P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Jurnal Language education literature UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DI SISWA KELAS XI SMK NEGERI MUARA BELITI Lia Tri Widianingrum SMK Negeri Muara Beliti. Indonesia Email: liatri669@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Model pembelajaran penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 67,75 dengan ketuntasan klasikal 60%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 74,25 Dengan ketuntasan klasikal 75%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 77 dengan ketuntasan klasikal 90%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 6,5 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 15%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 2,75 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 9,25 Dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 30%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran model pembelajaran Inside Outside Circle kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMK Negeri Muara Beliti dapat meningkat. Kata kunci : Model. IOC, teks. Eksplanasi. EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITY OF WRITING EXPLANATORY TEXTS THROUGH THE INSIDE OUTSIDE CIRCLE LEARNING MODEL IN CLASS XI STUDENTS OF SMK NEGERI MUARA BELITI ABSTRACT The aim of this research is to determine the improvement in the ability to write explanatory texts in class XI students at SMK Negeri Muara Beliti. The research method used is Classroom Action Research from pre-action to Cycle II. Data collection using test In the pre-action results, it was found that the average score was 67. 75 with classical completeness of 60%. In the first cycle of activities, it was found that the average score was 74. 25 with classical completeness of 75%. In cycle II it was found that the average score was 77 with classical completeness of 90%. Based on the results, the average increase from pre-action to cycle I was 6. 5, while the increase in classical completeness from pre-action to cycle I was 15%. From Cycle I to Cycle II, it was found that the average increase in score was 2. 75, while completion increased by 15%. Furthermore, the average increase in the pre-action score to cycle II was 9. With classical completeness from pre-action to cycle II being 30%. Thus, it can be concluded that through the Inside Outside Circle learning model, the ability to write explanatory texts in class XI students at Muara Beliti State Vocational School can increase. Keywords: Model. IOC, text, explanation. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menekankan pada pemerolehan empat keterampilan berbahasa. Keempat keterampilan terdiri atas keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa disajikan secara terpadu. Namun, dimungkinkan untuk memberikan penekanan pada salah satu keterampilan, yaitu keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bersifat produktif, artinya keterampilan yang menghasilkan tulisan. Melalui kegiatan menulis teks, siswa dapat mengomunikasikan ide/gagasan serta pengalamannya. Siswa juga dapat meningkatkan dan memperluas pengetahuannya melalui tulisan-tulisan. (Suparno dan Yunus, 2007: . Berdasarkan keempat keterampilan berbahasa tersebut, keterampilan menulis sering sekali menjadi sorotan. karena kurangnya motivasi dan penguasaan siswa dalam keterampilan menulis. Effendi . berpendapat bahwa menulis merupakan aktivitas komunikasi bahasa yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut jika mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (Tarigan, 2008: . Sedangkan Dalman . 5: . menulis adalah suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan . secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Menulis merupakan hal yang komplek dimana setiap hasil tulisan akan mengambarkan kemampuan dari penulis, dalam hal ini siswa. Siswa yang mampu menulis dengan baik akan menunjukan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorinya dengan baik. Dengan kemampuan menulis akan memperlihatkan kekmampuan berfikir kritis sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMK yaitu mengarahkan pada keterampilan abad 21 atau dikenal dengan 4C. Salah satu keterampilan menulis yang dituntut di kelas XI SMK yaitu menulis teks eksplanasi pada KD 4. 4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Berdasarkan penjelasan tersebut siswa dituntut untuk mahir dalam menulis teks eksplanasi berdasarkan strukturnya. Setiap teks memiliki ciri dan tujuan tertentu sesuai dengan penulis dan fungsinya, salah satunya adalah teks eksplanasi. Suparno . 