Proper:Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 1 . 2023 eISSN 2988-506X Perencanaan dan Pengembangan Lanskap Jalan Pesantren. Kota Cimahi. Jawa Barat Planning and Development of Pesantren Streetscape. Cimahi City. West Java Monika Agustia1*. Hersanti Eko Ratnaningrum2. Fariza Fadillah Allama2. Yulius Budi Prastiyo3. Susi Indriani4. Nur Jihad Syahra5. Andi Besse Poleuleng1 1 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan. Jurusan Teknologi Produksi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655 2 Program Studi Magister Arsitektur Lanskap. Fakultas Sekolah Asitektur. Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Institut Teknologi Bandung. Bandung 40132 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura. Jurusan Teknologi Produksi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655 4 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan. Jurusan Teknologi Produksi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655 5 Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi. Jurusan Teknologi Produksi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655 *Corresponden Author Email: monikagustia. 08@gmail. ABSTRAK Jalan Pesantren merupakan salah satu jalan kolektor yang terletak di Kelurahan Cibabat. Kota Cimahi yang memiliki permasalahan dengan kondisi lanskap jalan yang biasa saja, kurang menarik, dan tidak tertata. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan lanskap jalan dengan mempertahankan dan memperbaiki fungsi serta kenyamanan jalan dengan mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek biofisik dan aktivitas. Metode yang digunakan adalah tahapan perencanaan yang dimulai dari kegiatan research . dan dibatasi hingga tahapan perencanaan yang tercakup dalam synthesis . Konsep dasar perencanaan lanskap Jalan Pesantren adalah Connectivity and Walkability dengan mewujudkan lanskap jalan yang terkoneksi, aman, nyaman, indah, beridentitas, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Rencana tata ruang terdiri dari ruang sirkulasi, ruang penyangga dan ruang pelayanan. Rencana sirkulasi meliputi sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki/sepeda dengan sistem shared space street. Rencana tata fasilitas meliputi fasilitas pelengkap jalan dan tata informasi, sedangkan rencana tata hijau yaitu tata hijau kenyamanan, tata hijau penyangga dan tata hijau estetika. Keyword : Perencanaan Lanskap. Lanskap Jalan. Jalan Pesantren. Kota Cimahi ABSTRACT Jalan Pesantren is one of the collector roads located in Cibabat Urban Village. Cimahi City which has problems with the condition of the road landscape which is ordinary, less attractive, and not organized. This research aims to plan the streetscape by maintaining and improving the function and comfort of the road by identifying potential and constraints from biophysical and activity aspects. The method used is the planning stage which starts from research activities and is limited to the planning stage which is included in synthesis. The basic concept of landscape planning for Pesantren Street is Connectivity and Walkability Approach by realizing a streetscape that is connected, safe, comfortable, beautiful, identifiable, and beneficial for the surrounding community and users. The spatial plan consists of circulation space, buffer space and service space. The circulation plan includes vehicular circulation and pedestrian/bicycle circulation with a shared space street The facility plan includes street complementary facilities and information systems, while the green