TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Januari 2026, pp. 165 Ae 172 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 165 Optimalisasi Pembayaran Non-Tunai dengan QRIS: Peningkatan Efisiensi dan Keamanan UMKM Pendrikan Lor. Semarang Guruh Mulia Widayat*1. DC. Kuswardani2. Lusa Mara3. Ani Setyowati4 Universitas Semarang guruh@usm. id1, dhani_dc@yahoo. id2, lusa. mara@yahuu. com3,ani@usm. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 30-11-2025 Direview : 20-12-2025 Disetujui : 30-01-2026 Pembayaran non-tunai adalah salah satu strategi pemayaran melalui sarana eletronik berbasis internet. Pembayaran non tunai diadopsi pelaku bisnis untuk meningkatkan omset penjualan. Dengan adanya pembayaran non-tunai seperti QRIS pelaku usaha diyakini lebih efisien dan efektif karena transakasi bisnis lebih cepat dan efisien. Hal tersebut terjadi karena dengan pembayaran non tunai proses bisnis terjadi tanpa adanya ketergantungan terhadap uang tunai. Pengabdian masyarakat dilakukan oleh tim dari Universitas Semarang di wilayah Pendrikan Lor, kota Semarang. Kata Kunci Pembayaran Non-tunai. QRIS. UMKM. Pendrikan Lor. Semarang. PENDAHULUAN Kelurahan Pendrikan Lor, yang terletak di Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Provinsi Jawa Tengah, merupakan wilayah yang terdiri dari 6 Rukun Warga (RW) dan 43 Rukun Tetangga (RT), membentang dari timur ke barat. Secara geografis. Kelurahan Pendrikan Lor berbatasan dengan Kecamatan Semarang Utara di sebelah utara yang dipisahkan oleh rel kereta api. Di sebelah selatan, wilayah ini berbatasan dengan Kelurahan Pendrikan Kidul yang dipisahkan oleh Jalan Indraprasta. Batas timur adalah Kelurahan Sekayu yang dipisahkan oleh Jalan Imam Bonjol, sementara batas baratnya adalah Kali Banjir Kanal Barat. Kantor Kelurahan Pendrikan Lor beralamat di Jalan Indraprasta No. 05 Semarang. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 0,37 kmA dengan jumlah penduduk terbanyak, mencapai 359 jiwa dari 1. 569 KK. Sarana pendidikan formal di kelurahan ini mencakup 7 Sekolah Dasar, 2 SMP, dan 1 SMK, sedangkan fasilitas kesehatan yang tersedia adalah 1 poliklinik. Visi dan Misi Kelurahan Pendrikan Lor sejalan dengan Pemerintah Kota Semarang, yaitu: "Terwujudnya Kota Semarang yang Semakin Hebat berlandaskan Pancasila dalam Bingkai NKRI Yang Ber-Bhineka Tunggal Ika. " Untuk mencapai visi ini, dirumuskan lima misi, antara lain: . peningkatan kualitas SDM. peningkatan potensi ekonomi lokal dengan stimulus pembangunan industri, riset, dan inovasi. pemenuhan hak dasar dan e-ISSN: 2775-3360 kesejahteraan sosial. pembangunan infrastruktur berkualitas. reformasi birokrasi pemerintahan. Misi kedua, yang berfokus pada peningkatan ekonomi lokal, diwujudkan melalui program dukungan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kelurahan Pendrikan Lor. Sebagai salah satu kelurahan di Kecamatan Semarang Tengah yang kaya akan potensi ekonomi kreatif (Agustin et al. , 2023. Al, 2021. Hakim, 2024. Suci, 2. Pendrikan Lor memiliki banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Namun, sebagian besar pelaku usaha ini masih mengandalkan transaksi tunai, yang sering kali menghambat efisiensi dan Oleh karena itu, penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemudahan transaksi dan daya saing UKM (Chyntia et , 2025. Gainau et al. , 2024. Kurbani et al. , 2024. Listiyono et al. , 2024. Pratiwi, 2. Saat ini, metode pembayaran digital seperti QRIS telah menjadi alat yang efektif dalam mempercepat proses jual beli dan menjangkau pembeli yang lebih luas tanpa harus bergantung pada uang tunai. Strategi yang tepat dalam mengadopsi QRIS akan membantu pelaku usaha meningkatkan omset penjualan dan memperluas jangkauan pasar (Andhika et , 2025. Azzahroo & Estiningrum, 2021. Natsir et al. , 2023. Yuliati & Handayani, 2. Gambar. 1 Peta Lokasi Wilayah Kelurahan Pendrikan Lor Minimnya pemahaman pelaku usaha tentang pemanfaatan pembayaran non-tunai QRIS menjadi latar belakang bagi tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang untuk menyelenggarakan kegiatan di Kelurahan Pendrikan Lor. