JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 9 Nomor 1. Januari 2026 STRATEGI PERENCANAAN KOMUNIKASI PADA KOMUNITAS GERAKAN SUBUH BERJAMAAH DI KOTA BENGKULU Balqis Kusuma Dewi1. Citra Dwi Palenti2. Nia Ulfasari3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Bengkulu. Indonesia balqis234@gmail. com, 2citradwipalenti@unib. id , 3niaulfasari@unib. Received: Desember, 2025. Accepted: Januari, 2026 Abstract This research aims to describe the communication strategies of the Subuh Berjamaah Movement (GSB) in Bengkulu City. The method used is descriptive qualitative with four subjects through interviews, observations, and documentation. Data validation is conducted through triangulation of time, subjects, and techniques. The results show that GSB uses face-to-face communication strategies and digital Face-to-face communication is conducted through personal relationships with mosque administrators, while digital media such as WhatsApp. Instagram, and Facebook are utilized to disseminate information. The media production strategy is designed according to the needs of the community while considering the characteristics of the audience. This approach is effective in reaching across age groups, especially the youth, and encourages changes in religious behavior, social interactions, and individual attitudes through regular Quran-based training. Positive impacts are also observed in family life, academics, and the community. Thus, communication strategies and The mentoring of GSB has proven capable of fostering religious awareness and sustainable social Keywords: communication strategy, social media. Gerakan Subuh Berjamaah Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek empat orang melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu, subjek, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSB menggunakan strategi komunikasi tatap muka dan media digital. Tatap muka dilakukan melalui hubungan personal dengan pengurus masjid, sedangkan media digital seperti WhatsApp. Instagram, dan Facebook dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi. Strategi produksi media dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan karakteristik Pendekatan ini efektif menjangkau lintas usia, khususnya generasi muda, serta mendorong perubahan perilaku keagamaan, sosial, dan sikap individu melalui pembinaan rutin berbasis Al-QurAoan. Dampak positif juga terlihat pada kehidupan keluarga, akademik, dan masyarakat. Dengan demikian, strategi komunikasi dan pembinaan GSB terbukti mampu menumbuhkan kesadaran keagamaan serta partisipasi sosial berkelanjutan. Kata Kunci: strategi komunikasi, media social. Gerakan subuh berjamaah How to Cite: Dewi. Palenti. & Ulfasari. Strategi Komunikasi Pada Komunitas Gerakan subuh Berjamaah di Kota Bengkulu. Comm-Edu (Community Education Journa. , 9 . , 6471. PENDAHULUAN Strategi adalah suatu proses yang membuat organisasi atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, guna mencapai segala tujuan yang telah direncanakan. Pendapat Setiawan, . , menjelaskan bahwa strategi adalah sarana untuk mencapai tujuan jangka Panjang melalui penetapan sasaran, kebijakan, dan alokasi sumber daya yang tepat. Proses terencana Volume 9. No. Januari 2026 pp 64-71 untuk mencapai tujuan dengan menetapkan sasaran, sedangkan pendapat Sutisna . bahwa strategi publik relations merupakan alternative optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam suatu kerangka rencana public relations. Komunitas adalah sekelompok individu yang memiliki kesamaan dalam minat, tujuan, nilai, atau lokasi tertentu dan berinteraksi satu sama lain secara teratur. Komunitas bisa terbentuk secara alami berdasarkan minat dan hobi. Pendapat Imam Farisi & Lukiyadi, . menjelaskan bahwa komunitas adalah kelompok sosial yang ditandai oleh solidaritas, baik mekanik . alam masyarakat tradisiona. maupun organik . alam masyarakat moder. Solidaritas membentuk identitas dan hubungan antar individu dalam komunitas, sedangkan pendapat Fadli, . komunitas adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan timbal balik yang kuat, yang