Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. DETERMINAN PENCATATAN AKUNTANSI UMKM (Studi Empiris Pada UMKM di Kota Tiaku. Engrith Grafelia Leunupun 1*. Nicolas Ahuluheluw1. Helmi Ukru 2 Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura. Ambon, 97233 *Email : leunupun@gmail. ABSTRACT The purpose of this study is to look at the impact of attitudes, norm attitudes, and behavioral control on accounting records interest. This study used a sample of 31 people to look into micro, small, and medium businesses in Tiakur. Southwest Maluku District, particularly in the culinary industry. Multiple liner regression was employed as the analysis technique. With a significance value of 0,012 0,05, the results of this study show that the attitude variable has a positive and significant effect on accounting record interest. With a significance value of 0,037 0,05, the subjective norm variable has a positive and significant effect on accounting record interest. With a significance value of 0,000 0,05, the behavioral control has a favorable and substantial effect on accounting record interest. KEYWORDS : Attitudes. Subjective Norm. Behavioral Control. Intention in Accounting Records INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sikap, norma subjektif dan control perilaku terhadap minat pencatatan akuntansi UMKM. Sampel dalam penelitian ini yaitu pada UMKM yang ada di kota Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya khususnya dibidang kuliner dengan mengambil sampel sebanyak 31 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05. Variabel norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi dengan nilai signifikansi 0,037 < 0,05. Variabel kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. KEYWORDS : Sikap. Norma Subjektif. Kontrol Perilaku. Minat Pencatatan Akuntansi Pendahuluan UMKM merupakan usaha yang memiliki pemilik sekaligus pengelola yang sama. Sasaran pasar UMKM umumnya lokal, meskipun ada yang mengekspor produknya ke luar negri dan memiliki jumlah karyawan, total asset, dan sarana-prasarana yang sedikit. UMKM terdiri dari berbagai jenis usaha, seperti perusahan manufaktur, perusahan dagang, dan perusahan jasa Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. (Aprilia, 2. Salah satu tantangan utama yang di hadapi oleh wirausahawan UMKM adalah terkait dengan pengelolaan dana. Pengelolaan dana yang baik merupakan faktor kunci yang dapat menyebabkan keberhasilan atau kegagalan UMKM. Metode praktis dan majur dalam pengelolaan dana pada UMKM adalah dengan menerapkan akuntansi yang baik. Dengan demikian, akuntansi menjadikan UMKM dapat memperoleh berbagai informasi keuangan dalam menjalankan usahanya (Damayanti, dkk, 2. Pencatatan akuntansi harus sesuai dengan setiap transaksi yang terjadi dan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Standar akuntansi mempunyai perlakuan akuntansi mulai pengakuan, pengukuran, penyajian maupun pengungkapan, dan tentunya dapat menjadi dasar menyusun laporan (Andrianto, dkk, 2. Namun pelaksananya pencatatan akuntansi merupakan hal yang sulit bagi UMKM karena keterbatasan pengetahuan terhadap ilmu akuntansi, rumitnya proses akuntansi, dan anggapan bahwa laporan keuangan bukanlah hal yang penting bagi pengusaha UMKM. Dari berbagai anggapan dan keterbatasan lain yang dihadapi oleh UMKM lebih dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan yang tidak memiliki dasar ilmu akuntansi atau tata buku, kurang disiplin dalam melaksanakan pencatatan akuntansi terkait kondisi usaha yang dijalankan. Sedangkan menurut Persulessy, dkk . berpendapat bahwa rendahnya penyusunan laporan keuangan disebabkan karena tidak adanya peraturan yang mewajibkan penyusunan laporan keuangan bagi UMKM. Standar akuntansi keuangan yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan secara konsisten. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM tentang fenomena yang terjadi pada UMKM di Kota Tiakur menunjukkan bahwa pengusaha UMKM dalam pelaksanaan pencatatan akuntansi masih menjadi hal yang sulit dikarenakan keterbatasan pendidikan dan pengetahuan terhadap ilmu akuntansi, rumitnya proses akutansi, dan anggapan bahwa laporan keuangan bukanlah hal yang penting bagi pengusaha UMKM (Damayanti, 2. Sehingga penelitian ini penting untuk ditindak lanjuti agar dapat mengetahui faktor apa yang sangat mempengaruhi pencatatan akuntansi UMKM dengan menggunakan Theory of Planned Behavior yang mempelajari tentang sikap terhadap perilaku. Penentu terpenting perilaku seseorang adalah minat untuk berperilaku, yaitu kombinasi dari sikap untuk menampilkan perilaku tersebut dan norma subjektif. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Grafiti . dengan judul penelitian AuMinat pelaku UMKM untuk Menyususn Laporan KeuanganAy. Yang menjadi perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada sampel dan lokasi penelitian. Pada penelitian terdahulu sampel penelitiannya yaitu pada semua pelaku Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. UMKM yang berada di wilayah Bandungan sedangkan pada penelitian sekarang penelitiannya pada pelaku UMKM khususnya yang bergerak dibidang kuliner di daerah Kota Tiakur. Kabupaten Maluku Barat Daya. Berdasarkan latar belakang dan fenomena diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian AuDETERMINAN PENCATATAN AKUNTANSI UMKMAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah terdapat pengaruh antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap pencatatan akuntansi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dan bahan masukan untuk lebih mengetahui besarnya manfaat pencatatan akuntansi sebagai sumber informasi keuangan yang bisa digunakan sebagai perencanaan biaya, pengendalian biaya dan pengambilan keputusan bagi UMKM. Tinjauan Literatur dan Pengembangan Hipotesis Theory of Planned Behavior Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA), selanjutnya teori tersebut terus direvisi dan diperluas oleh Ajzen . TRA diaplikasikan pada perilaku yang di bawah kendali individu sendiri. Sebaliknya. TPB dikembangkan untuk memprediksi perilaku-perilaku yang sepenuhnya tidak di bawah kendali individu. TPB menjelaskan bahwa niat berperilaku . ehavioral intentio. tidak hanya dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku . ttitude towards behavio. dan norma subjektif . ubjective norm. , tetapi juga dipengaruhi oleh control perilakuan yang dirasakan . erceived behavioral contro. Berdasarkan Theory of Planed Behavior, minat merupakan fungsi dari tiga determinan, pertama yang bersifat personal, kedua merefleksikan pengaruh sosial dan ketiga berhubungan dengan masalah kontrol (Ajzen, 2. Berikut ini adalah penjabaran dari variabel utama dari Theory of Planned Behavior yang terdiri dari : Sikap Seorang Terhadap Perilaku Teori ini menjelaskan tentang sikap individu terhadap suatu perilaku diperoleh dari keyakinan terhadap konsekuensi yang ditimbulkan oleh perilaku tersebut, yang diistilahkan dengan behavioral belief . eyakinan terhadap perilak. Berdasarkan Theory Of Planned Behavior, seseorang yang percaya bahwa menampilkan perilaku tertentu akan mengarahkan pada hasil yang positif akan memiliki sikap favorable terhadap ditampilkannya perilaku, sedangkan orang yang percaya bahwa menampilkan tingkah laku tertentu akan mengarahkan pada hasil yang negatif, maka ia akan memiliki sikap unfavorable (Ajzen, 2. Secara umum attitude toward the behavior berkaitan dengan sikap dasar seorang . erson in natur. yang berpengaruh terhadap minat berperilaku dan berhubungan dengan norma subjektif dan perceived behavioral control. Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Norma Subjektif (Subjective Nor. Norma subjektif merupakan faktor dari luar individu yang berisi persepsi seseorang tentang apakah orang lain akan menyetujui atau tidak menyetujui suatu tingkah laku yang ditampilkan (Baron & Byrne, 2. Norma subjektif ditentukan oleh adanya keyakinan normatif dan keinginan untuk mengikuti (Ajzen, 2. Dalam Theory of Planned Behavior, norma subjektif juga diidientikan dengan kepercayaan dari seseorang tentang reaksi atau pendapat orang lain atau kelompok lain tentang apakah individu perlu, harus, atau tidak boleh melakukan suatu perilaku, dan memotivasi individu untuk mengikuti pendapat orang lain tersebut (Michener. Delamater, & Myers, 2. Kontrol Perilaku Persepsian kontrol perilaku adalah ukuran kepercayaan seseorang mengenai seberapa sederhana atau kompleksnya melaksanakan suatu perbuatan (Hogg & Vaughan, 2. Kontrol perilaku dapat juga diartikan sebagai pemahaman mengenai sederhana atau kompleksnya dalam melakukan perbuatan atas dasar pada pengalaman terdahulu dan kendala yang dapat dicari solusinya dalam melakukan suatu perbuatan (Feldman, 1. Seseorang yang mempunyai sikap dan norma subjektif yang mendukung dalam melakukan perbuatan tertentu akan sangat bergantung pada dukungan kontrol perilaku persepsian yang ia miliki. Keberadaan faktor pendukung memberikan peran penting dalam hal pengendalian atas kontrol perilaku. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit faktor pendukung yang dirasakan oleh suatu individu maka individu tersebut akan kesulitan untuk memahami perilaku yang dilakukan (Ajzen. Seorang yang memiliki sikap yang positif, dukungan dari orang-orang disekitar dan sedikitnya hambatan untuk melakukan suatu perilaku, maka orang itu akan memiliki niatan yang kuat dibandingkan ketika memiliki sikap yang positif dan dukungan dari orang sekitar namun banyak hambatan yang ada untuk melakukan perilaku tersebut. Minat atas Pencatatan Akuntansi Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika memiliki minat untuk melakukannya. Minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas, atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang (Suharyat, 2. Minat menurut Hurlock . merupakan sumber motivasi yang akan mendorong seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan saat ada kebebasan memilih. Bila seseorang melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, maka orang tersebut merasa berminat, bila kepuasan berkurang minatpun berkurang. Senada dengan itu, minat menurut Crow&Crow . yaitu kemampuan saat memperhatikan orang, benda, atau aktivitas yang dapat memberikan pengaruh terhadap suatu Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Lebih lanjut dikatakan bahwa minat memiliki hubungan dengan motivasi, dorongan dan respon emosional. Minat juga diartikan oleh Tampubolon . bahwa minat merupakan gabungan antara keinginan dan kemauan yang bisa dikembangkan jika terdapat motivasi di dalamnya. Sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa minat atas pencatatan akuntansi merupakan suatu keinginan yang timbul secara sukarela dari dalam diri seorang pengusaha untuk mecatat pemasukan dan pengeluaran secara akuntansi. Adanya minat juga dipengaruhi oleh respon positif dari pihak-pihak yang telah membuat pencatatan akuntansi sebelumnya. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dalam perekonomian Indonesia. UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar dan terbukti tahan terhadap berbagai goncangan krisis ekonomi. Untuk itu untuk itu diperlukan penguatan kelompok. UMKM menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2008 memberikan penjabaran sebagai berikut: Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UndangUndang ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UndangUndang ini. Usaha besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Pengaruh Sikap Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM. Sikap merupakan sebuah perasaan positif atau negatif sesorang jika harus melakukan perilaku yang akan ditentukan (Davis et al, 1. Theory of Planned Behavior berkaitan erat dengan sikap terhadap perilaku seseorang. Seseorang akan menampilkan suatu perilaku yang positif atau negatif untuk menampilkan suatu perilaku tertentu yang ditentukan oleh sikap. Hal ini berarti bahwa apabila pelaku UMKM memandang bahwa pencatatan akuntansi memiliki peran penting seperti mengetahui posisi keuangan usaha dan juga dengan adanya pencatatan akuntansi dapat membantu pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya maka akan mempengaruhi sikap pelaku usaha untuk melakukan pencatatan akuntansi. Apabila semakin baik sikap pelaku UMKM maka semakin tinggi minat pelaku UMKM untuk membuat pencatatan akuntansi. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Grafiti . yang membuktikan bahwa sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh Persulessy, dkk . juga menyatakan bahwa sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan. Sehingga dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Sikap memiliki pengaruh positif terhadap minat pencatatan akuntansi pada UMKM. Pengaruh Norma Subjektif Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM Norma subjektif merupakan persepsi atau pandangan sesorang terhadap kepercayaankepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi minat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku (Ajzen, 1. Misalnya saudara yang menyetujui perilaku tertentu dan memotivasi individu tersebut untuk mengikuti mereka. Dalam Theory of Planned Behavior, norma subjektif diidentikan dengan belief dari seseorang tentang reaksi atau pendapat orang lain atau kelompok