7: . tujuan menulis yaitu mengekspresikan perasaan, memberi informasi, mempengaruhi pembaca, dan memberi hiburan. Salah satunya menulis teks Priyatni . 4: . mendefinisikan teks eksplanasi merupakan teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomenafenomena alam, sosial, ilmu budaya, dan yang lainnya. Sebuah eksplanasi berasal dari pertanyaan terkait mengapa dan bagaimana suatu peristiwa bisa Selanjutnya Restuti . mengungkapkan bahwa teks eksplanasi merupakan teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam dan sosial. Kosasih . 3: . menjelaskan pengertian teks ekspalanasi, yakni teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial. Sedangkan Anderson (Noviani 2005: . , menjelaskan tentang pengertian teks eksplanasi merupakan teks eksplanasi berisi tentang prosesproses yang berhubungan dengan jawaban penulis yang menjawab pertanyaan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 mengapa . dan bagaimana . terhadap suatu fenomena yang ada. Selanjutnya. Mulyadi (Wahyuningtias 2015: . , hal yang harus diingat dalam isi teks eksplanasi adalah menjelaskan sesuatu hal yang berangkat dari fakta untuk kemudian menghasilkan kesimpulan umum agar pembaca menyetujui pendapat dan sikapnya. Akhadiah, dkk. mengatakan salah satu kegunaan menulis adalah Penulis dapat mengenali kemampuan dan potensi Dengan menulis, penulis dapat mengetahui sampai di mana pengetahuannya tentang suatu topik. Untuk mengembangkan topik itu, penulis harus berpikir menggali pengetahuan dan pengalamannya. Pada pembelajaran teks eksplanasi siswa dituntut untuk memahami struktur terlebih dahulu sebelum menuliskanya, sehingga tujuan menulis dapat tersampaikan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas mendapatkan suatu permasalahan yang dihadapi siswa yaitu kurangnya dalam kemampuan Dapat dilihat dari data rendahnya menulis dengan rata-rata 67,75 sedangkan ketuntasan klasikal yaitu 60% atau 12 yang tuntas dari 20 siswa dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70. Data hasil belajar bahasa Indonesia ini juga menjadi data pratindakan sebelum dilakukanya PTK . enelitian tindakan kela. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah suasana kelas yang monoton, pemberian tugas siswa selalu dituntun menulis tanpa adanya variasi model pembelajaran atau model yang merangsang atau membangkitkan semangat menulis siswa. Sardiman . menyatakan bahwa motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah dari kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Berdasarkan Kurikulum 2013 tingkat SMK, pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X terdapat beberapa jenis teks yang akan dipelajari oleh siswa antara lain teks deskripsi, teks naratif, teks prosedur, dan eksplanasi. Eksplanasi adalah jenis teks yang baru diajarkan pada Kurikulum 2013, sehingga masih ada beberapa guru yang mengalami kesulitan untuk mengajarkan teks eksplanasi. Hal inilah yang harus dicarikan solusi agar pembelajaran bahasa Indonesia tidak membosankan di dalam kelas. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk memecahkan masalah tersebut. Hal ini juga ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Santia . menyatakan bahwa berdasarkan fakta yang ditemukan dilapangan terdapat permasalahan siswa dalam menulis, terdapat bahwa : . Siwa belum bisa menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat ketika menulis terutama dalam menulis ringkasan, . Siswa kurang memperhatikan guru dalam proses pembelajaran, . Guru masih menggunakan 3 model pembelajaran ceramah dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa mudah merasa bosan, hanya mendengar, memperhatikan dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kemampuan menulis siswa masih rendah, . Masih ada beberapa siswa yang tulisannya sulit dibaca, . Siswa ingin cepat selesai dan bermain-main ketika Solusi yang ditawarkan penulis terhadap masalah yang mempengaruhi hasil belajar bahasa Indonesia materi menulis teks eksplanasi dengan dilakukan PTK (Penelitian Tindakan Kela. dengan menerapkan model pembelajaran Inside Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Outside Circle pada siswa kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Lingkaran kecil lingkaran besar (Inside Outside Circl. , dikembangkan Spencer Kagan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar saling berbagi informasi pada saat bersamaan (Isjoni, 2013: . Miftahul kelebihan dari model pembelajaran Inside outside Circle . 