BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 1. Juni 2025. Hal 107 - 116 Pengaruh Komite Audit dan Financial Distress terhadap Integritas Laporan Keuangan Oleh : Info Artikle : Sunardi1 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia sunardifeb@gmail. Diterima : 15 April 2025 Direview : 20 April 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 Fenti Astrina2 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia fentyasterina1@gmail. Co Author *sunardifeb@gmail. ABSTRACT Research Objectives, to explore the effective audit committee can improve the integrity of financial reports, and financial distress conditions can affect the integrity of financial reports. Research methodology, data used secondary data, population and sample of 18 companies with 4 years of observation . , data analysis method panel data regression with stata. The results of the analysis show that the audit committee in carrying out its duties and functions focuses on supervising the implementation of regulations and the implementation of accounting standards so that financial reports are presented honestly, transparently and accountably. Furthermore, in conditions of financial distress, it does not think about engineering financial reports, as evidenced by the financial distress score> 1. While the size of the company as a control variable is also not seen, the size of small and large companies is different in the preparation of financial reports. The conclusion is that the audit committee has an effect on the integrity of financial reports, then financial distress and company size do not affect the integrity of financial reports. Keywords: Financial Distress. Financial Report Integrity. Audit Committee. Company Size ABSTRAK Tujuan Penelitian, untuk mengeksplorasi komite audit yang efektif dapat meningkatkan integritas laporan keuangan, dan kondisi financial distress dapat mempengaruhi integritas laporan keuangan. Metodologi penelitian, data yang digunakan data sekunder, populasi dan sampel sebanyak 18 perusahaan dengan 4 tahun amatan . , metode analisis data regresi data panel dengan stata. Hasil analisis menunjukkan bahwa komite audit dalam menjalankan tugas dan fungsinya berfokus pada pengawasan terhadap implementasi regulasi, dan penerapan standar akuntansi sehingga laporan keuangan disajikan secara jujur, transparan dan akuntabel. , selanjutnya Dalam kondisi financial Distress manajer tidak berpikir untuk merekayasa laporan keuangan indikasinya dinyatakan skor financial distress > Sementara ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol juga tidak terlihat, bahwa ukuran perusahaan kecil dan ukuran besar berbeda dalam penyusunan laporan keuangan. Simpulan, komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan selanjutnya financial distress dan ukuran perusahaan tidak mempengaruhi integritas laporan keuangan. Kata Kunci: Finacial Distress. Integritas Laporan keuangan. Komite Audit. Ukuran Perusahaan *Corresponding AuthorAos Email : balance. aktfeb@gmail. ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 http://jurnal. um-palembang. id/balance Sunardi. Fenti PENDAHULUAN Penyebab perusahaan pada tahun 2024 adalah jumlah utang yang terus bertambah baik utang kepada bank, obligasi dan pihak ketiga lainnya, selain itu beban usaha bertambah karena harus membayar beban bunga, masalah internal dan eksternal perusahaan, pendapatan menurun karena volume penjualan turun, sehingga jumlah utang lebih besar daripada asset yang dimiliki dengan kata lain beberapa perusahaan yang dinyatakan pailit, karena memiliki kesulitan keuangan. Selain itu kejaksaan agung melakukan pemanggilan beberapa komite audit perusahaan untuk diminta keterangan sehubungan (Darmasnyah. , dkk, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efektifitas komite audit dapat dilihat adanya peningkatan kualitas laporan keuangan dan penguatan integritasnya atau sebaliknya. Jumlah komite audit yang berlatar belakang pendidikan akuntansi dapat meningkatkan integritas laporan keuangan (Sofia, 2. