CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal NILAI-NILAI TASAWUF DALAM SERAT WIRID HIDAYAT JATI RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEHIDUPAN MODERN Mudrik Minanurrahman. Rahmad Sholikhin. Danang Yuliansyah ISQI Sunan Pandanaran Email: mhmudrik@gmail. kindsholik@gmail. danangyuliansyah56@gmail. Copyright A 2025 The Author This is an open access article Under the Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License DOI: 10. 53866/jimi. Abstract Sufism, as an important branch of knowledge, has great relevance for modern society that is experiencing a spiritual crisis. In terms of history and theology. Sufism functions as a guide and guide in the journey of human life, both in this world and in the afterlife. The purpose of this study is to find out how the Sufism Teachings are contained in the Serat Wirid Hidayat Jati and to find out how relevant Sufism in the Serat Wirid Hidayat Jati is to modern life. Wirid Hidayat Jati is one of the works of the thoughts of the Great Poet Raden Ngabehi Ranggawarsita which contains various philosophical values of life and contains Sufi values in its Some of the Sufi values of the Serat Wirid Hidayat Jati are the values of monotheism, moral values, patience, tawakkal, and ma`rifat values. Ranggawarsita's Serat Wirid Hidayat Jati provides deep and relevant spiritual guidance to face various challenges in modern life. Teachings about self-purification, selfcontrol, monotheism, knowing the Creator not only provide solutions to spiritual crises but also offer ways to live more balanced and wiser in the midst of the dynamics of the modern world. Keywords: Sufism. Wirid Hidayat Jati, modern world. Abstrak Tasawuf, sebagai cabang ilmu yang penting, memiliki relevansi yang besar bagi masyarakat modern yang tengah mengalami krisis spiritual. Dari segi sejarah dan teologi, tasawuf berfungsi sebagai pedoman dan pemandu dalam perjalanan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Ajaran Tasawuf yang terkandung dalam Serat Wirid Hidayat Jati dan untuk mengetahui bagaimana relevansi tasawuf dalam Serat Wirid Hidayat Jati terhadap kehidupan modern. Wirid Hidayat Jati merupakan salah satu buah karya hasil pemikiran Pujangga Agung Raden Ngabehi Ranggawarsita yang memuat berbagai nilai Ae nilai filosofis kehidupan dan memuat nilai nilai sufistik dalam Beberapa nilai sufistik dari Serat Wirid Hidayat Jati yaitu nilai ketauhidan, nilai akhlak, nilai sabar, nilai tawakkal, dan nilai ma`rifat. Serat Wirid Hidayat Jati karya Ranggawarsita memberikan panduan spiritual yang mendalam dan relevan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan modern. Ajaran tentang penyucian diri, pengendalian diri, ketauhidan, mengenal sangpencipta tidak hanya memberikan solusi untuk krisis spiritual tetapi juga menawarkan cara untuk hidup lebih seimbang dan bijaksana di tengah dinamika dunia modern Kata Kunci: Tasawuf. Wirid Hidayat Jati, dunia modern. Pendahuluan Tasawuf, sebagai satu cabang ilmu yang vital, memiliki relevansi yang signifikan bagi masyarakat modern yang sedang menghadapi krisis spiritual. Secara sejarah dan teologis, tasawuf berfungsi sebagai Hlm | 790 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal panduan dan penuntun dalam perjalanan kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat(Alwi, 2. Melalui tasawuf, seseorang dapat memperoleh pengetahuan tentang proses penyucian diri dan praktiknya, sehingga mereka dapat mencapai kontrol atas diri sendiri. Dengan demikian, individu yang mengamalkan tasawuf mampu menjaga integritas hati nurani, kejujuran, keikhlasan, serta tanggung jawab dalam segala aktivitasnya, sehingga mampu menahan godaan moral yang merusak. (Nabila Nurrizki Awalia Effendi & Dicky Tri Prayoga, 