Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 YESUS SEBAGAI AIR HIDUP DAN IMPLIKASINYA BAGI UMAT BERIMAN (Yoh. 4:1-. Willem Ngoranubun Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik St. Yohanes Penginjil Ambon willi_ngoran@yahoo. Julianus Batvin Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon julianusbatvin@gmail. ABSTRAK Perjumpaan Yesus dan Perempuan Samaria di Sumur Yakub, membawa manfaat yang besar bagi perempuan Samaria yakni pertobatan sejati, ia yang dulunya tidak mengenal Yesus, akhirnya menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias sumber air hidup, hanya melalui Dia segala permasalahan dan persoalan hidup dapat teratasi. Tulisan ini melakukan penelitian terhadap Yesus sebagai air hidup dan implikasinya bagi umat beriman dalam Yohanes 4:1-26. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian literatur atau kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa perjumpaan Yesus dan Perempuan Samaria bukanlah suatu perjumpaan biasa tetapi perjumpaan yang berisi tentang pewartaan yang mendatangkan keselamatan bagi perempuan Samaria itu sendiri dan juga bagi semua orang. Dalam perjumpaan itu Yesus memberikan diri-Nya sebagai Air Hidup, barangsiapa yang meminumnya tidak akan haus lagi, melainkan akan memperoleh hidup yang kekal. Tidak ada sesuatu pun yang ada di dunia ini dapat memberikan kepuasan atau dahaga yang kekal, sekalipun itu minum-minuman keras . atau praktek perdukunan tidak dapat memberikan jaminan apa-apa, hanya Yesus saja yang dapat memberikan kepuasaan dan kebahagiaan kekal bagi semua yang membutuhkannya. Kata kunci : Yesus. Air Hidup. Perempuan Samaria. Miras dan Perdukunan PENDAHULUAN Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), air adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. 1 Air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi hidup manusia, sebab air digunakan untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan mengepel rumah. Air juga berfungsi membantu menjaga kadar cairan tubuh agar tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan, sirkulasi ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh normal. Dalam Kitab Suci air menduduki tempat pertama di antara bahan-bahan yang penting untuk hidup (Sir. 29:21. Di daerah yang tidak bermata air orang mengumpulkan air hujan di dalam kolam-gua bawah tanah untuk musim kering, supaya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kolam-gua itu dipahat dalam padas (Ul 6:10-12. Neh 9:. Pada Perjanjian Baru air biasanya digunakan untuk ritus-ritus pembersihan, salah satu yang terkenal adalah pencucian kaki yang semula adalah sebuah perbuatan profan kemudian memperoleh nilai religius di dalam Perjamuan Malam yang terakhir (Yoh. 13:1-. 3 Air kemudian mendapat makna baru oleh Yesus pada waktu perjumpaan-Nya dengan wanita Samaria di sumur Yakub (Yoh. 4:1-. Ketika itu pada tengah hari perempuan Samaria pergi keluar KBBI Daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Oktober 29, 2024:https://kbbi. DJKN. Manfaat Minum Air Bagi Tubuh Kita. September 24, 2024:https://Djkn. Alkitab Sabda. Air-Studi Kamus. September 24, 2024:https://alkitab. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 untuk mengambil air, tanpa di duga ia berjumpa dengan Yesus sang Mesias, kemudian terjadilah sebuah percakapan yang sangat intens dan mengubah hidup perempuan Samaria itu. Yesus dalam perjumpaan-Nya dengan perempuan Samaria. Ia menunjukkan bagaimana kasih Allah itu sungguh besar dan melimpah kepada semua orang tanpa terkecuali, entah dia orang Yahudi atau orang Samaria, orang benar maupun pendosa, kasih dan keselamatan itu terbuka dan diperuntukan bagi semua orang, artinya bahwa pewartaan Yesus ini melintasi batas-batas sosial dan budaya, membangun persahabatan, pendekatan personal melalui dialog, memulihkan cara hidup yang salah. 