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Komite audit berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan (Pratiwi & Nofryanti, 2. , (Kurniawan & Fahrunniza, 2. , (Suroya et , 2. , (Sofia, 2. , (Putri et al. , 2. , (Abbas et al. , 2. Sementara Komite audit tidak laporanskeuangan(Christiana et al. , 2. (Wulandari. S et al. , 2. , (Nurhalizah et al. , 2. (Pratika & Primasari, 2. Selanjutnya faktor lain yang dapat mempengaruhi integritas laporan keuangan adalah kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kesulitan, yang sering kali mengarah pada terjadinya financial distress. Financial distress menggambarkan situasi perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya, yang dapat memengaruhi keputusan manajerial. Kebangkrutan . merupakan kondisi perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban membayar kepada kreditur, pemegang saham istimewa dan pihak lainya atau saat entitas dinyatakan pailit (Altman, 1. Dalam kondisi ini, perusahaan mungkin terdorong untuk melakukan manipulasi laporan keuangan untuk menutupi mempertahankan citra perusahaan dimata investor dan kreditor. Financial distress dapat memberikan tekanan yang signifikan pada perusahaan untuk mengubah laporan keuangan dengan cara yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Indikasi perusahaan mendekati kesuitan keuangan apabila rasio perbandingan total utang dengan total aset semakin meningkat (Brealey et al. , 2. Kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kesulitan mendorong untuk melakukan penyusunan laporan keuangan yang tidak benar dan tidak jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan (Wulandari. S et al. , integritas laporan keuangan dipengaruhi oleh financial distress (Nurhayadi et al. , 2. , (Kusuma et al. , 2. , (Dewi et al. , 2. , financial distress tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan (Azis & Annisa, 2. Cara penentuan ukuran perusahaan atau besar kecilnya sebuah perusahaan, riset ini menggunakan proksi total asset, entitas yang memiliki aset dalam jumlah yang besar dapat memotivasi investor dalam mengambil keputusan investasi pada entitas tersebut. Entitas yang besar mengungkapkan informasi yang lebih banyak . ull disclosur. , karena dihadapkan pada tekanan politis dari stakeholders yang lebih besar. ( (Sinaga et al. , 2. Menilai kinerja perusahaan salah perusahaan (Pervan & ViiN, 2. Investor ataupun calon investor dalam melakukan investasi lebih memilih entitas yang mempunyai aset besar, dengan alasan entitas dengan jumlah aset besar dapat menjalankan operasional lebih stabil. Entitas dengan aset besar dipandang sudah memiliki pengalaman yang banyak, sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan entitas yang kecil. (Abeyrathna & Priyadarshana, 2. Dalam dunia bisnis, integritas laporan keuangan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi keberlanjutan perusahaan, karena laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya menjadi dasar bagi pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan, seperti investor, kreditor, dan regulator. Penyajian laporan keuangan secara jujur, benar dan akurat merupakan karakteristik integritas laporan keuangan (Gani et al. , 2. Laporan keuangan yang berintegritas harus bebas dari manipulasi data Oleh karena itu, perusahaan diharapkan untuk menyusun laporan keuangan yang mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, tanpa adanya manipulasi atau ketidaksesuaian yang dapat merugikan pihak terkait. Untuk Sunardi. Fenti mengukur integritas laporan keuangan dapat menggunakan : . Indeks Conservatism yang dilakukan oleh (Penman & Zhang, 2. , . Model (Savitri, 2. dengan menggunakan market book to value, . Model (Givoly & Hayn, 2. dengan menggunakan Konservatisme akuntansi. Salah satu faktor yang diyakini