2. Di Indonesia, ajaran tasawuf diperkenalkan seiring dengan masuknya Islam ke wilayah ini. Para ahli tasawuf, atau Sufi, diyakini mulai datang ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi, ketika pengembangan dan penyebaran ajaran tasawuf dari Persia dan India sedang berlangsung. Perkembangan tasawuf di Indonesia mulai terlihat pada abad ke-16 dan ke-17, terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Perkembangan tasawuf di Jawa tidak terlepas dari bimbingan yang diberikan oleh para Wali Songo, yang menerapkan suluk sebagai ajaran utama mereka. (Muhammad Muhajir, 2. Dalam konteks bahasa Arab, suluk berarti perjalanan. Dalam tarekat sufisme, perjalanan menuju Tuhan selalu dibimbing oleh seorang guru atau mursyid, yang membimbing sufi tersebut menuju pemahaman yang lebih dalam, yang disebut sebagai makrifat. Tasawuf sering kali dikaitkan dengan mistisisme. Tasawuf mewujudkan corak mistik Islam yang berusaha mengarahkan hati manusia kepada Tuhan, untuk menjadi manusia yang benar dan lurus(Hakam, 2. Pada masa Kesultanan Mataram Islam, perkembangan literatur Islam di Jawa mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak karya sastra Jawa berupa sekar macapat . , jarwa . rosa/gancara. , serat, tembang, dan suluk yang bermunculan. Khususnya, saat Jawa diperintah oleh Kesultanan Mataram Islam dan terjadi perjanjian Giyanti . engan intervensi dari VOC Hindia-Beland. , wilayah tersebut terbagi menjadi dua bagian: Yogyakarta dan Surakarta. Sejak saat itu, banyak karya sastra yang mencerminkan kejatuhan Kesultanan Mataram Islam, yang meliputi berbagai aspek seperti sejarah, agama, dan silsilah. (Diandini & Mujib, 2. Ronggowarsito, seorang filsuf Islam Jawa, menawarkan solusi berkaitan dengan kehidupan spiritual dalam karyanya yang berjudul "Serat Wirid Hidayat Jati". Serat Wirid Hidayat Jati Rangga Warsita adalah salah satu karya sastra Jawa klasik yang terkenal. Karya ini juga dikenal sebagai "Serat Wirid Hidayat Jati" atau sering disingkat menjadi "Serat Hidayat Jati". Serat ini merupakan kumpulan nasihat-nasihat spiritual dan ajaran- ajaran tentang kehidupan yang dianggap memiliki nilai-nilai mistik dan kebijaksanaan yang Tasawuf, atau mistisisme Islam, memang sering menjadi tema yang disampaikan dalam karya- karya sastra Jawa klasik, termasuk dalam Serat Wirid Hidayat Jati. Tasawuf dalam konteks ini mengacu pada ajaranajaran yang menekankan pada aspek-aspek spiritualitas, kepatuhan kepada Tuhan, penyerahan diri, dan pencarian akan kebenaran batiniah. Dalam Serat Wirid Hidayat Jati, tema-tema seperti cinta kepada Tuhan, pengendalian diri, ketakwaan, dan kesederhanaan seringkali menjadi fokus. Tasawuf memainkan peran penting dalam memandu individu menuju pencapaian kebenaran spiritual dan pemahaman yang lebih dalam tentang makna kehidupan. Dengan demikian, tasawuf dalam serat wirid hidayat jati menarik untuk diungkap sebagai upaya memberikan pendamping dalam menghadapi dunia modern. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan kajian pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis, lisan, dan gambar, bukan dalam bentuk angka. Data tersebut diuraikan melalui deskripsi naskah-naskah Serat Wirid Hidayat Jati, bukan dalam format numerik. Tujuan dari metode ini adalah untuk menggambarkan ajaran tasawuf yang terdapat dalam Serat Wirid Hidayat Jati. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membangun rancangan, pemahaman, dan sensitivitas penulis terhadap objek yang diteliti, tanpa bertujuan untuk menciptakan fakta, melakukan prediksi, atau membuktikan hubungan antara dua variabel. Dalam hal ini, objek yang diteliti oleh penulis adalah Serat Wirid Hidayat Jati, salah satu karya Bagus Burhan atau yang lebih dikenal sebagai Raden Ng. Ranggawarsita. Hasil dan Pembahasan Raden Ngabehi Ronggowarsito, lahir sekitar tahun 1728 atau pada tanggal 15 Maret 1802 M, berasal Hlm | 791 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal dari keluarga bangsawan dari kedua belah pihak leluhurnya, sebagaimana yang dicatat dalam naskah Padmawasita. Melalui garis keturunan ayahnya, ia merupakan keturunan ke-14 dari Sultan Hadiwijaya yang memerintah di Pajang antara tahun 1568-1576 M. Di sisi ibunya, ia adalah keturunan ke-10 dari Sultan Trenggana. Ronggowarsito juga dikenal dengan nama asli Raden Bagus Burham, dengan kebangsawanan yang diwarisi dari ibunya yang berasal dari Demak dan keturunan Pajang melalui Jaka Tingkir. Dalam kesehariannya. Bagus Burham diasuh oleh seorang pegawai kakeknya bernama Tanujoyo, yang diberi tugas khusus untuk mengawasi dan menjaga Bagus Burham. Pada masa itu, tradisi mengharuskan seorang anak memiliki seorang pengasuh yang secara khusus bertanggung jawab untuk mengawasi dan Pengasuh tersebut bertindak sebagai perpanjangan tangan orangtua, berperan juga sebagai teman Mereka akan memenuhi segala permintaan anak tanpa memiliki kewenangan untuk mengatur. Namun, dalam situasi tertentu, demi alasan keamanan, pengasuh bisa memaksa anak untuk melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu, karena tanggung jawab penuh berada di tangannya (Pujarsono & Siliwangi. Setelah mencapai usia dua belas tahun, kakeknya mengirimnya untuk belajar di Pesantren Gerbang Tinatar di Tegalsari. Ponorogo. Pesantren tersebut dipimpin oleh Kiai Kasan Besari, seorang ulama yang terkenal dengan pengetahuannya yang luas. Kasan Besari adalah menantu Paku Buwono IV dan pernah menimba ilmu dari Satronagoro, kakek Bagus Burham. Sejak Bagus Burham belajar di pesantren Tegalsari, cerita tentang Wahyu Kepujanggaan mulai dikaitkan dengannya. Dalam Serat Babad Lelampahanipun Raden Ngebehi Ronggowarsito yang ditulis oleh Padmawidagda dan Honggopradoto, wahyu kepujanggaan ini dihubungkan dengan peristiwa makan ikan wader yang dianggap ajaib. Ranggawarsita menghabiskan banyak waktu untuk menjadi penulis yang produktif. Hal ini diketahui dari banyaknya tulisan yang dia publikasikan. Karya-karyanya banyak yang telah dicetak sampai-sampai dicetak ulang, dan masih banyak juga karyanya berupa manuskrip yang tersebar di berbagai daerah. Beberapa karya dari Ranggawarsita ada yang tidak berjudul. Sehingga dalam memberi judul, para penerbit menggunakan kalimat yang ada dalam karya tersebut. Seperti Wirid Hidayat Jati, sebagian memberi judul Serat Wirid, sebagian juga ada yang memberi judul Hidayat Jati. Ranggawarsita merupakan pujangga istana, sehingga tidak heran jika karyanya sebagian besar dipersembahkan untuk raja. Menurut Ranggawarsita. Serat Wirid Hidayat Jati merupakan rangkuman ilmu maAorifat yang pernah dipelajari oleh delapan wali di Jawa. Serat ini tersusun dalam bentuk prosa, sehinnga kandungan isiya untuk menjadi kitab mistik bisa terlihat cukup lengkap, padat dan bulat (Istiqomah et al. , 2. Serat ini diterbitkan oleh Administrasi Jawi Kandha. Isi yang terkandung dalam serat ini yaitu: . Ritual dan kelengkapan persembahan yang harus diadakan oleh guru yang mengajarkan ilmu mistik serta penjabaran bab guru dan murid, . Ideologi mengenai Tuhan serta keterkaitan antara Dzat, sifat, asma . ama-nam. dan afAoal . Tuhan, . Penjabaran mengenai bersatunya manusia dengan Tuhannya, . Cara agar bisa menggapai penyelaman gaib dan bersatu dengan Tuhan. Fase-fase penghayatan gaib dan gangguangangguan yang ada dalam fase-fase tersebut. Penjelasan mengenai terciptanya manusia beserta hakikatnya. Aspek budi luhur serta berbagai ajaran yang berhubungan dengan mistik. Untuk memahami nilai-nilai Islam dalam Serat Wirid Hidayat Jati, ada nilai pendukung yang