lain tentang apakah individu perlu, harus, atau tidak boleh melakukan suatu perilaku, dan memotivasi individu untuk mengikuti pendapat orang lain tersebut (Michener. Delamater, & Myers, 2. Hal ini berarti bahwa apabila ada rekanrekan pengusaha UMKM lainnya yang menyarankan kepada pelaku usaha tersebut untuk melakukan pencatatan akuntansi, maka pelaku UMKM tersebut akan mengikuti saran dari rekan-rekan pengusahanya untuk melakukan pencatatan akuntansi dalam mengembangkan usahanya. Adanya norma subyektif berupa pandangan-pandangan ataupun saran dari orang lain yang dinilai baik akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk membuat pencatatan akuntansi. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Grafiti . yang membuktikan bahwa norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. H2: Norma subjektif memiliki pengaruh positif terhadap minat pencatatan akuntansi pada UMKM. Pengaruh Kontrol Perilaku Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM Menurut Ajzen . menjelaskan bahwa kontrol perilaku sebagai fungsi yang didasarkan oleh kepercayaan. Kepercayaan didasarkan pada pengalaman terdahulu individu terhadap suatu perilaku, informasi yang dimiliki individu terhadap suatu perilaku yang diperoleh dengan melakukan Semakin individu merasakan banyak faktor pendukung atau sedikit faktor penghambat untuk dapat melakukan suatu perilaku begitupun sebaliknya, maka individu cenderung menggangap dirinya sulit untuk melakukan perilaku tersebut. Kontrol perilaku berkaitan erat dengan Theory of Planned Behavior yang menjelaskan bahwa control keprilakuan mempunyai implikasi motivasional terhadap minat berperilaku. Hal ini berarti bahwa apabila pelaku UMKM merasakan atau menganggap bahwa pencatatan akuntansi tidak menyulitkan dalam proses penyusunannya, pelaku UMKM juga dapat menyewa jasa tenaga kerja yang ahli dalam bidang akuntansi untuk melakukan pencatatan akuntansi sehingga tentu hal ini akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Grafiti . yang membuktikan bahwa kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Adanya control perilaku yang baik akan mempengaruhi minat pencatatan akuntansi pada UMKM. Dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Kontrol perilaku memiliki pengaruh positif terhadap minat pencatatan akuntansi pada UMKM. Model Penelitian Gambar 1 Model Penelitian Sikap (X. Norma Subjektif (X. Minat Pencatatan Akuntansi (Y) Kontrol Perilaku (X. Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Metode Penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Jenis pendekatan yang peneliti gunakan adalah jenis pendekatan analisis deskripsi kuantiitatif dengan pennelitian explanatory research (Sugiyono, 2. Penelitian explanatory research merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel X dan Y. Adapun penelitian yang dilakukan kali ini adalah penelitian penjelasan dengan menggunakan metode servey yang mana dalam pengumpulan datanya digunakan kuisioner. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dari penelitian ini yaitu pelaku UMKM di Kota Tiakur. Dalam penelitian ini jumlah sampel 31 pelaku UMKM karena Tiakur merupakan daerah baru sehingga jumlah pelaku UMKM dalam bidang kuliner masih terbatas. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, uji kualitas data, uji normalitas dan uji hipotesis. Defenisi Operasional Tabel 1 Defenisi Operasional Variabel Defenisi Sikap Menurut Damayanti, dkk . 7 Indikator ekpresi perasaan seseorang yang C pendapatan saya setiap hari. ketida sukaannya terhadap suatu Sering mencacat pengeluaran maupun Adanya keyakinan terhadap kemampuan dalam berakuntasi. Adanya kepuasan karena melakukan pencatatan akuntansi dapat menjadi pedoman untuk mengukur untung ruginya usaha. Melalukan pencatatan akuntansi agar mempermudah dalam menyimpulankan hasil usaha saya. Penting bagi saya untuk berbagi ilmu Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. dengan sesame pelaku bisnis. Norma Sulistimo Subjektif orang-orang C Sebagai C Seorang pebisnis harus melakukan pencatatan akuntasi terkait bisnisnya. Keahlian khusus yang dimiliki dapat tekanan lingkunagn sosial atau kemampuan akuntansi. yang akan dilakukannya. Sehingga yang ditetapkannya. kehidupannya dapat menerima apa Seorang bekerja keras untuk mencapai target norma subjektif. Sebagai memiliki keahlian untuk melakukan dalam membaca peluang. Seorang pengetahuan tentang teori akuntansi untuk