahan Kandangan. Kelurahan Tanah Kali Kedinding, dan Kelurahan Semolowaru. Kampung Belajar Penjabaran ini berisikan indikator yang menginginkan anak-anak menjadi penerus generasi emas yang bisa diterapkan secara menempuh pendidikan pengetahuan serta eksplorasi mulai dari lingkup kecil atau di lingkungan kampung. Harapan pemerintah menciptakan kegiatan kampung belajar akan sesuai penilaian program KAS-RPA yang dapat diikuti oleh anak-anak dan remaja di sekitar mereka. Maka bagi masing-masing kelurahan yang berkoordinasi dengan kampung terpilih untuk menciptakan kegiatan yang menarik minat anak-anak di kampung sekitar untuk giat belajar tanpa adanya perbedaan dan tanpa membatasi gender. Kampung Sehat Indikator ini menjelasakan untuk memperhatikan kesehatan anak yang sering rentan terhadap penyakit dengan marak terjadi kasus stunting atau gizi buruk yang menjadi kekhawatiran bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, program KAS-RPA dengan indikator kampung sehat untuk menjaga kesehatan gizi anak dan menjamin kesejahteraan anak-anak di Kota Surabaya. Bentuk koordinasi dengan kampung terpilih untuk menciptakan kegiatan yang menarik minat anak-anak di kampung sekitar menjadi sehat dengan tumbuh kembang sesuai dengan usia. Kampung Asuh Kampung Asuh yaitu dengan penyediaan melalui fasilitas seperti taman bermain dan permainan tradisional, tempat penitipan anak untuk anak yang ditinggal bekerja oleh orang tuanya dan kebebasan berekspresi di ruang publik. Kampung Asuh bertujuan meningkatkan kepedulian Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif masyarakat terhadap anak-anak. Selain itu, program kampung asuh membangun TIM PUSPAGA dan ruang konseling untuk keluarga yang ingin berbicara tentang masalah hidupnya. Faktorfaktor tertentu pasti memengaruhi keberhasilan pelaksanaan kebijakan atau program. Kampung Kreatif dan Produktif Kegiatan yang menciptakan kreatifitas anak-anak menjadi lebih inovatif dengan berbagai macam media yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketetapan sasaran program pada Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA) yang membagi dengan 5 indikator, bahwa sudah cukup tepat sasaran dengan melaksanakan program ini berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi utamanya, dan setiap sasaran dilakukan koordinasi bersama antar pemerintah kota, pendamping, dan peserta. Selain itu, tujuan kegiatan program dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan di lapangan. Sasaran yang ditetapkan khusus untuk masyarakat terutama anak-anak di kota Surabaya yang menjadikan sasaran telah sesuai. Jadi, berdasarkan indikator ketepatan sasaran program, program perlindungan anak ini telah mencapai tujuannya atau telah Sosialisasi Program Sosialisasi program menunjukkan melalui kemahiran pelaksana program dalam menyampaikan informasi atau melakukan sosialisasi untuk melibatkan peserta program sasaran dan masyarakat luas mengenai program yang sedang berjalan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) memberikan sosialisasi untuk tiap dari perwakilan kecamatan maupun kelurahan di kota Surabaya turut menjadi pendamping utama dalam mendukung keberhasilan program. Kegiatan sosialisasi menyertakan para hadirin dari perwakilan kecamatan, kelurahan dan pengurus lainnya. Mereka secara aktif ikut serta sosialisasi yang disampaikan dari pendampingan, dan membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) di bidang Pengarusutamaan Gender dan Peran Aktif Perempuan mengadakan berupa sosialisasi program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA). Kegiatan sosialisasi dilakukan saat pertemuan di Gedung balai pemerintah kota surabaya yang diikuti kurang lebih 153 perwakilan di seluruh kecamatan atau kelurahan Kota Surabaya. Termasuk Kelurahan Kandangan. Kelurahan Tanah Kali Kedinding, dan Kelurahan Semolowaru mengikuti rangkaian sosialisasi tersebut. Sosialisasi yang dilaksanakan pada 06 Juni 2024. Kegiatan ini menjadi penting untuk diagendakan sebagai alur program tersebut. