Pengaruh Penyesuaian Diri . (Nisrina Khairunnis. PENGARUH PENYESUAIAN DIRI TERHADAP STRESS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI YOGYAKARTA THE EFFECT OF SELF-ADJUSMENT ON STRESS IN YOGYAKARTA VOCATION HIGH STUDENT Oleh: Nisrina Khairunnisa Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta e-mail: nisrinakhairunnisa1@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyesuaian diri terhadap stres pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 132 siswa dengan sampel berjumlah 100 siswa. Instrumen yang digunakan adalah koesioner untuk mengukur variabel penyesuaian diri dan variabel stres. analisis koesioner dalam penelitian ini menggunakan analisis faktor yang menghasilkan validitas instrumen dengan probabilitas (P) O 0,050. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyesuaian diri berpengaruh signifikan pada stres. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi linear sederhana yaitu. Y = 20,256 0,840 X dengan R Square sebesar 0,696, yaitu berarti penyesuaian diri memiliki pengaruh sebesar 69,9% terhadap stres dan sebesar 30,4% menunjukkan tidak adanya hubungan antara penyesuaian diri dengan Dengan kata lain terdapat faktor-faktor lain di luar penyesuaian diri diluar lingkungan sekolah baik faktor internal maupun eksternal yang berhubungan dengan stres siswa meskipun penyesuaian diri di lingkungan sekolah merupakan bagian yang penting dalam perkembangan seorang remaja. Kata Kunci: Penyesuaian diri, stres ABSTRACT This study aims to see the influence of selfon stress in vocational high school students in Yogyakarta. The method used in this research is quantitative research. The population in this study were 132 students with a sample of 100 students. The instrument used was a questionnaire to measure self-variables and stress variables. Questionnaire analysis in this study used factor analysis which resulted in the validity of the instrument with probability (P) O 0. The results showed that self had a significant effect on stress. This can be seen from the results of simple regression analysis, namely. Y = 20. 840 X with an R Square of 0. 696, which means that self has an influence of 69. 9% on stress and 30. 4% indicates no relationship between oneself and stress. In other words, there are other factors that are important outside the school environment, both internal and external factors that are related to student stress even though the self in the school environment is an important part of a teenager. Keyword: Self-adjustment. Stress PENDAHULUAN tahap perkembangan masa remaja terdapat 2 Pada setiap usia masing-masing remaja memiliki tahap yaitu tahap remaja awal berada pada usia perkembangan fisik yang sama. Perkembangan 14-17 tahun dan tahap remaja akhir berada pada fisik yang dimiliki remaja seperti panggul yang usia 17-21 tahun. Siswa yang berada pada tahap semakin melebar, tumbuh bulu-bulu halus dan perkembangan masa remaja akan melalui masa dada yang semakin bidang. Menurut Renita transisi dan adaptasi disekolah sesuai dengan Mulyaningtyas & Yusuf Purnomo . 416 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 9. September 2021 Menurut Siti Fatia & Nefi Darmayanti . transisi disekolah adalah Semester pertama terhadap mata kuliah umum siswa dari sekolah yang lama berpindah ke sekolah baru menuju sekolah yang lebih tinggi Perpindahan siswa dari sekolah berpikir divergen. Menurut Haryanto . menengah pertama kesekolah menengah atas berpikir secara divergen adalah kemampuan kerja sering kali mengalami permasalahan di sekolah. otak kanan dalam ketidak rasional, cenderung Perubahan berpikir intuisi yang menggabungkan satu ide dengan ide lainnya, sehingga menjadi sebuah ide berhubungan dengan citra tubuh dan penyesuaian yang baru. Mahasiswa Universitas Indonesia diri yang rendah mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas Menurut Sunarto . 