AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia cetak DOI : 10. 35931/am. ALQURAoAN DAN HADIS DALAM PANDANGAN ORIENTALIS: STUDI PEMIKIRAN IGNAZ GOLDZIHER Ahlal Kamal Universitas Islam An Nur Lampung Ahlal. pkl@gmail. Muhammad Hendri Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin hendrimuhammad196@gmail. Sandy Aulia Rahman Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin sar@gmail. Abstrak Kajian orientalis dalam meninjau AlqurAoan dan Hadis tidak terlepas dari konteks sejarah yang melibatkan kolonialisme, misionarisme, dan imperialisme. Meskipun memiliki cara dan pendekatan yang berbeda, ketiga unsur ini saling melengkapi dengan tujuan yang sama, yaitu melemahkan Islam. Pemikiran para orientalis sering kali bertentangan dengan pemahaman umat Islam pada umumnya, dan sering kali terkesan merendahkan agama Islam. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa Islam tidak dapat dipahami sematamata sebagai agama yang negatif. Para orientalis, dalam usahanya untuk menjustifikasi pandangan mereka, sering kali menggunakan data sejarah yang bertentangan dengan referensi yang disajikan oleh sejarawan Muslim. Salah satu bentuk penyimpangan yang mereka lakukan adalah dengan menggunakan riwayat Hadis yang lemah yang belum disaring dalam referensi Islam. Riwayat tersebut kemudian dijadikan dasar utama, sementara riwayat lain yang lebih kuat diabaikan, yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan pemahaman terhadap ajaran Islam. Dalam kajian ini, peneliti memfokuskan pada pandangan Ignaz Goldziher, seorang orientalis asal Hungaria. Meskipun Goldziher merupakan seorang orientalis, pemikirannya memberikan kontribusi besar dalam memahami agama Islam dengan cara yang berbeda. Menurut Goldziher. Islam bukanlah agama yang sepenuhnya murni, melainkan agama yang mampu menyerap unsur-unsur dari agama lain dan membungkusnya dengan rapi melalui narasi sejarah. Kata kunci: Orientalis. Ignaz Goldziher. Kajian Pemikiran Abstract Orientalist studies in reviewing the Qur'an and Hadith cannot be separated from the historical context involving colonialism, missionaryism, and imperialism. Although they have different methods and approaches, these three elements complement each other with the same goal, namely to weaken Islam. Orientalist thinking often contradicts the understanding of Muslims in general, and often seems to belittle Islam. However, history also shows that Islam cannot be understood solely as a negative religion. Orientalists, in their efforts to justify their views, often use historical data that contradicts the references presented by Muslim historians. One form of deviation they do is by using weak Hadith narrations that have not been filtered in Islamic references. These narrations are then used as the main basis, while other stronger narrations are ignored, which results in a deviation in understanding Islamic teachings. In this study, the researcher focuses on the views of Ignaz Goldziher, an orientalist from Hungary. Although Goldziher was an orientalist, his thoughts made a major contribution to understanding Islam in a different way. According to Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher Goldziher. Islam is not a completely pure religion, but rather a religion that is able to absorb elements from other religions and wrap them neatly through historical narratives. Keywords: Orientalist. Ignaz Goldziher. Study of Thought PENDAHULUAN Al-Qur'an dengan tegas menyatakan bahwa kaum Yahudi dan Kristen tidak akan pernah berhenti berusaha, dengan segala cara, untuk membuat Islam tunduk dan mengikuti ajaran agama Ketidaksukaan mereka terhadap Islam mendorong mereka untuk menggugat dan mempersoalkan hal-hal yang telah mapan dalam ajaran Islam, dengan tujuan menimbulkan keraguan terhadap kebenaran yang sahih. Dalam menjalankan misinya, mereka sering kali menyamar sebagai ahli dalam