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) di Bidang Pengarusutamaan Gender dan Peran Aktif Perempuan melakukan adanya sosialisasi yang menjadi penting dalam menyampaikan berbagai materi dan informasi terkait pelaksanaan program KASRPA agar masyarakat yang berada dikampung yang berpartisipasi dapat memahami dan melaksanakan program dengan sesuai. Meskipun sempat mengalami kendala pada masa covid yang melakukan sosialisasi berbasis online melalui aplikasi Zoom namun, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) berupaya semaksimal mungkin untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan sesuai dengan alur yang telah Dan terlihat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) melakukan evaluasi guna sosialisasi yang dilaksanakan tahun berikutnya lebih baik dan memudahkan para peserta untuk memahami materi serta alur pelaksanaan program saat dilaksanakan. Tak hanya itu, adanya penambahan dengan melibatkan sivitas akademik sebagai kolaborasi lintas sektor sebagai upaya menyukseskan sosialisasi tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan alur pelaksanaan program, dari penyusunan portofolio hingga Hasil sosialisasi kemudian diteruskan oleh pihak kelurahan kepada warga Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif kampung yang terlibat dalam program, dengan pendampingan oleh mahasiswa. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kordinasi awal antara mahasiswa dan warga, tetapi pelaksanaan sosialisasi mendapat respon positif dari masyarakat. Program ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan civitas akademik, demi memastikan mesyarakat memahami isi program dan dapat terlibat aktif dalam Tujuan Program Tujuan program mengacu pada tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan program yang telah ditentukan. Selain itu, keselarasan antara tujuan yang telah ditetapkan dan tujuan yang dicapai mempunyai implikasi positif, sehingga menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi fungsi Dari tujuan dari program KASAeRPA adalah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan anak di tingkat kampung yang ditunjuk oleh kelurahan, agar lebih responsif menangani masalah yang melibatkan anak, seperti kekerasan, diskriminasi, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan partisipasi. Pemantauan Program Pemantauan program merupakan upaya yang dilakukan untuk menilai hasil program yang dilaksanakan secara komprehensif. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APPKB), bertindak sebagai pengarah utama dengan menyediakan panduan teknis, pelatihan, dan supervisi secara berkala yang mengarahkan mahasiswa sebagai pendamping kampung untuk mengkoodinir kampung yang belum selesai pengerjaan portofolio dan mengecek fasilitas dari indikator 5 kampung yang terealisasi masih memadai. Pembahasan Ketetapan Sasaran Program Dalam teori Budiani . menjelaskan bahwa ketepatan target program mengukur kesesuaian program dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan mempertimbangkan keterlibatan peserta yang dituju. Penilaian ini memberikan wawasan tentang keselarasan pelaksanaan program dengan tujuannya. Untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program KAS-RPA, setiap kelurahan diharapkan dapat fokus pada 5 kampung yang menjadi sasaran program KAS-RPA yaitu kampung aman, kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh dan kampung kreatif-produktif. Hal ini akan memudahkan koordinasi, monitoring, dan evaluasi program KAS-RPA di tingkat kelurahan. Selain itu, hal ini juga akan meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaan program KAS-RPA di kampung. Ketepatan sasaran utama dalam program ini yaitu anak di setiap kampung di Surabaya yang merupakan kelompok yang paling rentan dan berhak mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan khusus, serta menjadi subjek dan agen pembangunan. Hal tersebut menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya telah berkomitmen dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi anak. Dari Program KASRPA (Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Ana. menjadikan wujud nyata komitmen tersebut. Dan program ini menempatkan sasaran yang tepat untuk mewujudkan Kampung Ramah Perempuan dan Anak (KRPA) di wilayah masing-masing. Untuk mengukur efektivitas suatu program dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut: ketetapan program, ketepatan pelaksana, ketepatan target, ketepatan lingkungan, dan ketepatan proses. Suatu program dapat dikatakan efektif apabila tindakan yang dilakukan sesuai dengan hasil yang diharapkan (Yolanita & Yuniningsih, 2. Dalam hal ini, upaya pemerintah Kota surabaya untuk memfokuskan setiap kelurahan pada lima jenis kampung yaitu: kampung aman, kampung sehat, kampung belajar, kampung asuh, dan kampung kreatif-produktif adalah bentuk implementasi ketetapan program dan Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif Merujuk pada (Setiyowati & Indartuti, 2. Ketetapan sasaran suatu program