(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI (Enterobius vermiculari. PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Fauzan Aditya Tama1. Asrori2. Anton Syailendra3. Erwin Edyansyah4* 1,2,3,4 Poltekkes Palembang. Indonesia (* Email korespondensi: erwinedyansyah@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis cacing parasit, salah satunya adalah Enterobius vermicularis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan Personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. pada anak panti asuhan di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang tahun 2024. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportional Random sampling dengan sampel berjumlah 33 anak. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 dari 33 anak . ,2%) yang positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. Berdasarkan kebiasaan mencuci tangan didapatkan p value = 0,00 . <0,. yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius Berdasarkan kebiasaan mengganti pakaian didapatkan p value = 0,00 . <0,. yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius Berdasarkan kebiasaan menggigit kuku didapatkan p value = 0,00 . <0,. yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. Kesimpulan: Hubungan personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. memiliki hubungan bermakna dengan nilai . <0,. terhadap kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. antara lain. kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan kebisaan menggigit kuku. Kata Kunci : Enterobius vermicularis. Personal hygiene. Anak Panti Asuhan ABSTRACT Background: Helminth infection is one of the most common diseases and causes health Helminth infections can be caused by several types of parasitic worms, one of which is Enterobius vermicularis. One of the causes is the lack of maintaining personal hygiene. Research Objective: Knowing the relationship between Personal hygiene and the incidence of pinworm infection (Enterobius vermiculari. in orphanages in Sukabangun Village. Palembang City in 2024. Research Method: The type of research is observational analytic with a cross sectional approach with Proportional Random sampling technique with a sample of 33 children. Research Results: From the results of the study found as many as 6 out of 33 children . 2%) who were positive for pinworm infection (Enterobius vermiculari. Based on hand washing habits, p value = 0. < 0. which means there is a relationship with the incidence of pinworm infection (Enterobius vermiculari. Based on the habit of changing clothes, p value = 0. < 0. which means there is a relationship with the incidence of pinworm infection (Enterobius vermiculari. Based on nail biting habits, p value = 0. <0. which means there is a relationship with the incidence of pinworm infection (Enterobius Conclusion: The relationship between personal hygiene and the incidence of pinworm infection (Enterobius vermiculari. has a significant relationship with a value of . (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. < 0. to the incidence of pinworm infection (Enterobius vermiculari. among others. washing habits, the habit of changing clothes and the ability to bite nails. Keywords: Enterobius vermicularis. Personal hygiene. Orphanage PENDAHULUAN kehilangan nafsu makan, penurunan berat Infeksi cacing merupakan salah satu badan, dan nyeri atau badan, dan nyeri atau peradangan pada kulit di sekitar anus menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi (Lalangpuling et al. , 2. cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis Penularan Enterobius Salah Enterobiasis sangat bergantung dengan faktor sosioekonomi penyebabnya adalah kurangnya menjaga Seseorang dengan personal hygiene yang kebersihan diri, seperti jarang menggunakan buruk mempunyai potensi yang lebih tinggi alas kaki saat keluar rumah, jarang mencuci untuk terinfeksi Enterobius vermicularis tangan sebelum dan sesudah makan, jajan (Suraweera et al. , 2. Di Indonesia, prevalensi cacingan bergantian pakaian, faktor lingkungan yang tidak bersih dan pola hidup masyarakat yang Berdasarkan penelitian yang dilakukan di menyerang semua usia, terutama anak-anak wilayah Jakarta Timur, terdapat 46 anak berusia antara 6 hingga 10 tahun (Agustin, . ,1%) menderita enterobiasis dari 85 anak Rusjdi, & Desmawati, 2. Infeksi Enterobius vermicularis adalah cacing 3%-80% (Agustin. Rusjdi. Desmawati, 2. yang penyebarannya paling luas di dunia. Hal Berdasarkan hasil penelitian yang ini disebabkan oleh eratnya hubungan antara dilakukan kepada 