dapat memengaruhi integritas laporan keuangan adalah keberadaan komite audit dalam struktur perusahaan. Komite audit memiliki peran yang strategis dalam mengawasi dan memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh manajemen telah memenuhi standar akuntansi yang berlaku serta bebas dari kesalahan material atau manipulasi. Tugas Komite audit diantaranya adalah menelaah laporan keuangan yang akan dikeluarkan dan menelaah atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Tujuan pembentukan Komite Audit adalah membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisari, komite audit minimal beranggotakan 3 orang . omisaris independent dan pihak luar emitan (POJK 57, 2. Komite audit dapat mencegah manipulasi laporan keuangan, sehingga laporan keuangan disajikan dengan tingkat integritas yang tinggi. Eksistensi komite audit transparansi, keterbukaan laporan keuangan, keadilan bagi stakeholders, dan pengungkapan informasi yang dilakukan oleh manajemen. Jumlah komite audit yang besar dapat menyelaraskan kepentingan manajemen dan pemegang saham sehingga komite audit dapat mencapai tujuan perusahaan, sehingga nilai perusahaan dapat dicapai tinggi dengan cara penyajian laporan keuangan yang berintegritas tinggi (Abbas et al. Beberapa perusahaan publik memenuhi aturan jumlah komite audit, misalnya jumlah komite audit hanya dua sedangkan ketentuan minimal tiga orang, sehingga kontribusinya terhadap informasi keuangan sangat minim mengakibatkan integritas laporan keuangan Kesulitan keuangan di beberapa perusahaan cenderung tinggi, rata rata sebesar 60,89 %, sehingga ketergantungan perusahaan dalam mengelola perusahaan tergantung pada utang, hal ini sangat rentan pada kebangkrutan perusahaan dan integritas laporan keuangan diragukan oleh stakeholders. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh komite audit dan kondisi financial distress terhadap integritas laporan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana peran dan tugas jumlah komite audit dalam peningkatan integritas laporan keuangan perusahaan dan kondisi financial distress dapat memberikan kontribusi terhadap integritas laporan keuangan yang disusun. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan perusahaan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan laporan keuangan yang transparan dan akurat. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaan variable kontrol ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan memengaruhi kemampuan dan efektivitas komite audit dalam mengawasi laporan keuangan, serta sejauh mana perusahaan dapat menghadapi tekanan dari kesulitan keuangan tanpa merusak integritas laporan keuangan mereka. Sebagai variabel kontrol, ukuran perusahaan membantu peneliti untuk mengeliminasi atau mengurangi pengaruh faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hasil analisis. KAJIAN PUSTAKA Teori Keagenan Teori pertentangan adanya kepentingan akibat dari kontrak perjanjian antara pemilik dengan manajemen(Jensen et al. , 1. Pada prinispnya teori keagenen dipandang bahwa manajemen dipandang sulit untuk dipercaya bahwa mereka bertindak untuk kepentingan prinsipal, sehinga perlu sebuah mekanisme pengendalian yang dapat meluruskan perbedaan kepentingan antara manajemen dengan pemagang saham. Mekanisme good governance diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan, sehingga mampu mereduksi konflik kepentingan atau good governance dapat mewujudkan laporan keuangan yang berintegritas tinggi. Untuk itu pihak manajemen harus dapat menyajikan informasi yang simetris atau informasi antara agen dan principal sama besarnya. Peran komite audit yang professional adalah mengontrol informasi keuangan dalam entitas mampu meminimalisir adanya konflik keagenan. Integritas Laporan Keuangan Penyajian laporan keuangan yang sebenarnya diharapkan dapat memberikan respon positif bagi pihak pemakai laporan keuangan dalam pengembilan keputusan (Fauziah & Panggabean, 2. Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 2, menyatakan Sunardi. Fenti bahwa laporan keuangan yang berintegritas adalah kondisi informasi laporan keuangan dilaporkan secara wajar dan tidak bias. Proksi integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan konservatisme serta keberadaan manipulasi laporan keuangan yang biasanya diukur dengan manajemen laba (Sofia, 2. Konsep penggunaan konservatisme akuntansi dalam laporan keuangan berperan dalam pengakuan, pengukuran dan pelaporan nilai dalam jumlah yang rendah untuk akun aktiva dan akun pendapatan, selanjutnya nilai yang tinggi untuk akun kewajiban dan akun beban (Kusuma et al. Prinsip konservatisme bermanfaat untuk proses pelaporan karena dapat memberikan gambaran tentang kondis keuangan dimasa Komite Audit Komite audit memiliki peran dalam hal memelihara kredibilitas proses penyusunan laporan keuangan. Selain itu, pengalaman dan pengetahuan komite audit mengenai pengendalian intern akan meningkatkan kualitas laporan keuangan sehingga informasi yang dihasilkan dapat dipercaya (Christiana et al. , 2. Komite Audit berfungsi untuk melakukan pengawasan manajemen perusahaan tidak melakukan Menurut ketentuan, anggota Komite Audit perusahaan minimal terdiri dari tiga Keberadaan Komite Audit diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap manajemen yang lebih efektif dan efisien serta mendorong peningkatan pengungkapan informasi secara menyeluruh kepada pemangku kepentingan (POJK 57, 2. Pengukuran variabel komite audit dengan cara menghitung jumlah komite audit. Financial Distress Pihak berkelanjutan, untuk itu keduanya harus selalu melakukan pengawasan terhadap kondisi keuangan, sehingga kondisi yang menimbulkan potensi kebangkrutan dapat dideteksi secara dini. Perusahaan yang sedang bermasalah dalam kondisi keuangan dapat menghambat jalannya (Rianti & Yadiati, 2. Financial distress memiliki risiko ketidakpastian dalam menjalankan usahanya, terutama dalam memenuhi pembayaran utang (GruszczyEski. Gambaran mengenai kebangkrutan yang mungkin dialami perusahaan manjadi faktor penting bagi pihak pengguna laporan keuangan dan pihak manajemen. Model yang digunakan peneliti untuk memprediksi financial distress adalah model Zmijewski (Singh & Mishra, 2. Model ini dihitungan menggunakan rasio keuangan yaitu rasio profitabilitas, leverage dan likuiditas untuk mengukur financial distress. Pengukuran financial distress dapat menggunakan rumus: debt to asset ratio =. otal hutan. otal ase. X 100% semakin tinggi nilai debt to asset ratio, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan atau sebaliknya. Pengembangan Hipotesis Komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan Komite audit dibentuk oleh dan bertanggungjawab kepada dewan komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi dewan komisaris serta melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan diterbitkan emiten kepada public dan/atau pihak otoritas informasi keuangan, antara lain: laporan keuangan, proyeksi keuangan dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan emiten,(POJK 57, 2. Selanjutnya komisaris independent merupakan dewan komisaris perusahaan yang berasal dari pihak indpenden, komisaris independent memiliki sifat integritas dan independent yang besar, sehingga sulit untuk dipengrauhi oleh manajemen dalam melakukan monitoring terhadap pelaporan keuangan perusahaan (Machdar & Nurdiniah. Komisaris independent dalm perusahaan bersifat memperkuat pengaruh reputasi kantor akuntan public terhadap integritas keuangan, semakin besar persentasi jumlah komisaris independent, akan memperkuat pengaruh reputasi KAP terhadap integritas laporan keuangan H1: Komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan Kesulitan keuangan (Financial Distres. berpengaruh terhadap integritas laporan Financial Distress manajemen yang kurang baik, kondisi ini akan menyebabkan