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu penggerak PKK sebagai pelaku usaha, dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan yang memajukan UKM di kelurahan tersebut. Pemilihan mitra dari ibu-ibu PKK ini didasarkan pada harapan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyebarkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran modern. Kegiatan PkM ini menargetkan 35 orang yang dipilih melalui rekomendasi dari ketua tim penggerak PKK Kelurahan Pendrikan Lor, dengan tujuan utama memberikan pencerahan kepada pelaku usaha dalam mengoptimalkan penggunaan pembayaran non-tunai QRIS untuk produk mereka. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Gambar. 2 Perkembangan Pembayaran dari Tunai ke QRIS Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Kelurahan Pendrikan Lor, ditemukan kendala utama yang dihadapi para pelaku UKM. Mereka masih banyak yang mengandalkan transaksi tunai, sehingga menghambat keamanan dan efisiensi transaksi. Metode konvensional ini berisiko tinggi terhadap kehilangan uang dan memperlambat proses jual beli, serta kurang mendukung operasional usaha yang lebih modern. Tabel 1. Jumlah Pelaku UKM Pendrikan Lor Pelaku UKM Kelurahan Pendrikan Lor Pelaku UKM yang Menggunakan QRIS 108 Pelaku UKM 55 Pelaku UKM Jumlah UKM yang belum Menggunakan QRIS 53 Pelaku UKM Sumber: Kelurahan Pendrikan Lor 2025 Berdasarkan data kondisi UKM di Kelurahan Pendrikan Lor menunjukkan adanya digital gap yang cukup signifikan. Meskipun sekitar 51% pelaku UKM sudah mulai mengadopsi QRIS, masih ada hampir separuhnya . %) yang tertinggal dalam ekosistem pembayaran digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha, yaitu minimnya pemahaman mereka tentang penggunaan metode pembayaran modern. Banyaknya transaksi tunai menyebabkan kurangnya efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi (Azzahroo & Estiningrum, 2021. Gainau et al. , 2024. Hadion Wijoyo, 2020. Kamil et al. , 2022. Natsir et al. , 2. METODE Metode pendekatan merupakan sebuah cara sistematis yang digunakan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Metode menurut KBBI adalah cara teratur yang digunakan dalam sebuah pekerjaan. Transfer ilmu pengetahuan dari tim pelaksana program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang melalui tahapan melihat, mendengar, memahami, mencoba mempraktekan dan menyampaikan dengan sederhana melalui bahasa yang mudah difamahi. Adapun tahapan tersebut dimulai dengan berbagai proses sebagai berikut: Focus group discussion (FGD). FGD dilakukan sebelum kegiatan akan dimulai, sehingga ada koordinasi antara tim pengabdian dengan mitra. Kemudian tim pengabdian akan menyampaikan materi tentang pembayaran non tunai dengan QRIS. Pengarahan Pengarahan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan materi program kegiatan pengabdian secara teori yang dipaparkan diskusi atau pemaparan kepada mitra usaha. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Demontrasi. Pada kegiatan demontrasi, tim pelaksana akan menyampaikan materi melalui praktek tentang cara membuat dan menyusun laporan keuangan secara sederhana dan mudah dipahami. Tanya Jawab. Tanya jawab merupakan bagian dari acara kegiatan untuk memecahkan permasalahan agar kesulitan mitra dapat terpecahkan. Gambar 3. Tahapan kegiatan Pegabdian kepada Masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dipimpin oleh Guruh Mulia Widayat. SE. MM. selaku ketua tim, dengan anggota Dr. Dc Kuswardani. MM. Lusa Mara. SE. MM. dan Dr. Ani Setyowati. SE. Si. Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi USM. Marcellino Valent Gusna dan Sabilla Syabrina Josivo, turut terlibat dalam mempersiapkan materi maupun pendampingan peserta. Pelatihan juga menghadirkan kolaborasi dari Bank Mandiri Cabang Mpu Tantular, melalui perwakilan Sugeng Puji Widodo. Yohana Putri Laksana. Gregorius Rully Hanggara, serta Alfian Hadiek, yang merupakan alumni USM. Materi pencerahan disampaikan dengan metode ceramah, dialog interaktif, dan simulasi praktik . ands-on practic. agar tujuan pengabdian kepada masyarakat, yaitu peningkatan literasi keuangan digital dan adopsi QRIS, dapat tercapai. Aula Kantor Kelurahan Pendrikan Lor digunakan sebagai sarana utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, memastikan pelaksanaan berjalan efektif