berbagai disiplin ilmu seperti bahasa, sejarah, agama, dan tamadun Timur, baik yang dekat maupun yang jauh. Strategi ini mereka gunakan untuk memudahkan pengaruh mereka terhadap umat Islam. Salah satu motivasi utama para orientalis dalam mempelajari Islam berasal dari kekecewaan mendalam yang mereka alami terhadap agama mereka sendiri, terutama terkait dengan otentisitas kitab suci mereka. Bible. Ketika mereka mulai meragukan keaslian Bible yang mereka pegang, rasa pahit dari keraguan tersebut semakin diperparah oleh bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Bible telah tercampur oleh tangan manusia. Hal ini mengakibatkan sulitnya membedakan mana wahyu yang benar-benar asli dan mana yang telah diubah oleh manusia. Kondisi ini menimbulkan rasa cemburu yang besar di kalangan Yahudi dan Kristen terhadap Al-Qur'an, yang mereka lihat sebagai kitab suci yang tetap otentik dan tidak tercampur oleh tangan manusia. Cemburu ini memicu semangat di kalangan orientalis untuk mencari-cari celah dalam ajaran Islam dan mengusik kebenaran Al-Qur'an. Mereka berupaya keras untuk mendiskreditkan Islam, menggunakan pendekatan akademis dan ilmiah sebagai kedok untuk menyebarkan pandangan mereka yang tendensius. Upaya mereka tidak hanya terbatas pada kritik terhadap AlQur'an dan Hadis, tetapi juga mencakup seluruh aspek ajaran Islam, termasuk sejarah dan kebudayaan Muslim. Jerih payah para orientalis dalam menggugat dan mempersoalkan Islam telah memberikan dampak yang signifikan. Hingga saat ini, banyak pandangan negatif tentang Islam yang sebenarnya berakar dari propaganda dan karya-karya mereka. Pandangan-pandangan tersebut sering kali bersifat tendensius, kabur, dan penuh prasangka, sehingga menghasilkan pemahaman yang salah dan menyesatkan tentang Islam. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada dunia Barat, tetapi juga telah menyusup ke dalam pikiran sebagian umat Islam sendiri, yang mulai meragukan kebenaran ajaran mereka. Syamsuddin Arif. Orientalis dan Diabolisme Pemikiran, (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. Qasim Assamurai. Bukti-Bukti Kebohongan Orientalis, (Jakarta: Gema Insani Press, 1. , hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher Sikap dan upaya para orientalis ini menunjukkan bahwa kajian mereka terhadap Islam tidak sepenuhnya didorong oleh keinginan untuk memahami atau mendekati kebenaran, melainkan lebih sebagai bagian dari agenda yang lebih besar untuk melemahkan Islam dari dalam. Melalui pendekatan ilmiah yang tampak objektif, mereka sebenarnya berupaya untuk merusak fondasi keimanan umat Islam, dengan harapan bahwa keraguan yang mereka ciptakan akan mengarah pada penurunan komitmen umat terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk memahami latar belakang dan motif di balik kajian-kajian orientalis, agar dapat mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi tantangan ini. Memahami bagaimana orientalis membingkai dan mendekati ajaran Islam juga akan membantu umat Islam dalam memperkuat keyakinan mereka dan mencegah pengaruh negatif dari pandangan-pandangan yang tendensius tersebut. METODE PENELITIAN Sesuai penelusuran pembahasan, maka penelitian ini lebih berfokus pada metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif sehingga pokok pembahasan masalah yang diteliti menggunakan analisis yang didapatkan dari sumber-sumber seperti dokumen serta peninggalan sejarah. Penelitian kualitatif juga bersifat naturalistik karena situasi lapangan penelitian bersifat natural atau wajar, sebagaimana adanya, tanpa dimanipulasi, diatur dengan eksperimen atau test. Dalam kajian penelitiannya, jurnal ini menggunakan kajian teknik pengumpulan data dari sumber-sumber kajian pustaka mulai dari buku, artikel dan dokumen. Sedangkan dalam menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan penelitian tokoh untuk mencapai sebuah pemahaman yang komprehensif