memahami siklus keuangan yang berjalan pada usahanya. Memahami berguna untuk kemajuan bisnis saya. Seorang kemampuan untuk mencatatat dan Kontrol Menurut Perilaku Jogiyanto Ajzen bahwa presepsi control perilaku C pencatatan akuntansi. Bersikap Seorang pebisnis, membangun relasi dengan semua pelanggan maupun sesama pebisnis. Dalam pengendalian yang dilakukan oleh Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Menurut ghufron . , kejelihan yang cukup tinggi agar tidak individu dalam kepekaan membaca terjadi salah mencatatat. situasi diri dan lingkungannya. Pencatatan harus dilakukan setelah terjadi transaksi agar tidak terjadi C Pencatatan dilakukan agar terkontrol semua transaksi yang terjadi. Pencatatan akuntansi mempengaruhi perkembangan usaha. Seorang karena itu sangat penting dalam dunia Minat Kecendurungan Pencatatan menggunakan sesuatu (Wibowo. Akuntansi Sehingga C Tertarik melakukan pencatatan C Pengelolaan keuangan usaha a k a n pencatatan akuntansi merupakan menjadi tertata rapi dan tidak suatu keinginan untuk mencatat tercampur dengan uang pribadi. secara berkala. Adanya niat melakukan pencatatan akuntansi dalam waktu dekat ini. Pencatatan akuntansi dapat mengendalikan pengelolaan keuangan usaha sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Ingin melakukan pencatatan akuntansi karena memberikan kemudahan apabila saat mengajukan kredit ke Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Hasil dan Pembahasan Gambaran Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil objek penelitian pada UMKM yang ada di kota Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya khususnya UMKM dibidang kuliner. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada pelaku usaha kuliner di kota Tiakur. Penelitian ini dimulai dari tanggal 21 Mei sampai tanggal 21 Juni 2021. Dalam penelitian ini kuesioner yang dibagikan sebanyak 40 kuesioner, namun 9 kuesioner diantaranya tidak diisi karena sebagian usaha kuliner yang ada pada kota Tiakur telah ditutup, sehingga jumlah kuesioner yang dapat disisi dengan lengkap dan siap diolah sebanyak 31 kuesioner. Gambaran Data Responden Data responden dalam penelitian ini digolongkan menurut jenis kelamin, pendidikan terakhir dan lama usaha berdiri. Data responden dapat dilihat pada tabel 4. 1 dibawah ini: Tabel 2 Gambaran Data Responden Profil Responden Kategori Jumlah Presentase Jenis Kelamin Pria Wanita SMP SMA Tahun Tahun Pendidikan Lama Usaha Tahun Sumber : data primer diolah 2021 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2. Menurut Sugiyono . metode korelasi yang digunakan untuk menguji validitas dalam penelitian ini adalah korelasi pearson product moment. Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. dengan syarat nilai r-hitung untuk tiap indikator Ou dari nilai r-tabel, dengan tingkat signifikansi 0. df= n-2 maka didapat r tabel adalah 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator pada empat variabel yang diujikan memiliki nilai r-hitung lebih besar dari nilai r-tabel, dengan demikian maka semua indikator empirik yang diujikan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Reabilitas diukur mengunakan uji statistik cronbachAos alpha . Apabila nilai croanbach alpha lebih dari 0,6 maka pernyataan dianggap reliabel, sedangkan nilai croanbach alpha kurang dari 0,6 dianggap tidak reliabel (Ghozali, 2. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Hasil Sikap (X. Reliabel Norma Subjektif (X. Reliabel Kontrol Perilaku (X. Reliabel Minat Pencatatan Akuntansi (Y) Reliabel Sumber : data primer diolah 2021 Bedasarkan tabel 4. 2 menunjukan bahwa nilai Cronbach Alpha untuk masing-masing variabel semuanya mendapatkan nilai Cronbach Alpha > 0. Hal ini menunjukan bahwa pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel. Uji Normalitas Dalam penelitian ini untuk mengetahui kenormalan data digunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Apabila nilai signifikansi yang diperoleh > 5%, disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4. 3 dibawah ini: Tabel 4 Hasil Pengujian Normalitas Unstandarized Residual Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig . -taile. Sumber : data primer diolah 2021 Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Bedasarkan tabel 4. 