4 Yesus juga menyadarkan wanita Samaria itu tentang sumber air yang tidak akan pernah habis tetapi akan mendatangkan dahaga dan kepuasaan, sehingga siapa saja yang meminumnya tidak akan haus lagi. Air itu ialah Yesus sendiri. Dialah sumber air hidup yang mendatangkan kebahagiaan bagi semua Barang siapa yang percaya dan melaksanakan kehendak-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Dalam dunia modern ini, banyak orang-orang Katolik yang mengakui atau mengimani Yesus sebagai penyelamat tetapi hanya di mulut saja, ketika berada dalam situasi sulit, masalah, dan beban hidup yang begitu berat, mereka cenderung melupakan Tuhan dan mencari kompensasi di luar untuk menyenangkan diri sendiri, seperti pergi ke bar atau diskotik untuk minum-minuman keras, dan lain sebagainya, bahkan supaya masalah segera teratasi mereka malah pergi ke dukun atau paranormal. Kecenderungan-kecenderungan semacam ini membawa manusia jatuh kepada penyembahan berhala. Tuhan tidak lagi dijadikan sebagai penolong yang utama, tetapi dunia dan segala kemewahannya yang menjadi prioritas. Akibatnya masalah bukan semakin berkurang, tetapi semakin bertambah banyak. Konsekuensinya banyak orang menjadi depresi, gangguan jiwa, bahkan menghabisi nyawanya sendiri karena kehilangan harapan. Perempuan Samaria adalah bukti bahwa Yesus sungguh mencintai umat-Nya. Ia mau supaya setiap orang menjadi selamat. Minuman keras, diskotik, tempat hiburan, dukun, paranormal dan lain sebagainya memang mendatangkan kesenangan dan kenikmatan tetapi itu hanya sesaat, orang akan haus lagi dan tidak akan pernah puas, tetapi ketika ada masalah dan mencari Yesus, prosesnya mungkin terasa begitu lama tetapi hasilnya akan sangat memuaskan, yakni tidak akan haus lagi sebab Yesus telah memberikan kepuasaan, dan kebahagiaan kekal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan untuk menggali secara mendalam makna teologis dan eksistensial dari teks Kitab Suci, khususnya Yohanes 4:1-26. Analisis teks dilakukan dengan merujuk pada berbagai sumber ilmiah seperti jurnal teologi, artikel, majalah ilmiah, serta buku-buku yang relevan. Selain itu, dilakukan pula wawancara langsung dengan beberapa umat yang hidup dalam pergumulan berat, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual. Mereka adalah pribadi-pribadi yang mengalami sendiri kerasnya kehidupan, namun berusaha menjalani realitas tersebut dengan menyertakan Tuhan di dalamnya. Melalui kisah dan refleksi hidup mereka, tulisan ini berupaya menangkap dimensi praktis dari perjumpaan manusia dengan kasih Allah. Berdasarkan fenomena nyata yang ditemui dalam kehidupan umat, jurnal ilmiah ini secara khusus akan membahas tiga pokok persoalan penting. Pertama, apa makna terdalam dari percakapan antara Yesus dan perempuan Samaria? Kedua, apakah dengan mengandalkan minuman keras, pergi ke dukun atau paranormal, semua masalah hidup dapat diselesaikan? Ketiga, apakah dengan datang kepada Yesus, seluruh beban dan persoalan hidup akan sertamerta teratasi? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk memahami secara mendalam makna teologis dan spiritual dari percakapan Yesus dengan perempuan Samaria di Sumur Yakub, sebagai simbol perjumpaan antara Allah dan Bdk. Andri Vincent Sinaga. Penggembalaan Spiral: Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria (Yoh. 4:1-. di Era Postmodern. Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. 7 No. 1 (Juni 2. , hlm. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 manusia yang terluka. Kedua, untuk menyadarkan bahwa tindakan mencari solusi instan melalui minuman keras, dukun, atau paranormal bukanlah jalan keluar, melainkan justru memperburuk situasi hidup. Ketiga, untuk menegaskan dan mengimani bahwa hanya Yesuslah sumber air hidup yang sejati, satu-satunya yang mampu memberikan kekuatan, pengharapan, dan pemulihan dalam setiap pergumulan dan permasalahan hidup. HASIL DAN PEMBAHASAN Percakapan Yesus dengan Perempuan Samaria Manusia sejatinya selalu membutuhkan air dalam hidup, sebab air adalah salah satu kebutuhan primer bagi kehidupan manusia. Beberapa manfaat air bagi kehidupan manusia antara lain untuk kebutuhan rumah tangga, yaitu sebagai air minum, mandi, cuci, dan masak. 5 Untuk pertanian air dibutuhkan agar menyuburkan tanaman, dan Dikisahkan dalam Injil Yohanes bab 4:1-42 terdapat seorang perempuan Samaria yang pada tengah hari keluar untuk mengambil air di Sumur Yakub. Pada saat itu ia berjumpa dengan Yesus yang sementara beristirahat di situ, kemudian terjadilah suatu percakapan yang intens antara Yesus dan perempuan Samaria. Sebelum mengulas lebih jauh isi percakapan Yesus dan perempuan Samaria, perlu diketahui bahwa konteks kehidupan orang-orang Samaria pada zaman Yesus sangat bertentangan dengan kehidupan orang-orang Yahudi pada zaman itu, sebab orang Samaria di cap oleh bangsa Yahudi sebagai kelompok yang telah rusak rohaninya, dianggap kafir, dan menciptakan ajaran sesat bagi mereka sendiri, sebaliknya orang Samaria meyakini bahwa mereka adalah keturunan Israel sejati dan menganggap kuil Yerusalem dan imamat Lewi tidak sah. Ketika orang-orang Yahudi kembali untuk membangun kembali Yerusalem, mereka ditentang oleh orang-orang Samaria. Hal ini menyebabkan permusuhan lebih lanjut karena kedua sekte tersebut berdiri di tanah itu dan saling bertentangan. Sumur Yakub terletak di sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, sumur ini digali dalam batu besar yang dikaitkan dengan tokoh Yakub bin Ishak bin Abraham dalam tradisi agamawi selama lebih dari dua milenium, terletak tidak jauh dari situs arkeologi Tell Balata, yang dianggap sebagai lokasi kota kuno Sikhem. 7 Dikisahkan bahwa Yesus berisitirahat di situ karena sangat letih oleh perjalanannya, kemudian Ia berjumpa dengan perempuan Samaria yang pada jam 12 siang keluar untuk mengambil air di sumur Yakub, lalu pada saat itu terjadilah sebuah dialog iman yang sangat luar biasa. Perjumpaan antara perempuan Samaria dengan Yesus adalah sebuah perjumpaan yang tak lazim terjadi, sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, namun Yesus memutarbalikkan fakta itu dengan tetap berjumpa dengan perempuan Samaria dan berusaha meyakinkannya bahwa Dia adalah Mesias sumber air hidup yang menyelamatkan semua orang. Awal mula percakapan dimulai dari Yesus yang mengatakan kepada perempuan Samaria itu. AuBerilah Aku Ay (Yoh 4:. lalu spontan dijawab oleh perempuan Samaria bahwa AuMasakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? Au(Yoh 4:. Kata-kata perempuan Samaria ini jelas menggambarkan bahwa pertemuan yang terjadi antara dirinya dan Yesus adalah pertemuan yang belum pernah terjadi, sehingga bagi perempuan Samaria Yesus adalah orang asing dari bangsa Yahudi yang tidak layak meminta air dari orang Samaria karena konflik yang terjadi antara kedua bangsa tersebut, namun yang terjadi adalah Yesus tetap pada pendirian dan meminta minum kepada wanita Samaria tersebut. Perlu diketahui bahwa ungkapan AuBerilah Aku minumAy merupakan pernyataan Yesus kepada perempuan Samaria tersebut, hal ini mau mengungkapkan bahwa Yesus sama sekali tidak Bdk. Faisol Rahman. Kebutuhan Air Harian Rumah Tangga. Aksesibilitas dan Kesehatan, 15 Oktober, 2024: https://pslh. Alyssa Roat. The Samaritans: Hope From the History of a Hated People, 9 Oktober, 2024: https://w. Biblestudytools. Universitas STEKOM. Sumur Yakub, 16 Oktober, 2024: https://p2k. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 terikat dengan perbedaan antara orang Yahudi dengan orang-orang Samaria. 8 Yang ingin dilakukan Yesus adalah semata-mata adalah membangun komunikasi yang baik untuk pewartaan Injil. Maka dari itu jawaban Yesus kepada perempuan Samaria jelas adalah perkataan yang hidup atau Sabda kehidupan, yang menuntun pada pertobatan sejati. 9 Yesus jelas sangat tahu kebingungan perempuan Samaria itu yang mempertanyakan apa itu air hidup, dan bagaimana cara memperolehnya, karena bagi mereka orang Samaria sumur pemberian Yakub adalah sumber air yang sudah sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. Hal itulah yang membuat sehingga perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus AuAdakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?Ay(Yoh 4:. Yesus tidak secara eksplisit menjawab kalau Ia lebih besar dari Yakub, tetapi dari pernyataannya sendiri tentang siapa yang minum dari air yang Ia berikan, tidak akan haus lagi tetapi akan memperoleh hidup yang kekal . Yoh 4:. maka menjadi jelas bahwa Ia memang lebih besar dari Yakub. Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria terus berlanjut. Yesus kemudian mengusik kisah hidup perempuan Samaria itu dengan mengatakan kepadanya untuk memanggil suaminya. Dalam kebingungan, perempuan Samaria itu menjawab Yesus bahwa ia tidak mempunya suami (Yoh 4:. Yesus sudah tahu tentang apa yang terjadi dengan perempuan Samaria itu bahwa Ia sudah mempunya lima suami dan yang ada padanya sekarang bukanlah (Yoh 4:. Itulah alasan mengapa ia datang mengambil air di sumur tepat jam 12 siang karena ia malu dilihat orang akibat dosanya itu. Saat Yesus mengatakan yang sebenarnya tentang perempuan Samaria itu, terjadilah sebuah pengakuan yang tulus keluar dari mulut perempuan Samaria itu tentang Yesus yang adalah seorang nabi, namun Yesus tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian menuntun perempuan Samaria itu sampai pada pengenalan sejati tentang Yesus yang adalah Mesias Allah yang hidup, kelak saatnya akan tiba bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. (Yoh 4:. Dari permintaan Yesus yang yang meminta minum kepada perempuan Samaria di sumur Yakub yang kelihatannya sederhana, mengakibatkan terjadinya sebuah peristiwa besar dimana perempuan Samaria mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh. Bukan hanya itu saja ia kemudian menjadi saksi untuk menyampaikan tentang perjumpaannya dengan Yesus dengan menyatakan suatu keyakinan tentang kehadiran seorang Mesias (Yoh 4:. Pada gilirannya orang-orang Samaria menjadi percaya melalui berita itu sehingga mereka datang kepada Yesus dan mereka meminta Yesus untuk tinggal di Samaria selama dua hari lamanya (Yoh 4:. bahkan dalam Injil Yohanes 4:41-42 ditegaskan bahwa lebih banyak lagi yang menjadi percaya bukan hanya karena perkataan perempuan Samaria itu, namun karena melihat langsung bahwa Yesus adalah benar-benar juruselamat dunia. Yesus atau Miras dan Dukun Indonesia merupakan negara majemuk karena memiliki beragam suku, agama, budaya, bahasa, ras, golongan, dan ada-istiadat. 11 Ada 5 agama yang diakui oleh negara Indonesia, yakni. Islam. Protestan. Katolik. Hindu. Budha. Konghucu. Agama Islam menempati posisi pertama terbesar jumlahnya di Indonesia, atau mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam, namun demikian penghargaan dan sikap toleransi antar umat beragama masih tetap terjaga hingga saat ini. Dari ke 6 agama besar yang diakui negara ini telah bersepakat untuk mengharamkan minum-minuman keras dan praktek dukun atau ilmu hitam. Alasannya karena miras sangat berdampak buruk terhadap kehidupan Ridderbos. The Gospel of Jhon. A Theological, hlm. Bdk. Romo Stephanus Istata Raharjo. Pelita Hati-Pertobatan ala Perempuan Samaria, 17 Oktober, 2024: https//w. Sesawi. Arif Yupiter Gulo. Berilah Aku Minum: Mengungkapkan Makna Dialogis Yesus dengan Perempuan Samaria Berdasarkan Yohanes 4:7b. Jurnal Teologi. Vol. 2 No. 2 (Desember 2. , hlm. Bdk. Vanya Karunia Mulia Putri. Mengapa Indonesia Sering Disebut sebagai Negara Majemuk?, 20 Oktober, 20224: https://w. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 masyarakat, yakni, anak putus sekolah, ada yang jadi tahanan di penjara, dan ada pula yang mati mendadak karena miras oplosan. Kemudian mengenai praktek perdukunan hampir semua agama juga mengharamkan hal ini, terlebih Islam, dan Katolik. Agama Katolik sendiri sangat tegas melarang segala aktivitas yang berkaitan dengan perdukunan dan ilmu gaib, karena hal-hal itu bertentangan dengan ajaran Alkitab, maka dengan sendirinya umat Katolik tidak boleh pergi ke dukun ataupun terlibat dalam aktivitas perdukunan, sihir, dan ilmu gaib. KGK 2. Berhadapan dengan fenomena miras dan praktek perdukunan dewasa ini, terdapat cukup banyak umat Katolik yang secara eksplisit atau terang-terangan terjun dalam dunia gelap ini, daerah-daerah mayoritas Katolik seperti Flores. Papua. Manado, dan Maluku, terkenal dengan minuman beralkohol seperti. Sopi, moke, cap tikus, dlsb, selain itu praktek perdukunan dan paranormal juga banyak dan telah mempengaruhi pola pikir umat beragama. Ada banyak masalah atau konflik yang pemicunya dari miras dan praktek perdukunan ini. Untuk mengetahui fakta dan kebenaran tentang miras dan praktek perdukunan yang telah masuk dalam kehidupan umat beriman Katolik, dan sudah melalui proses penelitian dengan membuat wawancara dengan beberapa narasumber yang adalah umat beriman Katolik. Hasil Penelitian dan Wawancara Hasil penelitian dan wawancara ini dibuat untuk menggali informasi penting tentang apakah dengan miras, pergi ke dukun dan paranormal, semua masalah bisa teratasi? Ada 3 pertanyaan utama dalam wawancara untuk menggali hal-hal penting sehubungan dengan miras dan praktek perdukunan yakni. pertama, apakah anda pernah mengalami pergumulan atau masalah berat yang membawamu sampai pada titik terendah dalam hidup? Kedua, apa yang anda lakukan di saat anda berada pada titik terendah dalam hidupmu? Ketiga, apakah Tuhan adalah solusi satusatunya dalam mengatasi titik terendah dalam hidupmu? Wawancara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024, jam 18. 30 WIT, di rumah Ibu Ani Talaud rukun St. Yohanes Pembaptis stasi Waiheru Paroki St. Yosep Poka Rumah Tiga Keuskupan Amboina. Ada 6 orang anggota rukun yang dipilih sebagai narasumber antara lain. Ibu Yeni Rahandity. Ibu Gill Liligoly. Ibu Eti Lefubun. Nn. Violeta Janjaan. Bpk. Laurensius Silitubun. Bpk. Stevanus Leverun. Dari ke 6 narasumber yang diwawancarai semuanya lebih pada menceritakan kembali bagaimana pengalaman jatuh bangun mereka hingga tiba pada pengenalan yang lebih dalam mengenai Tuhan Yesus. Kisah hidup mereka sungguh menarik untuk disimak. 3 dari 7 narasumber ini adalah bapak keluarga atau kepala keluarga, ke 3 orang bapak ini menceritakan pengalaman hidup mereka dengan menggebu-gebu bahwa ada saat dimana mereka berada dalam titik terendah dalam hidup yang disertai dengan begitu banyak permasalahan yang datang bertubi-tubi seakan tidak ada jalan keluar, mereka kemudian terjerumus dalam dunia hitam, miras, pergaulan bebas dan hiburanhiburan yang tidak sehat lainnya, salah satu Bapak menceritakan bahwa Ia pernah mengalami masalah hutang yang begitu besar sehingga membuat dia diteror terus-menerus oleh para penagih hutang sampai suatu ketika ia pergi ke dukun atau paranormal untuk meminta bantuan supaya masalahnya segera teratasi, tetapi