2: . siswa yang biasanya berada pada jenjang sekolah yang baru, seperti Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas yang berada pada semester pertama. Sedangkan menurut MuAotadin (Siti Fatia dan Nefi Darmayanti, 2015:. penyesuaian diri adalah sikap yang baik dalam disemester kedua karena tidak ada pedoman dalam mengerjakan tugas. Kesimpulannya adalah mahasiswa yang mengalami perubahan proses belajar mengajar dari semester pertama ke semester kedua dibutuhkan penyesuaian diri yang tinggi sehingga pada saat mahasiswa mengalami permasalahan di lingkungan kampusnya. menangani frustasi dan konflik, ketenangan Penelitian mengenai penyesuaian diri juga pikiran, pembentukan perilaku dalam bergaul dilakukan oleh Oki Tri Handoko dan Khoiruddin dengan orang lain serta mampu menghadapi Bashori. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad tuntutan-tuntutan tugas sekolah. Kesimpulan dari Dahlan pada tahun 2013 yang menghasilkan dua pengertian tersebut adalah penyesuaian diri bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan merupakan kondisi siswa yang berada pada antara penyesuaian diri dan dukungan sosial lingkungan baru dituntut untuk dapat bergaul dengan stres lingkungan. Subjek berjumlah 34 dengan siswa baru, mampu menyelesaikan tugas orang memiliki penyesuaian diri sebanyak dan permasalahan di sekolah. Siswa yang 73,91% dengan kategori sedang. 40 orang mengalami permasalahan akan membuat tertekan memiliki dukungan sosial sebanyak 86,96% pada diri, penurunan motivasi sehingga tidak dengan kategori cukup dan 37 orang memiliki mampu berkembang secara optimal. stres lingkungan sebanyak 80,43% dengan Berdasarkan dilakukan Melly, . di Universitas Indonesia Universitas Indonesia mengalami perubahan di semester pertama ke semester kedua seperti perubahaan pola pikir kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penyesuaian diri dan dukungan sosial maka semakin rendah stres lingkungan sebaliknya semakin rendah penyesuaian diri dan Pengaruh Penyesuaian Diri . (Nisrina Khairunnis. 417 dukungan sosial maka semakin tinggi stres stres yang sudah sampai pikiran dan menganggu kehidupan akan melakukan hal yang tidak Stres lingkungan sekolah terjadi karena adanya keadaan yang tidak dapat diterima oleh diri siswa yang tidak diharapkan itu terjadi. Stres lingkungan sekolah dimana pemikiran setiap siswa sendiri merasa terbebani dan tidak mampu untuk melakukan tuntutan dari lingkungan Menurut Lazarus dan Folkman . seharunya dilakukan sepeti bunuh diri atau meninggal karena serangan jantung, stroke, kanker dan tekanan darah tinggi. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa stres berdampak negatif bagi siswa dan dapat mempengaruhi kehidupan siswa yang berada di sekolah yang Pada bahwa stres merupakan hubungan lingkungan mengambil siswa Sekolah Menengah Kejuruan sekitar dengan pemikiran individu yang dituntut salah satu sekolah di Yogyakarta dari kelas X dan dan mampu dalam menghadapi permasalahan XI yang ditinjau dari siswa yang sedang agar terhindar dari penyakit sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Indri Kemala Nasution Lingkungan sekolah ini berada di tengah Kota . menyatakan bahwa remaja yang Yogyakarta mengalami stres penyebabnya dikarenakan oleh Bangunan sekolah tersebut terdiri dari 1 ruang berbagai faktor misalnya, orang tua, akademik guru, 1 ruang tata usaha, 2 kamar mandi dan dan teman sebaya. Penelitian yang dilakukan beberapa ruang kelas lainnya dimana proses Walker . alam Indri Kemala Nasution, 2007:. belajar mengajar diselenggarakan. Proses belajar pada 60 remaja mengalami ketegangan dan mengajar terasa tidak nyaman dikarenakan lantai permasalahan yang berasal dari hubungan dengan kramik yang terlihat rusak diluar dan didalam teman dan keluarga, tekanan dan harapan dari diri kelas, atap ruang kelas yang bolong, kamar mandi sendiri yang tidak terwujud serta tekanan yang tidak sedap untuk dihirup dan banyak Atmaningtyas ruangan belakang sekolah yang jarang sekali . 