space plan is a comfort green space, buffer green space and aesthetic green space. Keyword : Landscape Planning. Streetscape. Pesantren Street. Cimahi City Lanskap Jalan Pesantren. Kota Cimahi. Jawa Barat PENDAHULUAN Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan penghubung, bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel, jalan lori, dan jalan kabel (Permen PUPR No. 5, 2. Lanskap jalan berfungsi untuk mendukung penggunaan secara terus-menerus, membimbing, mengatur irama pergerakan, mengatur waktu istirahat, mendefinisikan penggunaan lahan, memberikan pengaruh, mempersatukan ruang, membentuk lingkungan, membentuk karakter lingkungan, membangun karakter spasial, dan membangun visual (Booth, 1. Nilai suatu lanskap pada jalan dapat dimaksimalkan dengan melakukan perencanaan fitur-fitur lanskap yang bertujuan untuk menampilkan keindahan. Jalan Pesantren merupakan salah satu jalan kolektor yang terletak di Kelurahan Cibabat. Kota Cimahi. Berdasarakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cimahi Tahun 2012-2032. Jalan Pesantren termasuk ke dalam rencana pengembangan sistem jaringan jalan primer (Jalan Lingkar Utara Kot. , pengembangan sistem jaringan jalan sekunder baru (Jalan Pesantren-Pasir Kaliki-Frontage Tol PasteurJalan Gunung Bat. serta kawasan pengembangan wilayah untuk perumahan, perkantoran, perdagangan dan jasa serta pendidikan tinggi, sehingga keberadaan jalan ini penting peranannya bagi Kota Cimahi. Kondisi Jalan Pesantren saat ini memiliki suasana lanskap yang biasa saja, kurang menarik, dan tidak tertata. Hal ini terlihat dari belum adanya fasilitas pengguna jalan seperti jalur pedestrian yang layak, penerangan yang cukup, minimnya vegetasi sebagai jalur hijau serta belum adanya penataan ruang yang jelas antara jalur untuk area berjalan kaki dan berkendara. Pada dasarnya, hal terpenting yang diperlukan oleh pengguna jalan adalah terciptanya rasa aman dan nyaman saat beraktivitas pada jalan tersebut. Hal lain yang diperlukan adalah ciri khas dan estetika lanskap disepanjang jalan sehingga memiliki identitas, dapat dinikmati dan menimbulkan kesan berbeda saat melintasi jalan. Adapun faktorfaktor yang mempengaruhi kenyamanan yaitu sirkulasi, bentuk, kebisingan, keamanan, aroma, kebersihan, keindahan, dan iklim (Hakim, 2. Perencanaan dan pengembangan lanskap di Jalan Pesantren perlu dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki fungsi serta kenyamanan jalan dengan mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek biofisik dan aktivitas. Hasil dari penelitian ini berupa perencanaan dan pengembangan lanskap jalan yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak perencana maupun pengelola Jalan Kota Cimahi. METODE Penelitian ini dilakukan di Jalan Pesantren. Kelurahan Cibabat. Kota Cimahi sepanjang 450 meter dengan lebar bervariasi mulai dari 4,8-6 meter. Lokasi ini secara geografis terletak pada 6A87Ao93. 79Ay LS dan 107A55Ao88. 50Ay BT dengan batas area di sebelah utara adalah Jalan Tirta Kencana Raya dan di sebelah selatan adalah Jalan Danurasmaya (Gambar . Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Agustia et al. Penelitian ini dilakukan di Jalan Pesantren. Kelurahan Cibabat. Kota Cimahi sepanjang 450 meter dengan lebar bervariasi mulai dari 4,8-6 meter. Lokasi ini secara geografis terletak pada 6A87Ao93. 79Ay LS dan 107A55Ao88. 