41 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Efektivitas Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Di Polindo Internasional Surabaya Nanda Andreeansyah1. Nur Farida2. Priyo Utomo3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda Surabaya. Indonesia E-mail: Nandaandree04@gmail. com1, nurfarida. stiepemuda@gmail. stiepemuda@gmail. Article History: Received: 22 Agustus 2025 Revised: 24 September 2025 Accepted: 19 Oktober 2025 Keywords: Efektivitas. Promosi. Media Sosial Abstract: Penelitian menganalisis efektivitas penggunaan media sosial sebagai media promosi di Polindo Internasional Surabaya. Latar belakang penelitian didasari oleh perubahan trend promosi dari manual ke digital. Namun, data lima tahun terakhir menunjukkan penurunan jumlah pendaftar baru, sehingga efektivitas strategi ini perlu dianalisis, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah peserta Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di Polindo Internasional Surabaya telah cukup efektif dalam aspek ketepatan sasaran, kemudahan akses informasi, dan efisiensi anggaran. Meskipun interaksi audiens meningkat, tujuan utama yaitu peningkatan jumlah peserta baru belum tercapai secara optimal. Faktor penghambat meliputi kurangnya konsistensi unggahan, strategi konten yang kurang variatif, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung, serta isu internal yang memengaruhi citra lembaga. PENDAHULUAN Di era digital saat ini, persaingan didalam dunia pendidikan semakin ketat. Sehingga seluruh lembaga pendidikan dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan lembaganya secara kreatif, inovatif, dan efektif yang dapat berpengaruh untuk menjangkau lebih banyak calon peserta dan bisa menyebarkan informasi lebih cepat. Oleh karena itu, peran media sosial sebagai sarana promosi pendidikan sangatlah penting, terutama di era globalisasi saat ini. Di era tersebut kemajuan dan kecanggihan teknologi telah menciptakan iklim kompetitif yang meliputi semua kalangan masyarakat. Media sosial memiliki peluang sebagai sarana komunikasi pemasaran, seperti mempromosikan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus aktif dalam melakukan pemasaran untuk menarik siswa baru. Beberapa sosial media yang digunakan adalah Instagram, a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Tiktok, dan Facebook. Menurut Kotler . pemasaran adalah kegiatan sosial yang dilakukan untuk memperolehkebutuhan yang diinginkan, yaitu untuk menciptakan, menyediakan, serta mempertukarkan produk yang baik dengan orang lain. (Lestari, 2. Pendidikan adalah aspek yang sangat penting bagi perkembangan atau kemajuan sumber daya manusia dan kehidupan manusia. Saat ini pendidikan merupakan komponen krusial dalam pengembangan generasi-generasi yang mampu menghasilkan manusia berkualitastinggi danunggul, yang dimana tujuan atau fungsi pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3. AuPendidikan nasionalberfungsi untuk mengembangkan kemampuanserta membentuk karakter siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, cerdas,berilmu, sehat, terampil, mandiri, kreatif, cakap, menjadi bagian dari bangsa yang demokratis dan bertanggung jawab. (Laksamana, 2. Polindo Internasional merupakan lembaga pendidikan professional yang memiliki beragam program pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi peserta program dalam bidang Administrasi perkantoran. Desain Grafis, dan IT (Information Technolog. ,yang dibagi menjadi 2 pilihan program pendidikan yaitu Program Professional 1 tahun danProgram Professional 3 tahun. Dimana masing-masing program memiliki metode dan desain pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta program. Polindo Internasional membuka penerimaan peserta baru setiap tahun dengan tujuan menjaring sebanyak mungkin calon peserta. Untuk mendukung hal ini, promosi dilakukan secara kreatif dan interaktif melalui media sosial seperti Instagram. Facebook, dan TikTok, dengan memanfaatkan iklan berbayar, konten menarik, dan webinar informatif. Media sosial dimanfaatkan untuk membagikan testimoni alumni, dokumentasi kegiatan kampus, serta informasi lengkap mengenai keunggulan dan program yang ditawarkan, sehingga mampu menarik perhatian calon peserta dari berbagai daerah. Namun, data lima tahun terakhir dari Humas Polindo Internasional menunjukkan adanya penurunan signifikan jumlah pendaftar. Maka berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang bagaimana efektivitas dan hambatan media sosial sebagai sarana promosi di Polindo Internasional Surabaya. LANDASAN TEORI Pengertian