tentang pemikiran, gagasan, konsep dan teori dari seseorang tokoh yang dikaji. Dengan menggunakan metode penelitian tokoh maka pemikiran dari tokoh tersebut akan tempak terlihat jelas bagaimana pemahamannya dalam memahami sesuatu kajian tertentu. Sedangkan untuk memfokuskan pemikirannya maka peneliti lebih mencermati dan menganalisis aspek kontruksi pemikirannya tentang suatu kajian masalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Ignez Goldziher Ignez Goldziher adalah seorang Yahudi yang lahir di Hungaria 22 Juni 1850 -13 November 1921, ia adalah seorang cendekiawan Islam asal Hongaria. Bersama dengan Theodor Noldeke dari Jerman dan Christian Snocuk Hurgronje dari Belanda. Goldziher terlatih dalam bidang pemikiran Pupu Saeful Rahmat. AuPenelitian KualitatifAy, dalam Jurnal Equilibrium. Vol. No. 9 Juni 2009. Abdul Mustaqim. AuModel Penelitian Tokoh dalam Teori dan ImplikasiAy, dalam Jurnal Studi IlmuIlmu Al-QurAoan dan Hadis. Vol. No. Juli 2014, hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher sejak usia 5 tahun. Goldziher mampu membaca teks bibel AyasliAy dalam bahasa Ibran. Pendidikan S1-nya bermula pada usia 15 tahun di Universitas Budapest. Hungaria. Pada tahun 1871. Goldziher masih berusia 16 tahun ia sukses mempelajari manuskrip-manuskrip Arab di Leiden dan Wiena. Goldziher juga terpilih sebagai anggota pertukaran pelajar dengan melakukan ekspedisi dikawasan Timur Tengah dan menetap di Kairo. Selama di Kairo ia sempat bertukar kajian di Universitas alAzhar, kemudian pergi ke Palestina dan Suriah. 5 Goldziher menyimpan catatan pribadi tentang refleksi, catatan perjalanan, dan catatan hariannya. Jurnal ini kemudian diterbitkan dalam bahasa Jerman sebagai Tagbuch. Terlepas dari kecintaannya pada Islam. Goldziher tetap menjadi seorang Yahudi yang taat sepanjang hidupnya. Ikatan pada iman Musa ini tidak biasa bagi seorang pria yang mencari karier akademis di Eropa pada akhir abad ke- 19. Fakta ini penting dalam memahami Dia melihat Islam melalui mata seseorang yang menolak untuk berasimilasi ke dalam budaya Eropa kontemporer. Kenyataanya, terlepas dari kecintaannya pada Islam, ia memiliki sedikit kasih sayang, jika tidak langsung mencemooh, terhadap kekristenan Eropa. Sebagai seorang mualaf, dia akan mudah menerima penunjukan Universitas sebagai profesor penuh tetapi dia Selama tinggal di Kairo banyak musibah yang menimpanya, mulai dari kematian ayahnya, perekonomian keluarganya yang mengkhawatirkan karena bisnisnya bangkrut, sampai perasaanya sebagai pejabat di departement pendidikan yang membuatnya bimbang dengan reputasi ilmiahnya di masa yang akan datang. Akan tetapi, reputasi ilmiahnya ternyata malah melonjak tinggi. Setelah mempublikasikan hasil penelitiannya yang sangat memuaskan peserta rapat di akademi kerajaan di Vienna, ia telah memulai dirinya untuk diakui dunia sebagai guru besar orientalis dan peletak pertama pengkajian Islam modern di Eropa. Ia menulis banyak karya tentang studi Islam. Ia menulis misalnya. Muhammedanisnche Studien (Studi pengikut Muhammad, 2 jilid, 1889-1. Die Riechtungen der Ikoranauslegung (Mazhab-Mazhab tafsir dalam Islam. Leiden, 1. dan masih banyak lagi karya lainnya. Diluar negeri dia juga menjadi anggota kehormatan dari akademiakademi, delapan perkumpulan orientalis, tiga perkumpulan sarjana luar negeri. Tahun1904, ia dianugerahi gelar Doktor dalam bidang kesusastraan oleh Universitas Cambridg, dan gelar LL. dari Universitas Aberdeen Skotlandia. Sebagai seorang orientalis yang gigih, ia berusaha Islam pemikiran-pemikiran membahayakan bagi umat Islam, seperti menggoyang kebenaran hadits Nabi Muhammad SAW. Idri. Hadi dan Orientalis, (Depok: Kencana, 2. , hlm. Siti Ana Mariyam. AuStudi Pemikiran Ignaz Goldziher Tentang Perkembangan Tafsir Bi Al-MatsurAy S kripsi (Jakarta: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Syarif, 2. , hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher maka karya-karyanya sangat berbahaya, terutama berita kebohongan dan kebodohan yang dapat menciptakan permusuhan terhadap Islam. Setelah mengenal biografi tokohnya secara lebih jelas, maka kami akan menjelaskan lebih jauh mengenai pemikirannya. Pemikiran Goldziher ternyata memang berdampak sangat luas terhadap seluruh kajian-kajian tentang Islam. Pengaruhnya bukan saja di kalangan orientalis saja melainkan juga di kalangan pemikir muslim. Selain itu, kajian tentang hadits sangat dikenal oleh kalangan pemikir muslim mengingat dalam pemikiran tersebut Goldziher meragukan isi hadits dengan segala teoriya yang ia gunakan. Menurut Muhammad Mustafa Azami. Goldziher sendiri barangkali adalah oreintalis yang melakukan kajian tentang hadits. Baru kemudian disusul oleh orientalis-orientalis yang lainnya seperti J. Schacht. Juynboll dan lain-lain. Ignaz Goldziher berkesimpulan bahwa apa yang disebut hadits itu diragukan orientisitasnya sebagai sabda Nabi SAW dan dia menuduh bahwa penelitian hadits yang dilakukan oleh ulama klasik tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena kelemahan metodenya. Hal itu karena ulama lebih banyak menggunakan metode kritik sanad dan kurang menggunakan kritik matan. Permasalahan tersebut terus berlanjut. Goldziher terus menggempar para pemikir muslim dengan terus meragukan hadits yang dianggapnya kurang efektif dengan kritik sanad yang digunakan saat diragukan kebenarannya secara ilmiah. Goldziher merupakan tokoh yang menjadi fondasi dasar kajian Islam di Barat dalam bidang sejarah, terutama perkembangan Islam awal, bidang hadits juga bahasa Arab, sastra . , tafsir, teologi, . dan hokum . Hal inilah yang melatarbelakangi sebuah karya Muhammad Mustafa Azazi tentang hadits Nabawi dan sejarah kodifikasinya, yaituiamenyyanggahpendapat-pendapat para orientalis dengan mendiskusikannya secara ilmiah, dengan menangkis kepalsuan-kepalsuan mereka dan mengkritik pendapat-pendapat mereka dengan argumen yang kuat, serta meruntuhkan sumber-sumber yang lemah, yang dijadikan pegangan oleh Kajian Pemikiran Orientalis Ignaz Goldziher Ignaz Goldziher merupaka seorang sejarawan orientalis yang sangat paham akan ilmu tentang Islam. Tidak hanya hal tesebut. Goldziher juga meneliti Islam sangat mendetail mulai dari sejarah perkembangan Islam, mempelajari tafsir dari berbagai ulama-ulama terkemukaka Islam serta literatur sejarah yang sudah ada dan masih banyak lagi. Berikut akan dibahas bagaimana kajian pemikiran orientalais Goldziher terhadap agama Islam. Wisnu Saputra. AuBiografi Ignaz Goldziher I Berita RakyatAy dalam https://wisnoezone. diakses pada 14 Januari 2015. Syamsuddin Arif. Orientalis dan Diabolisme Pemikiran, hlm. Inama Anusantari. AuPerspektif Orientalis Dalam Mengkaji Hadits dan Bantahan Kaum Muslim: Perspektif Ignez Goldziher. Joseph Franz Schacht dan Mustafa AzamiAy, dalam Jurnal Studi Hadis. Vol. No. 1 2020, hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher Al-QurAoan dan Tafsir Pandangan Ignaz Goldziher terhadap Al-QurAoan dan Tafsir dikatakan buruk sebab ia berpendapat bahwa keduanya hanya digunakan sebagai alat bagi umat Islam untuk dijadikan senjata ampuh dalam melawan musuh-musuh dan isi dari kandungan Al-QurAoan bukanlah petunjuk yang benar. Demikianlah Goldziher yang mempunyai strategi cukup baik untuk menghancurkan umat Islam. Dengan arguman bahwa Al-QurAoan telah mengcopy paste ajaran romawi, kemudian Goldziher juga mengatakan bahwa Al-QurAoan merupakan hasil ciptaan karya Nabi Muhammad saw. strategi yang dilakukannya menggunakan pendekatan sejarah, yang secara tidak langsung Goldziher banyak mengomentari tentang sejarah bahkan kisah-kisah dalam Al-QurAoan. Usaha dari pernyataan tersebut juga dikuatkan dalam karyanya pada buku Mazhab Tafsir yang menjelaskan sekte-sekte keagamaan dalam menafsirkan Al-QurAoan. Sedangkan dalam memandang tafsir. Goldziher