Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Analisis Tingkat Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V dalam Pembelajaran IPS Rizaluddin1. Indah Afrianti2. Reski Ade Tian Prataman3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: rizzaludinaziz@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-10-09 Accepted: 2025-01-02 Published: 2025-01-25 Keywords: Analysis. Social Intelligence. Social Studies Learning. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-10-09 Diterima: 2025-01-02 Dipublikasi: 2025-01-25 Kata kunci: Analisis. Kecerdasan Sosial. Pembelajaran IPS. Abstract This study is a qualitative study that aims to describe the social intelligence of students in social studies learning in grade V of SDN 15 Woja. Woja District. Dompu Regency. Based on Law Number 20 of 2003 Article 5 Paragraph 4, citizens who have the potential for special intelligence have the right to receive special education, including social, emotional, intellectual, and spiritual intelligence. According to Daniel Goleman . , only 20% of a person's life success is determined by intellectual intelligence, while the remaining 80% is influenced by emotional awareness, social intelligence, and spirituality. Suyono . explains that social intelligence involves the ability to understand social dynamics, interact, and objectively assess relationships with others. Data collection was carried out through interviews and observations with analysis techniques in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that grade V students of SDN 15 Woja were able to be good listeners, had empathy, were confident, and dared to convey ideas in front of their friends in the social studies learning process. Abstrak Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan kecerdasan sosial siswa dalam pembelajaran IPS di kelas V SDN 15 Woja. Kecamatan Woja. Kabupaten Dompu. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 Ayat 4, warga negara dengan potensi kecerdasan istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus, termasuk kecerdasan sosial, emosional, intelektual, dan spiritual. Menurut Daniel Goleman . , hanya 20% kesuksesan hidup seseorang ditentukan oleh kecerdasan intelektual, sementara 80% sisanya dipengaruhi oleh kesadaran emosional, kecerdasan sosial, dan spiritual. Suyono . menjelaskan bahwa kecerdasan sosial melibatkan kemampuan memahami dinamika sosial, berinteraksi, dan menilai secara objektif hubungan dengan orang lain. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 15 Woja mampu menjadi pendengar yang baik, memiliki empati, percaya diri, serta berani menyampaikan gagasan di depan teman-temannya dalam proses pembelajaran IPS. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan elemen fundamental dalam kehidupan manusia karena berperan dalam membentuk kepribadian serta mendorong perkembangan menuju kedewasaan. Salah satu indikator kedewasaan yang penting adalah dengan orang lain, yang mencerminkan kecerdasan sosial. Pendidikan tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. Proses pembelajaran yang ideal seharusnya dirancang sedemikian rupa agar dapat meningkatkan minat siswa sekaligus mengembangkan kecerdasan sosial mereka. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional . yang bertujuan untuk mencetak insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, dengan kecerdasan yang http://journal. org/index. php/jekas spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hafidz Taufiqurrahman . menunjukkan bahwa usia siswa antara 6 hingga 12 tahun, yang merupakan akhir masa kanak-kanak, adalah periode krusial bagi dorongan berprestasi. Pada usia ini, siswa mulai membentuk kebiasaan yang dapat menentukan keberhasilan mereka di masa Pola pikir yang terbentuk pada masa membentuk kesuksesan di masa depan. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki tujuan agar siswa dapat . mengenal konsepkonsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, . mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, serta keterampilan memecahkan masalah dalam kehidupan sosial, . memiliki komitmen terhadap Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . nilai-nilai kemanusiaan, serta . mampu berkomunikasi, bekerja sama, dan berkompetisi di masyarakat yang majemuk, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Menurut Suyono . , kecerdasan sosial mencakup kesadaran dan suasana hati yang digunakan untuk memahami dinamika sosial. Ini dengan orang lain, membantu serta mendorong orang lain untuk mencapai prestasi, menilai situasi secara objektif saat berhubungan dengan orang lain, dan mempelajari serta menafsirkan perilaku sosial yang muncul dalam interaksi. Dengan demikian, kecerdasan sosial melibatkan berbagai keterampilan sosial yang kompleks dan penting bagi kehidupan sehari-hari. Taneo . menegaskan bahwa pelajaran IPS merupakan sarana penting dalam membentuk generasi muda agar dapat berkembang secara positif sesuai dengan tuntutan zaman. Pembelajaran ini bertujuan untuk mendorong perubahan sesuai dengan perkembangan dunia nilai-nilai mempersiapkan kehidupan masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, pelajaran IPS tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan formal, tetapi juga sebagai landasan bagi generasi muda untuk mewariskan nilai-nilai kehidupan yang lebih baik kepada generasi Berdasarkan observasi awal di kelas V SDN 15 Woja, ditemukan beberapa perilaku yang menunjukkan adanya variasi dalam kecerdasan sosial siswa. Beberapa siswa cenderung gaduh dan bercanda dengan teman, bahkan ada yang bertengkar dengan teman sebangkunya. Ketika guru memberikan pertanyaan, banyak siswa yang antusias ingin menjawab, tetapi ada juga yang menolak ketika diminta untuk Selain itu, ditemukan siswa yang terlihat pasif, menunduk, dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. Pada saat diminta berbicara di depan kelas, sebagian siswa malu dan enggan, namun ada juga yang percaya diri berbicara di depan kelas. Dalam diskusi kelompok, beberapa siswa aktif berpartisipasi, sementara lainnya hanya berdiam diri tanpa kontribusi. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian deskriptif yang bertujuan menganalisis tingkat kecerdasan sosial siswa dalam pembelajaran IPS di kelas V SDN 15 Woja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi kecerdasan sosial siswa dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kecerdasan sosial dalam pembelajaran. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecerdasan sosial http://journal. org/index. php/jekas siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SDN 15 Woja secara mendalam. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk memahami fenomena sebagaimana adanya tanpa memberikan perlakuan atau intervensi terhadap variabel yang diteliti. Dengan demikian, seluruh keadaan, kejadian, dan kegiatan yang diamati dijelaskan secara apa adanya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Lokasi penelitian ini adalah SDN 15 Woja. Desa Riwo. Kecamatan Woja. Kabupaten Dompu. Sekolah ini dipilih karena memiliki lingkungan yang sesuai dengan fokus penelitian tentang analisis kecerdasan sosial siswa dalam pembelajaran IPS. Luas dan kondisi sekolah mendukung penelitian ini, sehingga memotivasi peneliti untuk melakukan observasi lebih lanjut terkait judul yang diangkat. Sumber data dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi empat kategori: . Narasumber, yaitu siswa kelas V yang menjadi subjek utama penelitian. Peristiwa atau aktivitas yang terjadi selama pembelajaran IPS. Tempat atau lokasi, yaitu lingkungan sekolah sebagai latar pengamatan. Dokumen atau arsip yang relevan untuk mendukung data penelitian. Dalam penelitian kualitatif, validitas temuan sangat penting dan dicapai apabila tidak dilaporkan oleh peneliti dengan kenyataan di Untuk memastikan keabsahan data, teknik yang digunakan meliputi ketekunan pengamatan, di mana peneliti melakukan observasi yang mendalam dan berulang kali, serta triangulasi, yaitu pengecekan silang informasi dari berbagai sumber data yang memperkuat temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka dalam Bab ini akan dipaparkan hasil penelitian Deskriptif tentang kecerdasan sosial siswa dalam pembelajaran IPS Kelas V SDN 15 Woja di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Pada penelitian ini akan dipaparkan tentang deskripsi data mengenai tingkat kecerdasan sosial siswa dalam pembelajaran IPS melalui indikator meliputi: . kesadaran situasional . kemampuan membawa diri . Empati. Adapun data hasil penelitian diperoleh dari tehnik observasi dan wawancara. Observasi dilakukan pada saat peroses pembelajaran IPS berlangsung di dalam kelas