3 menunjukan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,928 lebih besar dari 5%. Maka sesuai dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistrbusi normal. Uji Hipotesis Pengujian ini bertujuan untuk memastikan apakah variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan menurut Ghozali . adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi dengan tingkat kepercayaan 95% (=0,. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima. Tabel 5 Hasil Uji Statistik dengan Minat Pencatatan Akuntansi sebagai Variabel Dependen Variabel Koefisien B t-Hitung Signifikansi Sikap Norma Subyektif Kontrol Perilaku Sumber : data primer diolah 2021 Pembahasan Pengaruh Sikap Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM. Sesuai hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa variabel sikap memiliki nilai signifikan 0,012 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga sesuai dasar pengambilan keputusan disimpulkan bahwa variabel sikap berpengaruh positif dan signifian terhadap minat pencatatan akuntansi. Sikap memiliki koefisien yang positif terhadap minat pencatatan akuntansi menunjukan bahwa semakin baik sikap pelaku usaha maka semakin meningkat minat pelaku usaha dalam melakukan pencatatan akuntansi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata responden pelaku UMKM mempunyai sikap kategori setuju akan pentingnya pencatatan akuntansi. Hal tersebut ditujukan dengan adanya pendapat dari responden seperti misalnya mereka memandang bahwa pencatatan akuntansi memiliki peran penting agar dapat mempermudah dalam mengetahui posisi keuangan usaha. Selain itu, dengan melakukan pencatatan akuntansi dapat menjadi pedoman untuk mengukur laba/rugi usaha. Sikap yang baik juga ditunjukan dengan pendapat responden bahwa mereka bisa mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap harinya serta dengan mencatat transaksi Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. yang terjadi setiap harinya dapat menjadi pedoman untuk mengukur berapa besar keuntungan atau kerugian yang diperoleh setiap hari. Theory of Planned Behavior berkaitan erat dengan sikap terhadap perilaku seseorang. Seseorang akan menampilkan suatu perilaku yang positif atau negatif untuk menampilkan suatu perilaku tertentu yang ditentukan oleh sikap. Hal ini berarti bahwa apabila pelaku UMKM memandang bahwa pencatatan akuntansi memiliki peran penting dalam perkembangan suatu usaha maka akan mempengaruhi sikap pelaku usaha UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi dalam Hasil temuan penelitian ini konsisiten dengan penelitian terdahulu oleh Grafiti . yang menunjukan bahwa sikap mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Selain itu, penelitian oleh Persulessy, dkk . juga membuktikan bahwa sikap berpengaruh signifikan terhadap minat pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan. Adanya sikap yang baik dari pelaku UMKM mempengaruhi minat pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan akuntansi. Pengaruh Norma Subjektif Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM. Sesuai hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa variabel sikap memiliki nilai signifikan 0,037 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga sesuai dasar pengambilan keputusan disimpulkan bahwa variabel norma subjektif berpengaruh positif dan signifian terhadap minat pencatatan akuntansi. Norma subjektif berpengaruh terhadap minat pencatatan akuntansi dikarenakan rata-rata responden UMKM mempunyai pendapat terhadap indikator norma subjektif dalam kategori setuju akan pentingnya pencatatan akuntansi. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya pendapat dari responden yaitu bahwa sebagai pebisnis harus memiliki kemampuan akuntansi serta pandai dalam mengidentifikasi semua jenis transaksi, sebagai pebisnis harus memiliki pengetahuan tentang teori akuntansi untuk memahami siklus keuangan. Sikap yang baik juga ditunjukan dengan pendapat bahwa agar bisnis tertata dengan baik dalam hal keuangan seorang pebisnis harus melakukan pencatatan akuntasi terkait bisnisnya serta harus bekerja keras untuk mencapai target yang telah Sesuai dengan Theory of Planned Behavior yang menyatakan bahwa reaksi seseorang atau individu dipengaruhi oleh adanya pendapat atau saran dari orang lain Hal ini berarti bahwa dengan adanya norma subjektif yang berupa pandangan-pandangan ataupun saran dari orang lain yang dinilai baik tersebut pada akhirnya mempengaruhi minat pelaku usaha UMKM untuk mengikuti saran tersebut. Demikian halnya dengan adanya saran atau pandangan dari