dan kondusif bagi seluruh peserta. Pencerahan difokuskan kepada para pelaku usaha yang diwadahi dalam Tim Penggerak PKK. Mereka dihadirkan dalam sesi interaktif yang secara mendalam membahas dasar-dasar sistem pembayaran non-tunai, tata cara penggunaan QRIS, dan pentingnya efisiensi serta keamanan transaksi digital. Langkah awal sebelum penguatan materi adalah melakukan observasi wilayah sebagai sasaran Tim PkM Magister Manajemen Universitas Semarang untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman pelaku UKM tentang QRIS. Diskusi intensif dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Pendrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang merupakan upaya krusial Tim PkM untuk memperoleh informasi riil mengenai hambatan adopsi QRIS di lapangan, sehingga materi yang disampaikan dapat tepat sasaran. Materi inti mencakup prosedur pendaftaran merchant QRIS, simulasi transaksi pembayaran yang aman dan bebas risiko penipuan, dan manfaat dari cashless transaction untuk mendukung pencatatan keuangan usaha. Langkah terakhir yang dilakukan Tim PkM adalah menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat agar dapat TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 diikuti secara efektif oleh Tim Penggerak PKK, khususnya pelaku usaha yang menjadi sasaran Pelaksanaan kegiatan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Magister Manajemen Universitas Semarang pada tanggal 27 November 2025 dimulai pukul 09. 00 sampai dengan 15 WIB. Tahapan kegiatan diawali sambutan oleh R. Wisnu Effendy. ,M. selaku Lurah Pendrikan Lor Semarang, kemudian pemberian materi oleh Guruh Mulia Widayat. ,M. dengan memberikan penjelasan mendalam mengenai Optimalisasi Pembayaran Non-Tunai dan Peningkatan Keamanan Transaksi, melalui ceramah dengan bantuan media presentasi LCD, dan Praktik langung didampingi serta dibantu oleh Bank Mandiri Cabang Mpu Tantular, melalui perwakilan Sugeng Puji Widodo. Yohana Putri Laksana. Gregorius Rully Hanggara, serta Alfian Hadiek, yang merupakan alumni USM. Tabel 2. Perubahan Setelah Pengabdian Unsur Pengetahuan Pembayaran Non Tunai QRIS Penyampaian dan penyerapan informasi menggunakan pembayaran non tunai QRIS Sebelum Setelah pencerahan Memiliki pengetahuan dan mau memahami pembayaran tunai Penuh kesadaran mau memahami pentingnya menggunakan QRIS Sumber : tim PkM, 2025 Sambutan Lurah Pendrikan Lor Semarang dan peserta diberikan penjelasan secara pentingnya memahami transformasi transaksi yang beralih dari pembayaran konvensional . ke pembayaran non-tunai . dengan mendaftarkan merchant QRIS, mengisi data usaha yang valid, mempraktikkan simulasi pembayaran QRIS, serta menyusun alur konfirmasi transaksi yang efektif. Gambar 4. Kegiatan Tim Pengabdian Universitas Semarang di Lokasi Mitra Pengabdian TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Evaluasi dan monitoring dilakukan Tim PkM setelah pencerahan, melalui ruang diskusi dan tanya jawab, yang berkaitan dengan pengalaman peserta saat mendaftarkan QRIS, tantangan teknis yang dihadapi, dan feedback untuk perbaikan program di masa Evaluasi awal menunjukkan bahwa peserta mulai memahami karakteristik transaksi non-tunai dan menunjukkan komitmen menerapkan QRIS dalam operasional usaha mereka untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi produk mereka. Secara umum, realisasi program ini menegaskan harapan bahwa melalui optimalisasi sistem pembayaran non-tunai QRIS. UKM di Kelurahan Pendrikan Lor tidak hanya menguasai mekanisme transaksi digital, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan keuangan usaha mereka. Upaya ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan akuntabilitas usaha dan kesejahteraan pelaku UKM serta komunitas setempat. Sebagai apresiasi, peserta pencerahan diberikan doorprize. Gambar 5. Kegiatan Diskusi dan Tanya Jawab Sasaran utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) yang aktif dalam kegiatan Tim Penggerak PKK Kelurahan Pendrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada temuan awal yang menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki potensi usaha yang signifikan namun masih menghadapi kendala utama dalam modernisasi sistem pembayaran. Melalui