yang terjadi adalah beban hidup semakin lebih berat, rumah, kendaraan, dan harta-harta lainnya semua di sita, isteri dan anak-anaknya memutuskan untuk meninggalkannya dan pulang ke rumah orang tua, ia semakin terpuruk dan hilang harapan. Ketika dalam keadaan terpuruk seperti itu ia kemudian jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit, datanglah seorang teman membesuknya dan memberikan nasehat kepadanya untuk berdoa atau lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan yang dihadapi, kata-kata dari temannya ini seakan-akan menjadi tamparan keras baginya, ia kemudian sadar bahwa selama ini dia kurang mengandalkan Tuhan padahal dia Muhammad Institut Indonesia. Miras Diharamkan Enam Agama yang Diakui di Indonesia, 25 Oktober, 2024:https://w. Yohanes Dwi Harsanto. Bolehkah ke Dukun atau ke Paranormal?, 26 Oktober, 2024:htps//w. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 seorang Katolik. Dari pertemuan itu kemudian ia sadar dan mulai membangun hidup bersama Tuhan, hingga pada akhirnya ia sembuh, satu per satu dari masalah hidupnya bisa di atasi dan hidup rumah tangganya menjadi pulih Nilai yang ia temukan ketika dipulihkan oleh Tuhan adalah Ausetiap permasalahan akan ada jalan keluar atau mukjizat jika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup ini. Ay Selain itu pengalaman dari 3 narasumber wanita, diantaranya 2 ibu dan 1 anak muda, juga sangat menarik untuk disimak. Pada umumnya masalah yang mereka alami itu seputar kehidupan keluarga, bagaimana mempertahankan keutuhan rumah tangga, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan anak-anak. Beberapa dari mereka mensheringkan bagaimana pahitnya membina keluarga pada awal-awal pernikahan, misalnya karena faktor ekonomi yang lemah membuat sehingga konflik sering terjadi antara suami dan isteri, yang ujung-ujungnya mengarah pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagaimana cara mereka bisa mengatas masalah-masalah ini adalah dengan mengeluh kepada Tuhan, dengan bertanya mengapa sehingga cobaan ini terasa begitu berat, kenapa harus saya mengalami ini, dan lain sebagainya, pengeluhan-pengeluhan ini membuat mereka jatuh pada kepercayaan yang semu kepada Tuhan, yakni, setengah percaya kepada-Nya, dan setengah percaya kepada praktek perdukunan atau para Mirisnya adalah setelah mereka menaruh harapan kepada praktek perdukunan atau para normal, masalah mereka tak kunjung henti, melainkan banyak masalah baru yang mereka temui, salah satunya adalah muncul kecurigaan kepada orang lain, bahkan saudara sendiri yang notabene Aumengguna-gunaiAy mereka, sehingga sulit bagi mereka meraih kesuksesan. Dunia perdukunan sungguh-sungguh menguras habis waktu, pikiran, tenaga, bahkan harta kekayaan mereka, tetapi tidak ada jalan keluar, solusi atau kebahagiaan yang mereka dapat, sampai suatu ketika Tuhan menyadarkan mereka lewat sesama bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah atau keliru, sehingga membuat mereka semakin menjauh dari Tuhan. Relasi yang jauh dari Tuhan itulah yang membuat hidup mereka semakin berantakan dan beban semakin berat. Kesadaran bahwa hidup yang tidak bergantung pada Tuhan adalah salah, membuat mereka menyerah dan kembali kepada-Nya. Ketika mereka mulai bertobat dan membangun hidup rohani yang baik, tekun berdoa, bernovena, merayakan Ekaristi, terlibat dalam kegiatan gereja, satu per satu masalah dapat teratasi dengan baik, bahkan Tuhan memberikan banyak rezeki yang tak terduga kepada mereka. Sentuhan Tuhan tidak pernah terlambat bagi orang yang percaya dan mengharapkan pertolongan-Nya. Begitulah kisah hidup dari ke 6 narasumber. Sungguh pengalaman yang luar biasa dimana Tuhan mengubah hidup seseorang dari keberdosaan menuju pada