penting, yaitu nilai bahasa yang menjadi simbol utama dalam menentukan adanya dua nilai Islam yang telah disebutkan sebelumnya. Nilai bahasa ini mencerminkan perilaku santun, moralitas, dan budi pekerti luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu pujangga Ranggawarsita. Tutur kata yang halus ini bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat kraton Jawa Surakarta, terutama pada masa pemerintahan Pakubuwana IV. Simbolisme bahasa yang mengajarkan budi pekerti dan moralitas terlihat jelas dalam isi Serat Wirid Hidayat Jati dari bab 1 hingga bab 5. Contohnya, dalam penjelasan tentang syarat-syarat pengajaran ilmu kepada murid, kualifikasi menjadi seorang guru, serta pengajaran tentang tawakkal dan kesabaran, semuanya diterapkan dalam kehidupan masyarakat Jawa. Selain itu, dalam konteks Tasawuf yang terkandung di dalamnya meliputi: Tauhid (Keimana. Tauhid dan keimanan merupakan fondasi utama bagi umat Islam, karena mereka menyediakan Hlm | 792 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal landasan kokoh untuk keyakinan dan ketaatan kepada Tuhan. Keimanan adalah ekspresi dari keyakinan dan ketaatan yang dipersepsikan sebagai inti dari agama(Adelia et al. , 2. Tauhid . adalah cara bagi umat Islam untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam wirid Hidayat Jati, terdapat pengajaran tentang esensi Dzat dan uraian tentang penciptaan manusia serta kepulangan mereka kepada Sang Pencipta. Meskipun tidak secara rinci dijabarkan dalam wirid Hidayat Jati, beberapa poin menyentuh konsep tentang keesaan Allah, penjelasan tentang Nabi Muhammad, serta kepercayaan terhadap takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Makna dan simbolik dalam serat wirid Hidayat Jati pada permulaan bab pertama mengajarkan kepada manusia untuk bertakwa dan percaya kepada Allah, atas adanya kekuatan dan kekuasaanya. Ini dapat dilihat dari ungkapan tentang ajaran adanya Dzat yakni sebagai berikut: AuSejatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang uwung durung ana sawiji- wiji, kang ana dingin iku Ingsun, ora ana Pangeran amung Ingsun sajatining Dat kang Amaha Sui, angliputi ing sipatingSun, anartani ing asmaning-Sun, amartandhani ing apngaling-Sun. Ay (Sesungguhnya tidak ada apa-apa, karena waktu itu masih dalam keadaan kosong, belum ada apapun, yang ada adalah Aku. Tidak ada Tuhan melainkan Aku, hakikat Dzat yang Maha Suci meliputi sifat-Ku, yang menyertai nama-Ku, dan yang menandai perbuatan-perbuatan-Ku. Nilai Taiwaikail Dalam Serat Wirid Hidayat Jati karya Ranggawarsita, konsep tawakal atau sikap berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan setelah berusaha adalah salah satu ajaran yang ditekankan. Tawakal adalah sikap yang menggabungkan kepercayaan penuh kepada kehendak Tuhan dengan usaha maksimal yang dilakukan oleh manusia. Berikut adalah beberapa kutipan teks dari Serat Wirid Hidayat Jati yang menggambarkan nilai "Ing donyai puinikai, mainuingsai tainsaih kaipairingain cobain lain uijiain. Nainging, saikaibehing uisaihai lain uipaiyai puinikai, kedaih dipuin seraihaiken dhaiteng Guisti kaing Maihai Kuiwaisai. AIrtinyai:"Di duiniai ini, mainuisiai selailui diberi cobaiain dain uijiain. Naimuin, segailai uisaihai dain uipaiyai itui hairuis diseraihkain kepaidai Tuihain yaing Maihai Kuiasi ai. Taiwaikail tersebuit sebaigai mainai di jelaiskain ail ghaizaili dailaim kitaib ihyaiui uiluimidin yaikni: Taiwaikail itui beraisail dairi kaitai "waikailaih" seperti disebuitkain: "Seseoraing meng-waikailaih-kain uiruisainnyai kepaidai Fuilain. maiksuidnyai aidailaih seseoraing itui telaih menyeraihkain uiruisainnyai kepaidai si Fuilain dain iai berpegaing kepaidai oraing itui mengenai uiruisainnyai. Oraing yaing kepaidainyai diseraihi uiruisain disebuit "waikil". Oraing yaing menyeraihkain kepaidainyai disebuit AuOraing yaing mewaikilkain kepaidainyai dain muiwaikkilAy, mainaikailai iai telaih tenteraim haitinyai kepaidainyai dain iai telaih percaiyai dengainnyai. Iai tidaik menuiduih kepaidainyai dengain teledor dain tidaik berkeyaikinain paidainyai lemaih dain teledor. Maikai taiwaikail aidailaih suiaitui ibairait tentaing pegaingain haiti kepaidai waikil sendiri. Di erai modern dengain informaisi yaing tidaik bisai terbenduing bai k yaing negaitif aitaiui positif ini. Problem dailaim segailai bidaing saingait jelais bai k dailaim bidaing keaigaimaiani , politik ekonomi baigi yaing mengetaihui seperti, informaisi-informaisi simpaing siuir tidaik jelais yaing terkaidaing menjaituihkain saitui dengain yaing lai nnyai, aintair kelompok aitaiui kelompok, golongain dengain golongain, menjaidikain pembaicai terbaiwai miris saikit. Terlebih yaing mengenai oraing muislim di Gaizai pailestinai, baigi sesaimai muislim tentui meraisai saingait berait aikain tetaipi dengain ketaiwaikailainnyai diseraitai doAoai tentui setelaih beruisaihai. Nilai taiwaikail dailaim Serait Wirid Hidaiyait Jaiti mengaijairkain baihwai setelaih melaikuikain uisaihai maiksimail, mainuisiai hairuis berseraih diri kepaidai Tuihain dengain penuih kepercaiyaiani dain keikhlaisain. Taiwaikail aidailaih sikaip yaing menuinjuikkain imain dain kepercaiyaiani kepaidai kehendaik Tuihain, sertai menjaidi suimber ketenaingain dain kebijaiksainaiain dailaim menghaidaipi segailai situiasi i kehiduipain. Rainggaiwairsitai mengaijaik pembaicai uintuik selailui mengingait dain mengaindailkain Tuihain dailaim setiaip laingkaih dain kepuituisain yaing Hlm | 793 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Situiaisi dain kondisi dairi maisai ke maisai dairi zaimain kezaimain tidaik berbedai uijiainnyai ekonomi, posisi jaibaitain dll, taintaingain dain resikonyai aidailaih bertaimbaih-berkuiraing, suikai-duikai, nai k tuiruin. Sehinggai jikai menilik relevain aitaiui tidaik aijairain tersebuit, maikai taiwaikail wirid hidaiyait jaiti saingaitlaih relevain uintuik diseraip diberbaigai zaimain aitaiui berbaigai erai. Nilai Sabar Dailaim Serait Wirid Hidaiyait Jaiti kairyai Rainggaiwairsitai, konsep saibair aitaiui kesaibairain aidailaih sailaih saitui aijairain uitaimai yaing dibaihais secairai mendailaim. Kesaibairain dailaim kairyai ini buikain hainyai sekedair menaihain diri dairi raisai mairaih aitaiui fruistaisi, tetaipi mencaikuip aispek-aispek spirituiali dain morail yaing lebih luiais. Berikut beberapa poin yang menggambarkan nilai sabar dalam Serat Wirid Hidayat Jati: Kesabaran dalam Menghadapi Cobaan dan Ujian AuManungsa urip ing donya punika tansah pinaringan coban, lan kabecikan punika wonten ing antawis kesabaran. Sabar punika minangka kunci tumraping kasantosan jiwa lan raga. Ay Artinya: "Manusia hidup di dunia ini selalu diberi cobaan, dan kebaikan itu ada di antara Kesabaran adalah kunci bagi ketenangan jiwa dan raga. Ranggawarsita mengajarkan bahwa hidup penuh dengan berbagai ujian dan cobaan yang harus dihadapi dengan sabar. Kesabaran adalah kunci untuk mengatasi kesulitan dan mencapai ketenangan batin. Ujian tersebut dilihat sebagai cara untuk mendewasakan dan memperkuat jiwa Kesabaran sebagai Jalan Menuju Kesucian dan Ketenangan Jiwa AuWonten ing manah kang resik lan sabar, wontenana kebenaran sejati, ing kono manungsa saged rumeksa raga lan sukma. Ay Artinya: "Dalam hati yang bersih dan sabar, ada kebenaran sejati, di sana manusia bisa menjaga tubuh dan jiwanya. Kesabaran juga dianggap sebagai bagian dari proses penyucian diri . azkiyatun naf. (Mutholingah & Zain, 2. Dengan bersabar, seseorang bisa membersihkan hati dan jiwa dari berbagai sifat negatif seperti