sering kali ditentukan oleh nilai-nilai, norma, atau tujuan kelompok. Gerakan Subuh Berjamaah adalah inisiatif yang mendorong umat Islam untuk melaksanakan salat subuh secara berjamaah di masjid. Selain sebagai bentuk ibadah, endidi ini juga berperan sebagai kegiatan pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman keagamaan. Dalam Pendidikan Nonformal (PNF) mencakup berbagai jenis komunitas yang berperan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Jenis komunitas dalam PNF Menurut Anam . pendidikan nonformal memiliki kaitan erat dengan kegiatan Subuh Berjamaah, terutama dalam konteks pembinaan nilai-nilai keagamaan, kebiasaan beribadah, dan pembentukan karakter di masyarakat. Pendidikan nonformal dalam Islam mencakup berbagai kegiatan yang tidak terbatas oleh kurikulum resmi, tetapi memberikan pengajaran agama melalui praktik ibadah dan aktivitas komunitas, seperti majelis taklim atau kajian-kajian agama di masjid. Di dukung oleh pendapat Utami & Safei . tentang kegiatan subuh berjamaah, yang diinisiasi dalam beberapa komunitas Islam sebagai pendidikan religius, dapat dianggap sebagai bagian dari pendidikan nonformal karena memiliki beberapa karakteristik serupa, di antaranya : . Pembentukan Kebiasaan Ibadah yaitu kegiatan Subuh Berjamaah mendorong partisipasi umat untuk melaksanakan ibadah salat secara konsisten di masjid. Ini memberikan pelajaran praktis tentang pentingnya disiplin dalam menjalankan perintah agama dan memperkuat kebiasaan beribadah, yang sejalan dengan tujuan endidikan nonformal untuk membentuk perilaku baik. Penguatan Nilai dan Karakter Religius yaitu pendidikan nonformal, seperti kegiatan Subuh Berjamaah, berfokus pada pembentukan karakter. Dengan melaksanakan salat subuh berjamaah, para jamaah tidak hanya belajar tentang kewajiban salat, tetapi juga tentang kebersamaan, kerendahan hati, serta komitmen pada nilai-nilai Islam. Ini mendukung pembentukan karakter religius yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan ukhuwah pendidikan . ersaudaraan isla. : kegiatan salat berjamaah Subuh dapat memperkuat ikatan di antara jamaah, membantu mereka untuk saling mengenal dan mendukung. Sebagaimana dalam pendidikan nonformal yang berfungsi sebagai wahana sosialisasi. Subuh Berjamaah juga memungkinkan adanya interaksi dan penguatan persaudaraan di antara umat Islam dalam lingkungan masyarakat. Pendidikan melalui keteladanan dan lingkungan yaitu pendidikan nonformal banyak menggunakan pendekatan keteladanan dan pembelajaran Dengan strategi yang terstruktur ini. GSB berhasil membangun komunitas yang solid serta meningkatkan kesadaran umat Islam akan pentingnya shalat Subuh berjamaah dalam Dewi. Palenti & Ulfasari. Strategi Komunikasi Pada Komunitas Gerakan subuh Berjamaah di Kota Bengkulu memperoleh keberkahan dan perlindungan dari Allah. Sehubungan dengan Gerakan Subuh Berjamaah yang telah memanfaatkan media alam kegiatannya untuk menyiarkan dakwah kepada masyarakat, penelitian ini akan menelaah Strategi Komunikasi Pada Komunitas Gerakan Subuh Berjamaah di Kota Bengkulu. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami bagaimana warga belajar dapat mengembangkan kreativitas, dapat mengembangan jiwa kewirausahaan. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yang mencakup Ketua. Pengelola. Peserta I. Peserta II(Gen Z). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi (Sugiyono, 2. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tabel 1. Partisipan Penelitian Informan Coding Ketua Pengelola Peserta I Peserta II(Gen Z) HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Strategi Perencanaan Komunikasi Pada Komunitas Gerakan Subuh Berjamaah di Kota Bengkulu. Strategi perencanaan komunikasi pada komunitas gerakan subuh berjamaah di kota Bengkulu adanya perencanaan pesan dilakukan dengan terstuktur yaitu dengan rapat melibatkan ustad, ketua, pengelola, dan bertahap dalam perencanaan pesan dengan berpedoman pada buku tafsir dari arab Saudi yang disusun oleh Ustad Syamlan dengan menetapkan tujuan yang strategis dengan dipadukan dengan tadabur ayat Al-QurAoan 1 halaman