pertobataa. Perjumpaan dengan Yesus adalah perjumpaan yang mengubah hidup seseorang, sama seperti perempuan Samaria yang ketika berjumpa dengan Yesus ia mengalami perubahan yang signifikan yakni pertobatan hidup yang sejati di dalam Allah. AuTetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekalAy . Yoh. Yesus Sumber Air Hidup dan Implikasinya bagi Umat Beriman Air adalah sumber utama bagi kehidupan manusia, dengan air manusia dapat minum, masak, mencuci, menyuburkan tanaman dan lain sebagainya, tanpa air manusia tidak dapat hidup. Injil Yohanes 4:1-26 menceritakan tentang Yesus yang mengatakan kepada perempuan Samaria bahwa Dia adalah sumber air hidup, barangsiapa minum dari air yang diberikan oleh-Nya tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air itu akan menjadi mata air di dalamnya dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal . Yoh. Air yang dimaksudkan di sini bukanlah Air secara literal, melainkan secara simbolik. Air secara literal hanya dapat memuaskan dahaga jasmani bukan Rohani. Sumber air hidup artinya ungkapan karunia Allah, kalimat ini berasal dari Bahasa Yunani Dwrea (Dore. dapat merujuk kepada kesalamatan (Rom. 5:15-. Roh Kudus (Kis. 2:28. atau suatu pelayanan atau juga karunia Rohani. Jelas bahwa istilah ini merujuk pada diri Yesus sebagai sumber air Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 hidup yang mengalir dengan melimpah dalam diri setiap manusia. Setiap orang harus menjadi mata air yang melaluinya Yesus Aumengalirkan air-air hidup,Ay supaya menjadi berkat bagi setiap orang. Tuhan Yesus memberikan air hidup kepada setiap manusia dengan cuma-cuma. Air hidup itu ialah rahmat dan kasih karunia Allah yang diberikan kepada semua orang yang percaya dan beriman kepada-Nya. Dengan minum air hidup yang diberikan oleh-Nya, tidak ada lagi rasa haus, tidak ada lagi kekhawatiran, dan tidak ada lagi ketakutan, yang ada hanyalah kepuasaan, berkat, dan sukacita yang berlimpah ruah. Sebagai orang Katolik, percaya dan beriman kepada Yesus adalah sesuatu yang mutlak dan tidak setengah-setengah, sebab Yesus sangat pencemburu terhadap orang-orang yang lebih terpikat terhadap kesenangan duniawi seperti miras dan praktek perdukunan atau para normal. Kecemburuan Yesus akan menjadi malapetaka bagi orang yang tidak mau bertobat atau kembali ke jalan yang benar. Mengenai perdukunan ini. Kitab Suci dengan jelas mengatakan bahwa itu dilarang (Keluaran 22:1820. Imamat 19:31-20:6,27. Ulangan 18:9-13. Yesaya 8:19-. dan harus disingkirkan (I Samuel 28:3,. , bahkan Yesaya mengingatkan bahwa dosa perdukunan adalah dosa besar yang mendatangkan murka Allah (Yesaya 19:3-. Kemudian, miras dalam Kitab Suci juga dilarang. AuJanganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan RohAy (Ef. Ini berarti segala jenis minuman keras dilarang oleh Tuhan. Baik miras maupun praktek perdukunan dan paranormal hendaknya tidak menjadi kebutuhan utama yang selalu dicari oleh umat beriman, tetapi Tuhanlah yang menjadi kebutuhan utama, sumber utama yang selalu dicari, dan dirindukan dalam hidup ini. Air jika diminum tentu akan haus lagi tetapi air yang diberikan oleh Tuhan jika diminum tidak akan haus lagi, melainkan akan memberikan hidup yang kekal. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang dapat memberikan kepuasaan atau kebahagiaan kekal bagi manusia, semua kepuasaan, kebahagiaan, kesenangan, hanyalah sementara, tetapi di dalam Yesus hidup manusia menjadi sempurna, sebab Dia adalah sumber air hidup yang menjadi sentral kebutuhan manusia itu. Tanpa Yesus manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa Yesus manusia akan selalu merasa kosong dan kehausan terus-menerus. Undangan dan tawaran dari Yesus untuk minum air hidup itu datang setiap hari tanpa henti, barangsiapa yang percaya dan menyambut undangan itu, dan meminum air hidup itu akan memperoleh rahmat dan berkat yang berlimpah sampai masuk pada kehidupan yang kekal. PENUTUP Manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan sangat membutuhkan air untuk hidup. Air memiliki banyak manfaat dalam hidup manusia, antara lain, minum, mandi, mencuci, masak, dlsb. Dalam Kitab Suci air juga memiliki banyak manfaat, misalnya pada Perjanjian Lama orang mengumpulkan air hujan di dalam kolam-gua bawah tanah untuk digunakan pada musim kering (Ul 6:10-12. Neh 9:. Sedankgan dalam Perjanjian Baru air biasanya digunakan untuk ritus-ritus yang memiliki nilai religius seperti pembersihan atau pencucian kaki (Yoh 13:1-. Di dalam Yesus air kemudian memiliki makna baru bukan hanya sekedar pemuas kebutuhan jasmani saja tetapi juga rohani. Air yang dimaksud oleh Yesus adalah Dia sendiri yang adalah air hidup (Yoh 4:1-. Air hidup ini adalah rahmat dan kasih karunia Allah yang dilimpahkan kepada semua orang tanpa terkecuali, supaya semua yang percaya dan menerimanya akan memperoleh kepuasaan sampai pada hidup yang kekal. Perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus di Sumur Yakub adalah bukti nyata bahwa Yesus tidak main-main soal keselamatan. Yesus mengubah cara pandang perempuan Samaria tentang keberdosaannya itu lalu menghantarnya pada perubahan yang signifikan yakni pertobatan sejati di dalam Allah. Andi Rifai Togatorop. Air Hidup (Suatu Tinjauan Teologis Yohanes Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Kristen. Jurnal Euangelion, (Oktober, 2. , hlm. Alkitab Sabda. Perdukunan Orang Kristen?, 30 November, 2024: https://alkitab Sabda. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Sebagai umat beriman kadangkala percaya dan mengimani Tuhan merupakan sesuatu yang sulit. Fenomena keberimanan manusia yang lemah ini dipicu karena berbagai macam faktor, diantaranya miras dan praktek dukun atau paranormal, mengapa demikian, karena umat beriman sekarang ini ketika dalam masalah atau pergumulan hidup cenderung lari pada minum-minum keras, dukun atau paranormal daripada mencari Tuhan. Contoh nyata dapat ditemukan dalam hasil wawancara dengan beberapa umat rukun St. Yohanes Pembaptis stasi Waiheru. Alasan utama mengapa sehingga miras dan praktek dukun yang lebih dahulu dicari karena baik miras atau dukun diyakini dapat memberikan kenyamanan atau kepastian, setidaknya untuk saat itu, hanya seiring berjalannya waktu kenyamanan dan kepastian itu semakin hari semakin pudar bahkan hilang lenyap dan masalah baru muncul kembali. Ketika berada dalam situasi masalah yang begitu berat dan sulit untuk dicari jalan keluarnya. Tuhan mengetuk pintu hati mereka lewat sentuhan kasih sesama, teman, kerabat atau keluarga dengan nasihat-nasihat berharga untuk kembali kepada Tuhan. Dari situlah mereka kemudian sadar bahwa selama ini mereka sudah menduakan Tuhan bahkan meninggalkan-Nya begitu lama, tetapi yang terjadi adalah Tuhan tetap mencari mereka dan berusaha untuk meyakinkan mereka bahwa hanya Akulah sumber air kehidupan, hanya melalui Aku orang dapat memperoleh kebahagiaan dan keselamatan kekal. Perjumpaan dengan Tuhan adalah perjumpaan yang membawa pada perubahan hidup, perempuan Samaria adalah bukti nyata dimana Yesus sungguh mencintai semua manusia tanpa terkecuali, bahkan Yesus yang lebih dahulu berinisiatif untuk mencari mereka yang hilang daripada-Nya. Perempuan Samaria menanggapi tawaran Tuhan itu dengan iman dan pertobatan yang sejati, begitulah yang harus dihayati oleh umat beriman. Masalah apa pun tidak akan selesai jika tidak menyertakan Tuhan di dalamnya. AuTetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekalAy . Yoh. DAFTAR PUSTAKA