yaitu dilihat dari sejauh mana seorang peserta dalam program dapat tepat menerima sasaran program. Dalam hal ini anak-anak di kampung menerima intervensi program secara tepat. Anak sebagai kelompok yang rentan diposisikan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagi subjek aktif dalam proses pembangunan. Ketetapan sasaran juga merupakan kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke sasaran atau target sesuai dengan kemampuannya yang berkaitan dengan sejauh mana peserta program tepat dengan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya (Garmana et al. , 2. Sosialisasi Program Tujuan sosialisasi yaitu memberikan bekal keterampilan kepada masyarakat untuk diterapkan ke lingkup yang lebih luas, sosialisasi yang diberikan kepada individu dapat digunakan modal dasar untuk belajar besosialisasi sehingga mudah diterima dalam lingkungan bermasyarakat, meningkatkan kemampuan berkomunikasi individu sosialisasi dapat membuat seseorang bertukar informasi dengan orang lain, mengembangkan kejiwaan seseorang sehinga mampu untuk mengevaluasi diri dengan tepat. Selain itu sosialisasi bukan hanya tentang penyediaan pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan sikap, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan fungsi sosial individu dalam masyarakat (Rahmadina et al. , 2. Dalam Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAeRPA) terdapat 121 pelaksanaan sosialisasi guna pembagian informasi tentang program kepada masyarakat atau partisipasi yang ikut serta dalam program tersebut, berada teori Budiani . menjelaskan betapa pentingnya peran penyelenggaraan kepada masyarakat, terutama untuk menjalankan program. sehingga informasi tentang bagaimana program dijalankan dapat dikomunikasikan dengan jelas. Ini sangat penting untuk disampaikan kepada sasaran agar program dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan uraian hasil diatas menunjukkan BAHWA selama sosialisasi, pendamping memberi arahan kepada peserta tentang persiapan dokumen dan prosedur pelaksanaan program KAS-RPA. Selain itu, pendamping telah mengatakan sesuai dengan mekanisme dan tujuan program. Ini menunjukkan bahwa program KAS-RPA telah tersosialisasi dengan baik, seperti yang ditunjukkan dari respons dan tanggapan positif dari masyarakat yang menjadi sasaran program. Namun dalam pelaksanaan sosialisasi masih terdapat terbatasnya dari segi penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan masih kurangnya pengetahuan pendamping terkait materi program KAS-RPA sehingga menimbulkan kurangnya interaksi dan koordinasi antar pendamping dan peserta. Strategi untuk mencapai penyampaian sosialisasi yang efektif dan efisien dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kemampuan serta pengetahuan komunikasi tentang sosialisasi kepada pendamping agar memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat (Aprilia M. Yusuf M, & Arif , 2. Tujuan Program Tercapainya tujuan yaitu sejauh mana tujuan program hasil yang didapatkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Anis et al. , 2. Selain itu pencapaian tujuan menyeluruh, sejauh mana organisasi melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan, dalam hal ini penilaian umum dengan sebanyak mungkin kriteria tunggal dan menghasilkan penilaian umum efektivitas organisasi (Halisah et al. , 2. Dalam KASRPA juga bertujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dimulai dari kampung-kampung yang memiliki karakteristik, berikut : Kampung Aman: kampung yang bebas dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak, serta memiliki mekanisme perlindungan dan penegakan hukum yang efektif. Kampung Belajar: kampung yang memberikan akses dan kesempatan yang sama bagi perempuan dan anak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, baik formal maupun nonVolume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif formal, sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kampung Sehat: kampung yang memenuhi standar kesehatan lingkungan, sanitasi, dan gizi, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu bagi perempuan dan anak, termasuk kesehatan reproduksi dan seksual. Kampung Asuh: kampung yang mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak secara optimal, melalui penyediaan fasilitas dan kegiatan yang bersifat edukatif, rekreasi, dan sosial, serta menghargai hak-hak perempuan dan anak sebagai subjek pembangunan. Kampung Kreatif dan Produktif: kampung yang memberdayakan potensi dan keterampilan perempuan dan