0:29-. apabila individu yang mengalami digunakan apalagi di bersihkan. Ruangan yang stres maka akan mengakibatkan gangguan tidur, jarang dibersihkan akan terasa mengap dan udara gangguan mood . uasana hat. , sakit kepala, terasa panas jika menetap di ruangan tersebut. bahkan gangguan hubungan dengan keluarga dan Tidak adanya fasilitas sekolah seperti kipas angin teman sekolah. Jika stres tidak diberikan atau jendela yang terbuka akan membuat udara pengananan dan terus-menerus terjadi akan terasa panas. Hal ini menunjukan bahwa adanya berakibat fatal seperti maag, penyakit jantung dan siswa yang tidak nyaman dan tidak betah jika pusing pada kepala. Stres yang terus-menerus terus berada di sekolah ini. Menurut Naila terjadi akan menggerogoti dan menghancurkan penderitanya secara perlahan-lahan. Penderita Fenomena yang terjadi pada sekolah seperti bolos pelajaran akan berdampak pada nilai 418 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 9. September 2021 akademik siswa yang semakin menurun. Nilai akademik yang menurun akan membuat siswa tidak dapat melanjutkan ke jenjang kelas Siswa yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya akan merasa malu hingga pada akhirnya merasa stres dan ingin pindah sekolah yang mau menerima siswa yang tidak naik kelas. Paparan di atas berhubungan dengan siswa yang mempunyai penyesuaian diri yang rendah. Selain berdampak pada nilai METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional atau uji hubungan. Menurut Sugiyono kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data menggunakan statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. akademik yang menurun terdapat fenomena lain yang berhubungan dengan stres yang dialami Penelitian kuantitatif ini secara spesifik siswa sehingga berperilaku agresif terhadap guru akan meneliti pengaruh dari satu variabel yang memberikan perintah untuk masuk kelas terhadap variabel lain serta mengetahui besarnya pada saat belajar mengajar berlangsung tetapi siswa tersebut membentak dan memaki-maki guru tersebut dan memilih untuk pergi kekantin Sugiyono . mengatakan analisis regresi agar tidak mengikuti pelajaran. Stres yang dialami merupakan analisis siswa tersebut merupakan stres emosional. memprediksi bagaimana perubahan nilai variabel Menurut Hardjana . alam Oki Tri Handono independen dinaikkan atau diturunkan nilainya 2002:. stres emosional adalah berupa perilaku . Dua variabel yang dihubungkan gelisah, depresi, sedih, gugup dan mudah marah. dalam penelitian ini yaitu variabel bebas yang digunakan untuk . ndependent variabl. yaitu penyesuaian diri dan Inti dari latar belakang masalah ini adalah variabel terikat . ependent variabl. yaitu stress mempengaruhi stres akademik pada siswa. Stres Bertempat Sekolah akademik yang meningkat membuat nilai mata Menengah Kejuruan di Yogyakarta. Tempat ini di pelajaran menurun sehingga siswa tidak dapat pilih berdasarkan observasi dan wawancana yang mengikuti proses belajar mengajar dan memilih dilakukan salah satu mahasiswa Bimbingan dan untuk berpindah jurusan yang awalnya dari Konseling yang sedang melakukan Praktek Kerja Administrasi Perkantoran menjadi Akuntansi. Lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa yang terlihat stres memilih untuk tidak sejumlah 132 siswa. Jumlah siswa tersebut bergabung dengan teman sekelasnya dan lebih terbagi ke dalam tiga tingkatan dan tiga jalur memilih untuk menyendiri. Terkadang siswa tersebut juga tidak berangkat sekolah beberapa (Administrasi Hal ini mengakibatkan penyesuaian diri (Multimedi. menjadi rendah. (Akutans. Perkantora. Pengaruh Penyesuaian Diri . (Nisrina Khairunnis. 419 Dalam menyusun suatu karya ilmiah penyesuaian diri dengan variabel stres pada siswa membutuhkan suatu metode ilmiah. Pemilihan Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta. metode pengumpulan data yang tepat merupakan Semakin tinggi penyesuaian diri maka semakin bagian terpenting dalam penelitian, karena data rendah stres lingkungan sekolah sebaliknya yang diperoleh dalam penelitian haruslah besar. semakin rensah penyesuaian diri maka semakin Data yang salah akan menghasilkan informasi tinggi stres lingkungan sekolah. Berdasarkan yang salah. Menurut Arikunto . metode deskripsi data maka siswa yang dikategorikan ke pengumpulan data adalah cara yang dapat dalam kategori rendah, sedang dan tinggi. digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan Kategori siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki penyesuaian diri yang mengumpulkan data diantaranya menggunakan rendah sebanyak 59 responden. Selain itu 32 teknik wawancara, observasi dan koesioner. siswa berada dikategori sedang dan 9 siswa Sugiyono . menyatakan bila dilihat dari berada pada kategori tinggi. Sedangkan