Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan Melalui Edukasi dan Pelatihanpada Kelas Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu kota Palembang (Empowerment of Cadres and Health Workers through Education and Training in Breastfeeding Classes in the Working Area of Puskesmas 4 Ulu Palembang Cit. Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Kharisma Virgian*1. Desy Setiawati2. Althaf Ardhiea Regita3 . Nurul Komariah4. Fenny Febiola5 . Viny Reka Meilinda6 1,2,3,4,5,6Poltekkes Kemenkes Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia *e-mail : kharismavirgian@poltekkespalembang. Abstract The coverage of exclusive breastfeeding both in the world and in Indonesia still shows low numbers. According to WHO data, the average exclusive breastfeeding globally is only 38%. The National Health Survey reported that the proportion of babies aged 6-23 months who received exclusive breastfeeding nationally was 55. The coverage of exclusive breastfeeding in South Sumatra Province in 2023 is 70%, which has not reached the program target. According to data from the Palembang City Health Profile in 2023, the number of babies aged<6 months who received Exclusive Breastfeeding reached 80. The Coverage of Exclusive Breastfeeding in the Empat Ulu Palembang Health Center Working Area is still 48. The goal is to make the work area of the Empat Ulu Palembang Health Center an area with Exclusive Breastfeeding coverage that has increased from previous years by mobilizing community groups, namely Posyandu Cadres and Health Workers, through education, training, and assistance about Breastfeeding Classes. So it is hoped that these cadres and trained health workers can accompany and nurture pregnant women in the third trimester about breastfeeding preparation and breastfeeding mothers who have babies 06 months so that they can breastfeed properly and correctly and can provide Exclusive Breastfeeding And can increase the knowledge and skills of mothers in giving breast milk to their babies. Keywords: Breastfeeding Classes. Education. Empowerment of Health Worker Cadres. Training. Abstrak Cakupan pemberian ASI ekslusif baik di dunia maupun di Indonesia masih menunjukkan angka yang rendah. Menurut data WHO rata-rata pemberian ASI ekslusif secara global hanya sebesar 38%. Survei Kesehatan Nasional melaporkan bahwa proporsi bayi usia 6-23 bulan yang mendapat ASI Ekslusif secara nasional sebesar 55,5%. Cakupan pemberian ASI Ekslusif di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2023 sebesar 70%, belum mencapai target program. Menurut data dari Profil Kesehatan kota Palembang tahun 2023, jumlah bayi usia < 6 bulan yang mendapatkan ASI Ekslusif mencapai 80,4%. Masih Rendahnya Cakupan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Empat Ulu Palembang sebesar 48,3%. Tujuan menjadikan wilayah kerja Puskesmas Empat Ulu Palembang menjadi wilayah dengan cakupan ASI Ekslusif yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya dengan menggerakkan kelompok masyarakat yaitu Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan tentang Kelas Menyusui. Sehingga diharapkan para kader dan tenaga kesehatan yang terlatih ini dapat mendampingi dan membina ibu-ibu hamil trimester i tentang persiapan menyusui dan ibu menyusui yang mempunyai bayi 0-6 bulan agar dapat menyusui dengan baik dan benar serta dapat memberikan ASI Ekslusif dengan Dan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam memberikan ASI pada bayinya. Kata kunci: Edukasi. Kelas menyusui. Pelatihan. Pemberdayaan kader tenaga kesehatan. PENDAHULUAN Menyusui merupakan cara yang paling efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang Walaupun pada kenyataannya, 2-3 bayi tidak mendapatkan ASI ekslusif sesuai yang direkomendasikan oleh WHO. ASI adalah satu-satunya asupan nutrisi yang sangat ideal untuk bayi. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Kharisma Virgian. Desy Setiawati. Althaf Ardhiea Regita . Nurul Komariah. Fenny Febiola . Viny Reka Meilinda mengandung antibodi, energi dan semua zat gizi yang dibutuhkan selama 6 bulan pertama kehidupannya dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun (WHO,2. ASI merupakan sumber asupan nutrisi utama bagi baru baru lahir yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sejak hari pertama kehidupannya. Bayi dapat diberikan ASI secara ekslusif selama 0-6 bulan pertama, dimana hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan zat lain. Pemberian ASI Ekslusif pada fase ini harus benar-benar diperhatikan dengan seksama agar tidak mengganggu tahapan pertumbuhan dan perkembangan bayi karena fase ini termasuk dalam masa periode emas perkembangan anak (Kemenkes RI,2. Data-data menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI ekslusif baik di dunia maupun di Indonesia masih menunjukkan anagka yang rendah. Menurut data WHO rata-rata pemberian ASI ekslusif secara global hanya sebesar 38%. Di Indonesia, meskipun jumlah ibu yang menyusui sebesar 96%, tetapi hanya 42% bayi yang mendapatkan ASI ekslusif (IBI,2. Cakupan pemberian ASI Ekslusif di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2021 sebesar 45,4%, belum mencapai target program. Angka ini masih jauh dari target nasional untuk ASI Ekslusif sebesar Dan angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 sebesar 51,6% (Profil Kesehatan Provinsi Sumsel,2. Data bayi yang mendapatkan ASI ekslusif di kota Palembang pada tahun 2020 sebesar 76,1%, angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 78,3%. Dan pada tahun 2021 kembali menurun sebesar 69,7%. Data bayi usia, 6 bulan yang mendapatkan ASI Ekslusif paling rendah terdapat di Puskemas 4 Ulu Palembang hanya sebesar 48,3% (Profil Kesehatan kota Palembang, 2. Rendahnya angka cakupan pemberian ASI ekslusif dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI ekslusif adalah faktor pengetahuan seorang ibu. Penelitian yang dilakukan di Burao district. Somaliland menunjukkan bahwa pemberian ASI ekslusif masih sangat rendah jika dibandingkan dengan manfaat dari ASI ekslusif pada 6 bulan pertama. Pemberian ASI ekslusif berhubungan dengan pendidikan ibu, pendapatan keluarga, rendahnya pendidikan dan promosi kesehatan selama kehamilan, dan dukungan sosial dari suami dan keluarga (Jama,et al, 2. Penelitian yang dilakukan di Indonesia juga menunjukkan hal serupa. Meskipun pemerintah telah menetapkan regulasi tentang pemberian ASI ekslusif, ternyata belum berjalan dengan maksimal. Penelitian ini menggunakan data Survey Monitoring Status Gizi tahun 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seorang ibu maka semakin tinggi pula motivasinya untuk memberikan ASI ekslusif. Tingkat pendidikan ibu mempunyai pengaruh yang positif dengan praktik pemberian ASI Ekslusif di Indonesia (Laksono,2. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang menyusui yaitu dengan pendidikan dan promosi kesehatan dengan pemanfaatan media edukasi. Kegiatan promosi kesehatan telah banyak dilakukan seperti kelas menyusui online, kelas laktasi, media grup Whatsaap. Kelas ASI dan pendampingan masa menyusui merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemberian ASI Ekslusif. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu dan keluarga tentang ASI, serta permasalahan dalam menyusui (Hanifah,dkk, 2. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang. Menurut data dari Profil Kesehatan kota Palembang tahun 2021, jumlah bayi usia < 6 bulan berjumlah 331 sementara yang mendapatkan ASI Ekslusif hanya berjumlah 160 bayi . ,3%). Rata-rata penduduk di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu berada pada golongan sosial ekonomi yang rendah. Dan pengetahun ibu mengenai ASI Ekslusif juga masih sangat rendah. Video animasi sebagai media edukasi untuk ibu menyusui ini telah dilakukan penelitian pada Video edukasi untuk ibu hamil dan menyusui dalam bentuk animasi sehingga dapat menjelaskan secara jelas dan detail mengenai ASI ekslusif dan manfaatnya, proses pembentukan ASI, posisi dan perlekatan saat menyusui, persipapan dan penyimpanan ASI perah, dukungan sosial untuk ibu menyusui. Semoga dengan pengembangan media ini dapat menambah pengetahuan ibu dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Kharisma Virgian. Desy Setiawati. Althaf Ardhiea Regita . Nurul Komariah. Fenny Febiola . Viny Reka Meilinda METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilakukan dari bulan Maret 2024 dan berakhir pada bulan Oktober 2024. Dengan obyek mitra adalah tenaga kesehatan, kader Posyandu, di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang. Tempat kegiatan di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang yaitu di Puskesmas 4 Ulu kota Palembang. Dalam melaksanakan pengabdian masyarakat pada kader di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang dilakukan langkahlangkah dari mulai persiapan sampai pelaksanaan. , antara lain sebagai berikut: Melakukan identifikasi Puskesmas yang memenuhi kriteria sebagai mitra, diantaranya jarak tempuh 2 km, jumlah kader kurang lebih 15 orang yang aktif dan Puskesmas 4 Ulu Palembang. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) I dengan pihak Puskesmas 4 Ulu Palembang. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) II dengan pihak Puskesmas 4 Ulu Palembang (Kader dan Tenaga Kesehata. Melakukan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan pada Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan tentang Kelas Menyusui. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Dengan obyek mitra adalah tenaga kesehatan, kader Posyandu, di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang. Tempat kegiatan di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang yaitu di Puskesmas 4 Ulu kota Palembang. Kegiatan persiapan dimulai dengan melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas 4 Ulu kota Palembang. Kemudian melakukan pendataan jumlah kader kurang lebih 15 orang yang aktif di Puskesmas 4 Ulu Palembang. Melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu dengan menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan, mempersiapkan materi dan video edukasi yang akan disampaikan, mempersiapkan soal pre-test dan post-test. , mempersiapkan tim pelaksana kelas AuBusui BahagiaAy yaitu narasumber dari dosen pengabdi dibantu oleh mahasiswa. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan pada Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan tentang Kelas Menyusui telah dilaksanakan pada hari JumAoat tanggal 18 Oktober 2024 bertempat di Puseksmas 4 Ulu kota Palembang pada pukul 09. 00 WIB sd. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Puskesmas 4 Ulu kota Palembang. Bidan koordinator, dosen sebagai narasumber, mahasiswa, tenaga kesehatan / Bidan sebanyak 5 orang dan kader Posyandu sebanyak 15 orang. Kegiatan ini dimulai dengan Pembukaan oleh pimpinan Puskesmas, pengisian soal pre test oleh peserta, pemberian materi dari narasumber dan diakhiri dengan kegiatan post test dan pembagian doorprize bagi 5 peserta terbaik. Tabel 1. Pengetahuan Tenaga Kesehatan dan Kader Tentang Proses Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Kota Palembang Kriteria Sebelum kelas Sesudah kelas Pengetahuan Baik Pengetahuan Kurang Total Setelah dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan melalui kelas Menyusui Bahagia, terdapat peningkatan pengetahuan dari tenaga kesehatan dan kader dari 60% menjadi 100% berpengetahuan baik P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Kharisma Virgian. Desy Setiawati. Althaf Ardhiea Regita . Nurul Komariah. Fenny Febiola . Viny Reka Meilinda Pembahasan Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kader serta tenaga kesehatan Puskesmas 4 Ulu Palembang melalui Kelas Menyusui Bahagia menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum intervensi hanya 60% kader dan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan setelah pelaksanaan kegiatan seluruh peserta . %) mencapai tingkat pengetahuan baik. Peningkatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif yang terstruktur dan sistematis mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung praktik menyusui yang optimal. Peningkatan pengetahuan ini dapat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan, yaitu penyuluhan dengan media video edukasi disertai diskusi dan pelatihan praktik. Metode video edukasi yang bersifat interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dibandingkan metode ceramah satu arah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang menyatakan bahwa penyampaian informasi secara visual dan audio mampu membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan metode edukasi konvensional (Firmanda et , 2. Penggunaan media video dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar sebagai alat bantu, melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan yang ingin disampaikan. Temuan penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Sabee Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya menyatakan bahwa penggunaan video tentang ASI Eksklusif dapat memperjelas gambaran abstrak mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi karena dalam proses pemberiannya responden tidak hanya mendengar materi yang disampaikan tetapi juga melihat secara langsung dan jelas tentang langkah-langkah sadari melalui video tersebut (Siti Damayanti. Fitri Apriani . Orita Satria Nurromsyah Nasution, 2. Dapat dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test oleh (Siti Damayanti. Fitri Apriani . Orita Satria Nurromsyah Nasution, 2. menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi melalui video ASI eksklusif dengan nilai p-value 0,000< 0,05 dan nilai Z yang didapatkan yaitu -6. Maka hal tersebut menunjukkan bahwa Video Edukasi Asi eksklusif efektif terhadap penigkatan pengetahuan yang juga dibuktikan dengan hasil nilai p-value yaitu 0,000. Peningkatan pengetahuan kader dan tenaga kesehatan juga memiliki implikasi penting terhadap keberhasilan program ASI eksklusif. Tenaga kesehatan dan kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak serta menjadi sumber informasi utama bagi ibu menyusui sejalan dengan penelitian lain yang dilakukan di Puskesmas Gadog Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut menunjukkan bahwa kesuksesan pemberian ASI eksklusif juga memerlukan banyak dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak termasuk dari kader kesehatan karena kader kesehatan yang merupkan orang terdekat yang dapat mempengaruhi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya (Mamuroh & Nurhakim, n. Hasil penelitian sebelumnya yang di lakukan di Kecamatan Palmatak pada bulan Desember 2022-Juli 2023 diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 . <0,. , yang berarti terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader pretest dan postest edukasi, sehingga ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan kader tentang pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Palmatak tahun 2023 menunjukkan upaya yang lebih kuat dalam mempromosikan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi (Juniyati & . Wasis Pudjiati, n. Salah satu cara yang dilakukan sebelu memberikan pelatihan pada kader dan tenaga kesehatan adalah melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan kader yang juga sesuai dengan penelitian terdahulu menyatakan adanya kenaikan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan penyegaran kader adalah upaya meningkatkan peran serta masyarakat antara lain melalui sistem pengkaderan (Pengetahuan & Posyandu, 2. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Kharisma Virgian. Desy Setiawati. Althaf Ardhiea Regita . Nurul Komariah. Fenny Febiola . Viny Reka Meilinda Gambar 1. Edukasi Kader dan Tenaga Kesehatan Puskesmas 4 Ulu Palembang tentang ASI Eksklusif . Gambar 2. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan pada Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan tentang Kelas Menyusui Puskesmas 4 Ulu Palembang . Pendampingan Tenaga Kesehatan terkait Pelekatan Menyusui Efektif . Pendampingan Kader terkait Posisi Menyusui Efektif Gambar 3. Kegiatan Post Test Kader dan Tenaga Kesehatan Puskesmas 4 Ulu Palembang tentang Menyusui Efektif Gambar 4. Foto Bersama Kader dan Tenaga Kesehatan Puskesmas 4 Ulu Palembang P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Kharisma Virgian. Desy Setiawati. Althaf Ardhiea Regita . Nurul Komariah. Fenny Febiola . Viny Reka Meilinda KESIMPULAN DAN SARAN Program pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan hasil yang signifikan. Cakupan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait praktik menyusui ASI eksklusif meningkat secara optimal, dari 60% hingga mencapai 100% setelah dilakukan intervensi pelatihan. Sebagai upaya keberlanjutan program, telah berhasil dibentuk AuKelas Busui BahagiaAy di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Kota Palembang, yang diharapkan menjadi wadah edukasi dan pendampingan bagi ibu menyusui dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktur Polekkes Kemenkes Palembang. Kepala Puskesmas 4 Ulu, para kader dan tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu, serta semua pihak yang telah membantu kegiatan pengabdian masyarakat ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. DAFTAR PUSTAKA