50Ay BT dengan batas area di sebelah utara adalah Jalan Tirta Kencana Raya dan di sebelah selatan adalah Jalan Danurasmaya (Gambar . Adapun metode yang digunakan adalah tahapan perencanaan mengikuti pendekatan yang di kemukakan oleh Simonds . yang meliputi tahap commission, research, analysis, synthesis, construction, dan operation. Pada studi ini dimulai dari kegiatan research . dan dibatasi hingga tahapan perencanaan yang tercakup dalam synthesis . Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan sumberdaya yaitu untuk mendapatkan rencana ideal berdasarkan sumberdaya yang Data yang diambil meliputi data primer yang didapat dari hasil survei, pengamatan langsung dan wawancara tidak terstruktur dengan menyebar 30 kuisioner untuk mengetahui keinginan pengguna Responden diambil menggunakan metode purposive sampling, yaitu mengambil responden berdasarkan kebutuhan. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, meliputi data aspek fisik dan biofisik, sosial serta teknik. Jenis data, cara pengambilan dan sumber data disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Jenis. Cara Pengambilan dan Sumber Data Jenis Data Aspek fisik dan Biofisik Sejarah dan konsep pengembangan Lokasi tapak Aksesibilitas Iklim Hidrologi Geologi dan tanah Topografi Dimensi jalan Perlengkapan dan Kelengkapan jalan Vegetasi dan satwa Tata guna lahan View tapak Aspek Sosial Penduduk Karakter Pengguna Keinginan masyarakat Aspek Teknik Peraturan Jalan Geometrik Jalan dan Kebijakan Utilitas dan fasilitas Cara Pengambilan Data Sumber Data Studi Pustaka Survey Lapang Survey Lapang Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka Survey Lapang Survey Lapang Survey Lapang. Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka Bappeda Lokasi Lokasi DLH DLH DLH DLH Lokasi Lokasi Lokasi. DKP. DLH Bappeda Lokasi Studi Pustaka Survey Lapang Survey Lapang Bappeda Lokasi Lokasi Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka Dinas PU Dinas PU Bappeda HASIL DAN PEMBAHASAN Inventarisasi Secara geografis kota Cimahi merupakan lembah cekungan yang melandai ke arah selatan, dengan ketinggian di bagian utara A1. 040 meter dpl (Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utar. , yang merupakan lereng Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu serta ketinggian di bagian selatan sekitar A685 meter dpl (Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selata. yang mengarah ke Sungai Citarum (Kota Cimahi dalam Angka, 2. Jalan Pesantren berada pada ketinggian 712 meter dpl dengan kondisi jalan secara umum yaitu datar dan lurus. Jalan ini menghubungkan wilayah utara (Jalan Tirta Kencana Ray. , wilayah timur (Jalan Aruma. dan wilayah selatan (Jalan Danurasmay. , saat ini kondisi kawasan sepanjang jalan didominasi oleh kawasan terbangun untuk perdagangan dan jasa . ,5%), perumahan . ,4%) serta pendidikan . ,1%) sehingga menjadikan lokasi ini cukup strategis untuk dikembangkan. Untuk menggambarkan tapak lebih detail maka kawasan dibagi menjadi Lanskap Jalan Pesantren. Kota Cimahi. Jawa Barat tiga segmen yaitu segmen A (Jalan Tirta Kencana - SDN Cibabat Mandiri . , segmen B (SDN Cibabat Mandiri 5 - Jalan Aruma. dan segmen C (Jalan Aruman - Jalan Danurasmay. Pembagian ini didasarkan pada fungsi bangunan ataupun karakter bangunan yang dominan pada lokasi penelitian (Gambar . Gambar 2. Pembagian segmen kawasan Jenis tanah pada lokasi merupakan tanah andosol dengan sifat tanah yang memiliki daya absorpsi . sedang, tingkat kelembapan yang tinggi, dan peka terhadap erosi (DLH Kota Cimahi. Berdasarkan pengamatan di sepanjang tapak penelitian, dijumpai beberapa fasilitas jalan yang masih kurang baik seperti lampu penerangan jalan yang rusak, rambu lalu lintas dan garis marka jalan yang kurang memadai, jalur