7: . yaitu sebagai berikut: . adanya struktur yang . Memungkinkan siswa untuk saling berbagi informasi bersama dengan singkat dan teratur. Dan . Siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Sedangkan PTK adalah bagaimana penulis merancang pembelajaran dalam meningkatkan hasil Kemmis (Setiawan, 2017:. AuPenelitian tindakan kelas adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh guru sebagai tenaga pendidik dengan tujuan utama memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas secara berkesinambunganAy. Sedangkan Arikunto,dkk. , . menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas atau yang biasa disingkat PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, dilakukan pada situasi alami. Selanjutnya Arikunto, dkk. , . Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Melalui Model Pembelajaran Inside Outside Circle di Siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode PTK (Penelitian Tindakan Kela. Winarni . PTK adalah penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang diselengarakan secara profesional. OAoBrien (Mulyatiningsih, 2012:. penelitian tindakan dilakukan ketika sekelompok orang . diindentifikasi permasalahanya, kemudian peneliti . menetapkan suatu tindakan untuk mengatasinya. Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dengan penelitian tindakan kelas melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Inside Outside Circle dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Penelitian ini dilakukan di Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 di bulan September 2022. Dengan rincian kegiatan pratindakan dilakukan pada hari Kamis tanggal 1 September 2022. Siklus I dilaksanakan dua kali kegiatan, kegiatan pertama pada hari Kamis tanggal 8 September 2022 dan pada kegiatan ke dua pada hari Kamis tanggal 15 September 2022. Pada siklus II pertemuan pertama P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Jurnal Language education literature dilakukan pada hari Kamis tanggal 22 September 2022 dan pertemuan ke II dilakukan pada hari Kamis tanggal 29 September 2022. Kegiatan dilakukan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi melalui model pembelajaran Inside Outside Circle pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Tes dalam penelitian ini dilakukan pada pertemuan kedua pada Siklus I dan Siklus II. Sedangkan untuk menilai mampu tidaknya siswa dalam mengikuti materi menulis teks eksplanasi menggunakan KKM yang ditetapkan sekolah. Teknik non tes digunakan dalam suatu penelitian ini adalah menggunakan teknik Melalui observasi yang diamati oleh kepalah sekolah, dan teman sejawat, dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan penulis. Dari indikator yang diamati berupa kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Berdasarkan hasil observasi penulis memperoleh data berupa tanggapan mengenai tindakan yang diteliti. Analisa data dilakukan setiap pertemuan dan siklus, sehingga tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus berikutnya dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan pencapaian maksimal. Untuk melihat peningkatan kemampuan siswa secara individu penulis mengunakan penskoran hasil tes kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Perhitungan nilai akhir menggunakan rumus berikut: Nilai Akhir = Perhitungan nilai akhir, jika siswa mendapatkan nilai di atas KKM 70 siswa dinyatakan tuntas. Untuk melihat kemampuan siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti baik pada saat siklus I maupun siklus II dan siswa telah mendapatkan skor rata-rata di atas KKM 70. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian dengan menggunakan model pembelajran Inside Outside Circle ini telah dilakukan di Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 dengan materi kemampuan menulis teks eksplanasi. Penelitian ini dimulai dari tanggal 1 September 2022, pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal yang berlaku disekolah. Penulis mengajar di Kelas XI. 2 dimana subjek penelitian adalah siswa yang mengalami masalah secara klasikal di Jumlah siswa di Kelas XI. 2 adalah 20 orang dan pelaksanaannya penulis bertindak sebagai pengajar . Tes yang diberikan kepada subjek penelitian, berupa tes esai yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Tes diberikan dalam bentuk uraian dengan satu soal yaitu menulis teks eksplanasi dengan indikator yang sudah ditetapkan agar dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Deskripsi Data tes Hasil Tes Pratindakan Pengambilan data pratindakan dilakukan pada hari Kamis, tanggal 1 September 2022 di Kelas XI. 2 SMK Negeri Muara Beliti. Untuk memperoleh suatu data, penulis mengambil data ulangan harian sebagai data pratindakan. Dari hasil pengamatan dan penelitian terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI. 2 SMK Negeri Muara Beliti berdasarkan hasil nilai pratindakan, siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 70 sesuai dengan KKM dalam pratindakan sebanyak 12 siswa . %) dan yang belum tuntas sebanyak 8 siswa . %). Nilai tertinggi adalah 80 dan yang terendah 40. Rata-rata nilai keseluruhan sebesar 67,75. