Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. Techniques for Creating Quality Questions in Learning Evaluation Wawan Arbeni1. Ramanda2. Muhammad Hanif Aulia3. Weni Arika4. Siti Padilah5 1,2,3,4,5Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Indonesia Email: wawanarbeni@insan. ramandaramanda024@gmail. khairiyahhayatisirait@gmail. weniarika2@gmail. sitipadilah1704@gmail. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara objektif dan sistematis. Salah satu instrumen utama yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran adalah soal tes. Namun, dalam praktik pendidikan masih banyak ditemukan soal yang disusun tanpa memperhatikan kaidah penulisan yang baik, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas hasil evaluasi pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam teknik pembuatan soal yang berkualitas, meliputi kaidah penulisan soal pilihan ganda, soal uraian, dan soal benarAesalah, teknik analisis dan revisi soal, penyusunan kisi-kisi soal, serta konsep validitas dan reliabilitas instrumen penilaian. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan dalam bidang evaluasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyusunan soal yang berkualitas harus didasarkan pada perencanaan yang matang melalui penyusunan kisi-kisi soal, penerapan kaidah penulisan sesuai dengan bentuk soal, serta didukung oleh proses analisis dan revisi soal secara berkelanjutan. Selain itu, penerapan prinsip validitas dan reliabilitas merupakan faktor kunci dalam menghasilkan instrumen evaluasi yang akurat dan konsisten. Dengan demikian, penguasaan teknik pembuatan soal yang berkualitas oleh pendidik menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran dan kualitas proses pembelajaran secara Kata kunci: evaluasi pembelajaran. soal berkualitas. kisi-kisi soal. ABSTRACT Learning evaluation is an integral part of the educational process, serving to objectively and systematically measure the achievement of learning objectives. One of the main instruments used in learning evaluation is test questions. However, in educational practice, many questions are still written without regard to good writing principles, resulting in low-quality learning evaluation results. This article aims to examine indepth techniques for creating quality questions, including the rules for writing multiplechoice, essay, and true-false questions, question analysis and revision techniques, the preparation of question outlines, and the concepts of validity and reliability of assessment instruments. This study uses a literature study method by analyzing various relevant literature in the field of educational evaluation. The results of the study indicate that the preparation of quality questions must be based on careful planning through the preparation of question outlines, the application of writing principles according to the question format, and supported by a continuous process of analysis and revision of In addition, the application of the principles of validity and reliability is a key factor in producing accurate and consistent evaluation instruments. Thus, mastery of quality question creation techniques by educators is a crucial requirement for improving the quality of learning evaluation and the quality of the learning process as a whole. Keyword: learning evaluation. quality questions. question outline. Corresponding Author: Wawan Arbeni. Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Jl. Insinyur H. Juanda No. Timbang Langkat. Kec. Binjai Tim. Kota Binjai. Sumatera Utara 20737. Indonesia Email: wawanarbeni@insan. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science INTRODUCTION Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Evaluasi tidak hanya berperan sebagai alat pemberian nilai kepada peserta didik, tetapi juga sebagai sarana untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Melalui pelaksanaan evaluasi yang baik, pendidik dapat melakukan perbaikan dan pengembangan pembelajaran secara berkelanjutan (Sudijono, 2. Salah satu instrumen evaluasi yang paling sering digunakan dalam pembelajaran adalah soal tes. Kualitas soal sangat menentukan keakuratan hasil evaluasi yang diperoleh. Soal yang disusun tanpa memperhatikan kaidah penulisan, kesesuaian dengan indikator pembelajaran, serta prinsip validitas dan reliabilitas berpotensi menghasilkan data yang tidak mencerminkan kemampuan peserta didik secara objektif. Kondisi tersebut masih sering ditemukan dalam praktik pendidikan, baik pada jenjang sekolah dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan tinggi (Arifin, 2. Selain itu, masih banyak pendidik yang menyusun soal secara langsung tanpa didahului dengan penyusunan kisi-kisi soal. Akibatnya, soal yang dihasilkan tidak terdistribusi secara proporsional dan belum sepenuhnya mewakili kompetensi yang ingin diukur. Oleh karena itu, pemahaman mengenai teknik pembuatan soal yang berkualitas menjadi kebutuhan mendesak bagi pendidik agar evaluasi pembelajaran dapat dilaksanakan secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Berdasarkan permasalahan tersebut, artikel ini membahas secara komprehensif teknik pembuatan soal