pedestrian yang rusak dan tidak menerus/terputus, serta drainase yang dipenuhi sampah, sehingga perlu adanya perbaikan pada fasilitas tersebut. Vegetasi yang banyak ditemui di sepanjang lokasi penelitian merupakan tanaman yang tanam oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Cimahi. Terdapat delapan jenis vegetasi pohon yaitu angsana (Pterocarpus indicu. , jepun (Nerium oleande. , jepun putih (White Nerium oleand. , ketapang (Terminalia catapp. , flamboyan (Delonix regi. , mahoni (Swetenia mahogan. , nangka (Artocarpus heterophyllu. , palem ekor tupai (Wodyetia bifurcat. dan terdapat delapan vegetasi semak yaitu adam hawa (Rhoeo discolo. , hanjuang (Cordyline sp. ), lidah mertua (Sansiviera sp. ), teh-tehan (Acalypha siamensi. , pandan (Pandanus amaryllifoliu. , pangkas kuning (Duranta sp. ), ruellia ungu (Ruellia brittonian. , sambang darah (Iresine herbsti. Sedangkan satwa yang ditemui yaitu jenis burung dan binatang peliharaan lainnya. Pengguna tapak adalah masyarakat kota Cimahi dan yang bermukim di sekitar lokasi. Jalan Pesantren banyak digunakan sebagai tempat melintas kendaraan dan jarang ditemui aktivitas masyarakat yang berjalan kaki maupun bersepeda dikarenakan belum memadainya jalur pejalan kaki, jalur sepeda dan jalur hijau di jalan ini. Berdasarkan hasil kuisioner dari 30 responden diketahui bahwa dominan masyarakat dan pengguna . 3%) menghendaki fasilitas jalan seperti tempat sampah, lampu penerangan, jalur pejalan kaki, drainase, halte, jalur hijau, dan utilitas dengan desain yang modern. Analisis dan Sintesis Perencanaan lanskap sangat penting dilakukan agar potensi-potensi yang dimiliki pada tapak penelitian dapat dikembangkan dan permasalahan yang ada dapat diatasi, sehingga jalan ini dapat Agustia et al. menjadi lanskap jalan yang berkelanjutan. Berikut merupakan analisis dan sintesis pada Jalan Pesantren dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Analisis dan Sintesis Jalan Pesantren Analisis Potensi Kendala Lokasi berada dekat Tidak tersedia bahu dengan pusat kota dan jalan, dan lebar bahu termasuk ke dalam rencana jalan tidak seragam/ pengembangan sistem jaringan jalan primer Aspek Aksesibilitas dan Lokasi tapak Topografi Cenderung datar Jenis tanah Jenis tanah andosol Vegetasi Beraneka ragam Penataan serta fungsi vegetasi kurang Tata guna lahan Lahan terbangun dan lahan tidak terbangun Sosial budaya Perdagangan, sekolah, berjalan kaki, jogging dan Fasilitas Utilitas A Lampu jalan A Lampu lalu lintas A Jalur pedestrian A Marka jalan A Rambu lalu Lintas A Garis marka jalan A Median jalan A Halte A Drainase A Listrik Pada lahan yang belum terbangun dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sehingga mengganggu visual. Belum adanya penataan ruang serta fasilitas penunjang seperti tempat parkir dan jalur pedestrian Jalur pedestrian tidak menerus/ terpotong, terdapat kerusakan konstruksi trotoar, tidak tersedianya tempat sampah dan median jalan Saat musim hujan, air yang menggenang di badan jalan Kesuburan tanah Drainase tidak berfungsi optimal, kabel listrik terlihat tidak tertata dengan Sintesis Memaksimalkan damaja yang tersedia sesuai dengan aturan jalan kolektor dan melakukan pemerataan bahu jalan di jalan kota Pembuatan kemiringan badan jalan sebesar 2%. Penanaman vegetasi sesuai jenis tanah Mempertahankan dan meningkatkan jenis vegetasi untuk fungsi ekologis dan estetika Mengoptimalkan pengembangan kawasan menjadi area perumahan, perkantoran, perdagangan dan jasa sesuai dengan RTRW Pengadaan tempat parkir off street dan jalur Menambah