kegiatan PkM ini, sasaran yang ingin dicapai adalah menanamkan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para pelaku UKM agar mampu: A Mengidentifikasi manfaat dan prosedur keamanan dari sistem pembayaran nontunai, khususnya QRIS. A Mengimplementasikan QRIS sebagai salah satu opsi pembayaran di tempat usaha mereka untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar. A Mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai, sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan keamanan dalam pencatatan keuangan harian. Sasaran ini sangat krusial mengingat status Kelurahan Pendrikan Lor sebagai wilayah yang tengah didorong oleh pemerintah kota untuk bertransaksi secara digital. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya pada peningkatan kapasitas pelaku UKM dalam bertransaksi secara digital, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi lokal di Kelurahan Pendrikan Lor. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian finansial dan keberlanjutan usaha kecil menengah dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Outcome (Dampak Jangka Pendek dan Menenga. Outcome kegiatan merupakan dampak perubahan yang terjadi pada mitra setelah mereka berinteraksi dengan program PkM, antara lain: Peningkatan Pemahaman Teknis: Terjadi peningkatan signifikan . erukur melalui post-tes. dalam pemahaman mitra mengenai prosedur teknis dan manfaat QRIS, yang sebelumnya menjadi hambatan utama. Mitra kini mampu membedakan QRIS dari metode pembayaran digital lainnya dan memahami cara kerjanya. Perubahan Perilaku Transaksi: UKM mitra menunjukkan perubahan perilaku nyata dengan mengadopsi dan memanfaatkan QRIS sebagai alternatif pembayaran. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan penghitungan uang tunai, dan menyediakan data transaksi digital yang lebih akurat untuk pencatatan sederhana. Peningkatan Keamanan Usaha: Mitra kini memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap keamanan transaksi digital, meminimalkan potensi kerugian akibat penipuan atau uang palsu yang sering menyertai transaksi tunai. Outcome ini secara langsung mendukung tujuan PkM dalam menciptakan transaksi yang lebih Peningkatan Potensi Pasar: Dengan menyediakan opsi pembayaran non-tunai. UKM mitra memperluas jangkauan pasar dan memenuhi ekspektasi konsumen modern yang cenderung memilih transaksi digital. Hal ini menjadi modal awal bagi peningkatan daya saing usaha mikro di Kelurahan Pendrikan Lor. KESIMPULAN Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Optimalisasi Pembayaran Non-Tunai dengan QRIS untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Transaksi Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) Di Kel. Pendrikan Lor Kec. Semarang Tengah Kota Semarang berhasil memberikan pemahaman dan peningkatan kesadaran kepada pelaku UKM mengenai pentingnya mentransformasi transaksi tradisional menjadi sistem pembayaran digital yang efisien dan aman. Selain itu, para pelaku usaha mampu memahami prosedur QRIS untuk keamanan dan adopsi teknologi. Dengan adanya pengabdian dari tim Universitas Semarang mitra UMKM secara teknis memahami transaksi berbasis non tunai, sehingga mitra lebih bisa fokus mengembangkan usaha dan meningkatkan omset penjualannya. Saran yang dapat diberikan untuk memperkuat hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang QRIS dan keuangan digital adalah pendampingan berkelanjutan Implementasi QRIS sebaiknya diikuti dengan program pendampingan secara berkala untuk memastikan bahwa UKM benar-benar mampu menerapkan QRIS dalam pencatatan keuangan sederhana dan mengelola laporan transaksi digital dalam operasional bisnis mereka. Selanjutnya, peningkatan Integrasi Teknologi Keuangan seperti aplikasi pencatatan keuangan terintegrasi dengan data transaksi QRIS, guna mencapai efisiensi pelaporan yang lebih luas. Bolaborasi dengan Stakeholder Keuangan Kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), bank-bank penyedia QRIS, dan komunitas bisnis untuk memberikan akses terhadap pelatihan lanjutan, bantuan registrasi merchant QRIS Pro, serta informasi terbaru mengenai regulasi pembayaran non-tunai. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 DAFTAR PUSTAKA