104 anak di panti sosial manusia dan lingkungan, yaitu keluarga atau asuhan anak Putra Utama 1 Jakarta Timur, kelompok yang hidup dalam satu lingkungan (Sabirin Sahril et al. , 2. World Health sebesar 53,8% (Yusuf dan Song, 2. Hasil Organization (WHO) melaporkan pada tahun penelitian yang dilakukan pada anak panti 2015 bahwa asuhan di wilayah kerja Puskesmas Rawang Gejala Padang Sumatera Barat, didapatkan angka seseorang terinfeksi Enterobius vermicularis kejadian enterobiasis pada wilayah kerja antara lain rasa gatal yang parah di sekitar Puskesmas Rawang adalah sebesar 6% anus, menjadi rewel, tidak nyaman saat tidur, (Agustin et al. , 2. | 10 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. Panti asuhan merupakan lembaga sosial yang mempunyai pelayanan sosial Proportional random sampling. Pemeriksaan kepada anak-anak terlantar. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan biasanya tinggal di Jurusan Teknologi tempat yang padat dan lembab. Kebiasaan Poltekkes Kemenkes Palembang. Metode hidup anak-anak panti asuhan sering kali pemeriksaan yang digunakan adalah metode berganti pakaian, handuk, sarung bahkan selotip secara mikroskopis. Sumber data yang Oleh karena itu, masalah ini lebih digunakan dalam penelitian ini adalah data sering terjadi pada anak-anak, karena anak- primer, sedangkan metode pengumpulan data anak tersebut belum mampu secara mandiri berupa wawancara dan pengisian checklist. melakukan kebersihan diri dan membersihkan Analisis data menggunakan uji chi square. Parasitologi Laboratorium Medis lingkungan (Maryanti et al. , 2. Kelurahan Sukabangun merupakan sebuah Kelurahan di wilayah Kecamatan Sukarami. Lokasi pengambilan sampel dilakukan Sukabangun memiliki luas A 313, 46 ha terdiri di panti asuhan kelurahan Sukabangun kota dari 48 RT dan 7 RW. Kelurahan Sukabangun Palembang dan lokasi pemeriksaan dilakukan memiliki enam panti asuhan. Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada panti asuhan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes yang terletak di Keluruahan Sukabangun. Kemenkes Palembang Jalan Sukabangun 1 beberapa panti asuhan pada anak- anak No. Sukabangun. Sukarami, kota memiliki personal hygiene yang kurang Palembang. Sumatera Selatan 30151. seperti tidak mencuci tangan setelah bermain Waktu Penelitian Palembang. Lokasi Penelitian Kelurahan Kota LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN anak-anak Laboratorium Parasitologi Penelitian dilaksanakan pada tanggal menggigit kuku. 3 April 2024. BAHAN DAN METODE POPULASI DAN SAMPEL Jenis penelitian ini bersifat analitik Kampus Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah Penelitian ini dilaksanakan pada anak-anak tanggal 3 April 2024. Lokasi pengambilan Sukabangun kota Palembang sebanyak lima sampel dilakukan di panti asuhan kelurahan panti asuhan dengan total 110 anak. Sukabangun Sampel Palembang. Teknik panti asuhan di kelurahan | 11 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. Sampel pemeriksaan adalah anak HASIL panti asuhan di kelurahan Sukabangun kota Analisis Univariat Palembang. Sampel adalah sebagian dari Tabel 1. Distribusi Frekuensi kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. pada anak panti asuhan di kelurahan Sukabangun Kota Palembang Tahun 2024 Enterobius Jumlah Persentase (%) Positif Negatif Jumlah seluruh populasi yang ada, apabila jumlah populasi diketahui dan jumlah subjeknya besar atau lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih (Arikunto, 2. Besar sampel yang diambil pada penelitian ini adalah 30% karena jumlah 110 populasi lebih dari 100, maka besar Berdasarkan tabel 1 di atas, dari 33 sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 sampel yang di periksa didapatkan hasil yaitu sebanyak 6 orang anak . TEKNIK SAMPLING (Enterobius vermiculari. dan didapatkan hasil sebanyak Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah Proportional 27 orang anak . negatif tidak terinfeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan Analisis Bivariat cara acak tanpa memperhatikan strata dalam Analisis bivariat adalah analisis yang bertujuan untuk melihat hubungan antara menggunakan undian, dimana nama anak ditulis dikertas dan dimasukkan ke dalam tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan wadah, kemudian dikocok dan nama yang kebiasaan menggigit kuku dengan variabel Kemudian dependen kejadian infeksi cacing kremi ditentukan jumlah anak panti asuhan yang (Enterobius vermiculari. disajikan dalam terambil pada lima panti asuhan sebanyak 33 dianalisis secara bivariat. | 12 