CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 1 | Agustus . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Pengembangan Batik Cap Khas Tuban dengan Motif Relief Situs Makam Sunan Bonang Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim1. Ulfatun NafiAoah2. Wahyu Djoko Sulistyo3. Lisa Sidyawati4. Refaldi Andika Pratama5 Kata Kunci: Batik Cap. Sunan Bonang. Tuban. Keywords : Sealed Batik. Sunan Bonang. Tuban. Corespondensi Author Departemen Sejarah. Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5 65145 Malang Email: moch. fis@um. Article History Received: 26-03-2025. Reviewed: 10-05-2025. Accepted: 20-07-2025. Available Online: 26-08-2025. Published: 28-08-2025 Abstract. Community service is an effort to practice and cultivate science and technology to empower the Tuban's Sunan Bonang Tomb complex is an Islamic historical site that could serve as a model for empowering the surrounding community. Sunan Bonang was a member of the Wali Songo who spread Islam in Java and Madura in the 16th century AD. This community service aims to empower the people of Campurejo Village through the development of floral batik relief motifs from ancient ceramic decorations in the Sunan Bonang Tomb complex. The methods used are observation, exploration of ideas, design, and realization of the work. Stamped batik was chosen because it is a more beginner-friendly method of batik. This activity involved partner groups: the Campurejo Village Government and the Society Center of Learning Activity/Pusat Kegiatan Belajar Masyakarat (PKBM) Mandiri. The activity yielded two typical village batik motifs, which were then applied to hand-drawn batik cloth designs. This training service on stamped batik motifs typical of Tuban provided batik skills for 35 Campurejo Village residents, enabling them to develop basic skills in stamping batik typical of Tuban. As a result, most participants gained an understanding and basic skills in stamped batik, which are helpful as provisions for entrepreneurship while preserving local Abstrak. Pengabdian kepada masyarakat adalah upaya mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperdayakan masyarakat. Tuban memiliki kompleks Makam Sunan Bonang sebagai situs sejarah Islam yang layak untuk dijadikan ide pemberdayaan masyarakat sekitar. Sunan Bonang adalah anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Jawa dan Madura pada abad ke-16 Masehi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Campurejo melalui pengembangan motif batik relief sulur bunga dari hiasan keramik kuno di kompleks Makam Sunan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 Bonang. Metode yang digunakan adalah observasi, eksplorasi ide, perancangan, serta perwujudan karya. Batik cap dipilih karena cara membatik ini lebih para terhadap pemula. Kegiatan ini melibatkan kelompok mitra: Pemerintah Desa Campurejo dan PKBM Mandiri Desa Campurejo. Hasil kegiatan adalah dua motif batik khas desa yang diaplikasikan pada desain motif batik tulis kain. Pengabdian pelatihan motif batik cap khas Tuban ini membekali kemampuan membatik bagi sejumlah 35 warga Desa Campurejo sehingga mereka mampu memiliki kemampuan dasar membatik cap khas Tuban. Hasilnya, sebagian besar peserta mendapatkan pemahaman dan keterampilan membatik cap dasar yang bermanfaat sebagai bekal berwirausaha sekaligus melestarikan kearifan lokal. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author merupakan putra Sunan Ampel dan saudara Sunan Drajat. Mereka merupakan anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Jawa dan sekitarnya pada abad ke-16 (Soekmono, 1. Adapun Sunan Kalijaga merupakan murid Sunan Bonang (Quinn. Makam Sunan Bonang adalah salah satu makam ulama penyebar agama Islam tertua di Jawa Timur (Warsini, 2. Mengingat jasa besarnya. Sunan Bonang merupakan salah satu ulama yang disegani dan dihormati di Tuban. Setiap hari lebih ribuan wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi makamnya untuk berziarah Pada pengunjungnya bahkan mencapai lebih dari dua juta orang (Gunawan, 2. Namun sayangnya belum ada batik khas Sunan Bonang yang dibuat atau dirancang berdasarkan kajian ilmiah. Melihat potensi yang sangat besar ini, pengabdian ini cukup penting dilaksanakan. Makam Sunan Bonang terletak di Jalan KH. Mustain. Dusun Kauman Gang 4. Desa Kutorejo. Kelurahan Kutorejo. Kecamatan Tuban. Kabupaten Tuban. Lokasinya tepat di belakang Masjid Agung Tuban. Situs Makam Sunan Bonang ditetapkan sebagai situs Cagar Budaya wisata religi pada 22 Juni 2010 dengan No: PM. 56/PW. 007/MKP/2010. Diperkirakan Situs Makam Sunan Bonang dibangun pada abad ke-1617 M (Jauharotina, 2. Makam ini letaknya strategis di pusat kota sehingga memudahkan wisatawan berkunjung tiap PENDAHULUAN Delegasi Permanen Republik Indonesian untuk Unesco . menyatakan bahwa batik merupakan budaya Indonesia yang sudah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 2009. Batik juga termasuk komoditas ekonomi yang signifikan dalam industri fasion di Indonesia. Batik berkembang pesat Namun tidak semua Indonesia. Jawa, memahami cara dan proses membatik dengan Begitu halnya dengan masyarakat di pelosok Tuban. Desa Campurejo terletak di Kecamatan Rengel. Kabupaten Tuban. Jawa Timur. Desa ini berada di tepi Sungai Bengawan Solo dan berbatasan langsung Bojonegoro. Sebagian masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani atau buruh tani. Ada pula masyarakat yang bermatapencaharian sebagai pedagang dan kuli. Sebagian besar penduduknya yang laki-laki bekerja sebagai buruh tani, sementara banyak di antara penduduknya yang perempuan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Selama pandemi covid19, banyak warga yang kesulitan secara ekonomi karena keterbatasan lapangan pekerjaan. Hal ini sebenarnya cukup disayangkan mengingat Tuban sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan wisata yang luar biasa (Solicitor & Ramadhani, 2. Salah satu destinasi wisata terkenal di Tuban adalah kompleks Makam Sunan Bonang (Wicaksono & Idajati, 2. Dalam sejarahnya. Sunan Bonang Khakim, et al. Pengembangan Batik Cap Khas Tuban. Makam Sunan Bonang termasuk bangunan yang megah dengan dihiasi berbagai motif dan ornamen. Salah satu motif yang jarang diperhatikan dan orisinil adalah motif sulur bunga pada keramik di gerbang Motif sulur bunga yang ada di koleksi keramik hias di dinding Makam Sunan Bonang sebenarnya cukup unik dibandingkan dengan di relief yang ada pada makam Islam lainnya di Indonesia (Supatmo & Syafii, 2. Motif-motif ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai motif batik khas Tuban. Batik ini bisa dikembangkan sebagai usaha kecil oleh para perempuan di Desa Campurejo sehingga mereka bisa turut andil dalam melestarikan budaya sekaligus menjadi tambahan pemasukan keluarga sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan difokuskan pada pelatihan pembuatan batik sebagai usaha kecil bagi perempuan di Desa Campurejo. Pelatihan ini menggandeng warga anggota Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri Desa Campurejo. Mereka diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi yang memberdayakan perempuan lain di sekitarnya untuk bekerja di industri kecil batik khas Desa Campurejo. Kegiatan pelatihan yang akan dilakukan adalah memproduksi batik dengan menggunakan teknik cap. Teknik ini dipilih karena lebih mudah dipelajari dan digunakan terutama oleh pemula (Ambarwati, 2. Selain menggunakan teknik cap relatif lebih cepat dan efisien daripada teknik batik tulis (Hakim & Rufaidah, 2022. Susanti & Azhar, 2. Pengabdian ini sejalan dengan pengabdian budaya yang pernah dilakukan peneliti sebelumnya antara lain: pelatihan batik cap Candi Kidal , pengabdian perawatan Candi Selokelir di Gunung Penanggungan (Khakim et al. , 2. , pembuatan motif batik kedaerahan (Ambarwati, 2. , dan pelatihan pembuatan pot bunga artistik di Malang (Sidyawati. Afifah, & Khakim, 2. Banyak warga kurang mendapatkan pemasukan atau dipecat ketika pandemi covid19 menjadi masalah tersendiri di Desa Campurejo. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan untuk memberdayakan warga, utamanya perempuan, dengan kemampuan membatik cap dan membuat usaha kecil produksi batik. Dengan demikian para warga diharapkan bisa memiliki penghasilan tambahan tersendiri. Usaha ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Campurejo dan METODE Pengabdian ini menggunakan metode adalah observasi, eksplorasi ide, perancangan, serta perwujudan karya (NafiAoah et al. , 2. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah tiga puluh lima warga Desa Campurejo yang tergabung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Campurejo. PKBM ini yang dipimpin oleh Mina Farohida Hidayati sudah berdiri sejak belasan tahun Mereka belum punya keterampilan membatik sama sekali. Setelah pelatihan ini keterampilan dasar membatik cap, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, menata motif, mengecap dan mewarnai dengan teknik celup, fiksasi warna dengan menggunakan waterglass, serta pelorodan malam dari kain Pengabdian ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 5-7 November 2021 mulai dari survei sampai evaluasi. Metode pelaksanaan antara lain pra kegiatan yaitu survei dan analisis kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, lalu evaluasi pengabdian (NafiAoah et al. , 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Campurejo. Kepala Desa Campurejo menyampaikan bahwa pihak desa akan membantu penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti tempat pelaksanaan Sementara itu PKBM Mandiri Desa Campurejo yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini merupakan kelompok PKBM yang cukup aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Setiap bulan mereka melaksanakan pembelajaran kelas paket dan pelatihan keterampilan secara terpadu. Pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari dengan penyampaian materi selama tiga puluh menit lalu praktek selama lima jam. Selama praktek peserta didampingi oleh narasumber kompeten karena mayoritas pesertanya ada pemula. Tahap terakhir pengabdian adalah monitoring dan evaluasi (Wibisono et al. , 2. Tahap ini krusial Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 pengabdian serta menampung kritik dan saran untuk perbaikan pengabdian selanjutnya. Departemen Seni dan Desain. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Beliau yang akan membantu tim untuk membuat desain batik . ihat gambar . serta menjadi pelatih batik pada kegiatan ini. Selain itu, pelatihan akan melibatkan dua mahasiswa Departemen Seni dan Desain. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang yang memiliki keterampilan membatik sebagai tutor yang akan membantu pada pelaksanaan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Survei Kelayakan Pengabdian Motif Batik Cap Situs Sunan Bonang Tim melakukan survei awal ke Desa Campurejo dan menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah Desa Campurejo serta kelompok mitra. Kelompok mitra yang akan diajak bekerja sama dalam kegiatan ini adalah PKBM Mandiri Desa Campurejo. Selanjutnya tim mengajukan kerja sama kepada pemerintah Desa Campurejo dan kelompok mitra. Pelaksanaan Pengabdian Motif Batik Cap Motif Situs Sunan Bonang Relief pada Situs Makam Sunan Bonang mempunyai dua fungsi, yaitu relief berfungsi sebagai hiasan untuk mengisi bidang dan relief yang berfungsi sebagai media untuk memuat pesan yang sesuai dengan ajaran agama (Tjandrasasmita. Hartimah, & Salim, 2. Relief pada komplek Situs Makam Sunan Bonang berbentuk sulur-sulur bunga (Emir & Wattimena, 2. Selain itu, terdapat motifmotif ornamen yang dihiasi dengan motifmotif kaligrafi dan motif keramik Tiongkok yang di dalamnya kaya dengan unsur flora (Ramadhan. Djatiprambudi, & Lodra, 2. Berdasarkan pemaparan di atas berbagai