anak, serta memberikan akses dan kesempatan yang adil bagi perempuan dan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Pemantauan Program Pemantauan program menurut Budiani . , adalah kegiatan berkelanjutan yang bertujuan untuk menentukan sejauh mana keberhasilan yang dicapai melalui program yang Penambahan adanya evaluasi membantu dalam memahami hasil dari upaya program kedepannya. Menurut . arhani & Adnan, 2. dalam (Anis et al. , 2. pemantauan sebuah program dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap suatu program dan membandingkan hasil yang telah dicapai dari program tersebut. Apabila suatu ketika terjadi kesalahan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya maka dapat dilakukan sebuah evaluasi serta memperbaikinya dengan penanganan khusus. Dalam pemantauan program KAS-RPA yang dilaksanakan adanya monitoring dan evaluasi yang menjadi suatu kegiatan yang dilakukan setelah dilaksanakannya program telah ditetapkan sebelumnya sebagai bentuk perhatian kepada peserta program (Setiyowati & Indartuti, 2. Hal itu berisi tentang tujuan, sasaran, indikator, metode, instrumen, dan mekanisme monitoring dan evaluasi program KAS-RPA. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur kinerja, dampak, dan manfaat KAS-RPA bagi penerima manfaat dan pemangku kepentingan. Sasaran monitoring dan evaluasi meliputi aspek input, proses, output, outcome, dan impact. Indikator monitoring dan evaluasi disusun berdasarkan logika intervensi KAS-RPA yaitu relevansi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Tujuan ini untuk menyampaikan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu tentang pelaksanaan dan pencapaian KAS-RPA kepada pemangku kepentingan. Jenis pelaporan terdiri dari laporan bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, dan akhir. Jadwal pelaporan ditentukan berdasarkan periode pelaksanaan dan evaluasi KAS-RPA. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di tiga kelurahan di Kota Surabaya, dapat disimpulkan bahwa Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASAe RPA) telah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam melindungi anak-anak dari kekerasan, terutama pada indikator ketepatan sasaran, tujuan program, dan pemantauan Program ini telah berhasil menyasar kelompok rentan yaitu anak-anak dan perempuan, serta dilaksanakan dengan koordinasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor Namun demikian, efektivitas program masih menghadapi kendala pada aspek sosialisasi. Pelaksanaan sosialisasi belum merata karena keterbatasan sumber daya manusia serta rendahnya pemahaman pendamping terhadap isi dan tujuan program. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemahaman masyarakat terhadap peran dan manfaat KASAeRPA. Tujuan utama program dalam menciptakan kampung yang aman, sehat, kreatif, asuh, dan mendukung pendidikan telah diterapkan dengan pendekatan partisipatif. Pemantauan dan evaluasi secara berkala oleh Dinas DP3APPKB serta kolaborasi dengan mahasiswa pendamping telah memperkuat upaya pengawasan dan pelaksanaan program. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Efektivitas Pelaksanaan Program KAS-RPA Terhadap Perlindungan Anak Di Kota Surabaya Rizky Wahyu Sri Utami. Lukman Arif Dengan demikian, meskipun secara umum program KASAeRPA telah berjalan sesuai arah dan fungsi utamanya, masih diperlukan peningkatan pada aspek komunikasi dan pelibatan masyarakat secara menyeluruh guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas program dalam mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan kampung-kampung Kota Surabaya. Saran Berdasarkan pembahasan diatas, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: Diharapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) kota Surabaya menata kembali mengenai mekanisme pelaksanan program Kampunge Arek Suroboyo-Ramah Perempuan dan Anak (KASRPA) yang dianggap menyita banyak waktu sehingga dapat menarik banyak masyarakat untuk ikutserta dalam program. Diharapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya memberikan fasilitas pelatihan kepada staf khusus serta pihak luar sebelum pelaksanaan program berlangsung untuk pemahaman koordinasi yang lebih terarah. Diharapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3APPKB) kota Surabaya memperkuat regulasi dengan membuat kebijakan khusus mengenai program Kampunge Arek Suroboyo-Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) dalam menunjang Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak. DAFTAR PUSTAKA