Perbandingan Pengalaman Pengguna Aplikasi Online Shop Shopee dan Tiktok: Studi Kasus pada Mahasiswa Administrasi Bisnis Glorya A S Katiman1. Yecika Heidi Monding1. Della Safira Hode1. Vincen Budiharto1. Sandra Ingried Asaloei1 Ilmu Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sam Ratulangi. Manado. Indonesia *Email : ilininstitute@gmail. ABSTRACT The Tiktokshop and Shopee variants have introduced numerous new innovations that provide consumers with more choices when shopping online through these e-commerce platforms. Therefore, the researcher's objective is reflected in the research title "A Comparison of User Experiences in the Shopee and Tiktok Online Store Applications" (Case Study of Business Students from the 2021 and 2022 Cohort. This study is conducted to compare the satisfaction levels of using the Tiktokshop and Shopee applications among business students from the 2021 and 2022 cohorts at Sam Ratulangi University. Keywords: E-Commerce. Tiktokshop. Shopee ABSTRAK Varian Tiktokshop dan Shopee memiliki banyak inovasi baru yang memberikan konsumen lebih banyak pilihan saat berbelanja online dengan platform e-commerce ini. Oleh karena itu, tujuan peneliti mengambil judul penelitian AuPerbandingan Pengalaman Pengguna Aplikasi Toko Online Shopee dan TiktokAy. (Studi Kasus Mahasiswa Bisnis Angkatan 2021 dan 2. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan tingkat kepuasan penggunaan aplikasi Tiktokshop dan Shoppe di kalangan mahasiswa bisnis Angkatan 2021 dan 2022 Universitas Sam Ratulangi. Kata Kunci : E-Commerce. Tiktokshop. Shopee PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Teknologi yang terhubung ke internet seringkali menyelesaikan sebagian besar permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan yang ada, terutama yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi kegiatan dan prosedur Contoh dampak kemajuan teknologi adalah dalam bidang perbelanjaan. Berdasarkan data SimplyWeb. Shopee, perusahaan e-commerce yang didirikan pada tahun 2015, mencatatkan jumlah kunjungan website tertinggi di Indonesia pada kuartal I tahun 2023. Sedangkan Tiktok Shop diluncurkan pada tahun 2021 dan menduduki peringkat ke-4. (Cahdiyanti Salah satu aplikasi belanja online yang sangat populer saat ini adalah platform belanja online Tiktokshop dan Shopee. Kedua platform belanja online ini kini sedang ramai Tiktokshop merupakan salah satu fitur belanja online yang tidak jauh berbeda dengan aplikasi Shopee. Namun yang membedakan adalah Shopee merupakan sebuah aplikasi sedangkan Tiktokshop merupakan fitur dari aplikasi Tiktok. Tiktokshop termasuk baru dalam dunia belanja online, namun sangat diminati oleh calon konsumen khususnya para pecinta belanja online Aplikasi Tiktok dikenal sebagai aplikasi yang menyajikan video pendek yang sangat menghibur dengan konsep konten yang unik. Tiktok ini menampilkan video pendek untuk tujuan hiburan. Tiktok adalah platform yang berisi video berdurasi pendek. Tiktok juga menjadi aplikasi yang sangat populer saat ini karena memiliki banyak video menarik, informatif dan menghibur di waktu luang Anda. Shopee saat ini merupakan platform belanja online terkemuka di Indonesia. Banyak orang yang merekomendasikan Shopee jika Anda baru pertama kali berbelanja online. Pada tahun 2019, terdapat total 507 juta pengunduh aplikasi Tiktok, pada tahun berikutnya, jumlah pengunduh aplikasi ini meningkat menjadi 689 juta, dan pada tahun 2021. ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 1 jumlah pengunduh aplikasi Tiktok meningkat pesat dan lebih dari 1 juta unduhan. Aplikasi Tiktok merupakan aplikasi yang menyediakan video pendek yang sangat menarik dengan konsep konten yang unik. Aplikasi yang sebelumnya tidak dikenal dan hanya sedikit penggunanya ini dihidupkan kembali dengan konsep baru dan mampu menarik perhatian banyak orang Aplikasi ini menjadi tren dimana-mana karena jumlah konsumennya meningkat pesat dalam waktu Karena aplikasi ini digunakan oleh semua orang: selebriti, artis terkenal, selebriti Instagram. YouTuber, pejabat pemerintah, dan banyak lagi Karena aplikasi ini mempunyai konsep video yang unik dan kreatif. Oleh karena itu, aplikasi ini banyak digunakan karena konten yang ditampilkan sangat ringan dan dapat dinikmati di waktu luang. Aplikasi Tiktokshop dan Shopee juga memiliki fungsi live streamingLive streaming adalah kegiatan siaran langsung melalui video. Konsep live streaming ini membantu Anda menjual dan mempromosikan produk Anda melalui fitur live streaming pada aplikasi Shopee dan Tiktokshop. Menyusul aplikasi belanja online shopee, jumlah pengunjung web aplikasi shopee mencapai 90 juta pada tahun 2019, tahun berikutnya jumlah pengunjung web shopee meningkat menjadi 129 juta, dan pada tahun 2021 jumlah pengunjung web aplikasi shopee mencapai 90 juta. Jumlah pengunjung semakin meningkat menjadi 134 juta. Peningkatan jumlah pelanggan Shopee terjadi karena platform tersebut terus menjalankan promosi dan kampanye secara rutin. Tiktok Shop dan Shoppee juga mempunyai program berupa mitra afiliasi, dimana kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga di luar perusahaan untuk menjual produk perusahaan dengan mendapatkan komisi berdasarkan perjanjian yang saling menguntungkan seperti: Konsumen mengunjungi perusahaan dan afiliasi menerima komisi. Variasi TikTok Shop dan Shoppe menghadirkan banyak inovasi baru yang memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen saat berbelanja online di e-commerce. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Universitas Sam Ratulangi . ering disingkat Unsra. , salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang terletak di Kota Manado. Provinsi Sulawesi Utara Tentu saja, saat ini terdapat banyak mahasiswa di universitas ini, namun fokus penelitiannya adalah pada mahasiswa anggota fakultas. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, program studi Ilmu Bisnis angkatan 2021 dan 2022. Metode kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis tertentu yang digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data dengan menggunakan alat penelitian, dan menganalisis data kuantitatif atau statistik Jadi, populasi adalah jumlah seluruh penduduk yang dihasilkan suatu pengukuran atau perhitungan Populasi penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa ADB angkatan 2021 dan 2022 di UNSRAT. Contohnya Anda bisa mengakses aplikasi toko online S dan T. Populasi ini mencakup seluruh siswa yang menanggapi kuesioner yang dibagikan oleh kelompok kami. Sampel penelitian ini terdiri dari 34 siswa yang dibagi menjadi 25 Kelas 2021 dan 9 Kelas 2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Usia responden dalam konteks penelitian mengacu pada usia individu yang menjadi subjek atau partisipan dalam studi atau survei. Informasi tentang usia responden adalah salah satu data demografi yang penting dalam penelitian untuk memahami karakteristik kelompok sampel dan menganalisis bagaimana faktorfaktor tertentu dapat bervariasi berdasarkan usia. Tabel 1. Usia Responden Usia 18-20 tahun Usia 20-23 tahun 9 orang 25 orang Jenis Kelamin Dalam konteks penelitian, mengacu pada karakteristik biologis yang membedakan individu sebagai laki-laki atau perempuan. Informasi tentang jenis kelamin responden adalah salah satu data demografi yang penting dalam penelitian, karena jenis kelamin dapat memengaruhi perilaku, preferensi, dan tanggapan individu terhadap berbagai topik, termasuk penggunaan aplikasi online shop. ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 2 Tabel 2. Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki 14 orang 20 orang Sampel Angkatan . 