Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau ALTI IDAH ANUGRAH1 . JUMIATI SASMITA2 . SRI ENDANG KORNITA 3 Universitas Riau Kampus Bina Widya KM. 12,5. Simpang Baru. Kec. Tampan. Kota Pekanbaru. Riau 28293 E-mail : dr. altiafdhali@gmail. Submit : 2022-03-08 Review : 2022-04-25 Publish : 2022-06-26 Abstract: This study aims to determine the leadership style, motivation and work stress on employee performance. To determine the style of leadership, motivation and work stress on employee performance through work and to determine the effect of work on performance. this study, the population was the employees of the Riau Province BKKBN Representative Office as many as 70 employees. The sample in this study were 70 people. The data used in this study were primary data and secondary data, while the data collection technique used a The data analysis technique used in this research is SEM. The results showed that leadership style, motivation and work stress had an effect on employee performance. Leadership Style. Motivation and Work Stress affect employee performance through satisfaction and satisfaction affect employee performance. Keywords: Leadership style, motivation, job stress, satisfaction and performance BKKBN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Berdasarkan UndangUndang Nomor 52 Tahun 2009 pasal 56 ayat . BKKBN bertugas melaksanakan menyelenggarakan keluarga dimana penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung Mengacu pada Renstra BKKBN 2020-2024 telah ditetapkan visi BKKBN yaitu AyMewujudkan Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang guna mendukung Tercapainya Indonesia Maju yang Berdaulat. Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan GotongRoyongAy. Untuk mencapai visi tersebut akan dilaksanakan melalui 6 . misi yaitu: . Menyelenggarakan Pembangunan Keluarga yang holistik integratif sesuai siklus hidup. Mengendalikan pertumbuhan penduduk dalam rangka menjaga kualitas dan struktur penduduk seimbang. Menyelenggarakan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi secara komprehensif. Membangun kemitraan, jejaring kerja, peran serta masyarakat dan kerjasama . Memperkuat inovasi, teknologi, informasi dan komunikas. Membangun kelembagaan, meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan SDM aparatur. Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dipimpin oleh seorang Kepala Badan, yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala BKKBN dan diberikan target kinerja sebanyak 10 sasaran strategis, yaitu 5 kinerja renstra dan 5 Proyek Prioritas Nasional. Kinerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau akan menggambarkan kinerja organisasi, untuk itu kinerja pegawai ini sangat penting untuk dilakukan penilaian agar pencapaian kinerja pegawai ini sejalan dengan pencapaian tujuan organisasi. Penilaian kinerja di Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dilakukan dengan menggunakan penilaian sasaran kinerja pegawai (SKP) dimana penilaian ini dilakukan setiap tahunnya oleh atasan langsung. Bahwa Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) semua pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dari tahun 2017 sampai dengan 2020 memiliki kinerja yang baik dan sangat baik, namun hal ini berbeda dengan hasil prasurvey yang peneliti lakukan pada 30 orang Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang diambil secara acak, dimana didapatkan hasil bahwa masih ada pegawai yang memberikan kinerja kurang maksimal yaitu sebesar 6,2% dan hal ini sejalan dengan hasil pengamatan peneliti dimana masih ada pegawai yang belum memberikan kinerjanya secara maksimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah kepuasan kerja dari Wibowo mengungkapkan bahwa karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya maka akan berdampak positif terhadap pencapaian kinerja individual. Berdasarkan pengamatan peneliti, terkait kepuasan kerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau masih belum maksimal dimana masih ada pegawai yang merasa belum memberikan potensi kinerja terbaiknya dan belum mendapatkan kesempatan dalam promosi jabatan. Hal ini sejalan dengan prasurvey yang dilakukan peneliti pada 30 orang Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang diambil secara acak, didapatkan hasil bahwa sebesar 6% responden masih belum mencapai kepuasan kerja, dimana 20% responden merasa tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan. Pegawai sangat penting dalam mencapai tujuan organisasi, dan tak kalah pentingnya adalah peran pemimpin dalam mengelola pegawai utnuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Pemimpin inilah yang akan membawa para bawahannya mencapai tujuan organisasi yang diinginkan dan dapat membawa semua anggota organisasi pada sebuah tujuan serta cita-cita bersama. Pada Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, pimpinan tertinggi merupakan pejabat esselon II yang ditetapkan oleh Kepala BKKBN Pusat melalui proses seleksi open biding yang berasal dari seluruh instansi se-Indonesia. Hal ini memberikan permasalahan tersendiri Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. pemimpin tersebut akan mempengaruhi gaya kepemimpinannya dalam mengelola pegawai yang ada di BKKBN Riau. Tulhusnah . , pada penelitiannya menyatakan bahwa kepemimpinan dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja Namun Hatta . dalam penelitiannya memiliki pendapat yang sedikit berbeda yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan significan pada kepuasan kerja namun tidak berpengaruh pada kinerja pegawai Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap fenomena yang ada di kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yaitu pimpinan berasal dari wilayah seluruh Inonesia yang menjadi salah satu faktor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau sejak tahun 2015-2021 telah berganti 6 orang Pimpinan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan tentunya para pemimpin tersebut memiliki gaya tersendiri dalam mengorganisir sumber daya yang ada di Perwakilan BKKBN Provinsi Riau untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam penguatan peneliti terhadap pengamatan fenomena yang ada, maka peneliti melakukan prasurvey pada 30 orang Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang diambil secara acak, dan didapatkan hasil bahwa sebanyak 6,2% responden merasa tidak sesuai dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan dimana 17% pegawai merasa berkomunikasi dengan bawahan, 7% pegawai merasa pimpinan kurang memiliki kemampuan mengambil keputusan dan mengendalikan bawahan, dan sebanyak 3% pegawai menilai pimpinan kurang mampu memotivasi dan mengendalikan emosi. Selain kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan, motivasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, sebagaimana penelitian Rumondor menyimpulkan bahwa kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja secara simultan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi secara parsial bepengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Menurut pengamatan peneliti di kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, banyak pegawai kurang termotivasi dalam bekerja dikarenakan kompensasi baik berupa penghargaan maupun finansial yang didapatkan bagi pegawai yang bekerja maksimal dan kurang maksimal kurang lebih sama, dan pegawai sudah banyak yang memiliki masa kerja yang cukup panjang sehingga menganggap bekerja sebagai rutinitas saja dalam memenuhi kewajibannya bekerja, hal ini di tunjukkan dengan rendahnya keinginan untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap sistem bekerja dengan menggunakan teknologi, serta menganggap bekerja dengan teknologi ini sebagai beban sehingga menjadi salah satu penyebab menurunnya motivasi mereka dalam bekerja. Berdasarkan Prasurvey yang dilakukan pada 30 orang Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang diambil secara acak, didapatkan hasil bahwa sebanyak 11,5% pegawai kurang termotivasi dalam bekerja, dimana 20% pegawai merasa memotivasinya, dan 13% pegawai merasa tidak termotivasi bekerja dalam tim dan tidak mendapatkan kesempatan. Stress kerja juga dapat menjadi faktor peningkatan kinerja pegawai, selain gaya kepemimpinan dan motivasi. Stres adalah kondisi dinamis di mana seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Sebagian stres bisa bersifat positif dan sebagian lagi Menurut Gofur . , stres kerja mempunyai hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja, hal ini menunjukkan bahwa dengan semakin tinggi tingkat stres kerja maka tingkat kepuasan kerja pegawai akan semakin menurun, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan prasurvey yang dilakukan pada 30 orang Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang diambil secara acak. Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. didapatkan bahwa 49% pegawai mengalami stress kerja, dimana 30% pegawai merasakan gejala fisiologis apabila memiliki beban kerja yang berat, 40% pegawai merasakan gejala psikologis dan 77% pegawai merasa mampu bekerja dalam Hal ini sejalan dengan hasil pengamatan peneliti dimana sebagian besar pegawai mengalami stress kerja dengan target kerja yang diberikan namun stress kerja tersebut masih dapat diatasi, hal ini terbukti dengan capaian target kinerja masih dapat tercapai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Merujuk pada fenomena yang ada, prasurvey yang dilakukan pada pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau tersebut, dan adanya gap dalam penelitian terdahulu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi RiauAy. Berdasarkan latar belakang dan fenomena yang dikemukakan, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah . Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai kepuasan kerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? . Bagaimana pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau? ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) Kinerja Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang. Pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Performance atau kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses (Nurlaila. Kinerja adalah manjemen tentang menciptakan hubungan dan memastikan komunikasi yang efektif (Wibowo, 2. Kinerja memfokuskan pada apa yang diperlukan oleh organisasi, manajer, dan pekerja untuk berhasil. Menurut Bangun . 2 : . , kinerja . adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang persyaratan-persyaratan pekerjaan . ob requiremen. Gibson dalam Kasmir . 5: . menyatakan bahwa kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu, motivasi individu, pengharapan, dan penilaian yang dilakukan oleh manajemen terhadap pencapaian hasil kerja individu. Dari definisi-definisi tersebut kinerja merupakan suatu hasil dari tindakan seorang pekerja sesuai dengan pekerjaannya berdasarkan standar kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi. Manajemen keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan atau organisasi tersebut. Kinerja pegawai dapat dijadikan sebagai dasar dalam peningkatan pekerjaan . romosi pekerjaa. , pemberhentian kerja. Melalui proses penilaian kinerja dapat diketahui hasil dari organisasional tersebut tercapai atau tidak tercapainya tujuan organisasi. Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi atau menilai keberhasilan karyawan dalam melaksanakan tugasnya (Bangun, 2012: . Penilaian Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. membandingkan hasil kerja dengan standar pekerjaannya. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja menurut pendapat para ahli mempunyai berbagai sudut pandang yang berbeda. Secara mendasar kepuasan kerja merupakan suatu hal yang bersifat individu. Hal ini disebabkan setiap individu memiliki indikator kepuasan kerja yang berbeda dan beragam. Semakin banyak aspek yang sesuai dengan diri seorang karyawan dalam pekerjaannya maka semakin besar pula tingkat kepuasan kerja yang dirasakan. Dengan kepuasan kerja seorang pegawai dapat merasakan pekerjaanya apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dikerjakan. Nezad et al. , menyatakan bahwa kepuasan kerja menggambarkan karyawan sebagaian besar kebutuhan karyawan terpenuhi maka karyawan merasa puas dengan pekerjaan. Menurut Waspodo dan Minadaniati . seorang pekerja merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk memberikan performa terbaik kepada organisasi tempat ia bekerja dengan menyelesaikan tugas pekerjannya sebaik mungkin. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan menunjukkan secara langsung maupun tidak langsung, mengenai keyakinan seorang pimpinan terhadap kemampuan bawahannya. Artinya gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang pemimpin saat mencoba untuk memengaruhi kinerja Berikut pengertian kepemimpinan menurut para ahli dari beberapa sumber buku: Menurut Kartono . , gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, tempramen, watak dan kepribadian yang membedakan seorang ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) pemimpin dalam berinteraksi dengan orang Menurut Thoha . , gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain atau bawahan. Menurut Hasibuan . , gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Rivai . , gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri organisasi tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin. Motivasi Motivasi berasal dari kata motif, yang Menurut Wibowo . motivasi merupakan dorongan untuk bertindak terhadap serangkaian proses perilaku manusia dengan mempertimbangkan arah, intensitas, dan ketekunan pada pencapaian tujuan. Motivasi menurut Sutrisno . motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki suatu faktor yang mendorong aktivitas