berkualitas yang meliputi kaidah penulisan berbagai bentuk soal, teknik analisis dan revisi soal, penyusunan kisi-kisi soal, serta konsep validitas dan reliabilitas dalam evaluasi pendidikan. LITERATURE REVIEW Kaidah Penulisan Soal Berkualitas Soal berkualitas merupakan instrumen evaluasi yang disusun secara sistematis untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara objektif. Kualitas suatu soal sangat ditentukan oleh ketepatan perumusannya terhadap kompetensi yang ingin diukur. Menurut Widoyoko . , soal yang baik harus memenuhi tiga aspek utama, yaitu kesesuaian materi dengan indikator pembelajaran, konstruksi soal yang tepat, serta penggunaan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta didik. Dalam penyusunan soal pilihan ganda, pokok soal . harus dirumuskan secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Informasi yang disajikan dalam stem harus cukup, relevan, dan tidak memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Pilihan jawaban harus disusun secara homogen dan logis, serta hanya memiliki satu jawaban yang benar. Sementara itu, pengecoh . harus dirancang sedemikian rupa agar berfungsi dengan baik bagi peserta didik yang belum menguasai materi (Widoyoko. Soal uraian menuntut kemampuan peserta didik dalam mengorganisasi gagasan serta mengemukakan jawaban secara sistematis dan argumentatif. Oleh karena itu, perumusan soal uraian perlu menggunakan kata kerja operasional yang jelas, seperti jelaskan, analisislah, atau bandingkan, agar arah jawaban tidak melebar dan tetap sesuai dengan tujuan penilaian. Selain itu, soal uraian sebaiknya dilengkapi dengan pedoman penskoran untuk menjamin objektivitas dan konsistensi dalam penilaian hasil belajar (Rusman, 2. Sementara itu, soal benarAesalah digunakan untuk mengukur pemahaman dasar peserta didik terhadap suatu konsep atau fakta tertentu. Penulisan soal jenis ini harus menghindari pernyataan yang ambigu, terlalu umum, atau mengandung lebih dari satu gagasan dalam satu kalimat. Penggunaan bahasa yang tegas, lugas, dan pernyataan yang spesifik sangat penting untuk meningkatkan ketepatan pengukuran hasil belajar peserta didik (Sani, 2. Analisis dan Revisi Soal Analisis soal merupakan kegiatan penting untuk mengetahui tingkat kualitas butir soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran. Analisis ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir soal benar-benar mampu mengukur kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah Menurut Hamzah . , analisis soal menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu soal layak digunakan kembali, perlu direvisi, atau harus dibuang. Analisis soal dapat dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menitikberatkan pada penelaahan isi soal, kesesuaian dengan indikator pembelajaran, kejelasan redaksi, serta ketepatan penggunaan bahasa. Analisis ini umumnya dilakukan sebelum soal diujikan kepada peserta didik dengan tujuan mencegah terjadinya kesalahan konseptual maupun teknis dalam penyusunan soal (Sani, 2. Analisis kuantitatif dilakukan setelah soal diujikan dengan memanfaatkan data hasil tes peserta didik. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi tingkat kesukaran soal, daya pembeda, serta efektivitas pengecoh . pada soal pilihan ganda. Soal yang tergolong terlalu mudah atau terlalu sulit perlu direvisi agar mampu membedakan kemampuan peserta didik secara lebih proporsional dan akurat (Hamzah, 2. Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 335 Ae 339 Jurnal Nasional Holistic Science A Revisi soal merupakan tindak lanjut dari hasil analisis yang telah dilakukan. Revisi dapat berupa perbaikan redaksi soal, penggantian atau penyempurnaan pilihan jawaban, penyesuaian tingkat kesukaran, maupun perbaikan pedoman penskoran. Melalui proses analisis dan revisi soal yang dilakukan secara berkelanjutan, pendidik dapat meningkatkan mutu instrumen evaluasi secara signifikan dan Penyusunan Kisi-Kisi Soal Kisi-kisi soal merupakan pedoman penting dalam penyusunan instrumen evaluasi karena memuat keterkaitan antara kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, bentuk soal, serta tingkat kognitif yang diukur. Kisi-kisi berfungsi sebagai alat pengendali agar soal yang disusun tetap selaras dengan tujuan pembelajaran dan mencakup seluruh kompetensi secara proporsional (Majid, 2. Penyusunan kisi-kisi diawali dengan penetapan kompetensi dasar dan indikator pencapaian yang dirumuskan secara operasional. Indikator yang jelas dan terukur akan memudahkan penulis soal dalam menentukan perilaku belajar yang dapat diukur serta memilih bentuk soal yang sesuai. Tanpa indikator yang tepat, soal yang disusun berpotensi mengukur aspek-aspek yang tidak relevan dengan tujuan pembelajaran (Rusman, 2. Selain itu, kisi-kisi membantu pendidik dalam mengatur distribusi soal berdasarkan tingkat kognitif peserta didik. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran tidak hanya menekankan pada kemampuan mengingat, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Hal ini sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik (Majid, 2. Dengan adanya kisi-kisi yang disusun secara sistematis, proses penyusunan soal menjadi lebih terarah, efisien, dan terukur. Selain itu, kisi-kisi juga memudahkan pendidik dalam melakukan evaluasi dan analisis hasil tes, sehingga informasi yang diperoleh dari evaluasi pembelajaran menjadi lebih akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Validitas dan Reliabilitas Soal Validitas dan reliabilitas merupakan indikator utama dalam menentukan kualitas suatu instrumen Validitas menunjukkan sejauh mana butir soal mampu mengukur kompetensi yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas berkaitan dengan tingkat konsistensi hasil pengukuran yang diperoleh. Instrumen evaluasi yang berkualitas harus memenuhi kedua kriteria tersebut agar data hasil evaluasi dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara akademik (Azwar, 2. Validitas isi dapat dicapai apabila soal disusun berdasarkan kisi-kisi yang selaras dengan kompetensi dasar, indikator pencapaian, dan materi pembelajaran. Sementara itu, validitas konstruk berkaitan dengan kesesuaian butir soal dalam mengukur kemampuan berpikir tertentu, seperti pemahaman konseptual, kemampuan analitis, atau kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, perumusan indikator serta pemilihan bentuk soal harus dilakukan secara cermat dan sistematis agar instrumen yang disusun benar-benar mengukur aspek yang dimaksud (Azwar, 2. Reliabilitas soal dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kejelasan rumusan soal, jumlah butir soal yang memadai, serta konsistensi dalam pemberian skor. Soal yang memiliki redaksi ambigu atau pedoman penskoran yang tidak jelas berpotensi menurunkan tingkat reliabilitas instrumen. Dengan demikian, perencanaan yang matang, uji coba soal, serta penelaahan butir soal secara menyeluruh sangat diperlukan untuk menghasilkan instrumen evaluasi yang reliabel (Widoyoko, 2. Validitas dan reliabilitas merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Instrumen yang valid tetapi tidak reliabel, maupun instrumen yang reliabel tetapi tidak valid, tidak akan menghasilkan data evaluasi yang optimal. Oleh karena itu, penerapan prinsip validitas dan reliabilitas menjadi keharusan dalam teknik pembuatan soal berkualitas guna menjamin keakuratan dan konsistensi hasil evaluasi RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka . ibrary Metode ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengkaji konsep dan prinsip teknik pembuatan soal berkualitas dalam evaluasi pembelajaran berdasarkan kajian teoretis, tanpa melibatkan pengumpulan data Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman kaidah penulisan soal, analisis dan revisi soal, penyusunan kisi-kisi, serta konsep validitas dan reliabilitas instrumen evaluasi pendidikan (Arikunto, 2. Sumber data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari buku-buku evaluasi pendidikan serta berbagai literatur akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, yaitu dengan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi dari sumber pustaka sesuai dengan fokus kajian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis dengan cara menafsirkan, membandingkan, dan mensintesis pendapat (Wawan Arben. A Jurnal Nasional Holistic Science para ahli sehingga diperoleh uraian yang sistematis dan komprehensif mengenai teknik pembuatan soal berkualitas dalam evaluasi pembelajaran (Sudijono, 2. RESULTS AND DISCUSSION Berdasarkan hasil kajian pustaka yang dilakukan, diperoleh gambaran bahwa teknik pembuatan soal berkualitas merupakan proses yang sistematis dan tidak dapat dipisahkan dari perencanaan pembelajaran. Pembuatan soal yang baik harus diawali dengan pemahaman yang mendalam terhadap tujuan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, serta karakteristik peserta didik. Tanpa landasan tersebut, soal yang disusun berpotensi tidak relevan dan kurang mampu mengukur kemampuan peserta didik secara akurat (Muslich. Penerapan Kaidah Penulisan Soal dalam Evaluasi Pembelajaran Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kaidah penulisan soal berpengaruh langsung terhadap kualitas instrumen evaluasi. Soal yang disusun sesuai dengan kaidah materi, konstruksi, dan bahasa cenderung memiliki redaksi yang jelas, tidak menimbulkan ambiguitas, serta mampu mengukur kompetensi yang dituju secara tepat. Namun demikian, dalam praktik pembelajaran masih banyak ditemukan soal yang berfokus pada kemampuan mengingat, padahal penerapan kaidah penulisan soal memungkinkan pendidik untuk mengembangkan soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) (Nurgiyantoro, 2. Soal pilihan ganda yang disusun dengan baik mampu mengukur berbagai tingkat kognitif apabila pengecoh dirancang secara fungsional dan logis. Sementara itu, soal uraian memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman secara lebih mendalam dan terstruktur. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa soal benarAesalah perlu digunakan secara terbatas dan dirancang secara cermat agar tidak mendorong peserta didik untuk menebak jawaban. Dengan demikian, penerapan kaidah penulisan soal menjadi faktor utama dalam meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran. Peran Analisis dan Revisi Soal terhadap Kualitas Instrumen Evaluasi Analisis soal memberikan informasi empiris mengenai kelebihan dan kelemahan butir soal yang telah digunakan dalam evaluasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis soal, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sangat membantu pendidik dalam menilai kelayakan suatu instrumen evaluasi. Analisis kualitatif memungkinkan pendidik mengidentifikasi kesalahan redaksi, ketidaksesuaian dengan indikator pembelajaran, serta penggunaan bahasa yang kurang tepat. Sementara itu, analisis kuantitatif memberikan gambaran mengenai tingkat kesukaran dan daya pembeda soal, sehingga pendidik dapat menilai kemampuan soal dalam membedakan tingkat penguasaan peserta didik (Kunandar, 2. Revisi soal merupakan tahap lanjutan yang menentukan peningkatan kualitas instrumen evaluasi. Soal yang direvisi berdasarkan hasil analisis akan lebih efektif dan akurat apabila digunakan pada evaluasi Proses revisi ini juga mendorong pendidik untuk bersikap reflektif terhadap praktik evaluasi yang Dengan adanya analisis dan revisi soal secara berkelanjutan, evaluasi pembelajaran tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian integral dari upaya peningkatan mutu pembelajaran secara berkesinambungan (Muslich, 2. Kontribusi Kisi-Kisi Soal dalam Menjamin Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kisi-kisi soal memiliki peran strategis dalam menjamin keterwakilan kompetensi dan materi pembelajaran yang akan dievaluasi. Kisi-kisi membantu pendidik dalam mengontrol arah, cakupan, dan kedalaman soal, sehingga instrumen evaluasi yang disusun tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dengan adanya kisi-kisi, distribusi soal menjadi lebih proporsional, sistematis, dan terstruktur sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi (Mardapi, 2. Selain itu, kisi-kisi memungkinkan adanya integrasi yang jelas antara indikator pembelajaran dan tingkat kognitif yang diukur. Hal ini penting agar evaluasi pembelajaran tidak hanya menilai hasil belajar secara kuantitatif, tetapi juga kualitas pemahaman dan kemampuan berpikir peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa soal yang disusun tanpa didasarkan pada kisi-kisi cenderung tidak konsisten serta memiliki tingkat validitas isi yang rendah. Oleh karena itu, penyusunan kisi-kisi merupakan langkah fundamental dalam teknik pembuatan soal berkualitas dan profesional. Implikasi Validitas dan Reliabilitas terhadap Akurasi Hasil Evaluasi Validitas dan reliabilitas soal memiliki implikasi langsung terhadap tingkat akurasi hasil evaluasi Hasil kajian menunjukkan bahwa soal yang valid mampu mengukur kompetensi yang dituju secara tepat, sedangkan soal yang reliabel menghasilkan data yang konsisten apabila digunakan dalam kondisi yang relatif sama. Instrumen evaluasi yang tidak memenuhi kedua kriteria tersebut berpotensi menghasilkan data yang bias dan menyesatkan dalam pengambilan keputusan pendidikan (Mardapi, 2. Dalam praktik evaluasi pembelajaran, validitas dan reliabilitas tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses perencanaan, penulisan, analisis, dan revisi soal yang dilakukan secara Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 335 Ae 339 Jurnal Nasional Holistic Science A Pendidik perlu memahami bahwa evaluasi pembelajaran bukan sekadar kegiatan akhir untuk pemberian nilai, tetapi merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Dengan menerapkan prinsip validitas dan reliabilitas secara konsisten, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan pembelajaran serta peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan (Kunandar, 2. CONCLUSION Teknik pembuatan soal berkualitas merupakan komponen penting dalam evaluasi pembelajaran karena berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Soal yang baik harus disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi, memperhatikan kaidah materi, konstruksi, dan bahasa, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Melalui perencanaan yang matang, khususnya dengan penyusunan kisi-kisi soal, pendidik dapat menghasilkan instrumen evaluasi yang sistematis, relevan, dan mampu mengukur kemampuan peserta didik secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas soal sangat dipengaruhi oleh proses analisis dan revisi yang dilakukan secara berkelanjutan. Analisis butir soal membantu pendidik dalam mengidentifikasi tingkat kesukaran, daya pembeda, serta efektivitas pengecoh, sehingga soal-soal yang kurang berkualitas dapat diperbaiki atau diganti. Selain itu, penerapan prinsip validitas dan reliabilitas menjadi syarat utama agar hasil evaluasi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dengan demikian, pembuatan soal berkualitas tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses yang sistematis, terencana, dan reflektif. Pendidik dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya dalam menyusun, menganalisis, dan merevisi soal sebagai bagian dari profesionalisme dalam evaluasi Penerapan teknik pembuatan soal yang tepat diharapkan mampu meningkatkan mutu evaluasi, memperbaiki proses pembelajaran, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal. REFERENCES