relief ornamen memiliki bentuk yang indah dan masih bisa dilihat hingga saat ini. Relief-relief tersebut kemudian dikembangkan sebagai motif khas Desa Campurejo. Kegiatan pelatihan akan dilakukan dua kali. Tahap pertama yaitu pelatihan membatik dengan motif khas relief kompleks Situs Makam Sunan Bonang dengan teknik pewarnaan celup. Peserta akan mendapatkan materi tentang dasar-dasar membatik dengan teknik cap . ihat gambar . Peserta kemudian akan dibagi ke dalam lima kelompok dan mengecap kain batik dengan motif khas dari relief Situs Makam Sunan Bonang dengan didampingi oleh tutor. Kain yang dibatik merupakan kain primis dengan lebar satu Setelah kain selesai dicap, maka kain kemudian diwarnai dengan teknik celup. Kain yang sudah diwarnai kemudian dikeringkan dan difiksasi agar warnanya tidak luntur dengan menggunakan waterglass. Para tutor akan mendampingi peserta untuk praktik fiksasi ini. Pada tahap ini peserta diminta untuk menggunakan sarung tangan karena bahan yang digunakan akan sangat lengket jika terkena tangan secara langsung. Gambar 1: Desain Motif Sulur Bunga dari Ornamen Relief Sunan Bonang Langkah selanjutnya yaitu tim menyusun proposal pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan yang berasal dari PNBP anggaran tahun 2021 dengan penugasan/afirmasi. Proposal diajukan Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM). Jika proposal ini nantinya disetujui untuk didanai maka tim akan segera menghubugi pihak pemerintah Desa Campurejo dan kelompok mitra untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanan Oleh sebab itu, pada pra kegiatan ini tim bekerjasama dengan mitra untuk menentukan waktu, tempat pelaksanaan kegiatan, nama-nama peserta pelatihan, perlengkapan yang dibutuhkan pada saat pelatihan, dan materi untuk kegiatan Sejumlah tiga puluh lima peserta dalam pengabdian ini merupakan perempuan berstatus ibu rumah tangga dan remaja. Mayoritas belum memiliki pemahaman atau keterampilan membatik. Tim kemudian menghubungi Lisa Sidyawati. Pd. , ahli desain batik dari Khakim, et al. Pengembangan Batik Cap Khas Tuban. Kain yang telah difiksasi kemudian dibiarkan selama minimal enam jam baru kemudian Dampak Pengembangan Motif Batik Berdasarkan Relief Makam Sunan Bonang bagi Pemberdayaan Masyarakat Desa Campurejo. Situs Makam Sunan Bonang merupakan kompleks makam Islam yang cukup populer untuk tujuan wisata religi di Jawa Timur. Makam Sunan Bonang juga memiliki banyak relief menarik yang terpahat pada setiap nisan yang merupakan hasil budaya masyarakat lampau (Situmorang. Hal ini menjadi potensi tersendiri dalam pemilihan relief yang akan dijadikan pengembangan desain motif batik baru khas Tuban. Selain itu, tingkat kerumitan suatu motif juga harus diperhatikan untuk digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat desa yang belum berpengalaman Berbagai masukan dari mitra juga ditampung untuk menentukan relief yang akan dikembangkan menjadi desain motif Untuk mengatasi masalah ini, maka menentukan relief yang akan digunakan dalam pengembangan motif batik. Masalah ini juga bisa diatasi dengan kehadiran Lisa Sidyawati. Pd. Lisa sebagai narasumber utama pengabdian kali ini memiliki latar pendidikan seni rupa sehingga sudah berpengalaman dalam memberi pelatihan batik untuk pemula. Selama pemaparan teori berlangsung dalam tiga puluh menit, para peserta tampak aktif memperhatikan dengan Sesi selanjutnya tanya jawab selama lima belas menit, beberapa peserta juga bertanya mengenai kendala apa perbedaan batik tulis dan batik cap. Lisa menanggapi bahwa batik cap lebih mudah dipelajari oleh pemula. Sebagian besar peserta pengabdian kali ini juga belum pernah membatik sama sekali. Batik cap ini berpotensi menjadi langkah awal yang strategis untuk belajar membatik dengan waktu relatif singkat. Sesi selanjutnya yaitu praktikum. Lisa menunjukkan semua bahan dan alat yang diperlukan untuk keperluan membatik. Antara lain bahan dan