berpendapat bahwa keberadaan tafsir semata-mata sebagai bias kepentingan teks suci Al-QurAoan yang menjadi salah satu aliran keagamaan tertinggi bagi agama Islam. Bahkan dari beberapa golongan aliran mazhab mengklaim bahwa kebenaran Allah adalah suatu bukti yang tidak bisa diganggu gugat. Namun, pada kenyataannya tafsir memiliki beragam corak serta mengalami perkembangan dan bahkan Penggunaan Istilah Hadits Ignez Goldziher adalah seorang tokoh orientalis yang gencar mengkritik hadits. Dalam pandangannya hadits dikatakan sebagai berita yang berlaku di kalangan kelompok penganut kerohanian, catatan sejarah baik sekunder maupun keagamaan dari masa ke masa. 11 Ia memberikan interprets terminology tentang hadits sebagai sebuah cerita dan komunikasi, yang dipahamkan tidak hanya berlaku untuk kehidupan yang bersifat religius sebagai sebuah hadits, akan tetapi dalam pemahamannya hal tersebut bermaksud informasi historis, baik yang sekuler maupu religius, baik yang terjadi di masa lalu maupun pada waktu tertentu. Lebih lanjutnya Ignez Goldziher memberikan pandangan pada hadits yakni sebagai suatu jalan yang berhubungan dengan penerapan subjek cerita sehingga bisa dikatakan hadits adalah contoh yang akan selalu diceritakan oleh generasi selanjutnya. Dalam pemahamannya mengenai hadits maka Ignez Goldziher menginginkan adanya perluasan dalam bidang komunikasi dan ruang hadits dengan mengembalikan makna itu ke maAona wadlAoiyyah. Selama pencarian akar dari kata hadits. Ignez Goldziher dipercaya tidak Muhammad Zamri. AuKritik Terhadap Pemikiran Ignaz GoldziherAy. Skripsi (Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2. , hlm. Ahmad Isnaeni. AuPemikiran Goldziher dan Azami Tentang Penulisan HadisAy, dalam Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam. Vol. 6 No. Desember 2012, hlm. Rohmansyah. AuHadits dan Sunnah dalam Perspektif Ignaz GoldziherAy, dalam Jurnal Ulul Albab. Vol. No. 2, 2015, hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher menginginkan adanya penghubungan dengan keagamaan. Maka tidak salah lagi Ignez Goldziher mengungkapkan bahwa hadits telah mengalami pergeseran dalam konteks makna kata. Dalam skeptisisme Ignez Goldziher muncul dan menemukan fakta bahwa ada berbagai proses lama dengan munculnya banyak hadits. Dengan berbagai argumen yang ia kuatkan akhirnya munculah pernyataan orientalis dari Ignez Goldziher karena ia beranggapan bahwa Hadits bukanlah dokumen historis tentang pertumbuhan Islam, tetapi hanya refleksi dari kecenderungan yang muncul dalam suatu komunikasi selama perkembangan Islam. Hal yang membuat kuatnya pernyataan tersebut juga dibuktikan oleh pernyataan Ignez Goldziher bahwa Aubagian terbesar dari suatu hadits tidak lain adalah hasil perkembangan Islam pada abad I dan II, baik dalam bidang keagamaan, politik dan sosialAy. Pernyataan tersebut bukanlah suatu kebenaran bahwa hadits merupakan dokumen Islam yang ada pada masa dini, melainkan pengaruh dari perkembangan Islam pada masa AukematanganAy. Hal ini pun membuktikan bahwa Ignez Goldziher percaya bahwa hadits dibuat oleh para sarjana dari abad pertama dan kedua Hijriyah. Nabi Muhammad Sebagai Pelopor Pembawa Islam Dalam pandangannya Ignez Goldziher mengira bahwa Nabi Muhammad saw telah menerima ajaran dari unsur agama Kristen pada umumnya yang melalui jalan tradisi serta bidAoah yang bertebaran di dalam Gereja Timur. Dengan jalan bidAoah dalam Gereja Timur maka Nabi Muhammad mendapatkan pemberitaan suci. Pada pandangan yang lain Goldziher mengira Nabi Muhammad memperoleh hubungan-hubungan lahiriah dalam urusan perdagangan ketika ia masih belum diangkat sebagai Rasul. Kemudian hal tersebut diperkuat oleh agama Yahudi dan Kristen yang menyediakan pokok dan takaran yang sama. Lima unsur pokok yang dimaksud ialah Rukun Islam yang sudah diperkenalkan oleh Nabi pada periode Makkah dan juga pada yang pastinya pada periode