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. Tabel 2 Hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. pada anak panti asuhan di kelurahan Sukabangun kota Palembang tahun 2024 berdasarkan kebiasaan mencuci tangan Enterobius vermicularis Positif Negatif kebiasaan mencuci Tidak Total Jumlah p value 0,00 orang anak . ,3%) yang negatif. Untuk Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa dari 33 anak panti asuhan, pada kategori kebiasaan tidak mencuci tangan 6 orang anak . ,7%) yang positif infeksi cacing kremi kategori kebiasaan mencuci tangan sebanyak 0 orang anak . ,0%) positif infeksi cacing (Enterobius sebanyak 26 orang anak . %) negatif. (Enterobius vermiculari. dan sebanyak 1 Tabel 3 Hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. pada anak panti asuhan di kelurahan Sukabangun kota Palembang tahun 2024 berdasarkan kebiasaan mengganti pakaian kebiasaan mengganti Tidak Total Enterobius vermicularis Positif Negatif Jumlah p value 0,00 orang anak . ,0%) yang negatif. Untuk Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa dari 33 anak panti asuhan, pada kategori kebiasaan tidak mengganti pakaian 6 orang anak . %) yang positif infeksi cacing kremi sebanyak 0 orang anak . ,0%) positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. dan sebanyak 27 orang anak . ,8%) negatif. (Enterobius vermiculari. dan sebanyak 0 | 13 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. Tabel 4 Hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. pada anak panti asuhan di kelurahan Sukabangun kota Palembang tahun 2024 berdasarkan kebiasaan menggigit kuku kebiasaan menggigit Tidak Total Enterobius vermicularis Positif Negatif Jumlah p value 0,00 Berdasarkan hasil penelitian pada Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa dari 33 anak panti asuhan, pada kategori kebiasaan tidak menggigit kuku 2 orang anak . ,9%) yang positif infeksi cacing kremi kebiasaan tidak mencuci tangan lebih banyak (Enterobius vermiculari. dan sebanyak 27 orang anak . ,1%) yang negatif. Untuk sebanyak 6 anak kebiasaan mencuci tangan kategori kebiasaan menggigit kuku sebanyak sebanyak 0 anak. (Enterobius sebanyak 0 orang anak . ,0%) negatif. Enterobius Berdasarkan hasil observasi diketahui 4 orang anak . %) positif infeksi cacing Beberapa panti asuhan yaitu tidak melakukan kebiasaan mengganti pakaian minimal 2 kali dalam sehari, tidak melakukan kebiasaan PEMBAHASAN Anak-anak yang tinggal di panti asuhan biasanya tinggal di tempat yang padat dan lembab. Kebiasaan hidup anak-anak panti asuhan sering kali berganti pakaian, handuk, sarung bahkan bantal. Oleh karena itu, masalah ini lebih sering terjadi pada anakanak, karena anak-anak tersebut belum mampu secara mandiri melakukan kebersihan diri dan membersihkan lingkungan (Maryanti et al. , 2. mengganti pakaian dalam, pakaian harus diganti minimal 2 kali dalam sehari karena Enterobiasis vermicularis yang menempel di pakaian akan lebih mudah menginfeksi dan mengganti pakaian dalam sangat penting karena pada saat penderita enterobiasis merasakan gatal perianal penderita akan menggaruk garuk Enterobius vermicularis akan Jatuh dan menempel di pakaian dalam. Menurut (Anjarsari, 2. menunjukkan bahwa ada hubungan yang | 14 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. pakaian dan celana dalam dengan kejadian Mempunyai kuku, menggigit kuku akan lebih mudah terinfeksi Enterobius vermicularis dimana pada saat penderita merasakan gatal perianal Anjarsari. Personal Hygiene Kejadian Enterobiasis Siswa SekolahDasar Negeri. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Developmen. , 2. , 441Ae452. http://journal. id/sju/index. /higeia CDC. Enterobiasis. Centers for Disease Control and Prevention. dan menggaruk garuk perianal sehingga telur menempel dikuku, jika penderita mempunyai Halomoan, d. Penyakit-penyakit Alomedika. kebiasaan menggigit kuku maka telur tersebut akan tertelan pada saat menggigit kuku. Menurut (Sidabutar, 2. anak-anak paling sering terserang penyakit cacingan karena biasanya jari- jari tangan mereka dimasukkan ke dalam mulut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Irianto. Parasitologi (Medical Parasitolog. Medis Jannah. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi vermicularis (Cacing Krem. Pada Anak Sekolah. (Studi Pada Siswa Sekolah MI Mutaallimin Meteseh Kec. Tembalang Kota Semaran. Universitas Muhammadiyah Semarang, 14, 1Ae11. terdapat hubungan yang signifikan antara mengganti pakaian dan kebiasaan menggigit kuku dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermiculari. DAFTAR PUSTAKA