setiap minggu pagi. Strategi perencanaan bertujuan agar materi yang diberikan mudah dipahami oleh peserta. Selain itu perencanaan pesan disampaikan lebih bermakna karena dikaitkan dengan kehidupan seharihari. Dan juga penggunaan buku tafsir panduan yang disusun Ustad Syamlan memperkuat kebasahan pesan yang disampaikan. Karena penyusunan Langkah-langkah dalam strategi perencanaan agar para peserta merefleksikan isi Al-QurAoan secara mendalam bukan hanya membaca arab dan latin tetapi juga merenungkan makna nya melalui tadabur. Sebagaimana pernyataan yang dikemukakan oleh Ahda & Rozi, . Perencanaan sama dengan perumusan, yaitu proses penyusunan langkah-langkah kedepan yang dimaksudkan untuk menetapkan tujuan strategis, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, dalam tahap perumusann diperlukan strategi pemilihan atau penentuan sumber . , pesan, media, sasaran . Ridwan, . perencanaan merupakan sebuah strategi guna meraih suatu tujuan, perannya bukan sekedar sebagai penunjuk arah menuju capaian harapan, melainkan secara operasional memudahkan dalam merealisasikan harapan yang hendak dicapai. Said, . Juga mengemukakan strategi perencanaan pada komunitas pesan dakwah sebagai salah satu unsur penting, perlu didesain sedemikian rupa untuk mencapai tujuan dakwah. Pengelolaan pesan dimulai dari perencanaan Volume 9. No. Januari 2026 pp 64-71 dan penyusunan secara sistematis sehingga mencakup penyusunan pesan dakwah relevansi, konsistensi dan berkecukupan. Berdasarkan teori dan haasil penelitian didapatkan bahwa menerapkan strategi perencanaan komunikasi yang terstuktur untuk menyampaikan pesan perencanaan ini melibatkan berbagai pihak seperti ustad syamlan, ketua, pengelola. Prosesnya dimulai dengan perumusan pesan yang bersumber dari pedoman tafsir Arab Saudi yang sudah diringkas oleh ustad syamlan kemudian dipadukan dengan tadabur Al-QurAoan setiap minggu. Penggunaan pedoman tafsir khusus disusun Ustad Syamlan juga memperkuat validitas pesan supaya mendorong peserta tidak hanya membaca Al-QurAoan secara harfiah tetapi juga merenungkan maknanya secara Perencanaan komunikasi dalam komunitas berperan sebagai penentu mempermudah pencapaian dakwah, tahapan perencanaan dengan pemilihan komunikator, penentuan pesan, pemilihan media, dan penargetan sasaran. Strategi ini menjadi unsur penting dalam komunitas karena memastikan perencanaan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Hasil temuan dilapangan bahwa strategi perencanaan komunikasi pada komunitas gerakan subuh berjamaah di kota Bengkulu, merancang media untuk penyampaian pesan pada komunitas GSB yang digunakan adalah memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk menyebarkan informasi dan semangat kegiatannya. Program kegiatan GSB secara aktif menggunakan Instagram, group whatsapp, facebook, dan live youtube untuk menjangkau masyarakat yang melek teknologi. Whatsapp juga digunakan sebagai alat koordinasi internal dengan pengurus masjid dan untuk menyebarkan undangan. Selain media digital metode konvensional seperti undangan tertulis dan komunikasi langsung setelah shalat jumAoat untuk menjangkau masyarakat yang tidak aktif media sosial. Dengan kombinasi strategi koordinasi internal dan metode konvensional. GSB memastikan pesannya tersampaikan secara luas dan terencana, baik melalui media online maupun secara langsung. Facebook menjadi salah satu andalan GSB dimana informasi rutin dibagikan setiap minggu kepada para jamaah. Menurut Dwi, . Juga mengemukakan bahwa para pendakwah dan komunitas saat ini merancang perencaan dengan memanfaatkan platform seperti Instagram, facebook dan youtube untuk menyebarkan pesan keagamaan. Hal ini dilakukan karena media sosial dianggep efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi milenial dan genZ dengan konten yang lebih kreatif dan relevan. Adapun pernyataan Samsudin & Putri, . mengatakan dalam memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan komunikasi etika dan strategi perencanaan yang tepat dan selaras dengan hakikat etika komunikasi yang berdasarkan kepada Al-QurAoan atau pun al-hadits sebagai