Madinah. Jadi, menurut Goldziher, unsur-unsur yang ada dalam Al-QurAoan sebenarnya banyak menyerap unsur atau tradisi agama sebelumnya. Hal tersebut dikuatkan lagi dengana adanya ekspansi perluasan umat Islam, inilah yang mengindikasikan bahwa hadirnya Islam ternyata belum mampu menjawab segala problematika yang ada karena penyempurnaan baru ada setelah diperoleh hasil ijtihad generasi selanjutnya. Dalam kejadian tersebut Goldziher menyebutkan 5 rukun yang mampu menjadi penyangga perkembangan agama Islam atau yang sering disebut dengan rukun Islam. Rukun itu mulai tampak pada periode Mekah, akan tetapi di Madinah lah yang terbentuk secara pasti. Adapun rukun yang dimaksudkan oleh Ignez Goldziher ialah: Aramdhan Kodrat Permana. AuDiferensiasi Sunnah dan Hadis dalam Pandangan Ignaz GoldziherAy, dalam Jurnal at-Tadbir. Vol. No. Juli 2019, hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher Pernyataan berimah terhadap Allah SWT yang tunggal dan pengakuan atas Muhammad utusan Allah. Menegakan shalat . ang dimulai dari pengajian sebagai petunjuk adanya hubungan dengan tradisi agama Kristen Timur serta FiAoil yang menyertainya seperti sujud, membasuh diri dan Membayar zakat . ada mulanya hanya sukarela tetapi kemudian menjadi sumbangan yang dibayarkan dalam jumlah tertentu diperuntukkan untuk kaum komunitas miski. Berpuasa . ebgai penebusan terhadap agama Yahudi, asyura dan kemudian dilakukan selama Ramadha. Ziarah ke KaAobah tempat suci bangsa Arab Mekah (Al-QurAoan melestarikan dari pemujaan kafir, tetapi mengisinya dengan gaya monoteis dan menafsirkan dengan legenda cerita Ibrahi. Pandangan Goldziher tersebut banyak dipengaruhi oleh pendekatan Historical Criticism yang dilakukannya dalam mengkaji Islam, sehingga ajaran agama selalu dilihatnya yang berhubungan dengan historis. Dengan beberapa pernyataan mengatakan bahwa kemiripan dalam ajaran agama Islam dengan ritual agama-agama selain Islam yang terekam dalam Al-QurAoan dianggap sebuah upaya plagiasi terhadap ajaran sebelumnya. Goldziher berpendapat bahwa agama Islam telah menilai agama lain dengan mengikuti tolak ukur nilai subjektifnya. Goldziher, dalam mengritik agama Islam selalu mengaitkannya dengan agama terdahulu, sehingga pendekatan dipakai selalu menggunakan sejarah. Selain itu. Goldziher menganggap Nabi Muhammad telah mengkaji ulang ajaran Yahudi dan Nasrani yang ditempatkan pada agama Islam. 14 Dari semua pernyataan Goldziher kenyataannya hanyalah sebuah ketidakbenaran. KESIMPULAN Penjelasan di atas menunjukkan bahwa seorang tokoh orientalis yakni Ignaz Goldziher merupakan sejarawan yang sangat detail dalam memahami agama Islam, namun dibalik pemahamannya tersebut mengandung pemahaman orientalis dikarenakan ada beberapa pemahaman yang dipahami secara kontekstual saja atau hanya memandang kepada satu sebab tanpa melihat sebab dan alasan yang lain, sehingga menghasilkan pemahaman yang menyimpang dari pemaknaan yang sebenarnya. Pemahasan agama Islam memang sangat menarik untuk dikaji, mulai dari sejarah, kitab suci Al-QurAoan, hadits dan lain sebagainya, namun alasan para tokoh orientalis dalam mengkaji Siti Ana Mariyam. AuStudi Pemikiran Ignaz Goldziher Tentang Perkembangan Tafsir Bil AlMaAotsurAy. Skripsi, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2. , hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Ahlal Kamal. Muhammad Hendri. Sandy Aulia Rahman: AlqurAoan dan Hadis dalam Pandangan Orientalis: Studi Pemikiran Ignaz Goldziher Islam adalah menginginkan takluknya Islam kepada ajaran mereka. Meski dikatakan sebagai tokoh orientalis seorang Ignaz Goldziher juga tercatat sebagai orang yang mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang berbeda dan memberikan tawaran baru untuk kajian para tokoh sejarawan muslim. Hal ini membuat kajian tentang Islam menjadi semakin menarik untuk dikaji dengan pemahaman berbagai pandangan. DAFTAR PUSTAKA