stres cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik sebagian besar siswa berada pada kategori sedang pengumpulan data dapat dilakukan dengan dengan jumlah 50 siswa. Selain itu 18 siswa wawancara, angket, observasi dan gabungan berada pada kategori rendah dan 32 siswa berada pada kategori tinggi. Terdapat Pada penelitian ini pengumpulan data Arikunto . mengemukakan bahwa skala adalah suatu instrument pengumpulan data yang berisi pernyataan dan diikuti dengan kolom-kolom yang Berikut disajikan deskripsi penilaian dan grafik pengelompokkan skor dari dua variabel yaitu variabel penyesuaian diri dan stres: Tabel Pengelompokkan Data Variabel Penyesuaian Diri di Sekolah menunjukan tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju. Skala dalam penelitian ini menggunakan skala jenis likert untuk menyusun skala penyesuaian diri dan Skala likert adalah jenis skala yang dapat Kategori Jumlah Responden Rendah Sedang Tinggi digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dalam penelitian ini dapat menghasilkan sebuah teori yaitu terdapat pengaruh antara variabel Gambar 1. Penyesuaian Diri di Sekolah 420 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 9. September 2021 Tabel 2. Pengelompokkan Data Variabel Stres siswa adalah penyesuaian diri ke arah yang Kategori Jumlah Responden Rendah Hasil skala penyesuaian diri terlihat Sedang bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat Tinggi penyesuaian diri dengan kategori rendah. Pada penelitian ini ditemukan bahwa siswa mempunyai Jumlah Responden berjumlah 59 siswa, kecenderungan penyesuaian Rendah diri sedang berjumlah 32 siswa, sedangkan Sedang kecenderungan penyesuaian diri tinggi berjumlah Tinggi 9 siswa. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan sebagian siswa memiliki kondisi Gambar 2. Grafik Pengelompokan Variabel Stres lingkungan sekolah, siswa mengalami kesulitan Tabel 3. Analisis Statistik Hasil Penelitian Variabel Jmh Statistik proses belajar mengajar yang dikarenakan kondisi Skor Item Penyesuaian Diri Stress dalam penyesuaian diri dan terhambar dalam lingkungan sekolah yang tidak nyaman bagi siswa Max Min Mean 67,92 menurut Desmita . bahwa penyesuaian diri Stad. Dev 10,995 adalah wujud sifat psikologi yang luas dan Max Min Mean 77,32 Stad. Dev 11,048 Hal tersebut sejalan dengan pendapat kompleks, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luas maupun dari dalam diri individu itu sendiri. Desmita penyesuaian diri yang baik ditandai dengan Pembahasan pertama, kematangan emosional yang baik akan Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan mempengaruhi siswa dalam penyesuaian diri, bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sebaliknya jika siswa mempunyai kematangan penyesuaian diri terhadap stres pada siswa emosional yang kurang baik akan mengalami Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta. Hasil kesulitan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Contohnya, apabila siswa tidak senang dengan penyesuaian diri merupakan peningkatan stres lingkungan sekolah akan menunjukan rasa tidak Meningkatnya stres pada siswa akibatnya suka terhadap semua teman, maka proses rendahnya penyesuaian diri menuntut pada penyesuaian dirinya akan tehambar. Kedua, kesimpulan bahwa penyesuaian diri yang dialami kematangan intelektual juga akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam penyesuian diri. Pengaruh Penyesuaian Diri . (Nisrina Khairunnis. 421 Kematangan yang kurang baik Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Nifsu contohnya, siswa yang mengalami kekurangan Lailatul Fitri bahwa penyesuaian diri dan dalam mata pelajaran matematika otomatis siswa penyesuaian sosial berpengaruh pada prestasi tersebut tidak akan mengikuti ekstrakurikuler Siswa yang memiliki penyesuian diri yang berhubungan dengan matematika karena dan penyesuaian sosial yang rendah memiliki tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. prestasi akademik yang kurang. Misalnya, siswa Ketiga, kematangan sosial juga mempengaruhi yang lebih suka menyendiri dari teman dan tidak siswa dalam penyesuaian diri. Kemampuan siswa menyukai guru matematika yang galak akan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mempunyai