tersebut. Sedangkan menurut Simanjuntak . suatu determinasi penting dari kinerja individu adalah motivasi. Namun motivasi bukanlah satu satunya determinasi, variabel Ae variabel lain seperti usaha yang diberikan, kemampuan, pengalaman juga mempengaruhi kinerja. Dari pernyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa kinerja dipengaruhi oleh motivasi. Dengan adanya motivasi, maka terjadilah kemauan kerja dan dengan adanya kemauan untuk bekerja serta dengan adanya kerjasama, maka kinerja akan Kinerja pegawai merupakan tolak ukur kinerja perusahaan, semakin tinggi Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. kinerja pegawai semakin tinggi pula kinerja Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap pegawai sebagai individu memiliki karakteristik yang berbeda, perbedaan ini menggambarkan bahwa karakteristik individu tidak sama antara seorang pegawai dengan pegawai yang lainnya sehingga organisasi dalam melakukan, perekrutan, pengembangan karir dapat mempertimbangkan dari karakteristik individu setiap pegawainya. Stress Kerja Stres kerja adalah keadaan tegang yang menimbulkan ketidakseimbangan pada diri karyawan, baik secara fisik maupun psikis. Ketidakseimbangan ini mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan perilaku karyawan. Mondy . mendefinisikan stres sebagai reaksi ganjil dari tubuh terhadap tekanan yang diberikan Moorhead berpendapat bahwa stres merupakan respon adaptif seseorang terhadap rangsangan yang menempatkan tuntutan psikologis atau fisik secara berlebihan kepada orang tersebut. Stres memengaruhi setiap individu dengan berbeda-beda kondisinya sangat bergantung pada Peristiwa-peristiwa tertentu bisa membuat seseorang mengalami stres yang sangat tinggi, tetapi tidak bagi orang lain. Selain itu, pengaruh stres tidaklah selalu Sebagai contoh, stres ringan dalam kenyataannya meningkatkan produktivitas dan bisa sangat membantu dalam mengembangkan ide-ide kreatif. Namun stres yang cukup parah dan berlangsung lama, jika tidak segera diatasi bisa Rue dan Byars dalam Ikhwan . 3 : . mengemukakan Au Stres is the mental or physical condition that result fro a perceived thereat of danger . hysical or emotiona. and the pressure to remove it Au, artinya kondisi fisik atau mental yang dihasilkan dari perasaan akan adanya ancaman bahaya . ecara fisik atau menghilangkan bahaya atau ancaman ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) Maka akan timbul kecemasan yang sangat mengganggu. METODE Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan analisis SEM. Pemodelan penelitian melalui SEM memungkinkan pertanyaan penelitian yang bersifat regresif Populasi dimaksud dalam penelitian ini adalah semua Pegawai yang bekerja pada Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang berjumlah 71 orang. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 70 orang, dimana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau tidak di ikutkan sebagai sample penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Kuesioner. Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Struktural (Varianc. Equation Model (SEM) dengan menggunakan software smart PLS. Partial Least Square (PLS) adalah model persamaan structural (SEM) yang berbasis komponen atau varian PLS merupakan pendekatan alternative yang bergeser dari pendekatan SEM berbasis kovarian menjadi berbasis SEM yang berbasis kovarian umumnya menguji kausalitas/teori sedangkan PLS lebih bersifat predictive model. HASIL Metode pendugaan SEM yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLS (Partial Least Squar. Dengan menggunakan PLS dimungkinkan melakukan permodelan persamaan structural dengan ukuran sampel relative kecil dan tidak Perancangan model sturktural hubungan antara variable laten pada PLS didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Model Struktural (Inner Mode. dan Model Pengukuran (Outer Mode. Perancangan hubungan antar variable laten pada PLS didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Perancangan model Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. uter mode. dalam PLS sangat penting karena terkait dengan apakah indikator bersifat reflektif atau Berikut model structural dan model pengukuran dalam PLS yang digunakan dalam penelitian ini. Diagram Jalur Model Struktural PLS Agar lebih mudah dipahami, hasil perancangan inner model dan outer model tersebut, selanjutnya dinyatakan dalam bentuk diagram jalur. Gambar 1 Diagram Jalur Model Struktural PLS Estimasi Metode . didalam PLS adalah metode kuadrat terkecil . east square method. Proses perhitungan dilakukan dengan cara