BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 PENGARUH PUNISHMENT KERJA. KOORDINASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN DEPARTEMEN SEWING PROSES 1 DI PT. HOP LUN INDONESIA Oleh : Mila Mardhiana1. Sri Rahayu2. Fajar Suryatama3 milamardhiana08@gmail. com, sri56yayuk@gmail. com, fsuryatama@gmail. ABSTRAK Produktivitas merupakan hal yang sangat penting untuk ditingkatkan karena akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan perusahaan. Perusahaan telah memberikan sarana dan prasarana akan tetapi pada kenyataannya banyak karyawan yang tidak dapat mencapai produktivitas kerja karena terdapat beberapa kendala. Kurangnya pemahaman karyawan terhadap tata tertib perusahaan dan kurangnya komunikasi karyawan dengan karyawan maupun dengan rekan kerja serta Karyawan yang sering berpindah-pindah proses yang menjadikan karyawan tidak nyaman karena adanya sistem mutasi karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Punishment Kerja. Koordinasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif Populasi seluruh karyawan departemen sewing proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia berjumlah 160 karyawan dan sampel 114 karyawan yang menggunakan teknik probability Program pengolahan data menggunakan SPSS versi 25 dengan analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi sederhana & berganda, analisis regresi sederhana & berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji F. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Punishment Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja, secara parsial Koordinasi Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja. Secara simultan Punishment Kerja. Koordinasi Kerja dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Kata kunci : Punishment Kerja. Koordinasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Produktivitas Kerja ABSTRACT Productivity is a very important thing to improve because it will affect the increase in company welfare. The company has provided facilities and infrastructure but in reality many employees cannot achieve work productivity because there are several obstacles. Lack of employee understanding of company rules and lack of employee communication with employees and with co-workers and employees who often move between processes which makes employees uncomfortable because of the employee mutation system. The purpose of this study was to determine the effect of work punishment, work coordination and work environment on employee work productivity in the sewing process department 1 at PT. Indonesian Hop Lun. The research method uses quantitative research with correlational descriptive methods. The population of all employees of the sewing process 1 department at PT. Hop Lun Indonesia has a total of 160 employees and a sample of 114 employees using a probability sampling technique. The data processing program uses SPSS version 25 with data analysis used is simple & multiple correlation analysis, simple & multiple regression analysis, coefficient of determination test, t test and F test. From the results of the study it can be concluded that work punishment partially affects work productivity, partially Work Coordination affects Work Productivity, partially Work Environment influences Work Productivity. Simultaneously Work Punishment. Work Coordination and Work Environment affect Employee Work Productivity in the Sewing Process 1 Department at PT. Indonesian Hop Lun. Keywords: Work Punishment. Work Coordination. Work Environment and Work Productivity BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 42 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 PENDAHULUAN Dasar bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan dalam persaingan adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki oleh Perkembangan yang baik tidak mungkin bisa tercapai jika karyawan tidak produktif. Karyawan yang bekerja keras dan mempunyai produktivitas kerja yang tinggi akan memberikan dampak positif bagi perusahaan untuk mencapai targetnya. Begitupun sebaliknya, jika karyawan tidak bekerja keras dan produktivitas kerja menurun, maka akan membuat perusahaan tersebut sulit untuk mencapai target. Produktivitas merupakan hal yang sangat penting untuk ditingkatkan karena akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Punishment Kerja. Koordinasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Produktivitas Kerja Produktivitas kerja adalah rasio dari keseluruhan hasil kerja yang telah ditentukan untuk menghasilkan suatu produk dari tenaga kerja menurut Edy Sutrisno . Indikator Produktivitas Kerja yaitu kemampuan, meningkatkan hasil yang dicapai, semangat kerja, pengembangan diri, mutu, efisiensi menurut Edy Sutrisno . Punishment Kerja Punishment/hukuman adalah penderitaan yang diberikan atau pelanggaran, kejahatan atau kesalahan menurut Ngalim Purwanto . Indikator Punishment Kerja yaitu Punishment preventif . ata tertib, anjuran dan perintah , larangan, paksaan, dan disipli. Punishment . eguran, pemberhentian bonus, pembatasan penggunaan sarana dan prasarana perusahaan, pemutusan hubungan kerj. menurut Ngalim Purwanto . BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 43 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Koordinasi Kerja Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan, dan mengkoordinasikan unsur-unsur manajemen dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi menurut Hasibuan . Indikator Koordinasi Kerja komunikasi, pembagian kerja, disiplin menurut Hasibuan . Lingkungan Kerja Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun Sedarmayanti . Indikator Lingkungan Kerja yaitu penerangan, suhu udara, suara bising, penggunaan warna, ruang gerak yang diperlukan, kemampuan bekerja, hubungan pegawai dengan pegawai lainnya menurut Sedarmayanti . HIPOTESIS Pengujian Hipotesis Pertama (H. Ho1 : Tidak terdapat pengaruh secara parsial antara Punishment Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Ha1 : Terdapat pengaruh secara parsial variabel Punishment Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Pengujian Hipotesis Kedua (H. Ho2 : Tidak terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Koordinasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Ha2 : Terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Koordinasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Pengujian Hipotesis Ketiga (H. Ho3 : Tidak Terdapat pengaruh secara parsial antara variabel BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 44 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Ha3 : Terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Pengujian Hipotesis Keempat (H. Ho4 : Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Punishment Kerja. Koordinasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. Ha4 : Terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Punishment Kerja. Koordinasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Departemen Sewing Proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dalam penelitian ini yaitu di PT. Hop Lun Indonesia yang berlokasi di Dusun Kemasan RT. 009 RW. 005 Desa Klepu Kecamatan Pringapus. Kabupaten Semarang. Populasi. Sampel dan Teknik Sampling Populasi seluruh karyawan departemen sewing proses 1 di PT. Hop Lun Indonesia berjumlah 160 karyawan, sampel sebanyak 114 karyawan yang menggunakan teknik probability sampling. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 45 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 HASIL DAN PEMBAHASAN Korelasi Sederhana Tabel 4. Korelasi sederhana Correlations Punishment Pearson Kerja Correlation Punishment Koordinasi Lingkungan Produktivitas Kerja Kerja Kerja Kerja Sig. -taile. Koordinasi Kerja ,612** Pearson ,612** ,700** ,731** ,000 ,000 ,000 ,632** ,680** ,000 ,000 Correlation Sig. -taile. ,000 ,700** ,632** ,709** Sig. -taile. ,000 ,000 ,731** ,680** ,709** Sig. -taile. ,000 ,000 ,000 Lingkungan Pearson Kerja Correlation Produktivitas Pearson Kerja Correlation ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Eo Nilai koefisien antara variabel Punishment Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 0,731 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 termasuk dalam kategori AuKuatAy. Eo Nilai koefisien antara variabel Koordinasi Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 0,680 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga termasuk dalam kategori AuKuatAy. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 46 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Eo Nilai koefisien antara variabel Lingkungan Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 0,709 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 termasuk dalam kategori AuKuatAy. Korelasi Berganda Tabel 4. Korelasi berganda Model Summary Model ,809a R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,654 ,645 1,847 Predictors: (Constan. Koordinasi Kerja. Punishment Kerja. Lingkungan Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Nilai korelasi berganda variabel Punishment Kerja (X. Koordinasi Kerja (X. dan Lingkungan Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 0,809 termasuk dalam kategori AuSangat KuatAy. Regresi Sederhana Tabel 4. Regresi Linier Sederhana X1 (Punishment Kerj. Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 8,808 1,768 Punishment ,715 ,063 Beta ,731 Sig. 4,982 ,000 11,339 ,000 Kerja Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Dari persamaan Y = 8,808 0,715 X1 dapat dilihat bahwa nilai konstanta Produktivitas Kerja (Y) bernilai positif sebesar BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 47 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 8,808 dan nilai koefisien Punishment kerja (X. bernilai positif sebesar 0,715 sehingga dapat dikatakan bahwa arah variabel X dan Y positif. Tabel 4. Regresi Linier Sederhana X2 ( Koordinasi Kerj. Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 8,484 2,076 Koordinasi ,716 ,073 Beta ,680 Sig. 4,086 ,000 9,802 ,000 Kerja Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Dari persamaan Y = 8,484 0,716 X2 dapat dilihat bahwa nilai konstanta Produktivitas Kerja (Y) bernilai positif sebesar 8,484 dan nilai koefisien Koordinasi Kerja (X. bernilai positif sebesar 0,716 sehingga dapat dikatakan bahwa arah variabel X dan Y positif. Tabel 4. Regresi Linier Sederhana X3 (Lingkungan Kerj. Coefficientsa Standardiz Model Unstandardized Coefficient Coefficients Std. Error (Constan. 5,040 2,234 Lingkungan ,835 ,078 Beta ,709 Sig. 2,256 ,026 10,648 ,000 Kerja Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 48 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Dari persamaan Y= 5,040 0,835 X3 dapat dilihat bahwa nilai konstanta Produktivitas Kerja (Y) bernilai positif sebesar 5,040 dan nilai koefisien Lingkungan Kerja (X. bernilai positif sebesar 0,835 sehingga dapat dikatakan bahwa arah variabel X dan Y Regresi Berganda Tabel 4. Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 1,170 1,986 Punishment ,358 ,081 ,297 ,324 Beta Sig. ,589 ,557 ,366 4,438 ,000 ,080 ,281 3,702 ,000 ,099 ,276 3,277 ,001 Kerja Koordinasi Kerja Lingkungan Kerja Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Nilai constant sebesar 1,170 dapat djelaskan bahwa variabel X tidak mengalami perubahan atau bernilai 0 maka Y bernilai constant sebesar 1,170. Nilai regresi Punishment Kerja (X. sebesar 0,358 yang dapat diartikan bahwa apabila variabel X1 mengalami peningkatan 1 satuan, maka variabel Y mengalami kenaikan sebesar 0,358. Nilai regresi Koordinasi Kerja (X. sebesar 0,297 yang dapat diartikan bahwa apabila variabel X2 mengalami peningkatan 1 satuan, maka variabel Y mengalami kenaikan sebesar 0,297. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 49 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Nilai regresi Lingkungan Kerja (X. sebesar 0,324 yang dapat diartikan bahwa apabila variabel X3 mengalami kenaikan 1 satuan, maka variabel Y mengalami kenaikan sebesar 0,324. Koefisien Determinasi Tabel 4. Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model ,809a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square ,654 ,645 1,847 Predictors: (Constan. Koordinasi Kerja. Punishment Kerja. Lingkungan Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Nilai Adjusted R Square sebesar 0,645 atau 64,5%. Dapat diartikan bahwa variabel Punishment Kerja (X. Koordinasi Kerja (X. dan Lingkungan Kerja (X. dapat menjelaskan variabel Produktivitas Kerja (Y) sebesar 64,5% dan sisanya sebesar 35,5% di pengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. Uji t Tabel 4. Hasil Uji t Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 1,170 1,986 Punishment ,358 ,081 ,297 ,324 Beta Sig. ,589 ,557 ,366 4,438 ,000 ,080 ,281 3,702 ,000 ,099 ,276 3,277 ,001 Kerja Koordinasi Kerja Lingkungan Kerja Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 50 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Hipotesis 1 diterima dengan nilai t hitung > t tabel . ,438 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 yang berarti berpengaruh. Hipotsis 2 diterima dengan nilai t hitung > t tabel . ,702 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 yang berarti berpengaruh. Hipotesis 3 diterima dengan nilai t hitung > t tabel . ,277 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05 yang berarti berpengaruh. Uji F Tabel 4. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression 709,516 236,505 Residual 375,054 3,410 Total 1084,570 69,365 Sig. ,000b Dependent Variable: Produktivitas Kerja Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Koordinasi Kerja. Punishment Kerja Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti 2023 Hipotesis 4 diterima dengan nilai F hitung sebesar 69,365 yang artinya lebih besar dari F tabel 2,68 dengan nilai signifikasi 0,00 < 0,05 yang berarti berpengaruh. KESIMPULAN Punishment Kerja memiliki hubungan terhadap Produktivitas Kerja dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,731 termasuk kategori AuKuatAy. Dengan koefisien regresi sebesar 0,715. Hasil uji t hitung > t tabel . ,438 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05. Sehingga dapat dijelaskan bahwa Ho1 di tolak dan Ha1 diterima. Koordinasi Kerja memiliki hubungan terhadap Produktivitas Kerja dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,680 termasuk kategori AuKuatAy. Dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,716. Hasil uji t hitung BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 51 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 > t tabel . ,702 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05. Sehingga dapat dijelaskan bahwa Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Lingkungan Kerja memiliki hubungan terhadap Produktivitas Kerja dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,709 termasuk kategori AuKuatAy. Dengan niai koefisien regresi sebesar 0,835. Hasil uji t hitung > t tabel . ,277 > 1,. dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Sehingga dapat dijelaskan bahwa Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Punishment Kerja. Koordinasi Kerja Lingkungan berpengaruh terhadap Produktivitas kerja secara simultan yang dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 69,365 yang artinya lebih besar dari F tabel 2,68 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel X terhadap Y yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Punishment Kerja. Koordinasi Kerja Lingkungan berpengaruh terhadap Produktivitas kerja secara simultan yang dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi dari Adjusted R Square sebesar 0,645 atau 64,5%. Dapat diartikan bahwa variabel X dapat menjelaskan variabel Y sebesar 64,5% dan sisanya sebesar 35,5% di pengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. SARAN Berdasarkan nilai terendah dari hasil penelitian pada variabel koordinasi kerja, pimpinan sebaiknya lebih mengamati cara kerja karyawan dan lebih memberikan arahan yang jelas supaya tidak terjadi miskomunikasi antara pimpinan dengan karyawan maupun karyawan dengan karyawan. Perusahaan juga dapat memberikan sosialisasi kepada semua karyawn untuk lebih mementingkan waktu, karena pada saat jam kerja masih banyak karyawan yang berbicara dengan karyawan lain. Kurangnya pengembangan dalam diri karyawan untuk belajar hal-hal baru untuk meningkatkan skillnya BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 52 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Pimpinan kurang memahami skill karyawan, sehingga pimpinan sebaiknya lebih mengamati keterampilan/skill tiap karyawan supaya tidak terjadi kesalahan dalam penempatan kerja. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 53 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VII No. Bulan Juli Tahun 2024 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 DAFTAR PUSTAKA