landasannya. Bajari, . mengatakan bahwa untuk memahami khalayak dalam segi minat topik yang akan disampaikan strategi perencanaan komunikasi yang dimiliki dapat membantu dalam mempermudah rancangan kegiatan komunikasi dan pencapaian tujuannya. Berdasarkan teori dan hasil penelitian wawancara didapatkan bahwa menerapkan strategi perencanaan komunikasi dengan memanfaatkan beragam media, baik digital maupun konvensional Gerakan subuh berjamaah secara aktif menggunakan platform media sosial seperti Instagram, facebook, whatsapp gorup, youtube untuk menyebarkan informasi serta menjangkau masyarakat yang melek teknologi. Whatsapp group digunakan sebagai alat koordinasi intermal dan penyebaran undangan. Strategi perencaan dalam menggunaan media dimana para pendakwah dan komunitas keagamaan memanfaatkan platform tersebut untuk menyebar kegiatan GSB secara lebih luas. Strategi komunikasi langsung setelah shalat jumAoat Dewi. Palenti & Ulfasari. Strategi Komunikasi Pada Komunitas Gerakan subuh Berjamaah di Kota Bengkulu juga agar memastikan pesan dakwah sampai ke masyarakat yang tidak aktif di dunia digital. Strategi perencanaan media membantu GSB dalam merancang kegiatan komunikasi yang efektif dengan memahami minat audiens dan mencapai dakwah Gerakan subuh berjamaah. Berdasarkan hasil temuan dilapangan pada strategi perencanaan pada komunitas Gerakan subuh berjamaah di kota Bengkulu dalam rancangan menentukan perencanaan Sasaran pada komunitas GSB di kota Bengkulu, yaitu dengan menargetkan seluruh umat islam yang sudah baligh hingga lansia yang masih mampu melaksanakan kegiatan sholat subuh berjamaah. Komunitas ini secara khusus mengajak jamaah dari berbagai kalangan usia, dan remaja, karena mereka diharapkan dapat menjadi penerus semangat subuh berjamaah. Selain itu. GSB menjadikan pengurus sebagai sasaran pentiing dalam penyebaran informasi. Pengurus masjid berperan sebagai perantara untuk menyampaikan program GSB kepada masyarakat dan jamaah di lingkungannya, serta mengoordinasikan kegiatan di masjid setempat. Strategi menentukan sasaran ini memastikan bahwa program GSB didukung oleh masyarakat muslim di kota Bengkulu. Fauzan, . mengatakan bahwa menentukan perencanaan sasaran masjid sebagai media komunuikasi islam yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat termasuk generasi Sebagai pembinaan spiritual dan sosial, masjid mampu menjadi tempat ideal untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Dijelaskan juga oleh Ihsani & Febriyanti, . bahwa strategi komunikasi juga disertai adanya perencanaan sehingga hasil yang diiginkan dapat tercapai dengan baik. Sedangkan menurut Ihsani & Febriyanti, . strategi perencanaan sasaran menyebarluaskan komunikator kepada komunikan atau khalayak yang tepat, kedudukan perencanaan dalam komunikasi ialah berperan penting dalam mencapai kesuksesan suatu organisasi maupun Lembaga. Berdasrkan teori dan hasil penelitian wawancara didapatkan bahwa strategi perencanaan sasaran yang terperinci. Yaitu sasaran utama GSB adalah seluruh umat islam, mulai dari yang sudah baligh hingga lansia yang masih mampu melaksanakan salat subuh berjamaah. GSB juga menargetkan para remaja dengan harapan mereka menjadi generasi penerus Gerakan subuh berjamaah di masjid. GSB juga menjadikan pengurus masjid sebagai sasaran penting dalam penyebaran informasi. Para pengurus masjid berperan sebagai perantara untuk menyampaikan program GSB kepada masyarakat dilokasi masjid yang diadakan sholat subuh berjamaah, karena strategi perencanaan sasaran memastikan bahwa program GSB didukung oleh masyarakat muslim secara luas. Strategi perencanaan sasaran yang diterapkan GSB juga melibatkan masjid sebagai media komunikasi islam sebagai tempat ideal menyampaikan dakwah dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Peran perencanaan dalam menentukan sasaran ini membantu GSB menyebarluaskan komunikator kepada khalayak yang Strategi Pelaksanaan Komunikasi Pada komunitas Gerakan Subuh Berjamaah di Kota Bengkulu. Strategi pelaksanaan penyebaran informasi pada komunitas Gerakan subuh berjamaah di kota Bengkulu, adalah