manajer cenderung membuat keputusan yang aman untuk mempertahankan (Smith, 2. Penerapan konservatisme akuntansi akan meningkatkan integritas laporan Sunardi. Fenti keuangan, tetapi jika konservatisme akuntansi berkurang maka integritas laporan keuangan akan Hasil penelitian terdahulu yang menemukan bukti bahwa financial distress memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan (Halim, 2. , (Demonier et al. , 2. dan (Sholikhah & Suryani, 2. H2: Kesulitan keuangan (Financial Distres. berpengaruh terhadap integritas laporan METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, populasi penelitian perusahaan yang beroperasi pada sector kesehatan ( Healthcar. yang terdaftar di Buesa Efek Indonesia untuk tahun 2020-2023. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling dan kriteria data yang dipergunakan laporan keuangan yang memiliki data lengkap, jumlah pengamatan sebanyak 72 atau . perusahaan selama 4 tahu. Data yang digunakan adalah data sekunder, berbentuk laporan tahunan perusahaan. Sumber data berasal dari IDX statistic dan w. metode analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan stata. Definisi dan Pengukuran variable Integritas Laporan keuangan (Y) Laporan keuangan yang menggambarkan kondisi wajar, jujur dan tidak bias, sehingga informasinya dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dengan tepat. Pengukuran indeks konservatisme Model (Savitri, 2. dengan menggunakan market book to value : MBVit = Harga Pasar Saham/ nilai buku saham, market book to value bernilai < 1 menunjukkan nilai perusahaan lebih rendah dari nilai pasarnya, dan market book to value > 1 menunjukkan bahwa investor berkenan membiayai saham lebih besar dari nilai bukunya Variabel Mean Std. Dev. Integritas Komite Kesulitan Ukuran Sumber: hasil Pengolahan Data . Komite Audit (X. Komite audit memiliki peran dalam hal memelihara kredibilitas proses penyusunan laporan keuangan. Komite audit diukur berdasarkan jumlah anggota komite audit. Jumlah minimal 3 orang Kesulitan Keuangan (Financial Distres. (X. Suatu kondisi dimana perusahaan dihadapkan pada kesulitan dalam mengelola keuangan, sehingga tidak dapat memenuhi kewajibannya. Indicator pengukuran financial distress . esulitan keuanga. menggunakan debt to asset ratio: dengan rumus total hutang dibagi total asset Semakin tinggi nilai debt to asset ratio, semakin tinggi kesulitan keuangan yang dihadapi, sebaliknya semakin rendah financial distress, maka perusahaan lebih mudah dalam memenuhi Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dapat diukur dengan indikator total aset. Ukuran Perusahaan = Ln (Total Asset. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Statistik deskriptif Hasil statistik deskriptif, menunjukkan, rata-rata nilai integritas keuangan setelah transformasi sebesar 1,58 artinya laporan keuangan sampel penelitian memiliki integritas di atas standar, dimana nilai rata-rata integritas laporan keuangan > Selanjutnya Komite audit nilai rata-rata sebesar 2,81, angka ini mendekati 3, sesuai dengan ketentuan OJK bahwa Jumlah dewan pengawas Sementara itu kesulitan keuangan menunjukkan nilai rata rata 60,89, angka menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan sampel mengalami kesulitan keuangan yang tinggi. Ukuran perusahaan memiliki standar deviasi yang kecil. Secara keseluruhan nilai mean > nilai standar Tabel. 1 Statistik Deskriptif Min Max Observations Sunardi. Fenti Uji Pemilihan Model Analisis data diawali dengan uji pemilihan model Commont Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), atau Random Effect Model (REM), selanjutya uji Chow Test digunakan untuk menentukan model yang terbaik antara Common Effect(CE) dan Fix Effect (FE). Jika P Value terima H1 maka pilhan terbaik adalah FE, sedangkan sebaliknya jika P Value terima H0 maka pilihan terbaik adalah CE. Untuk menentukan pilihan antara CE dan FE. Nilai p value: 0. 