Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 23 - 28 Available Online at jurnal. id/focus PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN ORGANISASI LOKAL MITIGASI BENCANA DI DESA BANDORASAKULON KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Fani Wahyu Safitri1. Arie Surya Gutama2. Sahadi Humaedi3 1,2,3 Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Article history Received : 31 Januari 2024 Revised : 16 Juni 2024 Accepted : 06 Juli 2024 *Corresponding author Email : fani20001@mail. No. 24198/focus. ABSTRAK Bencana memiliki konsekuensi yang merugikan bagi kehidupan manusia, mencakup kerugian materi, sosial, dan psikologis. Kondisi akibat bencana diperlukan adanya penanganan secara efektif, salah satunya dilakukan dalam level komunitas melalui pemanfaatan organisasi lokal sebagai sarana bagi masyarakat menyelesaikan masalah bersama. Penelitian ini berupaya menggambarkan persepsi masyarakat terhadap pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana Di Desa Bandorasakulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, salah satu contohnya adalah TBM Barata Daya dan KTH Bakti Mandiri II. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Sampel yang diambil Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 50% responden memberikan tanggapan sangat setuju, 40% setuju dan 10% netral, sehingga sebagian besar masyarakat di Desa Bandorasakulon merasa penting dibentuknya suatu organisasi lokal yang bergerak dalam bidang mitigasi bencana. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Bandorasakulon memiliki kesadaran terkait lingkungan sekitarnya yang rawan terhadap bencana serta sebagai ciri masyarakat menginginkan adanya akses untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam penanggulangan Kata kunci: Persepsi. Organisasi lokal. Mitigasi Bencana ABSTRACT Disasters have adverse consequences for human life, including material, social, and psychological matters. Conditions due to disasters require effective handling, one of which is carried out at the community level through the use of local organizations as a means for the community to solve problems together. This study seeks to describe community perceptions of the formation of local organizations in disaster mitigation in Bandorasakulon Village. Cilimus District. Kuningan Regency, one example is TBM Barata Daya and KTH Bakti Mandiri II. The approach used in this study is a descriptive quantitative approach with data collection techniques through questionnaires and field observations. The results showed that as many as 50% of respondents gave very agreeable responses, 40% agreed and 10% were neutral, so that most people in Bandorasakulon Village felt it was important to form a local organization engaged in disaster mitigation. Therefore, it can be concluded that the people of Bandorasakulon Village have awareness related to the surrounding environment that is prone to disasters and as a characteristic of the community wants access to improve their ability in disaster management. Key word: Perception. Local Organization. Disaster Mitigation Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 23 - 28 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Konsep bencana dapat dipahami dengan meninjau pertemuan antara unsur bahaya (Hazar. , unsur risiko (Ris. dan unsur kerentanan (Vulnerabilit. (Coppola. Sehingga. UNISDR mendefinisikan bencana sebagai gangguan serius terhadap fungsi suatu komunitas atau masyarakat dalam mengatasi kerugian terhadap manusia, material dan lingkungan dengan menggunakan sumber dayanya (Dewald, 2. Bencana kerugian dan kesengsaraan, seperti korban jiwa, korban luka dan cedera, pengungsi, permasalahan gizi, permasalahan air dan sanitasi lingkungan, stress dan trauma, hilangnya harta benda, kekacauan sistem koordinasi masyarakat, serta berbagai masalah di bidang ekonomi, sosial dan politik (Azizah et al. , 2021. Pudjiastuti. Kondisi yang diakibatkan oleh bencana memerlukan adanya penanganan secara serius, hal ini disebabkan bahwa risiko sebagai interaksi antara konsekuensi bahaya dan kemungkinan peristiwa yang dapat terjadi dipengaruhi oleh kerentanan suatu objek, wilayah, individu, kelompok, komunitas, negara atau entitas lain (Coppola. Sederhananya, semakin besar kerentanan tanpa adanya kapasitas maka semakin besar pula risiko yang terjadi (BNPB, 2. Kabupaten Kuningan memiliki skor indeks risiko bencana sebesar 113. dengan kategori kelas sedang (BNPB, 2. Salah satu desa rawan bencana di Kabupaten Kuningan Desa Bandorasakulon yang termasuk dalam kawasan rawan bencana letusan gunung api (Hazard zone . , gempa bumi, pergerakan tanah, longsor dan kebakaran hutan (Djadja & Pratomo, 2009. Fadlillah et , 2017. Pratomo, 2. Potensi bencana alam di Desa