sarana dan prasarana jalan dan memperbaiki fasilitas yang Pembuatan drainase tertutup dan peletakan kabel listrik di bawah Perencanaan Lanskap Konsep Dasar Konsep dasar dari perencanaan lanskap jalan adalah Connectivity and Walkability, dengan mewujudkan lanskap jalan yang terkoneksi, aman, nyaman, indah, beridentitas, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekitar (Gambar . Lanskap Jalan Pesantren. Kota Cimahi. Jawa Barat Gambar 3. Ilustrasi Konsep Connectivity and Walkability Konsep Ruang Pembagian ruang berdasarkan karakteristik tapak yang sesuai dengan fungsi ruang pada tapak, aktivitas pemakai jalan, kondisi lingkungan sekitar tapak dan kemungkinan pengembangan ruang Konsep ruang pada tapak meliputi: . Ruang sirkulasi, yaitu ruang bagi sirkulasi kendaraan meliputi badan jalan dengan memanfaatkan sistem jalan yang ada. Ruang penyangga berfungsi menyangga kawasan dari berbagai dampak yang timbul serta mempertahankan sumberdaya yang ada, meliputi jalur hijau pada tepi jalan. Ruang pelayanan, yaitu ruang untuk memperlancar aktivitas yang dilakukan pada tapak yang meliputi trotoar, jalur sepeda, taman kota, dan stop area. Konsep Sirkulasi Konsep sirkulasi dalam tapak dibedakan menjadi sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki/sepeda. Konsep sirkulasi untuk kendaraan adalah jalur pergerakan yang aman nyaman, dan lancar dengan memanfaatkan sistem jalan yang telah ada . ebar 9 m untuk 2 jalu. Sedangkan konsep sirkulasi untuk pejalan kaki/sepeda dengan sistem shared space street . yaitu jalur pergerakan yang nyaman dan aman dengan sistem yang kontinu dan linier serta terpisah dari jalur kendaraan. Konsep Fasilitas Jalan Fasilitas jalan dibuat untuk memberikan kemudahan penggunaan dan informasi bagi pengguna jalan, tidak mengganggu sirkulasi dan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya seperti marka jalan, papan informasi, halte, tempat parkir, dan sebagainya. Fasilitas jalan yang direncanakan pada kawasan ini bertujuan memberi kemudahan akses, dengan ketentuan tidak boleh menghalangi pemandangan, tidak mengganggu kualitas lingkungan dan arsitektur bangunan, dan penandaan dibuat dengan rancangan yang lebih informatif dan menarik sesuai syarat-syarat teknis yang ditentukan. Konsep Tata Hijau Tata hijau yang dikembangkan meliputi: . Tata hijau kenyamanan yaitu tata hijau yang berfungsi untuk memberikan perlindungan dari terik matahari, mengurangi silau lampu kendaraan dan sinar matahari, serta mengurangi polusi kendaraan. Tata hijau penyangga sebagai pelindung aktivitas jalan dan lingkungan sekitarnya. Berfungsi meredam kebisingan, membatasi ruang dan memperlunak struktur bangunan serta mengurangi polusi dari kendaran yang melewati jalan. Tata hijau estetika yaitu memberikan nilai estetik dan menandai lokasi khusus, yaitu welcome area, area komersial, halte, dan sebagainya. Agustia et al. Rencana Lanskap Konsep tata ruang, sirkulasi, fasilitas, dan tata hijau yang telah dijabarkan, selanjutnya akan digambarkan dalam bentuk site plan (Gambar . Dari site plan tersebut dapat dilihat perencanaan lanskap Jalan Pesantren meliputi perencanaan sirkulasi, fasilitas, dan tata hijau dengan berbagai pengembangan aktivitas dan fasilitas penunjang bagi para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang mendukung terciptanya Jalan Pesantren sebagai lanskap jalan yang terkoneksi, aman dan nyaman. Rencana Tata Hijau Rencana tata hijau terdapat hampir di seluruh ruang yang direncanakan yakni pada jalur tepi/ jalur hijau diperlebar sebesar 1,5 meter dari eksisting