1 atau 2. Angkatan 2021: Ini mengacu pada kelompok mahasiswa yang masuk ke program studi atau institusi pada tahun ajaran 2021. Mereka biasanya memiliki karakteristik, pengalaman belajar, dan latar belakang yang mungkin berbeda dari mahasiswa di angkatan lain. Angkatan 2022: Ini mengacu pada kelompok mahasiswa yang masuk ke program studi atau institusi pada tahun ajaran 2022. Kelompok ini adalah mahasiswa yang masuk setelah angkatan 2021 dan juga dapat memiliki karakteristik dan pengalaman yang unik. Pemisahan antara angkatan 2021 dan 2022 dalam penelitian Anda mungkin bertujuan untuk membandingkan penggunaan aplikasi online shop di antara kedua kelompok tersebut dan melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam preferensi atau perilaku penggunaan aplikasi berdasarkan tahun masuk mereka. Tabel 3. Angkatan Responden Mahasiswa Angkatan 2021 Mahasiswa Angkatan 2022 25 orang 9 orang Tabel 3. Angkatan Responden . Frekuensi Penggunaan Aplikasi S . Frekuensi Penggunaan Aplikasi T . Preferensi Aplikasi (Apakah lebih suka S. T, atau sama-sama Analisis statistik deskriptif melibatkan perhitungan rata-rata, median, modus, dan deviasi standar untuk setiap variabel yang relevan. Grafik seperti diagram batang atau diagram lingkaran juga dapat digunakan. Variabel bebas (Shopee dan TiktokSho. variabel ini mencerminkan tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pengguna terhadap penggunaan aplikasi online shop S. Tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi online shop S diukur dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari 5 pilihan, yaitu: Variabel terikat (Pengalaman Konsume. selain analisis statistik deskriptif, hasil analisis data juga akan divisualisasikan menggunakan grafik-grafik yang relevan. Grafik yang mungkin digunakan antara lain: Diagram batang untuk membandingkan frekuensi penggunaan aplikasi S dan T, diagram lingkaran untuk menampilkan preferensi penggunaan aplikasi dan visualisasi data akan membantu pembaca untuk lebih mudah memahami pola-pola dalam data. Analisis Perbandingan Antara Angkatan 2021 dan 2022. Analisis perbandingan akan fokus pada perbedaan dalam penggunaan aplikasi online shop S dan T antara mahasiswa angkatan 2021 dan 2022. Data yang akan dianalisis mencakup. Rata-rata frekuensi penggunaan aplikasi S oleh mahasiswa angkatan 2021 vs. angkatan 2022, rata-rata frekuensi penggunaan aplikasi T oleh mahasiswa angkatan 2021 vs. angkatan 2022, persentase preferensi aplikasi S. T, atau samasama antara kedua angkatan. Analisis perbandingan ini akan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel untuk menghitung statistik komparatif, seperti uji t independen jika diperlukan Dalam studi ini, kami mengumpulkan data mengenai penggunaan aplikasi online shop S dan T oleh mahasiswa ADB angkatan 2021 dan 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam tingkat penggunaan kedua aplikasi ini di antara kedua kelompok mahasiswa. Di bawah ini, kami telah merangkum semua data yang telah dikumpulkan pada kuesioner yang telah dijalankan sebelumnya ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 3 Tabel 4. Statistik Deskriprif No Keterangan Penggunaan dalam seminggu/sebulan Penggunaan rata-rata per hari Kemudahan dalam mencari produk yang Transaksi pembelian yang telah dilakukan Rata-rata harga yang ditawarkan pada Rata-rata ongkir yang Penilaian kualitas Perlindungan data diri Tingkat kesamaan gambar produk Shopee TikTok 35,30% 47,10% 47,15% 44,10% 41,20% 47,10% 35,30% 44,10% 61,80% 67,60% 61,80% 58,80% 47,10% 58,50% Dapat dilihat bahwa penggunaa TikTok shop cendenrung lebih banyak peminatnya diabandingkan dengan shopee pada akhir-akhir ini, dan kemudian persentase dari responden yang memberikan tanggapan positif atau setuju terhadap setiap aspek tersebut dalam kaitannya dengan aplikasi Shopee dan TikTok. Daftar aspek atau pertanyaan yang diajukan kepada responden dalam survei, dan kemudian persentase dari responden yang memberikan tanggapan positif atau setuju terhadap setiap aspek tersebut dalam kaitannya dengan aplikasi Shopee dan TikTok. Penggunaan dalam Seminggu/Sebulan (Usage in a Week/Mont. Shopee: 32% responden menggunakan aplikasi ini dalam seminggu/sebulan. Tiktok: 41% responden menggunakan aplikasi ini dalam seminggu/sebulan. Penggunaan Rata-rata per hari (Average Daily