0000 < 0,05 maka H1 diterima atau model yang lebih baik adalah FE dari pada CE. , selanjutnya adalah uji RE kemudian bandingkan RE atau FE melalui uji Hausmant. Berdasarkan uji pemilihan model, pilihan uji chow test jatuh pada FE, maka dilanutkan dengan uji Hasuman, hal ini dilakukan agar dapat melakukan uji Hausman terlebuh dahulu melakukan uji Random Effect (RE). Hasuman test dilakukan untuk menentukan pilihan model estimasi terbaik antara FE dengan RE, jika H0 diterima, maka pilihan terbaik adalah RE, sebaliknya jika H1 diterima maka pilihan terbaik adalah FE. Nilai p value 0,2592 > 0,05 maka H0 diterima, artinya model yang dipilih adalah RE, dilanjutkan ke LM test untuk memilih antara RE dengan CE, nilai p value 0,0000 < 0,05, maka H1 diterima berarti model RE lebih baik. Model Akhir: RE (Berdasarkan pemilihan model dengan LM Tes. Setelah adanya kendala maka perlu upaya penanganan transformasi pada data Y yaitu transformasi SQRT berdasarkan output ladder stata. Setelah dilakukan transformasi kembali ke uji pemilihan model . ahapan sama seperti tahap . , model yang terpilih ternyata tetap RE, dilakukan uji asumsi, semua asumsi sudah memenuhi Uji Asumsi Klasik Pada uji autokorelasi, nilai P value > 0. Artinya tidak ada masalah autokolerasi. Jika P value < 0,05 maka terjadi masalah korelasi. Walaupun terjadi pelanggaran, karena model mengguakan RE atau Random Effect Model yang mana menggunakan perhitungan berdasarkan prinsip General Least Square (GLS), bukan Ordinary Least Square (OLS) atau metode kuadrat terkecil, maka pelangaran asumsi ini dapat diabaikan sebab GLS telah kebal terhadap pelanggaran asumsi tersebut. Pada uji heteroskedastisitas, prob > chi2 = 8279, sehingga menerima H0 atau tidak ada indikasi heteroskedastisitas karena nilai p-value > pada uji normalitas, nilai P Value 0,13181 > 0,05 maka terima H0 atau yang berarti residual berdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas Pada uji multikolonieritas, output tidak terjadi korelasi kuat antara variabel bebas > 0. sehingga tidak terkendala asumsi multikolonieritas Random-effects GLS regression Group variable: id Number of obs Number of groups R-sq: Obs per group: min = within = 0. between = 0. overall = 0. _i. X) = 0 . Wald chi2. Prob > chi2 -----------------------------------------------------------------------------transintegs | Coef. Std. Err. P>. % Conf. Interva. ------------- ---------------------------------------------------------------komiteaudi1 | -. kesulitank2 | ukuranperun | -. _cons | ------------- ---------------------------------------------------------------sigma_u | . sigma_e | . rho | . raction of variance due to u_. ------------------------------------------------------------------------------ Sumber: hasil Pengolahan Data . Gambar 1. Hasil Regresi Data Panel dengan Model Random Effect Sunardi. Fenti Regresi Data Panel Model Random Effect Berdasarkan perhitungan regresi data panel dengan model random effect, maka persamaan regresi adalah Integritas LK = 4. 192 Ae 0. 3497( KA) 0022 (KK) Ae 0. 0610 (UP) e Koefisien Determinasi Sumber: hasil Pengolahan Data . Gambar 1. Hasil Model Random Effect-GLS Nilai Adjusted R Square: 0,0447 maka sekumpulan variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 0. 0447 atau 4. 47% dimana < 0,5 maka sekumpulan variabel bebas lemah dalam menjelaskan variabel terikat namun masih signifikan sebab uji simultan menunjukkan terima H1. Sehingga terdapat 100%-4. 47% = 95. 53% nilai variabel terikat yang dipengaruhi oleh factor diluar variable bebas dalam penelitian. Uji Hipotesis Pada uji Simultan. Nilai F hitung atau Fstatistic: 4. 928 dg p value atau Prob(F-statisti. 