mengikuti sesuai dengan pedoman jalur hijau tepian jalan pada Permen PU No. Adapun rencana tata hijau disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Rencana Tata Hijau Jalan Pesantren Fungsi Tata Hijau Lokasi Kenyamanan. Estetika Jalur utama jalan Kenyamanan, estetika. Estetika Pertemuan antar Pulau lalu lintas Estetika, kenyamanan Pulau lalu lintas Jenis Vegetasi Mahoni, tanjung. Glodogan tiang, palem raja Pinus, cemara Bougenvil, lidah mertua, sutra bombay, palem putri, ruelia ungu, soka hawai Cara Penanaman Jarak tanam 0-8 meter, jarak tanam antar pohon Ditanam tunggal dan linier dengan jarak tanam 4 meter Ditanam padat berjajar secara berselang-seling dan ditanam berkelompok sesuai luasan Ditanam massal, rapat dan Rencana Fasilitas Jalan Fasilitas jalan meliputi tempat duduk, tempat sampah, lampu penerangan, halte, tempat parkir, saluran drainase, pedestrian walk . alur pedestrian dan jalur seped. Lampu pada area pedestrian menggunakan lampu pijar atau neon dengan tinggi 3,5 meter, tempat duduk dipilih bahan stainless dengan desain bentukan pipa, tempat sampah terbuat dari bahan sintetik tahan karat dan dibagi menjadi dua yaitu tempat sampah basah dan kering. Berikut ini rencana penempatan fasilitas jalan disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Rencana Penempatan Fasilitas Jalan Fasilitas Jalan Lampu pedestrian Bangku Tempat sampah Halte Saluran drainase Marka Jalan Lokasi Antara trotoar dan jalur sepeda tiap 10 meter Antara saluran drainase di sepanjang ruas jalan. Tipe berkelompok setiap jarak 200 meter Sepanjang ruas jalan. Terletak di antara bangku dan halte setiap jarak 100 meter Pada jalur lay bay di sepanjang ruas jalan Sebelah luar trotoar sepanjang ruas jalan Tepi jalan/ setiap persimpangan jalan Lanskap Jalan Pesantren. Kota Cimahi. Jawa Barat Gambar 4. Site Plan Jalan Pesantren Agustia et al. KESIMPULAN Potensi yang dimiliki Jalan Pesantren dapat dilihat dari sumber daya yang dimiliki oleh tapak seperti luas jalan dan lokasi tapak. Jalan Pesantren didominasi oleh kawasan terbangun untuk perdagangan dan jasa . ,5%), perumahan . ,4%) serta pendidikan . ,1%) sehingga menjadikan lokasi ini memiliki potensi untuk memberikan keseimbangan optimal antara kepentingan masyarakat dan komersial dengan mengusahakan kontinuitas keberadaan lanskap, masyarakat, ataupun aktivitasnya. Adapun beberapa kendala yang ditemui pada Jalan Pesantren dalam mewujudkan lanskap jalan yang ideal yaitu: . Kondisi fisik fasilitas jalan yang terdapat di tapak penelitian belum mengakomodasi para pengguna jalan terutama bagi para pejalan kaki. Ketersediaan vegetasi pada lanskap Jalan Pesantren yang masih minim dan belum tertata dengan baik. Belum adanya penataan ruang yang jelas seperti tidak adanya batas antara jalur untuk berjalan kaki dan berkendara. Konsep dasar perencanaan lanskap Jalan Pesantren adalah Connectivity and Walkability dengan mewujudkan lanskap jalan yang terkoneksi, aman, nyaman, indah, beridentitas, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Konsep pengembangan dari konsep dasar tersebut terdiri dari konsep ruang, konsep sirkulasi, konsep fasilitas, serta konsep tata hijau. Rencana tata ruang terdiri dari ruang sirkulasi, ruang penyangga dan ruang pelayanan. Rencana sirkulasi meliputi sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki/sepeda dengan sistem shared space street. Rencana tata fasilitas meliputi fasilitas pelengkap jalan dan tata informasi, sedangkan rencana tata hijau yaitu tata hijau kenyamanan, tata hijau penyangga dan tata hijau DAFTAR PUSTAKA