Efektivitas Menurut Ravianto . dalam (Hidayat et al. , 2. efektivitas diartikan sebagai tingkat keberhasilan suatu pekerjaan dalam mencapai hasil yang diinginkan dan sesuai dengan Dengan demikian, jika suatu tugas diselesaikan sesuai rencana, baik daribiaya, waktu, ataupun kualitas, maka pekerjaan tersebut dapat dikatakan efektif. Menurut Suci Mimi . efektivitas merupakan indikator yang dapat menunjukan sejauh mana target yang ditetapkan . aik dalam halwaktu, jumlah, dan kualita. telah tercapai. Hal tersebut ditunjukkanolehtingginya persentase target yang berhasil dicapai, maka akan semakin tinggi tingkat efektivitasnya. Indikator Efektivitas Terdapat standar atau indikator efektivitas menurut Nadjidah, dkk . efektivitas dapat diukur: Waktu yang telah ditetapkan . epat wakt. Hasil kerja yang dicapai sesuai dengan tujuan . epat sasara. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengeluaran biaya yang sesuai dengan rencana . epat gun. Pemahaman program Tercapainya tujuan Perubahan nyata Kepuasan terhadap program Tingkat output dan input Pencapaian tujuan menyeluruh Pengertian Media Sosial Menurut Boyd dalam Warpindyastuti & Sulistyawati . media sosial adalah sekumpulan aplikasi atau platform yang digunakan untuk mempererat hubungan antar pengguna, berkomunikasi, berbagi informasi, dan dalam beberapa situasi serta bersinergi. Oleh karena itu, media sosial dianggap untuk penghubungsebuah jaringan dengan pengguna. Menurut Arum Wahyuni Purbohastuti . Media sosial adalah sarana pemasaran modern yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi dengan cepat dan lebih luas yang memungkinkan untuk diketahui oleh konsumen ataupun calon konsumen dari berbagai daerah Jenis-jenis Media Sosial Dalam buku yang memiliki judul Media Sosial (Nasrullah, 2015:. terdapat enam kategori utama tentang media sosial. (Puspitarini & Nuraeni, 2. Social Networking Social networking adalah sebuah alat yang bermanfaatsebagai membangun dan memperluas hubungan sosial atau jaringan dengan orang lain serta berbagi konten atau informasi. Pengguna dapat berinteraksi satu sama lain melalui pesan, komentar, atau berbagi konten. Diantara lain berikut contoh platform social networking : Facebook. Instagram. LinkedIn. Blog Blog adalah sebuah situs web atau platform di internet yang digunakan untuk menulis dan mempublikasikan konten dalam bentuk artikel atau tulisan yang dapat dilihat dan dibagikan oleh semua orang. Microblogging Sosial mediaini bisa digunakan sebagai menulis, memposting kegiatan dan pendapat. Konten yang diposting di platform ini berupa teks singkat, atau bahkan tautan ke sumber lain, salah satu contoh platformnya yaitu twitter. Media Sharing Sosial Media ini dapat digunakan oleh pengguna aktifsebagai menyimpan media dan berbagi, contohnya video, dokumen, gambar, dan audio. Jenis platform dari media sharing ini adalah Youtube. Instagram. Flickr. Pinterest. Social Bookmarking Media sosial inimemiliki fungsisebagaimenyimpan, mengorganisasi, dan mencari informasi ataupun berita secara daring. Beberapa situs social bookmarking yang umum antara lain Delicious. StumbleUpon. Digg. com, dan Reddit. com, sementara di Indonesia terdapat LintasMe. Wiki Wiki merupakan sebuah platform untuk berkolaborasi membuat, mengedit, dan berbagi konten. Setiap pengguna yang memiliki akses dapat mengubah informasi didalamnya, sehingga menjadikan sumber daya yang dinamis dan terus berkembang. Salah satu contoh platformnya yaitu wikipedia. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengertian Promosi Pengertian promosi yaitu sebuahkegiatan pemasaran yang bertujuan sebagaipenyampaian informasi, membujuk atau mempengaruhi, dan meningkatkan minat pasar yang dituju terhadap produk dan perusahaannya, sehingga mereka berminatmembeli, menerima, serta tetap setia dengan produk yang dipromosikan oleh perusahaan itu. (Fandy Tjiptono, 2. Sedangkan menurut Kotler dan Keller . dalamHasbiyadi et al. , . promosi merupakan kegiatan yang menghubungkan komunikasi antara produk dengan target konsumen yang berpotensi untuk membeli produk tersebut. Indikator Promosi Menurut Kotler dan Amstrong . , indikator promosi meliputi tiga komponen utama, yaitu: Periklanan (Advertisin. : Merupakan bentuk promosi yang melibatkan komunikasi satu arah dari perusahaan kepada konsumen melalui media masa, contohnya surat kabar,radio, televisi, serta internet. Promosi Penjualan (Sales Promotio. adalah strategi sebagaipendorong pembelian dalam jangka pendek dengan berbagai taktik, seperti diskon, voucher, sampel gratis, hadiah, atau Hubungan masyarakat (Public Relatio. : adalah upaya untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat melalui kegiatan yang berhubungan dengan media, penyelenggara kegiatan, atau kegiatan sosial. Sedangkan menurut Kotler dan Keller . dalam (Williianti, 2. terdapat beberapa indikator promosi, antara lain: Jangkauan promosi merupakan total promosi yang telah dilaksanakanperusahaan pada periode tertentu untuk media promosi yang ada. Kualitas promosiadalahmencerminkan sejauh mana efektivitas promosi yang dilaksanakan, termasuk aspek seperti konten, desain yang menarik, serta media yang digunakan untuk mendistribusikan promosi. Kuantitas promosi,yaitu mengacu pada evaluasi yang diberikan oleh pelanggan terhadap jumlah promosi yang telah dilaksanakan. Durasi promosi, yaitu menunjukkan durasi masa tenggang promosi yang diterapkan oleh Ketepatan sasaran promosi, yaitu merujuk pada kesesuaian antara target yang dituju dan strategi promosi yang diterapkan untuk mencapai target perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan staf Humas dan Publikasi Polindo Internasional, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen profil lembaga, kalender konten, dan data pendaftaran lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode dan sumber. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi dan wawancara dengan koordinator Humas dan Staf Publikasi Polindo Internasional Surabaya, diperoleh temuan sebagai berikut: Efektivitas Media Sosial sebagai Media Promosi Tepat Sasaran Media sosial seperti Instagram. TikTok, dan Facebook mampu menjangkau calon peserta didik sesuai target utama, yaitu lulusan SMA/SMK. Tepat Guna Media sosial membantu penyebaran informasi program pendidikan, jadwal pendaftaran, hingga testimoni alumni dengan biaya yang relatif rendah dibandingkan promosi offline Tepat Waktu Konten sering diunggah mendekati periode penerimaan mahasiswa baru, namun belum konsisten sepanjang tahun sehingga awareness calon peserta belum terjaga secara Pencapaian Tujuan Walaupun interaksi dan jangkauan meningkat, jumlah pendaftar baru tidak meningkat Hal ini menunjukkan bahwa media sosial efektif dalam tahap awareness dan interest, tetapi belum optimal dalam mendorong tahap decision. Faktor Penghambat Efektivitas Persaingan Ketatantar lembaga pendidikan di Surabaya yang sama-sama aktif di media Strategi Konten yang kurang bervariasidan belum sepenuhnya mengikuti tren digital. Keterbatasan sumber daya manusiadi bidang pengelolaan media sosial. Kendala teknisseperti keterbatasan kamera, lighting, dan peralatan editing. Isu internalseperti keterbatasan sarana prasarana dan keterlambatan penyaluran kerja alumni yang terkadang memunculkan komentar negatif di media sosial. Berdasarkan indikator efektivitas promosi (Nadjidah dkk. , 2. , penggunaan media sosial di Polindo Internasional Surabaya telah memenuhi kriteria tepat sasaran dan tepat guna. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan menjangkau audiens sesuai target melalui platform yang sesuai karakter pengguna. Instagram dan TikTok dinilai lebih efektif karena selaras dengan kebiasaan konsumsi media generasi muda yang menjadi sasaran utama. Namun, efektivitas belum sepenuhnya tercapai pada aspek tepat waktu dan pencapaian tujuan. Konten yang diunggah konsisten menyebabkan audiens kehilangan engagement, sedangkan proses konversi dari peminat menjadi pendaftar masih rendah. Faktor penghambat seperti keterbatasan SDM dan peralatan teknis berkontribusi pada rendahnya kualitas konten. Hal ini sejalan dengan teori Digital Marketing Capability (Wamba et , 2. yang menekankan pentingnya sumber daya, teknologi, dan strategi kreatif dalam memaksimalkan promosi digital. Selain itu, isu negatif internal yang muncul dapat memengaruhi persepsi calon peserta, sehingga membuat calon peserta ragu-ragu untuk mendaftar. KESIMPULAN Penggunaan media sosial di Polindo Internasional Surabaya sudah cukup efektif dalam aspek jangkauan, pemahaman program, dan efisiensi biaya. Platform paling efektif adalah Instagram dan TikTok. Namun, ketidakkonsistenan unggahan, keterbatasan SDM, peralatan, dan isu internal menghambat pencapaian tujuan utama yaitu peningkatan jumlah pendaftar baru. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Saran Meningkatkan kualitas dan konsistensi konten dengan membentuk tim kreatif atau memberikan pelatihan pembuatan konten yang mengikuti tren. Mengoptimalkan platform yang paling efektif (Instagram & TikTo. dengan memanfaatkan fitur interaktif seperti live, challenge, dan reels untuk meningkatkan konversi audiens menjadi SARAN