Bandorasakulon ini memerlukan adanya upaya mitigasi pengurangan risiko bencana alam. Salah satu upaya mereduksi risiko bencana adalah dengan mengurangi kerentanan terhadap bencana dalam level komunitas yang menempatkan komunitas sebagai aktor utama dalam merespon bencana dibanding secara perorangan, perkelompok atau organisasi tertentu (Fedryansyah et al. , 2. Dalam praktik pekerjaan sosial, metode pengorganisasian komunitas dapat dilakukan sebagai upaya komunitas kolektif dan mandiri (Ujianto, 2. Pengorganisasian komunitas didefinisikan sebagai proses orang-orang berkumpul dalam suatu komunitas untuk menentukan memenuhinya, dan memobilisasi sumber daya yang diperlukan dalam mencapai kesejahteraan sosial (Mcneil, 1954 . alam Johnson, 1. Gutama . mengemukakan memiliki 8 . tahap meliputi, prapengorganisasian, pengumpulan data, pengembangan gugus tugas, identifikasi dan prioritas masalah, strategi dan rencana tindakan, tindakan, pemeliharaan dan pengembangan organisasi serta tahap Tahap pengembangan gugus tugas berupa pelibatan pihak-pihak yang muncul selama (Gutama, 2. Dalam tahap ini mendukung terbentuknya organisasi lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk masyarakat menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa organisasi lokal Jatinangor Emergency Response Community, memiliki peran dalam penanggulangan bencana banjir di wilayah Dalam tahap pra bencana, organisasi lokal tersebut melaksanakan upaya pencegahan dengan cara kerja bakti bersama masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitarnya dan aliran sungai dari sampah (Fedryansyah et al. , 2. Selain itu, organisasi lokal Warga Peduli Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 23 - 28 Available Online at jurnal. id/focus Lingkungan (WPL) berperan sebagai pendorong diadakannya upaya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan bantaran sungai DAS Citarum di Sektor 7 Desa Rancamanyar (Zutema et al. , 2. Hasil mengidentifikasi bahwa organisasi lokal dapat terlibat aktif dalam aktivitas pencegahan terjadinya bencana. Di Desa Bandorasakulon organisasi lokal yang bergerak di berbagai bidang kehidupan namun belum ada organisasi lokal atau forum yang secara khusus beraktifitas dalam kebencanaan di Desa Bandorasakulon. Kecamatan Cilimus. Kabupaten Kuningan. Berdasarkan Organisasi lokal dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana dalam upaya mencapai tujuan bersama. Penelitian ini pembentukan organisasi lokal yang khusus bergerak di bidang kebencanaan terutama dalam kegiatan mitigasi bencana di Desa Bandorasakulon. Kecamatan Cilimus. Kabupaten Kuningan. METODE Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan Kuantitatif deskriptif adalah pendekatan penelitian yang digunakan dalam proses menganalisis data dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan hasil data yang telah dikumpulkan (Muhson, 2. Lokasi Desa Bandorasakulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Data diperoleh langsung dari 30 responden melalui proses non-probability sampling dengan jenis convenience sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan observasi lapangan, peneliti menyebarkan angket kepada responden berdasarkan wilayah dusun yang dianggap dapat mewakili populasi terhadap isu pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Skala data yang digunakan adalah skala non-metrik dengan sajian data berbentuk tanggapan responden tentang pentingnya pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas Mitigasi Bencana Oleh Organisasi lokal Berdasarkan masyarakat Desa Bandorasakulon memiliki beberapa organisasi lokal yang bergerak di berbagai bidang kehidupan. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Barata Daya merupakan organisasi lokal yang terbentuk atas inisiasi masyarakat dalam bidang pendidikan untuk memfasilitasi ruang baca dan mengadakan berbagai kegiatan yang dapat menunjang peningkatan pengetahuan Desa Bandorasakulon. Penggerak lokal dari TBM Barata Daya berkontribusi dalam aktivitas mitigasi bencana melalui penyuluhan kepada LINMAS (Perlindungan Masyaraka. memanfaatkan kearifan lokal. Selain itu, di Desa Bandorasakulon terdapat beberapa kelompok tani hutan yang dibentuk oleh masyarakat secara Pembentukan kelompok tersebut digunakan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar desa. Kelompok Tani Hutan Bakti Mandiri II menjadi salah satu organisasi lokal yang bergerak dalam bidang pertanian di hutan. Aktivitas yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Bakti Mandiri II sebagian besar terintegrasi dalam aktivitas mitigasi bencana di area hutan Gunung Ciremai. Kelompok tani hutan bersama masyarakat melakukan aktivitas Aususur hutanAy untuk membuat alur pemutus api sebagai upaya pencegahan penyebaran api apabila kebakaran hutan terjadi. Selain itu, ada aktivitas pembuatan batas air atau AustopperAy Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 23 - 28 Available Online at jurnal. id/focus di saluran kecil sumber mata air yang ada di Gunung Ciremai. Pembatas air ini terbuat dari bebatuan yang direkatkan oleh kawat sehingga, diharapkan dapat mencegah terjadinya erosi tanah yang dapat menyebabkan longsor dan banjir wilayah hutan Desa Bandorasakulon. Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pembentukan Organisasi Lokal terkait Mitigasi Bencana Kondisi Desa Bandorasakulon menggambarkan adanya potensi bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Sifat bencana yang tidak dapat diprediksi ini mendorong masyarakat untuk tetap memiliki kewaspadaan terkait geophysical dan hydro-meteorological. Uraian Desa Bandorasakulon melaksanakan proses pengorganisasian komunitas yang memiliki tujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana dengan memanfaatkan organisasi lokal di sekitar masyarakat. Penelitian menggambarkan persepsi masyarakat terkait pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana yang dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi kerentanan terhadap bencana. Persepsi masyarakat ini menunjukkan adanya kesadaran dan organisasi lokal dalam mitigasi bencana bagi masyarakat di Desa Bandorasakulon. Berikut ini disajikan tabel hasil pengolahan data kuesioner yang telah diperoleh dalam Tabel 1 Tangapan responden terkait pentingnya pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana di Desa Bandorasakulon. Jawaban Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Jumlah (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Berdasarkan data yang diperoleh, mayoritas masyarakat merespon dengan positif terhadap pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana di Desa Bandorasakulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Hal ini ditunjukkan dengan 50% responden memberikan tanggapan sangat setuju, 40% setuju dan 10% netral, sehingga dapat ditarik masyarakat Desa Bandorasakulon merasa penting untuk dibentuk suatu organisasi lokal yang bergerak dalam mitigasi 15 orang dari 30 responden penelitian ini berstatus sebagai petani, data tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat langsung dalam pemanfaatan sumber daya alam di Desa Bandorasakulon memiliki kesadaran terhadap kerentanan bencana di wilayahnya sehingga orangorang tersebut membutuhkan adanya usaha kolektif untuk mencegah atau mengurangi resiko bencana dengan organisasi lokal dimanfaatkan sebagai sarana dalam mengimplementasikan tindakan mitigasi Selanjutnya, tidak diperoleh data untuk tanggapan tidak setuju dan sangat tidak setuju dapat menggambarkan kecil kemungkinan adanya masyarakat Desa Bandorasakulon dibentuknya organisasi lokal atau forum koordinasi terkait mitigasi kebencanaan. Berdasarkan hasil observasi, masyarakat Desa Bandorasakulon memiliki pola hubungan yang cenderung guyub. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai organisasi lokal sebagai sarana untuk masyarakat dan upaya pencapaian tujuan Maka dari itu, pembentukan organisasi lokal di Desa Bandorasakulon bukan menjadi hal yang asing atau baru bagi masyarakat sehingga, hal tersebut dapat menjadi dasar dalam pembentukan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 23 - 28 Available Online at jurnal. id/focus SIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan menyimpulkan bahwa persepsi sebagian besar responden berpendapat penting untuk dibentuk suatu organisasi lokal dalam mitigasi bencana di Desa Bandorasakulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, mengingat lokasi desa yang berada di kawasan rawan Keberadaan berbagai organisasi Desa Bandorasakulon dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana dalam pelaksanaan tindakan mitigasi bencana, seperti yang dilakukan oleh Organisasi lokal Taman Bacaan Masyarakat (TBM Barata Day. dan Kelompok Tani Hutan Bakti Mandiri II. Hal tersebut menjadi dasar bagi masyarakat menanggapi pentingnya pembentukan organisasi lokal yang bergerak di bidang Beberapa responden penelitian ini memberikan tanggapan bahwa penting untuk dibentuk secara khusus organisasi lokal terkait kebencanaan. Namun, disisi lain responden juga menyatakan bahwa akan lebih efektif apabila dioptimalkan terlebih dahulu kapasitas setiap organisasi lokal yang ada di Desa Bandorasakulon terkait dengan upaya pencegahan dan Berdasarkan merumuskan saran untuk dibentuknya forum koordinasi siaga bencana di Desa Bandorasakulon yang dapat dimanfaatkan perkumpulan antar organisasi lokal dan masyarakat umum di Desa Bandorasakulon dalam pelaksanaan berbagai tindakan penanggulan bencana khususnya dalam tahap mitigasi bencana. DAFTAR PUSTAKA