sedangkan wawancara dilakukan dengan guru wali kelas V SDN 15 Woja. Data yang diperoleh dari wawancara atas pertanyaan yang di ajukan oleh peneliti melalui pedoman wawancara yang dilakukan secara tatap muka yang kemudian Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . interprestasi data dan kesimpulan data melalui tehnik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penrikan kesimpulan yang terlihat pada tabel di bawah ini: Siswa bermainmain dengan teman saat proses Tabel 1. Hasil Observasi Siswa Hal yang Diamati Siswa yang di sampaikan oleh guru dalam Siswa menganggu temannya ketika Siswa tugas yang diberikan oleh Siswa pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Siswa bertanya kepada guru ketika ada materi yang tidak Siswa diam saja ketika kegiatan diskusi kelompok. Siswa berkolaborasi saat ada tugas yang diberikan oleh Siswa bertengkar dengan temannya saat proses diskusi. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan yang di lakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, terlihat siswa mampu menyimak materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, siswa tidak suka saling menganggu saat mengikuti pembelajaran. Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, terlihat siswa antusias dalam mengerjakan tugas saling bekerja sama dengan temannya. Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, terlihat siswa mengumpulkan pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya sehingga siswa mendapatkan nilai harian. Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, siswa mengajukan pertanyaan kepada guru ketika ada materi yang ia tidak pahami. Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir pada pembelajaran IPS, pada saat berdiskusi terlihat siswa sangat aktif didalam kelompoknya siswa mengeluarkan masing-masing pendapatnya untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Hasil pengamatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan berkolaborasi dengan teman Hasil pengamatan yang dilakukan pada saat pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS, terlihat siswa bertengkar pada saat melakukan diskusi, mereka bertengkar dalam hal saling menyuarakan pendapatnya masing-masing dan guru menjadi penengah untuk mengatasi situasi tersebut. http://journal. org/index. php/jekas Siswa berbicara dengan teman saat guru Hasil pengamatan yang dilakukan pada saat pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS berlansung. Siswa fokus pada materi pembelajaran dan tidak melakukan gerakan tambahan diluar materi pembelajaran. Hasil pengamatan yang dilakukan pada saat pertemuan pertama dan terakhir saat pembelajaran IPS berlangsung, siswa sangat menghargai gurunya pada saat menjelaskan pembelajaran sehingga mereka fokus dalam menyimak dan tidak berbicara dengan teman saat guru menyampaikan Hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi atau pengamatan secara langsung pada proses pembelajaran IPS ditemukan fakta bahwa terlihat siswa mampu menyimak materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik, tidak saling menganggu saat mengikuti pembelajaran, antusias dalam mengerjakan tugas dengan saling bekerja sama dengan temannya, rajin mengumpulkan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru,berani dalam mengajukan pertanyaan terhadap materi yang tidak dipahami, aktif dalam mengikuti kegiatan diskusi, fokus terhadap materi pembelajaran dan tidak melakukan gerakan tambahan diluar materi pembelajaran serta siswa sangat menhargai gurunya pada saat menjelaskan dan menyampaikan materi pembelajaran secara tidak langsung semua indikator kecerdasan sosial mulai dari indikator Kesadaran situasional, indikator Kemampuan membawa diri, indikator autentisitas atau keaslian, indikator clarity atau kejelasan dan indikator empati ada pada diri siswa kelas V SDN 15 Woja. Tabel 2. Hasil Wawancara dengan Guru dan Wali kelas Indikator Kesadaran Situasional Pertanyaan Apakah siswa suka berbicara sendiri ketika guru Apakah siswa merespon ketika teman- temanya ribut di dalam Apakah siswa suka keributan didalam Apakah siswa nada bicara sesuai lawan Hasil wawancara Siswa tidak suka berbicara sendiri saat guru menjelaskan materi Iya siswa akan merespon ketika teman-temanya ribut dalam kelas. Tidak siswa saya tidak membuat keributan dalam Iya karena siswa didikan saya diajarkan sopan santun dan beretika saat berbicara sesuai umur dan lawan bicaranya. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Tabel 3. Hasil Wawancara dengan Siswa Indikator Kesadaran (Siswa . Pertanyaan Apakah kamu suka berbicara sendiri ketika guru Apakah kamu merespon ketika teman-temanmu ribut di dalam Apakah kamu suka membuat keributan didalam Apakah kamu nada bicara sesuai lawan Apakah kamu suka menolong temanmu yang Hasil wawancara Saya tidak suka berbicara sendiri saat guru menjelaskan materi Iya saya akan merespon ketika teman-teman ribut dalam kelas karena saya inggin fokus akan materi Tidak saya tidak suka berbuat keributan di kelas. Iya karena saya di didik dan diajarkan sopan santun dan beretika saat berbicara sesuai umur dan lawan Iya saya selalu menolong satu sama lain yang Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara melalui indikator Kesadaran situasional, indikator Kemampuan membawa diri, indikator Autentisitas atau keaslian, indikator Clarity atau kejelasan dan indikator Empati terlihat bahwa siswa kelas V SDN 15 Woja memiliki semua Indikator kecerdasan Sosial yang baik sehingga proses pembelajaran IPS berjalan dengan baik. Pembahasan Berdasarkan Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa siswa telah mampu menjadi pendengar yang baik. Ini menunjukkan salah satu ciri orang yang cerdas secara sosial. Hal ini sejalan dengan pandanag Goleman yang mengatakan bahwa jika seseorang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi, maka mereka disampaikan oleh orang lain (Setiawan, 2. Respon siswa ketika mendapat pertanyaan langsung dari guru yaitu memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Hal ini memperlihatkan bahwa siswa sudah mempunyai kemampuan untuk memahami isi dari interaksi yang dilakukannya. Kemampuan siswa untuk mengetahui apa yang disampaikan orang lain. untuk mengungkapkan pendapatnya (Lindah Zakiah, 2. Kecerdasan sosial ini mengantarkan siswa kepada kemampuannya untuk melakukan interaksi yang baik dengan orang lain. Ketika siswa diberikan soal saat pelajaran berlangsung, terlihat siswa saling menunjukkan bentuk perhatian siswa terhadap http://journal. org/index. php/jekas Tidak sampai disitu, pada saat guru memberikan pekerjaan rumah, interaksi antar siswa masih terjalin, mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Namun bukan berarti siswa tersebut saling mencontek, mereka saling membagi tugas dan saling membantu pada bagian kesulitan masingmasing siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya jawaban Hasil Observasi kelas V SDN 15 Woja. Bentuk perhatian siswa kepada guru juga ditunjukkan pada saat proses pembelajaran IPS berlangsung, siswa sangat fokus dan antusias dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Hal ini merupakan penyelarasan siswa yang melampaui emosi sesaat dengan menawarkan perhatian total kepada seseroang dan mendengarkan sepenuhnya serta berusaha memahami orang lain (Laksmi Ningrum, 2. dalam melakukan pembelajaran IPS berlangsung. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga memperlihatkan kemampuan siswa untuk menyampaikan gagasan dan ide secara baik dan persuasi dan diterima dengan tangan terbuka oleh orang lain, di mana siswa berani tampil di depan temantemannya saat diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru Secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi dan wawancara siswa kelas V SDN 15 Woja memiliki setiap indikator kecerdasan sosial mulai dari indikator Kesadaran situasional, indikator kemampuan membawa diri, indikator Autentisitas atau keaslian, indikator Clarity atau kejelasan dan indikator Empati yang baik sehingga proses pembelajaran IPS berjalan dengan baik. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa gambaran kecerdasan sosial siswa kelas V SDN 15 Woja Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yaitu: dapat menjadi pendengar yang baik, umumnya memiliki rasa empati, dan mampu menempatkan diri sebagai seorang siswa yang berada di sekolah, siswa memiliki fokus dan berani tampil dihadap teman-temannya untuk menyampaikan gagasan atau ide-idenya dengan percaya diri saat melakukan proses pembelajaran IPS. Secara keseluruhan setiap kecerd-asan Kesadaran situasional. Kemampuan membawa diri. Autentisitas atau keaslian. Clarity atau kejelasan dan Empati ada pada diri siswa kelas V SDN 15 Woja. Saran