memanfaatkan berbagai media untuk menjangkau audiensnya kegiatan utama dilaksanakan secara langsung di masjid, memungkinkan jamaah yang hadir dapat mengikuti seluruh rangkaian acara. Untuk memperluas jangkauan penyelenggara juga memanfaatkan media social seperti live youtube yang memungkinkan siaran langsung supaya acara jamaah yang berhalangan hadir tetap bisa mengikuti kegiatan Gerakan subuh berjamaah. Selain itu dokumentasi kegiatan Gerakan subuh berjamaah dibagikan melalui platform group Volume 9. No. Januari 2026 pp 64-71 whatsapp, penggunaan media social ini bertujuan untuk menyebarkan informasi dan pesan dari GSB kepada masyarakat luas sehingga program ini tidak hanya berpusat pada lokasi fisik tetapi juga hadir secara virtual. Dengan strategi ini. GSB memastikan pesannya dapat sampai banyak orang dan menciptakan komunitas yang lebih terhubung dan suportif. Menurut Nufus. Vera, . Tahap pelaksanaan dapat dilakukan dalam bentuk tayangan ditelevisi, wawancara diradio, pemasangan iklan di surat kabar, pemasangan baliho atau spanduk dijalanan, dan pemberangkatan tim penyuluhan untuk bertatap muka dengan komunitas dilokasi yang menjadi target sasaran. Inti dari tahap pelaksanaan hanya satu, yaitu untuk menyebarkan informasi kepada seluruh target sasaran yang telah ditetapkan dalam Dijelaskan juga oleh Majid et al. , . Juga mengemukakan strategi pelaksanaan penyebaran informasi dengan live YouTube para pemuka agama dapat menyelenggarakan ceramah online yang di akses oleh audiens dari berbagai lokasi, fitur komentar dapat digunakan untuk memfasilitasi partisipasi audiens. Sedangkan menurut Baru & Tangerang, . pelaksanaan penggunaan media sosial youtube sebagai media dakwah pada program subuh memang praktis dan strategis dalam memaksimalkan jangkauan Jemaah penonton muslim. Berdasarkan teori dan hasil penelitian wawancara didapatkan bahwa strategi pelaksanaan pada komunitas Gerakan subuh berjamaah di kota Bengkulu, adanya menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi dengan memadukan kegiatan tatap muka dan media digital meskipun kegiatan utama dilaksanakan secara langsung dimasjid. GSB juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan melalui siaran langsung di youtube. Pengelola memastikan peserta yang berhalangan hadir tetap bisa mengikuti kegiatan Gerakan subuh berjamaah, dokumentasi kegiatan subuh berjamaah juga dibagikan melalui group whatsapp dengan tujuan menyebarkan informasi secara luas. Pelaksanaan memanfaatkan live tidak hanya berpusat pada lokasi fisik tetapi juga secara virtual. Strategi pelaksanaan ini menunjukan pentingnya penyebaran informasi ke seluruh target sasaran, penggunaan youtube sebagai media dakwah terbukti strategis dalam memaksimalkan jangkauan peserta. KESIMPULAN Strategi komunikasi Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Kota Bengkulu dirancang melalui perencanaan pesan yang terstruktur dan bertahap dengan melibatkan ustaz, ketua, dan Materi disampaikan berdasarkan tafsir yang dirangkum ustaz Syamlan dan dipadukan dengan tadabur Al-QurAoan, sehingga pesan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penggunaan buku tafsir memperkuat makna pesan, karena jamaah tidak hanya membaca teks, tetapi juga merenungkan isi Al-QurAoan secara Pendekatan ini menjadikan kegiatan lebih bermakna sekaligus menumbuhkan kesadaran keagamaan. Dalam penyebaran informasi. GSB memanfaatkan kombinasi media sosial dan metode konvensional untuk menjangkau masyarakat luas. Platform seperti WhatsApp. Instagram. Facebook, dan YouTube digunakan untuk menyebarkan informasi, koordinasi internal, serta siaran langsung kegiatan. Sementara itu, undangan tertulis dan komunikasi langsung melalui pengurus masjid tetap dilakukan agar pesan menjangkau jamaah yang kurang aktif di media Dengan strategi menyeluruh ini. GSB berhasil menghubungkan berbagai kalangan, memperluas partisipasi lintas usia, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun komunitas religius yang berkelanjutan. Dewi. Palenti & Ulfasari. Strategi Komunikasi Pada Komunitas Gerakan subuh Berjamaah di Kota Bengkulu DAFTAR PUSTAKA