nilai matematika yang menurun guru-guru, serta siswa lain. Contoh kurangnya kematangan sosial adalah siswa cenderung menyendiri dan tidak memiliki teman dekat, maka akan kesulitan baginya untuk menyesuaian diri dengan baik. Terakhir, tanggung jawa terhadap tugasnya siswa sebagai siswa. Contohnya, siswa yang di didik dalam lingkungan yang tanggung jawab terhadap kewajiban dan aturan yang ada, akan dengan mudah melaukan penyesuaian diri denga peraturan tata tertib yang ada di sekolah. Berdasarkan diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa stres siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta termasuk dalam kategori sedang. Hal ini berdasarkan hasil penelitian pada siswa yang berjumlah 18 berada pada kategori rendah, 50 siswa pada kategori sedang, sedangkan 32 siswa berada pada kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan sebagian siswa yang memiliki stres yang sedang, terlihat pada siswa yang memiliki pernyataan yang mendapat pilihan paling banyak tuntutan orang tua terhadap prestasi akademik, adalah siswa yang tidak peduli dengan siswa cita-cita yang berlawanan dengan keinginan lainnya, siswa yang tidak suka dengan peraturan orang tua, jurusan yang diinginkan orang tua di sekolah dan kegiatan di sekolah seperti berbeda dengan jurusan yang diinginkan dan ekstrakurikuler, siswa yang lebih memilih menerima ancaman dari lingkungan luar sehingga terjadilah stres. hal tersebut sejalan dengan kelompok teman yang lainnya dan perilaku pendapat menurut Santrock . bahwa stres menganggu tinggi sehingga siswa yang lain adalah respon individu terhadap keadaan atau merasa takut berada di lingkungan sekolah. Hal kejadian yang memicu stres sehingga mengancam ini didukung dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Oki Tri Handoko & Khoiruddin kemampuan seseorang untuk menaganinya. berdasarkan seluruh sampel penelitian, hasil yang Bashori Hasil analisis yang kedua adalah stres. penyesuaian diri dan dukungan sosial maka semakin rendah stres lingkungan sebaliknya semakin rendah penyesuaian diri dan dukungan sosial maka semakin tinggi stres lingkungan. Hasil dari penelitian di atas juga sejalan dengan penelitian Oki Tri Handoko & Khoiruddin Bashori . menyebutkan bahwa ada tiga tahap stres, yaitu tahap reaksi tanda bahaya, 422 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 9. September 2021 resistensi dan tahap kelelahan. Tahap reaksi tanda bahaya yang disampaikan indera. Tahap siap mempengaruhi stres akademik pada siswa. Hal ini menerima ancaman atau menghindar terlihat pada berpengaruh pada siswa yang merasa pelajaran otot yang menegang, keringat keluar, reaksi yang diberikan guru lama-kelamaan terasa sulit andrenalin meningkat, jantung berdebar karena sehingga membuat nilai menjadi turun, siswa darah dipompa lebih kuat sehingga tekanan darah yang ingin pindah jurusan, siswa yang suka Stres di lingkungan sekolah terjadi membolos, siswa yang ingin pindah jurusan atau karena adanya keadaan yang tidak dapat diterima siswa yang tidak betah berada di sekolah lebih oleh diri siswa yang tidak diharapkan terjadi. Permasalahan yang dialami siswa tersebut Stres memiliki hubungan antara siswa dengan lingkungan sekolah, dimana pemikiran setiap lingkungan sekolah siswa sendiri merasa terbebani dan tidak mampu untuk melakukan tuntutan dari lingkungan Menurut Naila Atmaningtyas . apabila individu yang mengalami stres maka akan suasana hati, sakit kepala, bahkan gangguan hubungan dengan keluarga dan teman sekolah. Berdasarkan menyebabkan siswa menjadi cepat stres yaitu permasalahan dengan keluarga. Permasalahan yang ada pada keluarga antara lain orang tua yang telah pisah, siswa yang tinggal bersama dengan nenek atau budenya dan siswa yang memiliki keluarga tidak harmonis sehingga stres dan Stres yang dialami siswa berpengaruh diketahui bahwa penyesuaian diri berpengaruh terhadap proses interaksi dengan siswa lainnya terhadap stres akemik siswa Sekolah Menengah dan proses belajar mengajar menjadi terganggu. Kejuruan Siswa seakan menjadi pendiam dan tidak peduli Yogyakarta. Terdapat Mayoritas memiliki penyesuaian diri dengan kategori dengan keadaan sekitar. UCAPAN TERIMA KASIH