marah, iri hati, dan keinginan duniawi yang berlebihan. Kesabaran juga diperlukan dalam perjalanan menuju pencerahan spiritual. Ranggawarsita menyiratkan bahwa pencapaian spiritual tidak bisa diraih dengan cepat, melainkan memerlukan waktu dan proses yang panjang. Kesabaran membantu seseorang tetap fokus dan tekun dalam menjalani berbagai tahapan dalam perjalanan spiritualnya. Dalam teksnya. Ranggawarsita sering menggunakan bahasa simbolik dan puitis untuk menggambarkan kesabaran. Misalnya, kesabaran diibaratkan sebagai pohon yang akarnya kuat dan dalam, sehingga dapat bertahan menghadapi angin dan badai. Kesabaran dalam Serat Wirid Hidayat Jati mencakup berbagai dimensi kehidupan, baik dalam konteks individu maupun sosial. Kesabaran dianggap sebagai salah satu kunci utama untuk mencapai kesucian, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Tuhan. Ajaran Ranggawarsita ini mengajak pembaca untuk menginternalisasi nilai-nilai kesabaran dalam setiap aspek kehidupan sebagai bagian dari perjalanan spiritual mereka. Hlm | 794 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Konsep sabar dalam Ihya' Ulum al-Din karya Imam Al-Ghazali mencakup kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup, baik itu berupa penderitaan, cobaan, maupun godaan dunia(Misbachul. Al-Ghazali mengajarkan bahwa sabar bukan hanya tentang menahan diri dari kesulitan fisik, tetapi juga dalam menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Kesabaran yang dimaksudkan adalah ketekunan dalam beribadah, kesediaan untuk memaafkan, serta kemampuan untuk tidak tergoda oleh hawa nafsu. Bagi Al-Ghazali, sabar adalah kekuatan spiritual yang membawa seseorang lebih dekat kepada Allah, mengajarkan keteguhan hati, dan memungkinkan umat Islam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan menjalani hidup dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Tasawuf dalam Kehidupan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat modern yang serba cepat dan penuh tantangan, nilai-nilai tasawuf seperti tauhid, tawakal, dan sabar menjadi pedoman penting untuk menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks(Khozin. Abdul Haris, 2. Tauhid, yang mengajarkan keyakinan mutlak kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan dan tujuan hidup, menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan batin di tengah materialisme dan hedonisme yang mendominasi masyarakat modern. Dalam konteks ini, tauhid mengingatkan individu untuk tidak melupakan tujuan hidup yang lebih tinggi dan untuk senantiasa bergantung hanya pada Allah dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini membantu seseorang untuk tidak terjebak dalam kebingungan atau keputusasaan akibat tuntutan duniawi yang kadang tidak ada habisnya. Selain itu, nilai tawakal dan sabar dalam tasawuf juga sangat relevan di dunia modern yang penuh Tawakal mengajarkan untuk menyerahkan hasil dari segala usaha dan ikhtiar hanya kepada Allah, dengan tetap berusaha sebaik mungkin tanpa terobsesi dengan hasil akhir yang kadang di luar kendali. Ini memberikan ketenangan dan mengurangi stres yang diakibatkan oleh tuntutan sukses atau kegagalan. Sementara itu, sabar adalah kunci untuk menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan hidup dengan ketabahan dan kesabaran. Dalam masyarakat modern yang sering kali diwarnai dengan keinginan instant dan kepuasan yang cepat, sabar menjadi kualitas yang langka namun sangat penting untuk menjaga kedamaian batin dan memperkuat iman dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian dan dinamika. Lebih jauh lagi, dalam masyarakat modern yang cenderung terfokus pada pencapaian materi dan kesuksesan duniawi, nilai tasawuf memberikan perspektif yang lebih holistik dan mendalam tentang