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan awal/pratindakan siswa belum dalam kategori tuntas secara klasikal, karena ratarata nilai <70 dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal 75%. Rendahnya nilai pratindakan disebabkan beberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap struktur teks eksplanasi, dan faktor utama adalah kurang tepatnya materi pembelajaran dengan model yang digunakan. Model pembelajaran harusnya mampu memberikan langkah mudah siswa dalam memahami suatu materi. Model pembelajaran harusnya memberikan motivasi penuh pada materi tertentu khususnya pada materi menulis teks eksplanasi. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang sesuai salah satu yang dicobakan penulis adalah model pembelajaran Inside Outside Circle. Hasil Siklus I Siklus 1 adalah proses perbaikan pembelajaran dari kegiatan pratindakan. Adapun siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan . y40 meni. pada pertemuan pertama tanggal 8 September 2022 dan pertemuan ke-dua tanggal 15 September 2022 di SMK Negeri Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas. Tahap Perencanaan Pada tindakan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Inside Outside Circle. Pada pertemuan pertama pembelajaran membahas materi stuktur teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Pada tahap perencanaan penulis sebagai pelaksana tindakan mempersiapkan tahap pembelajaran pada perencanaan ini. Perencanaan pembelajaran, lembar observasi dan sejumlah keperluan mengajar lainnya. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 September 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang telah disusun Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan model yang digunakan (Lampira. Hasil Observasi Pada tahap ini pelaksanaan pembelajaran, diamati oleh Kepala SMK dan guru atau teman sejawat SMK Negeri Muara Beliti. Pengamatan ini dilakukan penulis dan observer menggunakan lembar observasi yang sudah berisi indikator yang diperlukan dalam menjawab permasalahan proses pembelajaran yang Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan pertama sebagian besar siswa kurang aktif dalam kegiatan proses belajar berlangsung. Berdasarkan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 hasil dari observer secara umum pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, walaupun dalam proses yang dilakukan oleh penulis masih memiliki kelemahan, terutama terhadap penggunaan media pembelajaran. Dalam pemanfaatan media kurang efisien karena ketika proses memahami materi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti media kurang beroprasi dengan baik, dikarenakan jaringan listrik, sehingga materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik. Selain itu juga, pada saat kegiatan proses pembelajaran guru kurang memberikan simulasi pengerjaan latihan dan pembimbingan yang intensif. Hasil Siklus I Pertemuan 2 . Tahap Perencanaan Penulis memulai pelaksanaan siklus I pertemuan kedua dengan Pada tahap ini penulis menyiapkan semua hal yang diperlukan pada pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus pertama pertemuan ke-dua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 September 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang penulis laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan . Kegiatan akhir pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua, maka pelaksanaan siklus I telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti, penulis memberikan latihan kepada siswa. Tes yang diberikan berupa penugasan kepada siswa untuk mengerjakan soal berkaitan menulis teks Pelaksanaan tes dikuti oleh seluruh subyek penelitian yaitu seluruh siswa Kelas XI. 2 SMK Negeri Muara Beliti, yang berjumlah 20 siswa. Hasil Pelaksanaan Tindakan Hasil pelaksanaan siklus I akan memberikan gambaran perlunya dilaksanakan siklus II atau tidak. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus I belum menunjukan keaktifan siswa sebagaimana yang diharapkan. Dari hasil tes kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti menunjukan siswa masih belum mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan dari hasil tes siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 15 siswa atau 75%, dan 5 siswa atau 25% dinyatakan belum Rata-rata nilai adalah 74,25, secara deskriptif dapat dikatakan bahwa siklus I secara klasikal sudah tuntas, akan tetapi penulis ingin meningkatkan lebih dari KKM yang ada yaitu di atas 75%. Pada kegiatan siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti dari pratindakan dengan rata-rata 67,75 sedangkan pada siklus I rata-rata nilai adalah 74,25, sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 6,5. Selain itu dari hasil siklus 1 diperoleh data peningkatan ketuntasan klasikal dari ketuntasan pratindakan 60% sedangkan silkus I sebesar 75%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I sebesar 15%. Hasil Observasi Pelaksanaan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran Observasi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 matapelajaran bahasa Indonesia mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan dan kemudian memberikan saran dan kritik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pengamat pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan kedua adalah sebagai berikut: Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan ke dua sebagian besar siswa merasa lebih aktif dan termotivasi mengerjakan latihan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti dengan diterapkanya model pembelajaran Inside Outside Circle. Berdasarkan pengamatan antara guru, penulis dan kolaborator siswa terlihat lebih aktif, ada kompetitif antar kelompok. Refleksi Setelah dilaksanakan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua, penulis mendapatkan saran-saran atau tangapan dari para observer. Saran-saran tersebut ditindak lanjuti dengan memperbaki langkah RPP yang akan diterapkan pada siklus II sesuai dengan saran-saran atau hasil pengamatan dari para observer dalam siklus I, selain itu perlunya mengoptimalkan contoh dan latihan yang Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam 2 x pertemuan . x 40 meni. pada tanggal 22 September 2022 (Pertemuan . sampai dengan 29 September 2022 (Pertemuan . di Kelas XI. 2 SMK Negeri Muara Beliti. Pertemuan pertama pada siklus II menjelaskan struktur teks eksplanasi. Pada pertemuan ke dua siklus II menulis teks eksplanasi. Perencanaan Tindakan Tahap perencanan pada siklus II adalah refleksi dari siklus I. Masukan dari tahap refleksi kegiatan siklus 1 hal yang menjadi perbaikan adalah, apersepsi pembelajaran disiapkan semenarik mungkin, tujuan pembelajaran lebih terperinci, mengkondisikan setiap kelompok belajar, menguatkan dan mengapresiasi kerja siswa dan pengoptimalan media pembelajaran pada proses belajar mengajar. Selain itu diperlukan latihan-latihan yang membuat siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Tahap Pelaksanaan Sesuai dengan masukan dan saran yang diperoleh dari siklus I. Selanjutnya langkah-langkah yang perlu ditempuh pada pelaksanaan siklus II. Langkah yang dipersiapkan dimulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, sehingga lebih mengoptimalkan media pembelajaranya. Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Berdasarkan kritik dan saran dari observer, maka penulis melakukan perbaikan meningkatkan kualitas bentuk latihan dengan mengoptimalkan langkah model pembelajaran yang tepat agar lebih efektif. Perbaikan pada pembagian alokasi waktu untuk mengkondisikan kelompok belajar. Untuk mengetahui peningkatan siklus II, diadakan latihan menulis teks eksplanasi pada siswa yang dikerjakan secara individu. Berdasarkan hasil tes tersebut terlihat peningkatan nilai siswa pada siklus II. Berdasarkan hasil siklus II bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 ketegori tuntas sebanyak 18 siswa . %). Siswa yang nilainya kurang dari <70 adalah 2 siswa . %). Nilai tertinggi adalah 80 dan yang terendah 65 rata-rata keseluruhan sebesar 77. Pada siklus II kemampuan menulis Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti telah tuntas dengan rata-rata 77. Secara deskripsi pembelajaran pada siklus II dikatakan tuntas secara klasikal, karena siswa tuntas lebih dari 75% yang mendapatkan nilai >70. Berdasarkan hasil tersebut model pembelajaran Inside Outside Circle mampu meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Hasil Observasi Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inside Outside Circle mampu meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Dapat dilihat dari hasil tes dan kegiatan pembelajaran siswa dalam menerima pelajaran serta memberikan respon yang baik yang diajarkan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus II sebagian besar siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan latihan menulis teks eksplanasi. Pada tahap ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Inside Outside Circle yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia. Sebagian siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Inside Outside Circle ini sangat efektif digunakan karena memberikan peluang kepada siswa berfikir kritis. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran Inside Outside Circle pada siklus II mengalami peningkatan dari sebelumnya, di antaranya siswa termotivasi dalam mengerjakan latihan materi menulis teks eksplanasi jika dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I. Melihat proses pembelajaran yang aktif, dapat disimpulkkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti meningkat. Dapat dilihat dari hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 67,75, siswa yang tuntas 12 atau 60%. Sedangkan rata-rata siklus I sebesar 74,25 dengan jumlah siswa tuntas sebesar 15 siswa atau 75% dan siswa belum tuntas sebanyak 5 siswa atau 25%. Terjadi peningkatan ketuntasan dari pratindakan ke siklus I yaitu 6,5 atau 15%. Pada siklus II rata-rata hasil tes sebesar 77 dibandingkan dengan nilai ratarata siklus I sebesar 74,25. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 18 siswa . %). Sedangkan siklus I sebanyak 15 siswa . %) dengan demikian, terdapat peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 3 orang atau 15%. Dapat dilihat dari hasil nilai pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa 6 atau 30%. Oleh sebab itu, tindakan pada siklus berikutnya tidak perlu dilaksanakan, karena kriteria ketuntasan secara klasikal sudah mencapai klasikal atau 75% pada siklus II dan siswa yang memperoleh nilai >70. Peningkatan secara signifikan ketuntasan belajar bahasa Indonesia yang dapat dicapai dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada proses siklus I dan penerapan hasil dari koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat dalam proses penelitian berlangsung sehingga nilai yang dicapai oleh siswa memperoleh nilai ketuntasan yang baik secara individu maupun keseluruhan. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Pembahasan Analisis Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi melalui Model Pembelajaran Inside Outside Circle Kegiatan Pratindakan Pada tahap pratindakan dilakukan untuk mengatahui hasil kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti sebagai data awal. Data diperoleh melalui hasil ulangan harian pada materi menulis teks Selanjutnya data akan diolah untuk melihat persentase ketuntasan dan belum tuntas pada siswa. Hasil siswa pada pratindakan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada baik dari siswa, guru dan proses Hasil ulangan harian digunakan sebagai data pratindakan dan oleh sehingga didapatkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 kategori tuntas terdapat 12 siswa atau 60%. Hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 67,75, sedangkan siswa yang belum tuntas 8 atau 40%. Berdasarkan hasil pratindakan dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa dalam kategori belum tuntas secara klasikal. Rendahnya hasil dari pratindakan dapat disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi yang diberikan. Model pembelajaran harus sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Motivasi belajar siswa terhadap materi belum maksimal sehingga diperlukan model yang sesuai. Model yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengoptimalkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pembahasan Siklus I Kegiatan siklus I dilakukan untuk memperbaiki kondisi awal hasil belajar siswa, untuk itu pada proses pembelajaran diterapkan model Inside Outside Circle. Pada proses kegiatan pembelajaran pada siklus I siswa masih dalam kategori belum tuntas secara klasikal terhadap kemampuan menulis teks Pada siklus I digunakan model pembelajaran Inside Outside Circle untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Pada siklus I ini penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan secara klasikal difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Pada awal pembelajaran, setelah memberikan salam dan menyapa siswa guru mengabsen siswa serta menjelaskan dan memberikan motivasi kepada siswa. Kemudian guru menginformasikan dengan jelas tentang model pembelajaran Inside Outside Circle. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Siklus 1 digunakan sebagai alat ukur untuk menggetahui keberhasilan tindakan pertama, maka digunakan 1 soal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada siklus I menunjukan rata-rata siklus I sebesar 74,25. Diketahui jumlah siswa tidak tuntas sebesar 15 siswa atau P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Jurnal Language education literature Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% tercapai, tetapi belum maksimal, sehingga perlu ditingkatkan kembali. Perlu adanya perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II, walaupun setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus I terlihat banyak perubahan dan peningkatan nilai terjadi pada kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Pembahasan pada Siklus II Pada kegiatan siklus II penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle, penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Menggetahui keberhasilan tindakan siklus II digunakan satu soal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Adapun pengunaan teori dalam materi menulis teks eksplanasi didasarkan pada hasil latihan yang Hasil tes siklus II dilaksanakan menunjukkan bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 18 siswa 90%, dan 2 siswa atau 10% yang dinyatakan belum tuntas. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 85 nilai terendah adalah 65 dan nilai rata-rata pada siklus II adalah 77. Dari hasil tersebut diketahui adanya ketuntasan secara klasikal karena lebih dari 75%, maka dapat disimpulkan jika model pembelajaran Inside Outside Circle dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. Analisis Hasil Belajar Hasil belajar siswa Kelas XI. 2 SMK Negeri Muara Beliti materi menulis teks eksplanasi melalui model pembelajaran Inside Outside Circle dapat diketahui adanya peningkatan. Peningkatan dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan siswa yang tuntas belajar, nilai rata-rata hasil tes, dan rekapitulasi dapat dilihat di bawah: Tabel 1. Rekapitulasi Pratindakan. Siklus I dan Siklus II Pratindakan Siklus I Siklus II Nilai Prekuensi Persen Prekuensi Persen Prekuensi Persen > 70 12 siswa 15 siswa 18 siswa < 70 8 siswa 5 siswa 2 siswa Jumlah Rata-rata 67,75 74,25 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 67,75 sedangkan tes pada siklus I yaitu 74,25. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 6,5. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 12 siswa . %) dan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 Jurnal Language education literature siklus I meningkat menjadi 15 siswa . %). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . %). Nilai rata-rata pada tes siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 siswa yang tuntas 15 siswa . %), pada siklus II meningkat menjadi 18 siswa . %) pada siklus II, berarti meningkat sebanyak 3 siswa . %). Peningkatan pratindakan ke siklus II yaitu: X 100% Dengan: R1: Rata-rata pratindakan = 67,75 R2: Rata-rata siklus I = 74,25 R2: Rata-rata siklus II = 77 x 100% x 100% = 0,04059 x 100% = 4,059% Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 12 siswa . %) setelah dilakukan siklus II menjadi 18 siswa . %), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . %). Peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia juga diperkuat dari nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksplanasi mengalami perubahan, dari rata-rata pratindakan sebesar 67,75 pada siklus I menjadi 74,25 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 77. Nilai rata-rata pratindakan 67,75 dan pada siklus II menjadi 77. Peningkatan hasil belajar dari pratindakan ke siklus II dengan rata-rata sebesar 9,25. Dari hasil persiklus mengalami peningkatan secara klasikal. Dengan demikian pembelajaran melalui model pembelajaran Inside Outside Circle mampu meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Secara umum kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa Kelas XI SMK Negeri Muara Beliti dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 67,75. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 12 siswa . %) dan siklus I meningkat menjadi 15 siswa . %). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . %). Nilai rata-rata pada pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . %). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai ratarata, pratindakan sebesar 67,75 pada siklus I menjadi 74,25 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 77. Dari pratindakan ke siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 9,25 . %). Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:197-209 DAFTAR PUSTAKA