peralatan seperti canting, kompor, wajan kecil, cap batik, sejumlah pewarna pakaian, tali pengikat, malam, baskom, jemuran, dan air. Semua masyarakat secara cuma-cuma melakui PKMB. Hal ini dilakukan agar masyarakat Gambar 2: Proses Penyampaian Materi Sebelum dicelup, kain dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air, baru kemudian dicelup di dalam panci yang berisi air mendidih. Selanjutnya, kain dibilas dengan air bersih lagi baru kemudian dijemur. Sambil menunggu kain kering, para peserta akan diajak untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan yang telah Hasil evaluasi dan refleksi ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk kegiatan pelatihan tahap kedua. Gambar 3: Hasil Produk Batik Pelatihan tahap kedua akan dilakukan selama satu hari. Pada pelatihan tahap kedua ini, kain yang dibatik berukuran dua meter. Seperti pelatihan tahap pertama, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok yang masingmasing didampingi oleh satu orang tutor/pelatih. Para peserta secara bergantian mengecap kainnya dengan motif khas yang berasal dari relief Makam Sunan Bonang. Selanjutnya, peserta diminta untuk mewarnai kain, fiksasi dan melorot kainnya. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 masih tetap bisa belajar masing-masing di desa nanti setelah pengabdian selesai. Pembelajaran mengenai membatik yang dilakukan dengan batik tulis membuat Karena masyarakat desa dapat mengembangkan kreativitas masing-masing peserta dan dapat memperhatikan sendiri detail motif yang ingin dibuat selain dengan motif relief sulur pada Situs Komplek Makam Sunan Bonang. Kelompok mitra belum pernah sama sekali mengikuti pelatihan membatik sehingga Kelompok mitra antusias dan senang dapat belajar mengenai cara membatik tulis. Selain memunculkan motif-motif khas Desa Campurejo yang dapat dijadikan sebagai identitas dan ciri tersendiri bagi Desa Campurejo bahkan Kabupaten Tuban. Dalam kegiatan pengabdian ini mitra cara-cara mengembangkan ide dan kreativitas dalam memanfaatkan peluang serta keadaan sekitar. Pembekalan ini dilaksanakan dengan diskusi evaluasi setelah proses membatik selesai. Mitra juga dibekali berbagai ilmu dalam mengembangkan industri batik mulai dari perencanaan, proses produksi, pengemasan hingga pemasaran sebagai branding bagi Kabupaten Tuban. Melalui kegiatan pengabdian yang kemudian memproduksi kain batik secara mandiri yang mengombinasikan motif-motif relief Situs Sejarah Sunan Bonang. Produksi kain batik ini ke depannya akan dilakukan secara kelompok dengan bimbingan PKBM Mandiri Desa Campurejo. Para perempuan kemampuan mematik, sekarang memiliki keinginan untuk mencoba membuat batik dengan teknik cap. Indikator keberhasilan teknik batik cap sendiri sudah sering dibuktikan dengan berbagai pelatihan batik cap yang dilakukan sebelum seperti di Candi Singosari Malang (Widiadi. Yuliati. Jauhari, & Ridhoi, 2. , di Gunung Bromo (Rahman. Al-Hakim, & Hilmi, 2. , di Desa Gingging (Wibisono et al. , 2. , dan di Kupang Gunung Timur (Russanti. Prihatina, & Wahyuningsih, 2. Ketiga pengabdian tersebut menunjukkan pola yang sama bagi kontribusi positif para peserta pelatihan yang antusias dan mendapat keterampilan dasar membatik. Antusiasme juga tampak pengabdian kali ini. Selain itu, antusiasme juga penting sebagai indikator keberhasilan pengabdian (Nugraha. Praramdana, & Prasetio, 2. (Rahman et al. , 2. (Salam. Maksun, & Syamsul, 2. Inovasi pengabdian ini juga tampak dari testimoni para peserta. Mina selaku ketua PKBM Mandiri mengaku pengabdian seperti ini belum banyak dilakukan di Desa Campurejo. Pengabdian ini membukakan peluang baru bagi para perempuan desa untuk berkreasi dan melihat peluang usaha. Modal yang diberikan oleh tim pengabdian dapat menjadi pijakan yang penting untuk memulai usaha batik secara mandiri. Ibu Endah Asih, selaku PJ Kepala Desa Campurejo yang turut hadir juga memberikan respon positif dengan adanya pengabdian