rekan-rekan pelaku usaha Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. lainnya agar melakukan pencatatan akuntansi maka secara langsung telah memepengaruhi pelaku usaha melakukan pencatatan akuntansi. Hasil temuan penelitian ini konsisiten dengan penelitian terdahulu oleh Grafiti . yang menunjukan bahwa norma subjektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Selain itu. Penelitian oleh Persulessy, dkk . juga membuktikan bahwa norma subjektif berpengaruh signifikan terhadap minat pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan. Pengaruh Kontrol Perilaku Terhadap Minat Pencatatan Akuntansi pada UMKM. Sesuai hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa variabel sikap memiliki nilai signifikan 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga sesuai dasar pengambilan keputusan disimpulkan bahwa variabel kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifian terhadap minat pencatatan akuntansi. Perilaku berpengaruh terhadap minat pencatatan akuntansi hal ini berarti bahwa semakin baik perilaku pengusaha UMKM maka semakin meningkat minat pengusaha UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi dalam mengembangkan usahanya. Berdasarkan hasil pengujian terlihat bahwa rat-rata responden pelaku UMKM mempunyai kontrol perilaku pada kategori setuju. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya pendapat responden yang menyatakan bahwa pencatatan akuntansi dilakukan agar terkontrol semua transaksi yang terjadi, pencatatan harus dilakukan setelah terjadi transaksi agar tidak terjadi kelupaan. Selain itu, dalam melakukan pencatatan akuntansi, harus punya tingkat kejelihan yang cukup tinggi agar tidak terjadi kesalahan pencatatan. Dengan demikian adanya kontrol perilaku yang dinilai baik tersebut akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi. Sesuai dengan Theory of Planned Behavior yang menjelaskan bahwa kontrol prilakuan mempunyai implikasi motivasional terhadap minat berperilaku. Hal ini berarti bahwa apabila pelaku UMKM merasakan atau menganggap bahwa pencatatan akuntansi menyulitkan dalam proses penyusunannya, pelaku UMKM juga dapat menyewa jasa tenaga kerja yang ahli dalam bidang akuntansi untuk melakukan pencatatan akuntansi sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi. Hasil temuan penelitian ini konsisiten dengan penelitian terdahulu oleh Grafiti . yang menunjukan bahwa control perilaku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Selain itu. Penelitian oleh Persulessy, dkk . juga membuktikan bahwa kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap minat pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan. Volume 2. Nomor 1. November 2021. E-ISSN: 2775-9822. Kesimpulan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap minat pencatatan akuntansi. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik sikap yang ditujukan pelaku usaha UMKM maka semakin meningkat minat pengusah UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi. Norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi. Hal ini menunjukan bahwa adanya norma subyektif berupa pandangan-pandangan ataupun saran dari orang lain yang dinilai baik akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk membuat pencatatan akuntansi. Kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pencatatan akuntansi. Hal ini menunjukan bahwa adanya control perilaku yang dinilai baik akan mempengaruhi minat pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan akuntansi. Pada penelitian ini faktor yang mempengaruhi minat pencatatan akuntansi ditinjau hanya dari aspek sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah faktor-faktor lainnya yang dianggap mempengaruhi minat pencatatan akuntansi oleh pelaku usaha UMKM seperti motivasi, persepsi kegunaan, skala usaha dan variabel lainnya. Peneitian selanjutnya diharapkan untuk memperbesar jumlah sampel penelitian serta memperluas wilayah objek penelitian bukan hanya pada UMKM jenis kuliner di kota Tiakur tetapi pada UMKM lainnya, sehingga penelitian selanjutnya dapat memiliki cakupan yang lebih luas. Bagi pelaku usaha UMKM jenis kuliner diharapkan untuk dapat mengembangkan serta menerapkan pencatatan akuntansi dalam pengembangan usahanya. Hal ini dilakukan agar dapat membantu pelaku usaha dalam mendapatkan tambahan modal usaha serta mampu bersaing dengan UMKM lainnya. Mengingat perkembangan UMKM saat ini semakin pesat. Daftar Pustaka