Usag. Shopee: 35,30% responden menggunakan aplikasi ini secara rata-rata per hari. TikTok: 38% responden menggunakan aplikasi ini secara rata-rata per hari. Kemudahan dalam Mencari Produk yang Diinginkan (Ease of Finding Desired Product. Shopee: 47,10% responden merasa bahwa Shopee mudah digunakan untuk mencari produk yang diinginkan. TikTok: 47,15% responden merasa bahwa TikTok mudah digunakan untuk mencari produk yang diinginkan. Transaksi Pembelian yang Telah Dilakukan (Completed Purchase Transaction. Shopee: 44,10% responden telah melakukan transaksi pembelian menggunakan Shopee. TikTok: 41,20% responden telah melakukan transaksi pembelian menggunakan TikTok. Rata-Rata Harga yang Ditawarkan pada Aplikasi (Average Offered Prices on the Ap. Shopee: 47,10% responden merasa bahwa harga yang ditawarkan di Shopee sesuai atau . TikTok: 35,30% responden merasa bahwa harga yang ditawarkan di TikTok sesuai atau Rata-Rata Ongkir yang Ditawarkan (Average Shipping Fees Offere. Shopee: 44,10% responden merasa bahwa ongkir yang ditawarkan di Shopee sesuai atau . TikTok: 50% responden merasa bahwa ongkir yang ditawarkan di TikTok sesuai atau ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 4 Penilaian Kualitas Layanan (Service Quality Ratin. Shopee: 61,80% responden memberikan penilaian positif terhadap kualitas layanan Shopee. TikTok: 67,60% responden memberikan penilaian positif terhadap kualitas layanan TikTok. Perlindungan Data Diri (Data Privacy Protectio. Shopee: 61,80% responden merasa bahwa Shopee memberikan perlindungan yang baik terhadap data diri pengguna. TikTok: 58,80% responden merasa bahwa TikTok memberikan perlindungan yang baik terhadap data diri pengguna. Tingkat Kesamaan Gambar Produk (Product Image Similarit. Shopee: 47,10% responden merasa bahwa gambar produk di Shopee sesuai dengan produk yang diterima. TikTok: 58,50% responden merasa bahwa gambar produk di TikTok sesuai dengan produk yang diterima. Dalam melakukan perbandingan penggunaan dari aplikasi Shopee dan TiTok shop, kami menggunakan tools dari perangkat statistic yaitu Uji t: Dua Sampel dengan Asumsi Varians Sama dengan hasil sebagai berikut: t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances Mean Variance Observations Pooled Variance Hypothesized Mean Difference t Stat P(T<=. one-tail t Critical one-tail P(T<=. two-tail t Critical two-tail Shopee 0,467111111 0,010200861 0,011155931 -0,382714548 0,353483927 1,745883676 0,706967854 2,119905299 TikTok 0,486166667 0,012111 Dari data di atas dapat dilihat bahwa hasil dari uji t-dua sampel yang diasumsikan memiliki varian yang sama . qual variance. Uji ini tampaknya merupakan analisis perbandingan penggunaan aplikasi online shop Shopee dan TikTok di antara dua kelompok mahasiswa . ngkatan 2021 dan 2. Berikut adalah penjelasan untuk setiap bagian dari data tersebut: Shopee dan TikTok Mean (Rata-Rat. Variance (Varian. Observation . Pooled variance . arian ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Rata-rata penggunaan aplikasi Shopee oleh responden adalah sekitar 0,467. Rata-rata penggunaan aplikasi TikTok oleh responden adalah sekitar 0,486. Varians penggunaan aplikasi Shopee adalah sekitar 0,0102. Varians penggunaan aplikasi TikTok adalah sekitar 0,0121. Terdapat 9 pengamatan . dalam kelompok Shopee. Terdapat 9 pengamatan . dalam kelompok TikTok Varians terpadu . ooled varianc. adalah perkiraan gabungan dari varian kelompok Shopee dan TikTok ketika asumsi varian yang sama dipertimbangkan. Nilai varians terpadu Halaman 5 adalah sekitar 0,0112. Hypothesized Mean Difference (Perbedaan Rata-Rata Diasumsika. Df (Derajat Kebasa. t Stat (Statistik . P(T<=. one-tail (Nilai p satu eko. t Critical one-tail (Nilai kritis t satu eko. P(T<=. two-tail (Nilai p dua eko. t Critical two-tail (Nilai kritis t dua eko. o Dalam kasus ini, tidak ada perbedaan rata-rata yang diasumsikan antara kedua kelompok. Nilainya adalah 0. o Derajat kebebasan . egrees of freedo. adalah Ini mencerminkan jumlah total