0224 < 0,05 maka terima H1 atau yang berarti secara serentak variabel komite audit dan Financial Distress berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Uji t masing-masing variable adalah sebagai berikut: Variabel Coefisen Standar Error Table 2. Model Regresi Data Panel Prob Keputusan Jawaban Hipotesis Constanta < 0,05 Tolak H0 > 0,05 Terima H0 > 0,05 Terima H0 Simpulan Berpengaruh signifikan secara parsial Tidak Berpengaruh signifikan secara parsial Tidak Berpengaruh signifikan secara parsial Sumber: hasil pengolahan data . Pembahasan Komite Audit Berpengaruh Terhadap Integritas Laporan Keuangan Komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, hal ini berarti jumlah komite audit rata-rata 2,82, hal ini menunjukkan sebagian besar perusahaan memiliki jumlah komite audit 3 orang dan telah menjalankan tugas dan fungsinya yaitu membantu melaksanakan dewan diantaranya adalah melakukan telaah atas informasi keuangan, melakukan telaah atas kepatuhan peraturan perundang-undangan. Atas dasar tugas tersebut integritas laporan keuangan dapat ditingkatkan. Selain itu komite audit dapat meminimalisir usaha pihak manajemen melakukan manipulasi data keuangan dan prosedur akuntansi yang dapat merugikan stakeholders. Mengacu pada agency theory, eksistensi komite audit bermanfaat dalam menjamin transparansi pelaporan keuangan, keadilan bagi stakeholders, serta keterbukaan semua informasi yang diberikan oleh pihak manajemen, bahkan dapat dalam kasus konflik kepentingan dapat dicegah. Hasil penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya, misalnya: (Sofia, 2. ,(Pratiwi & Nofryanti, 2. , (Kurniawan & Fahrunniza, 2. Sunardi. Fenti (Suroya et al. , 2. , (Putri. Yusralaini, et al. , 2. (Abbas et al. , 2. Selanjutnya hasil penelitian ini tidak sepenendapat dengan hasil penelitian (Christiana et al. , 2. , (Wulandari. S et al. , 2. (Nurhalizah et al. , 2. dan (Pratika & Primasari. Financial Distress Tidak Berpengaruh Terhadap Integritas Laporan Keuangan Kesulitan keuangan tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, hal ini berarti masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah mengalami kesulitan keuangan jumlah utang lebih besar dibandingkan dengan jumlah ekuitas. Hal ini terbukti tata-rata rasio kesulitan keuangan 60,89 dengan rasio terendah 1,56 dan tertinggi 94,65. Masalah krisis keuangan berpengaruh terhadap kualitas pelaporan keuangan ternyata tidak terbukti, dengan kondisi ini perusahaan justru pihak manajemen akan mencari solusi tentang bagaimana agar jumlah utang terjadi penurunan, bukan bagaimana cara merekayasa laporan keuangan, agar terlihat baik di hadapan stakeholders, tetapi tetap menjaga integritas laporan keuangan. Menurut teori keagenan, ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka manajer akan menutupi fakta tersebut dengan cara mengubah laporan keuangannya, hal ini tidak terbukti karena integritas laporan keuangan sebagian besar adalah > 1. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Wulandari. S et al. , (Nurhayadi et al. , 2. , (Kusuma et al. , dan (Dewi et al. , 2. , sebaliknya penelitian mendukung penelitian sebelumnya, yaitu: (Azis & Annisa, 2. Selanjutnya variable kontrol ukuran perusahaan ternyata tidak dapat mempengaruhi integritas laporan keuangan, ini berarti bahwa integritas laporan keuangan disusun berdasarkan pada ketaatan peraturan atau regulasi, pengawasan eksternal, etika dan budaya manajemen, dan lainlain. KESIMPULAN Mengacu pada padaa pembahasan di atas, maka penelitian ini terbukti bahwa komite audit telah menjalankan tugas dan fungsinya menelaah dan mengawasi informasi keuangan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan serta menjalankan tugas lain yang berhubungan laporan keuangan, sehingga perusahaan menghasilkan laporan keuangan yang integritasnya tinggi, selanjutnya financial distress dan ukuran perusahaan tidak mempengaruhi integritas laporan Rekomendasi Perusahaan yang bergerak sector healthcare sangat sensitive terhadap perubahan kondisi ekonomi masyarakat dan regulasi, serta perlu pengawasan eksternal Penelitian selanjutnya disarankan meneliti Financial Distress dengan pengukuran Model Altman Z Score DAFTAR PUSTAKA