literasi, dimana literasi akan berhenti jika telah tercapai kondisi convergen. Koefisien determinasi menggunakan R-squared yang menunjukkan berapa persentase variasi konstruk endogen/kriterion dapat dijelaskan memengaruhinya . ksogen/predikto. Tabel 1 R Square Kinerja Kepuasan R Square R Square Adjusted 0,663 0,647 0,641 0,619 Sumber : Data Olahan Smartpls, 2021 Dari Tabel 2, diperoleh nilai R Square variabel kinerja sebesar 0,663. Artinya adalah sebesar 66,3% variabel kepemimpinan, motivasi, stress kerja dan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian ini. Kemudian ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) diperoleh nilai R Square variabel kepuasan sebesar 0,641. Artinya sebesar 64,1% variabel kepuasan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, motivasi dan stress kerja, sisanya sebesar 35. 9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian Konversi Diagram Jalur ke dalam Persamaan Selanjutnya dari hasil diatas, dapat diperoleh nilai predictive-relevance (Q. dengan persamaan sebagai berikut : Q2 = 1 Ae . Ae R. -R. Q2 = 1 Ae . Ae 0. - 0. Q2 = 0. Hal tersebut dapat diartikan bahwa 9% variasi pada variable kinerja dijelaskan oleh variable yang digunakan pada model, sisanya 12. 1% dijelaskan oleh factor lain diluar model. Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung (Direct Effec. Untuk memprediksi adanya hubungan SEM-PLS menggunakan Smartpls dapat dilakukan dengan melihat T-Statistik dilihat pada Tabel path coefficien, p- value, standard errors dan effect sizes for path coefficients. Berikut ini akan disajikan Tabel 3 yakni hasil uji hipotesis pengaruh langsung. Tabel 2: Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Langsung Gaya Kepemimpinan -> Kepuasan Gaya Kepemimpinan -> Kinerja Motivasi-> Kepuasan Motivasi-> Kinerja Stress Kerja -> Kepuasan Stress Kerja -> Kinerja Kepuasan-> Kinerja Original Sample (O) T Statistics (|O/STDEV|) Valu 0,488 6,547 0,000 0,409 3,689 0,000 0,195 0,123 2,114 2,003 0,035 0,040 0,346 3,458 0,001 0,140 1,998 0,044 0,301 2,173 0,030 Sumber : Data Olahan Smartpls, 2021 Tabel 2 memperlihatkan signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Dasar yang digunakan dalam menguji Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. hipotesis adalah nilai yang terdapat pada output path coeficients berikut ini: PEMBAHASAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Pengaruh kepemimpinan terhadap kepuasan adalah signifikan dengan nilai 488, dengan t statistic 6. 547 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai tstatistic lebih besar dari 1. , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasanAy diterima. Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Pengaruh terhadap motivasi adalah signifikan dengan nilai koefisien 0. 195, dengan t statistic 114 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai tstatistic lebih besar dari 995 . , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara motivasi dengan kepuasan. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Aumotivasi berpengaruh terhadap kepuasanAy diterima. Pengaruh Stress Kerja Kepuasan Pengaruh terhadap motivasi adalah signifikan dengan nilai koefisien 0. 195, dengan t statistic 114 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai tstatistic lebih besar dari 995 . , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara stress kerja dengan Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Austress kepuasanAy diterima. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pengaruh terhadap kinerja adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. 409, dengan tstatistic ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) 689 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 995 . yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara gaya kepemimpinan dengan Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerjaAy Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pengaruh antara motivasi terhadap kinerja adalah signifikan dengan nilai path 123, dengan tstatistic 2. 003 dan p Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara motivasi dengan kinerja. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Aumotivasi berpengaruh terhadap kinerjaAy diterima. Pengaruh Stress Kerja terhadap Kinerja Hubungan antara stress kerja terhadap kinerja adalah signifikan dengan nilai path 140, dengan tstatistic 1. 998 dan p Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara stress kerja terhadap kinerja. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Austress kerja berpengaruh terhadap kinerjaAy diterima. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Pengaruh terhadap kinerja melalui motivasi adalah signifikan dengan nilai path koefisien 147, dengan t statistic 2. 375 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja melalui kepuasan. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Augaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasanAy diterima. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. Hubungan motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. 127, dengan t 406 dan p value 0. Hasil tersebut lebih besar dari 1. Tabe. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerjaAy diterima. Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Hubungan stress kerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerja adalah signifikan dengan nilai path koefisien 109, dengan t statistic 1. 997 dan p value Hasil tersebut lebih besar dari 1. Tabe. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara stress kerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara stress kerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerjaAy diterima. SIMPULAN Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai. Stress signifikan terhadap kinerja Pegawai. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan Pegawai. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan Stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan DAFTAR RUJUKAN Bangun. Wilson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga Edison. Emron. Anwar Yohny, dan Komariyah Imas. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta Manajemen Vol 4 ,No. Edisi Khusus SDM 2016: 335-350 Ellyzar. Nova. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Dan Konflik Interpersonal Terhadap Stress Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Pegawai BPKP Perwakilan Provinsi Aceh. Jurnal Magister Manajemen ISSN 2302-0199 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah pp. Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia Instansi. PT. Remaja Rosdakarya Offset. Bandung. Gofur. Abdul. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT Vol. Special Issue Manajemen Strategi Bisnis Oktober 2018: 295 Ae Hatta. Muhammad. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Kerjasama Tim Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Pt. Pln (Perser. Wilayah Aceh. Jurnal Magister Manajemen ISSN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah pp. Indrianto. Aldy Purnama. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jember. e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 2020. Volume VII . : 48-53 ISSN : 2355-4665 Kasmir. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Prakti. Depok : PT. Rajagrafindo Persada Mamahit. Novita Angela. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Konflik Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Riset Bisnis dan Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. Putri. Laila Mawaddah. Pengaruh Stres Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan. Raharjo. Susilo Toto. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja. Komitmen Organisasi Dan Kinerja Pegawai (Studi Empiris Pada Departemen Agama Kabupaten Kendal Dan Departemen Agama Kota Semaran. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi Volume 3. Nomor 2. Juli. Tahun 2006. Halaman 69 Rumondor. Pengaruh Kepemimpinan. Motivasi. Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Suluttenggomalut. Jurnal EMBA Vol. 4 No. 2 Juni 2016. Hal. Singarimbun, et. al, 2005. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. Sugiyono. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta. Suryadi. Apri. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Kebudayaan Dan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Riau (Alti Idah Anugrah. Jumiati Sasmita. Sri Endang Kornita ) Pariwsata Kota Sungai Penuh. Ideas Economic Literature. Sutrisno. Edy. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana. Tulhusnah. Lusiana. Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Situbondo. Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH (JEBG) Volume 16. Nomor 1. Mei 2018 : 18-28 Tunjungsari. Peni. Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (Perser. Bandung. Vol. 1 No. Maret 2011 Utami. Linda. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang. Jurnal Praktik Bisnis. Volume 4. Nomor 1. Mei 2015. ISSN 2302-9242. Yapentra. Arhipen. Weni. Ratna. Pengaruh Konflik Kerja dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau (STIER) Jurnal Daya Saing (Vol. 8 No. 2 Juni 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356