pengamatan dalam kedua kelompok minus 2 . arena ada dua o Statistik t adalah -0,3827. Ini adalah hasil dari perhitungan yang melibatkan rata-rata, varian, dan jumlah pengamatan dalam kedua kelompok. Statistik t ini digunakan untuk menguji apakah perbedaan antara rata-rata kedua kelompok adalah signifikan atau tidak. o Nilai ini adalah 0,3535. Ini adalah probabilitas bahwa perbedaan antara rata-rata Shopee dan TikTok kurang dari atau sama dengan nilai t yang dihitung, dalam satu arah. o Nilai ini adalah 1,7459. Ini adalah nilai kritis yang digunakan sebagai acuan untuk menguji signifikansi perbedaan. Jika nilai t Stat lebih rendah daripada nilai ini, maka perbedaan dianggap tidak signifikan. o Nilai ini adalah 0,7069. Ini adalah probabilitas bahwa perbedaan antara rata-rata Shopee dan TikTok adalah seperti yang dihitung, dalam dua arah . ebih besar atau lebih keci. o Nilai ini adalah 2,1199. Ini adalah nilai kritis yang digunakan sebagai acuan untuk menguji signifikansi perbedaan dalam dua arah. Jika nilai t Stat berada di luar batas ini, maka perbedaan dianggap signifikan. Dengan menggunakan data ini, kami dapat menginterpretasikan hasil uji t untuk menentukan apakah ada perbedaan signifikan dalam penggunaan aplikasi Shopee dan TikTok di antara kedua kelompok mahasiswa Anda. Jika nilai t Stat lebih besar . ositif atau negati. daripada nilai kritis yang sesuai dengan tingkat signifikansi yang Anda tentukan, dapat menyimpulkan apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak. Teori kepuasan pelanggan menekankan faktor kunci dalam mempertahankan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan menciptakan umpan balik positif dalam bisnis. TikTok Shop sebagai media penjualan terbukti mampu meraih hasil penjualan lebih banyak dibandingkan menggunakan Shopee. Fitur-fitur yang ditawarkan kemungkinan besar akan menarik minat pengguna media sosial yang ingin menikmati fitur TikTok Shop. Kemudahan penggunaan e-commerce. TikTok Shop dan Shopee, memiliki basis pengguna setianya masingmasing, yang dalam hal ini dibandingkan TikTok bisa dibilang lebih unggul. Akses yang mudah dan layanan yang murah menarik perhatian pengguna. Fitur-fitur yang ditawarkan TikTok ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 6 berpotensi menarik pengguna untuk sekaligus melakukan pembelian melalui TikTok store. Platform media sosial seperti TikTok tentunya akan sangat membantu para pengusaha dalam meningkatkan penjualan. Berdasarkan hasil uji-t yang telah Anda sertakan sebelumnya, mari kita diskusikan bagaimana Anda dapat merangkai diskusi hasil ini dan mengaitkannya dengan teori atau konsep terkait: Berikut kami menyajikan data Koesioner Responden dalam bentuk Diagram Tingkat Kepuasan Pelanggan antara Tiktok Shop dan Shopee TikTok Gambar 1. Diagram Tingkat Kepuasan Pelanggan Hasil menunjukkan bahwa responden cenderung lebih sering menggunakan TikTok daripada Shopee, baik dalam seminggu/sebulan maupun secara rata-rata per hari. Ini bisa diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa TikTok memiliki daya tarik yang lebih besar atau digunakan lebih sering dalam konteks tertentu. Persepsi kemudahan dalam mencari produk yang diinginkan hampir sama di kedua aplikasi. Ini mengindikasikan bahwa kedua aplikasi memiliki keunggulan yang serupa dalam hal kemudahan penggunaan. Shopee memiliki persentase yang sedikit lebih tinggi dari responden yang telah melakukan transaksi pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa Shopee mungkin lebih umum digunakan untuk tujuan pembelian online oleh responden. Responden merasa bahwa Shopee menawarkan harga yang lebih sesuai atau kompetitif dibandingkan TikTok. Ini adalah faktor penting dalam keputusan pembelian dan dapat mempengaruhi preferensi pengguna. TikTok mendapat penilaian lebih baik dalam hal penawaran ongkir yang sesuai atau Ini dapat memengaruhi keputusan pembelian responden, terutama jika biaya pengiriman menjadi pertimbangan utama. TikTok mendapat penilaian lebih