Tauhid mengajarkan kita untuk tidak terperangkap dalam kepemilikan atau status sosial, tetapi untuk melihat segala sesuatu sebagai amanah dari Allah yang harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan syukur. Tawakal mengingatkan agar kita tidak terlalu larut dalam rasa khawatir atau cemas, karena segala takdir sudah ditentukan oleh Allah, sehingga kita bisa menikmati hidup dengan lebih tenang dan Sementara sabar, dengan segala kemuliaannya, mengajarkan kita untuk tidak cepat putus asa dalam menghadapi kesulitan, dan untuk terus berusaha dengan hati yang lapang, sambil yakin bahwa setiap ujian pasti ada hikmahnya. Nilai-nilai ini, jika diterapkan dengan baik, tidak hanya dapat membantu individu dalam mencapai ketenangan batin, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih bijaksana, penuh empati, dan lebih menghargai nilai-nilai spiritual yang lebih abadi. Kesimpulan Serat Wirid Hidayat Jati Merupakan salah satu karya Raden Ngabehi Ranggawarsita yang memiliki nilai filosofis kehidupan, dan memiliki nilai sufistik. Beberapa diantaranya yang berhubungan dengan sufisme adalah nilai Ketauhidan, sabar, dan tawakkal. Didalam serat wirid tersebut terdapat kutipan kutipan yang mengandung nasihat atau pesan sufistik. Serat Wirid Hidayat Jati karya Ranggawarsita tentulah disusun melalui pengalaman seorang pujangga sekaligus seorang salik. Serat Wirid Hidayat Jati karya Ranggawarsita memberikan panduan spiritual yang mendalam dan relevan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan modern. Ajaran tentang penyucian diri, pengendalian diri, ketauhidan, mengenal sangpencipta tidak hanya memberikan solusi untuk krisis spiritual tetapi juga menawarkan cara untuk hidup lebih seimbang dan bijaksana di tengah dinamika dunia modern. Hlm | 795 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Bibliografi Adelia. Darmayanti. Azzahra. , & Maharani. Landasan Keimanan dan Keyakinan Muslim. 2, 31Ae41. Alwi. Peran Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern. Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tasawuf, 10. , 62Ae74. Diandini. , & Mujib. Akulturasi Islam dan Budaya Jawa pada Masa Kekuasaan Sultan Agung Di Kerajaan Mataram Islam. Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (Kim. 7, 126Ae136. Hakam. Hasyim AsyAoari dan Urgensi Riyydah dalam Tasawuf Akhlyqy. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 4. , 145. https://doi. org/10. 15642/teosofi. Istiqomah. Darmalaksana. , & Naan. Konsep MaAorifat Dalam Serat Wirid Hidayat Jati Karya Ronggowarsito. Syifa Al-Qulub, 6. , 84Ae94. https://journal. id/index. php/syifa-alqulub/article/view/13223 Khozin. Abdul Haris. Jurnal pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 1. , 327Ae346. https://doaj. org/article/1e8aebf063e94d09a7eb93f04cf4b8fd Misbachul. Hubungan Dengan Keadaan. Sabar Berdasarkan Kuat Dan Lemahnya Seseorang. Sabar Berdasarkan Hukum. Dan Sabar Berdasarkan Kondisi Seseorang. Spiritualis, 5. , 113Ae133. https://ejurnal. iaipd-nganjuk. id/index. php/spiritualis/article/view/64/49 Muhammad Muhajir. Metode Pendidikan Akhlak-Tasawuf Walisongo. Alwatzikhoebillah (Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Dan Humanior. , 4. , 79Ae97. Mutholingah. , & Zain. Metode Penyucian Jiwa (Tazkiyah Al-Naf. Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam. Journal TAAoLIMUNA, 10. , 69Ae83. https://doi. org/10. 32478/talimuna. Nabila Nurrizki Awalia Effendi, & Dicky Tri Prayoga. Peran Tasawuf Dalam Meningkatkan Ketahanan Psikologis Pengusaha Muda. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum. Psikolog. Keperawatan Dan Kebidanan, 2. , 69Ae79. https://doi. org/10. 61132/corona. Pujarsono. , & Siliwangi. Raden Ngabehi Ronggowarsito . 99Ae103. Hlm | 796 das-institute.