ini dapat mewadahi kreativitas para ibu-ibu desa. Setelah kegiatan selanjutnya dalah melakukan evaluasi dan Hal ini dilakukan untuk melihat apakah peserta pelatihan bisa menerapkan hasil pelatihan membatik cap motif Makam Sunan Bonang. Evaluasi dan refleksi dilakukan dengan cara tanya jawab dan sharing untuk menindaklanjuti hambatan yang dialami peserta serta solusi yang ditemukan Testimoni hasil pengabdian ini juga disampaikan oleh peserta dan ketua PKBM Mandiri. Tin sebagai salah satu peserta juga turut merasakan manfaat dan ilmu baru dari pengabdian ini. Baru kali ini Tin mengetahui proses membatik menggunakan cap ternyata lebih mudah dan praktis. Testimoni Tin tersebut menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pengabdian kali ini. Berdasarkan observasi dan wawancara semi-terstruktur tim pengabdian kepada peserta, mayoritas peserta pengabdian telah memiliki pemahaman dan keterampilan dasar batik cap. Mereka juga sudah mengenal semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat batik cap. Mina PKBM Mandiri menguatkan bahwa pelatihan membatik cap merupakan inovasi terbaru yang belum pernah ada sebelumnya di desa ini. Mina mewakili peserta menerima peralatan batik cap dan bahan batik untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di PKMB Mandiri agar ilmu Khakim, et al. Pengembangan Batik Cap Khas Tuban. membatik ini bisa diteruskan kepada warga desa lainnya. Testimoni dari PJ Kepala Desa, peserta, dan ketua PKBM menandakan indikator keberhasilan pengabdian batik cap kali ini. Selain itu, para peserta lain juga memberikan masukan kepada tim pengabdian untuk menawarkan pengabdian berbasis kuliner ke depannya karena sebagian besar ibu-ibu desa sudah punya keterampilan memasak yang baik. Tim pengabdian mencatat hasil evaluasi dan refleksi dengan cermat untuk pengembangan pengabdian masyarakat yang lebih berkualitas ke memberikan keterampilan batik cap yang mudah dan cepat. Saran untuk pengabdian selanjutnya diharapkan disiapkan video tutorial khusus agar peserta dapat berlatih di luar waktu pengabdian secara berkelanjutan. SIMPULAN DAN SARAN Delegasi Permanen Republik Indonesia. October . Celebrating Indonesian heritage on National Batik Day. Permanent Delegation of the Republic of Indonesia UNESCO. https://kwriu. id/en/news/celebrating-indonesianheritage-on-national-batik-day/ DAFTAR RUJUKAN Ambarwati. Perancangan Motif Batik Modern Teknik Cap Kertas Dengan Sumber Ide Keraton Kasunanan Surakarta. Hastagina: Jurnal Kriya Dan Industri Kreatif, 2. , 67Ae79. Aneka ornamen dan relief pada Komplek Situs Makam Sunan Bonang dapat mengembangkan motif batik khas Tuban, khususnya di Desa Campurejo. Adapun motif batik khas Tuban yang dihasilkan dari relief Situs Sejarah Sunan Bonang ialah motif sulur Motif tersebut dalam bentuk desain yang dijiplak pada kain primissima, sehingga memudahkan dalam proses membatik dengan teknik cap. Pelatihan kali ini Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan PKBM Unggulan Desa Campurejo. Sekitar tiga puluh lima peserta pelatihan batik cap dalam pengabdian kali ini tampak antusias dengan mengikuti rangkaian kegiatan sampai selesai. Semua peserta merupakan para perempuan desa yang berprofesi sebagai ibu-ibu rumah tangga di Desa Campurejo. Sebagian besar memang baru pertama kali belajar membatik. Para peserta juga baru kali ini mengenal motif batik dari Komplek Makam Sunan Bonang. Pelatihan Batik Cap memang cocok untuk para pemula karena dipandu oleh para narasumber berpengalaman. Para peserta bisa belajar cepat mulai proses membuat pola, membatik, mewarnai, fiksasi, melorot sampai mengeringkan batik. Panitia dan narasumber melakukan evaluasi untuk memastikan peserta sudah memahami teori dan mempraktikkan dengan benar. Sebagian peserta masih memerlukan bimbingan lebih lanjut sehingga panitia memberikan peralatan membatik kepada PKBM Mandiri Desa Campurejo supaya peserta dapat mengasah kemampuannya secara mandiri dan memulai Diharapkan pengabdian ini tidak hanya mengenalkan masyarakat mengenai Emir. , & Wattimena. Pesona Kain Indonesia: Tenun Gedog Tuban. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Gunawan. April . Wisata Sunan Bonang Paling Banyak Dikunjungi. Radar Bojonegoro. https://radarbojonegoro. com/bojonegoro/711313218/wisatasunan-bonang-paling-banyak-dikunjungi Hakim. , & Rufaidah. Eksistensi Batik Tulis Sebagai Identitas Kabupaten Pamekasan. Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 6. , 35Ae43. Jauharotina. Internalisasi Tasawuf Dalam Dakwah Sunan Bonang. Aswalalita : Journal Of Dakwah Manajemant, 1. Retrieved from https://ejournal. id/index. php/aswalalita/article/view/239 Khakim. Moch. Wicaksana. Pramudya. Dewi. Ci. Widianto, , & Ashiva. Pengabdian Masyarakat Kawasan Candi Selokelir di Gunung Penanggungan. Jurnal Graha Pengabdian, 2. , 87Ae96. NafiAoah. Puji Utami. Sulistyo. Mahmud. , & Minarti. Perancangan Motif Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 Soekmono. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta Batik Dengan Inspirasi Relief Ornamentasi Candi Kidal Sebagai Pengembangan Corak Batik Desa Kidal. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 110. Solicitor. , & Ramadhani. Strategi Perancangan Rebranding Kabupaten Tuban Yang Memiliki Potensi Religi. Budaya Dan Sejarahnya. DeKaVe, 1. , 1Ae13. Nugraha. Praramdana. , & Prasetio. Optimalisasi kesiapan guru sekolah dasar mengadapi Kurikulum Merdeka di SDN Sukaperna I Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka. Abdimas Siliwangi, 6. , 1Ae8. Quinn. Wali Brandal Tanah Jawa. Jakarta Supatmo. , & Syafii. Nilai Multukultural Ornamen Tradisional Masjid-Masjid Warisan Para Wali di Pesisir Utara Jawa. Imajinasi: Jurnal Seni, 13. , 1Ae14. Rahman. Al-Hakim. , & Hilmi, . Pelestarian Budaya melalui Pelatihan Batik Cap Lokal Khas Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung, 6. , 159Ae Susanti. , & Azhar. Pengenalan Proses Membatik Upaya Pelestarian Batik Tulis. SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi, 1. , 97Ae106. Ramadhan. Djatiprambudi. , & Lodra. Kajian Ikonografi Dan Ikonologi: Ragam Hias Pada Bangunan Bale Rante Di Kompleks Makam Sunan Drajat. Jurnal Artefak, 8. , 69. Tjandrasasmita. Hartimah. , & Salim, . Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Warsini. Peran Wali Songo (Sunan Bonan. dengan Media DaAowah dalam Sejarah Penyebaran Islam di Tuban Jawa Timur. ASANKA: Journal of Social Science And Education, 3. Retrieved June 18, 2024, from https://jurnal. id/index. php/asanka/article/view/3832 Russanti. Prihatina. Wahyuningsih. Pelatihan Batik Cap Bagi Ibu Pkk Rt. 03 Rw. Kupang Gunung Sebagai Kampung Batik Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7. , 92Ae106. Wibisono. Anekawati. Haris. Achmad. Safeyah. Tjahjono, , & Aqidatun. Peningkatan Kemampuan Masyarakat Tentang Penggunaan Canting Elektrik Dan Batik Cap Serta Branding Batik. JMM (Jurnal Masyarakat Mandir. , 8. Salam. Maksun. , & Syamsul. Penyuluhan PHBS pembudidaya rumput laut di Lingkungan Pattitangngang. Kecamatan Mappakasunggu. Kabupaten Takalar. Mammiri: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. Sidyawati. Afifah. , & Khakim. Moch. Pelatihan Penciptaan Pot Bunga Artistik Dengan Teknik Anyam Mix Decoupage Bagi Masyarakat Kelurahan Tasikmadu Kota Malang. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. Retrieved June http://journal. /index. php/cdj/article/view/4144 Wicaksono. , & Idajati. Identifikasi Karakteristik Obyek Daya Tarik Wisata Makam Sunan Bonang Berdasarkan Komponen Wisata Religi. Jurnal Teknik ITS, 8. D156AeD161. Widiadi. Yuliati. Jauhari. , & Ridhoi. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Motif Dan Pelatihan Batik Berbasis Ragam Hias Situs Candi Singosari. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS), 6. Situmorang. Seni Rupa Islam Pertumbuhannya dan Perkembangannya. Bandung: Angkasa.