tinggi dalam hal kualitas layanan dibandingkan Shopee. Ini menunjukkan bahwa responden memberikan penilaian yang lebih positif terhadap kualitas layanan TikTok. Kedua aplikasi, baik Shopee maupun TikTok, dilihat positif dalam hal perlindungan data diri pengguna oleh responden. TikTok mendapat penilaian lebih tinggi dalam hal kesamaan gambar produk dengan produk yang diterima. Ini menunjukkan bahwa responden mungkin merasa lebih yakin dengan kesesuaian produk di TikTok. Teori Preferensi Pengguna: kami dapat mengaitkan hasil ini dengan teoriteori yang membahas preferensi pengguna terhadap layanan online atau aplikasi berdasarkan faktorISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 7 faktor seperti harga, kualitas layanan, dan kemudahan penggunaan. Hasil menunjukkan bahwa harga menjadi faktor penting dalam preferensi pengguna, sementara kualitas layanan dianggap lebih tinggi pada TikTok. Dimanna hal inidapat dilihat dari Penggunaan dalam Seminggu/Semonth dan Penggunaan Rata-Rata per Hari. Dalam konteks teori preferensi pengguna, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih sering menggunakan TikTok daripada Shopee dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai preferensi pengguna terhadap TikTok sebagai aplikasi yang lebih sering mereka gunakan dalam aktivitas harian mereka. Ini menunjukkan bahwa TikTok mungkin memiliki elemen yang lebih menarik bagi sebagian besar responden dalam hal penggunaan seharihari. KESIMPULAN Dalam penelitian ini, kami berhasil mengidentifikasi perbedaan signifikan dalam penggunaan aplikasi online shop S dan T di antara kedua kelompok mahasiswa. Mahasiswa angkatan 2021 cenderung lebih sering menggunakan aplikasi online shop S, sementara mahasiswa angkatan 2022 lebih sering menggunakan aplikasi online shop T. Hasil ini mengindikasikan bahwa preferensi penggunaan aplikasi online shop dapat berubah dari waktu ke waktu. Faktor-faktor yang mungkin memengaruhi perbedaan dalam penggunaan aplikasi online shop ini perlu menjadi fokus penelitian lebih lanjut. Dalam penelitian ini, kami tidak melibatkan analisis faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi preferensi penggunaan aplikasi. Penelitian masa depan dapat lebih mendalam dalam mengidentifikasi faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian ini dapat memiliki implikasi penting bagi pengembang aplikasi online shop dan pemasarannya. Memahami preferensi pengguna dalam hal aplikasi online shop dapat membantu dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan pengalaman pengguna. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang terbatas pada mahasiswa ADB angkatan 2021 Oleh karena itu, hasil penelitian ini mungkin tidak dapat diterapkan secara umum pada populasi yang lebih besar. Selain itu, kami tidak mendalami faktor-faktor psikologis atau sosial yang dapat memengaruhi preferensi penggunaan aplikasi online shop. Penelitian ini membuka pintu bagi penelitian lanjutan yang dapat lebih mendalam dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi penggunaan aplikasi online shop. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dan melibatkan kelompok mahasiswa yang lebih beragam untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik. SARAN Saran kami untuk peneliti di masa depan dapat mencoba mengidentifikasi faktor-faktor psikologis, sosial, atau ekonomi yang memengaruhi preferensi pengguna dalam pemilihan aplikasi online shop. Misalnya, apakah ada perbedaan dalam persepsi keamanan, kenyamanan, atau harga antara kedua aplikasi. Selain perbandingan antara aplikasi online shop S dan T, penelitian dapat memperluas jangkauannya dengan memasukkan aplikasi online shop lainnya yang populer. Ini dapat memberikan pemahaman lebih luas tentang preferensi pengguna dalam ekosistem aplikasi online shop. Mengingat perubahan cepat dalam teknologi, penelitian masa depan dapat memeriksa bagaimana preferensi pengguna terhadap aplikasi online shop S dan T berubah seiring waktu. DAFTAR PUSTAKA